Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

27 May 2008

Kenali Yang Benar

Nats : Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu (Yohanes 8:31,32)

Bacaan : Yohanes 8:30-36

Dalam bacaan kita hari ini, Yesus menyiratkan bahwa ada dua macam murid; yang benar-benar murid dan yang semu. Dalam era informatika global seperti sekarang ini, kita pasti akan dibanjiri oleh berbagai informasi dan pengajaran. Repotnya, jika tidak memiliki penyaring yang baik, kita dapat menjadi tong sampah. Padahal seharusnya setiap murid Tuhan mengutamakan air susu yang murni dan yang rohani, yang akan menjamin pertumbuhan iman dan membentenginya dari pengajaran-pengajaran yang menyesatkan (1 Petrus 2:2,3).

Kita belajar bahwa murid-murid di Galatia terlalu cepat berpaling dari Injil yang benar kepada "injil yang lain" (Galatia 1:6-10). Jadi, mari kita memerhatikan peringatan Paulus tersebut dengan saksama. Terlebih Rasul Paulus juga mengingatkan kita bahwa akan muncul pengajar-pengajar palsu, "serigala berbulu domba" yang menyusup ke dalam persekutuan orang-orang percaya. Parahnya, pengajar-pengajar palsu semacam itu bisa muncul dari antara kita sendiri (Kisah Para Rasul 20:29,30).

Betapa pentingnya bagi kita untuk mengadakan waktu khusus secara tetap dan teratur -- sebagaimana halnya kita harus makan setiap hari -- agar kita tetap sehat dan bertumbuh secara rohani. Hanya dengan semakin mengenal firman Tuhan secara benar, kita akan mudah membedakan yang palsu dari yang benar. Kita juga akan dimerdekakan sehingga kita tidak akan mudah diombang-ambingkan oleh berbagai macam angin pengajaran yang merupakan permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan (Efesus 4:14,15) -CC

KENALILAH YANG BENAR MAKA KITA AKAN MUDAH MENGHINDARI
YANG KELIRU DAN MENYESATKAN


SABDA.org

0 comments:

Post a Comment