Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

19 September 2008

Stres? Bunuh Diri?

Bacaan : 2 Korintus 5: 11-21

Bulan April 2007 yang lalu kita dikejutkan dengan sebuah berita yang mendunia. Seorang mahasiswa dari Korea Selatan yang sedang studi di AS telah menembak mati tiga puluh tiga temannya di kampus Perguruan Tinggi tersebut dan setelah itu ia bunuh diri dengan menembak dirinya sendiri. Salah seorang korbannya adalah mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi S3 di sana.

Stres dan bunuh diri ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia akibat dari krisis ekonomi yang berkepanjangan sejak tahun 1998. Stres dan bunuh diri sudah menjadi “epidemi” dunia. Di sekitar kita banyak orang stres atau mungkin termasuk diri kita sendiri.

Ketika Nabi Elia stres karena diancam akan dibunuh Izebel, isteri raja Ahab, sang Nabi ini tidak mau makan dan mengurung diri di sebuah gua. Bahkan minta Tuhan agar mencabut nyawanya daripada tidak berguna. (ay.4). Tetapi Tuhan menolong dengan mengutus malaikat-Nya.

Stres dan niat untuk bunuh diri bisa terjadi pada siapa saja termasuk orang-orang percaya.

    - Nabi Elia disentuh oleh malaikat yang mendekatinya. Sentuhan hati dan jiwa menjadi obat bagi setiap orang yang sedang dalam pergumulan. Serahkan hatimu kepada Tuhan agar mengalami sentuhan-Nya.

    - Nabi Elia dkuatkan dengan makanan yang disediakan oleh malaikat. Sebuah gambaran bahwa dalam keadaan stress kita tidak boleh sama sekali “kosong” hidup kita. Beri kesempatan Tuhan Yesus tinggal di dalam hati kita

    - Nabi Elia akhirnya bisa bangun dan berjalan kembali untuk perjalanan yang jauh. Jangan sampai perjalanan kehidupan kita kehilangan visi dan mimpi-mimpi yang baik yang menjadi cita-cita kita.

ORANG YANG MEMBIARKAN TUBUHNYA DIKUASAI STRES SAMA DENGAN TIDAK MENGHARGAI DIRINYA ADALAH BAIT ROH KUDUS. BUNUH DIRI BUKAN CARA UNTUK MENYELESAIKAN MASALAH BAHKAN TIDAK MEMULIAKAN ALLAH.

Pdt. Andreas Gunawan Pr, STh.

0 comments:

Post a Comment