Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

04 April 2008

Suara Guntur

“Bakarlah semak seperti yang Engkau lakukan untuk Musa, Tuhan, dan aku akan ikut Engkau. Runtuhkanlah dinding-dinding Yerikho, Tuhan dan aku akan bertempur. Redamkanlah badai seperti yang Kau lakukan di danau Galilea, Tuhan dan aku akan dengar.”

Demikian orang itu duduk di sebelah semak, dekat dengan dinding-dinding di tepi laut dan menanti Tuhan berbicara kepadanya.

Dan Tuhan mendengar orang itu, sehingga Tuhan menjawab. IA mengirim api, tidak untuk membakar semak, melainkan untuk gereja. IA meruntuhkan dinding-dinding, tidak yang dibuat dari batu, melainkan dari dosa. IA meredam sebuah badai, bukan di laut, melainkan dari jiwa.

Kemudian Tuhan menanti orang itu agar ia menjawab. Dan Ia menanti… Dan menanti… Dan menanti…

Namun, karena orang itu memperhatikan semak-semak, dan bukan hatinya; batu dan bukan kehidupannya, laut dan bukan jiwanya, maka orang itu mengambil kesimpulan bahwa Tuhan tidak melakukan apa-apa.

Akhirnya, ia memandang Tuhan dan bertanya, ”Apakah Engkau telah kehilangan kuat-kuasaMu?”

Dan Tuhan memandangnya dan berkata, ”Apakah kamu telah kehilangan pendengaranmu?”

“Hearing God through the Storm”
Max Lucado

0 comments:

Post a Comment