Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

02 November 2009

Jika Anda Marah

Menteri pertahanan, Edwin Stanton, dari presiden Amerika, Abraham Lincoln pada suatu ketika menjadi marah terhadap seorang opsir yang menuduhnya bahwa ia pilih kasih. Stanton mengeluh kepada Lincoln yang menyarankan agar ia menulis sepucuk surat kepada opsir itu.

Stanton melakukannya dan setelah suratnya selesai, ia menunjukkan isi suratnya yang keras dan tajam itu kepada Lincoln. Setelah membacanya, Lincoln bertanya,” Apa yang anda ingin lakukan dengan surat ini?” Dengan rasa heran, Stanton menjawab,” Disampaikan kepadanya, tentunya” Lincoln menggelengkan kepalanya. “Janganlah mengirim surat ini, melainkan buanglah ke dalam keranjang sampah. Itulah yang kulakukan bila aku menulis sepucuk surat dengan disertai dengan perasaan marah. Isi suratmu itu baik dan aku yakin bahwa anda merasa lega dan lebih tenang setelah menulisnya. Kini, buanglah surat itu dan menulislah untuk kedua kalinya.”

Today in the Word, February 1991

0 comments:

Post a Comment