Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

15 November 2008

Humor : Saat Menikah

Cowok : Akhirnya..Aku sudah menunggu ini sejak lama...

Cewek : Andai aku meninggalkanmu, relakah kamu?

Cowok : Tentu tidak!!!Jangan lagi berpikiran seperti itu!

Cewek : Bukankah kau sangat mencintaiku?

Cowok : Tentu! Selamanya akan tetap begitu...

Cewek : Mungkinkah kau akan selingkuh?

Cowok : Tidak! Aku tak mau melakukan itu

Cewek : ... Aku ngin berada dalam pelukanmu

Cowok : Ya..

Cewek : Sayangku...

10 tahun kmudian baca dialog dr bawah ke atas.. :)

Kesaksian Intan

Saya terlahir dari keluarga non-kristen fanatik. Dari kecil pun terdidik dengan ajarannya. Saat usia saya 12 tahun, nenek saya yang biasa menjadi tulang punggung keluarga meninggal dunia. Kemudian saya ikut keluarga yang beragama Kristiani. Saya yang masih lugu, belum tahu mana yang terbaik dalam hidup saya kemudian menerima Yesus karena permintaan keluarga.

Setelah saya menerima Yesus, saya bertumbuh di dalam Dia, sampai akhirnya saya masuk pelayanan dan benar-benar mengerti arti kehadiran Yesus dalam hidup saya. Saya sungguh-sungguh mencintai Yesus.

Di perjalanan pelayanan saya dalam Tuhan, saya dihadapkan pada sebuah kenyataan, bahwa saya merindukan Ayah kandung saya, yang sejak kecil tidak pernah saya ketahui rupanya. Reatret Juli 1995, di tengah malam saya berdoa, saya sebaris kata: "Tuhan, saya kangen Papa."  Kata-kata yang telah saya simpan dalam dendam menahun. Saya benci pada Papa, tapi saya juga merindukannya. Perubahaan yang sangat drastis dalam kehidupan saya.

Tiga bulan kemudian keajaiban terjadi dalam hidup saya. Saya bertemu papa kandung saya yang selama 16 tahun telah meninggalkan saya dan mama saya. Sungguh hal yang tidak masuk di akal. Karena saya bertemu dia langsung dan segera mengetahui bahwa dia adalah papa saya.

Kehidupan saya pun berubah. Papa menarik kami kembali ke non-kristen. Saya tidak bisa berbuat apa-apa. Di tengah-tengah pelayanan saya dengan Tuhan saya diberikan pilihan yang sulit. Saya ingin tetap bersama Yesus, tapi saya tidak mau kehilangan keluarga yang baru saya temukan. Saya meninggalkan Tuhan.

Setahun kemudian, Papa meninggalkan kami lagi. Ia menikah lagi. Rasa sakit itu teramat sangat. Tahun-tahun berjalan dengan kehampaan, itu yang saya lalui. Berulangkali saya ingin ke gereja, tapi mama selalu menahan saya. Saya tidak tega melihat kesetiaan mama pada papa, akhirnya saya mengalah.

Lima tahun hidup dalam kehampaan, hingga suatu hari saya sadar saya harus membenahi diri saya. Yang saya perlukan bukan hanya Bapa duniawi tapi juga Bapa surgawi. Akhir tahun 2000, saya pergi ke gereja, berdoa,"Saya ingin pulang, Tuhan." Saya tahu yang saya butuh kan adalah Tuhan Yesus, Dia lebih segalanya buat saya. Saya bisa hidup tanpa Papa, tapi tidak tanpa Tuhan.

Namun, hati saya kembali diuji oleh Tuhan. Ketika saya memilih kembali kepada Tuhan, mama tidak setuju, dengan alasan yang sangat menyakitkan, "Nanti kalau mami mati ngga ada yang doa'in." Sungguh kata-kata itu mengiris hati saya berkeping-keping. Saya seperti di persimpangan jalan. Di hadapkan pada pilihan berat. Saya tidak mau kehilangan Tuhan, tidak juga ingin kehilangan mama saya. Karena hanya dia yang saya miliki, karena saya anak tunggal. Saya down dengan dilema ini. Saya harus menyembunyikan identitas saya sebagai kristiani dari orang-orang di sekeliling saya. Saya juga harus bertengkar setiap kali dengan mama saya bila saya ke gereja atau melihat saya membaca alkitab.

Namun kali ini saya benar-benar kuat. Hari itu saya curhat dengan manager di salah satu divisi di perusahaan saya. Saya sharing setiap hari. Dia yang membantu yang bangkit dan terus berjalan bersama Yesus. Sejak hari itu, saya mantap dengan kekristenan saya. Saya yakin Tuhan yang telah memilih saya. Hingga saat ini saya bisa di sini menceritakan semua kisah saya ini. Saya benar-benar merasakan tangan Tuhan bekerja dalam hidup saya.

Usia saya 22 tahun. Sekarang saya bekerja sebagai sekretaris direktur di sebuah perusahaan swasta di Jakarta. Kehidupan saya mapan di dalam Tuhan, dan terlebih penting, mama saya sudah tidak pernah memarahi saya bila saya ke gereja. Jalan saya semakin mudah, saya yakin, suatu hari mama saya akan kembali kepada Yesus, semua ini dibantu juga dengan doa teman-teman yang membaca kesaksian ini.

Seperti yang tertulis "Biarlah terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu dan memuliakan Bapamu yang di surga"

Saya mengucap syukur untuk kasih dan penyertaan Tuhan kepada saya. Lewat kesaksian ini saya ingin menyampaikan kepada teman-teman yang serupa kisahnya dengan saya, untuk tetap berjalan di dalam Tuhan, karena pencobaan-pencobaan yang kamu alami adalah pencobaan biasa. Karena Tuhan mengatakan bahwa Ia tidak akan memberikan coba'an yang melebihi kekuatan kita. Kita hanya diuji, seberapa besar, kasih kita kepada Tuhan, dan memberi pengertian kepada kita, betapa besar kasih Tuhan dalam hidup kita. Itu tidak berkesudahan.

Oleh: Intan (Jakarta) - 15 September 2001

Diterjemahkan oleh: Hilmy

Struktur Dalam Doa

Bagi orang Kristen, doa memang bukan sebuah upacara atau sekadar liturgi, tapi merupakan sebuah komunikasi dengan Allah yang bisa terjadi secara spontan. Untuk lebih mengenal makna doa, struktur dalam berdoa dapat dijabarkan sbb :

  1. Waktu
    Pilih waktu yang paling baik yang Anda dedikasikan untuk berdoa

  2. Tempat
    Pilih tempat yang terbebas dari gangguan

  3. Fakta mendasar
    Jangan berfokus pada masalah Anda, tapi fokuskan pada kebenaran firman Tuhan yaitu bahwa :
    - Tuhan (selalu) mengasihi Anda (1 Yohanes 4:10-11)
    - Tuhan telah mengutus Ysus untuk menjadi Juru Selamat kita (Yohanes 3:16)
    - Yesus telah mati dan bangkit, mengalahkan dosa dan maut (1 Kor 15:20-26)
    - Yesus berjanji akan tetap bersama kita dan karena itu Ia mengirimkan Roh Kudus (Yohanes 14:16,26;16:7)
    - Yesus terus menjadi Perantara kita di surga (Ibrani 7:25)
    - Yesus akan datang kembali ke dunia (Mat 16:27; 25:34)

  4. Pertanyaan
    Dalam doa, cobalah cari tahu maksud dan tujuan Tuhan melalui pengalaman, renungan, dan isi Alkitab yang Anda baca.

  5. Pujian
    Pujilah Tuhan karena Ia layak dipuji (Mazmur 147:1)

  6. Dengarkan
    Latihlah diri untuk dengar-dengaran akan suara Tuhan yang dinyatakan dalam hati, firman, atau melalui orang lain.

  7. Respons
    Kita merespons suara Tuhan bisa dengan cara meminta pengampunan, berdoa untuk memperoleh hikmat, atau mendoakan orang lain.

Sumber : Renungan Harian Spirit

14 November 2008

Air Raja Untuk Jiwa

Di sebuah kelas kimia, kami belajar bagaimana asam berpengaruh pada berbagai macam bahan lainnya. Dalam salah satu eksperimen yang kami adakan, Dosen kami memberi sebutir emas dan memberitahu kami untuk melarutkannya. Kami merendamnya semalaman didalam cairan asam paling kuat yang kami miliki, dan mencoba bermacam kombinasi asam. Kemudian, kami memberitahunya bahwa emas itu tidak larut.

Dosen tersebut tersenyum. “Saya tahu kalian tidak dapat melarutkan emas,” ujarnya, “kalian tidak memiliki asam yang mampu menyerangnya, tetapi cobalah ini.”

Dia memberi kami sebuah botol dengan label “Nitromuriatic Acid (Agua Regia)” Kami menuangkan sebagian isinya ke dalam tabung yang berisi butiran emas, dan emas yang tampaknya tahan terhadap asam lainnya kali ini dengan cepat menghilang dalam “Air Raja”. Akhirnya, emas itu mampu menemukan tuan yang mampu menguasainya.

Keesokkan harinya, di kelas, Dosen itu bertanya ” Apakah kalian tahu mengapa air tersebut disebut air raja?”

“Ya,” jawab kami, “karena air tersebut berkuasa atas emas yang dapat menahan segala sesuatu yang lain yang dituangkan ke atasnya.”

Kemudian dia berkata, ”Anak-anak, tidak ada salahnya jika hari ini saya meluangkan waktu untuk memberitahu kalian bahwa ada satu lagi bahan yang sama yang tidak mudah dipengaruhi seperti halnya emas.

Hanya ada satu bahan yang berkuasa atasnya - darah Kristus Juru Slamat, air raja bagi jiwa.”

Tips Menghindari Bosan Berdoa

1. Ubah lingkungan Anda
Jika selama ini Anda biasa memiliki jam doa di pagi hari, ubahlah jam doa itu menjadi malam hari. Jika biasanya doa dilakukan di kamar tidur, Anda bisa melakukannya di dapur. Jika biasanya di dalam rumah, cobalah berdoa di bawah pohon atau di kebuh belakang rumah.. Mengubah lingkungan tempat Anda berdoa akan dapat mempengaruhi dan memberi perspektif baru dalam kehidupan dan roh Anda.

2. Ubah rutinitas
Jika selama ini waktu doa Anda hanya diselipkan di antara jam mandi dan sarapan, atau di antara waktu kerja dan istirahat, ubahlah rutinitas itu dengan menempatkan doa sebagai prioritas. Semakin penting waktu doa itu bagi Anda, semakin besar pula perhatian yang Anda berikan kepada-Nya, dan kitapun akan makin dalam mengenal kehendak Kristus.

3. Pujian
Daripada berdoa dalam hati dan berbisik, Anda bisa juga berdoa dengan diiringi menyanyikan pujian, lembut atau bahkan nyaring, yang keluar dari dalam hati. Musik dapat membantu membebaskan roh kita.

4. Bergerak.
Anda juga bisa berdoa sambil berjalan, lari, bersepeda, dll. Dengan demikian, Anda juga dapat merasakan doa seiring dengan gerakan tubuh Anda. Doa sambil merasakan getaran tubuh juga dapat membuat Anda merasakan berkat Tuhan atas kesehatan dan hidup yang Anda miliki.

5. Fokus ulang
Jika saat ini Anda memiliki daftar panjang pokok-pokok doa, Anda mungkin bisa terjebak dalam kebosanan. Fokuskan kembali pokok-pokok doa Anda agar seimbang antara kebutuhan pribadi dan kebutuhan orang lain. Prioritaskan kehendak Allah di atas kebutuhan manusia.

6. Dengarkan
Saat doa Anda menjadi hanya satu arah, yaitu Anda hanya terus mengatakan apa saja yang ingin Anda katakan dan ungkapkan pada-Nya, maka doa sangat mungkin menjadi membosankan. Karena itu ambillah waktu menjernihkan segala pikiran yang mengganggu dan berdiam diri di hadirat-Nya. Belajarlah mendengarkan suara Tuhan karena suara-Nya sama sekali tidak membuat bosan.

7. Belajar
Pelajari dan bacalah firman seperti yang dilakukan banyak orang percaya dan para pahlawan iman sebelum kita. Amati cara-cara berdoa para tokoh-tokoh besar dalam kekristenan dalam sejarah. Iman kekristenan telah ada dan terbukti sejak dulu.

8. Berkelompok
Saat Anda bosan berdoa seorang diri, Anda bisa berdoa dalam kelompok. Bahkan saat ini, hal tersebut juga bisa dilakukan lewat telepon, video call, dll. Kuasa doa dapat berlipat saat Anda berdoa dalam kelompok.

9. Seperti anak kecil
Apakah Anda ingat permohonan doa Anda saat masih kecil? Sering kali apa yang Anda sampaikan dalam doa Anda saat ini akan sangat berbeda dengan saat Anda masih kecil. Dan meski Anda menerima Yesus ketika sudah dewasa sekalipun, cobalah berdoa dengan cara seperti anak kecil. Dan yang sederhana, penuh kekaguman, percaya 100%, dan humor (Tuhan punya selera humor yang tinggi).

10. Visualisasi
Bayangkan Tuhan itu ada dalam setiap tempat di sekitar Anda. Ia ada di samping kanan kiri, atas bawah, di dalam dan luar, dan Ia sedang mendengarkan Anda dan Ia mengasihi Anda. Visualisasikan kasih-Nya itu dan perbaruilah energi Anda dalam berdoa.

Sumber : Renungan Harian Spirit

Hadiah Yang Pas

Nats : Persembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah (Roma 12:1)

Bacaan : Matius 2:11-15

Seorang anak laki-laki bingung melihat orang-orang saling bertukar hadiah pada saat pagi di hari Natal, dan bukannya memberikan hadiah kepada Yesus. Sementara itu, di Sekolah Minggu ia diajarkan bahwa Natal adalah hari ulang tahun Sang Juru Selamat. Akhirnya, sesudah lama terdiam, ia lalu bertanya, "Mama, kapan kita akan memberikan hadiah untuk Yesus? Bukankah ini adalah hari ulang tahun-Nya?"

Aneh, bukan? Kebanyakan dari kita memberikan hadiah kepada setiap orang kecuali kepada Dia yang ulang tahun-Nya kita rayakan. Pertanyaan yang bagus untuk kita renungkan adalah: Apa yang akan saya berikan kepada Tuhan Yesus pada hari Natal kali ini? Jika Anda belum pernah memercayai Dia sebagai Juru Selamat, maka hal yang paling Dia rindukan dari Anda adalah hati yang percaya. Mengapa Anda tidak menaruh iman pada kematian Yesus yang berkurban di salib supaya Anda bisa diselamatkan dari dosa?

Apabila karena iman Anda sudah mengenal Kristus sebagai Sang Juru Selamat, maka hal paling indah yang dapat Anda lakukan pada hari Natal kali ini adalah memberikan hadiah yang paling dirindukan Allah dari diri Anda, yaitu berupa tubuh Anda sendiri (Roma 12:1).

Tubuh kita harus digunakan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan oleh Allah. Karena kita telah menerima karunia keselamatan dari-Nya, maka sangat masuk akal apabila kita mempersembahkan diri kita kepada Bapa surgawi. Apabila kita menyerahkan diri kita, berarti kita memberikan hadiah Natal yang benar-benar pas kepada-Nya! --RWD

BERIKAN SELURUH HIDUP ANDA KEPADA KRISTUS
DIA TELAH MEMBERIKAN SELURUH HIDUP-NYA KEPADA ANDA

Yayasan Gloria

13 November 2008

Berdoa Untuk Anak

Nats: Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya - Markus 7:26

Bacaan : Markus 7:24-30

Sebagai orangtua kristiani, kita memiliki kewajiban yang tak boleh dilupakan. Apakah itu? Berdoa untuk anak-anak kita! Dalam buku How to be a Good Mom, dikupas tentang pentingnya orangtua berdoa untuk anak-anaknya. Doa untuk anak-anak sungguh merupakan sesuatu yang penting dan tak dapat diabaikan!

Pokok doa pertama tentu kita berdoa untuk kehidupan rohani anak-anak. Berdoa agar mereka semakin mengenal Allah lebih dalam lagi. Dengan doa, anak-anak kita akan menjadi anak-anak yang takut akan Tuhan. Ketika itu terjadi, tanpa harus kita awasi dengan ketat pun mereka dapat menjadi anak yang bertanggung jawab atas hidup mereka sendiri.

Pokok doa selanjutnya, kita berdoa untuk perkembangan fisik dan mental mereka. Ada begitu banyak anak memiliki gambar diri yang rusak. Sulit menerima diri sendiri. Mereka mungkin minder, penuh sikap negatif, dan pesimis. Melalui doa, mintalah Allah membuat terobosan-terobosan baru dalam hidup mereka, sehingga hidup mereka diubahkan.

Masih banyak yang perlu kita doakan. Berdoa untuk komunitas dan pergaulan anak-anak kita; untuk calon pasangan hidup mereka kelak; untuk kesehatan mereka; untuk studi atau aktivitas-aktivitas yang dijalani; untuk masa depan mereka; dan tentu masih ada banyak hal khusus yang bisa kita doakan.

Kita takkan pernah menjadi orangtua yang baik jika berhenti berdoa untuk anak-anak kita. Dengan berdoa untuk anak-anak, berarti kita mengakui keterbatasan kita sebagai orangtua dalam mendidik anak-anak. Dengan berdoa, kita mengizinkan Tuhan yang tak terbatas menyatakan kebaikan-Nya kepada anak-anak kita -PK

KITA TIDAK AKAN PERNAH MENJADI ORANGTUA YANG BAIK
JIKA KITA BERHENTI BERDOA UNTUK ANAK-ANAK KITA

Yayasan Gloria

The Five Finger Prayer

prayer
* Your thumb is nearest to you. So begin your prayers by praying for those closest to you.They are the easiest to remember. To pray for our loved ones is, as C.S. Lewis once said, a “sweet duty”.

* The next finger is the pointing finger. Pray for those who teach, instruct and heal. This includes teachers, doctors, and ministers. They need support and wisdom in pointing others in the right direction. Keep them in your prayers.

* The next finger is the tallest finger. It reminds us of our leaders. Pray for the president, leaders in business and industry, and administrators. These people shape our nation and guide public opinion. They need God’s guidance.

* The fourth finger is our ring finger. Surprising to many is fact that this is our weakest finger; as any piano teacher will testify. It should remind us to pray for those who are weak, in trouble or in pain. They need your prayers day and night. You cannot pray too much for them.

* And lastly comes our little finger; the smallest finger of all. Which is where we should place ourselves in relation to God and others. As the Bible says, “the least shall be the greatest among you.” Your pinky should remind you to pray for yourself.

By the time you have prayed for the other four groups, your own needs will be put into proper perspective and you will be able to pray for yourself more effectively.

12 November 2008

Bapa Surgawi

Terima Kasih untuk semua anugerah-Mu
dalam kehidupanku
Terima kasih untuk kasih-Mu yang tanpa batas bagiku,
keluargaku dan orang orang di sekitarku.
Terima Kasih menjadikan aku sebagai
alasan Engkau memberkati lingkunganku,
pekerjaanku dan komunit
asku.
Semua kutukan nenek moyangku, kedua orangtuaku,
keluargaku dan aku sendiri,
aku patahkan dalam KUASAMU.
Segala sakit penyakit dalam tubuhku dan
keluargaku telah ENGKAU
sembuhkan oleh bilur bilur-Mu.
Tahirkan lidah, mulut dan bibirku
sehingga hanya kata kata berkat dan Firman-Mu saja yang bisa aku katakan
Tahirkan mataku sehingga hanya hal hal yang daripadaMu saja yang aku lihat,
untuk pertumbuhan imanku
Tahirkan telingaku sehingga hanya kebenaranMu yang
aku dengar dan perdengarkan
Berkatilah aku,   pasangan hidupku,
anak-anakku, semua  keluargaku,
rumahku,  pekerjaanku serta
teman2ku.  Jadikanlah kami  perpanjangan hati
dan tanganMU.
Terima Kasih Bapa untuk semuanya
Dalam nama TUHAN  YESUS  aku
berdoa.
AMIN....

Wawancara Dengan Rick Warren

Ini adalah sebuah wawancara yang benar-benar luar biasa dengan Rick Warren, penulis Purpose Driven Life dan Pendeta dari Gereja Saddleback di California. Dalam sebuah wawancara dengan Paul Bradshaw, Rick Warren mengatakan:

Orang-orang bertanya kepada saya, apa tujuan dari hidup? Dan jawab saya adalah: secara ringkas, hidup adalah persiapan untuk kekekalan.

Kita diciptakan untuk hidup selama-lamanya, dan Tuhan menginginkan kita untuk bersama-sama dengan Dia di surga. Suatu hari jantung saya akan berhenti, dan itu akan menjadi akhir dari tubuh saya tapi bukan akhir dari saya. Saya mungkin hidup 60 sampai 100 tahun di bumi, tapi saya akan menghabiskan trilyunan tahun dalam kekekalan.

Ini adalah sekedar pemanasan, persiapan untuk yang sesungguhnya. Allah menginginkan kita melatih di dunia apa yang akan kita lakukan selamanya dalam kekekalan. Kita diciptakan oleh Allah dan untuk Allah.

Dan sampai engkau bisa memahami hal itu, hidup tidak akan pernah masuk akal. Hidup adalah sebuah seri dari masalah-masalah: apakah engkau sedang dalam masalah sekarang, baru saja selesai dari satu masalah, atau akan segera masuk dalam satu masalah.

Alasan untuk ini adalah: Tuhan lebih tertarik kepada karaktermu daripada kesenangan / kenyamanan hidupmu. Tuhan lebih tertarik untuk membuat hidupmu suci daripada membuat hidupmu senang. Kita bisa cukup senang di dunia, tapi itu bukanlah tujuan dari hidup. Tujuannya adalah pertumbuhan karakter, dalam kemiripan kepada Kristus.

Setahun terakhir ini telah menjadi tahun yang paling hebat dalam hidup saya tapi juga tahun yang paling sulit, dengan istri saya, Kay, terkena kanker. Dulu saya terbiasa berpikir bahwa hidup adalah bukit dan lembah suatu saat kamu melalui masa-masa gelap, kemudian kamu naik ke puncak, bolak-balik seperti itu. Saya tidak percaya itu lagi. Hidup bukannya dalam bentuk bukit dan lembah, sekarang saya percaya bahwa hidup adalah seperti 2 rel di rel kereta api, dan pada setiap waktu kamu mengalami sesuatu yang baik dan sesuatu yang buruk dalam hidupmu.

Tidak penting seberapa baiknya berbagai hal terjadi dalam hidupmu, selalu ada hal-hal yang buruk yang perlu diselesaikan. Dan tidak perduli seberapa buruknya yang terjadi dalam hidupmu, selalu ada sesuatu yang baik dimana engkau bisa bersyukur kepada Tuhan. Engkau bisa fokus pada tujuan hidupmu, atau engkau bisa fokus pada masalahmu. Jika engkau fokus pada masalahmu, engkau akan menjadi terpusat pada dirimu (self-centeredness), masalahku, urusanku, sakitku. Tapi satu cara yang paling mudah untuk menyingkirkan rasa sakit itu adalah dengan melepaskan fokusmu pada dirimu sendiri dan mulai memfokuskan diri kepada Allah dan kepada sesama.

Kami dengan cepat menemukan bahwa walaupun didoakan oleh ratusan ribu orang, Tuhan tidak akan menyembuhkan Kay atau meringankan penderitaannya. Keadaan sangat sulit untuk dia, tapi Allah sudah memperkuat karakternya, memberinya pelayanan menolong orang lain, memberinya sebuah kesaksian, menarik dia lebih dekat lagi kepada Allah dan kepada sesama.

Engkau harus belajar untuk berhadapan dengan hal yang baik maupun yang buruk dalam hidup. Sebenarnya, terkadang berurusan dengan yang baik bisa lebih sulit. Sebagai contoh, dalam setahun terakhir ini, secara begitu tiba-tiba, ketika sebuah buku terjual 15 juta buah, hal itu membuat saya langsung sangat kaya.

Itu juga membawa banyak kepopuleran yang belum pernah saya hadapi sebelumnya. Saya pikir Allah tidak memberimu uang ataupun kepopuleran untuk ego dirimu sendiri atau untuk engkau hidup enak-enakan. Jadi saya mulai bertanya kepada Allah apa yang Ia inginkan untuk saya lakukan dengan uang, kepopuleran, dan pengaruh ini. Dia memberiku 2 ayat yang berbeda yang menolong saya menentukan apa yang harus dilakukan, 2 Korintus 9 dan Mazmur 72.

*Pertama, meskipun ada begitu banyak uang yang kami terima, kami tidak akan mengubah gaya hidup kami sedikitpun. Kami tidak melakukan pembelian besar apapun.

*Kedua, mulai sekitar tengah tahun lalu, saya berhenti mengambil gaji dari gereja.

*Ketiga, kami mendirikan yayasan-yayasan untuk mendanai sebuah inisiatif yang kami sebut The Peace Plan: untuk mendirikan gereja, memperlengkapi pemimpin-pemimpin, menolong orang miskin, merawat yang sakit, dan mendidik generasi masa depan.

*Keempat, saya menjumlahkan semua yang telah gereja bayarkan kepada saya selama 24 tahun sejak saya memulai gereja, dan saya mengembalikan semuanya.

Terasa sangat membebaskan untuk bisa melayani Allah secara cuma-cuma. Kita harus bertanya pada diri kita: Apakah saya akan hidup untuk kekayaan? Popularitas? Apakah saya akan diarahkan oleh tekanan? Perasaan bersalah? Kepahitan? Materialisme?

Atau saya akan diarahkan oleh rencana-rencana Allah untuk hidup saya? Ketika saya bangun pagi, saya duduk di sisi tempat tidur saya dan berkata, Tuhan, jika saya tidak menyelesaikan satu halpun pada hari ini, saya ingin mengenal Engkau lebih lagi dan mengasihi Engkau lebih lagi.

Tuhan tidak meletakkanmu di bumi hanya untuk mengisi daftar hal-hal yang harus dikerjakan. Dia lebih tertarik kepada siapa saya daripada apa yang saya lakukan.

Karena itulah kita disebut human beings, bukan human doings
Dalam masa-masa yang menyenangkan, PUJI TUHAN.
Dalam masa-masa sulit, CARI TUHAN.
Dalam masa-masa tenang, SEMBAH TUHAN.
Dalam masa-masa yang menyakitkan, PERCAYAI TUHAN.
Setiap saat, BERSYUKURLAH KEPADA TUHAN.

"Faith Sees The Invisible, Believes The Incredible, and Receives The Impossible"

"Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kau buat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya" (Mzm 139:14)

"Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir" (Pengkotbah 3:11)

11 November 2008

4 Things You Cannot Recover