* This post contains video and turn your speaker on.
Di sebuah kota kecil yang tenang dan indah, ada sepasang pria dan wanita yang saling mencintai. Mereka selalu bersama memandang matahari terbit di puncak gunung, bersama di pesisir pantai menghantar matahari senja.
Setiap orang yang bertemu dengan mereka tidak bisa tidak akan menghantar dengan pandangan kagum dan doa bahagia. Mereka saling mengasihi satu sama lain Namun pada suatu hari, malang sang lelaki mengalami luka berat akibat sebuah kecelakaan. Ia berbaring di atas ranjang pasien beberapa malam tidak sadarkan diri di rumah sakit.
Siang hari sang wanita menjaga di depan ranjang dan dengan tiada henti memanggil-manggil kekasih yang tidak sadar sedikitpun. Malamnya ia ke gereja kecil di kota tersebut dan tak lupa berdoa kepada Tuhan agar kekasihnya selamat.
Air matanya sendiri hampir kering karena menangis sepanjang hari. Seminggu telah berlalu, sang lelaki tetap pingsan tertidur seperti dulu, sedangkan si wanita telah berubah menjadi pucat pasi dan lesu tidak terkira, namun ia tetap dengan susah payah bertahan dan akhirnya pada suatu hari Tuhan terharu oleh keadaan wanita yang setia dan teguh itu, lalu Ia memutuskan memberikan kepada wanita itu sebuah pengecualian kepada dirinya.
Tuhan bertanya kepadanya, "Apakah kamu benar-benar bersedia menggunakan nyawamu sendiri untuk menukarnya?".
Si wanita tanpa ragu sedikitpun menjawab, "Ya".
Tuhan berkata, "Baiklah, Aku bisa segera membuat kekasihmu sembuh kembali, namun kamu harus berjanji menjelma menjadi kupu-kupu selama 3 tahun. Pertukaran seperti ini apakah kamu juga bersedia?".
Si wanita terharu setelah mendengarnya dan dengan jawaban yang pasti menjawab "saya bersedia!".
Hari telah terang. Si wanita telah menjadi seekor kupu-kupu yang indah. Ia mohon diri pada Tuhan lalu segera kembali ke rumah sakit. Hasilnya, lelaki itu benar-benar telah siuman bahkan ia sedang berbicara dengan seorang dokter. Namun sayang, ia tidak dapat mendengarnya sebab ia tak bisa masuk ke ruang itu. Dengan di sekati oleh kaca, ia hanya bisa memandang dari jauh kekasihnya sendiri. Beberapa hari kemudian, sang lelaki telah sembuh. Namun ia sama sekali tidak bahagia. Ia mencari keberadaan sang wanita pada setiap orang yang lewat, namun tidak ada yang tahu sebenarnya sang wanita telah pergi kemana.
Sang lelaki sepanjang hari tidak makan dan istirahat terus mencari. Ia begitu rindu kepadanya, begitu inginnya bertemu dengan sang kekasih, namun sang wanita yang telah berubah menjadi kupu-kupu bukankah setiap saat selalu berputar di sampingnya? hanya saja ia tidak bisa berteriak, tidak bisa memeluk. Ia hanya bisa memandangnya secara diam-diam.
Musim panas telah berakhir, angin musim gugur yang sejuk meniup jatuh daun pepohonan. Kupu-kupu mau tidak mau harus meninggalkan tempat tersebut lalu terakhir kali ia terbang dan hinggap di atas bahu sang lelaki. Ia bermaksud menggunakan sayapnya yang kecil halus membelai wajahnya, menggunakan mulutnya yang kecil lembut mencium keningnya.
Namun tubuhnya yang kecil dan lemah benar-benar tidak boleh di ketahui olehnya, sebuah gelombang suara tangisan yang sedih hanya dapat di dengar oleh kupu-kupu itu sendiri dan mau tidak mau dengan berat hati ia meninggalkan kekasihnya, terbang ke arah yang jauh dengan membawa harapan.
Dalam sekejap telah tiba musim semi yang kedua, sang kupu-kupu dengan tidak sabarnya segera terbang kembali mencari kekasihnya yang lama ditinggalkannya. Namun di samping bayangan yang tak asing lagi ternyata telah berdiri seorg wanita cantik. Dalam sekilas itu sang kupu-kupu nyaris jatuh dari angkasa. Ia benar-benar tidak percaya dengan pemandangan di depan matanya sendiri. Lebih tidak percaya lagi dengan omongan yang di bicarakan banyak orang. Orang-orang selalu menceritakan ketika hari natal, betapa parah sakit sang lelaki. Melukiskan betapa baik dan manisnya dokter wanita itu. Bahkan melukiskan betapa sudah sewajarnya percintaan mereka dan tentu saja juga melukiskan bahwa sang lelaki sudah bahagia seperti dulu kala. Sang kupu-kupu sangat sedih.
Beberapa hari berikutnya ia seringkali melihat kekasihnya sendiri membawa wanita itu ke gunung memandang matahari terbit, menghantar matahari senja di pesisir pantai. Segala yang pernah di milikinya dahulu dalam sekejap tokoh utamanya telah berganti seorg wanita lain sedangkan ia sendiri selain kadangkala bisa hinggap di atas bahunya, namun tidak dapat berbuat apa-apa.
Musim panas tahun ini sangat panjang, sang kupu-kupu setiap hari terbang rendah dengan tersiksa dan ia sudah tidak memiliki keberanian lagi untuk mendekati kekasihnya sendiri. Bisikan suara antara ia dengan wanita itu, ia dan suara tawa bahagianya sudah cukup membuat hembusan napas dirinya berakhir, karenanya sebelum musim panas berakhir, sang kupu-kupu telah terbang berlalu.
Bunga bersemi dan layu. Bunga layu dan bersemi lagi. Bagi seekor kupu-kupu waktu seolah-olah hanya menandakan semua ini. Musim panas pada tahun ketiga, sang kupu-kupu sudah tidak sering lagi pergi mengunjungi kekasihnya sendiri. Sang lelaki bekas kekasihnya itu mendekap perlahan bahu si wanita, mencium lembut wajah wanitanya sendiri. Sama sekali tidak punya waktu memperhatikan seekor kupu-kupu yang hancur hatinya apalagi mengingat masa lalu.
Tiga tahun perjanjian Tuhan dengan sang kupu-kupu sudah akan segera berakhir dan pada saat hari yang terakhir, kekasih si kupu-kupu melaksanakan pernikahan dengan wanita itu. Dalam kapel kecil telah dipenuhi orang-orang. Sang kupu-kupu secara diam-diam masuk ke dalam dan hinggap perlahan di atas pundak Tuhan.
Ia mendengarkan sang kekasih yang berada dibawah berikrar di hadapan Tuhan dengan mengatakan, "Saya bersedia menikah dengannya!". Ia memandangi sang kekasih memakaikan cincin ke tangan wanita itu, kemudian memandangi mereka berciuman dengan mesranya lalu mengalirlah air mata sedih sang kupu-kupu.
Dengan pedih hati Tuhan menarik napas, "Apakah kamu menyesal?".
Sang kupu-kupu mengeringkan air matanya, "Tidak".
Tuhan lalu berkata di sertai seberkas kegembiraan, "Besok kamu sudah dpt kembali mjd dirimu sendiri". Sang kupu-kupu menggeleng-gelengkan kepalanya, "Biarkanlah aku menjadi kupu-kupu seumur hidup".
ADA BEBERAPA KEHILANGAN MERUPAKAN TAKDIR. ADA BEBERAPA PERTEMUAN ADALAH YANG TIDAK AKAN BERAKHIR SELAMANYA. MENCINTAI SESEORANG TIDAK MESTI HARUS MEMILIKI, NAMUN MEMILIKI SESEORANG MAKA HARUS BAIK-BAIK MENCINTAINYA…
“Kapan kita harus memperkenalkan Allah kepada anak?”
Kerapkali kita menganggap anak masih terlalu kecil, sehingga belum perlu diajar tentang Allah. Alkitab tidak memberitahu secara detil, tetapi Alkitab berkali-kali mengingatkan orangtua untuk mengajarkan firman Tuhan kepada anak-anak. Lalu, bagaimana memperkenalkan Allah kepada anak? Mari pelajari cara Tuhan memperkenalkan diri kepada umat Israel.
1. Tuhan memeakai peraturan untuk memperkenalkan kekudusan-Nya
Dari banyak pohon yang boleh dimakan buahnya di Eden, ada satu pohon yang tidak boleh dimakan buahnya. Mengapa? Karena peraturan mengenai pohon itu membuat manusia mengenal arti ketaatan dan kekudusan Allah.
Tuhan banyak memberi peraturan kepada manusia, supaya manusia mengenal sifat Allah yang kudus. Kita pun perlu memperkenalkan peraturan kepada anak. Misalnya, sejak kecil mereka diberi peraturan keluarga; boleh menonton televisi pada waktu tertentu dengan siaran tertentu, sehabis bermain harus merapikan mainan, hari Minggu harus ke gereja, dan lain-lain. Selain membentuk pola berkeluarga yang baik, peraturan diberi untuk memperkenalkan kekudusan dan otoritas Allah.
Suatu hari saya mengajarkan suatu semboyan kepada anak saya : “Taat Itu Indah”. Ketika itu saya menyuruhnya tidur siang. Setelah dibujuk akhirnya ia taat. Atas ketaatannya, saya ijinkan ia tidur lebih malam. Kebetulan ayahnya baru pulang dari jauh dan membawa mainan. Jadi, ia punya sedikit waktu untuk bermain dengan mainan barunya. Maka, saya mengingatkannya pada semboyan “Taat Itu Indah”. Kalau saja ia tidak taat, tentu ia tidak menikmati waktu bermain dengan ayahnya. Dan ia belajar konsep “persekutuan dalam ketaatan” dan “perseteruan dalam ketidaktaatan atau dosa”. Ini merupakan konsep dasar kekudusan Allah.
2. Tuhan memakai alat peraga untuk memperkenalkan kasih dan rencana-Nya
Tuhan memberi Adam dan Hawa baju dari kulit binatang untuk mengganti baji dari dedaunan. Alat peraga “kulit binatang” lebih mudah diingat dan dimengerti sebagai ungkapan kasih Allah yang melukiskan pengorbanan Yesus sebagai Anak Domba Allah.
Suatu kali, hujan begitu deras. Anak saya menangis ketakutan karena takut hujan deras itu akan menjadi banjir seperti di zaman Nuh. Saya bersyukur Tuhan memberi pelangi sebagai alat peraga untuk Nuh, juga untuk anak saya. Saya pun menenangkannya, “Tim, kamu ingat pelangi yang Tuhan berikan pada Nuh? Disitu Tuhan berjanji tidak akan memberi banjir sehebat itu lagi. Percayalah, hujan ini pasti reda dan akan ada pelangi.” Dari situ, anak saya belajar tentang janji dan kasih Tuhan.
3. Tuhan memperkenalkan diri melalui sejarah.
Untuk memperkenalkan diri, Tuhan memakai banyak peristiwa dalam sejarah bangsa Israel. Tuhan memilih Abraham dan membawanya ke Kanaan. Memakai Yusuf untuk membawa keluarganya ke Mesir. Memilih Musa untuk membawa orang Israel kembali ke Kanaan. Memilih Daud dan menyampaikan janji tentang Mesias. Dan seterusnya. Tuhan menunjukkan bahwa Dia Allah yang tidak berubah dalam sejarah. Ulangan 6:6-9 adalah amanat agung bagi semua orangtua untuk mempercakapkan berulang-ulang karya keselamatan Allah, sejak dunia dicipta hingga kini.
Kita pun dapat memakai sejarah keluarga kita untuk memperkenalkan Tuhan kepada anak. Bukankah Tuhan juga banyak menyatakan diri dalam keluarga kita? Dengan mencatat peristiwa penting dalam keluarga, menyusun foto, membuat catatan harian, kita menolong anak belajar tentang kasih Tuhan. Saya punya jurnal khusus tengtang anak-anak saya. Sejak dalam harapan, menjadi janin, lahir, dan bertumbuh, semua saya catat. Saat besar nanti, ia akan melihat besarnya perbuatan Tuhan baginya.
Juga dengan menceritakan perjalanan iman keluarga kita. Bagaimana kita bertobat, bagaimana Tuhan menolong dan menjawab doa-doa kita,
4. Tuhan memperkenalkan diri melalui narasi
Tuhan juga mengajarkan kebenaran melalui perumpamaan. Seorang anak membutuhkan cerita-cerita yang kontekstual dengan hidupnya untuk mengerti prinsip kebenaran dengan lebih mudah. Kepada murid-murid-Nya, Tuhan memberi banyak cerita meski mereka belum mengerti sepenuhnya arti cerita tersebut, sampai pencurahan Roh Kudus.
Anak-anakk belum dapat memahami banyak hal tentang Tuhan. Namun, mereka dapat menyimpan kebenaran mengenai Allah, melalui cerita Alkitab yang kita sampaikan secara rutin setiap hari. Cerita punya kekuatan besar. Pada waktunya, cerita-cerita itu terhubung dengan segala konsep yang tertanam oleh pertolongan Roh Kudus. Maka, anak akan memahami cerita itu dan relevansinya dengan hidup mereka.
Ketika menceritakan kitab Raja-raja kepada anak saya, saya pikir ia akan bosan. Kisah-kisahnya hampir sama. Raja yang menyembah berhala, dihukum Tuhan. Raja yang menhingkirkan berhala, menyenangkan Tuhan. Ternyata itu melekat di pikiran mereka. Ketika saya menjelaskan tentang film serta mainan yang “tidak sehat”, ia lebih mudah menangkap karena sudah tahu konsep “mendukakan dan menyukakan Tuhan”.
Kisah perjalanan bangsa Israel dipada gurun adalah kisah yang sangat kuat. Melalui kisah-kisah itu, anak-anak belajar mengenal atribut Allah Yang Mahakudus, Mahategas, tetapi juga Mahamurah dan penuh kasih karunia kepada umat pilihan-Nya. Selain itu, anak-anak belajar tidak mengeluh dan menuntut, melainkan TAAT dan PERCAYA. Kisah ini bukan hanya saya sampaikan ketika saat teduh, melainkan juga dalam aktivitas sehari-hari, sebelum tidur, saat makan, dalam setiap kesempatan.
5. Tuhan memperkenalkan diri melalui Amsal dan Mazmur
Tuhan adalah pakar pendidikan yang hebat. Dia tahu metode terbaik untuk melekatkan kebenaran dalam pikiran. Amsal dan Mazmur adalah metode paling jitu dalam memorisasi. Anak-anak juga membutuhkan Amsal dan Mazmur. Banyak kebenaran penting dapat diingat melalui sajak dan lagu rohani. Jadi, sangat perlu kita mengajarkannya. Memperkenalkan musik dan pujian adalah cari paling murah untuk memperkenalkan Allah kepada anak segala usia, termasuk janin dalam kandungan. Tuhan mencipta manusia sebagai makhluk musikal, sehingga bayi pun dapat bereaksi terhadap musik.
Nama anak kedua saya adalah Tadeus (dari kata Thaddaeus : penuh pujian bagi Allah). Ketika baru lahir, ia selalu menangis menjelang senja. Tak ada yang dapat menenangkannya selain musik. Demikian juga saat ia marah, gelisah, atau sakit. Rumah saya pun “penuh musik”. Dan heran, seorang bayi bisa serius memperhatikan setiap nada yang ia dengar, kemudian tertidur tenang. Dalam buku Teach the Child to Read dikatakan bahwa seorang bayi yang selalu dibacakan cerita oleh ibunya, akan selalu berharap dibacakan buku. Bukan karena ceritanya, tetapi karena ia senang mendengar nada suara ibunya. Jadi, membacakan Mazmur kepada bayi juga merupakan kebiasaan yang baik. Sekarang, saat sudah berusia 9 tahun, Tadeus tetap suka dibacakan buku bahkan Alkitab bahasa Yunani (walau tidak mengerti). Ia pun mulai mengarang lagu pujian kepada Allah. Ia bertumbuh menjadi anak yang sangat mudah memuji Tuhan.
6. Tuhan memperkenalkan diri melalui manusia
Tuhan mengenal kebutuhan manusia akan hal konkret. Jadi, Dia mengutus para nabi, memilih bangsa Israel, dan akhirnya hadir dalam diri Yesus Kristus. Anak-anak pun perlu contoh konkret sifat Allah, dari manusia yang dapat dilihatnya. Dan, manusia yang paling dekat dengan anak adalah orangtua. Hubungan anak dengan orangtua sangat memengaruhi konsepnya tentang Allah. Ada orang yang terus merasa bersalah karena waktu kecil selalu dihukum. Maka, ia mengenal Allah sebagai Allah yang kudus, tapi diktator. Contohnya, Martin Luther. Ia butuh pergumulan panjang untuk memahami anugerah keselamatan Allah. Perlakuan ayah dan gurunya yang keras membuatnya berpikir dosanya tak dapat diampuni. Hanya oleh anugerah Tuhan dan pencerahan Roh Kudus, ia mulai mengerti anugerah dan kasih Allah melalui pembacaan surat Roma.
Banyak orangtua ingin membuat anak mereka taat dengan berkata : “Nanti Tuhan marah kalau kami begini!” Tanpa disadari, orangtua memakai nama Tuhan untuk kepentingan sendiri dan merusak konsep anak tentang Allah. Bukankah Allah tidak akan marah kalay anak kita tidak mau makan, memukul adik karena iri hati, atau merebut mainan yang ia sukai? Dia sangat mengerti pergumulan anak-anak. Di lain pihak, kita perlu hati-hati mewakili sifat Tuhan ketika mendidik anak.
Ternyata tak ada batas waktu kapan memperkenalkan Tuhan kepada anak. Kita dapat memperkenalkan Tuhan dengan cara sederhana dan mudah dimengerti anak, bahkan sejak mereka masih sangat muda!
Sumber : Renungan Harian Edisi Oktober 2009
Sebentar lagi, Panurata mau ulang tahun. Jerawati bingung mau memberi hadiah istimewa untuk Panurata.
“Duh duh, siang-siang begini kok sudah melamun, Neng!”, tanya Panurata memecah kesunyian siang itu, lewat depan rumahnya. Jerawati sedang duduk di teras sambil memegang buku. “Yeee...ngapain usil banget sih, aku mau melamun atau tidak, emang penting buatmu?”, sahut Jerawati dengan bibirnya yang merah plus manyun.
“Kesempatan nih”, batin Panurata, "Yeee… dikomentari begitu sudah marah nih yeee… Omong-omong nih, aku duduk sini ya, boleh kan?”, rayu Panurata.
Jerawati cuma menjawab, “Ehmmm… emang aku buka kantor perizinan duduk apa, kok tanya boleh apa nggak! Kamu mau duduk di kursi ya silakan, mau berdiri juga terserah, mau melantai, terima kasih, aku jadi nggak susah ngepel lagi!”
Panurata langsung tertawa ngikik."Ha ha ha ha ha......ternyata ternyata...dirimu juthek begitu masih sempet melawak ya....Thanks ya...aku duduk di lantai aja deh...!!"
Kata Jerawati, "Bagus gitu dong, sekali kali gitu, pria duduk di bawah, perempuan duduk di atas!!"
Panurata menimpali, "Itu namanya balas dendam, iya kan..emang penting ya duduk di atas atau di lantai?"
Jerawati mulai esmosi, "Yeee...ya pentinglah.. .biar jelas identitasnya. ..duduk di atas itu orang terhormat, duduk di lantai itu orang terhormat juga...tapi. ..!!"
Panurata dengan tenangnya menyahut, "Yeee...ikut ikutan nih buat kalimat nggak selesai...! Tapi apa coba....Duduk di lantai itu terhormat..tapi lebih terhormat orang yang duduk di atas gitu kan maksudnya... ?"
Sambil tersenyum Jerawati mengiyakan, "Nah tuh dah tahu.....tanya lagi...! Huuu...jadi sadar diri dong, kalau dirimu itu lebih rendah daripada diriku!"
Panurata lalu kelihatan cemberut, "Jeng, tega nian....dirimu bilang begitu? Apakah kata kata itu keluar dari hatimu sejujurnya?"
Jerawati terdiam mendengarkan pertanyaan gugatan Panurata, batinnya, "Aku sebenarnya tidak mau mengatakan begitu, tapi rasanya kalau nggak mengatakan diriku lebih tinggi statusku, dia kurang ajar!"
Panurata lalu melanjutkan, "Jeng, kalau memang kata kata itu benar dari hati kecilmu, aku hanya bisa bilang, terima kasih atas kejujuranmu!"
Jerawati hanya terdiam mendengarkan kata kata Panurata. Jerawati mulai gelisah, "Aku tidak sebenarnya tidak berniat untuk sekejam itu merendahkan Panurata, tapi kenapa aku tidak bisa mengatasi ini!"
Panurata terdiam, merasa diri tidak berharga lagi di depan Jerawati. Panurata lalu pamit pulang.. "Jeng, aku pulang ya...!" Jerawati berdiri tanpa kata, hanya menganggukkan kepala, saat Panurata pulang, dan membiarkan Panurata pulang tanpa di antar sampai pintu gerbang. Saat itu jam sudah menunjukkan jam 20.00.
Sekitar jam 22.00, Judesanti menelpon Jerawati, "Jeng, apa kabar?" Jerawati kaget setengah mati, dikira Panurata yang telp. "Tumben, telp aku! katanya!" Judesanti pun menyahut, "Aku pingin nge-check nih, ringtoneku sudah bisa online apa belum. Coba ya kamu telp ke HPku, nanti dengerin ya ringtonenya. .bagus lho..Jerawati penuh semangat check ringtone HP Judesanti. Jerawati semangat karena dia selalu bersaing dengan Judesanti soal ringtone itu. Jari jempol kanan Jerawati langsung pencet "keypad" HP Nokianya. Tidak lama kemudian terdengarlah ringtone, "Kasih pasti lemah lembut Kasih pasti memaafkan, Kasih pasti murah hati, Kasih-Mu, kasih-Mu Tuhan"
Tidak lama kemudian, Jerawati kaget namun juga terharu, "Dhuuuh....nyesel aku...sudah melukai hati sahabatku, Panurata!"
Tanpa terasa air matanya pun mengalir di pipinya. Judesanti telp lagi, "Gimana, bagus kan?"
Jerawati menjawab sambil terbata bata, "Iya bagus, Neng! Makasih banyak ya...!"
Judesanti heran, "Lhoh kok, jadi menangis, kenapa?"
Jawab Jerawati, "Iya aku terharu, ringtonemu pas banget mengingatkan aku! Aku lagi ada masalah! Mungkin ringtone ini bisa jadi jawabannya!"
Judesanti lalu menggoda, "Ehemmm, habis bertengkar ya?”
Sahut Jerawati, "Iya sih, makasih ya, aku mau minta maaf ama seseorang!"
Judesanti malah penasaran, "Aduh seseorang, someone special ya?"
Jerawati lalu mulai senyum, "Iya"
Judesanti lalu menimpali, "Uhuy, boleh dong, tapi martabak special, pakai telur n daging cincang atau?"
Jerawati, "Ah ada ada saja, someone special kok disamakan martabak special, ehmm… Thanks ya, San!"
Judesanti pun memaklumi, "Iya deh, selamat ya!"
Jerawati pun pamitan, "Iya sama sama, San, bye!!"
Esok pagi pagi, menjelang hari Rabu, tidak biasanya Jerawati pergi ke toko, sekitar jam 8 mampir sebentar di rumah Panurata. "Thok thok thok...!!"
Jerawati mengetuk pintu. "Iya, sebentar.." teriak Panurata dari dalam rumah. Jerawati langsung menyapa saat pintu dibuka, "Mas, sehat kan?" Panurata masih terkejut, "Iya ya aku sehat, kenapa kok tumben, Jeng. Ada apa? Bukankah aku ini orang rendahan, Jeng kan orang yang tinggi statusnya, nggak pantes kan ke sini. Akang yang mestinya ke rumah Jeng!"
Jerawati tersenyum, "Iya, aku mau mencabut kata kata itu kemarin, aku salah, sudah melukai hatimu dan merendahkan dirimu. Aku mau minta maaf pagi ini. Boleh kan?"
Panurata masih terperangah, "Iya Jeng, Akang memaafkan. Makasih banyak ya!"
Jerawati lalu menyahut, "Iya mulai sekarang, aku tidak akan lagi menganggapmu rendah, Akang tetap sama sederajat denganku! Semalam aku dengar ringtone bagus, seperti ini, (sambil Jerawati menyanyi), " Kasih pasti lemah lembut Kasih pasti memaafkan, Kasih pasti murah hati, Kasih-Mu, kasih-Mu Tuhan"
Panurata tak kuasa menahan rasa harunya juga, "Iya Jeng, makasih ya, suaramu bagus!"
Jerawati menimpali, "Hari ini, hari ulang tahunmu kan?" Panurata menganggukkan kepala, "Iya, dan kehadiranmu menjadi hadiah yang terindah dan mengejutkan buatku di pagi ini!"
Jerawati tersipu malu malu, sambil menepuk bahu dan menyalami tangan Panurata, Jerawati berucap, "Selamat ulang tahun ya Mas! Syukurlah kehadiranku menjadi hadiah untukmu."
Panurata lalu membalas, "Iya makasih ya Jeng, makasih banyak, hatiku jadi tenang, karena apa adanya diriku akhirnya kamu mau menerima"
Jerawatipun berujar, "Iya Mas, sama sama! Aku tidak akan mengulangi lagi kok, juga pada orang lain!"
Panurata lalu menyahut lagi, "Jeng, tapi boleh nggak aku minta satu lagi hadiah?"
Dengan senyum, Jerawati menyahut, "Iya boleh, pastinya gitu! Mau minta hadiah apa lagii?"
Dengan gaya tenang, dan sok bijak, menawar, "Boleh nggak kalau dirimu penting buatku?"
Jerawati lalu membalas, "Iya boleh, dong, kamu penting buatku, tapi kalau suatu saat aku tidak penting buatmu, jangan memaksakan dirimu ya!”
Panurata berujar, "Aku tetap memperlakukan dirimu penting buatku, biar aku bisa tetap minta dimasakin rujak cingur he he he!"
Jerawati mengiyakan, "Ehmm begitu, boleh boleh, aku siap deh masakin buat tetangga istimewa tapi jangan lupa ya honornya…!"
Panurata pun tersenyum, "Iya boleh, honor gratis apa honor uang neh?"
Sahut Jerawati, "Maksud loe???"
Jam sudah menunjukkan jam 9.30 pagi. Jerawati lalu pamit untuk pergi ke toko, "Okey deh, aku pulang dulu ya, makasih banyak!"
Panurata pun menyahut, "Sama sama Jeng, jangan kapok ya main lagi"
Jerawati diantar Panurata ke depan pintu gerbang halaman rumahnya! Panurata pun tersenyum lega, batinnya "Untung ada Judesanti dan ada ringtone Kasih itu Judesanti itu galak tapi ternyata malah tanpa disengaja bisa mencairkan kebekuanku dengan Jerawati. Coba kalau nggak ada Judesanti ya”
Panurata lalu pergi beres-beres rumah, karena hari ini ada banyak teman temannya mau datang untuk merayakan ulang tahunnya.
Aku lahir dari perut ibu..
Bila dahaga, yang susukan aku… Ibu
Bila lapar, yang menyuapi aku… Ibu
Bila sendirian, yang selalu di sampingku… Ibu
Kata ibu, perkataan pertama yang aku sebut… Ibu
Bila bangun tidur, aku cari… Ibu
Bila nangis, orang pertama yang datang… Ibu
Bila ingin bermanja, aku dekati… Ibu
Bila ingin bersandar, aku duduk sebelah… Ibu
Bila sedih, yang dapat menghiburku hanya… Ibu
Bila nakal, yang memarahi aku… Ibu
Bila merajuk, yang membujukku cuma… Ibu
Bila melakukan kesalahan, yang paling cepat marah… Ibu
Bila takut, yang menenangkan aku… Ibu
Bila ingin peluk, yang aku suka peluk… Ibu
Aku selalu teringatkan… Ibu
Bila sedih, aku mesti telepon… Ibu
Bila senang, orang pertama aku ingin beritahu… Ibu
Bila marah, aku suka meluahkannya pada… Ibu
Bila takut, aku selalu panggil… "Ibuuuuu!"
Bila sakit, orang paling risau adalah… Ibu
Bila aku ingin bepergian, orang paling sibuk juga… Ibu
Bila buat masalah, yang lebih dulu memarahi aku… Ibu
Bila aku ada masalah, yang paling risau… Ibu
Yang masih peluk dan cium aku sampai hari ni… Ibu
Yang selalu masak makanan kegemaranku… Ibu
Kalau pulang ke kampung, yang selalu memberi bekal… Ibu
Yang selalu menyimpan dan merapihkan barang-barang aku… Ibu
Yang selalu berkirim surat dengan aku… Ibu
Yang selalu memuji aku… Ibu
Yang selalu menasihati aku… Ibu
Bila ingin menikah. Orang pertama aku datangi dan minta persetujuan… Ibu
Aku ada pasangan hidup sendiri....
Bila senang, aku cari… pasanganku
Bila sedih, aku cari… Ibu
Bila mendapat keberhasilan, aku ceritakan pada… pasanganku
Bila gagal, aku ceritakan pada… Ibu
Bila bahagia, aku peluk erat… pasanganku
Bila berduka, aku peluk erat… Ibuku
Bila ingin berlibur, aku bawa… pasanganku
Bila sibuk, aku antar anak ke rumah… Ibu
Bila sambut valentine.. Aku beri hadiah pada pasanganku
Bila sambut hari ibu...aku cuma dapat ucapkan "Selamat Hari Ibu"
Selalu.. aku ingat pasanganku
Selalu... ibu ingat aku
Setiap saat... aku akan telepon pasanganku
Entah kapan... aku ingin telepon ibu
Selalu... aku belikan hadiah untuk pasanganku
Entah kapan... aku ingin belikan hadiah untuk ibu
Renungkan:
“Kalau kau sudah selesai berkerja.... masih ingatkah kau pada ibu? Tidak banyak yang ibu inginkan... hanya dengan menyapa ibupun cukuplah”.
Berderai air mata jika kita mendengarnya. Tapi kalau ibu sudah tiada… “IBUUUU… RINDU IBU… RINDU SEKALI…”
Berapa banyak yang sanggup menyuapi ibunya....
Berapa banyak yang sanggup mencuci muntah ibunya.....
Berapa banyak yang sanggup menggantikan alas tidur ibunya.....
Berapa banyak yang sanggup membersihkan najis ibunya...... .
Berapa banyak yang sanggup berhenti kerja untuk menjaga ibunya.....
dan akhir sekali berapa banyak yang mendoakan Ibu nya......
I love you, Mom!
Kisah seorang istri dari pasangan muda yang baru hidup bersama 1 tahun. Suatu malam, ketika sang suami sudah tertidur lelap disampingnya, sang istri masih terjaga. Ditatapnya wajah suaminya, dan sang istri hanya bisa menggerutu dalam hati, melihat sosok si suami yang sebenarnya jauh dari idaman. Apalagi ketika sang suami mulai mendengkur cukup keras. Akhirnya dia menutup wajah dengan bantal dan mencoba tidur dengan segala kegalauan hati.
Namun belum lama terlelap dengan nyenyak, sang istri harus terbangun, karena kaki sang suami menyenggol kakinya. Memang seringkali sang suami banyak gerak tidurnya, dan ini yang kesekiankalinya terjadi kejadian yang sama. Sang istri pun kaget, dan tanpa sadar untuk pertama kalinya agak membentak pada sang suami. Sang suami pun terbangun dan langsung meminta maaf.
Dengan sabarnya membujuk Sang istri untuk tenang. Setelah beberapa saat, akhirnya sang istri mulai mereda emosinya, kemudian dia bertanya untuk sebuah pertanyaan yang akhir-akhir ini mengganjal dalam fikirnya, “MENGAPA KAU MENIKAHIKU, MAS?”
Sang suamipun menghela nafas, tersenyum dan menjawab, “Sebetulnya, memang kamu bukan wanita tipe idamanku, sayangku... tapi dari sekian waktu yang telah kita lewati bersama dulu, aku telah memilih untuk menjadikanmu pasangan hidup. Yang akan selalu kuperhatikan, kusayangi , dan kucintai untuk selamanya. Aku sadar, kalau aku selalu mencari sosok idaman, mungkin akan kudapatkan, tapi mungkin juga aku hanya akan selalu mencari dan mencarinya hingga Tuhan memanggilku, karena bisa jadi aku takkan pernah punya kesempatan bertemu dengan sosok idamanku itu atau malah dia akan menghindar untuk mencari idamannya juga. Jadi, kapan waktuku untuk membina keluarga?? Untuk menyayangi dan disayangi seseorang?”
Terhenyak sang istri mendengarnya, suatu penjelasan yang sederhana dan jauh dari egois. Sang istri tiba-tiba merasa sangat bersyukur telah “diberi kesempatan” untuk berkeluarga dan rasa cinta pada sang suami yang sempat ia pertanyakan sendiri, tiba-tiba tumbuh begitu dahsyat disertai sebuah kekaguman yang luar biasa. hingga air mata haru pun tak terasa menetes.
Mulai saat itu, tak pernah lagi sang istri mengingat-ingat sosok idamannya, sosok itu telah dia kubur dalam-dalam, dan dia mulai dapat menerima suaminya dengan segala kekurangan yang ada dan rasa syukur pun menjadi pengingat senyumnya di setiap waktu.
“Pasangan hidup kita adalah memang yang terbaik. Tak perlu menghabiskan waktu dan energi untuk selalu memikirkan kekurangannya yang ada, karena tidak akan pernah kau dapatkan pasangan yang SEMPURNA sesuai dengan keinginanmu. Bila ingin suatu cinta lebih indah, bahagia dan abadi, berikan hatimu, untuk mengisi yang kurang dan mengurangi yang berlebihan atas apa yang ada pada diri kalian berdua.."
Berikan juga waktumu untuk pasanganmu ...
Agar pasanganmu merasakan bahwa kamu selalu ada untuknya.
Good luck friends.
Gadis Cilik yang Berani Memohon Ketika Amy Hagadorn berjalan melewati sebuah sudut di lorong dekat kelasnya, ia berpapasan dengan seorang anak laki-laki jangkung siswa kelas lima yang berlari dari arah berlawanan.
"Pakai matamu, Bodoh," maki anak laki-laki itu, setelah berhasil berkelit dari murid kelas tiga bertubuh kecil yang hampir ditabraknya. Kemudian, dengan mimik mengejek, anak laki-laki itu memegang kaki kanannya dan berjalan menirukan cara berjalan Amy yang pincang. Amy memejamkan matanya beberapa saat. Abaikan saja dia, katanya dalam hati sambil berjalan lagi menuju ke kelasnya. Akan tetapi, sampai jam pelajaran terakhir hari itu Amy masih memikirkan ejekan anak laki-laki jangkung itu. Dan, ia bukan satu-satunya orang yang mengganggunya.
Sejak Amy mulai duduk di kelas tiga, ada saja anak yang mengganggunya setiap hari, mengejek cara bicaranya atau cara berjalannya. Kadang-kadang, walaupun di dalam kelas yang penuh dengan anak-anak, ejekan-ejekan itu membuatnya merasa sendirian. Di meja makan malam itu, Amy tidak bicara. Karena tahu ada yang tidak beres di sekolah, Patti Hagadorn dengan senang hati berbagi kabar menggembirakan dengan putrinya.
"Di sebuah stasion radio ada lomba membuat permohonan Natal," kata sang ibu. "Coba tulis surat kepada Santa Klaus, siapa tahu kau memenangkan hadiahnya. Kupikir setiap anak yang mempunyai rambut pirang bergelombang di meja ini harus ikut."
Amy tertawa, lalu ia mengambil pensil dan kertas. "Dear Santa Klaus," tulisnya sebagai pembuka. Ketika Amy sedang asyik membuat suratnya yang paling baik, semua anggota keluarga mencoba menebak permohonannya kepada Santa Klaus. Adik Amy, Jamie, dan ibunya sama-sama menebak bahwa yang paling mungkin diminta oleh Amy adalah boneka Barbie setinggi satu meter. Ayah Amy menebak bahwa putrinya meminta sebuah buku bergambar. Akan tetapi, Amy tidak bersedia mengungkapkan permohonan Natal-nya yang rahasia.
Di stasiun radio WJLT di Fort Wayne, Indiana, suat-surat yang datang untuk mengikuti lomba Permohonan Natal tumpah seperti air bah. Para karyawan stasiun radio dengan senang hati membaca bermacam-macam hadiah yang diinginkan oleh anak-anak laki-laki dan perempuan dari seluruh kota untuk perayaan Natal. Ketika surat Amy tiba di stasium radio itu, manajer Lee Tobin membacanya dengan cermat.
"Santa Klaus yang Baik, Nama saya Amy. Saya berusia sembilan tahun. Saya mempunyai masalah di sekolah. Dapatkah Anda menolong saya, Santa? Anak-anak menertawakan saya karena cara berjalan saya, cara berlari saya, dan cara bicara saya. Saya menderita cerebral palsy. Saya hanya meminta satu hari saja yang dapat saya lewati tanpa ada orang menertawai atau mengejek saya. Sayang selalu, Amy.”
Hati Lee terasa nyeri ketika membaca surat itu: Ia tahu cerebral palsy adalah kelainan otot yang tampak aneh bagi teman-teman sekolah Amy. Menurutnya ada baiknya bila semua orang di Fort Wayne mendengar tentang gadis cilik dengan permohonan Natalnya yang tidak lazim. Pak Tobin menelepon sebuat koran setempat. Keesokan harinya, foto Amy dan suratnya kepada Santa mengisi halaman depan The News Sentinel. Kisah itu menyebar dengan cepat. Surat kabar, stasiun radio, dan televisi di seluruh negeri memberitakan kisah gadis cilik di Fort Wayne, Indiana, yang hanya mengajukan sebuah permohonan sederhana, namun baginya merupakan hadiah Natal paling istimewa-satu hari tanpa ejekan. Tiba-tiba, tukang pos menjadi langganan di rumah keluarga Hagadorn. Amplop berbagai ukuran yang dialamatkan kepada Amy datang setiap hari dari anak-anak dan orang dewasa dari seluruh negeri, berisi kartu-kartu ucapan selamat berlibur dan kata-kata penghiburan.
Selama masa Natal yang sibuk itu, lebih dari dua ribu orang dari seluruh dunia mengirimkan surat persahabatan dan dukungan kepada Amy. Sebagian penulis surat itu cacat; sebagian pernah menjadi sasaran ejekan ketika kanak-kanak, tetapi tiap penulis mempunyai sebuah pesan khusus bagi Amy. Lewat kartu-kartu dan surat-surat dari orang-orang asing itu, Amy merasakan sebuah dunia penuh dengan orang-orang yang betul-betul saling peduli. Ia sadar tidak ada ejekan dalam bentuk apa pun yang akan pernah membuatnya merasa kesepian. Banyak orang berterima kasih kepada Amy atas keberaniannya mengungkapkan isi hati. Yang lain mendorongnya bertahan terhadap ejekan-ejekan dan tetap tampil dengan tengadah.
Lynn, seorang siswi kelas enam dari Texas, mengirim pesan sebagai berikut: Aku senang menjadi temanmu, dan bila kau mau mengunjungi aku, kita dapat bersenang-senang. Tidak seorang pun akan mengejek kita, karena kalau mereka demikian, kita tidak usah mendengarkan. Permohonan Amy untuk menikmati satu hari khusus tanpa ada yang mengganggu terpenuhi di sekolahnya, South Wayne Elementary School. Selain itu, setiap orang di sekolah memberikan sebuah bonus tambahan. Guru dan murid berdiskusi tentang bagaimana perasaan orang yang diejek. Tahun itu, walikota Fort Wayne secara resmi menyatakan 21 Desember sebagai Hari Amy Jo Hagadorn untuk seluruh kota. Walikota menerangkan bahwa dengan keberanian mengajukan permohonan seperti itu, Amy mengajarkan sebuah pelajaran universal. "Siapa pun," kata walikota, "ingin dan berhak diperlakukan dengan hormat, bermartabat, dan hangat."
Aming baru saja mengikuti perayaan Natal di kantornya.Sebagai pesan Natal, Aming diingatkan untuk hiduppasrah dan berserah diri kepada Yang Maha Esa. Dalamkisah Natal itu diceritakan mengenai zaman dimanaYesus baru dilahirkan, dan raja yang berkuasa saat itu: Raja Herodes - yang memang terkenal kejam – geram mendengar kelahiran 'Raja di atas segala Raja' yang memang sudah dinubuatkan dan memerintahkan untuk membunuh semua anak yang berumur 2 tahun.
Ditanyakan, “Apakah kita akan marah dan goyah imannya jika kita adalah salah satu dari orang tua yang masuk dalam daftar pembantaian itu?”
Sang pendeta, bertanya 3 hal, "Tahukah Tuhan bahwa peristiwa kejam ini akan terjadi?", "Mampukah Tuhan mencegah hal ini terjadi?" dan yang terakhir, "Baikkah Tuhan kepada UmatNya?".
Inti dari berita Natal yang didapat Aming adalah sebagai manusia kita seringkali mengedepankan kemauan kita di atas yang lain, sehingga kita kurang pasrah dan menerima jika ada kejadian buruk yang menimpa kita.
Sepulangnya di rumah, dengan semangat Aming ingin berbagi cerita ini kepada istrinya yang tercinta. "Kenapa Malaikat Tuhan tidak mampir sebentar memperingati orang tua yang memiliki anak berumur <2 tahun, padahal Malaikat Tuhan memperingati Jusuf, Maria dan orang-orang Majus"
"Iya, padahal kan bisa saja dia sambil lewat kasih tau yang lain yah Ming?", kata istrinya setuju.
"Kalau begitu, kamu akan marah tidak jika seandainya hal ini menimpa kita?"
"Ya maraahh dong!!!"
"Nah, inilah say, padahal menurut kamu Tuhan tahu tidak hal ini akan terjadi?", tanya Aming
"Ya tahu dong, malah sudah ada nubuatnya ratusan tahun sebelum kejadian ini ada"
"Tuhan sanggup gak kalau misalnya dia mencegah hal ini terjadi?"
"Harusnya sanggup, orang nabi Nuh saja bisa diselamatkan dengan cara yang ajaib"
"Tuhan baik gak sama kita?"
"Baik, buktinya bunga di taman saja di berikan baju dengan warna yang cerah, apalagi kita?"
"Lalu kenapa Tuhan membiarkan ini terjadi kepada orang tua yang anaknya dibunuh?", tanya Aming sambil mengharapkan istrinya yang tercinta tidak bisa menjawab.
"Yaa...."
"Kamu tahu tidak alasannya?", tanya Aming lagi dengan sok tahu
"Yaa, karena Tuhannya kan masih bayi!"
".... ??!!"
Jimmi dan Bill, usia 6 dan 10 tahun, tinggal bersama nenek mereka selama seminggu saat orang tuanya ke luar kota. Saat itu beberapa hari menjelang Natal, dan anak-anak bersiap-siap tidur. Nenek mereka ada di ruang sebelah dan menunggu mereka sampai tidur sehingga ia bisa mematikan lampu kamar mereka.
Jimmi berdoa dan kemudian menyelimuti dirinya sendiri. Bill, masih bersujud, terus berdoa memohon banyak hadiah Natal. Saat dia berdoa, suaranya semakin lantang, dan ia mengulang-ulang doanya. Merasa terganggu, Jimmi bangun dan mengeluh, "Hei, kamu ngga perlu berdoa keras-keras seperti itu; Tuhan itu ngga tuli!"
Kemudian dengan ketus Bill menjawab, "Tuhan memang tidak tuli tapi nenek di sebelah kan sudah terganggu pendengarannya!".