Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

07 May 2008

Menguasai Diri

Bacaan : 1Korintus 9:24-27

Para prajurit yang tidak ingin menjadi jenderal, bukan prajurit yang baik. Atlet yang tidak ingin menjadi juara adalah atlet yang buruk," demikianlah bunyi salah satu tulisan penyemangat yang digantung di sebuah ruang pelatihan olahraga di Beijing, Cina. Untuk menyiapkan diri menghadapi pesta olahraga Olimpiade 2008 ini, para atlet Cina telah menjalani latihan keras sejak 6 tahun yang lalu. Selain itu, mereka punya sebuah lagu penyemangat yang berbunyi, "Laki-laki (berhati) baja tidak menangis. Kami mau menjadi pahlawan. Menjadi pemenang. Meraih emas!"

Bacaan kita hari ini juga berbicara tentang pertandingan. Paulus menulis bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi hanya ada satu yang mendapat hadiah. Jadi, Paulus menasihati kita agar menguasai diri dalam segala hal, bukan untuk mengejar hadiah yang sementara, melainkan mahkota yang abadi (ayat 25). Setiap anak Tuhan yang mau menjadi pemenang, tidak boleh berlari tanpa tujuan, tidak boleh menjadi petinju yang sembarangan memukul (ayat 26). Ini berarti, anak Tuhan jangan sampai hidup sembarangan, tanpa perencanaan, tanpa tujuan.

Apakah cita-cita Anda? Jawabannya bisa apa saja, terserah Anda. Namun, yang penting adalah merencanakan dan menyiapkan diri untuk meraih cita-cita Anda mulai dari sekarang. Nasihat Paulus di atas patut kita terapkan mulai hari ini, melalui beberapa langkah. Langkah pertama : kenalilah diri Anda. Langkah kedua : latihlah. Langkah selanjutnya : kuasailah! Mulailah melangkah dari langkah pertama! -CHA

BERMAINLAH SEBAIK-BAIKNYA
MAKA GOL AKAN TERCIPTA SENDIRI-PELE

SABDA.org

0 comments:

Post a Comment