Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

05 January 2009

Terkepung Pasukan

2 Tawarikh 20:12 : "Ya Allah kami, tidakkah Engkau akan menghukum mereka? Karena kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini, yang datang menyerang kami. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu."

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 5; Matius 5; Kejadian 9-10

Bangsa Israel saat itu berada dalam bahaya besar. Bayangkan, ada tiga pasukan musuh bersiap di perbatasan. Mereka berasal dari bani Moab, bani Amon dan sepasukan orang Meunim. Jumlah tentara Israel jelas tidak sebanding untuk melawan musuh itu.

Satu-satunya cara yang dapat mereka lakukan adalah berdoa dan berpuasa. Tuhan menjawab doa mereka dengan memberi perintah yang jelas. Jika mereka mulai memuji Tuhan, Tuhan akan membalikkan perimbangan pertempuran itu untuk kemenangan mereka.

Kita telah mendengar berbagai prediksi para pakar yang menyiutkan nyali kita seakan-akan bangsa kita ini sedang dikepung oleh sepasukan besar persoalan hidup. Mampukah kita melewati masa-masa yang berat ini? Apa yang harus kita lakukan? Sama seperti yang dilakukan oleh bangsa Israel, kita hanya bisa mengarahkan mata kita untuk mencari Tuhan. Setelah itu mulailah memuji dan bersyukur kepada Tuhan.

Dengan memuji, rasa kuatir akan lenyap dari benak kita. Pujian juga dapat mendatangkan kuasa dari Tuhan. Maka Tuhan pun akan berkarya. Dia akan berperang untuk Anda atau setidaknya akan memberi kekuatan pada orang percaya untuk menghadapi pertempuran yang sengit.

Ketika Anda tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan, carilah wajah Tuhan dan tetaplah mengucap syukur.

Jawaban.com

0 comments:

Post a Comment