Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

01 September 2009

Belajarlah Dari Pendahulu Anda

I Raja-raja 2:46 "Raja memberi perintah kepada Benaya bin Yoyada, lalu keluarlah Benaya, dipancungnya Simei sehingga mati. Demikianlah kerajaan itu kokoh di tangan Salomo."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 63; Markus 13; Hosea 6-7

Salomo pada masa pemerintahannya harus membuat beberapa keputusan kepemimpinan yang sukar tetapi sangat penting. Pertama, ia harus menangani orang-orang yang merencanakan untuk merebut kekuasaan, bahkan seorang saudaranya sendiri, Adonia, berusaha mendirikan kerajaannya sendiri.

Satu per satu, Raja Salomo, menemukan jenis kesetiaan orang-orang yang berhubungan dengannya, kemudian menyingkirkan semua yang menolak bekerja sama dengannya.

Salomo tahu bahwa ia tidak pernah dapat bekerja dengan para pemberontak, tidak peduli betapa pun pengaruh atau strategis tampaknya mereka. Raja muda itu memastikan bahwa lingkungan dalamnya hanya akan terdiri dari orang-orang setia yang ingin bekerja sama dengannya.

Daud telah melihat masalah-masalah ini muncul di permukaan. Ia tahu bahwa ia sedang menempatkan penerusnya dalam suatu keadaan kepemimpinan yang berbahaya, tetapi dua kali dengan penuh keyakinan ia menyatakan bahwa Salomo akan tahu apa yang harus dilakukannya.

Daud mengerti bahwa orang-orang yang terdekat dengan Salomo akan sangat menghalangi atau memperbaiki tingkat keberhasilannya. Salomo mengerti hal yang sama dan dengan bijaksana bertindak berdasarkan keyakinan itu.

Orang-orang yang hidup sebelum Anda adalah alat Tuhan untuk mengajar dan membentuk Anda menjadi seperti yang Dia rancangkan dari semulanya

Jawaban.com

0 comments:

Post a Comment