Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

02 February 2008

Setiap Pemberianku DikembalikanNya

Tahun ini aku berhenti untuk merenung pemberian apa yang kuingin letakkan di bawah kaki Raja Surgawi yang Maha Kudus yang dipaku di atas kayu salib. Ia telah memberikan kepadaku kehidupan dan berkat-berkat-Nya yang tak terhingga, namun sebaliknya aku tidak tahu memberikan sesuatu apa kepada-Nya yang layak.

Setiap kali aku memberikan sesuatu kepada-Nya, setiap kali Dia membalasnya dengan berlipat ganda. Aku memberikan kelemahanku, Ia memberikan kekuatan kepadaku untuk meyakinkan, bahwa ia senantiasa berada di sana untuk memegangku erat-erat.

Aku memberikan hidupku yang pecah berkeping-keping, Ia mem-perbarui hidupku.

Aku memberikan penderitaan dan patah hatiku yang membuatku cemas, Ia memberikan pengharapan dan kesukaan dan membuat tubuhku utuh kembali.

Aku memberikan kebimbangan dan ketakutanku akan segala sesuatu yang merintangi hidupku, Ia mengusirnya semua pergi.

Aku mempersembahkan kepadaNya suaraku yang lemah untuk memuji namaNya, Ia memenuhi hatiku dengan sebuah melodi yang kukenang seumur hidupku.

Aku persembahkan tangan-tanganku untuk melayani-Nya dan menolong mereka yang dalam kekurangan, Ia memberikan talenta untuk kugunakan semua alat-alat, agar aku dapat berhasil.

Aku persembahkan seluruh hidupku untuk menunjukkan terang-Nya dalam dunia yang gelap gulita, Ia telah memberiku suatu kesaksian yang indah untuk ikut mengalami Terangnya.

Untuk setiap pemberian yang kuberikan kepada-Nya, ia mengem-balikannya dengan berlipat ganda.


Beth Fisher

0 comments:

Post a Comment