Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

20 January 2012

Panggilan

Pada abad ke-11, Raja Henry III dari Bavaria, merasa bosan dengan kehidupan istana dan tekanan-tekanan hidup sebagai seorang raja. Ia mengajukan permohonan kepada kepala biara Richard dari sebuah biara lokal untuk dapat diterima sebagai seorang pertapa untuk selanjutnya menghabiskan sisa hidupnya dalam biara itu.

“Baginda”, kata kepala biara itu, “apakah baginda mengerti bahwa ikrar para biarawan di sini adalah mengenai ketaatan? Dan akan menjadi amat berat bagi baginda untuk mematuhinya karena baginda pernah menjadi seorang penguasa tertinggi.”

“Aku sangat paham”, kata Henry. “Selama sisa hidupku aku akan selalu patuh kepadamu, karen Kristus memimpinmu.”

“Kalau begitu, aku akan memberitahukan apa yang baginda harus lakukan”, kata kepala biara itu. “Kembalilah ke singgasanamu dan layanilah dengan setia di tempat Tuhan telah menunjukmu.”

Ketika raja Henry wafat, terdapat suatu pernyataan yang mengatakan, “Raja telah belajar untuk memerintah dengan taat.”

Bila kita merasa capai akan tugas-tugas dan tanggung jawab kita, ingatlah bahwa Tuhan telah menempatkan kita di satu tempat tertentu dan memerintahkan kepada kita untuk menjadi seorang akuntan, seorang guru dan seorang ibu atau ayah yang baik. Kristus mengharapkan diri kita bahwa kita harus setia di tempat Kristus telah menentukan untuk kita dan bila Ia kembali, kita akan memerintah bersama dengan-Nya.

Steve Brown

0 comments:

Post a Comment