Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

13 November 2008

Berdoa Untuk Anak

Nats: Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya - Markus 7:26

Bacaan : Markus 7:24-30

Sebagai orangtua kristiani, kita memiliki kewajiban yang tak boleh dilupakan. Apakah itu? Berdoa untuk anak-anak kita! Dalam buku How to be a Good Mom, dikupas tentang pentingnya orangtua berdoa untuk anak-anaknya. Doa untuk anak-anak sungguh merupakan sesuatu yang penting dan tak dapat diabaikan!

Pokok doa pertama tentu kita berdoa untuk kehidupan rohani anak-anak. Berdoa agar mereka semakin mengenal Allah lebih dalam lagi. Dengan doa, anak-anak kita akan menjadi anak-anak yang takut akan Tuhan. Ketika itu terjadi, tanpa harus kita awasi dengan ketat pun mereka dapat menjadi anak yang bertanggung jawab atas hidup mereka sendiri.

Pokok doa selanjutnya, kita berdoa untuk perkembangan fisik dan mental mereka. Ada begitu banyak anak memiliki gambar diri yang rusak. Sulit menerima diri sendiri. Mereka mungkin minder, penuh sikap negatif, dan pesimis. Melalui doa, mintalah Allah membuat terobosan-terobosan baru dalam hidup mereka, sehingga hidup mereka diubahkan.

Masih banyak yang perlu kita doakan. Berdoa untuk komunitas dan pergaulan anak-anak kita; untuk calon pasangan hidup mereka kelak; untuk kesehatan mereka; untuk studi atau aktivitas-aktivitas yang dijalani; untuk masa depan mereka; dan tentu masih ada banyak hal khusus yang bisa kita doakan.

Kita takkan pernah menjadi orangtua yang baik jika berhenti berdoa untuk anak-anak kita. Dengan berdoa untuk anak-anak, berarti kita mengakui keterbatasan kita sebagai orangtua dalam mendidik anak-anak. Dengan berdoa, kita mengizinkan Tuhan yang tak terbatas menyatakan kebaikan-Nya kepada anak-anak kita -PK

KITA TIDAK AKAN PERNAH MENJADI ORANGTUA YANG BAIK
JIKA KITA BERHENTI BERDOA UNTUK ANAK-ANAK KITA

Yayasan Gloria

The Five Finger Prayer

prayer
* Your thumb is nearest to you. So begin your prayers by praying for those closest to you.They are the easiest to remember. To pray for our loved ones is, as C.S. Lewis once said, a “sweet duty”.

* The next finger is the pointing finger. Pray for those who teach, instruct and heal. This includes teachers, doctors, and ministers. They need support and wisdom in pointing others in the right direction. Keep them in your prayers.

* The next finger is the tallest finger. It reminds us of our leaders. Pray for the president, leaders in business and industry, and administrators. These people shape our nation and guide public opinion. They need God’s guidance.

* The fourth finger is our ring finger. Surprising to many is fact that this is our weakest finger; as any piano teacher will testify. It should remind us to pray for those who are weak, in trouble or in pain. They need your prayers day and night. You cannot pray too much for them.

* And lastly comes our little finger; the smallest finger of all. Which is where we should place ourselves in relation to God and others. As the Bible says, “the least shall be the greatest among you.” Your pinky should remind you to pray for yourself.

By the time you have prayed for the other four groups, your own needs will be put into proper perspective and you will be able to pray for yourself more effectively.

12 November 2008

Bapa Surgawi

Terima Kasih untuk semua anugerah-Mu
dalam kehidupanku
Terima kasih untuk kasih-Mu yang tanpa batas bagiku,
keluargaku dan orang orang di sekitarku.
Terima Kasih menjadikan aku sebagai
alasan Engkau memberkati lingkunganku,
pekerjaanku dan komunit
asku.
Semua kutukan nenek moyangku, kedua orangtuaku,
keluargaku dan aku sendiri,
aku patahkan dalam KUASAMU.
Segala sakit penyakit dalam tubuhku dan
keluargaku telah ENGKAU
sembuhkan oleh bilur bilur-Mu.
Tahirkan lidah, mulut dan bibirku
sehingga hanya kata kata berkat dan Firman-Mu saja yang bisa aku katakan
Tahirkan mataku sehingga hanya hal hal yang daripadaMu saja yang aku lihat,
untuk pertumbuhan imanku
Tahirkan telingaku sehingga hanya kebenaranMu yang
aku dengar dan perdengarkan
Berkatilah aku,   pasangan hidupku,
anak-anakku, semua  keluargaku,
rumahku,  pekerjaanku serta
teman2ku.  Jadikanlah kami  perpanjangan hati
dan tanganMU.
Terima Kasih Bapa untuk semuanya
Dalam nama TUHAN  YESUS  aku
berdoa.
AMIN....

Wawancara Dengan Rick Warren

Ini adalah sebuah wawancara yang benar-benar luar biasa dengan Rick Warren, penulis Purpose Driven Life dan Pendeta dari Gereja Saddleback di California. Dalam sebuah wawancara dengan Paul Bradshaw, Rick Warren mengatakan:

Orang-orang bertanya kepada saya, apa tujuan dari hidup? Dan jawab saya adalah: secara ringkas, hidup adalah persiapan untuk kekekalan.

Kita diciptakan untuk hidup selama-lamanya, dan Tuhan menginginkan kita untuk bersama-sama dengan Dia di surga. Suatu hari jantung saya akan berhenti, dan itu akan menjadi akhir dari tubuh saya tapi bukan akhir dari saya. Saya mungkin hidup 60 sampai 100 tahun di bumi, tapi saya akan menghabiskan trilyunan tahun dalam kekekalan.

Ini adalah sekedar pemanasan, persiapan untuk yang sesungguhnya. Allah menginginkan kita melatih di dunia apa yang akan kita lakukan selamanya dalam kekekalan. Kita diciptakan oleh Allah dan untuk Allah.

Dan sampai engkau bisa memahami hal itu, hidup tidak akan pernah masuk akal. Hidup adalah sebuah seri dari masalah-masalah: apakah engkau sedang dalam masalah sekarang, baru saja selesai dari satu masalah, atau akan segera masuk dalam satu masalah.

Alasan untuk ini adalah: Tuhan lebih tertarik kepada karaktermu daripada kesenangan / kenyamanan hidupmu. Tuhan lebih tertarik untuk membuat hidupmu suci daripada membuat hidupmu senang. Kita bisa cukup senang di dunia, tapi itu bukanlah tujuan dari hidup. Tujuannya adalah pertumbuhan karakter, dalam kemiripan kepada Kristus.

Setahun terakhir ini telah menjadi tahun yang paling hebat dalam hidup saya tapi juga tahun yang paling sulit, dengan istri saya, Kay, terkena kanker. Dulu saya terbiasa berpikir bahwa hidup adalah bukit dan lembah suatu saat kamu melalui masa-masa gelap, kemudian kamu naik ke puncak, bolak-balik seperti itu. Saya tidak percaya itu lagi. Hidup bukannya dalam bentuk bukit dan lembah, sekarang saya percaya bahwa hidup adalah seperti 2 rel di rel kereta api, dan pada setiap waktu kamu mengalami sesuatu yang baik dan sesuatu yang buruk dalam hidupmu.

Tidak penting seberapa baiknya berbagai hal terjadi dalam hidupmu, selalu ada hal-hal yang buruk yang perlu diselesaikan. Dan tidak perduli seberapa buruknya yang terjadi dalam hidupmu, selalu ada sesuatu yang baik dimana engkau bisa bersyukur kepada Tuhan. Engkau bisa fokus pada tujuan hidupmu, atau engkau bisa fokus pada masalahmu. Jika engkau fokus pada masalahmu, engkau akan menjadi terpusat pada dirimu (self-centeredness), masalahku, urusanku, sakitku. Tapi satu cara yang paling mudah untuk menyingkirkan rasa sakit itu adalah dengan melepaskan fokusmu pada dirimu sendiri dan mulai memfokuskan diri kepada Allah dan kepada sesama.

Kami dengan cepat menemukan bahwa walaupun didoakan oleh ratusan ribu orang, Tuhan tidak akan menyembuhkan Kay atau meringankan penderitaannya. Keadaan sangat sulit untuk dia, tapi Allah sudah memperkuat karakternya, memberinya pelayanan menolong orang lain, memberinya sebuah kesaksian, menarik dia lebih dekat lagi kepada Allah dan kepada sesama.

Engkau harus belajar untuk berhadapan dengan hal yang baik maupun yang buruk dalam hidup. Sebenarnya, terkadang berurusan dengan yang baik bisa lebih sulit. Sebagai contoh, dalam setahun terakhir ini, secara begitu tiba-tiba, ketika sebuah buku terjual 15 juta buah, hal itu membuat saya langsung sangat kaya.

Itu juga membawa banyak kepopuleran yang belum pernah saya hadapi sebelumnya. Saya pikir Allah tidak memberimu uang ataupun kepopuleran untuk ego dirimu sendiri atau untuk engkau hidup enak-enakan. Jadi saya mulai bertanya kepada Allah apa yang Ia inginkan untuk saya lakukan dengan uang, kepopuleran, dan pengaruh ini. Dia memberiku 2 ayat yang berbeda yang menolong saya menentukan apa yang harus dilakukan, 2 Korintus 9 dan Mazmur 72.

*Pertama, meskipun ada begitu banyak uang yang kami terima, kami tidak akan mengubah gaya hidup kami sedikitpun. Kami tidak melakukan pembelian besar apapun.

*Kedua, mulai sekitar tengah tahun lalu, saya berhenti mengambil gaji dari gereja.

*Ketiga, kami mendirikan yayasan-yayasan untuk mendanai sebuah inisiatif yang kami sebut The Peace Plan: untuk mendirikan gereja, memperlengkapi pemimpin-pemimpin, menolong orang miskin, merawat yang sakit, dan mendidik generasi masa depan.

*Keempat, saya menjumlahkan semua yang telah gereja bayarkan kepada saya selama 24 tahun sejak saya memulai gereja, dan saya mengembalikan semuanya.

Terasa sangat membebaskan untuk bisa melayani Allah secara cuma-cuma. Kita harus bertanya pada diri kita: Apakah saya akan hidup untuk kekayaan? Popularitas? Apakah saya akan diarahkan oleh tekanan? Perasaan bersalah? Kepahitan? Materialisme?

Atau saya akan diarahkan oleh rencana-rencana Allah untuk hidup saya? Ketika saya bangun pagi, saya duduk di sisi tempat tidur saya dan berkata, Tuhan, jika saya tidak menyelesaikan satu halpun pada hari ini, saya ingin mengenal Engkau lebih lagi dan mengasihi Engkau lebih lagi.

Tuhan tidak meletakkanmu di bumi hanya untuk mengisi daftar hal-hal yang harus dikerjakan. Dia lebih tertarik kepada siapa saya daripada apa yang saya lakukan.

Karena itulah kita disebut human beings, bukan human doings
Dalam masa-masa yang menyenangkan, PUJI TUHAN.
Dalam masa-masa sulit, CARI TUHAN.
Dalam masa-masa tenang, SEMBAH TUHAN.
Dalam masa-masa yang menyakitkan, PERCAYAI TUHAN.
Setiap saat, BERSYUKURLAH KEPADA TUHAN.

"Faith Sees The Invisible, Believes The Incredible, and Receives The Impossible"

"Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kau buat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya" (Mzm 139:14)

"Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir" (Pengkotbah 3:11)

11 November 2008

4 Things You Cannot Recover

Membangun Kehidupan Doa Yang Sehat

  1. Doa secara teratur.
    Jangan hanya berdoa saat Anda merasa ada sesuatu yang ingin didoakan. Sebagaimana dicontohkan Daniel (Dan 6:10) jadikan doa sebagai kegiatan rutin dan teratur dan tak terpisahkan dalam aktivitas keseharian Anda. Tapi, tentu saja Anda juga bisa berdoa kapan saja Anda mau di luar jam doa rutin Anda itu.

  1. Rencanakan jam doa Anda
    “Latihlah dirimu beribadah” (1 Tim 4:7b). Perencanaan adalah bukti bahwa Anda mau berdisiplin dan melatih diri, termasuk dalam hal doa sebagai ibadah pribadi Anda.

  2. Berdoalah dalam keadaan fit
    Beberapa orang berdoa saat mata mengantuk atau tubuh lelah. Akibatnya, bukannya berdoa, kita malah ketiduran. Jika memang Anda sudah mengantuk saat jam doa tiba, ada baiknya lakukan sedikit senam ringan dulu. Anda juga bisa memakai waktu seperti seusai mandi atau waktu khusus di siang hari saat Anda masih fit. Anda juga bisa berdoa dengan duduk di kursi ketimbang sambil berbaring di tempat tidur. Apapun caranya, tindakan ini menunjukkan bahwa Anda memang menaruh aktivitas doa sebagai salah satu prioritas utama dalam hidup Anda.

  1. Pastikan doa Anda seimbang
    Arti dari seimbang di sini antara lain :
    - Anda berdoa untuk diri sendiri maupun orang lain.
    - Mengaku dosa dan mensyukuri berkat Tuhan
    - Memuji Tuhan untuk perbuatan-Nya dan karena Ia Tuhan.

  1. Doa dengan pengharapan
    Kita harus menaikkan doa dengan 'pengharapan'. Artinya, kita mengharapkan dan mencari jawaban Tuhan atas dosa kita. Doa orang benar bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya (Yak 5:16). Buatlah daftar doa dan tandai doa yang telah Tuhan jawab.

  2. Berdoa dengan spesifik
    Sebutkan secara spesifik nama orang, tempat, kejadian, pikiran dan berkat yang terkait dengan pokok doa Anda. Hal ini bisa membantu Anda lebih terfokus dalam berdoa, membangun kesadaran sehingga lebih dengar-dengaran akan suara Tuhan. Selain itu, karena Anda tentu juga harus spesifik. Dan karena dosa yang Anda lakukan terjadi dalam hal spesifik, maka pengampunan yang Anda minta juga harus disebutkan secara spesifik.

  3. Berdoa dengan hati-hati
    Tuhan memang mengetahui isi hati kita lebih dari apa kita ucapkan. Ia tahu apa yang kita maksud meski kita tidak bisa mengucapkannya dengan tepat atau bahkan menutup-nutupinya dalam doa kita. Tapi, itu tidak berarti kita boleh berdoa dengan mengucapkan segala yang kita mau. Dia adalah Allah yang kudus sehingga segala yang kita ucapkan dalam hadirat-Nya tidak boleh yang kotor. Demikian pula, kata-kata yang disampaikan dalam doa juga tidak boleh pura-pura sehingga doa kita malah dibungkus dengan sikap munafik yang juga adalah najis di hadapan Tuhan. Jadi, kita tetap tidak boleh sembarang dalam berdoa karena Ia telah Raja kita.

  4. Berdoa secara Alkitabiah
    Apapun yang kita lakukan hendaknya untuk kemuliaan Allah (1 Kor 10:31). Salah satu patokan dalam melakukan sesuatu yang memuliakan Allah dalam Alkitan. Jadi, dalam berdoa, teladanilah doa seperti dijelaskan dalam Alkitab. Teladanilah cara doa Yesus, teladani cara doa Paulus. Oleh sebab itu, jika ingin tahu cara mereka berdoa, kita harus memperlajari Alkitab. Akan baik juga jika sebelum waktu doa, Anda sudah terlebih dahulu membaca Alkitab.

  5. Doakan hal yang penting
    Doakanlah hal-hal yang penting, dalam ukuran Allah. Doa kita adalah supaya kehendak Tuhan yang jadi, bukan kehendak kita sendiri yang jadi. Tanyakan, apa yang Tuhan ingin lakukan? Apa yang Tuhan inginkan untuk saya lakukan hari ini? Apa yang ingin Tuhan ajarkan kepada saya melalui masalah ini? Bagaimana Tuhan ingin saya bertumbuh dan berkembang? Misalkan, jangan hanya berdoa agar seseorang disembuhkan dari penyakitnya, tapi doakan juga agar melalui pengalaman sakitnya ini hatinya dapat semakin dekat pada Tuhan dan lebih menghargai berkat kesehatan yang Tuhan berikan. Hal ini juga akan melatih Anda agar dapat melihat dalam Anda agar dapat melihat dalam cara pandang Allah.

  6. Berdoa dengan intim
    Ingatkan bahwa dengan berdoa, Anda sedang berhubungan secara pribadi dengan Tuhan. Sikap kita dalam melakukan komunikasi jenis ini tentu berbeda dengan sikap saat kita berkomunikasi dengan informasi nomor telepon. Komunikasi yang kita lakukan dalam doa adalah seperti orang tua dengan anak, seperti sepasang kekasih, seperti sahabat dekat. Berdoalah agar Tuhan memberi Anda pengertian untuk dapat lebih mengenal-Nya. Nyatakanlah ucapan syukur bahwa Ia telah bersedia hadir dalam kehidupan Anda. Jangan lupa bahwa Tuhan berkata-kata kepada Anda melalui firman-Nya di Alkitab, sementara Anda berkata-kata dengan Dia melalui doa pribadi Anda. Jadi, jangan sia-siakan kesempatan doa Anda, nikmatilah jam-jam doa Anda dengan Dia.

Sumber : Renungan Harian Spirit

Humor : Jokes Lagi... Jokes Lagi...

Ujian Anatomi
Hari itu di Fakultas Kedokteran UI sedang berlangsung ujian anatomi hewan. Ujian kali ini susah banget. Mahasiswa harus bisa menentukan jenis/nama serangga dari potongan-potongan kaki yang diberikan si dosen.

Dua jam sudah berlalu. Nggak ada satu mahasiswa pun yang bisa menjawab soal
ujian. Seorang mahasiswa yang bete abis memutuskan untuk keluar ruangan.Doi
membanting pintu saking kesalnya. "Braaaakkkkk!!!!"

Mendengar suara pintu dibanting, si dosen marah besar, "Hey! Seenaknya saja kamu membanting pintu! Siapa nama kamu???!!!" teriak profesor anatomi itu.

Si mahasiswa yang sudah terlanjur berada di luar segera menjulurkan kakinya ke pintu sambil berkata, "Nih kaki saya, Prof. Coba tebak siapa nama saya?"

====================================================

JUMP ... dalam beberapa versi
+ Versi asli, Titanic Version (versi setia sampe mati)
- You jump... I jump !

+ Versi ngajak-ngajak
- I want to jump... anybody else want to jump ?

+ Versi pemimpin
- I jump... all of you jump after me !

+ Versi pengikut
- We will jump after you jump.

+ Versi penakut
- You jump... tell me if it is ok... then I jump.

+ Versi ogah-ogahan
- I've already jumped last time... now it is your turn to jump.

+ Versi iklan
- You should jump because every celebrities and famous people jump.

+ Versi programmer
- If (you.jump()) then (I.jump())

+ Versi logika implikasi
- If you jump then I jump that means if you don't jump I might still jump.

+ Versi nggak percayaan
- You jump.... are you sure you want to jump? no kidding?....promise?...

+ Versi penjudi
- We'll throw a coin if it is head, I jump... if it is tail you jump.

+ Versi Tarzan baru kenalan dengan Jane
- "You Jump, Me Tarzan."

+ Versi Forest Gump
- "My name is Jump, Forest Jump."

+ Versi sinetron Catatan si Boy
- "Kamu sangat ke-jump, Boy!"

+ Versi 007
- "My name Bond, Jump's Bond."

+ Versi Waktu
- "Jump sabaraha?"
- "Jump 10 kurang lima."

+ Versi Buah-buahan
- Jump-bu Monyet,
- Jump-bu Klutuk,
- Jump-bu Batu,

+ Versi Betawi......
- Inich Aye Abang............Jump-ang !

+ Versi korban tindak kekerasan
- Tolooongggggggg............. Jump bret!!!!!!

+ Versi dukun santet
- Nich gue kasih jumpe jumpe ...biar selamet dunie akherat!!!

+ Versi wiraswasta gendong-gendong
- Mau jump-u apa mas.... galian singset apa kabel.......?

+ Versi pedagang kaki lima
- Di-jump-in tidak luntur .. luntur tidak di-jump-in...!!!

====================================================

Wedding and Funeral
Saya selalu merasa tidak nyaman kalau harus datang ke pernikahan keluarga. Pengen tahu sebabnya? Biasanya, tante-tante saya, oma, dan para kerabat lainnya akan datang menghampiri saya sambil menepuk-nepuk pundak, "Kamu berikutnya 'kan?" kata mereka. Sebel banget, tidak berperikejombloan sama sekali! Kebiasaan ini berhenti setelah saya melakukan hal yang sama pada mereka di setiap acara pemakaman keluarga.

====================================================

Hari yang Buruk
Seseorang lelaki duduk di sudut sebuah bar, hanya memperhatikan minumannya. Dia tetap seperti itu sampai setengah jam lebih.

Lalu, seorang sopir truk berengsek yang tinggi besar menghampirinya, mengambil minuman lelaki itu, lalu meminum semuanya.  Lelaki yang malang itu lalu mulai menangis. Sopir truk berkata, "Ayolah teman, aku hanya bercanda.  Ini, aku belikan kau minuman lain.  Aku tidak tega lihat laki - laki menangis."

"Bukan, bukan itu. Hari ini hari terburuk dalam hidupku.  Pertama, aku ketiduran, dan datang terlambat ke kantor.  Bosku, menghinaku di hadapan orang banyak, lalu memecatku. Saat aku meninggalkan kantor, berjalan ke mobil, ternyata mobilku telah dicuri.  Polisi berkata kalau mereka tidak dapat melakukan apa-apa.  Aku naik taksi pulang ke rumah, dan waktu sudah meninggalkannya, aku baru ingat kalau dompet dan kartu kreditku ketinggalan di dalam. Tapi sopir taksinya sudah pergi."

"Aku sampai di rumah, dan waktu masuk, aku menemukan istriku sedang tidur dengan tukan kebunku.  Aku meninggalkan rumah, dan datang ke bar ini.  Dan saat aku baru berpikir akan bunuh diri, kamu muncul dan minum racunku."

10 November 2008

Winner & Loser

A Winner is always a part of an answer.
A Loser is always a part of a problem. A Winner has a program.
A Loser has an excuse.A Winner says: Let me do it for you!
A Loser says: Its not my responsibility!
A Winner sees an answer in every problem.A Loser sees a problem in every answer.
A Winner says: Let’s find out the answer!
A Loser says: Nobody knows the answer!
A Winner says: It’s hard, but it’s possible to do.
A Loser says: It’s possible, but hard to do.
A Winner faces every problem and solves it.
A Loser evades every problem and never solves it.

-Be a Winner NOT a Loser!-

Bagaimana Berdoa Dengan Penuh Kasih

Kita sendiri mungkin bisa membedakan dan merasakan. Ada orang yang suka mengucapkan doa dengan kata-kata indah dan sangat panjang, namun hal itu justru membuat yang mendengarnya bosan dan capek. Di lain pihak, ada orang yang berdoa dengan kalimat sederhana, tapi terasa memiliki kuasa. Tuhan memang tidak memandang kata-kata, bahkan Ia tidak menganggap penting apakah orang berdoa dengan berseru kepada Tuhan, Tuhan jika tak ada ketaatan di dalam dirinya (Luk 6:46). Beberapa hal berikut juga dapat membuat doa seseorang, atau doa kita lebih memiliki kuasa :

  1. Berdoa kepada Tuhan di dalam nama Yesus dan Roh Kudus.

  2. Menyerahkan sepenuhnya segala beban masalah kepada Tuhan, dan menyerahkan juga diri Anda dalam tangan-Nya.

  3. Rendah hati, inilah alasan beberapa orang berdoa dengan sujud menyembah.

  4. Mengampuni semua musuh Anda dengan menyebut nama.

  5. Memiliki iman dengan tidak ada keraguan.

  6. Percaya dan tahu bahwa doa Anda telah dijawab.

  7. Bersabar. Tuhan akan selalu menggenapi janji dan rencana tepat pada waktu-Nya

  8. Tidak menetapkan batasan yang justru dapat menghalangi jawaban Tuhan yang penuh kuasa mukjizat

  9. Bersyukur dan memuji Tuhan selalu.

  10. Berdoa dalam kelompok, paling tidak 2-3 orang.

  11. Mengajukan permohonan doa Anda untuk menjadi pokok doa persekutuan doa di gereja.

  12. Mendorong anak-anak untuk ikut berdoa.

  13. Berdoa dengan setia, dengan tidak jemu-jemu, tak mudah menyerah.

  14. Bertobat, mengaku dosa dan kesalahan yang telah Anda perbuat.

Sumber : Renungan Harian Spirit

Saya Melihat Surga

clip_image001
Pada tanggal 2 Agustus 2007 Kamis sore, mendadak anak saya panas tinggi, dan sesudah di kasih obat panas Calapol Forte, agak turun, tetapi panasnya naik kembali, sehingga kami harus memberi obat panas tsb setiap 6 jam sekali.

Tanggal 3 Agustus 2007 Jumat pagi, kami membawa anak kami ke dokter umum (karena dokter anak langganan kami sedang cuti), dan diberikan antibiotik (4 kali sehari) dan obat batuk.

Ternyata sampai hari Minggu malam, 5 Agustus 2007, panasnya tetap tinggi, sehingga setiap 6 jam sekali harus minum obat panas.

Pada hari Sabtu, kita mempunyai planning untuk membawa anak kami ke dokter anak langganan kami pada hari Senin pagi tanggal 6 Agustus 2007.

Nah, kejadiannya di Sabtu malam itu, Fiona bermimpi diajak ke surga oleh Tuhan Yesus.  Fiona sempat cerita ke istri saya mengenai mimpinya tersebut dan istri saya menjadi agak takut, di tengah panas yang turun naik setiap 6 jam sekali tersebut, karena apakah itu artinya anak kami akan dipanggil Tuhan. 

Akhirnya sesudah saya pulang dari gereja tanggal 5 Agustus, saya mengajak Fiona bicara mengenai mimpinya tersebut dan ini adalah kisah percakapan kami.

====================================================

Saya : Fio, katanya semalam kamu mimpi ya.

Fio : Iya papi, mimpinya indah sekali.  Fio tidak pernah mimpi yang seindah ini

Saya : Mimpi apa, Fio?

Fio : Kan aku ceritanya lagi pergi keluar, pingin beli apel buat mami, eh di tengah jalan, aku ketemu sama Tuhan Yesus yang lagi naik keledai (dia tidak berkata kuda, tapi keledai, padahal kalau ke puncak, dia suka naik kuda).  Nah, aku diajak Tuhan Yesus duduk di pangkuannya dan kami langsung terbang ke surga.

Saya : Terus di surga ada apa Fio?

Fio : Di surga bagus sekali papi.  Aku di kasih tempat tidur sama Tuhan.  Aku disuruh pilih mau warna apa, karena aku suka warna biru, jadi aku pilih warna biru.  Tapi birunya bagus sekali papi, karena birunya mengkilap.

Saya : Terus ada apa lagi Fio

Fiona : Tuhan Yesus juga punya tempat tidur.  Tempat tidurnya ada tiga.

Saya : Loh kok ada tiga, Fio?

Fiona : Iya papi.  Satu buat Tuhan Yesus, 2 lagi untuk murid yang di kasihiNya, yaitu Petrus dan Yohanes.  Ranjangnya bagus papi.  Semuanya mengkilap.  Juga ada batu-batu permatanya.

Saya : Terus ada apa lagi, Fio

Fiona : Ada kursi Tuhan Yesus.  Bagus sekali.  Warnanya Okker (Orange) dan banyak dihiasi batu-batu permata, warna batunya biru, hijau, kuning, merah muda, dan ungu. (Wahyu 21:11, 18-21)

Juga ada banyak malaikat terbang di sekeliling Tuhan Yesus, sambil terus memuji Tuhan. (Wahyu 5:11-12)

Saya : Tuhan Yesusnya seperti apa, Fio?

Fiona : Tuhan Yesusnya berkumis sedikit, juga berjanggut.  Bajunya putih sekali dan sangat mengkilap.  Wajahnya bersinar terang sekali seperti matahari. (Wahyu 21:23)

Saya : Terus Fiona pakai baju apa?

Fiona : Aku juga pakai baju putih papi,  mengkilap dan bagus sekali (Wahyu 19:8).  Dibandingkan baju pesta mami, baju aku lebih bagus (istri saya punya baju pesta warna putih yang belum lama dibeli)

Saya : Terus ada apa lagi Fio?

Fiona :  Di surga juga ada makanan papi.  Ada ayam goreng.  Aku makan nasi, sama wortel, kentang, jagung, dan sayur sop.  Yang masak Om Yohanes, papi.  Yang nyiapin piring: Om Petrus. (mungkin Fiona Cuma kenal sama Petrus dan Yohanes)

Seumur hidup aku tidak pernah makan makanan yang seenak ini papi (Wah ini mungkin makanan dalam perjamuan kawin Anak Domba - Wahyu 19:9).

Terus Tuhan Yesus juga banyak binatang peliharaan.  Ada kuda, kelinci, domba, kambing, harimau, singa. 

Saya    : Terus, harimaunya galak tidak Fio?

Fiona    : Tidak papi, semuanya tidak galak, tapi jinak-jinak.  (Back to Eden nih)

Saya    : Terus ada apa lagi, Fio?

Fiona    : Di surga juga ada kolam renang papi.  Kalau aku berenang, aku tinggal bilang tenggelam, aku langsung tenggelam.  Kalau aku bilang terapung, langsung terapung. Di surga juga ada mobil papi, bangkunya 4 baris.  Kalau aku bilang klakson, mobilnya langsung klakson.  (wah, semuanya dikendalikan oleh Firman!)

Saya    : Memangnya kenapa mesti klakson Fio, memangnya di surga ada orang yang nyebrang?

Fiona    : Bukan papi.  Kalau udah sampe rumah, aku tinggal bilang, mobil klakson dan dia langsung klakson.  Terus pagar rumahnya terbuka sendiri.  (di surga ada rumah buat kita ya, spt yang di sebutkan dlm buku Heaven is so Real dari Choo Thomas). Terus juga ada sepeda, tempat duduknya 5 baris.  Tapi sepeda Tuhan Yesus ada 6 baris.  (wah sepeda tandem dong). Terus di surga juga ada banyak buku papi. Ada nama orangnya.  Bukunya tebel ada 50 halaman.  Di dalamnya ditulis semua perbuatan kita, baik yang benar maupun yang jahat. (Wahyu 20:12)

Saya    : Terus di surga ada siapa lagi Fio?

Fio    : Ada dede Bryan papi (anak kami yang berumur 5 tahun).  Juga ada papi dan mami.  Cuma papi dan mami sudah tua dan ceritanya sudah meninggal (lega juga mendengar ada kami di surga, itu artinya Fio bukan mau di panggil pulang ke surga sekarang, tapi dia hanya menerima mimpi / penglihatan dari Tuhan).  Terus Fio disuruh Tuhan kembali lagi ke dunia.  Padahal aku sebenarnya lebih suka di surga, papi.

Saya    : Itu artinya Fio harus kembali ke dunia dan memberitakan ke semua orang bahwa Tuhan Yesus baik dan supaya setiap orang boleh percaya sama Tuhan Yesus, supaya bisa diselamatkan dan masuk ke surga.

Fiona    : Iya papi.

Saya    :  Terus ada apa lagi, Fio?

Fiona    : Papi, di surga semua benda mengkilap papi.  Apapun warnanya sangat bagus, karena semuanya mengkilap.  Tapi ada satu benda yang tidak mengkilap papi.

Saya    : Benda apa tuh Fio?

Fiona    : Kayu salib papi.  Warnanya coklat tua dan tidak mengkilap.

Saya    : Kok tidak mengkilap, Fio?

Fiona    : Iya papi, karena kayu salib itu mengandung dosa manusia! (saat itu mataku langsung berair.  Aku sangat terharu dan aku merasakan kasih Tuhan yang begitu besar mengalir dalam hatiku dan aku sangat mengucap syukur buat mimpi yang Tuhan berikan kepada anakku)

Saya    : Terus ada apa lagi, Fio?

Fiona    : Di surga aku minta maaf sama Tuhan Yesus, papi

Saya    : Emangnya kenapa, Fio?

Fiona    : Iya, kan dulu aku pernah bilang Tuhan Yesus jahat (memang saya ingat Fiona pernah bilang Tuhan jahat, waktu dia sakit batuk pilek, lama sekali tidak sembuh-sembuh, walaupun kita sudah tiap hari berdoa).  Tapi papi, waktu Fio di surga aku tahu dan aku bisa rasakan bahwa Tuhan Yesus baiiiiiik sekali sama aku.

Saya    : Iya Fio, memang Tuhan Yesus sangat baik buat kita.

Demikianlah akhir dari cerita mimpi anak kami tersebut.

=====================================================

clip_image002

Isteri saya, Li Yun, dan anak-anak, Fiona dan Bryan

Pada hari Minggu pagi, sebenarnya istriku ingin membangunkan Fiona untuk minum obat. Tapi waktu dibangunkan ternyata Fiona tidak mau bangun dan terlihat dia tidur sangat tenang dan pulas sekali.  Akhirnya istriku mengurungkan niatnya membangunkan Fiona. Padahal biasanya istriku sangat disiplin dalam memberikan obat, khususnya antibiotik, pasti selalu diberikan sesuai jamnya. Puji Tuhan, akhirnya tidak dibangunkan sehingga tidak mengganggu mimpi Fiona.

Sebelum Fiona cerita tentang mimpi tersebut, dia bilang sama saya bahwa waktu dia berdoa minta sembuh, Tuhan Yesus jawab bahwa Tuhan akan sembuhkan dia pada hari Senin atau Selasa.

Karena kita sudah appointment dengan dokter, akhirnya Senin pagi istri saya membawa Fiona ke dokter anak langganan kami untuk diperiksa. Waktu saya sampai di kantor, saya baru keingat soal jawaban Tuhan Yesus bahwa Fiona mau disembuhkan hari Senin/Selasa, dan saya call istri saya seharusnya kita tidak usah membawa Fio ke dokter dulu. Tapi karena istri saya sudah ada di rumah sakit, akhirnya istri saya tetap menemui dokter.

Menurut dokter, obat yang diberikan oleh dokter umum tersebut sudah bagus dan harusnya panasnya sudah turun, apalagi tenggorokannya tidak terlalu merah. Tapi kenapa sudah 4 hari, panasnya tidak mau turun.  Akhirnya dokter menyuruh Fio di cek darahnya.

Sesudah melihat hasil darahnya, dokter berkata bahwa Fiona tidak terkena demam berdarah, hanya virus. Dan dia berkata, kalau hasilnya seperti ini kan sudah tenang. Dokter cuma menganjurkan Fio untuk tetap meminum antibiotik yang diberikan dokter umum, tapi dikurangi dari 4 kali sehari, menjadi 3 kali sehari. Dokter juga memberi obat batuk pilek karena Fiona ada batuk pilek sedikit.

Ternyata hari Senin tersebut, Fiona hanya minum obat panas sesudah 12 jam.  Dan pada hari Selasa, panasnya sembuh total, juga batuk pilek nya.  Puji Tuhan!  Haleluya!

Saya percaya bahwa bukan dokter dan obat yang menyembuhkan Fio, tapi karena memang Tuhan Yesus yang sudah menjanjikan kesembuhan sendiri kepada Fiona.

Semoga kesaksian ini boleh menjadi berkat buat kita semua. Berjaga-jagalah sebab kita tidak tahu kapan Tuhan akan memanggil kita dan kapan Tuhan Yesus akan datang kembali. Segala Puji, Hormat, dan Kemuliaan, hanya bagi Tuhan Yesus, sebab hanya Dia yang layak menerima segalanya.

Tuhan Yesus memberkati bpk/ibu/sdr/sdri semua berlimpah-limpah. Amin

Dalam KasihNya,

Gustav

Lalu Ia berkata kepadaku : "Perkataan-perkataan ini tepat dan benar, dan Tuhan, Allah yang memberi roh kepada para nabi, telah mengutus malaikatNya untuk menunjukkan kepada hamba-hambaNya apa yang harus segera terjadi." (Wahyu 22:6)

"Sesungguhnya Aku datang segera.  Berbahagialah orang yang menuruti perkataan-perkataan nubuat kitab ini!" (Wahyu 22:7)

Lalu ia berkata kepadaku: "Jangan memeteraikan perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini, sebab waktunya sudah dekat (Wahyu 22:10)

Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upahKu untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya (Wahyu 22:13)

Ia, yang memberi keaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus! (Wahyu 22:20)

Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin. (Wahyu 22:21)

09 November 2008

Bejana

Yoshua adalah seorang penasehat raja yang sangat bijaksana. Namun wajahnya sangat buruk. Suatu hari, anak perempuan raja, yang sangat iri karena Yoshua mendapat lebih banyak perhatian dari ayahnya daripada dia, mencoba menghina dia. Maka dengan mengejek, gadis itu bertanya kepadanya, "Jika engkau memang bijaksana, tolong beritahu saya mengapa Allah memilih menyimpan begitu banyak kebijaksanaan di dalam bejana yang sedemikian sederhana." Yoshua kemudian bertanya kepadanya, "Apakah ayahmu mempunyai anggur?"

"Saya kira setiap orang di dunia tahu bahwa ayah saya memiliki banyak anggur terbaik. Betapa bodohnya pertanyaan itu?"

"Tapi di mana dia menyimpan anggurnya?" tanya Yoshua.

"Lho? Tentu saja di bejana tanah liat," jawab gadis itu dengan cepat.

"Tanah liat!" Yoshua tertawa terbahak-bahak sampai gadis itu berteriak kepadanya dengan marah.

"Maaf, " kata Yoshua, "tapi saya terkejut bahwa orang seagung ayahmu menggunakan bahan yang sederhana itu. Petani pun menyimpan anggurnya di bejana tanah liat. Saya harap anggur istana disimpan di dalam sesuatu yang lebih istimewa, seperti bejana perak atau emas." Dia membungkuk dan meninggalkan perempuan muda itu.

Dengan cepat, putri raja itu pergi ke tempat penyimpanan anggur dan memberi tahu pelayan agar memindahkan anggur itu ke dalam bejana emas atau perak. Tak lama sesudah itu, raja menjamu banyak orang dan memberikan anggur terbaiknya. Para tamu itu menghirup anggur dan wajah mereka berkerut. Anggur itu telah terasa asam. Raja menjadi sangat marah dan memanggil pelayannya untuk meminta penjelasan, yang segera didapatnya. Putri raja segera mendapat teguran keras.

Setelah perjamuan itu, putri raja pergi ke kamar Yoshua dan berteriak, "Mengapa engkau menipu saya sehingga saya memindahkan anggur dari bejana tanah liat ke dalam bejana perak dan emas."

"Saya sungguh menyesal nak," kata Yoshua, "tapi mungkin engkau mulai bisa mengerti sekarang mengapa Allah lebih suka meletakkan kebijaksanaannya di dalam tempat2 yang sederhana. Kebijaksanaan itu seperti anggur, disimpan di dalam bejana sederhana."