Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

14 April 2009

Kesehatan

I Korintus 13

Boleh jadi saya seorang ilmuwan terkenal atau dokter ahli dan ruangan kantor  saya penuh dengan ijazah-ijzah dan diploma, mungkin saya dikenal sebagai guru yang handal dan pembicara yang menakjubkan, tetapi apabila saya tidak mempunyai kasih, maka semuanya itu hanya bagaikan gong atau bel yang nyaring bunyinya.

Mungkin saya diberi kemampuan sebagai dokter ahli riset, membuat diagnosa yang sulit dan mengerti semua misteri tubuh manusia, dan saya bisa berkomunikasi dengan para pasien, memberitahukan agar mereka memilih cara hidup yang lebih baik, tetapi apabila saya tidak mempunyai kasih, saya adalah seorang yang tidak berarti.

Saya bisa menginventasikan semua uang saya untuk membangun fasilitas-fasilitas yang terbaik dan membeli peralatan canggih saya bisa menyediakan staf yang terbaik untuk melayani pasien,  saya bisa mengorbankan semua waktu saya untuk mereka bahkan mengabaikan diri dan keluarga, tetapi bila saya tidak mempunyai kasih, itu tidak berguna sama sekali. Kasih adalah obat alami.  Kasih  itu alamidan tidak menurunkan sistem kekebalan tubuh, tetapi menaikkannya.

Kasih bisa dicampur dengan obat-obat lain;  kasih adalah katalisator terkenal.  Kasih menyembuhkan rasa sakit dan memberikan hidup yang terbaik. Kasih bisa diterima oleh siapa saja, ia tidak menimbulkan reaksi alergi. Obat-obat baru bermunculan dan lenyap.  Apa yang kemarin dianggap baik, mungkin hari ini tidak ada gunanya.  Apa yang hari ini manjur, mungkin besok tidak ada manfaatnya. Tetapi kasih telah melewati tes waktu; kasih selalu bermanfaat.

Kita sekarang mengerti sesuatu hanya sebagian-sebagiab saja, dan terapi sering hanya merupakan bahan percobaan, karena bakat pengetahuan dan penemuan-penemuan hanya sebagian-sebagian. Apabila segala sesuatu bisa dimengerti, maka kita akan menyadari nilai kasih yang sebenarnya. Kasih adalah sumber yang terbaik yang bisa membentuk hubungan antar pasien, kerabat dan sahabat-sahabat.  Kasih akan menolong kita berperilaku tidak seperti anak-anak tetapi sebagai orang dewasa yang matang.

Sekarang ini banyak kebenaran yang tampak samar-samar bagi para profesional kesehatan.  Kita masih belum mengerti bagaimana Roh Kudus bekerja dalam kehidupan kita.  Tetapi pada suatu hari nanti kita akan melihat segala sesuatunya dengan jelas.

Tetapi di dalamnya tetap ada tiga pengobatan dasar yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling di antaranya adalah kasih.

by Hans Diehl

0 comments:

Post a Comment