Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

16 May 2008

Nilai Rupa Allah

Bacaan : Kejadian 1:26,27; Matius 22:36-40

Belakangan ini di Jakarta, pemukulan tanpa ampun terhadap seorang pencuri sudah menjadi pemandangan biasa. Bahkan, pernah ada yang mengerikan; massa yang mengamuk membakar hidup-hidup si pencuri. Tak sedikit orang mengambil risiko itu dan mempermalukan diri sendiri demi mencukupi kebutuhan hidup. Memang, mencuri bukan tindakan yang benar. Namun, massa yang main hakim sendiri secara kejam juga tak dapat dibenarkan. Mereka tak lagi peduli bahwa orang yang mereka hakimi secara keji adalah ciptaan Tuhan.

Sejak mula manusia dicipta, Allah menyatakan, "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita ..." (Kejadian 1:26). Ini berarti bahwa setiap manusia -- siapa pun dia -- adalah gambaran Allah yang mulia. Lalu bila demikian, bagaimana seharusnya kita memperlakukan mereka? Bagaimana sikap anak Tuhan dalam dunia yang semakin tidak menghargai nilai seorang manusia? Firman Tuhan meminta hal yang sederhana; "Kasihilah sesamamu ... seperti dirimu sendiri" (Matius 22:39).

Sudahkah kita terus berusaha memperlakukan setiap orang sebagai gambar dan rupa Allah? Atau, apakah kita turut menindas ciptaan Allah di sekeliling kita; para pembantu, bawahan, orang miskin, dan sebagainya? Yesus bahkan mengajak kita untuk mengasihi musuh, karena mereka juga gambar dan rupa Allah. Bila kita pernah merendahkan gambar dan rupa Allah dalam diri orang lain, kiranya kita dengan rendah hati memohon ampun kepada Allah. Mari kita ubah sikap dan pikiran yang negatif saat memandang sesama. Kiranya Allah disenangkan saat manusia belajar saling mengasihi -BL

PERLAKUKAN SETIAP ORANG DENGAN KASIH YANG BESAR
UNTUK MENGHORMATI TUHAN, SANG PEMBERI HIDUP


SABDA.org

0 comments:

Post a Comment