Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

18 February 2008

Love Never Fails

Today's Scripture

“Love never fails” (I Corinthians 13:8).

Today's Word from Joel and Victoria

We all have people in our lives that are difficult at times. Maybe it’s someone you work with, a family member or even your spouse. Relationships can be complicated, but remember: love never fails. The Word of God clearly defines love in 1 Corinthians 13. It says that love is patient and kind. It doesn’t seek its own way. Love doesn’t keep a record of wrongs. And most importantly, love never fails. Notice that this chapter doesn’t talk at all about how you feel. God’s love isn’t about feelings. It’s a choice. You can choose to be patient, even when you don’t feel like being patient. You can choose to be kind, even when you don’t feel like being kind. No matter what situation you find yourself in, you can choose love. You are never more like God than when you are walking in love. And when you are walking in love, you will never fail because love never fails. Open your heart to God’s love today. Ask Him to show you how to love others better. As you walk in love, you’ll find peace and live in victory all the days of your life!

A Prayer for Today

Heavenly Father, thank You for Your love which never fails. Thank You for loving me so that I can be free to love others. Empower me, by Your Spirit, to walk in love no matter what I may face today. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

Papa Sedang Mengemudi

Mazmur 23:2-3
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.

Seorang pembicara, Dr. Wan, menceritakan pengalamannya ketika ia dan seisi keluarganya tinggal di Eropa. Satu kali mereka hendak pergi ke Jerman. Dengan mengendarai mobil tanpa henti siang dan malam, mereka membutuhkan waktu tiga hari untuk tiba di sana. Mereka sekeluarga pun masuk ke dalam mobil -- dirinya, istrinya, dan anak perempuannya yang berumur 3 tahun.

Anak perempuan kecilnya ini belum pernah bepergian pada malam hari. Malam pertama di dalam mobil, ia ketakutan dengan kegelapan di luar sana.

"Mau kemana kita, papa?"
"Ke rumah paman, di Jerman."
"Papa pernah ke sana?"
"Belum."
"Papa tahu jalan ke sana?"
"Mungkin, kita dapat lihat peta."
[Diam sejenak] "Papa tahu cara membaca peta?"
"Ya, kita akan sampai dengan aman."
[Diam lagi] "Dimana kita makan kalau kita lapar nanti?"
"Kita bisa berhenti di restoran di pinggir jalan."
"Papa tahu ada restoran di pinggir jalan?"
"Ya, ada."
"Papa tahu ada dimana?"
"Tidak, tapi kita akan menemukannya."

Dialog yang sama berlangsung beberapa kali dalam malam pertama, dan juga pada malam kedua. Tapi pada malam ketiga, anak perempuannya ini diam. Dr. Wan berpikir mungkin dia telah tertidur. Tapi ketika ia melihat ke cermin, ia melihat anak perempuannya itu masih bangun dan hanya melihat-lihat ke sekeliling dengan tenang. Dia bertanya-tanya dalam hati kenapa anak perempuan kecil ini tidak menanyakan pertanyaan-pertanyaannya lagi.

"Sayang, kamu tahu kemana kita pergi?"
"Jerman, rumah paman."
"Kamu tahu bagaimana kita akan sampai ke sana?"
"Tidak"
"Terus kenapa kamu tidak bertanya lagi?"
"Karena papa sedang mengemudi."

Jawaban dari anak perempuan kecil berumur 3 tahun ini kemudian menjadi kekuatan dan pertolongan bagi Dr. Wan selama bertahun-tahun, ketika dia mempunyai pertanyaan-pertanyaan dan ketakutan-ketakutan dalam perjalanannya bersama Tuhan. Ya, Bapa kita sedang mengemudi. Kita mungkin tahu tujuan kita (seperti anak kecil yang tahu mau ke 'Jerman' tanpa mengerti dimana atau apa itu sebenarnya). Kita tidak tahu jalan ke sana, kita tidak dapat membaca peta, kita tidak tahu apakah kita akan menemukan rumah makan sepanjang perjalanan. Tapi gadis kecil ini tahu hal terpenting, -- Papa sedang mengemudi -- dan dia aman. Dia tahu papanya akan menyediakan semua yang dia butuhkan.

Renungan :
Kenalkah engkau
Bapa anda, Gembala Agung, sedang mengemudi hari ini? Apa sikap dan respon anda sebagai seorang penumpang, anak-Nya yang dikasihi-Nya? Kita mungkin telah menanyakan terlalu banyak pertanyaan sebelumnya, tapi kita dapat menjadi anak kecil itu, belajar menyadari fokus terpenting adalah 'Papa sedang mengemudi'. Tuhan adalah Bapa bagi anda. Ijinkan IA untuk mengemudikan hidup anda. Maka kekuatiran bukan menjadi milik anda lagi.

Tambahan kecil:
Betul, memang. Kita kuatirpun apakah akan memperbaiki situasi/masalah? No.. Justru membuat kita malah terbebani dan jadi ndak bisa berjalan dengan lebih leluasa & "full power".

16 February 2008

Observe to Do

Today's Scripture

“This Book of the Law shall not depart out of your mouth, but you shall meditate on it day and night, that you may observe to do according to all that is written in it. For then you shall make your way prosperous, and then you shall deal wisely and have good success” (Joshua 1:8).

Today's Word from Joel and Victoria

Did you know that when you speak the Word of God, it activates power in your life? In fact, this verse says do not let it depart from your mouth. In other words, keep speaking and confessing the Word of God—no matter what your circumstances seem like. When you keep God’s Word in your mind, heart and mouth, it empowers you to obey all the Lord commands. Do you need strength today to overcome temptation? Do you need to be empowered to walk in love? Get the Word of God in your heart and declare what the Word of God says about your situation. Declare that you can do all things through Christ who strengthens you. Declare that you have God’s grace for all things. And notice what this verse says will happen when you are walking in obedience to God’s Word: The key to having abundance and success in every area of your life is found in the Word of God. As you continue to speak the Word of God, you will be empowered in every area of your life, and you will live the life of victory the Lord has in store!

A Prayer for Today

Heavenly Father, thank You for Your Word which gives me strength. Fill me with Your power so that I can obey Your Word. I bless You today. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

Keep Asking

Today's Scripture

“For everyone who asks receives; he who seeks finds; and to him who knocks, the door will be opened” (Matthew 7:8).

Today's Word from Joel and Victoria

Is there something you are believing God for? Does it seem like it’s taking a long time to come to pass? Be encouraged today! The Bible says that through faith and patience you will inherit the promise. You can trust that God’s Word is true. Submit your prayers to the Lord, and keep an attitude of faith and expectancy. Keep asking. Keep seeking. Keep knocking on the door, and it will be opened to you. It may seem like it’s taking a long time, but know this: God is working behind the scenes on your behalf. He is orchestrating things in your favor. He is perfecting whatever concerns you. Don’t give up! Start thanking God for His faithfulness in your life. As you stay faithful in your prayers and thanksgiving, the Lord will move mightily on your behalf. He’ll take you places that you’ve never dreamed, and you will live the life of victory He has in store for you!

A Prayer for Today

Father in heaven, thank You for giving me a diligent spirit. Thank You for Your faithfulness. Give me strength to stand until I see Your promises fulfilled in my life. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

Untuk Apa Kita Ke Gereja?

Cerita 1
Seorang Kristen menulis surat kepada Editor sebuah surat kabar dan mengeluhkan kepada para pembaca bahwa dia merasa sia-sia pergi kegereja setiap minggu. Tulisnya, "Saya sudah pergi ke gereja selama 30 tahun dan selama itu saya telah mendengar 3000 khotbah. Tapi selama hidup, saya tidak bisamengingat satu khotbah pun. Jadi saya rasa saya telah memboroskan begitu banyak waktu, demikian pun para pastor itu telah memboroskanwaktu mereka dengan khotbah-khotbah itu."

Surat itu menimbulkan perdebatan yang hebat dalam kolom pembaca. Perdebatan itu berlangsung berminggu-minggu sampai akhirnya ada seseorang yang menulis demikian: "Saya sudah menikah selama 30 tahun.Selama ini istri saya telah memasak 32.000 jenis masakan. Selama hidup saya tidak bisa mengingat satu pun jenis masakan itu yang dilakukanistri saya. Tapi saya tahu bahwa masakan-masakan itu telah memberisaya kekuatan yang saya perlukan untuk bekerja. Seandainya istri sayatidak memberikan makanan itu kepada saya, maka saya sudah lama meninggal."

Sejak itu tak ada lagi komentar tentang khotbah.
--------------------


Cerita 2
Nenek Granny sedang menyambut cucu-cucunya pulang dari sekolah. Mereka adalah anak-anak muda - anak muda yang sangat cerdas dan sering menggoda nenek mereka. Kali ini, Tom mulai menggoda dia dengan berkata, "Nek, apakah nenek masih pergi ke gereja pada hari minggu?"

"Tentu!"

"Apa yang nenek peroleh dari gereja? Apakah nenek bisa memberitahu kami tentang Injil minggu lalu?"

"Tidak, nenek sudah lupa. Nenek hanya ingat bahwa nenek menyukainya."

"Lalu apa khotbah dari pastor?"

"Nenek tidak ingat. Nenek sudah semakin tua dan ingatan nenek melemah. Nenek hanya ingat bahwa ia telah memberikan khotbah yang memberi kekuatan, Nenek menyukai khotbah itu."

Tom menggoda, "Apa untungnya pergi ke gereja jika nenek tidak mendapatkan sesuatu dariNya?"

Nenek itu terdiam oleh kata-kata itu dan ia duduk di sana termenung. Dan anak-anak lain tampak menjadi malu. Kemudian nenek itu berdiri dan keluar dari ruangan tempat mereka semua duduk, dan berkata, "Anak-anak, ayo ikut nenek ke dapur."

Ketika mereka tiba di dapur, dia mengambil tas rajutan dan memberikannya kepada Tom sambil berkata, "Bawalah ini ke mata air, dan isilah dengan air, lalu bawa kemari!"

"Nenek, apa nenek tidak sedang melucu? Air didalam tas rajutan....!

"Nek, apa ini bukan lelucon?" tanya Tom.

"Tidak.., lakukanlah seperti yang kuperintahkan. Saya ingin memperlihatkan kepadamu sesuatu."

Maka Tom berlari keluar dan dalam beberapa menit ia kembali dengan tas yang bertetes-teskan.

"Lihat,nek," katanya. "Tidak ada air di dalamnya."

"Benar," katanya.

"Tapi lihatlah betapa bersihnya tas itu sekarang. Anak-anak, tidak pernah kamu ke gereja tanpa mendapatkan sesuatu yang baik, meskipun kamu tidak mengetahuinya."
--------------------

Cerita 3
KISAH NATAL
Suatu ketika, ada seorang pria yang menganggap Natal sebagai sebuah takhayul belaka. Dia bukanlah orang yang kikir. Dia adalah pria yang baik hati dan tulus, setia kepada keluarganya dan bersih kelakuannya terhadap orang lain. Tetapi ia tidak percaya pada kelahiran Kristus yang diceritakan setiap gereja di hari Natal. Dia sunguh-sungguh tidak percaya.

"Saya benar-benar minta maaf jika saya membuat kamu sedih," kata pria itu kepada istrinya yang rajin pergi ke gereja. "Tapi saya tidak dapat mengerti mengapa Tuhan mau menjadi manusia. Itu adalah hal yang tidak masuk akal bagi saya"

Pada malam Natal , istri dan anak-anaknya pergi menghadiri kebaktian tengah malam di gereja. Pria itu menolak untuk menemani mereka. "Saya tidak mau menjadi munafik," jawabnya. "Saya lebih baik tinggal di rumah. Saya akan menunggumu sampai pulang."

Tak lama setelah keluarganya berangkat, salju mulai turun. Ia melihat keluar jendela dan melihat butiran-butiran salju itu berjatuhan. Lalu ia kembali ke kursinya di samping perapian dan mulai membaca surat kabar. Beberapa menit kemudian, ia dikejutkan oleh suara ketukan. Bunyi itu terulang tiga kali. Ia berpikir seseorang pasti sedang melemparkan bola salju ke arah jendela rumahnya. Ketika ia pergi ke pintu masuk untuk mengeceknya, ia menemukan sekumpulan burung terbaring tak berdaya di salju yang dingin. Mereka telah terjebak dalam badai salju dan mereka menabrak kaca jendela ketika hendak mencari tempat berteduh.

Saya tidak dapat membiarkan makhluk kecil itu kedinginan di sini, pikir pria itu. Tapi bagaimana saya bisa menolong mereka? Kemudian ia teringat akan kandang tempat kuda poni anak-anaknya. Kandang itu pasti dapat memberikan tempat berlindung yang hangat. Dengan segera pria itu mengambil jaketnya dan pergi ke kandang kuda tersebut. Ia membuka pintunya lebar-lebar dan menyalakan lampunya. Tapi burung-burung itu tidak masuk ke dalam. Makanan pasti dapat menuntun mereka masuk, pikirnya. Jadi ia berlari kembali ke rumahnya untuk mengambil remah-remah roti dan menebarkannya ke salju untuk membuat jejak ke arah kandang. Tapi ia sungguh terkejut. Burung-burung itu tidak menghiraukan remah roti tadi dan terus melompat-lompat kedinginan di atas salju.

Pria itu mencoba menggiring mereka seperti anjing menggiring domba, tapi justru burung-burung itu berpencaran kesana-kemari, malah menjauhi kandang yang hangat itu.

"Mereka menganggap saya sebagai makhluk yang aneh dan menakutkan," kata pria itu pada dirinya sendiri, "dan saya tidak dapat memikirkan cara lain untuk memberitahu bahwa mereka dapat mempercayai saya. Kalau saja saya dapat menjadi seekor burung selama beberapa menit, mungkin saya dapat membawa mereka pada tempat yang aman."

Pada saat itu juga, lonceng gereja berbunyi. Pria itu berdiri tertegun selama beberapa waktu, mendengarkan bunyi lonceng itu menyambut Natal yang indah. Kemudian dia terjatuh pada lututnya dan berkata, "Sekarang saya mengerti," bisiknya dengan terisak.

"Sekarang saya mengerti mengapa KAU mau menjadi manusia."

Renungan :
Saudaraku, sering kita mengalami kejenuhan untuk pergi ke gereja dan merasa tak ada gunanya, semoga cerita di atas ini bisa lebih meneguhkan kita akan pentingnya ke gereja.

Apa Yang Kamu Inginkan?

Di sebuah perjamuan makan malam, banyak tamu undangan yang hadir mengucapkan selamat kepada sepasang kakek dan nenek yang pada hari itu merayakan Ulang Tahun Perkawinan yang ke-50 tahun. Semua tamu yang hadir ikut dalam suasana bahagia, menyaksikan betapa kakek dan nenek tersebut masih saling mencintai meskipun keduanya sudah tidak muda lagi. Banyak pasangan tamu undangan yang berharap kelak akan mengalami hal yang sama. Pada saat jamuan makan mulai seperti biasa tamu-tamu duduk pada meja bundar untuk menikmati makanan yang disediakan.

Pada meja kakek dan nenek tersebut telah terhidang masakan ikan kesukaan mereka berdua. Dengan penuh kasih sayang, seperti kebiasaanya sang kakek mengambil bagian kepala ikan tersebut dan meletakkan ke piring istrinya.

Sang istri terdiam.... Mata nenek tua tersebut mulai berkaca-kaca, dengan terbata-bata berucap : " Lima puluh tahun lamanya aku menjadi istrimu, selama itu aku selalu mengabdikan seluruh hidupku untukmu, suamiku. Betapa lama kalau kita menghitung hari demi hari yang kita lalui. Betapa panjang perjalanan hidup yang kita jalani bersama. Selama lima puluh tahun kau selalu memberikan kasih sayang dan semua yang kau miliki. Selama itu pula kau selalu memberikan bagian kepala apabila kita menyantap menu ikan, sungguh hal itu yang paling tidak aku sukai, tetapi aku memakannya karena aku menghormatimu dan tidak ingin membuatmu kecewa".

Sang kakek terpana, dengan suara parau dan mata berkaca kakek tersebut berkata : "Lima puluh tahun aku lalui segala rintangan dan kebahagian bersamamu, istriku. Dulu aku adalah seorang pemuda miskin yang tak berharta, tetapi engkau bersedia menikah denganku. Sejak saat itu aku telah bersumpah akan selalu membahagiakan engkau, aku akan selalu memberikan yang terbaik yang aku mampu sebagai tanda betapa aku sangat mengasihimu dengan segenap hati. Bagian yang paling aku suka dari masakan ikan adalah bagian kepala, oleh karena itu selalu kuberikan kepadamu karena aku selalu ingin memberikan yang terbaik hanya untukmu. Selama bertahun-tahun kita menikah, selama ini kita hidup bahagia meskipun pada awal pernikahan kita hidup sederhana tetapi engkau tak mengeluh. Aku selalu bekerja keras hanya untuk membahagiakan dan memberikan yang terbaik bagimu dan anak anak kita. Istriku, selama ini kita saling mengasihi, mencintai tanpa henti, tetapi ternyata kita tidak saling memahami".

Betapa sang nenek harus menelan kekecewaan setiap mendapat kepala ikan hanya untuk membahagiakan sang suami. Betapa kakek harus merelakan bagian kepala ikan yang sangat disukai hanya untuk membahagiakan sang istri.

Si nenek selama 50 th sudah melakukan penundukan diri begitu juga si kakek dia sudah mengasihi si nenek, tapi ternyata ada kekecewaan disana.

Bahkan ada istri yang tunduk dengan suami, sampai dia sangat menurut pada suaminya, apa–apa yang suami katakan di lakukan. Tapi suami dengan sangat gemes mengatakan" istriku ga smart, tidak bisa membantu aku dengan ide2 yang cemerlang"

Ada suami yang sangat mengasihi istrinya, sampai-sampai apa- apa yang istrinya inginkan dia berikan, tapi si istri malah kesel, "Suamiku ga tegas, ga punya pendirian"


Why ? Kenapa ?
Karena semuanya dengan caranya sendiri, si nenek tunduk dengan caranya sendiri, si kakek juga mengasihi dengan caranya sendiri tanpa memperdulikan pasangannya. Masing2 lupa cari tau atau bertanya pada pasangannya.

"Apa yang kamu inginkan?"

Jadinya masing-masing menjadi manusia yang sok tau. Supaya tidak menjadi manusia sok tau, kita lihat apa-apa yang perlu diketahui dan dikerjakan hingga dapat menyenangkan kedua belah pihak.


Apa yang Harus Diketahui Istri Mengenai Suaminya

Kebutuhan suami yang paling mendasar dalam pernikahan adalah:
a. DIKAGUMI. Suami mengukur harga dirinya melalui apa yang sudah dicapai, besar atau kecil hasil yang dicapai membutuhkan pengakuan dari istrinya. Pengaguman adalah bahan bakar yang dibutuhkan pria untuk lebih maju karena memberikan kekuatan. Tetapi perlu diingat, jangan pernah berpura-pura mengagumi dengan kata-kata pujian. Sebaiknya agar pengaguman istri benar-benar memiliki nilai, pujian itu harus tulus tercermin dalam perasaan yang sesungguhnya.

b. PERLU OTONOMI. Sebagian kebutuhan otonomi adalah memberi ruang untuk suami (kebutuhan untuk menyendiri). Ada istri mengeluh karena suami mereka tidak segera menceritakan hal-hal yang dialami suaminya apabila sampai di rumah sepulang dari kantor. Tanpa menyadari suami ingin membaca koran atau menyiram tanaman atau apapun yang dilakukan lebih dahulu untuk menyegarkan pikiran mereka sebelum memulai bercakap-cakap.

c. KEGIATAN BERSAMA. Seorang pria membangun keintiman dengan cara yang berbeda. Ia membina hubungan dengan melakukan pekerjaan secara bersama-sama. Misalnya bekerja di kebun, melakukan pekerjaan rumah, pergi nonton bersama istrinya. Suami menjadikan istri sebagai teman. Hal ini sangat baik apabila istri ikut dalam kegiatan bersama tersebut.

d. STRUKTUR OTAK PRIA. Otaknya terkotak-kotak dan mampu memilah-milah informasi yang masuk. Di malam hari, setelah seharian penuh beraktivitas, cowok bisa menyimpan semuanya di otaknya yang terkotak-kotak. è membuat dia tidak suka curhat, semuanya dapat disimpan dalam kotak2 yang ada. Kemampuan berbicara dan bahasa itu bukan kemapuan otak yang kritis. Adanya cuma di otak kiri dan tidak ada area yang spesifik. Jadinya pria cuma bisa menghabiskan 7ribu kata dalam sehari setelah itu dia tidak mood lagi untuk bicara è kebayangkan kalau seharian diluar rumah sudah menghabiskan 7000 kata, sampai dirumah tinggal diamnya. Sedikit sekali jaringan yang menghubungkan otak kiri dan kanan. è Kalo dia lagi baca koran atau nonton TV, dia tidak bisa dengar apa yang dikatakan istrinya, sebab saat dia baca seketika itu juga dia jadi tuli.

"Isteri terpanggil untuk tunduk kepada suami, yaitu menghargai suami, bukan karena kecakapan atau kekayaannya, tetapi sebab dia adalah suami, yang adalah kepala untuk rumah tangga. Dia payung bagi keluarga. Dia yang melindungi Dan bertanggungjawab atas keluarga,

Bagaimanapun dia adalah manusia yang tidak sempuma, yang perlu. Ditopang, didukung, dihargai, dihormati.


Apa yang Perlu Diketahui Setiap Suami Mengenai Istrinya

Kebutuhan istri yang paling mendasar dalam pernikahan adalah

a. DICINTAI. Apa yang dapat dilakukan seorang suami untuk menunjukkan cintanya kepada istrinya? Pikirkan ungkapan "Aku Mencintaimu". Bagi beberapa pria merasa tidak perlu untuk mengucapkan kata tersebut, tetapi bagi seorang istri butuh (ingin mendengar) ungkapan tersebut dari suaminya.

b. DIMENGERTI. Bagi wanita dimengerti berarti menerima perasaan2nya, misalnya mendengarkan, memahami dan merepleksikan apa yang sedang dipikirkan atau dirasakan oleh pasangan.

c. DIHARGAI. Menghargai istri berarti menghargai & mendukung keputusan2 dalam memenuhi impiannya. Untuk memulainya, jangan berusaha untuk mengubah atau memanipulasinya. Tetapi hormati kebutuhan, keinginan dan nilai-nilai serta haknya. Akibat sikap menghargai ini, seorang istri akan lebih bersikap santai dan terbuka

d. STRUKTUR OTAK. Dalam struktur otak cewek, kemampuan untuk berbicara terutama ada dibagian depan otak kiri dan sebagian kecil di otak sebelah kanan, wanita bisa bicara 20ribukata dalam sehariè jangan heran kalau cewek seneng ngomong, otak cewek tidak terkotak-kotak, informasi atau masalah yang diterimanya akan terus berputar-putar dalam otaknya, ini nggak akan berhenti sampe dia bisa mencurahkan isi otaknya alias curhatè Oleh sebab itu, kalo cewek bicara, tujuannya adalah untuk mengeluarkan uneg-unegnya, bisa pakai 2 sisi otaknya secara bersamaan è bisa telpon, pada saat memasak, sekaligus gendong anak. Atau dia bisa nyetir, dandan, dengerin radio dan bicara lewat hands-free.

"Suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu. Hiduplah dengan pengertian terhadap perasaannya, sebab wanita biasa main perasaan. Jangan sakiti atau kecewakan perasaannya. Apa yang anda lakukan atau ucapkan, untuk kesalahan yang kecil, itu dapat disimpan lama dalam memorinya.


Kesalahan yang Dilakukan oleh Pasangan Suami Istri

a. MENGKRITIK. merupakan tindakan yang menyerang kepribadian seseorang, misalnya menyalahkan dan membuat sebuah serangan pribadi atau tuduhan.

b. MEMBELA DIRI. Sering kali merupakan hal yang membabi buta

c. MEMBISU. Membisu seringkali dianggap sebagai usaha agar tidak membuat persoalan semakin buruk. Tetapi tanpa kita sadari membisu adalah tindakan yang sangat berpengaruh. Tindakan tersebut menyatakan suatu penghinaan, sikap dingin dan keangkuhan yang bisa membuat pernikahan menjadi rapuh.


Bagaimana dengan BERTENGKAR apakah bukan suatu kesalahan?

Tidak adanya konflik, dalam rumah tangga bukanlah tanda yang baik bagi pernikahan. Pasangan yang menolak menerima konflik sebagai bagian dari pernikahan akan kehilangan kesempatan untuk mendapat tantangan. Jadi konflik adalah wajar dan tidak lagi selalu menggambarkan suatu krisis, melainkan sebuah kesempatan untuk berkembang.

Pertengkaran dalam pernikahan adalah untuk saling mangasah dan menanjamkan, membuat 2 pribadi makin bijaksana.


Apa yang dilakukan jika terjadi pertengkaran ?

a. Jangan lari dari pertengkaran.
b. Terangkan masalah dengan jelas. Ketika merasa suasana memanas, mintalah pasangan supaya menjelaskan penyebab pertengkaran tersebut sehingga masing-masing dapat memahami masalahnya.
c. Nyatakan perasaan kita secara langsung. Memberikan tanggapan kepada apa yang dilakukan pasangan jauh lebih baik daripada tidak memberikan tanggapan untuk membela diri terhadap hal yang tidak membawa kemajuan.

Kebahagiaan dalam rumah tangga bukan sesuatu yang datang dengan sendirinya. Tetapi kebahagiaan harus diusahakan oleh kedua belah pihak, bukan dengan saling menuntut atau saling memaksa, tetapi dengan saling memahami, saling memberi atau saling memperhatikan, bahkan saling berkorban.Sukses di dalam pernikahan bukan meminta atau menuntut pasanganmu menjadi orang yang tepat, tetapi jadilah orang yang tepat untuk pasanganmu.

Walk in the Ways of Your Heart

Today's Scripture

“…Follow the ways of your heart…” (Ecclesiastes 11:9).

Today's Word from Joel and Victoria

When you become born again, you receive a new spirit—God’s Spirit on the inside of you. The Bible often calls this your heart. If you look at the word “heart”, you’ll see the word “ear” in the middle. The ear that you hear with is in the center of your heart. Your heart is where the Lord speaks to you. It’s easy for the cares of this world to become like loud noise that drowns out the still, small inner voice. But if you’ll set aside time every day to be with the Lord and acknowledge Him in everything you do, you will hear Him more clearly, and you will have confidence to walk in the ways of your heart. God wants to give you the desires of your heart, but it’s only when you submit your heart fully to Him. Is there anything that you are holding back from the Lord today? Release it to Him. You can trust Him to lead your heart down a good path. You can trust Him to lead you down a path of victory in every area of your life.

A Prayer for Today

Heavenly Father, help me to hear Your voice clearly. I surrender every area of my heart to You today and ask that You remove anything that displeases You. Thank You for leading me on a good path for my life. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

15 February 2008

Persahabatan

Pernah ada anak lelaki dengan watak buruk. Ayahnya memberi dia sekantung penuh paku, dan menyuruh memaku satu batang paku di pagar pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain.

Hari pertama dia memaku 37 batang di pagar. Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk menahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari. Dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri daripada memaku di pagar.

Akhirnya tiba hari ketika dia tidak perlu lagi memaku sebatang paku pun dan dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya.

Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari bila dia berhasil menahan diri/bersabar. Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dia bisa menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar.

Sang ayah membawa anaknya ke pagar dan berkata, ”Anakku, kamu sudah berlaku baik, tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang ada di pagar. Pagar ini tidak akan kembali seperti semula. Kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang lain, hal itu selalu meninggalkan luka seperti pada pagar".

Kau bisa menusukkan pisau di punggung orang dan mencabutnya kembali, tetapi akan meninggalkan luka. Tak peduli berapa kali kau meminta maaf/menyesal, lukanya tinggal. Luka melalui ucapan sama perihnya seperti luka fisik.

Kawan-kawan adalah perhiasan yang langka. Mereka membuatmu tertawa dan memberimu semangat. Mereka bersedia mendengarkan jika itu kau perlukan, mereka menunjang dan membuka hatimu.

Tunjukkanlah kepada teman-temanmu betapa kau menyukai mereka. Kirim surat ini kepada mereka yang kau anggap teman, walaupun berarti kau mengembalikannya kepada yang mengirimnya kepadamu. Bila pesan ini kembali padamu, itu berarti bahwa kau mempunyai lingkaran teman.

Untuk mengakhiri: ”Keindahan persahabatan adalah bahwa kamu tahu kepada siapa kamu dapat mempercayakan rahasia.” (Alessandro Manzoni)

Renungan :
Jika kau menerima pesan ini, ketahuilah bahwa ada orang yang bermaksud baik padamu dan bahwa dari dirimu ada juga orang yang kau kasihi. Jika kau terlalu sibuk untuk menyisihkan beberapa menit untuk meneruskan ini kepada orang lain dan berpikir, ”Saya akan melakukannya beberapa hari yang akan datang", lupakan saja, karena mungkin kau tidak akan pernah melakukannya.

Berilah kepada orang lebih dari yang mereka harapkan, dan lakukan secara bijaksana.

Yakinlah pada dirimu ketika berkata: ”Aku mencintaimu."

Jika kau berkata: “Aku menyesal,”
tataplah mata lawan bicaramu.

Jangan permainkan harapan orang lain. Mungkin kau bisa tersinggung, tetapi itulah satu-satunya cara untuk menjalani hidupmu.

Jangan adili orang lain, tetapi adili dirimu secara kritis.

Bicaralah pelan, tetapi cepat dalam berpikir. Jika kau ditanya sesuatu yang tak ingin kau jawab, senyumlah, dan tanya: ”Mengapa kamu mau tahu?"

Ingatlah bahwa kasih yang paling indah dan sukses yang terbesar mengandung banyak risiko.

Jika kau kalah, jangan lupakan pelajaran dibalik kekalahan itu.

Hargai dirimu.

Hargai orang lain.

Bertanggung jawablah atas tindakanmu. Jangan biarkan selisih paham merusak indahnya persahabatan. Tersenyumlah ketika menjawab tilpon, orang yang menilponmu akan mendengarnya dari suaramu. Baca yang tersirat. Bila kau tidak mendapatkan apa yang kau inginkan, mungkin saja itu keberuntunganmu.

Hallo, Tuhan!

Seperti biasa, sebelum tidur malam, aku selalu mengontak Tuhan dengan telepon sambungan khusus yang bisa bercakap-cakap dengan Tuhan secara langsung. Seperti malam ini juga, aku yang telah bersiap-siap untuk pergi tidur, tidak lupa terlebih dahulu memencet nomor telepon yang telah kuhafal.

Kring….. kring …….

Tuhan : Hallo?
Aku : Hallo, Tuhan!
Tuhan : Oh , hallo, anak-Ku. Ada kabar apakah hari ini?
Aku : Tuhan, tadi aku ikut ayah ke acara malam amal guna menghimpun dana bagi pembangunan gereja. Banyak sekali yang datang. Sepertinya mereka bukan orang biasa-biasa saja, Tuhan. Dan ternyata memang benar, Tuhan. Itu kuketahui saat acara penyerahan sumbangan. Mereka beramai-ramai menuliskan sejumlah uang dan maju untuk diserahkan. Dimulai oleh Pengusaha E dari PT. Maju Mundur menyumbang 35 juta. Manager B dari PT. Angin Ribut sebesar 50 juta. Bapak K dari Pabrik Suka Ramai memberikan 72 juta. Lalu Bapak C, Dirut PT. Kocok-Kocok menyerahkan 90 juta. Yang paling menghebohkan adalah ketika Mr. Y dari Inggris memberikan sumbangan sebesar $ US 25.000,- atau senilai 250 juta rupiah! Wah, tepuk tangan sontak membahana dalam ruangan itu, Tuhan. Dan sebagai rasa terima kasih, Mr. Y-lah yang diberi penghormatan untuk meletakkan batu pertama pembangunan gereja itu
Tuhan : Berarti cukup banyak juga dana yang terkumpul?
Aku : Iya, Tuhan.
Tuhan : Lalu bagaimana?
Aku : Ya setelah tepuk tangan itu berhenti, tiba-tiba ada seorang bapak tua yang maju. Pakaiannya biasa-biasa saja dan tampak lusuh. Banyak orang berbisik-bisik dan saling pandang kira-kira berapa yang akan diserahkannya. Apakah bisa melampaui yang diserahkan oleh Mr. Y.
Tuhan : Berapa yang dia berikan?
Aku : Ternyata bapak itu hanya memberi sumbangan sebesar 1 juta, Tuhan.
Tuhan : Lalu?
Aku : Ya… bisa ditebak Tuhan, seluruh ruangan terdiam bahkan pembawa acaranya pun seolah kehilangan kata-kata dan tertegun selama beberapa saat hingga akhirnya dia tersadar setelah bapak itu berbalik kembali ke kursinya. Kemudian pembawa acara itu mengucapkan terima kasih serta memohon hadirin untuk memberi tepuk tangan. Tapi sungguh ironis, Tuhan, sambutan mereka tidak sehebat saat Mr. Y. yang maju. Bahkan terkesan mengejek. Orang-orang di sebelahku pun saling berbisik, kalau hanya segitu saja aku juga bisa.
Tuhan : Tapi apakah mereka juga berani maju seperti bapak itu
Aku : Kelihatannya tidak, Tuhan. Bahkan sampai akhir acara mereka tidak terlihat berdiri dari tempat duduknya.
Tuhan : Lalu apa yang bisa kau petik dari kejadian itu, anak-Ku?
Aku : Ternyata untuk membangun rumah-Mu pun sekarang sudah dibisniskan, ya Tuhan, bahkan mereka berlomba-lomba untuk mencari nama dengan jor-joran menyumbang. Mereka sepertinya meminta pamrih atas apa yang telah dikeluarkannya, padahal belum tentu itu dari uang mereka sendiri, bisa jadi dari uang perusahaan. Bahkan ukuran yang mereka pakai sekarang adalah uang, Tuhan. Nyatanya saat bapak tua itu yang maju, mereka mencemoohnya.
Tuhan : Engkau benar, anak-Ku. Padahal dari semua yang telah mereka berikan, sesungguhnya persembahan bapak itulah yang paling berkenan kepada-Ku. Jika yang lain memberi dari kelebihan mereka, bapak ini memberi dari kesederhanaannya. Andai kau tahu, anak-Ku bapak itu adalah seorang pedagang sayur keliling yang telah menyisihkan sebagian labanya yang tidak seberapa itu selama bertahun-tahun untuk diserahkannya bagi pembangunan rumah-Ku. Aku lebih menyayangi dan memberkatinya sehingga walaupun hidupnya dalam kesederhanaan namun dia selalu bersukacita.
Aku : Lalu apa upah bagi mereka yang lain, Tuhan?
Tuhan : Sesungguhnya mereka telah mendapatkan upah sesuai perbuatan mereka. Namun tidak ada damai sejahtera bagi mereka karena lebih menyayangi harta duniawi dan tidak mencari harta surgawi. Nah, anak-Ku, kau telah belajar banyak hari ini. Dan kini kau tahu apa yang lebih menyenangkan hati-Ku. Berlakulah seperti yang telah Kukatakan. Aku akan selalu menyertaimu. Selamat malam dan selamat tidur.
Aku : Selamat malam, Tuhan.

Ceklek!!! Telepon ditutup.

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak daripada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.” (Markus 12: 43-44)


From : Indah Susanti, Semarang

Sebuah DOA!

Aku meminta Allah mengangkat kesombonganku. Dan Allah menjawab, "Tidak".
Ia berkata bukan bagian-Nya mengangkat hal itu, tetapi bagianku untuk menyerahkannya.

Aku meminta agar Allah menyembuhkan anakku yang cacat, tetapi Ia berkata, "Tidak".
Ia berkata rohnya utuh dan sempurna, tubuh hanya sementara.

Aku meminta Allah untuk memberikanku kesabaran, dan Allah berkata, "Tidak".
Ia berkata kesabaran adalah hasil dari tantangan dan pencobaan. Hal itu tidak diberikan, tetapi diperoleh dengan usaha.

Aku meminta Allah untuk memberikanku kebahagiaan, dan Allah berkata, "Tidak".
Ia katakan Ia memberikan berkat, tetapi kebahagiaan tergantung pada diriku sendiri.


Aku meminta agar Allah menghindarkan aku dari kepedihan dan Allah berkata ”Tidak.”
Ia katakan, penderitaan menjauhkanku dari kesenangan dunia
dan mendekatkanku pada-Nya

Aku meminta pada Allah untuk menumbuhkan rohku
dan Allah berkata ”Tidak.”
Ia katakan, aku harus belajar bertumbuh sendiri
, tetapi Ia akan membersihkan rantingku dan membuatku berbuah.

Aku bertanya pada Allah apakah Ia mengasihiku dan Allah berkata “Ya.”
Ia berikan Anak-Nya yang tunggal untuk mati bagiku
dan aku akan berada di surga suatu hari nanti.

Karena... aku percaya Aku meminta agar Allah menolongku mengasihi orang lain Seperti Ia mengasihiku
Dan Allah berkata, ”Ah, akhirnya engkau mengerti..."

Tuhan Yesus Memberkatimu... Sekarang dan senantiansa AMIN

Give Thought to Your Ways

Today's Scripture

“A simple man believes anything, but a prudent man gives thought to his steps” (Proverbs 14:15).

Today's Word from Joel and Victoria

Do you consider yourself to be prudent or wise? The Bible says that one of the characteristics of a prudent person is to give thought to their ways. So many people today just act, or re-act, based on their emotions or circumstances. They let the world around them determine how they should feel or what they should do. They believe everything they hear in the news. When the economy is up, they are up. When the economy is down, they are down. Don’t let that be you today! Give thought to your ways. Submit every decision to the Lord in prayer and allow Him to direct you from inside your heart. Don’t believe everything you hear. Let the Lord guide your steps. As you take time to meditate before the Lord and submit your plans to Him, Proverbs says that your ways will be established. You will find supernatural peace that passes understanding, and you will live in success all the days of your life!

A Prayer for Today

Heavenly Father, thank You for Your faithfulness to me. Thank You for guiding and directing my steps. Help me each day to give thought to my ways and follow the good plan You have for me. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries