Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

14 February 2008

Tahun 2000 - 2040 Pulau Tenggelam

Mungkin Anda menduga, udara yang akhir-akhir ini makin panas, bukanlah suatu masalah yang perlu kita risaukan. "Mana mungkin sih tindakan satu-dua makhluk hidup di jagat semesta bisa mengganggu kondisi planet bumi yang mahabesar ini?" barangkali begitulah Anda berpikir.

Baru-baru ini, Inter-governmental Panel on Cimate Change (IPCC) mempublikasikan hasil pengamatan ilmuwan dari berbagai negara. Isinya sangat mengejutkan. Selama tahun 1990-2005, ternyata telah terjadi peningkatan suhu merata di seluruh bagian bumi, antara 0,15 – 0,3o C. Jika peningkatan suhu itu terus berlanjut, diperkirakan pada tahun 2040 (33 tahun dari sekarang) lapisan es di kutub-kutub bumi akan habis meleleh. Dan jika bumi masih terus memanas, pada tahun 2050 akan terjadi kekurangan air tawar, sehingga kelaparan pun akan meluas di seantero jagat. Udara akan sangat panas, jutaan orang berebut air dan makanan. Napas tersengal oleh asap dan debu. Rumah-rumah di pesisir terendam air laut. Luapan air laut makin lama makin luas, sehingga akhirnya menelan seluruh pulau. Harta benda akan lenyap, begitu pula nyawa manusia.

Di Indonesia, gejala serupa sudah terjadi.
Sepanjang tahun 1980-2002, suhu minimum kota Polonia (Sumatera Utara) meningkat 0,17o C per tahun. Sementara, Denpasar mengalami peningkatan suhu maksimum hingga 0,87 o C per tahun. Tanda yang kasat mata adalah menghilangnya salju yang dulu menyelimuti satu-satunya tempat bersalju di Indonesia , yaitu Gunung Jayawijaya di Papua.

Hasil studi yang dilakukan ilmuwan di Pusat Pengembangan Kawasan Pesisir dan Laut, Institut Teknologi Bandung (2007), pun tak kalah mengerikan.

Ternyata, permukaan air laut Teluk Jakarta meningkat setinggi 0,8 cm. Jika suhu bumi terus meningkat, maka diperkirakan, pada tahun 2050 daerah-daerah di Jakarta (seperti : Kosambi, Penjaringan, dan Cilincing) dan Bekasi (seperti : Muaragembong, Babelan, dan Tarumajaya) akan terendam semuanya. Dengan adanya gejala ini, sebagai warga negara kepulauan, sudah seharusnya kita khawatir. Pasalnya, pemanasan global mengancam kedaulatan negara. Es yang meleleh di kutub-kutub mengalir ke laut lepas dan menyebabkan permukaan laut bumi – termasuk laut di seputar Indonesia – terus meningkat. Pulau-pulau kecil terluar kita bisa lenyap dari peta bumi, sehingga garis kedaulatan negara bisa menyusut. Dan diperkirakan dalam 30 tahun mendatang sekitar 2000 pulau di Indonesia akan tenggelam. Bukan hanya itu, jutaan orang yang tinggal di pesisir pulau kecil pun akan kehilangan tempat tinggal. Begitu pula asset-asset usaha wisata pantai.

Peneliti senior dari Center for Int erna tional Forestry Research (CIFOR), menjelaskan, pemanasan global adalah kejadian terperangkapnya radiasi gelombang panjang matahari (disebut juga gelombang panas / inframerah) yang dipancarkan bumi oleh gas-gas rumah kaca (efek rumah kaca adalah istilah untuk panas yang terperangkap di dalam atmosfer bumi dan tidak bisa menyebar). Gas-gas ini secara alami terdapat di udara (atmosfer). Penipisan lapisan ozon juga memperpanas suhu bumi. Karena, makin tipis lapisan-lapisan teratas atmosfer, makin leluasa radiasi gelombang pendek matahari (termasuk ultraviolet) memasuki bumi. Pada gilirannya, radiasi gelombang pendek ini juga berubah menjadi gelombang panas, sehingga kian meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca tadi.

Karbondioksida (CO2) adalah gas terbanyak (75%) penyumbang emisi gas rumah kaca. Setiap kali kita menggunakan bahan bakar fosil (minyak, bensin, gas alam, batubara) untuk keperluan rumah tangga, mobil, pabrik, ataupun membakar hutan, otomatis kita melepaskan CO2 ke udara. Gas lain yang juga masuk peringkat atas adalah metan (CH4,18%), ozone (O3,12%), dan clorofluorocarbon (CFC,14%). Gas metan banyak dihasilkan dari proses pembusukan materi organic seperti yang banyak terjadi di pet erna kan sapi. Gas metan juga dihasilkan dari penggunaan BBM untuk kendaraan. Sementara itu, emisi gas CFC banyak timbul dari sistem kerja kulkas dan AC model lama. Bersama gas-gas lain, uap air ikut meningkatkan suhu rumah kaca.

Gejala sangat kentara dari pemanasan global adalah berubahnya iklim. Contohnya, hujan deras masih sering datang, meski kini kita sudah memasuki bulan yang seharusnya sudah terhitung musim kemarau. Menurut perkiraan, dalam 30 tahun terakhir, pergantian musim kemarau ke musim hujan terus bergeser, dan kini jaraknya berselisih nyaris sebulan dari normal. Banyak orang menganggap, banjir besar bulan Februari lalu yang merendam lebih dari separuh DKI Jakarta adalah akibat dari pemanasan global saja. Padahal 35% rusaknya hutan kota dan hutan di Puncak adalah penyebab makin panasnya udara Jakarta . Itu sebabnya, kerusakan hutan di Indonesia bukan hanya menjadi masalah warga Indonesia , melainkan juga warga dunia. Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), mengatakan, Indonesia pantas malu karena telah menjadi Negara terbesar ke-3 di dunia sebagai penyumbang gas rumah kaca dari kebakaran hutan dan pembakaran lahan gambut (yang diubah menjadi permukiman atau hutan industri). Jika kita tidak bisa menyelamatkan mulai dari sekarang, 5 tahun lagi hutan di Sumatera akan habis, 10 tahun lagi hutan Kalimantan yang habis, 15 tahun lagi hutan di seluruh Indonesia tak tersisa. Di saat itu, anak-anak kita tak lagi bisa menghirup udara bersih.

Jika kita tidak secepatnya berhenti boros energi, bumi akan sepanas planet Mars. Tak akan ada satupun makhluk hidup yang bisa bertahan, termasuk anak-anak kita nanti.

Cara-cara praktis dan sederhana 'mendinginkan' bumi :
1. Matikan listrik. (jika tidak digunakan, jangan tinggalkan alat elektronik dalam keadaan standby. Cabut charger telp. genggam dari stop kontak. Meski listrik tak mengeluarkan emisi karbon, pembangkit listrik PLN menggunakan bahan baker fosil penyumbang besar emisi).
2. Ganti bohlam lampu ke jenis CFL, sesuai daya listrik. Meski harganya agak mahal, lampu ini lebih hemat listrik dan awet. Hindari penggunaan lampu berwarna kuning karena lebih panas. Yang berwarna putih lebih baik.)
3. Bersihkan lampu (debu bisa mengurangi tingkat penerangan hingga 5%).
4. Jika terpaksa memakai AC, Tutup pintu dan jendela selama AC menyala. Atur suhu sejuk secukupnya, sekitar 21-24o C).
5. Gunakan timer (untuk AC, microwave, oven, magic jar, dll).
6. Alihkan panas limbah mesin AC untuk mengoperasikan water-heater.
7. Tanam pohon di lingkungan sekitar Anda.
8. Jemur pakaian di luar. Angin dan panas matahari lebih baik ketimbang memakai mesin (dryer) yang banyak mengeluarkan emisi karbon.
9. Gunakan kendaraan umum (untuk mengurangi polusi udara).
10. Hemat penggunaan kertas (bahan bakunya berasal dari kayu).
11. Say no to plastic. Hampir semua sampah plastic menghasilkan gas berbahaya ketika dibakar. Atau Anda juga dapat membantu mengumpulkannya untuk didaur ulang kembali.
12. Sebarkan berita ini kepada orang-orang di sekitar Anda, agar mereka turut berperan serta dalam menyelamatkan bumi.
13. Gunakan selalu barang-barang yang dapat didaur ulang (hindari penggunaan sumpit bambu).

Jika kita tetap tidak peduli kita hanya tinggal menunggu waktu saja

Save Our Earth.....Please Act Yourself.... ..NOW..... NOW….. NOW ….. !!!!

Suatu Pemberian Kasih

“Dapatkah aku melihat bayiku?”, kata ibu dengan sukacita.

Ketika jabang bayi diletakkan dalam pelukannya, ibunya menying-kapkan kain pembungkusnya untuk memandang wajahnya yang mungil dan langsung menahan napasnya. Dokter yang men-dampinginya dengan cepat memandang keluar melalui jendela. Bayinya ternyata dilahirkan tanpa sepasang daun telinga.

Untungnya, pendengaran bayi itu sempurna. Hanya penampilan wajahnya yang “mengacaukan.”

Ketika pada suatu hari anak itu lari pulang dari sekolah, ia menubrukkan dirinya ke dalam pelukan ibunya seraya menarik napas panjang untuk mengeluarkan keluh-kesahnya. Ia sadar, bahwa hidupnya akan dipenuhi dengan saat-saat kesedihan.

Dengan disertai tangis, ia mengeluh, “Seorang anak yang besar… menamakan aku anak aneh!”

Ia bertumbuh besar, cakap dalam kesialannya. Ia merupakan anak yang disukai di antara teman-teman sekolahnya dan ia sebenarnya dapat dipilih sebagai ketua kelas karena popularitasnya. Ia memiliki kharisma, suatu talenta dalam bidang sastra dan musik. “Kamu toh dapat bercampur dan bergaul dengan murid-murid lainnya,” hibur ibunya dengan hati yang penuh empati.

Ayahnya, berkonsultasi dengan dokter keluarga. “Apa tidak ada sesuatu yang dapat dilakukan?” Dokternya menjawab, “Aku bisa memasang sepasang daun telinga, asalkan kita bisa memperoleh sepasang daun telinga dari orang lain.”

Kemudian menyusul pencarian akan seseorang yang bersedia mengorbankan daun telinganya untuk anak ini. Demikianlah berjalan dua tahun.

Kemudian, pada suatu hari, ayahnya berkata, “Nak, hari ini kamu akan ke rumah sakit. Ibu dan aku telah mendapatkan seseorang yang bersedia mengorbankan daun telinganya dan menyumbang-kannya kepadamu. Namun hal ini merupakan sebuah rahasia,” kata ayahnya.

Operasinya merupakan suatu sukses dan sesosok orang baru tampil. Talentanya berkembang menjadi seorang yang amat cerdas, dan pendidikannya di sekolah maupun di universitas merupakan sukses demi sukses. Kemudian ia menikah dan masuk ke dalam pelayanan diplomatik.

Ia bertanya kepada ayahnya. “Kini aku ingin mengetahui, siapakah yang begitu baik, sehingga bersedia menyumbangkan sepasang daun telinganya kepadaku? Aku tak akan dapat membalasnya untuk selama-lamanya.”

“Kamu memang tak dapat”, kata ayahnya, “Namun sesuai dengan perjanjiannya, kamu tak boleh tahu siapa orangnya.”

Tahun lepas tahun lewat dan rahasia itu tetap dijaga dengan baik, namun hari yang dinanti akhirnya datang… salah satu hari yang tergelap yang harus ditanggung oleh anak lelaki itu. Ia mendam-pingi ayahnya di samping jenasah ibunya.

Dengan pelan dan lembut, ayah menaikkan rambut tebal berwarna coklat-kemerah-merahan dari isterinya yang terkasih untuk memperlihatkan bahwa ibunya tidak memiliki daun telinga.

Dengan penuh haru, ia berbisik, “Ibu mengatakan bahwa ia senang tidak pernah memotong rambutnya. Dan nyatanya, tidak seorangpun menganggap Ibu kurang cantik, bukan?”

Kecantikan sejati tidak terdapat dalam penampilan fisik, melainkan dalam hati. Kekayaan yang sejati tidak terdapat di suatu tempat yang dapat ditampakkan oleh manusia, melainkan yang tak dapat dilihat oleh manusia. Demikian pula, kasih yang sejati tidak terdapat dalam apa yang telah dilakukan dan diketahui, melainkan dalam apa yang telah dilakukan dan tidak diketahui oleh orang lain.


Marge M.
Hearthwarning Christian Stories

New Creation

Today's Scripture

“Therefore, if anyone is in Christ, he is a new creation; the old has gone, the new has come” (II Corinthians 5:17).

Today's Word from Joel and Victoria

Everyone loves to get something new. But as a believer in Jesus, you’re not only getting something new, you are something new. You are a brand new creation! Your eternal being, or the spirit on the inside of you, is re-created in Christ. The old is gone, the new has come. The Bible says that we are to work out our salvation. That means you have to retrain your body and mind to act, think, speak and live according to the new spirit within you—instead of the old habits you used to have. Don’t ever get stuck in a rut thinking, “I’ll never change…that’s just the way I am.” No, the Bible says that the Spirit of God aids us in our weakness. He gives us strength to overcome. He empowers us to live as more than conquerors. Is there something you want to change in your life today? Remember, you are a new creation in Christ. You are empowered to overcome. You are equipped to walk in the new, abundant life the Lord has in store for you!

A Prayer for Today

Father in Heaven, thank You for making me a new creation. Thank You for empowering me to live as an overcomer. I give this day to You and ask You to help me fully understand the plan You have for me. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

Cinta Kasih di Hati Manusia

(Erabaru.or.id) - Jaman dahulu kala di Rusia hidup pasangan suami-istri Simon dan Matrena. Simon yang miskin ini adalah seorang pembuat sepatu. Meskipun hidupnya tidaklah berkecukupan, Simon adalah seorang yang mensyukuri hidupnya yang pas-pasan. Masih banyak orang lain yang hidup lebih miskin daripada Simon. Banyak orang-orang itu yang malah berhutang padanya. Kebanyakan berhutang ongkos pembuatan sepatu. Maklumlah, di Rusia sangat dingin sehingga kepemilikan sepatu dan mantel merupakan hal yang mutlak jika tidak mau mati kedinginan.

Suatu hari keluarga tersebut hendak membeli mantel baru karena mantel mereka sudah banyak yang berlubang-lubang. Uang simpanan mereka hanya 3 rubel (rubel = mata uang Rusia) padahal mantel baru yang paling murah harganya 5 rubel. Maka Matrena meminta pada suaminya untuk menagih hutang orang-orang yang telah mereka buatkan sepatu. Maka Simon pun berangkat pergi menagih hutang. Tapi tak satupun yang membayar. Dengan sedih Simon pulang. Ia batal membeli mantel.

Dalam perjalanan pulang, Simon melewati gereja, dan saat itu ia melihat sesosok manusia yang sangat putih bersandar di dinding luar gereja. Orang itu tak berpakaian dan kelihatan sekali ia sangat kedinginan.

Simon ketakutan, "Siapakah dia? Setankah? Ah, daripada terlibat macam-macam lebih baik aku pulang saja". Simon bergegas mempercepat langkahnya sambil sesekali mengawasi belakangnya, ia takut kalau orang itu tiba-tiba mengejarnya.

Namun ketika semakin jauh, suara hatinya berkata, "HAI SIMON, TAK MALUKAH
KAU? KAU PUNYA MANTEL MESKIPUN SUDAH BERLUBANG-LUBANG, SEDANGKAN ORANG ITU TELANJANG. PANTASKAH ORANG MENINGGALKAN SESAMANYA BEGITU SAJA?"

Simon ragu, tapi akhirnya toh ia balik lagi ke tempat orang itu bersandar. Ketika sudah dekat, dilihatnya orang itu ternyata pria yang wajahnya sungguh tampan. Kulitnya bersih seperti kulit bangsawan. Badannya terlihat lemas dan tidak berdaya, namun sorot matanya menyiratkan rasa terima kasih yang amat sangat ketika Simon memakaikan mantel luarnya kepada orang itu dan memapahnya berdiri. Ia tidak bisa menjawab sepatah kata pun atas pertanyaan-pertanyaan Simon, sehingga Simon memutuskan untuk membawanya pulang.

Sesampainya di rumah, Matrena marah sekali karena Simon tidak membawa
mantel baru dan membawa seorang pria asing. "Simon, siapa ini? Mana mantel barunya?"

Simon mencoba menyabarkan Matrena, "Sabar, Matrena.. dengar dulu
penjelasanku. Orang ini kutemukan di luar gereja, ia kedinginan, jadi kuajak sekalian pulang".

"Bohong!! Aku tak percaya....sudahlah, pokoknya aku tak mau dengar
ceritamu! Sudah tahu kita ini miskin kok masih sok suci menolong orang segala!! Usir saja dia!!"

"Astaga, Matrena! Jangan berkata begitu, seharusnya kita bersyukur karena kita masih bisa makan dan punya pakaian, sedangkan orang ini telanjang dan kelaparan. Tidakkah di hatimu ada sedikit belas kasih?"

Matrena menatap wajah pria asing itu, mendadak ia merasa iba. Lalu disiapkannya makan malam sederhana berupa roti keras dan bir hangat.

"Silakan makan, hanya sebeginilah makanan yang ada. Siapa namamu dan darimana asalmu? Bagaimana ceritanya kau bisa telanjang di luar gereja?"

Tiba-tiba wajah pria asing itu bercahaya. Mukanya berseri dan ia tersenyum
untuk pertama kalinya. "Namaku Mikhail, asalku dari jauh. Sayang sekali banyak yang tak dapat kuceritakan. Kelak akan tiba saatnya aku boleh menceritakan semua yang kalian ingin ketahui tentang aku. Aku akan sangat berterima kasih kalau kalian mau menerimaku bekerja di sini."

"Ah, Mikhail, usaha sepatuku ini cuma usaha kecil. Aku takkan sanggup
menggajimu", demikian Simon menjawab.

Tak apa, Simon. Kalau kau belum sanggup menggajiku, aku tak keberatan
kerja tanpa gaji asalkan aku mendapat makan dan tempat untuk tidur."

"Baiklah kalau kau memang mau begitu. Besok kau mulai bekerja".


Malamnya pasangan suami-istri itu tak dapat tidur. Mereka bertanya-tanya. "Simon tidakkah kita keliru menerima orang itu? Bagaimana jika Mikhail itu ternyata buronan?" Matrena bertanya dengan gelisah pada Simon.

Simon menjawab, "Sudahlah Matrena. Percayalah pada pengaturan Tuhan.
Biarlah ia tinggal di sini.Tingkah lakunya cukup baik. Kalau ternyata ia berperilaku tidak baik, segera kuusir dia".

Esoknya Mikhail mulai bekerja membantu Simon membuat dan memperbaiki
sepatu. Di bengkelnya, Simon mengajari Mikhail memintal benang dan membuat pola serta menjahit kulit untuk sepatu. Sungguh aneh, baru tiga hari belajar, Mikhail sudah bisa membuat sepatu lebih baik dan rapi daripada Simon.

Lama kelamaan bengkel sepatu Simon mulai terkenal karena sepatu buatan Mikhail yang bagus. Banyak pesanan mengalir dari desa-desa yang penduduknya kaya. Simon tidak lagi miskin. Keluarga itu sangat bersyukur karena mereka sadar, tanpa bantuan tangan terampil Mikhail, usaha mereka takkan semaju ini.

Namun mereka juga terus bertanya-tanya dalam hati, siapa sebenarnya
Mikhail ini. Anehnya, selama Mikhail tinggal bersama mereka, baru sekali saja ia tersenyum, yaitu dulu saat Matrena memberi Mikhail makan. Namun meski tanpa senyum, muka Mikhail selalu berseri sehingga orang tak takut melihat wajahnya.

Suatu hari datanglah seorang kaya bersama pelayannya. Orang itu tinggi
besar, galak dan terlihat kejam. "Hai Simon, Aku minta dibuatkan sepatu yang harus tahan setahun mengahadapi cuaca dingin. Kalau sepatu itu rusak sebelum setahun, kuseret kau ke muka hakim untuk dipenjarakan!! Ini, kubawakan kulit terbaik untuk bahan sepatu. Awas, hati-hati ini kulit yang sangat mahal!"

Di pojok ruangan, Mikhail yang sedari tadi duduk diam, tiba-tiba
tersenyum. Mukanya bercahaya, persis seperti dulu ketika ia pertama kalinya tersenyum.

Sebenarnya Simon enggan berurusan dengan orang ini. Ia baru saja hendak
menolak pesanan itu ketika Mikhail memberi isyarat agar ia menerima pesanan itu.

Simon berkata, "Mikhail, kau sajalah yang mengerjakan sepatu itu. Aku
sudah mulai tua. Mataku agak kurang awas untuk mengerjakan sepatu semahal ini. Hati-hati, ya. Aku tak mau salah satu atau malah kita berdua masuk penjara."

Ketika Mikhail selesai mengerjakan sepatu itu, bukan main terkejutnya
Simon. "Astaga, Mikhail, kenapa kau buat sepatu anak-anak? Bukankah yang memesan itu orangnya tinggi besar? Celaka, kita bisa masuk penjara karena...."

Belum selesai Simon berkata, datang si pelayan orang kaya. "Majikanku
sudah meninggal. Pesanan dibatalkan. Jika masih ada sisa kulit, istri majikanku minta dibuatkan sepatu anak-anak saja".

"Ini, sepatu anak-anak sudah kubuatkan. Silakan bayar ongkosnya pada
Simon", Mikhail menyerahkan sepatu buatannya pada pelayan itu. Pelayan itu terkejut, tapi ia diam saja meskipun heran darimana Mikhail tahu tentang pesanan sepatu anak-anak itu.

Tahun demi tahun berlalu, Mikhail tetap tidak pernah tersenyum kecuali
pada dua kali peristiwa tadi. Meskipun penasaran, Simon dan Matrena tak pernah berani menyinggung-nyinggung soal asal usul Mikhail karena takut ia akan meninggalkan mereka.

Suatu hari datanglah seorang ibu dengan dua orang anak kembar yang salah
satu kakinya pincang! Ia minta dibuatkan sepatu untuk kedua anak itu. Simon heran sebab Mikhail tampak sangat gelisah. Mukanya muram, padahal biasanya tidak pernah begitu.

Saat mereka hendak pulang, Matrena bertanya pada ibu itu, "Mengapa salah
satu dari si kembar ini kakinya pincang?"

Ibu itu menjelaskan, "Sebenarnya mereka bukan anak kandungku. Mereka kupungut ketika ibunya meninggal sewaktu melahirkan mereka. Padahal belum lama ayah mereka juga meninggal. Kasihan, semalaman ibu mereka yang sudah meninggal itu tergeletak dan menindih salah satu kaki anak ini Itu sebabnya ia pincang. Aku sendiri tak punya anak, jadi kurawat mereka seperti anakku sendiri."

"Tuhan Maha Baik, manusia dapat hidup tanpa ayah ibunya, tapi tentu saja manusia takkan dapat hidup tanpa Tuhannya", kata Matrena.

Mendengar itu, Mikhail kembali berseri-seri dan tersenyum untuk ketiga
kalinya. Kali ini bukan wajahnya saja yang bercahaya, tapi seluruh tubuhnya. Sesudah tamu-tamu tersebut pulang, ia membungkuk di depan Simon dan Matrena sambil berkata, "Maafkan semua kesalahan yang pernah kuperbuat, apalagi telah membuat gelisah dengan tidak mau menceritakan asal usulku. Aku dihukum Tuhan, tapi hari ini Tuhan telah mengampuni aku. Sekarang aku mohon pamit."

Simon dan Matrena tentu saja heran dan terkejut, "Nanti dulu Mikhail,
tolong jelaskan pada kami siapakah sebenarnya kau ini?"

Mikhail menjawab sambil terus tersenyum, "Sebenarnya aku adalah adalah
satu malaikat Tuhan. Bertahun-tahun yang lalu Tuhan menugaskan aku menjemput nyawa ibu kedua anak tadi. Aku sempat menolak perintah Tuhan itu tapi kuambil juga nyawa ibu mereka. Aku menganggap Tuhan kejam. Belum lama mereka ditinggal ayahnya, sekarang ibunya harus meninggalkan mereka juga. Dalam perjalanan ke surga, Tuhan mengirim badai yang menghempaskanku ke bumi. Jiwa ibu bayi menghadap Tuhan sendiri. Tuhan berkata padaku, 'MIKHAIL, TURUNLAH KE BUMI DAN PELAJARI KETIGA KEBENARAN INI HINGGA KAU MENGERTI:

PERTAMA, APAKAH YANG HIDUP DALAM HATI MANUSIA?

KEDUA, APA YANG TAK DIIJINKAN PADA MANUSIA?
KETIGA, APA YANG PALING DIPERLUKAN MANUSIA?'

"Aku jatuh di halaman gereja, kedinginan dan kelaparan. Simon menemukan
dan membawaku pulang. Waktu Matrena marah-marah dan hendak mengusir aku, kulihat maut dibelakangnya. Seandainya ia jadi mengusirku, ia pasti mati malam itu. Tapi Simon berkata, "Tidakkah di hatimu ada sedikit belas kasih?" Matrena jatuh iba dan memberi aku makan. Saat itulah aku tahu kebenaran pertama:
"YANG HIDUP DALAM HATI MANUSIA ADALAH BELAS KASIH"

"Kemudian ada orang kaya yang memesan sepatu yang tahan satu tahun sambil marah-marah. Aku melihat maut di belakangnya. Ia tidak tahu ajalnya sudah dekat. Aku tersenyum untuk kedua kalinya. Saat itulah aku tahu kebenaran kedua: "MANUSIA TIDAK DIIJINKAN MENGETAHUI MASA DEPANNYA. MASA DEPAN MANUSIA ADA DI TANGAN TUHAN"

"Hari ini datang ibu angkat bersama kedua anak kembar tadi. Ibu kandung si kembar itulah yang diperintahkan Tuhan untuk kucabut nyawanya. Dan aku melihat si kembar dirawat dengan baik oleh ibu lain. Aku tersenyum untuk ketiga kalinya dan kali ini tubuhku bercahaya. Aku tahu kebenaran yang ketiga: "MANUSIA DAPAT HIDUP TANPA AYAH DAN IBUNYA TAPI MANUSIA TIDAK AKAN DAPAT HIDUP TANPA TUHANNYA."

Simon, Matrena, terima kasih atas kebaikan kalian berdua. Aku telah mengetahui ketiga kebenaran itu, Tuhan telah mengampuniku. Semoga kasih Tuhan senantiasa menyertai kalian sepanjang hidup." Mikhail kembali ke surga. (Kristamedia)

11 February 2008

Jika Menikah Adalah Prioritas

Jika menikah adalah salah satu prioritas yang ingin dicapai, maka penting untuk mengetahui, apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum masuk ke dalamnya. Selain itu, kita perlu juga memperhatikan keseimbangan antara aktivitas-aktivitas persiapan yang dilakukan untuk mencapai rencana tersebut.

Berdasarkan survei, mayoritas orang menghabiskan waktu dan energi untuk mempersiapkan pernikahan sebatas urusan finansial. Karena itu, banyak yang bekerja rodi siang dan malam supaya bisa mengkredit rumah, mobil, dan segala kebutuhan pernikahan lainnya. Pergi dari rumah jam 7 pagi, baru pulang lagi jam 9 malam. Sabtu juga kerja, dari siang sampai sore. Bisa sampai malam kalau tiba-tiba ada klien penting yang berkunjung.

Minggu pagi menjadi waktu terbaik untuk "tewas" dengan tenang di tempat tidur. Minggu siang bertemu dengan pasangan untuk makan siang bersama, jalan-jalan di mall, atau ke pameran furniture untuk mulai mencari perlengkapan rumah tangga. Mingu sore ke gereja lalu mencari cafe untuk makan malam bersama. Di situlah, selama kurang lebih 1 jam, akhirnya ada waktu untuk bicara dari hati ke hati. Tapi hanya itu. Satu jam seminggu untuk bicara dengannya. Dan beberapa bulan kemudian, atas desakan orang tua dan calon mertua yang selalu berkata, "Cepat menikah, sudah umur berapa sekarang?" lonceng pernikahan pun segera dibunyikan.

Demikian intisari dari survei sederhana yang dilakukan oleh Young Life Indonesia (YLI), sebuah ministry yang bergerak di kajian kepemimpinan kaum muda dan profesional Indonesia. Analogi dari situasi ini adalah orang yang hendak membangun rumah. Dia bekerja mati-matian supaya bisa membeli semen, batu, pasir, cat, dan sebagainya. Tapi, di saat-saat terakhir, dia tidak tahu apakah tanah tempat dia akan membangun rumah itu cukup kuat untuk dijadikan fondasi. Dan dia juga sebenarnya tidak yakin, rumah dengan gaya seperti apakah yang akan dibangunnya. Pokoknya rumah, bentuknya seperti apa, bagaimana nanti! Bukankah Tuhan akan menolong?

Ada 4 aspek aktivitas yang digunakan untuk melihat apakah aktivitas seseorang sudah seimbang atau belum :

1. Pekerjaan
2. Pengaturan hidup atau disiplin diri
3. Pengembangan diri atau pembelajaran
4. Hubungan dengan orang lain

Sementara itu, definisi "seimbang" di sini dilihat dari 2 dimensi :

Keseimbangan aktivitas-aktivitas yang dijalankan dan Kesesuaian antara rencana dengan aktivitas-aktivitas tersebut.

Hasil surveinya, 67% dari 31 orang yang di-riset menunjukkan ketidakseimbangan dalam beraktivitas. Sedang dalam dimensi kedua, 9% lebih melakukan aktivitas-aktivitas yang tidak terkait sama sekali dengan apa yang direncanakan, dan sekitar 45% melakukan aktivitas-aktivitas yang kurang terkait dengan rencana. Riset sederhana ini memang tidak membahas apa dampak dari ketidakseimbangan itu. Tapi tingginya tingkat kesibukan para konselor pernikahan di gereja-gereja, dan maraknya perceraian di antara pasangan-pasangan muda, merupakan indikasi nyata dari banyaknya orang yang dibutakan oleh cinta dan segera menikah lalu membangun rumah tangga, tanpa memiliki fondasi yang kuat secara seimbang.


Beberapa persiapan yang perlu dilakukan selain finansial antara
lain :

*Mengenal Diri Pasangan Yang Asli*
Persiapan yang seringkali tidak dilakukan calon suami istri adalah mengekplorasi "the real him/her" selama berpacaran. Umumnya pasangan hanya melakukan berbagai aktivitas bersama, tapi jarang punya keberanian melakukan dialog mendalam untuk menemukan dirinya yang asli. Jadi intinya harus dialog-sentris, bukan sekedar aktivitas-sentris. Apalagi karena selama masa pacaran toleransi masih tinggi sehingga asumsi tentang siapa dia diwarnai oleh persepsi yang tidak realistis. Begitu pernikahan terjadi, langsung terkaget-kaget karena ada banyak "hidden package" yang menjadi bonus, yang baru muncul ketika situasinya kondusif. Ternyata waktu lapar atau sakit misalnya, dia menjadi begitu emosional dan sangat tidak sabar.

Perkataannya pun bisa sangat agresif. Atau ketika masuk ke soal seks, ternyata dia punya pikiran yang tidak pernah dibahas selama berpacaran. Sekedar saran, mungkin waktu berpacaran yang ideal adalah sekitar 2-3 tahun supaya kita bisa melihatnya dalam berbagai situasi.

*Siap Mental*
Untuk seorang wanita, perlu sekali menyiapkan mental untuk menjadi penolong bagi suami dan ibu bagi anak-anak. Seringkali wanita tidak siap untuk hal itu. Apalagi karena wanita harus melahirkan anak dan mengatur rumah tangga. Karena itu wanita perlu mempersiapkan diri dengan membaca buku-buku tentang kewanitaan, anak, dan keluarga sebelum menikah. Juga perlu belajar tentang manajemen waktu dan manajemen keuangan.

*Siap-siap Menjadi PhD (Perfect Husband and Daddy)*
Setelah menikah, seorang wanita secara intuitif biasanya akan berubah. Walaupun dia masih bekerja, tapi dia merasa bahwa rumah tangga adalah prioritas yang harus diutamakan. Tapi seringkali pria tidak mengalami perubahan intuitif ini. Karena itu secara khusus pria harus mempersiapkan perubahan mental ini, sebab kalau tidak akan terjadi benturan, yang jika tidak dibereskan akan menjadi jurang pemisah. Lambat laun, kalau masing-masing punya aktivitas sendiri-sendiri, celah terhadap perselingkuhan akan mudah terbuka.

*Rencanakan Kehamilan*
Kalau pasangan sudah menikah, otomatis orang-orang akan bertanya, "Sudah hamil belum?". Walaupun begitu, sebaiknya kita benar-benar mengerti makna kehadiran seorang anak. Bukan cuma 'pelengkap' kehidupan berumah tangga saja. Terutama mengerti segi finansial dan pembelajaran tentang anak. Harus dipikirkan, jika punya anak nanti apakah istri akan tetap bekerja? Kalau ya, anak akan tinggal dengan siapa? Kalau dengan suster, otomatis nilai-nilai dari suster-lah yang akan diturunkan ke anak. Tapi kalau istri yang mengasuh anak sehingga tidak bekerja, apakah secara finansial sudah mencukupi?

*Seimbangkan Perubahan Aktivitas*
Apakah kita sudah punya komunitas yang tepat, yang bisa mendukung pertumbuhan rohani kita dan anak-anak kita? Kadang ada komunitas yang sangat menekankan jemaat untuk terlibat dalam pelayanan. Kalau mengurangi pelayanan berarti sudah mundur. Ini akan membuat kita merasa bersalah. Karena itu aktivitas yang dijalani ketika masih single dan setelah berkeluarga harus ditimbang ulang supaya terjadi keseimbangan.

*Rumah dan Mertua*
Kita harus membina hubungan yang sehat dengan keluarga besar calon pasangan kita. Jika hubungan tidak harmonis, dikuatirkan nantinya akan terjadi intervensi dari mertua atau anggota keluarga lain. Tapi selain itu, tiap pasangan memang seharusnya tinggal sendiri (tidak tinggal di pondok mertua indah). Karena perbedaan-perbedaan yang ada dapat memicu perselisihan yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Tidak harus membeli rumah, minimal awalnya menyewa atau mengontrak.

Hidup bisa dibuat menjadi lebih seimbang, sederhana, dan berkualitas, jika kita mengetahui gambaran besar dari apa yang akan dihadapi dan fondasi yang dibutuhkan untuk mewujudkan gambaran tersebut.(fis)

Sumber: getlife

Dikira Suara Bom

Ketika bom meledak di beberapa tempat di tanah air juga di beberapa gereja-gereja Tuhan. Ada sebuah gereja yang jemaatnya selalu was-was bila beribadah di gereja. Pada suatu hari Minggu, ketika ibadah sedang berlangsung, pengkhotbah tanpa sengaja menyinggung mig di depannya. Kontan terdengar suara keras sekali: ”Buuuuummm” Dan ketika mig dibetulkan, maka terdengar lagi suara yang lebih seru : ”Daaaaaagggg……..Duuuuuuummm”

Anggota Paduan suara yang duduk dekat mimbar pengkhotbah dan sebagian besar jemaat yang hadir, langsung tiarap. Sementara yang lain ada yang berteriak histeris dan sebagian lagi berdoa dengan mata terpejam kuat-kuat.

Pengkhotbah menghentikan khotbahnya dan tampak bingung karena melihat pemandangan yang tidak biasa. Jemaat beribadah dalam posisi tiarap. Setelah “suasana aman” satu persatu jemaat itu bangun dan bertanya-tanya : ”Mana bomnya. Berapa yang terluka? Puji Tuhan, gedung gereja ini tidak hancur. Tuhan memang luar biasa”

Diatas mimbar, pengkhotbah mulai menenangkan jemaatnya dengan satu pujian : ”Aku memuji kebesaran-Mu” Pengkhotbah itu meminta maaf kepada jemaatnya karena terlalu bersemangat sehingga menyinggung mig tanpa sengaja.


Sumber : Reflecta edisi Okt 2006

Life Is Precious

Photobucket

Saat aku meloncat dari gedung


Kulihat pasangan yang kutahu saling mencintai di lantai 10 sedang bertengkar dan saling memukul.



Kulihat Peter yang biasanya kuat dan tabah sedang menangis di lt.9



Di lt.8 Ah Mei memergoki tunangannya sedang bercinta dengan sahabatnya.



Di lt.7 Dani sedang minum obat anti depresi.



Di lt.6 Heng yang pengangguran terus membeli 7 koran untuk mencari lowongan kerja tiap hari







di lt. 5 Mr. Wong yang sangat dihormati publik sedang mencoba baju dalam istrinya



Di lt. 3 pak tua sedang mengharapkan seseorang datang mengunjunginya


Di lt.2 Lily sedang memandangi foto suaminya yang sudah meninggal 6 bulan lalu


Sebelum aku melompat dari gedung, kupikir aku orang yang paling malang


Sekarang aku sadar bahwa setiap orang punya masalah dan kekuatirannya sendiri


Setelah kulihat semuanya itu, aku tersadar bahwa ternyata keadaanku sebenarnya tidak begitu buruk



Semua orang yang kulihat tadi sekarang sedang melihat aku...



Kurasa setelah mereka melihatku sekarang, mungkin mereka merasa bahwa situasi mereka sama sekali tidak buruk.

" Be grateful for whoever you are....coz if u compare it to others, u'll be suprised of their secret life "
"Bersyukurlah atas dirimu apa adanya... karena bila kamu membandingkan dengan orang lain, kamu akan terkejut dengan rahasia hidup mereka"

Masa Semakin Cepat Berakhir

(Kesaksiannya yang telah dikunjungi beberapai kali oleh Tuhan Yesus. Satu lagi peringatan tentang kedatangan segera kedua kali Tuhan Yesus ke dunia)

Saya berasal dari Namibia dan telah menyerahkan seluruh hidup saya kepada Yesus Kristus pada 06 Februari, 2005. Tuhan Yesus Kristus telah menyatakan kepada saya beberapa perkara secara alam roh termasuk beberapa kunjungan ke neraka. Tuhan menyuruh saya berkongsikan pengalaman dengan orang lain, juga Tuhan Yesus Kristus memperingatkan saya supaya tidak menambah atau mengabaikan apa-apapun yang telah Dia perlihatkan kepada saya. Sewaktu saya menulis buku ini pada penghujung tahun 2006, saya telah dikunjungi 33 kali oleh Tuhan Yesus Kristus. Di akhir setiap kunjungan, Dia akan berkata “MASA SEMAKIN CEPAT BERAKHIR”.

Pada hujung minggu 23 Julai 2005, saya balik ke kampung dari tempat kerja saya, Bandar Ondangwa. Saya memandu kereta selama 30 minit untuk sampai ke rumah ibu bapa saya. Dalam perjalanan itu saya terasa suatu yang luar biasa akan terjadi kepada saya malam nanti. Pada jam 6.00 petang saya pun tiba, dan ketika itu mereka sedang menyediakan makanan malam. Saya ke ruang dapur di mana semua keluarga saya berkumpul, saya lantarkan badan saya di suatu sudut dengan alas yang sudah lama. Sementara anak-anak buah saya sedang asyik bernyanyi lagu sekolah minggu, tiba-tiba saya terasa ada suatu urapan yang teramat sangat menguasai saya, badan saya menjadi sangat lemah. Saya terasa peribadi saya dalam kuasa Tuhan. Kemudian saya mula melihat ada seorang mahkluk manusia muncul, memakai jubah putih dan tali pinggang berwarna putih berjalan ke arah saya sedang terlantar. Ada cahaya sangat terang memancar keluar dari tubuh-Nya, Dia memakai selipar berwarna kelabu, perwatakan-Nya sama seperti orang dari Timur Tengah dimana kulitnya keperangan yang cantik. Paras muka yang baik dan penuh dengan kemuliaan tetapi mata-Nya tidak dapat saya lihat. Apabila Dia bercakap, suara-Nya lembut, ramah dan penuh kasih, nyata gelombang kasih memancar dari tubuh-Nya.

Dia hulurkan tangan dan menarik saya berdiri. Tiba-tiba tubuh saya terubah menjadi tubuh yang cantik. Saya seperti diri saya baru berumur 18 tahun. Tubuh saya berpakaian jubah putih dan bertali pinggang warna putih. Walaupun jubah saya juga putih namun saya pasti ianya berbeza dari apa yang “Lelaki” itu pakai. Jubah-Nya seperti sutera yang berkilau yang tidak dapat saya ungkapkan.

Dia, Lelaki itu, berkata dengan suara lembut; “Victoria, Aku mahu kamu berjalan bersama Ku, Aku akan tunjukkan beberapa perkara yang menakutkan dan Aku akan membawa kamu ke tempat yang belum pernah kamu pergi selama hidup mu”. Lelaki itu memegang tangan kanan saya lalu kami beredar. Sepanjang perjalanan itu saya merasakan kami berjalan di udara dan menuju ke atas. Selepas beberapa ketika, saya terasa begitu penat dan berkata kepada Lelaki itu bahawa saya tidak sanggup lagi meneruskan perjalanan. Lalu saya merayu kepada Dia supaya membenarkan saya balik. Tetapi, Dia berkata kepada saya dengan lembut, “Kamu tidak penat, kamu sihat. Jika kamu penat, Aku akan dukung, tetapi kamu dalam keadaan baik. Damai sejahtera berserta mu. Mari kita pergi”

Tempat yang kami sampai adalah tempat yang sungguh gersang, teruk dari sebuah gurun yang manusia pernah ketahui. Tempat yang langsung tidak ada tanda-tanda hidupan wujud. Tidak terdapat pokok, tidak terdapat rumput atau sebarang benda yang hidup. Suatu tempat yang amat mengecewakan.

Kami tiba ke pintu masuk lalu Dia, Lelaki itu berkata kepada saya; “Victoria, kita akan masuk melalui pintu ini dan perkara yang akan kamu lihat akan mengejutkan dan mengecewakan mu, tetapi kamu hendakah tetap yakin bahawa walau ke manapun kamu Aku tetap melindunggi mu. Sekadar bukakan mata mu dan perhatikan betul-betul apa yang Aku perlihatkan” Saya mula takut lalu saya menangis. Saya cuba membantah dan merayu dengan Dia supaya membawa saya balik. Saya memberitahu kepada Dia bahawa saya tidak ingin masuk ke dalam sebab saya mampu melihat suasana di dalam sekadar saya melihat menerusi pintu masuk itu. Lalu Dia memandang saya dan berkata “Damai sejahtera bersama mu, Aku berserta mu. Kita mesti masuk ke dalam, masa semakin cepat berakhir.”

Kami masuk menerusi pintunya. Saya tidak dapat nyatakan bagaimana ngerinya situasi tempat itu. Saya yakinkan saudara bahawa tidak ada tempat seteruk ini pada mana-mana alam semesta. Tempatnya sungguh besar dan saya merasakan tempat itu semakin membesar setiap waktu. Ianya satu tempat yang sangat gelap dengan bahang panasnya tak terukur. Ia adalah tempat yang terpanas lebih dahsyat dari api yang terpanas. Saya tidak mampu melihat nyalaan apinya atau sumber datangnya panas itu tetapi saya rasakan ianya panas. Ruang itu juga dipenuhi lalat dalam pelbagai rupa- ada yang hijau, hitam dan kelabu. Segala jenis lalat ada di situ. Tambahan lagi terdapat cacing-cacing yang pendek, gemuk dan hitam ada di serata dan memanjat di seluruh tempat itu. Ada cacing mula memanjat ke atas tubuh kami juga ada lalat cuba mengerumuni kami. Seluruh tempat itu dipenuhi bau busuk yang menjijikan. Tidak dapat diumpamakan kejijikan bau busuknya tempat itu. Baunya seolah-olah daging yang reput tetapi ianya lebih busuk seratus kali lebih teruk yang tak pernah saya alami selama hidup saya. Bunyi laungan dan gertakan gigi memenuhi tempat itu di samping hilai ketawa roh-roh jahat dan iblis.

Tetapi yang teruk lagi tempat itu juga penuh sesak dengan manusia. Jumlahnya tidak terkira. Keadaan orangnya hanya tinggal rangka-rangka (tengkorak). Saya yakin bahawa rangka-rangka ini adalah manusia sebab sebilangan mereka saya kenali merupakan saudara-mara dan orang-orang dari kampung saya. Rangka-rangka tulang ini berwarna kelabu gelap dan kering. Mereka mempunyai gigi yang panjang seperti binatang buas. Mulut mereka besar dan lebar, lidah yang panjang dan berwarna merah. Keadaan tangan dan kaki yang panjang. Jari kaki dan tangan juga panjang dengan kuku yang tajam. Sebilangannya mempunyai ekor dan tanduk.

Terdapat mahkluk iblis yang bercampur dengan orang-orang ini: iblis-iblis yang berupa seperti biawak dan berjalan dengan empat kaki. Mahkluk iblis ini nampak selesa dengan keadaan tempat itu sambil menyerang dan menyeksa semua orang-orang yang ada di situ. Keriuhan suara mereka lebih kepada sorakan kegembiraan, kebebasan, mereka juga menari-nari dan melompat sepanjang masa. Sebaliknya orang-orang yang berada di situ kelihatan sengsara dan tertekan dengan keadaan tak berpengharapan dan tak bermaya. Bunyi suara manusia menangis menjerit dan gertakan gigi disebabkan oleh kesakitan dan penderitaan yang amat sangat.

Bilangan orang yang ada di situ tidak terkira jumlahnya tetapi yang saya pasti kebanyakkan mereka adalah wanita. Mereka dipisahkan dalam banyak kumpulan dan tidak dapat mengira jumlah mereka dalam setiap kumpulan kerana setiap kumpulannya terlalu besar.

Dia kemudian membawa saya menghampiri satu kumpulan di sebelah timur tempat itu. Dia memandang saya dan berkata “Victoria, kumpulan orang ini adalah yang tidak mengampuni orang lain. Aku sudah katakan kepada mereka banyak kali dalam pelbagai cara supaya mengampuni orang lain namun mereka masih menolak Ku; Aku sudah mengampuni semua dosa mereka tetapi mereka tidak mengampuni orang lain. Masa mereka sudah habis dan akhirnya mereka berada di sini. Mereka akan berada di sini selamanya, mereka akan memakan hasil dari perbuatan mereka selama-lamanya. Walau bagaimanapun, ianya sangat sakit bagi Ku melihat mereka berada di dalam tempat yang sungguh dahsyat dan keadaan yang kekal ini, sebab Aku mengasihi mereka.”

Saya kemudian dibawa-Nya ke kumpulan seterusnya, dan Dia memberitahu saya bahawa kumpulan kedua ini adalah yang telah berhutang. Ada tiga kategori berbeza dalam kumpulan ini. Kumpulan pertama ialah mereka yang berhutang kepada orang lain: mereka berupaya membayar hutang tetapi mereka masih menunda dan melalaikannya. Mereka berkata akan membayarnya esok, minggu depan, tahun depan, sehingga tidak ada masa bagi mereka, akhirnya berada di tempat ini. Di sinilah tempat mereka selamanya; mereka memakan buah-buah hasil buruh mereka.

Kategori yang kedua ialah mereka yang mampu membayar dan mahu membayar tetapi merasa takut kepada kemungkinan sekiranya mereka memberitahu perkara sebenar mereka mungkin akan disingkirkan atau mungkin akan dipenjarakan atau apa yang mereka lakukan selama ini akan diketahui semua orang dan mungkin akan dihina. Dia berkata “tiada di antara mereka ini datang kepada Ku mencari jalannya. Jika mereka datang kepada Ku, Aku akan memberi mereka jalan keluar. Tetapi mereka mengambil cara kebijaksanaan mereka sendiri yang jelas tidak membantu mereka mengatasinya. Mereka kemudian kehabisan masa dan akhirnya mereka mendapati diri mereka berada di sini selamanya. Mereka makan buah hasil buruh mereka.”

Kemudian Dia berkata ”kategori yang ketiga adalah mereka yang berhutang dan tidak mampu membayar balik, tetapi sekali lagi tiadapun diantara mereka ini datang memberitahu kepada Ku bahawa mereka mempunyai hutang yang tidak mampu mereka bayar. Jika mereka datang kepada Ku, Aku akan membayar hutang mereka. Mereka juga cuba mencari jalan kebijaksanaan mereka sendiri, namun tidak membantu menyelesaikan masalah mereka. Sekarang mereka berada di tempat ini selama-lamanya. Mereka akan memakan buah hasil buruh mereka. Hati ku sedih sebab Aku sungguh mengasihi mereka.”

Dalam kumpulan yang pertama, saya terlihat ada dua orang perempuan merupakan saudara dekat saya. Sementara itu seorang perempuan berumur 12 tahun merupakan saudara saya, juga berada di sana. Saya tahu dia berumur 12 tahun kerana ketika umur ini dia telah menemui ajalnya. Dalam kumpulan kedua saya juga terlihat beberapa saudara saya, disamping itu ada juga seorang Pastor yang saya betul-betul kenal. Dan seorang teman lelaki saya bernama Jake, yang telah membunuh diri setelah dia tahu saya serahkan hidup saya kepada Kristus, juga berada dalam kumpulan kedua. Saya kenal beberapa jiran saya dalam kedua-dua kumpulan ini.

Saya mengenali orang-orang ini sebelum mereka mati, dan mereka juga mengenali saya. Saudara-saudara saya ini amat marah apabila mereka terlihat saya ada di situ lalu mereka mula mencerca dan mengeluarkan kata-kata keji terhadap saya. Salah seorang mereka berkata saya tidak layak berjalan bersama Orang itu, lalu mereka menceritakan hal-hal yang saya lakukan sebelum saya menerima Kristus. Mereka tidak bohong, apa yang mereka katakan adalah benar terhadap saya. Jake berkata saya adalah kepunyaannya dan saya harus berada bersama di mana dia berada sekarang sebab katanya saya juga telah melakukan dosa sama seperti dia telah lakukan. Pastor di situ pada mulanya nampak merasa senang dan memuji kerana saya dengan jayanya telah sampai ke situ namun reaksinya berubah apabila dia ternampak saya berjalan dengan seseorang. Dia kemudian mencela dan mengeluarkan kata-kata keji terhadap saya. Lalu Dia, lelaki yang mengiringi saya itu memberitahu supaya jangan ambil peduli semua mereka itu sebab mereka tidak tahu apa-apa.

Saya tergamam dan amat sedih sekali; saya tidak dapat tahan badan saya bergoncang. Saya menangis tak terkawal. Dia kemudian berpaling ke arah saya dan memeluk saya dan berkata: “Damai sejahtera menyertai engkau, Victoria”. Kekuatan saya pulih kembali dan saya merasakan amat selesa dengan pelukan-Nya. Kemudian Dia berkata kami harus balik dan meninggalkan tempat itu. Dia memandang saya dan berkata: “Victoria, Aku sudah tunjukkan kamu. Sekarang kamu harus pilih mana kumpulan tadi yang kamu mahu; pilihan ada di tangan kamu sendiri. Kamu harus beritahu orang segala perkara yang telah engkau lihat dan alami tetapi jangan tambah atau abaikan apapun.”

Saya ingat semasa kami meninggalkan tempat yang mengerikan itu tapi saya tidak sedar bila waktu saya berpisah dengan Dia, kerana apabila saya tersedar dan membuka mata saya sudah pun terlantar di Hospital Osihakati. Saya lihat ada sambungan di tangan kiri saya. Ibu dan beberapa orang jiran saya berdiri di penjuru bilik itu, mereka kehairanan memerhatikan saya. Saya nampak muka ibu saya seperti sudah menangis. Saya bertanya kepada Jururawat apa yang terjadi kepada saya tetapi dia dengan berjenaka menjawab, “kamu dihantar balik, barangkali kamu telah melakukan sesuatu kesalahan dan perlu bertaubat”. Jururawat itu cuba bercakap kegembiraan bagi keadaan saya tapi saya perhatikan dia takut menghampiri saya. Saya kemudian meminta dia memanggil Doktor untuk saya.

Doktor tiba dan menjelaskan dia juga tidak tahu apa yang terjadi kepada saya. Mulanya dia menyangka saya dijangkiti Malaria tetapi ujian menunjukkan negatif. Doktor menjelaskan bahawa suhu, degupan dan tekanan darah saya ketika itu sangat rendah tetapi tidak mengetahui apa puncanya. Jelasnya lagi, dia tidak dapat berbuat apa-apa atau menahan dia di Hospital sebab keadaan saya bukannya sakit. Alat yang disambung ke atas badan hanya berfungsi setelah saya sedar. Dia mencadangkan agar satu lagi sambungan tambahan cecair (glukos) lagi dibuat sebelum saya pulang agar tenaga saya pulih sepenuhnya.

Saya amat terkejut dengan apa yang telah saya lihat dan alami kerana itu lalu saya menangis tidak terhenti-henti. Bau busuk pada tempat yang mengerikan itu terus menghantui saya. Suasana tempat itu masih terbayang-bayang dalam mata saya sepanjang masa. Saya tidak dapat tidur, seluruh tubuh saya sakit. Saya rasakan semua anggota badan saya seperti dipisah-pisahkan dan digabung semula. Saya rasa sungguh takjub. Saya mengalami cirit- birit dan sakit kepala selama seminggu.

Saya berfikir mengambil keputusan tidak akan menceritakan kepada sesiapapun apa yang saya lalui sebab siapalah yang akan percaya? Apa yang orang akan fikirkan? Saya bercakap kepada diri saya sendiri bahawa saya tidak akan pernah menceritakan semua pengalaman saya kepada sesiapa pun. Namun,3 hari selepas itu, satu daripada mentor saya menelefon bertanyakan tentang khabar saya sebab saya ada menghantarnya mesej supaya mendoakan saya. Tanpa saya sedar saya ceritakan segala apa yang telah terjadi terhadap diri saya kepadanya. Saya merasa kesal kerana telah memberitahu segala-galanya kepada dia. Saya kini tidak boleh berselindung lagi kerana semuanya saya sudah beritahukan kepada orang lain. Lalu saya menyedari bahawa jika Tuhan itu benar mahukan sesuatu diberitakan kepada orang lain, maka ianya benar-benar akan terjadi. Dialah Tuhan segalanya.

Pada 19 Ogos, saya bangun dengan tanda-tanda ada urapan ke atas tubuh saya. Saya merasa badan saya lemah dan mengigil seperti ada kuasa elektrik mengalir menerusi tubuh saya. Pada malamnya saya terlihat ada cahaya terang masuk ke dalam bilik saya dan tiba-tiba satu lembaga manusia muncul ditengah-tengahnya. Saya perhatikan orang yang sama telah mengunjungi saya hari itu. Dia kemudian duduk pada sebuah kerusi di tepi katil saya. Saya tidak tahu bagaimana kerusi itu berada di sana. Bentuknya sama seperti kerusi kebiasaannya iaitu ada penyandar belakang, bezanya cuma ia diperbuat daripada emas dan di setiap kaki kerusi itu ada bintang perak bersalutkan emas, bintang yang sama juga ada di tengah-tengah penyokong belakang. Di setiap kaki kerusi itu ada roda.

Dia menyapa saya dan memberitahu bahawa saya tentu ada banyak pertanyaan tentang identiti Dia yang sebenar dan sebab itulah kata-Nya Dia datang kembali bagi menjelaskan beberapa perkara yang telah saya alami tempoh hari. Dia berkata; “Akulah Yesus Kristus, Juruselamat mu, jika kamu ragu-ragu lihatlah tangan Ku. Tempat yang kita pergi hari itu adalah neraka.” Apabila saya melihat tangan-Nya terdapat parut dimana paku telah dipacakkan.

Wahai Saudara, saya mahu memberitahu kamu bahawa neraka bukanlah hayalan semata tetapi ianya tempat yang benar-benar ada dan tempat yang tidak menyenangkan. Tempat ini bukan diwujudkan untuk manusia tetapi bagi syaitan dan iblis-iblis. Tempat yang sebenarnya bagi kita ialah Syurga, tempat bersama dengan Yesus tetapi kita mesti mengikuti Yesus sebelum terlewat. Hari ini, jika anda mendengar suara-Nya, jangan keraskan hati mu; terimalah Dia sebagai Juruselamat mu dan hiduplah bagi Dia. Neraka adalah tempat yang sungguh dahsyat: tempat yang penuh dengan ketakutan dan kesengsaraan; tempat penyeksaan, tangisan dan gertakan gigi yang kekal selama-lamanya. Syaitan sentiasa berusaha mengambil seramai yang mungkin nyawa manusia bersamanya di neraka. Jangan cuba berbaik dengan syaitan tetapi berbaiklah dengan Yesus maka kamu akan mendapat hidup kekal dan tidak akan binasa.

Saya tidak faham kenapa Tuhan Yesus berkata kepada saya supaya membuat satu pilihan dari dua kumpulan yang diperlihatkan-Nya kepada saya di neraka sedangkan saya seorang Kristian yang sudah dilahirkan kembali. Saya telah menerima Dia dalam hidup saya dan namun Dia masih memberitahu saya supaya membuat pilihan sama ada ke neraka atau tidak, saya tidak faham. Saya mula berdoa kepada Tuhan agar menyatakan wahyu apakah yang Dia maksudkan dan apa yang Dia mahu saya lakukan. Tuhan menyatakan kepada saya bahawa saya ini kekurangan sifat mengampuni dan mempunyai kemarahan yang penuh di hati terhadap seorang kakak dan seorang sepupu saya. Saya memohon Tuhan supaya mengampuni saya. saya juga meminta ampun dari kakak saya atas kemarahan dan kebencian hati saya terhadap dia. Tuhan juga menyuruh supaya pergi meminta ampun kepada sepupu saya itu.

Lalu Tuhan mengingatkan saya, di mana suatu masa dahulu saya telah berjaya mendapat pekerjaan sebagai Guru dengan cara mengemukakan Sijil Diploma yang palsu dan Dia mengkategorikan ianya satu hutang dan pencurian. Saya mengenal pasti apa yang harus saya lakukan dan memohon kepada Tuhan supaya membantu saya menyelesaikan masalah saya dan menunjukkan cara jalan penyelesaiannya sebab kes ini adalah satu jenayah yang boleh membuat saya dimasukkan dalam penjara. Kemudian Tuhan mengarahkan saya pergi ke Jabatan Pendidikan supaya mengakui apa yang telah saya lakukan. Saya sedia memasuki penjara jika tidak dapat dielakan. Saya mengalami kebaikan Tuhan yang sunguh besar terhadap saya apabila Pegawai Jabatan Pendidikan itu memberi pilihan kepada saya sama ada membayar semula gaji yang saya terima ataupun tidak. Mereka menjelaskan tidak akan membuat tuduhan ke atas saya sebab mereka terpegun dengan pengakuan saya itu. Tuhan kita adalah Tuhan yang setia dan terpujilah Dia atas perkataan-Nya.

Jika saudara menghadapi masalah serupa dengan masalah yang saya hadapi, saya mengalakkan sudara supaya berbuat sesuatu yang betul, walau apapun susulan akan terjadi nanti. Kamu mungkin akan dipenjarakan tetapi itu hanya sementara. Tidak ada kesakitan atau yang memalukan jika dibandingkan dengan pemisahan yang kekal dari Tuhan. Neraka bukan tempat yang elok: adalah lebih baik benarkan Tuhan memberi penghakiman sekarang sebelum terlambat. Kita harus tidak takut penghakiman Tuhan sewaktu kita dalam tempoh kemurahan Tuhan: kita mesti benarkan Dia menyatakan apa kesilapan dalam kehidupan kita sementara kita ada kesempatan memperbaikinya dihadapan Tuhan, sebab tidak ada pengampunan lagi selepas anda telah mati.

LAWATAN KE-2 KE NERAKA

Pada 18 Oktober 2005, saya bangun jam 05H30 (5.30 pagi) tetapi saya tidak dapat pergi kerja kerana saya terasa badan saya sangat lemah seperti kemabukan; saya tidak boleh gerak atau pusingkan badan saya di katil, hadirat Tuhan amat kuat dalam bilik itu. Badan saya mengigil dan rasa ada kejutan kuasa elektrik mengalir ke seluruh tubuh saya. Saya pasti, Tuhan telah menjemput saya sebelum jam 08H00 sebab ketika saya masih sedar jam menunjukkan pukul 07H48. Dia berkata, Dia datang sekali lagi sebab masanya semakin cepat berakhir. Lalu saya berdiri dan kami mula berjalan. Situasi perjalanan kami kali ini berbeza dari yang lepas, dimana walaupun kami melangkah kaki tetapi kami terapung-apung. Semasa perjalanan, Yesus memberitahu saya bahawa semua dosa adalah jahat dan tidak ada dosa kecil atau dosa besar. Semua dosa menuju kematian, tidak kira perbuatan itu kecil atau besar. Tuhan berkata bahawa kami akan ke neraka sekali lagi dan Dia bertanya sama ada saya takut atau tidak dan saya menjawab sememangnya saya takut.

Dia berkata “Roh penakut adalah bukan dari Bapa mahupun dari Ku, tetapi dari iblis. Ketakutan akan membuat kamu akan melakukan suatu perbuatan yang akan membawa ke neraka.”

Tanpa iman adalah mustahil dapat memuliakan Tuhan dan takut adalah lawan kepada iman. Jelas-Nya, bahawa takut tidak akan memuliakan Tuhan tetapi memusnahkan iman seseorang. Sepanjang perjalanan, kami berjalan seiringan tetapi sejurus kami sampai ke pintu neraka, Dia memegang tangan ku beberapa ketika dan saya menyedari kami sudah di dalam neraka. Saya amat gembira kerana Tuhan memegang erat tangan saya. Kerana pegangan-Nya telah menghilangkan segala rasa takut saya. Tempat itu masih seperti dulu: tidak ada bezanya. Segala lalat, cacing, suhu panas melampau, bau busuk, tengkorak, bunyi bising: segalanya terjadi seperti baru pertama kali saya berada di situ. Kami memasuki pintu hodoh yang sama lalu Tuhan membawa saya ke satu kumpulan manusia. Di sana kelihatan ramai orang yang saya kenali ketika mereka masih hidup di bumi. Kelihatan orang-orang susah dalam keadaan sungguh dahsyat, keadaan sedih dan sungguh menderita tetapi yang terburuk sekali air muka mereka jelas tidak berpengharapan.

Tuhan menunjukkan saya seorang perempuan berumur separuh usia yang saya kenal sebelum kematiannya. Dia mati kemalangan kereta pada awal tahun 2005. Saya sungguh terkejut bagaimana perempuan ini berada di neraka sebab setahu saya dia merupakan seorang yang takut akan Tuhan dan mencintai Tuhan. Tuhan memberitahu saya bahawa perempuan itu mengasihi Dia dan tahu Firman Tuhan dengan baiknya. Dia juga baik terhadap orang miskin. Orang yang serba kekurangan akan dibantunya dalam perlbagai cara. Dia merupakan hamba yang baik bagi Tuhan dalam kebanyakan yang dia lakukan.

Penjelasan Tuhan itu mengejutkan saya lalu saya bertanya kenapa Tuhan membiarkan hidupnya berakhir di neraka. Tuhan memandang saya dan berkata bahawa perempuan itu telah mempercayai penipuan iblis. Walaupun dia tahu ayat Firman dengan baik, tetapi dia percaya kepada pembohongan iblis yang menyesatkan bahawa adanya dosa kecil dan dosa besar. Lalu dia fikir bahawa dosa kecil tidak akan mengheret dia ke neraka, lebih-lebih lagi dia seorang Kristian.

Tuhan meneruskan kata-kata-Nya, “Aku sudah datang kepadanya banyak kali dan memberitahu dia supaya berhenti melakukan namun seringkali dia memberi alasan bahawa apa yang dia buat adalah terlalu kecil dan dia anggap amaran Ku sekadar perasaan bersalah diri sendiri. Ada suatu masa dia sudah berhenti seketika tapi dia yakin amaran itu bukan dari Ku tetapi menganggap sekadar suara dari dirinya sendiri dan dosa yang tidak penting bagi Roh Kudus.”

Saya tanya Tuhan apakah dosa yang telah dilakukan oleh wanita itu dan Dia menjawab “Wanita ini mempunyai seorang kawan bekerja sebagai Jururawat di Hospital Oshakati. Apabila wanita ini jatuh sakit, dia tidak akan ke hospital dan membayar kad perubatan seperti yang sepatutnya, dia sekadar menelefon kawanya mengurus segala ubat-ubatan di Dispensari. Kawannya itu selalu patuh permintaan wanita itu kemudian dia akan memberitahu wanita itu supaya datang mengambil ubat itu pada masa-masa tertentu. Pertamanya, dia telah memilih penipuan iblis tentang adanya dosa kecil dan dosa besar dan menolak apa yang benar; wanita ini juga telah menyebabkan seseorang berbuat dosa dengan mencuri bagi pihaknya, tetapi, yang terburuk, wanita ini telah mendukacitakan Roh Kudus. Inilah sebab kenapa wanita ini berada di neraka. Tidak kira berapa juta jiwa yang kamu bawa kepada Tuhan untuk diselamatkan, namun masih mungkin seseorang akan masuk ke neraka sekiranya dia mendukacitakan Roh Kudus. Kamu seharusnya bukan semata-mata mengambil berat keselamatan orang lain tetapi harus jangan lupa keselamatan jiwa diri sendiri. Sentiasalah peka dengan Roh Kudus.” Selepas Yesus menyatakan ini, Dia berkata kami akan pulang.

Ramai orang Kristian yang telah mendengar kesaksian ini akan mempersoalkannya. Mereka selalu bertanyakan saya bagaimana pula dengan “justifikasi, keampunan dan kurnia” dan kata mereka “adakah mungkin akan kehilangan keselamatan selepas sesorang itu telah menerimanya?” bukankah ianya agak terlalu kasar” “bagaimana mungkinTuhan itu kejam?”

Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.” 1 Korintus 9:27

Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu? Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?” Roma 6:1-2

Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya.” Roma 6:12

Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu. Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.” Ibrani 10:26-27

Adakah kemungkinan saya boleh masuk neraka walaupun saya melayani Tuhan dan membawa ramai nyawa diselamatkan? Anda tentukan sendiri!

Ketidaktaatan

Pada Isnin 6 Mac 2006, saya dibangunkan dengan bunyi jam pada 05H30 pagi. Sedang saya berdoa, tiba-tiba ada urapan kuat menyelubungi saya. Terasa badan saya sangat lemah dan mengigil, gelombang kuasa elektrik seakan mengalir melalui tubuh saya.

Pada sebelah petangnya, sedang saya terlantar di katil tidur, tiba-tiba muncul cahaya terang mengisi ruang bilik itu. Saya terlihat benda halus yang putih, manik-manik bulat sebesar kepala jarum. Manik-manik ini berguguran seperti hujan dan terus jatuh dan menembusi kulit saya. Tambahan pula, saya lihat ada embun seperti kabus putih datang dari atas, juga memenuhi bilik itu dan akan jatuh tenggelam menembusi kulit saya. Saya terlihat Yesus muncul dari tengah-tengah kabus embun itu melangkah menuju ke tempat saya. Dia kemudian duduk di satu kerusi berhampiran katil saya. saya tidak tahu bagaimana kerusi itu berada di situ. Kerusi yang serupa semasa Dia mengunjungi saya pada 19 Ogos 2005, iaitu ada penyandar belakang, diperbuat daripada emas dan di setiap kaki kerusi itu ada bintang perak bersalutkan emas, bintang yang sama juga ada di tengah-tengah penyokong belakang. Di setiap kaki kerusi itu ada roda.

Yesus menyapa saya dan meluruskan tangan-Nya ke arah saya dan menyuruh saya bangun sebab kata-Nya masa semakin cepat berakhir. Dia membangunkan saya dengan menarik tangan saya kemudian Dia duduk di tepi katil saya.

Dia berkata, “Victoria, mari berdoa.” Dia kemudian berdoa dalam bahasa yang tidak saya ketahui; yang saya tahu hanya apabila dia mengakhiri doa itu dengan “Amen”. Kemudian Dia bertanya kepada saya tentang apa yang telah saya lihat lalu saya memberitahu saya terlihat kumpulan orang yang hendak pergi ke tempat kerja dan yang lain sudah sampai di tempat kerja. Selepas kumpulan pertama tiba, satu lagi kumpulan datang menyusul. Pada ketika ini hujan halus seperti manik-manik halus sudahpun berhenti turun.

Saya juga melihat kumpulan-kumpulan orang yang berlainan, dan sampai di suatu Gereja yang berbeza pada pagi hari Minggu. Hujan seperti manik-manik halus akan mula turun sejurus orang yang terawal datang masuk di dalam Gereja. Hujan ini akan berterusan jatuh sampai beberapa masa dan kemudian berhenti. Yang tiba lewat tidak akan merasa apa-apa.

Yesus bertanya kepada saya sama ada faham dengan penglihatan itu dan saya menjawab saya tidak mengerti. Kemudian Dia berkata: ”Penglihatan ini membawa makna bahawa pada tempat tertentu dan masa tertentu yang mana kamu seharusnya sudah berada hadir di situ, ada malaikat-malaikat akan menaburkan berkat pada masa-masa tertentu. Jika kamu hadir tepat masanya, maka kamu akan menerima berkat kamu tetapi jika kamu lewat, maka kamu akan terlepas menerima berkat pada hari itu sebab malaikat-malaikat akan menabur berkat hanya pada masa tertentu. Victoria, Aku memberi amaran kepada mu sebab kamu selalu lewat pergi bekerja dan khasnya kamu juga lewat pergi ke kebaktian Gereja. Kamu harus tahu bahawa pada masa kamu lewat hadir tanpa alasan yang kukuh, kamu terlepas tanpa mendapatnya kembali berkat pada hari itu, ianya tidak mungkin anda dapatnya kembali. Victoria, kamu mesti berhenti mengulangi perkara ini, kecuali kamu ada hal yang nyata menyebabkan kamu terpaksa lewat.”

Selepas Tuhan memberi amaran kepada saya, Dia berkata, “berdiri, mari kita pergi. Masa semakin cepat berakhir dan ada perkara lagi yang kita harus lakukan.”

Kali ini Tuhan membawa saya ke tempat yang belum pernah saya pergi. Inilah kali pertama kami melalui jalan itu pada hari itu. Kami sampai ke sebuah taman yang dipenuhi dengan bunga-bunga dan pokok-pokok hijau yang cantik, tidak ada yang di bumi dapat menyaingi kecantikannya. Pelbagai jenis bunga yang cantik, warna yang terang. Kami duduk di suatu bangku, yang diperbuat daripada emas yang terdapat perak kecil bentuk bintang yang bersinar terang. Apabila kami duduk, Dia menunjukkan suatu di depan kami dan berkata, “Victoria, lihat, adakah kamu dapat melihat kota itu?” Apabila saya perhatikan, saya tenampak sebuah Kota yang terang benderang. Sebuah kota yang sungguh indah tak terungkap dengan kata-kata. Terdapat sebuah pintu gerbang masuk yang diperbuat dari emas yang bercahaya dan ditepi pintu ini ada seseorang telah lanjut usianya sedang duduk. Orang itu mempunyai janggut putih yang panjang, dan berambut putih. Saya ada melihat dia sebelum ini, dan apabila saya bertanya kepada Yesus siapakah orang itu, lalu Dia mengatakan itulah Abraham, Bapa iman.

Saya melihat banyak jalan di kota itu yang berturapkan emas. Terdapat bangunan tinggi juga bercahaya keemasan. Sinaran dan kilauan memancar dari kota itu tak dapat diungkapkan dengan kata-kata.

Yesus berpaling memandang saya dan bertanya, “apa yang terlintas di fikiran mu tentang kota ini?”. Saya menjawab bahawa kota itu memang cantik dan teringin hendak ke sana. Yesus berkata, “Aku akan membawa engkau ke sana jika engkau terus taat kerana di sana rumah mu juga akan disediakan. Teruslah tinggal dalam ketaatan, sebab jika engkau tidak taat, Victoria, burung-burung gagak akan meghinggapi rumah itu dan menjadi sarang tempat permainan bagi burung hantu dan hantu-hantu. Walau bagaimanapun, jangan takut, sebab Aku berserta mu. Terus patuh, sebab sesiapa yang tidak taat, rumahnya akan dihuni oleh burung gagak, ianya akan dihuni oleh burung hantu dan menjadi tempat permainan bagi hantu-hantu.”

Yesus Kristus yang nyata dan Dia mengasihi kita dengan kasih yang tak terbatas, keinginan Dia yang terbesar ialah Dia mahu supaya kita semua memilih hidup bagi Dia dan selamanya bersama dengan Dia. Hati-Nya sungguh hancur terhadap mereka yang mati dan masuk ke dalam neraka sebab mereka telah menolak keselamatan yang Dia tawarkan sebaliknya mereka memilih jalan yang menuju kematian.

Sama ada kamu seorang Kristian yang telah dilahirkan kembali atau tidak, tolong ingat satu perkara: Masa Semakin Cepat Berakhir


Oleh: Victoria Nehale

Sepucuk Surat dari Sorga

Aku telah mengakhiri perjalananku dengan selamat. Para malaikat telah membawaku dengan selamat kepada pangkuan Bapa Abraham. Oh, betapa senangnya bila aku sebentar lagi bertemu dengan Dia yang telah mati untukku!

Dan terlepas akan apapun yang Anda dengar, tidak ada kata-kata untuk dapat menggambarkan betapa besar kemuliaan yang sedang mengelilingi-Nya. Aku puas di tempat ini; setiap kebutuhanku semuanya dipenuhi. Nantikanlah jika kelak rumahku yang baru sudah selesai dibangun.

Aku puas di sini, karena tidak ada dosa, tidak ada pembunuhan, tidak ada perceraian, tidak ada pengguguran kandungan, dan tidak perlu mempunyai gembok untuk pintu-pintu. Kedamaian yang sempurna menguasai tempat ini. Dan aku pun puas karena tidak ada sakit-penyakit. Aku tidak pernah mengalami kesehatan yang begitu baik dalam hidupku! Aku kini memiliki tubuh yang baru seperti Yesus.

Dan oh, seandainya saja Anda dapat mendengarkan lantunan nyanyian yang amat merdu! Daud memainkan harpa hari ini dan banyak orang yang berkumpul di tepi sungai kehidupan untuk menyanyikan sebuah nyanyian baru. Betapa luar biasanya di tempat ini, karena tidak ada orang asing. Setiap orang mengenal satu dengan yang lain dengan akrab.

Waduh Sandrakh, Mesakh dan Abednego mengantarku keliling. Agaknya aku sudah pernah berada di sini. Cuacanya luar biasa bagusnya. Hembusan angin sepoi-sepoi terasa sepanjang waktu. Dan salah satu yang terbaik adalah bahwa tidak ada malam dan kegelapan. Sepanjang waktu adalah terang, karena Tuhan Yesus sendiri adalah Terang.

Tolong supaya diingatkan, aku sudah tiba dengan selamat, aku puas dan sudah sembuh dari penyakitku. Tidak ada keperluan selanjutnya untuk menulis lagi. Sebagai penutup, akan menjadi lebih bagus lagi, bila kelak keluargaku dan kawan-kawanku dapat ikut bergabung denganku di Surga.

Treasures Within

Today's Scripture

“But we have this treasure in earthen vessels…” (II Corinthians 4:7 NKJ).

Today's Word from Joel and Victoria

Did you know there are treasures deep on the inside of you? As a believer in Jesus, the greatest treasure within you is the Spirit of God. You carry the most precious treasure in the universe inside of you! Beyond that, He has deposited many other treasures on the inside of you. You may not even see these treasures yet, but God has given you gifts and abilities that are tied to your purpose. He has fully equipped you to succeed in this life. What do you need to move forward? What do you need to break out of your comfort zone? It’s on the inside of you. The Bible also says in Proverbs that understanding is like a well within and the wise person draws it out. Draw out those treasures inside of you by speaking words of faith today. Stir up the gift inside of you by praying in the Spirit and thanking Him in worship. As you seek the Lord and submit yourself to His leading, you will discover the treasures within, and you’ll live a life of purpose all your days!

A Prayer for Today

Father God, thank You for choosing to live inside of me. Show me the treasures You have deposited within me so that I can fulfill Your purpose for me all the days of my life. I love You and bless You today. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

Thanks To God

Hallo Semua,


Saya minta maaf nih gak bisa posting beberapa hari yang lalu soalnya aku sakit, gak bisa ngapa2in, dokter masih belon tau sakit apa .. cuman hari pertama panas banget .. dan skg udah mendingan .. cuman dokter masih blon tau sakit apa .. moga2 aja gak sakit gejala DB dkk .. setidaknya jgn sampe masuk RS yah .. Doain yah semua .. :) Terima kasih ....


Samuel MS