Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

28 February 2008

Prayer

The prayer:

Father, I ask You to bless my friends, relatives and those that I care deeply for, who are reading this right now. Show them a new revelation of Your love and power.

Holy Spirit, I ask You to minister to their spirit at this very moment. Where there is pain, give them Your peace and mercy. Where there is self-doubt, release a renewed confidence through Your grace. Where there are needs, I ask you to fulfill their needs. Bless their homes, families, finances, their goings and their comings. In Jesus' precious name.

Amen.

Choose Peace

Today's Scripture

“Strive to live in peace with everybody and pursue that consecration and holiness without which no one will [ever] see the Lord” (Hebrews 12:14).

Today's Word from Joel and Victoria

Holiness is so important to God. The Bible says that holiness is the key to seeing the Lord. When you obey the Word of God and allow Him to work in your life, you are pursuing holiness. You will see the Lord working in your life. Notice this verse starts by saying that we should live at peace with the people around us. When we have peace in our lives, in our homes, and in our relationships, it opens the door for God to work. But when we have strife, bitterness, anger or resentment in our relationships, it blocks God’s blessing. Remember, when it comes to disagreements in relationships, it doesn’t always matter who is right, it matters what is right. And choosing peace is right. Is there someone in your life today that you need to restore peace with? A simple act of kindness, a note or small gift, can open the door for restoration in your relationships. Step out today and let the peace create a foundation for the blessing God has in store for you!

A Prayer for Today

Father in Heaven, today I open my heart to You. I choose Your way of peace. Show me how to live at peace with the people in my life so that I can honor You in everything I do. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

27 February 2008

Berhentilah Jadi Gelas

Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan ini selalu tampak murung.

"Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu?" sang Guru bertanya.

"Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya," jawab sang murid muda.

Sang Guru terkekeh. "Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam. Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu." Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta.

"Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu," kata Sang Guru. "Setelah itu coba kau minum airnya sedikit." Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air asin.

"Bagaimana rasanya?" tanya Sang Guru.

"Asin, dan perutku jadi mual," jawab si murid dengan wajah yang masih meringis.

Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis keasinan.

"Sekarang kau ikut aku." Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekat tempat mereka. "Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau." Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah di hadapan mursyid, begitu pikirnya.

"Sekarang, coba kau minum air danau itu," kata Sang Guru sambil mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir danau.

Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin dan segar mengalir di tenggorokannya, Sang Guru bertanya
kepadanya, "Bagaimana rasanya?"

"Segar, segar sekali," kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan punggung tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber air di atas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah. Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang tersisa di mulutnya.

"Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?"

"Tidak sama sekali," kata si murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya, membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.

"Nak," kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum. "Segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih. Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Allah, sesuai untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang bebas dari penderitaan dan masalah."

Si murid terdiam, mendengarkan.

"Tapi Nak, rasa `asin' dari penderitaan yang dialami itu sangat tergantung dari besarnya 'qalbu'(hati) yang menampungnya. Jadi Nak, supaya tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan qalbu dalam dadamu itu jadi sebesar danau."

Humor: Persembahan

Pada saat kotak persembahan diedarkan, ia dengan segera membuka dompetnya dan memasukkan seribu rupiah ke dalam kotak persembahan itu.

Tiba-tiba, seorang bapak yang duduk dibelakangnya menepuk pundaknya dan memberikan uang 100 ribu kepada remaja itu. Remaja
itu tersenyum, memasukkan uang 100 ribu itu ke dalam kotak persembahan, dan menatap sekilas dengan rasa kagum pada bapak yang sangat pemurah itu.

Tak lama kemudian Bapak dibelakangnya kembali menepuk pundaknya dan dia mendengar bisikan dari arah belakang,

"Nak, uang 100 ribu itu tadi jatuh dari dompetmu."

Aborsi Pada Pandangan Tuhan Yesus

Dari bukunya Surga itu nyata, Choo Thomas menjelaskan apa yang didengar-nya dari Yesus Kristus selama di Surga

SETELAH BERJALAN MELEWATI jembatan emas bercahaya, Tuhan membimbing-ku pada sebuah tempat dimana ada bayi-bayi kecil dan bayi-bayi mungil—banyak diantaranya terlihat seperti baru dilahirkan—mereka di-pelihara. Ruangan yang sangat besar, seperti sebuah gudang, tak mewah atau indah. Di-penuhi dengan bayi-bayi mungil yang telanjang dan terbaring berdekatan satu dengan yang lainnya. “Mengapa banyak sekali bayi-bayi mungil disini?” saya bertanya,

Bayi-bayi mungil dari ibu-ibu yang tak menginginkan-nya. Aku akan Jaga bayi-bayi-nya!Tuhan menjawab-ku.

“Apa yang akan Engkau lakukan terhadap mereka, Tuhan?”

Jika ibu-ibu mereka diselamatkan, mereka dapat mengambil bayi-bayi mereka kembali.

“Apa yang terjadi jika ibu-ibu mereka tidak diselamatkan? Apakah yang akan Kau lakukan?”

Ibu-ibu lain akan memiliki mereka saat semua anak-anak-ku masuk kedalam Kerajaan.

Lalu saya mengerti bahwa bayi-bayi mungil ini telah di gugurkan dari rahim-rahim ibu-nya, lalu saya menangis. Yesus berteriak, “Aku tidak suka Aborsi!” Suara-Nya dan kelakuaan-Nya bertambah sukar dan marah, saya sadari, setelah itu dan disana, bahwa ini-lah pesan yang segera akan saya bagikan pada siapa saja yang mau mendengarkannya.

Tuhan tidak menyukai Aborsi. Hal itu adalah salah satu dosa terburuk kepada-Nya. Yesus-lah yang mengatakan, Biarkan-lah anak-anak itu datang kepada-Ku, dan jangan melarang mereka;sebab mereka-lah yang empunya Kerajaan Allah(Markus 10:14). Yesus mencintai anak-anak kecil, dan dapat kulihat belas kasihan yang lembut pada Bayi-bayi Aborsi yang mungil ini sebagaimana saya melihat dan mendengarkan-Nya.”
(Akhir kutipan)

Mem-Fiolasikan pengadilan-Nya, Mem-profokasikan Murka-Nya, Tuhan telah memberikan peringatan setelah peringatan! Anda harus berpegang pada apa yang benar, dan menolak apa yang salah!

Keep the Truth

Today's Scripture

“Guard and keep [with the greatest care] the precious and excellently adapted [Truth]…”

Today's Word from Joel and Victoria

The Truth of God’s Word is a precious treasure entrusted to us. It empowers us to overcome every obstacle. It’s important to keep this Truth in your heart and establish it in your life. How do you establish the Word in your life? When you make a habit of praying and reading God’s Word it becomes more and more alive to you. When you choose to obey it, you are guarding and keeping the Truth. For example, the Bible says that love covers an offense. When you choose to walk in love even when someone has offended you, you are guarding the Truth. When you choose God’s way, instead of the world’s way, you are guarding the truth. Society has so many different ideas of what is right and acceptable. We have to always choose God’s way. And when you choose God’s way, you get God’s results! God’s results include a blessed and happy life. Start today by asking the Lord to show you His Truth by the power of His Spirit. As you keep the precious Truth of God’s Word, you will be empowered to live the life of victory the Lord has in store for you!

A Prayer for Today

Heavenly Father, thank You for Your Truth which sets me free. I invite you to search my heart and mind today and lead me in Your ways. I bless You today. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

26 February 2008

The Fire

An article in National Geographic several years ago provided a penetrating picture of God's wings.

After a forest fire in Yellowstone National Park, forest rangers began their trek up a mountain to assess the inferno's damage. One ranger found a bird literally petrified in ashes, perched statuesquely on the ground at the base of a tree. Somewhat sickened by the eerie sight, he knocked over the bird with a stick. When he struck it, three tiny chicks scurried from under their dead mother's wings.

The loving mother, keenly aware of impending disaster, had carried her offspring to the base of the tree and had gathered them under her wings, instinctively knowing that the toxic smoke would rise.

She could have flown to safety but had refused to abandon her babies. When the blaze had arrived and the heat had singed her small body, the mother remained steadfast. She had been willing to die so those under the cover of her wings would live.

He will cover you with his feathers, and under his wings you will find refuge; his faithfulness will be your shield and rampart.
Psalm 91:4 (NIV)

Humor: Guru Baru

Ini adalah hari pertama sekolah setelah tahun baru. Semua murid ada di tempat duduk masing-masing, menunggu guru baru mulai mengajar.

Guru baru itu berdiri dan berkata, "Siapa pun di sini yang berpikir dirinya bodoh, tolong berdiri."

Semua murid saling lihat, dan akhirnya seorang anak berdiri.

"Menurutmu, kamu bodoh?" tanya guru baru itu.

"Tidak," kata anak itu, "saya cuma kasihan melihat Pak Guru berdiri sendirian."

Sesuatu Untuk Dipikirkan

Sebuah kapal telah karam ketika mengalami badai yang dahsyat di tengah laut. Hanya dua orang yang berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke sebuah pulau yang gersang dan tanpa kehidupan. Kedua orang itu tidak tahu apa yang mereka harus lakukan kecuali berdoa kepada Tuhan. Namun, untuk mengetahui doa siapa yang lebih kuat, mereka setuju untuk membagi pulau itu ke dalam dua wilayah untuk dihuni masing-masing.

Pertama-tama, mereka berdoa untuk makanan. Esok harinya, orang yang pertama melihat sebuah pohon penuh dengan buah-buah di sisi wilayahnya sedangkan wilayah orang kedua tetap gersang tanpa kehidupan.

Setelah seminggu orang pertama merasa kesepian dan memutuskan untuk berdoa agar diberi seorang isteri. Esok harinya seorang wanita sedang berenang menuju ke sisi pulau itu di mana ia tempati. Sedangkan di sisi orang kedua, tidak terjadi sesuatu apa.

Tak lama kemudian orang pertama berdoa untuk sebuah rumah, pakaian dan makanan. Esok harinya, dengan mengherankan semua itu telah tersedia untuk orang pertama, sedangkan orang kedua masih tak memiliki apapun.

Akhirnya, orang pertama berdoa untuk sebuah kapal, supaya dia dan isterinya dapat meninggalkan pulau itu. Pada esok harinya, ia mendapatkan sebuah kapal berlabuh di sisi wilayahnya. Orang pertama kemudian bersama isterinya menaiki kapal itu untuk meninggalkan orang kedua di pulau itu. Ia menilai orang kedua itu tidak layak untuk menerima berkat Tuhan, karena tak ada satu dari doa-doanya dijawab oleh Tuhan.

Ketika kapal itu hendak berlayar, orang pertama itu mendengar sebuah suara yang kencang dari sorga : “Mengapa kamu meninggalkan kawanmu di pulau?”

“Berkat-berkatku adalah milikku sendiri, karena akulah yang memintanya melalui doa-doaku,” demikianlah orang pertama itu menjawab. Sedangkan doa-doa kawanku itu semuanya tak terjawab sehingga ia tak layak untuk menerima apapun.

“Kamu salah!” suara itu berkumandang. “Ia hanya menyampaikan satu doa saja yang Ku telah menjawab. Bila tidak, niscaya kamu tidak akan menerima apapun dari berkatKu.”

“Katakanlah,” kata orang pertama itu, : “Apa yang ia telah doakan, sehingga aku dianggap berhutang sesuatu kepadanya?”

“Ia berdoa, agar doa-doamu semuanya Kujawab.”

Kiranya kita sadar bahwa berkat-berkat kita bukan hanya merupakan hasil dari doa-doa kita sendiri, melainkan juga hasil dari doa-doa yang dipanjatkan oleh orang lain untuk kita.

Kiranya pada hari ini, doa-doaku untukmu akan dijawab semuanya. Tuhan memberkatimu!

“Apa yang engkau lakukan untuk orang lain, itu lebih penting daripada apa yang engkau lakukan untuk dirimu sendiri!”


Sumber : Reflecta Edisi November 2006

He Answer

Cara Tuhan melihat berbeda dengan apa yang kita lihat


Separate Yourself

Today's Scripture

“So whoever cleanses himself [from what is ignoble and unclean, who separates himself…be a vessel set apart and useful for honorable and noble purposes…” (II Timothy 2:21).

Today's Word from Joel and Victoria

Are there people or activities in your life that you know you need to separate yourself from? The Bible says that bad company will corrupt good morals. God wants you to constantly be growing and rising higher in life. That’s why this verse encourages us to separate ourselves from corrupting influences. And those influences are more than just the people in your everyday life. The influences are anything that influence your thinking. Be careful about what you are allowing into your mind. Be careful about what you read and what you watch. Don’t give your attention to things that are going to drag you down. Choose to separate yourself today. Remember. God wants you to live an abundant life. He wants you be separate so that He can work through you and fulfill his purposes in you life. As you cleanse yourself God will work in and through you so that you can live as an over comer the way God intends!

A Prayer for Today

Heavenly Father, thank you for your Word which is the Truth that sets me free. Give me strength to separate myself from anything that does not honor You. In Jesus Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries