Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

11 November 2008

4 Things You Cannot Recover

Membangun Kehidupan Doa Yang Sehat

  1. Doa secara teratur.
    Jangan hanya berdoa saat Anda merasa ada sesuatu yang ingin didoakan. Sebagaimana dicontohkan Daniel (Dan 6:10) jadikan doa sebagai kegiatan rutin dan teratur dan tak terpisahkan dalam aktivitas keseharian Anda. Tapi, tentu saja Anda juga bisa berdoa kapan saja Anda mau di luar jam doa rutin Anda itu.

  1. Rencanakan jam doa Anda
    “Latihlah dirimu beribadah” (1 Tim 4:7b). Perencanaan adalah bukti bahwa Anda mau berdisiplin dan melatih diri, termasuk dalam hal doa sebagai ibadah pribadi Anda.

  2. Berdoalah dalam keadaan fit
    Beberapa orang berdoa saat mata mengantuk atau tubuh lelah. Akibatnya, bukannya berdoa, kita malah ketiduran. Jika memang Anda sudah mengantuk saat jam doa tiba, ada baiknya lakukan sedikit senam ringan dulu. Anda juga bisa memakai waktu seperti seusai mandi atau waktu khusus di siang hari saat Anda masih fit. Anda juga bisa berdoa dengan duduk di kursi ketimbang sambil berbaring di tempat tidur. Apapun caranya, tindakan ini menunjukkan bahwa Anda memang menaruh aktivitas doa sebagai salah satu prioritas utama dalam hidup Anda.

  1. Pastikan doa Anda seimbang
    Arti dari seimbang di sini antara lain :
    - Anda berdoa untuk diri sendiri maupun orang lain.
    - Mengaku dosa dan mensyukuri berkat Tuhan
    - Memuji Tuhan untuk perbuatan-Nya dan karena Ia Tuhan.

  1. Doa dengan pengharapan
    Kita harus menaikkan doa dengan 'pengharapan'. Artinya, kita mengharapkan dan mencari jawaban Tuhan atas dosa kita. Doa orang benar bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya (Yak 5:16). Buatlah daftar doa dan tandai doa yang telah Tuhan jawab.

  2. Berdoa dengan spesifik
    Sebutkan secara spesifik nama orang, tempat, kejadian, pikiran dan berkat yang terkait dengan pokok doa Anda. Hal ini bisa membantu Anda lebih terfokus dalam berdoa, membangun kesadaran sehingga lebih dengar-dengaran akan suara Tuhan. Selain itu, karena Anda tentu juga harus spesifik. Dan karena dosa yang Anda lakukan terjadi dalam hal spesifik, maka pengampunan yang Anda minta juga harus disebutkan secara spesifik.

  3. Berdoa dengan hati-hati
    Tuhan memang mengetahui isi hati kita lebih dari apa kita ucapkan. Ia tahu apa yang kita maksud meski kita tidak bisa mengucapkannya dengan tepat atau bahkan menutup-nutupinya dalam doa kita. Tapi, itu tidak berarti kita boleh berdoa dengan mengucapkan segala yang kita mau. Dia adalah Allah yang kudus sehingga segala yang kita ucapkan dalam hadirat-Nya tidak boleh yang kotor. Demikian pula, kata-kata yang disampaikan dalam doa juga tidak boleh pura-pura sehingga doa kita malah dibungkus dengan sikap munafik yang juga adalah najis di hadapan Tuhan. Jadi, kita tetap tidak boleh sembarang dalam berdoa karena Ia telah Raja kita.

  4. Berdoa secara Alkitabiah
    Apapun yang kita lakukan hendaknya untuk kemuliaan Allah (1 Kor 10:31). Salah satu patokan dalam melakukan sesuatu yang memuliakan Allah dalam Alkitan. Jadi, dalam berdoa, teladanilah doa seperti dijelaskan dalam Alkitab. Teladanilah cara doa Yesus, teladani cara doa Paulus. Oleh sebab itu, jika ingin tahu cara mereka berdoa, kita harus memperlajari Alkitab. Akan baik juga jika sebelum waktu doa, Anda sudah terlebih dahulu membaca Alkitab.

  5. Doakan hal yang penting
    Doakanlah hal-hal yang penting, dalam ukuran Allah. Doa kita adalah supaya kehendak Tuhan yang jadi, bukan kehendak kita sendiri yang jadi. Tanyakan, apa yang Tuhan ingin lakukan? Apa yang Tuhan inginkan untuk saya lakukan hari ini? Apa yang ingin Tuhan ajarkan kepada saya melalui masalah ini? Bagaimana Tuhan ingin saya bertumbuh dan berkembang? Misalkan, jangan hanya berdoa agar seseorang disembuhkan dari penyakitnya, tapi doakan juga agar melalui pengalaman sakitnya ini hatinya dapat semakin dekat pada Tuhan dan lebih menghargai berkat kesehatan yang Tuhan berikan. Hal ini juga akan melatih Anda agar dapat melihat dalam Anda agar dapat melihat dalam cara pandang Allah.

  6. Berdoa dengan intim
    Ingatkan bahwa dengan berdoa, Anda sedang berhubungan secara pribadi dengan Tuhan. Sikap kita dalam melakukan komunikasi jenis ini tentu berbeda dengan sikap saat kita berkomunikasi dengan informasi nomor telepon. Komunikasi yang kita lakukan dalam doa adalah seperti orang tua dengan anak, seperti sepasang kekasih, seperti sahabat dekat. Berdoalah agar Tuhan memberi Anda pengertian untuk dapat lebih mengenal-Nya. Nyatakanlah ucapan syukur bahwa Ia telah bersedia hadir dalam kehidupan Anda. Jangan lupa bahwa Tuhan berkata-kata kepada Anda melalui firman-Nya di Alkitab, sementara Anda berkata-kata dengan Dia melalui doa pribadi Anda. Jadi, jangan sia-siakan kesempatan doa Anda, nikmatilah jam-jam doa Anda dengan Dia.

Sumber : Renungan Harian Spirit

Humor : Jokes Lagi... Jokes Lagi...

Ujian Anatomi
Hari itu di Fakultas Kedokteran UI sedang berlangsung ujian anatomi hewan. Ujian kali ini susah banget. Mahasiswa harus bisa menentukan jenis/nama serangga dari potongan-potongan kaki yang diberikan si dosen.

Dua jam sudah berlalu. Nggak ada satu mahasiswa pun yang bisa menjawab soal
ujian. Seorang mahasiswa yang bete abis memutuskan untuk keluar ruangan.Doi
membanting pintu saking kesalnya. "Braaaakkkkk!!!!"

Mendengar suara pintu dibanting, si dosen marah besar, "Hey! Seenaknya saja kamu membanting pintu! Siapa nama kamu???!!!" teriak profesor anatomi itu.

Si mahasiswa yang sudah terlanjur berada di luar segera menjulurkan kakinya ke pintu sambil berkata, "Nih kaki saya, Prof. Coba tebak siapa nama saya?"

====================================================

JUMP ... dalam beberapa versi
+ Versi asli, Titanic Version (versi setia sampe mati)
- You jump... I jump !

+ Versi ngajak-ngajak
- I want to jump... anybody else want to jump ?

+ Versi pemimpin
- I jump... all of you jump after me !

+ Versi pengikut
- We will jump after you jump.

+ Versi penakut
- You jump... tell me if it is ok... then I jump.

+ Versi ogah-ogahan
- I've already jumped last time... now it is your turn to jump.

+ Versi iklan
- You should jump because every celebrities and famous people jump.

+ Versi programmer
- If (you.jump()) then (I.jump())

+ Versi logika implikasi
- If you jump then I jump that means if you don't jump I might still jump.

+ Versi nggak percayaan
- You jump.... are you sure you want to jump? no kidding?....promise?...

+ Versi penjudi
- We'll throw a coin if it is head, I jump... if it is tail you jump.

+ Versi Tarzan baru kenalan dengan Jane
- "You Jump, Me Tarzan."

+ Versi Forest Gump
- "My name is Jump, Forest Jump."

+ Versi sinetron Catatan si Boy
- "Kamu sangat ke-jump, Boy!"

+ Versi 007
- "My name Bond, Jump's Bond."

+ Versi Waktu
- "Jump sabaraha?"
- "Jump 10 kurang lima."

+ Versi Buah-buahan
- Jump-bu Monyet,
- Jump-bu Klutuk,
- Jump-bu Batu,

+ Versi Betawi......
- Inich Aye Abang............Jump-ang !

+ Versi korban tindak kekerasan
- Tolooongggggggg............. Jump bret!!!!!!

+ Versi dukun santet
- Nich gue kasih jumpe jumpe ...biar selamet dunie akherat!!!

+ Versi wiraswasta gendong-gendong
- Mau jump-u apa mas.... galian singset apa kabel.......?

+ Versi pedagang kaki lima
- Di-jump-in tidak luntur .. luntur tidak di-jump-in...!!!

====================================================

Wedding and Funeral
Saya selalu merasa tidak nyaman kalau harus datang ke pernikahan keluarga. Pengen tahu sebabnya? Biasanya, tante-tante saya, oma, dan para kerabat lainnya akan datang menghampiri saya sambil menepuk-nepuk pundak, "Kamu berikutnya 'kan?" kata mereka. Sebel banget, tidak berperikejombloan sama sekali! Kebiasaan ini berhenti setelah saya melakukan hal yang sama pada mereka di setiap acara pemakaman keluarga.

====================================================

Hari yang Buruk
Seseorang lelaki duduk di sudut sebuah bar, hanya memperhatikan minumannya. Dia tetap seperti itu sampai setengah jam lebih.

Lalu, seorang sopir truk berengsek yang tinggi besar menghampirinya, mengambil minuman lelaki itu, lalu meminum semuanya.  Lelaki yang malang itu lalu mulai menangis. Sopir truk berkata, "Ayolah teman, aku hanya bercanda.  Ini, aku belikan kau minuman lain.  Aku tidak tega lihat laki - laki menangis."

"Bukan, bukan itu. Hari ini hari terburuk dalam hidupku.  Pertama, aku ketiduran, dan datang terlambat ke kantor.  Bosku, menghinaku di hadapan orang banyak, lalu memecatku. Saat aku meninggalkan kantor, berjalan ke mobil, ternyata mobilku telah dicuri.  Polisi berkata kalau mereka tidak dapat melakukan apa-apa.  Aku naik taksi pulang ke rumah, dan waktu sudah meninggalkannya, aku baru ingat kalau dompet dan kartu kreditku ketinggalan di dalam. Tapi sopir taksinya sudah pergi."

"Aku sampai di rumah, dan waktu masuk, aku menemukan istriku sedang tidur dengan tukan kebunku.  Aku meninggalkan rumah, dan datang ke bar ini.  Dan saat aku baru berpikir akan bunuh diri, kamu muncul dan minum racunku."

10 November 2008

Winner & Loser

A Winner is always a part of an answer.
A Loser is always a part of a problem. A Winner has a program.
A Loser has an excuse.A Winner says: Let me do it for you!
A Loser says: Its not my responsibility!
A Winner sees an answer in every problem.A Loser sees a problem in every answer.
A Winner says: Let’s find out the answer!
A Loser says: Nobody knows the answer!
A Winner says: It’s hard, but it’s possible to do.
A Loser says: It’s possible, but hard to do.
A Winner faces every problem and solves it.
A Loser evades every problem and never solves it.

-Be a Winner NOT a Loser!-

Bagaimana Berdoa Dengan Penuh Kasih

Kita sendiri mungkin bisa membedakan dan merasakan. Ada orang yang suka mengucapkan doa dengan kata-kata indah dan sangat panjang, namun hal itu justru membuat yang mendengarnya bosan dan capek. Di lain pihak, ada orang yang berdoa dengan kalimat sederhana, tapi terasa memiliki kuasa. Tuhan memang tidak memandang kata-kata, bahkan Ia tidak menganggap penting apakah orang berdoa dengan berseru kepada Tuhan, Tuhan jika tak ada ketaatan di dalam dirinya (Luk 6:46). Beberapa hal berikut juga dapat membuat doa seseorang, atau doa kita lebih memiliki kuasa :

  1. Berdoa kepada Tuhan di dalam nama Yesus dan Roh Kudus.

  2. Menyerahkan sepenuhnya segala beban masalah kepada Tuhan, dan menyerahkan juga diri Anda dalam tangan-Nya.

  3. Rendah hati, inilah alasan beberapa orang berdoa dengan sujud menyembah.

  4. Mengampuni semua musuh Anda dengan menyebut nama.

  5. Memiliki iman dengan tidak ada keraguan.

  6. Percaya dan tahu bahwa doa Anda telah dijawab.

  7. Bersabar. Tuhan akan selalu menggenapi janji dan rencana tepat pada waktu-Nya

  8. Tidak menetapkan batasan yang justru dapat menghalangi jawaban Tuhan yang penuh kuasa mukjizat

  9. Bersyukur dan memuji Tuhan selalu.

  10. Berdoa dalam kelompok, paling tidak 2-3 orang.

  11. Mengajukan permohonan doa Anda untuk menjadi pokok doa persekutuan doa di gereja.

  12. Mendorong anak-anak untuk ikut berdoa.

  13. Berdoa dengan setia, dengan tidak jemu-jemu, tak mudah menyerah.

  14. Bertobat, mengaku dosa dan kesalahan yang telah Anda perbuat.

Sumber : Renungan Harian Spirit

Saya Melihat Surga

clip_image001
Pada tanggal 2 Agustus 2007 Kamis sore, mendadak anak saya panas tinggi, dan sesudah di kasih obat panas Calapol Forte, agak turun, tetapi panasnya naik kembali, sehingga kami harus memberi obat panas tsb setiap 6 jam sekali.

Tanggal 3 Agustus 2007 Jumat pagi, kami membawa anak kami ke dokter umum (karena dokter anak langganan kami sedang cuti), dan diberikan antibiotik (4 kali sehari) dan obat batuk.

Ternyata sampai hari Minggu malam, 5 Agustus 2007, panasnya tetap tinggi, sehingga setiap 6 jam sekali harus minum obat panas.

Pada hari Sabtu, kita mempunyai planning untuk membawa anak kami ke dokter anak langganan kami pada hari Senin pagi tanggal 6 Agustus 2007.

Nah, kejadiannya di Sabtu malam itu, Fiona bermimpi diajak ke surga oleh Tuhan Yesus.  Fiona sempat cerita ke istri saya mengenai mimpinya tersebut dan istri saya menjadi agak takut, di tengah panas yang turun naik setiap 6 jam sekali tersebut, karena apakah itu artinya anak kami akan dipanggil Tuhan. 

Akhirnya sesudah saya pulang dari gereja tanggal 5 Agustus, saya mengajak Fiona bicara mengenai mimpinya tersebut dan ini adalah kisah percakapan kami.

====================================================

Saya : Fio, katanya semalam kamu mimpi ya.

Fio : Iya papi, mimpinya indah sekali.  Fio tidak pernah mimpi yang seindah ini

Saya : Mimpi apa, Fio?

Fio : Kan aku ceritanya lagi pergi keluar, pingin beli apel buat mami, eh di tengah jalan, aku ketemu sama Tuhan Yesus yang lagi naik keledai (dia tidak berkata kuda, tapi keledai, padahal kalau ke puncak, dia suka naik kuda).  Nah, aku diajak Tuhan Yesus duduk di pangkuannya dan kami langsung terbang ke surga.

Saya : Terus di surga ada apa Fio?

Fio : Di surga bagus sekali papi.  Aku di kasih tempat tidur sama Tuhan.  Aku disuruh pilih mau warna apa, karena aku suka warna biru, jadi aku pilih warna biru.  Tapi birunya bagus sekali papi, karena birunya mengkilap.

Saya : Terus ada apa lagi Fio

Fiona : Tuhan Yesus juga punya tempat tidur.  Tempat tidurnya ada tiga.

Saya : Loh kok ada tiga, Fio?

Fiona : Iya papi.  Satu buat Tuhan Yesus, 2 lagi untuk murid yang di kasihiNya, yaitu Petrus dan Yohanes.  Ranjangnya bagus papi.  Semuanya mengkilap.  Juga ada batu-batu permatanya.

Saya : Terus ada apa lagi, Fio

Fiona : Ada kursi Tuhan Yesus.  Bagus sekali.  Warnanya Okker (Orange) dan banyak dihiasi batu-batu permata, warna batunya biru, hijau, kuning, merah muda, dan ungu. (Wahyu 21:11, 18-21)

Juga ada banyak malaikat terbang di sekeliling Tuhan Yesus, sambil terus memuji Tuhan. (Wahyu 5:11-12)

Saya : Tuhan Yesusnya seperti apa, Fio?

Fiona : Tuhan Yesusnya berkumis sedikit, juga berjanggut.  Bajunya putih sekali dan sangat mengkilap.  Wajahnya bersinar terang sekali seperti matahari. (Wahyu 21:23)

Saya : Terus Fiona pakai baju apa?

Fiona : Aku juga pakai baju putih papi,  mengkilap dan bagus sekali (Wahyu 19:8).  Dibandingkan baju pesta mami, baju aku lebih bagus (istri saya punya baju pesta warna putih yang belum lama dibeli)

Saya : Terus ada apa lagi Fio?

Fiona :  Di surga juga ada makanan papi.  Ada ayam goreng.  Aku makan nasi, sama wortel, kentang, jagung, dan sayur sop.  Yang masak Om Yohanes, papi.  Yang nyiapin piring: Om Petrus. (mungkin Fiona Cuma kenal sama Petrus dan Yohanes)

Seumur hidup aku tidak pernah makan makanan yang seenak ini papi (Wah ini mungkin makanan dalam perjamuan kawin Anak Domba - Wahyu 19:9).

Terus Tuhan Yesus juga banyak binatang peliharaan.  Ada kuda, kelinci, domba, kambing, harimau, singa. 

Saya    : Terus, harimaunya galak tidak Fio?

Fiona    : Tidak papi, semuanya tidak galak, tapi jinak-jinak.  (Back to Eden nih)

Saya    : Terus ada apa lagi, Fio?

Fiona    : Di surga juga ada kolam renang papi.  Kalau aku berenang, aku tinggal bilang tenggelam, aku langsung tenggelam.  Kalau aku bilang terapung, langsung terapung. Di surga juga ada mobil papi, bangkunya 4 baris.  Kalau aku bilang klakson, mobilnya langsung klakson.  (wah, semuanya dikendalikan oleh Firman!)

Saya    : Memangnya kenapa mesti klakson Fio, memangnya di surga ada orang yang nyebrang?

Fiona    : Bukan papi.  Kalau udah sampe rumah, aku tinggal bilang, mobil klakson dan dia langsung klakson.  Terus pagar rumahnya terbuka sendiri.  (di surga ada rumah buat kita ya, spt yang di sebutkan dlm buku Heaven is so Real dari Choo Thomas). Terus juga ada sepeda, tempat duduknya 5 baris.  Tapi sepeda Tuhan Yesus ada 6 baris.  (wah sepeda tandem dong). Terus di surga juga ada banyak buku papi. Ada nama orangnya.  Bukunya tebel ada 50 halaman.  Di dalamnya ditulis semua perbuatan kita, baik yang benar maupun yang jahat. (Wahyu 20:12)

Saya    : Terus di surga ada siapa lagi Fio?

Fio    : Ada dede Bryan papi (anak kami yang berumur 5 tahun).  Juga ada papi dan mami.  Cuma papi dan mami sudah tua dan ceritanya sudah meninggal (lega juga mendengar ada kami di surga, itu artinya Fio bukan mau di panggil pulang ke surga sekarang, tapi dia hanya menerima mimpi / penglihatan dari Tuhan).  Terus Fio disuruh Tuhan kembali lagi ke dunia.  Padahal aku sebenarnya lebih suka di surga, papi.

Saya    : Itu artinya Fio harus kembali ke dunia dan memberitakan ke semua orang bahwa Tuhan Yesus baik dan supaya setiap orang boleh percaya sama Tuhan Yesus, supaya bisa diselamatkan dan masuk ke surga.

Fiona    : Iya papi.

Saya    :  Terus ada apa lagi, Fio?

Fiona    : Papi, di surga semua benda mengkilap papi.  Apapun warnanya sangat bagus, karena semuanya mengkilap.  Tapi ada satu benda yang tidak mengkilap papi.

Saya    : Benda apa tuh Fio?

Fiona    : Kayu salib papi.  Warnanya coklat tua dan tidak mengkilap.

Saya    : Kok tidak mengkilap, Fio?

Fiona    : Iya papi, karena kayu salib itu mengandung dosa manusia! (saat itu mataku langsung berair.  Aku sangat terharu dan aku merasakan kasih Tuhan yang begitu besar mengalir dalam hatiku dan aku sangat mengucap syukur buat mimpi yang Tuhan berikan kepada anakku)

Saya    : Terus ada apa lagi, Fio?

Fiona    : Di surga aku minta maaf sama Tuhan Yesus, papi

Saya    : Emangnya kenapa, Fio?

Fiona    : Iya, kan dulu aku pernah bilang Tuhan Yesus jahat (memang saya ingat Fiona pernah bilang Tuhan jahat, waktu dia sakit batuk pilek, lama sekali tidak sembuh-sembuh, walaupun kita sudah tiap hari berdoa).  Tapi papi, waktu Fio di surga aku tahu dan aku bisa rasakan bahwa Tuhan Yesus baiiiiiik sekali sama aku.

Saya    : Iya Fio, memang Tuhan Yesus sangat baik buat kita.

Demikianlah akhir dari cerita mimpi anak kami tersebut.

=====================================================

clip_image002

Isteri saya, Li Yun, dan anak-anak, Fiona dan Bryan

Pada hari Minggu pagi, sebenarnya istriku ingin membangunkan Fiona untuk minum obat. Tapi waktu dibangunkan ternyata Fiona tidak mau bangun dan terlihat dia tidur sangat tenang dan pulas sekali.  Akhirnya istriku mengurungkan niatnya membangunkan Fiona. Padahal biasanya istriku sangat disiplin dalam memberikan obat, khususnya antibiotik, pasti selalu diberikan sesuai jamnya. Puji Tuhan, akhirnya tidak dibangunkan sehingga tidak mengganggu mimpi Fiona.

Sebelum Fiona cerita tentang mimpi tersebut, dia bilang sama saya bahwa waktu dia berdoa minta sembuh, Tuhan Yesus jawab bahwa Tuhan akan sembuhkan dia pada hari Senin atau Selasa.

Karena kita sudah appointment dengan dokter, akhirnya Senin pagi istri saya membawa Fiona ke dokter anak langganan kami untuk diperiksa. Waktu saya sampai di kantor, saya baru keingat soal jawaban Tuhan Yesus bahwa Fiona mau disembuhkan hari Senin/Selasa, dan saya call istri saya seharusnya kita tidak usah membawa Fio ke dokter dulu. Tapi karena istri saya sudah ada di rumah sakit, akhirnya istri saya tetap menemui dokter.

Menurut dokter, obat yang diberikan oleh dokter umum tersebut sudah bagus dan harusnya panasnya sudah turun, apalagi tenggorokannya tidak terlalu merah. Tapi kenapa sudah 4 hari, panasnya tidak mau turun.  Akhirnya dokter menyuruh Fio di cek darahnya.

Sesudah melihat hasil darahnya, dokter berkata bahwa Fiona tidak terkena demam berdarah, hanya virus. Dan dia berkata, kalau hasilnya seperti ini kan sudah tenang. Dokter cuma menganjurkan Fio untuk tetap meminum antibiotik yang diberikan dokter umum, tapi dikurangi dari 4 kali sehari, menjadi 3 kali sehari. Dokter juga memberi obat batuk pilek karena Fiona ada batuk pilek sedikit.

Ternyata hari Senin tersebut, Fiona hanya minum obat panas sesudah 12 jam.  Dan pada hari Selasa, panasnya sembuh total, juga batuk pilek nya.  Puji Tuhan!  Haleluya!

Saya percaya bahwa bukan dokter dan obat yang menyembuhkan Fio, tapi karena memang Tuhan Yesus yang sudah menjanjikan kesembuhan sendiri kepada Fiona.

Semoga kesaksian ini boleh menjadi berkat buat kita semua. Berjaga-jagalah sebab kita tidak tahu kapan Tuhan akan memanggil kita dan kapan Tuhan Yesus akan datang kembali. Segala Puji, Hormat, dan Kemuliaan, hanya bagi Tuhan Yesus, sebab hanya Dia yang layak menerima segalanya.

Tuhan Yesus memberkati bpk/ibu/sdr/sdri semua berlimpah-limpah. Amin

Dalam KasihNya,

Gustav

Lalu Ia berkata kepadaku : "Perkataan-perkataan ini tepat dan benar, dan Tuhan, Allah yang memberi roh kepada para nabi, telah mengutus malaikatNya untuk menunjukkan kepada hamba-hambaNya apa yang harus segera terjadi." (Wahyu 22:6)

"Sesungguhnya Aku datang segera.  Berbahagialah orang yang menuruti perkataan-perkataan nubuat kitab ini!" (Wahyu 22:7)

Lalu ia berkata kepadaku: "Jangan memeteraikan perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini, sebab waktunya sudah dekat (Wahyu 22:10)

Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upahKu untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya (Wahyu 22:13)

Ia, yang memberi keaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus! (Wahyu 22:20)

Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin. (Wahyu 22:21)

09 November 2008

Bejana

Yoshua adalah seorang penasehat raja yang sangat bijaksana. Namun wajahnya sangat buruk. Suatu hari, anak perempuan raja, yang sangat iri karena Yoshua mendapat lebih banyak perhatian dari ayahnya daripada dia, mencoba menghina dia. Maka dengan mengejek, gadis itu bertanya kepadanya, "Jika engkau memang bijaksana, tolong beritahu saya mengapa Allah memilih menyimpan begitu banyak kebijaksanaan di dalam bejana yang sedemikian sederhana." Yoshua kemudian bertanya kepadanya, "Apakah ayahmu mempunyai anggur?"

"Saya kira setiap orang di dunia tahu bahwa ayah saya memiliki banyak anggur terbaik. Betapa bodohnya pertanyaan itu?"

"Tapi di mana dia menyimpan anggurnya?" tanya Yoshua.

"Lho? Tentu saja di bejana tanah liat," jawab gadis itu dengan cepat.

"Tanah liat!" Yoshua tertawa terbahak-bahak sampai gadis itu berteriak kepadanya dengan marah.

"Maaf, " kata Yoshua, "tapi saya terkejut bahwa orang seagung ayahmu menggunakan bahan yang sederhana itu. Petani pun menyimpan anggurnya di bejana tanah liat. Saya harap anggur istana disimpan di dalam sesuatu yang lebih istimewa, seperti bejana perak atau emas." Dia membungkuk dan meninggalkan perempuan muda itu.

Dengan cepat, putri raja itu pergi ke tempat penyimpanan anggur dan memberi tahu pelayan agar memindahkan anggur itu ke dalam bejana emas atau perak. Tak lama sesudah itu, raja menjamu banyak orang dan memberikan anggur terbaiknya. Para tamu itu menghirup anggur dan wajah mereka berkerut. Anggur itu telah terasa asam. Raja menjadi sangat marah dan memanggil pelayannya untuk meminta penjelasan, yang segera didapatnya. Putri raja segera mendapat teguran keras.

Setelah perjamuan itu, putri raja pergi ke kamar Yoshua dan berteriak, "Mengapa engkau menipu saya sehingga saya memindahkan anggur dari bejana tanah liat ke dalam bejana perak dan emas."

"Saya sungguh menyesal nak," kata Yoshua, "tapi mungkin engkau mulai bisa mengerti sekarang mengapa Allah lebih suka meletakkan kebijaksanaannya di dalam tempat2 yang sederhana. Kebijaksanaan itu seperti anggur, disimpan di dalam bejana sederhana."

08 November 2008

Makan Siang Bersama Tuhan

Ada seorang anak yang rindu bertemu dengan Tuhannya. Ia menyadari bahwa perjalanan panjang diperlukan ke rumah Tuhan, karena itu dikemaslah tasnya dengan kue Twinkies dan satu pack root beer berisi 6 kaleng lalu memulaikan perjalanannya. Ketika telah melampaui beberapa blok dari rumahnya, ia bertemu dengan seorang tua. Ia sedang duduk di taman dekat air memperhatikan burung burung.

Sang anak duduk dekat dengannya lalu membuka tas. Ketika ia mengambil root beer (bir tidak beralkohol) untuk melepaskan dahaganya ia perhatikan bahwa orang tua itu kelihatan lapar sedang memandang padanya. Dengan segera ia menawarkan kue Twinkie kepada orang tua itu.

Dengan gembira ia menerima dan memberikan senyum padanya. Senyum itu luar biasa menarik sehingga anak ini senang untuk menikmatinya lagi. Itu sebabnya anak ini menawarkan lagi kepada orang tua itu sekaleng root beer. Sekali lagi, ia tersenyum kepadanya. Anak ini sangat gembira! Sepanjang petang mereka duduk disana, makan dan tersenyum, tanpa mengeluarkan sepatah kata.

Ketika malam turun, anak ini merasa lelah, ia berdiri untuk meninggalkan tempat itu, namun sebelum ia melangkahkan kakinya, ia berbalik dan lari keorang tua itu dan memberikan sebuah pelukan. Orang tua itu memberikan senyumnya yang lebar. Ketika anak ini membuka pintu rumahnya beberapa waktu kemudian, ibunya terkejut melihat kegembiraan memancar diwajah anaknya. Ia bertanya, Apa yang terjadi hari ini sehingga membuat kamu begitu senang?

Sang anak menjawab, "Saya berkesempatan makan siang bersama Tuhan". Dan sebelum ibu memberikan responsnya, anak ini menambahkan, "Ibu, Ibu tahu senyumnya, itulah senyum paling indah yang pernah saya lihat".

Sementara itu, si orang tua, juga penuh dengan kegembiraan, pulang kerumahnya. Anaknya terpesona melihat kedamaian memancar diwajahnya dan bertanya: "Ayah, apa yang terjadi hari ini membuat kamu sangat bergembira?

Ia menjawab: "Saya makan Kue Twinkies di taman bersama Tuhan". Dan sebelum anaknya merespon, ia menambahkan: "Kamu tahu, Dia lebih muda dari yang saya duga"

Renungan :
Terlalu sering kita menganggap remeh kuasa dalam senyum, jamahan, kata kata yang baik, telinga yang mendengar, pemberian yang tulus atau perhatian perhatian kecil. Semua itu berpotensi membuat kehidupan seseorang menjadi istimewa atau bahkan merubah kehidupan seseorang.

Sikat Gigi

Nats : Dekat jalan Ia melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi Ia tidak mene-mukan apa-apa pada pohon itu selain daun-daun saja (Matius 21:19)

Bacaan : Matius 21:18-22

Seorang teman bercerita bahwa selama ini ia rajin menyikat gigi. Sejak kecil ibunya telah membiasakan dirinya untuk menyikat gigi paling sedikit dua kali sehari. Namun suatu hari, tiba-tiba giginya terasa ngilu dan berdarah. Ia pun pergi ke dokter dan dari pemeriksaan ia baru tahu bahwa selama ini caranya menyikat gigi salah. Sekilas dari luar giginya memang sehat, tetapi di dalam ternyata ada beberapa bagian yang keropos. Itu berarti, rajin saja tidak cukup, tetapi perlu diiringi dengan cara-cara yang benar.

Begitu juga dalam kehidupan rohani kita. Selama ini kita mungkin rajin beribadah di gereja, rajin berdoa, rajin berpuasa, dan sebagainya. Namun, kita tetap merasa "kosong", tidak merasakan sukacita dan damai sejahtera di dalam hati. Orang-orang lain yang melihat hidup kita dari luar mungkin mengenal kita sebagai "orang baik". Sayangnya, kita sendiri malah merasakan yang sebaliknya. Jika ini yang terjadi, berarti ada sesuatu yang salah dalam cara kita menjalani kehidupan rohani. Mungkin motivasi kita selama ini sudah keliru, atau pemahaman dan cara-cara kita melaksanakannya yang salah.

Itulah yang terjadi pada orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat. Mereka rajin melaksanakan kewajiban keagamaan, bahkan aturan demi aturan mereka jalankan dengan sangat ketat, sehingga dari luar mereka tampak sebagai orang-orang saleh. Namun, di mata Tuhan Yesus ternyata kondisi mereka sebenarnya tidak demikian. Mereka tidak lebih seperti pohon ara yang berdaun lebat, tetapi tidak berbuah. Kerajinan mereka tidak ada artinya. Bagaimana dengan kita? -AYA

KERAJINAN DALAM BERIBADAH TANPA DIIRINGI KETULUSAN
DAN KERENDAHAN HATI ADALAH NOL BESAR

Yayasan Gloria

Humor : Takut Gelap

Seorang anak kecil takut di dalam gelap. Pada suatu malam, ibunya memerintahkan dia untuk mengambil sebuah sapu di teras belakang yang gelap.

Ia memprotes dan mengatakan, “Mam, aku tidak mau ke sana.”

Ibunya tersenyum dan meyakinkan anak kecilnya dengan berkata, “Kamu tak perlu takut dalam kegelapan. Yesus berada di sana. Ia akan menjaga dan melindungimu.”

Anak kecil itu menatap ibunya dengan sungguh-sungguh dan berkata, “Apakah ibu yakin, Yesus ada di luar sana?”

“Ya, aku yakin. Dia berada di mana-mana dan dia selalu bersedia untuk menolongmu kapanpun kamu memerlukannya,” jawab ibunya.

Anak kecil itu berpikir sejenak dan kemudian membuka sedikit pintu belakang itu. Seraya mengintip dalam kegelapan ia berseru, “Yesus, Bila Engkau ada di sana, tolong ambilkan sapu itu untukku!”

Arsip Weekend Scripture - Kolose 3:15

Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah. - Kolose 3:15