Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

13 July 2009

Jalan Kemenangan

2 Korintus 2:14 Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 13; Matius 13; 2 Raja-Raja 11-12

Setiap orang memiliki hak untuk memilih jalan mana yang ingin atau tidak ingin ia lewati. Ada berbagai macam pula alasannya. Tetapi semua orang pasti memilih jalan yang enak dan nyaman untuk dilewati. Namun ada satu jalan yang suka dilewati oleh Yesus Kristus dan Ia ingin semua para pengikut-Nya melewati jalan yang sama. Jalan itu disebut Jalan Kemenangan. Bahkan Alkitab mengatakan bahwa Ia selalu membawa kita di jalan kemenangan-Nya. Ternyata jalan itu memang didesign untuk kita lewati, bukan untuk orang lain. Tetapi mengapa justru jalan ini jarang dilalui oleh anak-anak-Nya?

Syarat untuk melewati jalan itu ialah ‘dalam Kristus'. Artinya, hanya dengan kesediaan kita untuk hidup di dalam kendali, pimpinan dan tuntunan Kristus, barulah kita dapat melalui jalan kemenangan itu. Jelas sekali sangat membutuhkan penyangkalan diri untuk dapat melewati jalan itu. Apa yang kita mau dengan apa yang Tuhan mau jauh berbeda. Selera kita dengan selera Tuhan juga berbeda. Namun kalau kita memilih untuk mengikuti kemauan dan selera Kristus, maka kita pasti akan hidup di jalan kemenangan-Nya.

Pada saat kita memilih selera Tuhan daripada selera kita, itulah yang disebut dengan salib. Perbedaan selera tersebut menuntut kita untuk memilih satu di antaranya. Ingat, tidak ada kemuliaan dan kemenangan tanpa salib dan penderitaan terlebih dahulu. Allah ingin sekali membawa kita untuk mengalami hidup yang berkemenangan, supaya hidup kita menyebarkan keharuman pengenalan akan Allah. Melebihi keinginan kita, Allah jauh lebih ingin supaya kita, anak-anak-Nya, hidup berkemenangan.

Pada waktu kita tidak hidup di jalan kemenangan-Nya, maka kita memiliki peluang yang besar untuk merusak reputasi Allah.

Jawaban.com

Kumpulan Motivasi

* Slideshow ini dapat di download, klik “Menu” kemudian klik nama filenya dan “Save as..”.

12 July 2009

Stop & Belajarlah!

Yesaya 1:16-17 Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat, belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda!

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 12; Matius 12; 2 Raja-Raja 9-10

Di tepi jalan sering kita menemukan rambu lalu lintas STOP. Namun beberapa kendaraan tetap menjalankan kendaraannya. Di tepi jalan yang lain kita sering melihat rambu lalu lintas DILARANG BERHENTI. Tapi yang terjadi sebaliknya, banyak sekali kendaraan yang berhenti di sana.

Satu pelajaran yang penting yang harus dipelajari oleh anak muda ialah membedakan rambu kehidupan dan bertindak sesuai dengan rambu-rambu tersebut. Ada saat di mana kita harus berhenti dari berbagai kebiasaan yang berdosa atau cara hidup yang tidak sehat.

Sebagai manusia, kita selalu harus berurusan dengan ‘kehendak' kita. Kita harus belajar menundukkan dan mengendalikan kehendak kita di bawah tuntunan Roh Kudus. Kebanyakan orang seringkali tahu jawaban dari segala permasalahan hidup mereka sendiri maupun masalah hidup orang lain, tapi ketika mereka mengalami masalah tersebut, mereka justru tidak dapat keluar dari sana. Seringkali masalahnya bukan karena mereka tidak memiliki jawaban yang benar, melainkan mereka tidak dapat ‘mengendalikan kehendak' mereka untuk memilih yang benar. Kehendak mereka lemah, sehingga meskipun mereka tahu mana yang benar, namun mereka tetap memilih yang salah.

Selain belajar untuk berhenti berbuat jahat, Tuhan ingin umat-Nya terus-menerus belajar berbuat baik. Segala sesuatu yang kita pelajari secara terus-menerus pasti akan membuat kita dapat melakukannya dengan baik. Untuk berhenti melakukan yang jahat, kita harus belajar berbuat baik. Untuk belajar mengasihi Tuhan, kita harus membenci iblis dan dosa, Tidak mungkin bagi kita untuk berkata, "Saya tidak membenci Yesus, tapi juga tidak sayang-sayang amat!"

John Mason pernah berkata bahwa khotbah terbaik di dunia disampaikan oleh rambu lalu lintas yang berbunyi: "Keep Right" (artinya berarti tetaplah di kanan, namun bisa juga berarti tetaplah berbuat benar).

Kehendak Anda mengikuti kebiasaan Anda. Terbiasa melakukan hal yang salah akan membuat Anda susah untuk melakukan hal yang benar. Belajarlah untuk senantiasa melakukan kebenaran.

Jawaban.com

11 July 2009

Mengherankan Tuhan

Matius 8:8,10 - Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 11; Matius 11; Yoel 1-3

Seberapa besar iman yang kita miliki kepada Tuhan? Hanya Anda yang bisa menjawabnya. Banyak kegiatan pelayanan yang bisa Anda lakukan, segala hal baik yang terlihat orang banyak dan membuat kita dicap sebagai ‘orang pelayanan' dan beriman. Namun Tuhan melihat sikap hati kita yang sesungguhnya di hadapan Dia.

Banyak hal yang bisa membuat kita terheran-heran dan kagum akan penampilan luar yang diperlihatkan oleh orang lain. Tapi hanya satu hal yang bisa membuat Tuhan heran atas manusia di bumi ini, yaitu ketika Dia menemukan orang yang beriman. Seperti iman yang dimiliki oleh seorang perwira yang meminta Yesus untuk menyembuhkan hambanya. Ketika Yesus menawarkan diri untuk mendatangi rumahnya, dengan serta merta sang perwira menjawab bahwa rumahnya tidak layak untuk didatangi oleh Yesus. ‘Katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh'. Alkitab mencatat Yesus terheran-heran mendapati iman perwira itu dan berkata, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel."

Sama halnya dengan seorang wanita yang menderita pendarahan selama 12 tahun. Dia hanya berpikir, ‘Asal kujamah saja jumbai jubahnya, maka aku akan sembuh.' Dan ini adalah satu-satunya kisah yang menceritakan akan sebuah iman yang menarik kuasa Yesus keluar dari diri-Nya tanpa dikendalikan oleh Yesus sendiri. Satu-satunya kisah tentang iman yang membuat kuasa Allah bekerja tanpa diperintahkan sebelumnya oleh Yesus. Dan sekali lagi, ketika iman yang luar biasa itu membuat kuasa Tuhan mengalir, aktivitas Yesus di tengah kerumunan orang banyak terhenti saat itu juga. Yesus begitu menghargai keberadaan iman dari seorang wanita yang telah menderita selama 12 tahun karena pendarahan.

Dengan segala hal yang telah Anda lakukan selama ini, dengan segala kebenaran Firman yang telah Anda pelajari dan Anda ketahui, sudahkan iman yang mengherankan Yesus itu Anda miliki? Rindukanlah itu, untuk memiliki iman yang dapat menarik kuasa Tuhan bekerja dalam hidup Anda secara luar biasa. Mengalami secara pribadi jamahan kuasa Tuhan dalam iman percaya Anda.

Kuasa Tuhan bekerja melalui iman yang Anda miliki, semakin besar iman Anda semakin besar kuasa Allah yang dapat didemostrasikan-Nya.

Jawaban.com

Weekly Scripture – Ibtrani 10:24

"Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik." - Ibrani 10:24

Humor : Dikira Pawang

Seorang Direktur sebuah Kebun Binatang mendapat laporan dari staffnya bahwa seekor gajah telah mati di kandangnya. Untuk mengecek kebenaran laporan tersebut sang Direktur tiba di tempat kejadian dan menemukan seseorang yang sedang menangis di dekat bangkai binatang itu.

“Sebagai pawang gajah ini tentu anda sangat bersedih atas hal ini dan saya juga demikian,” sang Direktur mencoba menghibur.

“Saya bukan pawang gajah ini, Pak”, sahut orang itu.

“Tapi sayalah yang ditugaskan untuk menggali kuburannya.”

10 July 2009

Mazmur 90:1-12

Doa Musa, abdi Allah. Tuhan, Engkaulah tempat perteduhan kami turun-temurun. Sebelum gunung-gunung dilahirkan, dan bumi dan dunia diperanakkan, bahkan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah. Engkau mengembalikan manusia kepada debu, dan berkata: "Kembalilah, hai anak-anak manusia!" Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam. Engkau menghanyutkan manusia; mereka seperti mimpi, seperti rumput yang bertumbuh, di waktu pagi berkembang dan bertumbuh, di waktu petang lisut dan layu. Sungguh, kami habis lenyap karena murka-Mu, dan karena kehangatan amarah-Mu kami terkejut. Engkau menaruh kesalahan kami di hadapan-Mu, dan dosa kami yang tersembunyi dalam cahaya wajah-Mu. Sungguh, segala hari kami berlalu karena gemas-Mu, kami menghabiskan tahun-tahun kami seperti keluh. Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap. Siapakah yang mengenal kekuatan murka-Mu dan takut kepada gemas-Mu? Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. – Mazmur 90:1-12

AMIN!

Mendobrak Mitos

Yohanes 8:31-32 : Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 10; Matius 10; 2 Tawarikh 22

Para gamers (orang-orang yang hobi main game), pasti tahu bahwa pengetahuan itu penting untuk menang. Tahu memilih senjata yang sesuai, kendaraan yang baik, menemukan bonus-bonus, dan lain-lain. Dengan pengetahuan yang baik, kita dapat mengeruk keuntungan untuk memenangkan permainan. Jelas dalam permainan video game, pengetahuan lebih diperlukan dibandingkan dengan kekuatan yang hanya membuat kita bisa main game lebih lama.

Kebenaran Alkitab memberikan kita banyak informasi dan pengetahuan untuk memenangkan ‘game-game' kehidupan. Ketidaktahuan kita merupakan peluang bagi iblis untuk menipu dan menghancurkan kita. Salah satu senjata iblis yang paling berbahaya ialah tipu muslihat. Di dalam bahasa Yunani, kata tipu muslihat berasal dari kata Yunani ‘methodeia' atau ‘methodos' (method / metode) yang artinya mengejar pengetahuan. Jadi, iblis memulai pekerjaannya dengan mengejar dan mengumpulkan pengetahuan terlebih dahulu. Lebih tepatnya lagi, ia mengumpulkan pengetahuan untuk disembunyikan sehingga manusia hidup di bumi dengan informasi yang salah.

Informasi yang salah sering disebut juga sebagai mitos. Ada mitos-mitos tentang pelayanan, uang, seks dan lain-lain. Hidup dengan informasi yang salah akan membawa kita pada perbudakan paradigma (perbudakan perspektif dan pola pikir). Perbudakan paradigma berarti hidup dengan pola pikir yang sempit. Dengan pola pikir yang sempit kita hidup dengan pilihan-pilihan yang terbatas, tidak bisa melihat peluang dan alternatif yang lain, tidak kreatif, ketakutan, kebingungan dan membawa pada tindakan-tindakan yang hanya menghasilkan solusi sementara.

Tetapi sewaktu kita mengetahui kebenaran Allah sebagai informasi yang original, maka hidup kita dibebaskan dari pola pikir yang sempit, sehingga berakibat kita pun bisa melihat banyak peluang, kreatif, berani, memiliki kepastian yang membawa pada tindakan-tindakan yang kekal.

Hanya orang berpola pikir sempitlah yang akan menganggap mitos sebagai kebenaran. Peganglah Firman sebagai kebenaran hakiki dalam hidup Anda.

Sumber : Ps. Ferry Felani, S.Th. Pastor of City Gate Apostolic Community

Jawaban.com

Kejujuran

Pada tahun 1969, saya mengikuti latihan para dasar, terjun payung statik di pangkalan Udara Margahayu Bandung. Menjalani latihan yang cukup berat bersama dengan lebih kurang 120 orang dan ditampung dalam dua barak panjang tempat latihan terjun tempur.

Setiap makan pagi, siang dan malam hari yang dilaksanakan di barak, kami memperoleh makanan ransum latihan yang diberikan dengan ompreng dan atau rantang standar prajurit. Di ujung barak tersedia drum berisi sayur, dan di sampingnya ada sebuah karung plastik berisi kerupuk, milik seorang ibu setengah baya warga sekitar asrama prajurit yang dijual kepada siapa saja yang merasa perlu untuk menambah lauk makanan jatah yang terasa kurang lengkap bila tidak ada kerupuk. Sang ibu paruh baya ini, tidak pernah menunggu barang dagangannya.

Setiap pagi, siang dan malam menjelang waktu makan dia meletakkan karung plastik berisi krupuk dan di sampingnya diletakkan pula kardus bekas rinso untuk uang, bagi orang yang membeli kerupuknya. Nanti setelah selesai waktu makan dia datang dan mengemasi karung plastik dengan sisa kerupuk dan kardus berisi uang pembayar kerupuk.

Iseng-iseng saya tanyakan, apakah ada yang nggak bayar Bu? Jawabannya cukup mengagetkan, dia percaya kepada semua siswa latihan terjun, karena dia sudah bertahun-tahun berdagang kerupuk di barak tersebut dengan cara demikian. Hanya meletakkan saja, tidak ditunggu dan nanti setelah semuanya selesai makan dia baru datang lagi untuk mengambil sisa kerupuk dan uang hasil jualannya. Selama itu, dia tidak pernah mengalami defisit. Artinya tidak ada satu pun pembeli kerupuk yang tidak bayar. Setiap orang memang dengan kesadaran mengambil kerupuk, lalu membayar sesuai harganya. Bila dia harus bayar dengan uang yang ada kembaliannya, dia bayar dan mengambil sendiri uang kembaliannya di kotak rinso kosong tersebut.

Demikian seterusnya. Beberapa pelatih terjun, bercerita bahwa dalam pengalamannya, semua siswa terjun payung yang berlatih di situ dan menginap di barak latihan tidak ada yang berani mengambil kerupuk dan tidak bayar. Mereka takut, bila melakukan itu, khawatir payung nya tidak mengembang dan akan terjun bebas serta mati berkalang tanah.

Sampai sekarang, saya selalu berpikir bahwa, orang sebenarnya bisa jujur dan dapat dipercaya, jika pintu kematian berada di depan wajahnya. Yang saya pikirkan, bagaimana caranya membuat manusia setiap saat berada dalam kondisi atau suasana latihan terjun, mungkinkah?

Oleh : Chappy Hakim

09 July 2009

Penakluk Komitmen

Hakim-Hakim 8:4 : Ketika Gideon sampai ke sungai Yordan, menyeberanglah ia dan ketiga ratus orang yang bersama-sama dengan dia, meskipun masih lelah, namun mengejar juga.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 9; Matius 9; Obaja 1

Mengikut Yesus bukanlah hal sembarangan atau murahan. Para murid Yesus harus meninggalkan seluruh kehidupannya sebagai harga yang harus dibayar sebagai pengikut Yesus. Komitmen merupakan karakter yang harus dimiliki oleh seorang murid yang ingin sungguh-sungguh belajar dan hidupnya diubahkan.

Sebagian besar hidup manusia dikendalikan oleh mood mereka. Kalau mereka sedang merasa enak, mereka akan melakukannya. Kalau sedang tidak mood, apa yang menjadi tugasnya tidak akan dikerjakan. Namun, itu bukan mentalitas Kerajaan. Anak-anak Kerajaan tidak hidup dikendalikan oleh perasaan yang naik turun. Hidup mereka dikendalikan oleh otoritas Kerajaan yang dinyatakan dalam prinsip-prinsip dan nilai-nilai Kerajaan Allah.

Akan selalu ada saat-saat di mana kita tidak ingin melakukan sesuatu. Perasaan kita sedang tidak baik, pikiran kita sedang kalut dan hati kita sedang gundah gulana. Saat itulah kita perlu melatih diri untuk melakukan sesuatu yang sebenarnya sedang tidak ingin kita lakukan, tetapi harus kita lakukan. Inilah mentalitas seorang pemenang. Sikap (attitude) mereka berbeda dengan orang pada umumnya. Keberhasilan tidak dipersiapkan untuk orang "moody", melainkan untuk orang yang memiliki komitmen yang kuat dalam melakukan tugas dan panggilannya.

Tanpa komitmen yang kuat, kehidupan kita hanya akan menjadi ‘bangunan setengah jadi'. Banyaknya tugas yang tidak kita selesaikan sampai tuntas, biasanya dikarenakan kita tidak memiliki komitmen yang serius. Bahkan di dalam hubungan, seringkali kita mudah membuat janji-janji yang tidak kita tepati. Akibatnya, kita kehilangan kepercayaan. Kehilangan kepercayaan jauh lebih merugikan daripada kehilangan uang atau barang. Sekali kita tidak dipercaya oleh orang, maka kita akan kehilangan banyak peluang dan kesempatan yang menguntungkan, yang tadinya hendak dipercayakan kepada kita.

Masa muda merupakan saat terbaik untuk kita melatih diri berkomitmen. Sehingga saat kita menghadapi tantangan-tantangan hidup di masa depan, kita tidak mudah menyerah. Dengan komitmen yang kuat, kita akan berani mengambil resiko menghadapinya dan berkata, "Ini sudah jalan hidup kita sebagai seorang Penakluk!"

Menaklukkan masalah diawali dengan komitmen untuk memberikan dan menghasilkan yang terbaik dalam segala hal.

Sumber : Ps. Ferry Felani, S.Th. Pastor of City Gate Apostolic Community

Jawaban.com

Pay It Forward

Saat terlintas keraguan apakah mungkin perbuatan baik yang kecil dan sederhana yang kita lakukan kepada orang lain akan mampu mempengaruhi kehidupan mereka, mungkin Film “PAY IT FORWARD” bisa menjadi pendorong yang memberikan kita semangat untuk selalu tidak jemu-jemu berbuat baik kepada orang lain.

Kisahnya bercerita tentang seorang anak umur delapan tahun bernama Trevor yang berpikir jika dia melakukan kebaikan kepada tiga orang disekitarnya, lalu jika ke tiga orang tersebut meneruskan kebaikan yang mereka terima itu dengan melakukan kepada tiga orang lainnya dan begitu seterusnya, maka dia yakin bahwa suatu saat nanti dunia ini akan dipenuhi oleh orang-orang yang saling mengasihi. Dia menamakan ide tersebut: “PAY IT FORWARD”

Singkat cerita, Trevor memutuskan bahwa tiga orang yang akan menjadi bahan eksperimen adalah mamanya sendiri (yang menjadi single parent), seorang pemuda gembel yang selalu dilihatnya dipinggir jalan dan seorang teman sekelas yang selalu diganggu oleh sekelompok anak-anak nakal.

Percobaanpun dimulai :
Trevor melihat bahwa mamanya yang sangat kesepian, tidak punya teman untuk berbagi rasa, telah menjadi pecandu minuman keras. Trevor berusaha menghentikan kecanduan mamanya dengan cara rajin mengosongkan isi botol minuman keras yang ada dirumah mereka, dia juga mengatur rencana supaya mamanya bisa berkencan dengan guru sekolah Trevor. Sang mama yang melihat perhatian si anak yang begitu besar menjadi terharu, saat sang mama mengucapkan terima kasih, Trevor berpesan kepada mamanya “PAY IT FORWARD, MOM”

Sang mama yang terkesan dengan yang dilakukan Trevor, terdorong untuk meneruskan kebaikan yang telah diterimanya itu dengan pergi kerumah ibunya (nenek si Trevor), hubungan mereka telah rusak selama bertahun-tahun dan mereka tidak pernah bertegur sapa, kehadiran sang putri untuk meminta maaf dan memperbaiki hubungan diantara mereka membuat nenek Trevor begitu terharu, saat nenek Trevor mengucapkan terima kasih, si anak berpesan :”PAY IT FORWARD,MOM”

Sang nenek yang begitu bahagia karena putrinya mau memaafkan dan menerima dirinya kembali, meneruskan kebaikan tersebut dengan menolong seorang pemuda yang sedang ketakutan karena dikejar segerombolan orang untuk bersembunyi di mobil si nenek, ketika para pengejarnya sudah pergi, si pemuda mengucapkan terima kasih, si nenek berpesan : “PAY IT FORWARD, SON”.

Si pemuda yang terkesan dengan kebaikan si nenek, terdorong meneruskan kebaikan tersebut dengan memberikan nomor antriannya di rumah sakit kepada seorang gadis kecil yang sakit parah untuk lebih dulu mendapatkan perawatan, ayah si gadis kecil begitu berterima kasih kepada si pemuda ini, si pemuda berpesan kepada ayah si gadis kecil : “PAY IT FORWARD, SIR”

Ayah si gadis kecil yang terkesan dengan kebaikan si pemuda, terdorong meneruskan kebaikan tersebut dengan memberikan mobilnya kepada seorang wartawan TV yang mobilnya terkena kecelakaan pada saat sedang meliput suatu acara, saat si wartawan berterima kasih, ayah si gadis berpesan: “PAY IT FORWARD”

Sang wartawan yang begitu terkesan terhadap kebaikan ayah si gadis, bertekad untuk mencari tau dari mana asal muasalnya istilah “PAY IT FORWARD” tersebut, jiwa kewartawanannya mengajak dia untuk menelusuri mundur untuk mencari informasi mulai dari ayah si gadis, pemuda yang memberi antrian nomor rumah sakit, nenek yang memberikan tempat persembunyian, putri si nenek yang mengampuni, sampai kepada si Trevor yang mempunyai ide tersebut.

Terkesan dengan apa yang dilakukan oleh Trevor, Si wartawan mengatur agar Trevor bisa tampil di Televisi supaya banyak orang yang tergugah dengan apa yang telah dilakukan oleh anak kecil ini. Saat kesempatan untuk tampil di Televisi terlaksana, Trevor mengajak semua pemirsa yang sedang melihat acara tersebut untuk BERSEDIA MEMULAI DARI DIRI MEREKA SENDIRI UNTUK MELAKUKAN KEBAIKAN KEPADA ORANG-ORANG DISEKITAR MEREKA agar dunia ini menjadi dunia yang penuh kasih.

Namun umur Trevor sangat singkat, dia ditusuk pisau saat akan menolong teman sekolahnya yang selalu diganggu oleh para berandalan, selesai penguburan Trevor, betapa terkejutnya sang Mama melihat ribuan orang tidak henti-hentinya datang dan berkumpul dihalaman rumahnya sambil meletakkan bunga dan menyalakan lilin tanda ikut berduka cita terhadap kematian Trevor. Trevor sendiripun sampai akhir hayatnya tidak pernah menyadari dampak yang diberikan kepada banyak orang hanya dengan melakukan kebaikan penuh kasih kepada orang lain.

Mungkinkah saat kita terkagum-kagum menikmati kebaikan Tuhan didalam hidup kita, dan kita bertanya-tanya kepada Tuhan bagaimana cara untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepadaNya, jawaban Tuhan hanya sesederhana ini: “PAY IT FORWARD to OTHERS around YOU”