Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

02 March 2009

Lost In Translation

“Semua laki-laki sama saja,” bombardir Callie.

“Itu tidak adil,” suaminya, Greg, menentang. “Aku tidak seperti laki-laki yang lain. Aku kan punya kepribadian sendiri.”

“Tetapi lihatlah bagaimana tindakanmu.”

“Memang, aku bertindak seperti layaknya seorang laki-laki. Itu karena aku laki-laki. Tidak semuanya buruk. Kamu jatuh cinta kepadaku karena aku laki-laki. Kenapa sih kok kamu tiba-tiba bersikap negatif?”

Setiap pasangan pasti pernah bertengkar. Pasangan suami istri pernah saling tidak menyetujui, mereka mempertahankan pandangan masing-masing yang di anggap benar, dan mereka melakukan apa saja untuk membuktikan alasan-alasannya.

Meskipun begitu, yang mengejutkan saya adalah, setelah menangangi para pasangan lebih dari dua puluh lima tahun, apa yang kita pikir kita pertengkaran, sebenarnya itu bukan hal yang benar-benar kita pertengkaran.

Dan, apa masalah mendasar yang paling besar? Saya menyimpulkan sekurang-kurangnya 50% pertikaian antara suami dan istri pada dasarnya adalah tentang perbedaan gender. Saya juga mendapatkan kesimpulan lain : seandainya kita dapat memahami perbedaan-perbedaan ini, mungkin saja kita tidak akan terlalu sering bertengkar.

Itulah maksud saya menulis buku ini, menolong Anda lebih memahami pasangan Anda dan belajar untuk lebih menghargainya. Tujuan saya adalah memperbaiki hubungan Anda dengan suami atau istri Anda. Memahami perbedaan-perbedaan membuat kita bertoleransi terhadap pasangan kita.

Laki-laki dapat memahami jalan pikiran kaumnya, begitu pula dengan perempuan. Pada dasarnya hubungan gender benar-benar merupakan pengalaman lintas budaya. Laki-laki dan perempuan berpikir, merasakan, dan berkomunikasi secara berbeda. Kadang semuanya berbeda.

Perbedaan itu nyata. Dan, perbedaan itu memang benar untuk laki-laki dan perempuan pada umumnya. Tetapi, tak ada ciri-ciri yang menunjukkan sifat semua laki-laki atau semua perempuan. Kita semua memiliki kepribadian masing-masing. Masih banyak faktor lain selain faktor gender, faktor-faktor semacam genetika individu, susunan kelahiran, keteladanan, pengalaman masa kanak-kanak, pembelajaran, dan kepribadian yang saling berinteraksi, sehingga membuat kita menjadi pribadi yang sangat unik.

Dikutip dari Lost In Translation, Dr. Steve Stephens

01 March 2009

Humor : Kegigihan si Cadel

Seorang cadel ingin membeli nasi goreng yang sering mangkal di dekat rumahnya.

Cadel : “Bang, beli nasi goleng satu.”

Abang : “Apa...?” (.....ngeledek.)

Cadel : “Nasi Goleng!”

Abang : “Apaan...?” (.....Ngeledek lagi.)

Cadel : “Nasi Goleng!!!”

Abang : “Ohh nasi goleng...”

Sambil ditertawakan oleh pembeli yang lain dan pulanglah si cadel dengan sangat kesal. Sesampainya di rumah dia bertekad untuk berlatih mengucapkan “Nasi goreng” dengan benar. Hingga akhirnya dia mampu mengucapkan dengan baik dan benar.

Hari ke-2
Dengan perasaan bangga, si cadel ingin menunjukkan bahwa dia bisa mengucapkan pesanan dengan tidak cadel lagi.

Cadel : “Bang..., Saya mau beli NASI GORENG, bungkus!!!”

Abang : “Ohh... Pake apa?”

Cadel : “...pake telol...”

Sambil sedih... Akhirnya kembali dia berlatih mengucapkan kata “telor” sampai benar.

Hari ke-3
Untuk menunjukkan bahwa dia mampu, dia rela 3 hari berturut - turut makan nasi goreng.

Cadel : “Bang..., beli NASI GORENG, Pake TELOR!!! Bungkus!”

Abang : “Ceplok atau dadar?”

Cadel : “Dadal...”

Dengan spontan. Kembali dia berlatih dengan keras.

Hari ke-4
Dengan modal 4 hari berlatih lidah hari ini dia yakin mampu memesan dengan tanpa ditertawakan.

Cadel : “Bang..., beli NASI GORENG, Pake TELOR, di DADAR!”

Abang : “Hebat kamu del, udah nggak cadel lagi nich, harganya Rp.2500 del.”

Si cadel menyerahkan uang Rp.3000 kepada si abang, namun si abang tidak memberikan kembaliannya, hingga si cadel bertanya,

Cadel : “Bang.., kembaliannya?”

Abang : “oh iya, uang kamu Rp.3000, harganya Rp.2500, kembalinya berapa del?”

Sambil senyum ngeledek. Si cadel gugup juga untuk menjawabnya, dia membayangkan besok bakal makan nasi goreng lagi. Tapi akhirnya dia menjawab, “GOPEK!”

Sambil tersenyum penuh kemenangan. :)

28 February 2009

Salah Menaruh Hati

Hakim-hakim 14:2 Ia pulang dan memberitahukan kepada ayahnya dan ibunya: "Di Timna aku melihat seorang gadis Filistin. Tolong, ambillah dia menjadi isteriku."

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 59-60; Markus 3-4; Bilangan 1-4

Keperkasaan Simson sangat menakjubkan. Ia lahir karena kasih karunia Allah. Allah telah memperlengkapi dengan kekuatan yang luar biasa sejak lahir. Tetapi sayang, keperkasaannya hilang karena salah menaruh hatinya. Tradisi Israel melarang untuk kawin campur yang gawur dengan bagsa-bangsa lain. Simson sebagai orang Israel asli tentu mengenal tradisi tersebut. Ia menyepelekan larangan Allah. Simson lebih memperhatikan kecantikan Delila, dibanding peraturan Allah.

Dalam memilih kekasih, Simson hanya memperhatikan penampilan luar. Ia melihat Delila hanya dari sudut pandang jasmani, bukan dari sudut pandang Allah. Ia tidak mengambil keputusan berdasarkan persetujuan Allah. Akibat kesalahannya, hidup Simson bukan hanya gagal melainkan berakhir dengan tragis.

Kita mungkin tidak seperti Simson dalam hal menaruh hati. Namun tanpa sadar, kita juga melakukan hal serupa. Kita menaruh hati di tempat yang lain, pada sesuatu yang bukan Allah, misalnya hati kita lebih terpaut pada orang yang kita cintai, hobi, pekerjaan, barang baru yang kita miliki dan lain-lain. Tidak salah kita mencintai hal-hal itu, tetapi Tuhan haruslah tetap nomor satu. Ketika kita salah menaruh hati, berarti bencana bagi kita.

Waspadalah! Jika hati kita kotor, hidup kita pun tidak akan jauh berbeda.

Jawaban.com

Tapi Kami Membacanya

Bayangkan kamu bekerja pada sebuah perusahaan dimana direktur perusahaan itu akan pergi ke luar negeri untuk waktu yang cukup lama. Ia memberitahukan kepadamu dan beberapa karyawan yang dipercayainya, “Aku akan pergi, dan ketika aku tidak ada disini, aku minta kalian memperhatikan bisnis disini. Kalian yang mengatur disini selama aku pergi. Aku akan mengirim surat secara rutin. Aku akan memberi instruksi kepada kalian apa yang harus kalian kerjakan mulai dari sekarang sampai aku pulang.”

Semua setuju. Ia meninggalkan kantor dan pergi untuk beberapa tahun. Selama ia pergi, ia sering mengirim surat, memberitahukan keinginan-keinginannya. Setelah beberapa tahun, akhirnya ia kembali.

Ketika berjalan menuju pintu depan kantor, ia langsung menemukan semuanya dalam keadaan kacau. Banyak tanaman liar disana, bahkan ada seekor tikus di sofa ruang tamu, kaca jendela pecah berantakan, wanita yang ada di meja depan sedang mendengkur, musik yang kencang terdengar dari beberapa ruangan, beberapa orang sedang bermain.main di ruang belakang. Bisnis mereka bukan meningkatkan profit malah menderita kerugian yang sangat besar. Tanpa segan direktur itu segera memanggil semua karyawannya untuk berkumpul dan dengan marah ia bertanya, “Apa yang terjadi? Apakah kalian tidak menerima surat-suratku?”

Kamu akan bilang. “Oh, iya tentu saja kami menerima semua surat Anda. Kami telah mengumpulkannya menjadi satu buku. Dan beberapa orang sudah menghapalnya. Bahkan, kami menyelenggarakan “letter study” setiap hari minggu. Anda tahu, surat-surat itu begitu luar biasa.”

Lalu direktur itu kemudian bertanya, “Tetapi apa yang kalian lakukan setelah menerima instruksiku?” Dan, tanpa ragu karyawan-karyawannya akan menjawab, “Melakukan? Tidak ada. Tetapi kamu membaca semuanya!”

Kamu bisa saja menjadi pembaca Alkitab yang setia. Bahkan membaca atau menggunakan buku-buku rohani sebagai referensi pribadi. Namun kamu tidak akan mengalami perubahan karakter dan hidup, jika kamu hanya membacanya tanpa melakukan apa-apa. Bebaskan dirimu dengan mulai melakukan firman Tuhan! Bukan hanya sekedar menjadi pembaca.

Weekend Scripture – Amsal 13:11

"Harta yang cepat diperoleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi kaya." - Amsal 13:11

27 February 2009

Kompas Kehidupan

Amsal 23:18 Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 58; Markus 2; Imamat 26-27

Pernahkan Anda melakukan kesalahan yang fatal di dalam hidup Anda? Sepertinya tidak ada satu kuasa pun yang sanggup mengeluarkan Anda dari sana. Lalu bagaimana dengan tujuan Ilahi yang telah Tuhan tetapkan dalam hidup Anda? Apakah hal itu masih dapat Anda wujudkan?

Pertanyaan-pertanyaan seperti ini pernah terlintas dalam pikiran saya. Karena jujur, saya pernah kuatir bagaimana jika karena kebodohan saya, tujuan Ilahi itu gagal dalam hidup saya? Lalu kemudian Tuhan memberikan gambaran yang begitu jelas kepada saya. Hidup itu bagaikan kapal yang berlayar di lautan lepas. Satu-satunya indikasi yang bisa menunjukkan arah yang tepat bagi kapal itu adalah kompas.

Sepanjang perjalanannya, kapal itu akan melalui banyak badai yang terdahsyat sekalipun, dan di saat itu kapal tersebut bisa saja menyimpang jauh dari arah tujuannya semula. Tapi kompas akan selalu menunjukkan arah dengan tepat dan mengembalikan kapal ke tujuannya semula. Demikian juga dengan hidup kita. Kita bisa saja dalam kebodohan kedagingan kita mengambil pilihan yang salah dan jatuh dalam dosa yang terkelam, tapi ketika kita berbalik kepada Tuhan sebagai kompas kehidupan, IA akan kembali menuntun hidup kita ke arah yang tepat dan tujuan Ilahi itu akan tetap tergenapi.

Saya sama sekali tidak menyarankan Anda untuk bebas berbuat dosa dan mengambil keputusan yang salah, karena toh kapan pun kita ingin kembali, tangan Tuhan akan senantiasa terulur bagi kita. Yang ingin saya tekankan saat ini adalah sejauh apapun Anda tersesat saat ini, sedalam apa pun Anda terjebak dalam dosa-dosa kedagingan Anda, tujuan Ilahi itu tetap tersedia bagi Anda. Pilihan ada di tangan Anda saat ini, apakah Anda akan kembali dan mempercayakan hidup Anda sepenuhnya kepada Yesus, Sang kompas kehidupan atau menjadi orang yang terhilang untuk selama-lamanya.

Hidup Anda sangat berarti di mata Tuhan. Tanpa Anda, ada sebuah tempat di hati Tuhan yang kosong dan menantikan kehadiran Anda di sana. Tak sedetikpun Tuhan berhenti untuk mengasihi Anda. Hatinya selalu tersedia bagi Anda. Jangan sia-siakan hidup Anda! Jangan pernah menyerah untuk selalu kembali kepada-Nya!

Tuhan tak pernah menyerah untuk terus mengasihi Anda. Bagaimana dengan Anda?

Jawaban.com

Perempuan Yang di Cintai Suamiku

Kehidupan pernikahan kami awalnya baik-baik saja menurutku. Meskipun menjelang pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario tampak baik dan lebih menuruti apa mauku. Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan pergi ke kantornya bekerja sampai subuh, baru pulang kerumah, mandi, kemudian mengantar anak kami sekolah.

Tidurnya sangat sedikit, makannya pun sedikit. Aku pikir dia workaholic. Dia menciumku maksimal 2x sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia pulang kerja, itupun kalau aku masih bangun.

Karena waktu pacaran dia tidak pernah romantis, aku pikir, memang dia tidak romantis, dan tidak memerlukan hal-hal seperti itu sebagai ungkapan sayang. Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua, bahkan makan berdua diluarpun hampir tidak pernah.

Kalau kami makan di meja makan berdua, kami asyik sendiri dengan sendok garpu kami, bukan obrolan yang terdengar, hanya denting piring yang beradu dengan sendok garpu. Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran dikamar, atau main dengan anak-anak kami, dia jarang sekali tertawa lepas.

Karena dia sangat pendiam, aku menyangka dia memang tidak suka tertawa lepas. Aku mengira rumah tangga kami baik-baik saja selama 8 tahun pernikahan kami.

Sampai suatu ketika, disuatu hari yang terik, saat itu suamiku tergolek sakit dirumah sakit, karena jarang makan, dan sering jajan di kantornya, dibanding makan dirumah, dia kena typhoid, dan harus dirawat di RS, karena sampai terjadi perforasi di ususnya.

Pada saat dia masih di ICU, seorang perempuan datang menjenguknya. Dia memperkenalkan diri, bernama meisha, temannya Mario saat dulu kuliah. Meisha tidak secantik aku, dia begitu sederhana, tapi aku tidak pernah melihat mata yang begitu cantik seperti yang dia miliki.

Matanya bersinar indah, penuh kehangatan dan penuh cinta, ketika dia berbicara, seakan-akan waktu berhenti berputar dan terpana dengan kalimat-kalimatnya yang ringan dan penuh pesona.

Setiap orang, laki-laki maupun perempuan bahkan mungkin serangga yang lewat, akan jatuh cinta begitu mendengar dia bercerita. Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah dulu, Meisha bercerita Mario sangat pendiam, sehingga jarang punya teman yang akrab.

Lima bulan lalu mereka bertemu, karena ada pekerjaan kantor mereka yang mempertemukan mereka. Meisha yang bekerja di advertising akhirnya bertemu dengan Mario yang sedang membuat iklan untuk perusahaan tempatnya bekerja. Aku mulai mengingat-ingat 5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis pada Mario, setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku, dan dalam sehari bisa menciumku lebih dari 3x.

Dia membelikan aku parfum baru, dan mulai sering tertawa lepas. Tapi disaat lain, dia sering termenung didepan komputernya. Atau termenung memegang Hp-nya. Kalau aku tanya, dia bilang, ada pekerjaan yang membingungkan. Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih dirawat di RS.

Aku sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah kesal, karena Mario tidak juga mau aku suapi. Meisha masuk kamar, dan menyapa dengan suara riangnya, "Hai Rima, kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini? tidak mau makan juga? uhh… dasar anak nakal, sini piringnya," lalu dia terus mengajak Mario bercerita sambil menyuapi Mario, tiba-tiba saja sepiring nasi itu sudah habis ditangannya.

Dan aku tidak pernah melihat tatapan penuh cinta yang terpancar dari mata suamiku, seperti siang itu, tidak pernah seumur hidupku yang aku lalui bersamanya, tidak pernah sedetikpun! Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya membelakangi aku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku.

Lebih sakit dari rasa sakit setelah operasi caesar ketika aku melahirkan anaknya.

Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak mau memakan masakan yang aku buat dengan susah payah.

Lebih sakit daripada sakit ketika dia tidak pulang kerumah saat ulang tahun perkawinan kami kemarin.

Lebih sakit dari rasa sakit ketika dia lebih suka mencumbu komputernya dibanding aku. Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu.

Meisha begitu manis, dia bisa hadir tiba-tiba, membawakan donat buat anak-anak, dan membawakan ekrol kesukaanku. Dia mengajakku jalan-jalan, kadang mengajakku nonton. kali lain, dia datang bersama suami dan ke-2 anaknya yang lucu2. Aku tidak pernah bertanya, apakah suamiku mencintai perempuan berhati bidadari itu?

Karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang bergejolak dihatinya. Suatu sore, mendung begitu menyelimuti jakarta, aku tidak pernah menyangka, hatikupun akan mendung, bahkan gerimis kemudian. Anak sulungku, seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun, rambutnya keriting ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya.

Dia berhasil membuka password email Papa nya, dan memanggilku, "Mama, mau lihat surat papa buat tante Meisha?"

Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu,

Dear Meisha,
Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung hatiku, aku tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkan pada Rima.

Aku mencintai Rima karena kondisi yang mengharuskan aku mencintainya, karena dia ibu dari anak-anakku. Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh-sungguh mencintainya.

Tidak ada perasaan bergetar seperti ketika aku memandangmu, tidak ada perasaan rindu yang tidak pernah padam ketika aku tidak menjumpainya.

Aku hanya tidak ingin menyakiti perasaannya.

Ketika konflik-konflik terjadi saat kami pacaran dulu, aku sebenarnya kecewa, tapi aku tidak sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan yang aku cari untuk mengisi kekosongan hatiku.

Hatiku tetap terasa hampa, meskipun aku menikahinya. Aku tidak tahu, bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya, seperti ketika cinta untukmu tumbuh secara alami, seperti pohon-pohon beringin yang tumbuh kokoh tanpa pernah mendapat siraman dari pemiliknya.

Seperti pepohonan di hutan-hutan belantara yang tidak pernah minta disirami, namun tumbuh dengan lebat secara alami. Itu yang aku rasakan. Aku tidak akan pernah bisa memilikimu, karena kau sudah menjadi milik orang lain dan aku adalah laki-laki yang sangat memegang komitmen pernikahan kami.

Meskipun hatiku terasa hampa, itu tidaklah mengapa, asal aku bisa melihat Rima bahagia dan tertawa, dia bisa mendapatkan segala yang dia inginkan selama aku mampu.

Dia boleh mendapatkan seluruh hartaku dan tubuhku, tapi tidak jiwaku dan cintaku, yang hanya aku berikan untukmu.

Meskipun ada tembok yang menghalangi kita, aku hanya berharap bahwa engkau mengerti, you are the only one in my heart.

yours,
Mario

Mataku terasa panas. Jelita, anak sulungku memelukku erat. Meskipun baru berusia 7 tahun, dia adalah malaikat jelitaku yang sangat mengerti dan menyayangiku. Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku. Dia mencintai perempuan lain.

Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku menulis surat hampir setiap hari untuk suamiku.

Surat itu aku simpan diamplop, dan aku letakkan di lemari bajuku, tidak pernah aku berikan untuknya. Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya. Aku mengumpulkan tabunganku yang kusimpan dari sisa-sisa uang belanja, lalu aku belikan motor untuk mengantar dan menjemput anak-anakku.

Mario merasa heran, karena aku tidak pernah lagi bermanja dan minta dibelikan bermacam-macam merek tas dan baju. Aku terpuruk dalam kehancuranku. Aku dulu memintanya menikahiku karena aku malu terlalu lama pacaran, sedangkan teman-temanku sudah menikah semua.

Ternyata dia memang tidak pernah menginginkan aku menjadi istrinya. Betapa tidak berharganya aku. Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga seorang perempuan yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya?

Kenapa dia tidak mengatakan saja, bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak menginginkan aku? itu lebih aku hargai daripada dia cuma diam dan mengangguk dan melamarku lalu menikahiku.

Betapa malangnya nasibku. Mario terus menerus sakit-sakitan, dan aku tetap merawatnya dengan setia. Biarlah dia mencintai perempuan itu terus didalam hatinya. Dengan pura-pura tidak tahu, aku sudah membuatnya bahagia dengan mencintai perempuan itu. Kebahagiaan Mario adalah kebahagiaanku juga, karena aku akan selalu mencintainya.

**********

Setahun kemudian…
Meisha membuka amplop surat-surat itu dengan air mata berlinang. Tanah pemakaman itu masih basah merah dan masih dipenuhi bunga.

"Mario, suamiku….

Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama kali bekerja dikantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu terpesona padamu yang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku ketika aku tidak bertepuk sebelah tangan.

Aku mencintaimu, dan begitu posesif ingin memilikimu seutuhnya. Aku sering marah, ketika kamu asyik bekerja, dan tidak memperdulikan aku. Aku merasa diatas angin, ketika kamu hanya diam dan menuruti keinginanku…

Aku pikir, aku si puteri cantik yang diinginkan banyak pria, telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu mencintaiku sehingga mau melakukan apa saja untukku….. Ternyata aku keliru…. aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan kita.

Ketika aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantor dulu yang aku tahu sebenarnya menyukai Mario. Aku melihat matamu begitu terluka, ketika berkata, "kenapa, Rima? Kenapa kamu mesti cemburu? Dia sudah menikah, dan aku sudah memilihmu menjadi istriku?"

Aku tidak perduli, dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya. Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku. Engkau tidak pernah bahagia bersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu.

Aku bukanlah wanita yang sempurna yang engkau inginkan.

Istrimu,
Rima"

Di surat yang lain, "………Kehadiran perempuan itu membuatmu berubah, engkau tidak lagi sedingin es.

Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak pernah melihat cahaya cinta dari matamu untukku, seperti aku melihat cahaya yang penuh cinta itu berpendar dari kedua bola matamu saat memandang Meisha……"

Disurat yang kesekian,
"…….Aku bersumpah, akan membuatmu jatuh cinta padaku.
Aku telah berubah, Mario. Engkau lihat kan, aku tidak lagi marah-marah padamu, aku tidak lagi suka membanting-banting barang dan berteriak jika emosi.

Aku belajar masak, dan selalu kubuatkan masakan yang engkau sukai. Aku tidak lagi boros, dan selalau menabung. Aku tidak lagi suka bertengkar dengan ibumu. Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang kerumah. Dan aku selalu meneleponmu, untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan siang ini?

Aku merawatmu jika engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau tidak mau aku suapi, aku menungguimu sampai tertidur disamping tempat tidurmu, dirumah sakit saat engkau dirawat, karena penyakit pencernaanmu yang selalu bermasalah…….

Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan tetap berusaha dan menantinya…….."

Meisha menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata indahnya, dipeluknya Jelita yang tersedu-sedu disampingnya.

Disurat terakhir, pagi ini…
"…………..Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-9.

Tahun lalu engkau tidak pulang kerumah, tapi tahun ini aku akan memaksamu pulang, karena hari ini aku akan masak, masakan yang paling enak sedunia.

Kemarin aku belajar membuatnya dirumah Bude Tati, sampai kehujanan dan basah kuyup, karena waktu pulang hujannya deras sekali, dan aku hanya mengendarai motor. Saat aku tiba dirumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran dimatamu.

Engkau memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju supaya tidak sakit.

Tahukah engkau suamiku, selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun kita pacaran, dan hampir 9 tahun kita menikah, baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu dari matamu, inikah tanda-tanda cinta mulai bersemi dihatimu?………"
Jelita menatap Meisha, dan bercerita, "Siang itu Mama menjemputku dengan motornya, dari jauh aku melihat keceriaan diwajah mama, dia terus melambai-lambaikan tangannya kepadaku. Aku tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari mama seperti siang itu, dia begitu cantik. Meskipun dulu sering marah-marah kepadaku, tapi aku selalu menyayanginya. Mama memarkir motornya diseberang jalan, Ketika mama menyeberang jalan, tiba-tiba mobil itu lewat dari tikungan dengan kecepatan tinggi. Aku tidak sanggup melihatnya terlontar, Tante….. aku melihatnya masih memandangku sebelum dia tidak lagi bergerak……"

Jelita memeluk Meisha dan terisak-isak.

Bocah cantik ini masih terlalu kecil untuk merasakan sakit di hatinya, tapi dia sangat dewasa. Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi.

Mario mengirimkan email lagi kemarin malam, dan tadinya aku ingin Rima membacanya.

Dear Meisha,
Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima berbeda, dia tidak lagi marah-marah dan selalu berusaha menyenangkan hatiku.

Dan tadi, dia pulang dengan tubuh basah kuyup karena kehujanan, aku sangat khawatir dan memeluknya. Tiba-tiba aku baru menyadari betapa beruntungnya aku memiliki dia. Hatiku mulai bergetar…. Inikah tanda-tanda aku mulai mencintainya?

Aku terus berusaha mencintainya seperti yang engkau sarankan, Meisha.

Dan besok aku akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan mobil mungil untuknya, supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana. Bukan karena dia ibu dari anak-anakku, tapi karena dia belahan jiwaku….

Meisha menatap Mario yang tampak semakin ringkih, yang masih terduduk disamping nisan Rima.

Diwajahnya tampak duka yang dalam. Semuanya telah terjadi, Mario.

Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang, ketika seseorang itu telah pergi meninggalkan kita....

Diposting kembali untuk seseorang yang kadang kurang bersyukur untuk apa yang Tuhan telah anugerahkan padanya...

Hope you get enlightenment friend...

26 February 2009

Menunggu Bis

Mungkin artikel ini sudah dibaca berkali2, namun bagi yang belum pernah membacanya, semoga bisa menjadi manfaat. GBU

Cinta itu sama seperti orang yang menunggu bis. Sebuah bis datang, dan kamu bilang, “Wah.. terlalu penuh, sumpek, bakalan nggak bisa duduk nyaman neh! Aku tunggu bis berikutnya aja deh.”

Kemudian, bis berikutnya datang. Kamu melihatnya dan berkata, “Aduh bisnya kurang asik nih, nggak bagus lagi.. nggak mau ah..”

Bis selanjutnya datang, cool dan kamu berminat, tapi seakan-akan dia tidak melihatmu dan lewat begitu saja. Bis keempat berhenti di depan kamu. Bis itu kosong, cukup bagus, tapi kamu bilang, “Nggak ada AC nih, bisa kepanasan aku”. Maka kamu membiarkan bis keempat itu pergi.

Waktu terus berlalu, kamu mulai sadar bahwa kamu bisa terlambat pergi ke kantor. Ketika bis kelima datang, kamu sudah tak sabar, kamu langsung melompat masuk ke dalamnya. Setelah beberapa lama, kamu akhirnya sadar kalau kamu salah menaiki bis. Bis tersebut jurusannya bukan yang kamu tuju! Dan kau baru sadar telah menyiakan waktumu sekian lama.

-----

Moral dari cerita ini :
Sering kali seseorang menunggu orang yang benar-benar 'ideal' untuk menjadi pasangan hidupnya. Padahal tidak ada orang yang 100% memenuhi keidealan kita. Dan kamu pun sekali-kali tidak akan pernah bisa menjadi 100% sesuai keinginan dia.

Tidak ada salahnya memiliki 'persyaratan' untuk 'calon', tapi tidak ada salahnya juga memberi kesempatan kepada yang berhenti di depan kita. Tentunya dengan jurusan yang sama seperti yang kita tuju. Apabila ternyata memang tidak cocok, apa boleh buat.. tapi kamu masih bisa berteriak 'Kiri'! dan keluar dengan sopan.

Maka memberi kesempatan pada yang berhenti di depanmu, semuanya bergantung pada keputusanmu. Daripada kita harus jalan kaki sendiri menuju kantormu, dalam arti menjalani hidup ini tanpa kehadiran orang yang dikasihi.

Cerita ini juga berarti, kalau kebetulan kamu menemukan bis yang kosong, kamu sukai dan bisa kamu percayai, dan tentunya sejurusan dengan tujuanmu, kamu dapat berusaha sebisamu untuk menghentikan bis tersebut di depanmu, agar dia dapat memberi kesempatan kepadamu untuk masuk ke dalamnya. Karena menemukan yang seperti itu adalah suatu berkah yang sangat berharga dan sangat berarti. Bagimu sendiri, dan bagi dia.

Lalu bis seperti apa yang kamu tunggu?

25 February 2009

He Is My Lawyer

Saat saya melihat sang Jaksa, dia melirik ke arah saya dan tersenyum licik, menurut saya dia adalah orang tersadis yang pernah saya lihat. Saya duduk dan menoleh ke sebelah saya dan di sana duduk Pengacara saya, seorang yang lembut yang sepertinya pernah saya lihat. Pintu di sudut ruangan terbuka dan keluarlah Hakim dengan pakaian berjubah. Dia menjadikan mata saya terfokus padanya begitu besar kharismanya.

Sesaat setelah Ia duduk, “Mari kita mulai”, kataNya.

Sang Jaksa berdiri dan berkata, “Saya bernama Satan dan saya berada di sini untuk menunjukkan mengapa terdakwa ini adalah milik dunia saya yaitu neraka”.

Dia meneruskan perkataannya dengan mengatakan semua kebohongan yang pernah saya katakan; barang yang saya curi di masa dulu; dan saat saya menipu orang lain. Saya begitu malu sampai sampai saya tidak mampu untuk mengangkat kepala saya, melihat ke Pengacara sayapun, saya malu. Satan terus mengatakan kesalahan kesalahan saya, yang kebanyakan sudah tidak saya ingat. Saat Satan mengatakan semuanya itu, sayapun merasa kesal dan sedih terhadap Pengacara saya yang hanya diam dan tidak mencoba membela saya.

Saya berpikir memang semua itu benar tapi tidak sedikit juga saya berbuat baik di dunia semasa saya hidup dan saya pikir semua itu bisa dibandingkan dengan kesalahan saya tersebut ya kira-kira sebandinglah. Satan selesai dengan nafas menggebu dan berkata, “Orang ini milik neraka, dia bersalah atas semua yang saya katakan dan tidak ada satu orangpun yang dapat mengambilnya dariku”.

Kemudian tiba giliran Pengacara saya, pertama Dia minta untuk diijinkan menghampiri sang Hakim. Hakim mengijinkan walau sempat disanggah oleh sang Satan. Saat Pengacara saya berdiri dan mulai menghampiri sang Hakim; saat dapat melihat Dia secara utuh penuh dengan kemuliaanNya. Saat itu saya baru tersadar mengapa Dia kelihatan begitu familiar. Dia adalah Yesus, Tuhan dan Rajaku.

Dia berhenti pada meja Hakim dan berbisik padanya, “Hallo Ayah”, dan berbalik sambil berkata, “Semua yang Satan katakan adalah benar bahwa orang ini telah berdosa, Saya tidak akan menyanggah argument tadi. Dan benar upah dosa adalah maut, orang ini pantas di hukum!!!”.

Yesus menarik nafas dalam-dalam dan berbalik menatap Hakim dan berkata, “Tetapi, saya telah mati di kayu salib sehingga orang ini beroleh hidup yang kekal dan dia telah menerima saya sebagai Penyelamatnya, jadi dia adalah milik-Ku”.

Tuhanku melanjutkan kalimatNya, “Namanya tertulis dalam kitab kehidupan dan tidak ada satu orangpun yang dapat mengambilnya daripadaKu. Satan masih saja tidak mengerti, orang ini tidak memerlukan keadilan, melainkan belas kasihlah yang ia perlukan”.

Yesus duduk lalu berkata, “Tidak ada hal lain yang perlu dilakukan semuanya telah Aku selesaikan”.

Sang Hakim lalu mengangkat palunya dan Blammmmmm; lalu terdengar Dia berkata, “Orang ini bebas dari segala tuduhan karena ia telah di bayarkan penuh, kasus ditutup!!!!”.

Saat Yesus menggandeng tangan saya, sempat terdengar Satan menggerutu, “Saya tidak akan berhenti, saya akan menang lain kali”.

Lalu saya memberanikan diri bertanya pada Yesus, “Bapa pernahkah Engkau kalah dalam kasus seperti ini???”.

Yesus tersenyum dan berkata, “Semua yang datang kepadaKu dan minta Aku untuk mewakili mereka telah menerima hasil yang sama seperti kasusmu ini.... semua telah dibayarkan penuh!!!”.

I guess this is why we need Jesus.. Because His love sets us free! Don't you need Him? I know I do..

24 February 2009

Keajaiban Jalan Tuhan

1 Korintus 2:9 Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia."

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 55; Kisah Para Rasul 27; Imamat 20-21

Apa jadinya jika Anda membuat seseorang sukses, namun nasib Anda tak sedikit pun berubah? Itulah yang dialami oleh Mordekhai. Setelah memasukkan keponakannya Ester ke dalam benteng Susan sampai akhirnya menjadi ratu, Mordekhai hanya menjadi orang yang duduk di pintu gerbang istana seperti seorang pengemis. Bahkan setelah ia berhasil membongkar persekongkolan jahat yang berikhtiar membunuh raja Ahasyweros, nama Mordekhai hanya dicatat di buku sejarah. Tidak ada penghargaan apapun yang ia terima. Dan hidupnya tidak berubah sama sekali. Apakah Mordekhai dongkol? Mungkin saja tapi yang pasti Alkitab tidak mencatat sikap Mordekhai yang demikian.

Tapi tunggu dulu. Ternyata tak seorang pun yang bisa menebak jalan hidup seseorang dan mengerti jalan Tuhan sepenuhnya. Setelah bertahun-tahun berlalu, Tuhan bisa membuat Raja Ahasyweros tidak bisa tertidur dan membaca buku sejarah kerajaan. Pernahkah terpikir oleh Anda kalau hal ini kurang masuk di akal? Karena buku sejarah itu pasti tempatnya di perpustakaan kerajaan. Jarang ada orang yang tidak bisa tidur lalu ia pergi ke perpustakaan. Dari ratusan buku yang ada di sana, Raja memilih buku sejarah kerajaan. Dan dari ratusan halaman yang ada, nama Mordekhai begitu melekat di hatinya malam itu.

Di saat yang bersamaan, Naaman, orang kedua di kerajaan, sangat membenci Mordekhai dan berikhtiar untuk menghabisi tidak hanya Mordekhai saja namun seluruh orang Yahudi yang ada di kerajaan itu. Bahkan Ia sudah menyiapkan tiang gantungan untuk Mordekhai. Lalu kelanjutan ceritanya seperti yang Anda tahu. Keadaan berbalik sepenuhnya. Naaman yang berikhtiar jahat terhadap umat pilihan Tuhan, harus menanggung hukumannya. Bahkan Naaman digantung di tiang yang telah dibuatnya sendiri. Dan Mordekhai? Ia menggantikan kedudukan Naaman menjadi orang nomor dua di Kerajaan Ahasyweros.

Pertolongan Tuhan tak pernah sedetik pun terlambat. Tuhan tahu persis apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Dan IA telah mempersiapkan hal itu jauh sebelumnya melalui setiap peristiwa yang kita alami saat ini. Tidak ada yang kebetulan di dalam hidup kita namun kitalah yang seringkali tidak mengerti maksud Tuhan sehingga sering mempertanyakan kasih-Nya pada kita ketika sesuatu yang tidak mengenakkan terjadi. Melalui banyak teladan kisah di Alkitab, marilah kita senantiasa belajar bahwa apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, apa yang tak pernah timbul di dalam hati, semua itu telah disediakan Tuhan bagi setiap orang yang mengasihi Dia.

Waktu akan menunjukkan maksud Tuhan yang besar dalam hidup Anda ketika Anda harus melalui banyak kerikil tajam saat ini.

Jawaban.com

Apa Itu Masalah?

Masalah yang kamu hadapi akan membuatmu kalah atau juga membuatmu berhasil – tergantung bagaimana kamu meresponinya. Sayangnya banyak orang yang salah memandang bagaimana Tuhan memakai masalah-masalah untuk kebaikan dalam hidupnya. Mereka menanggapinya dengan cara yang bodoh dan marah terhadap masalah-masalahnya bahkan tidak mau memikirkan apa keuntungan yang mereka terima.

Di bawah ini ada lima cara Tuhan memakai masalah dalam hidupmu :

Tuhan memakai masalah untuk menuntunmu
Kadang-kadang Tuhan harus membakar tempat kenyamananmu agar kamu mau berpindah. Masalah sering membawa kita ke tempat yang baru dan memotivasikan kita untuk berubah. Apakah Tuhan sedang mencoba mengambil perhatianmu. Kadang-kadang membawa kita ke situasi, keadaan yang menyakitkan agar kita mau mengubah cara jalan kita (Amsal 20:30)

Tuhan memakai masalah untuk mengujimu
Manusia seperti the celup, jika kita ingin mengetahui apa yang ada di dalamnya, masukkan saja ke dalam air panas! Pernahkah Tuhan menguji imanmu lewat masalah-masalah? Apakah masalah-masalah itu membuka pikiranmu? Ketika kamu menghadapi banyak masalah, hendaklah kamu penuh sukacita sebab lewat masalah-masalah ini akan menguji imanmu dan akan mengajarkan kamu tentang kesanaran (Yak 1:2-3)

Tuhan memakai masalah untuk mengoreksimu
Ada beberapa pelajaran yang kita dapati lewat jalan yang menyakitkan dan kegagalan. Contohnya seperti anak kecil yang orang tuanya menyuruh dia untuk tidak memegang kompor yang panas. Tetapi kamu mungkin akan dapat mempelajari sesuatu lewat terbakar. Kadang-kadang kita mempelajari nilai dari sesuatu : kesehatan, uamg, hubungan, dengan menghilangkannya. Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapanMu (Mzm 119:71)

Tuhan memakai masalah untuk melindungimu
Suatu masalah kadang-kadang kelihatan akan lebih memberkatimu jika masalah itu mencegahmu untuk jatuh ke masalah yang lebih merugikanmu . Tahun yang lalu seorang teman dipecat karena menolak mengerjakan sesuatu yang tidak beretika ketika atasannya menyuruhnya. Kehilangan pekerjaan adalah masalahnya. Tetapi ia terselamat dari hukuman penjara setelah setahun kemudian ketika tindakan atasannya terungkap. “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan (Kej 50:20)

Tuhan memakai masalah untuk meyempurnakanmu
Masalah, jika ditanggapi dengan benar, membangun karakter kita. Tuhan jauh lebih tertarik pada karaktermu daripada kesenanganmu. Hubunganmu dengan Tuhan dan karaktermu adalah dua hal yang kekal, justru bisa bersuka cita ketika kita sedang menghadapi masalah… masalah menolong kita untuk belajar bersabar. Dan kesabaran membentuk karakter kita dan menolong kita percaya