Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

07 December 2008

Penggorengan

Nats : Ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada itu (Yohanes 14:12)

Bacaan : Yohanes 14:11-14

Seseorang memerhatikan nelayan yang menangkap ikan besar, tetapi membuangnya lagi ke air. Ia mendekati si nelayan dan bertanya, "Mengapa ikan-ikan itu engkau buang lagi?" Orang itu mengeluarkan sebuah penggorengan di perahunya dan berkata, "Lihat, penggorengan saya terlalu kecil, jadi yang saya perlukan ikan kecil saja." Tak terbayangkan oleh si nelayan bahwa ia akan mendapat "ikan-ikan" besar, sehingga tidak disiapkannya sesuatu yang istimewa. Mungkin ia berpikir, mendapat ikan kecil saja sudah cukup, mengapa harus mengharap ikan besar?"

Serupa dengan itu, kita juga kerap membatasi karya Tuhan dengan pola pikir kita yang sempit. Kadang Tuhan ingin melakukan perkara besar dan dahsyat dalam hidup kita. Namun, kita berkata, "Ah, tidak mungkin saya bisa melakukannya. Mana mungkin Allah mau memakai orang sederhana seperti saya?" Dan masih banyak kalimat pesimis lain yang kita ucapkan.

Sebagian besar murid Tuhan Yesus adalah orang sederhana. Namun, Allah bisa bekerja lewat mereka dengan dahsyat. Mungkin tak pernah terlintas di benak Petrus, Yohanes, dan Yakobus, bahwa mereka dapat mengadakan banyak mukjizat, seperti Tuhan Yesus. Tuhan pernah berkata, barangsiapa percaya kepada-Nya, ia juga akan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang Yesus lakukan, bahkan lebih besar dari itu! Namun, mengapa sampai kini kita belum pernah melakukan perkara yang besar? Mungkin kita perlu bertanya pada diri sendiri, seberapa besar "penggorengan" yang kita siapkan. Kalau kita benar-benar percaya dan tidak membatasi karya Tuhan, kita akan segera melihat perkara-perkara besar dalam hidup kita. Gantilah "penggorengan" kita yang kecil. Jangan batasi kuasa Allah -PK

BESAR KECILNYA PERKARA YANG AKAN KITA ALAMI
TERGANTUNG PADA BESAR KECILNYA "PENGGORENGAN" YANG KITA SIAPKAN

Yayasan Gloria

0 comments:

Post a Comment