Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

04 December 2008

Krakatau

Bacaan : 2 Petrus 3:1-13

"Langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus oleh nyala api" - 2 Petrus 3:10

Pada tahun 1883, terjadi letusan gunung berapi terbesar dalam sejarah modern. Krakatau, sebuah pulau gunung berapi di kepulauan Indonesia telah melemparkan 24,6 km3 tanah. Gelombang pasang yang diakibatkannya, tujuh kali mengelilingi dunia, dan reruntuhannya terlempar sampai ke Madagaskar lebih dari 3200 km jauhnya!

Pada saat Gunung Krakatau meletus, Kapten Sampson dari kapal Inggris Norham Castle sedang berada di dekat tempat itu. Ia lalu menulis di jurnal kapalnya demikian : "Saya menuliskan ini tanpa dapat melihat karena keadaan yang gelap gulita. Batu apung dan debu terus menghujani kami. Bunyi letusan-letusan ini begitu keras sampai-sampai gendang telinga dari lebih separuh anak buah saya pecah. Saya yakin Hari Penghakiman telah tiba."

Kapten Sampson percaya bahwa dunia ini sudah hampir berakhir. Letusan gunung itu sesuai dengan yang tertera di 2 Petrus 3:10, "Langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus oleh nyala api." Meskipun letusan gunung Krakatau itu sangatlah dahsyat, namun letusan itu tidak menandakan akhir dunia ini.

Krisis mampu mengguncangkan kita sehingga keluar dari kenyamanan. Krisis mengingatkan kita bahwa dunia ini bukan rumah kita dan mendorong kita untuk hidup saleh (ayat 11). Bila rasanya dunia pribadi kita seolah-olah akan berakhir, kita harus memusatkan diri untuk hidup dalam kekekalan.

IMAN KEPADA ALLAH DAPAT MENGUBAHKAN KRISIS
MENJADI SUATU PENGALAMAN YANG SANGAT BERHARGA

Sumber : Renungan Harian - Yayasan Gloria

0 comments:

Post a Comment