Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

16 October 2008

Sapaan Dari Allah

Nats : Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu ... apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? (Mazmur 8:4,5)

Bacaan : Mazmur 104

Suatu sore, saya asyik bercengkerama dengan anak saya yang baru berusia dua setengah tahun. Langit sore yang lembayung tampak begitu indah, sehingga sayang untuk kami lewatkan sambil bersantai di kursi panjang. Dengan asyik anak saya menelusuri langit dengan jari mungilnya yang tertuding ke atas, sembari menyanyi "Pelangi, pelangi, alangkah indahmu ...."

Tiba-tiba senandungnya yang patah-patah itu terhenti dan ia bertanya, "Ma, Tuhan ada di mana?" Saya agak terkejut mendengarnya, tetapi dengan segera saya menjawab, "Tuhan ada di hatimu, Nak. Di hati Mama juga."

Sebagai orang dewasa, benak kita cenderung penuh dengan berbagai urusan. Maka, tak heran bila sedang memandang ciptaan Tuhan dan keindahan alam, kita jarang mengingat Pribadi yang telah menciptakan semua itu (Mazmur 104:24). Padahal, sesungguhnya hal itu merupakan saat-saat indah di mana Tuhan menyapa kita dengan kesejukan kasih-Nya, khususnya di tengah-tengah berbagai urusan kita di dunia ini. Bahkan manakala kita berada di tengah gelapnya kehidupan, alam akan mengingatkan kita bahwa Allah yang menciptakan semesta yang agung, sesungguhnya juga memerhatikan kita pribadi demi pribadi, termasuk segala keberatan di hidup kita (Mazmur 8:4,5).

Marilah kita menikmati karunia Allah yang dari waktu ke waktu mewakili senyum kasih-Nya. Langit yang biru, mentari senja yang memerah, pelangi yang membusur dengan cantiknya, pegunungan yang gagah, lautan yang menggelora, dan banyak lagi yang lain, akan selalu menunjuk kepada kebesaran penciptanya -AW

TANGAN ALLAH MENCIPTA ALAM YANG BEGITU LUAS
TETAPI DIA JUGA BISA MENDEKAP SAYA YANG BEGITU KECIL

Yayasan Gloria

Belajar Berkata "Cukup"

Seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib. Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya. Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya seberapapun yang diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkan kata “cukup”. Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan hidungnya. Diambilnya beberapa ember untuk menampung uang kaget itu. Setelah semuanya penuh, dibawanya ke gubug mungilnya untuk disimpan disana. Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya. Masih kurang! Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya. Belum cukup, dia membiarkan mata air itu terus mengalir hingga akhirnya petani itu mati tertimbun bersama ketamakannya karena dia tak pernah bisa berkata cukup.

Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali adalah kata “cukup”. Kapankah kita bisa berkata cukup? Hampir semua pegawai merasa gajinya belum bisa dikatakan sepadan dengan kerja kerasnya. Pengusaha hampir selalu merasa pendapatan perusahaannya masih dibawah target. Istri mengeluh suaminya kurang perhatian. Suami berpendapat istrinya kurang pengertian. Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati. Semua merasa kurang dan kurang. Kapankah kita bisa berkata cukup?

Cukup bukanlah soal berapa jumlahnya. Cukup adalah persoalan kepuasan hati. Cukup hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa mensyukuri. Tak perlu takut berkata cukup. Mengucapkan kata cukup bukan berarti kita berhenti berusaha dan berkarya. “Cukup” jangan diartikan sebagai kondisi stagnasi, mandeg dan berpuas diri. Mengucapkan kata cukup membuat kita melihat apa yang telah kita terima, bukan apa yang belum kita dapatkan. Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit berkata cukup. Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri kita hari ini, maka kita akan menjadi manusia yang berbahagia.

Belajarlah untuk berkata “Cukup”

Sumber : Unknown

Istilah-istilah Dalam Alkitab

Ada baiknya kita mengenal beberapa istilah dalam Alkitab untuk lebih memahami Alkitab. Mari kita simak satu per satu kata-kata berikut ini:

YESUS : Bentuk terjemahan dari nama Ibrani Yashua (Aram: Yeshua). Merupakan nama Yahudi yang umum, namun menjadi khusus ketika diberikan kepada YESUS Kristus (Ibrani: Yashua Ha Mashiakh). Nama ini merupakan turunan dari nama YAHWEH, yakni: ‘Yah’ ditambah dengan kata ‘Shua’ (artinya: Yang Menyelamatkan) , sehingga Yashua berarti YAHWEH Yang Menyelamatkan. YESUS Kristus adalah Firman Elohim yang menjelma sebagai manusia dengan lahir melalui seorang perawan bernama Maria.

YAHWEH : Nama Diri Sang Pencipta, Elohim Yang Mahakuasa, yang secara terbuka dan gamblang diungkapkan kepada Musa sebagai Elohimnya Abraham, Elohimnya Ishak, dan Elohimnya Yakub (Keluaran 3:15). Di dalam Tenakh ditulis hwhy yang dikenal dengan istilah TETRAGRAMMATON (YHWH).

Roh Kudus : Kitab Suci memperkenalkan Roh Kudus sebagai satu Pribadi. Ia disebut juga Roh Elohim (Kej 1:2), Roh YAHWEH (Hak 13:25), Roh Tuhan YAHWEH (Yesaya 61:1 The Spirit of the Lord GOD), Roh Kristus (Rm 8:9), Roh YESUS Kristus (Fil 1:19), Roh Kebenaran (Yoh 14:17) dan Penolong (Penghibur, Perantara, Yoh 14:16). Ia dilambangkan dengan api, air, mata air, aliran sungai kehidupan, [air] anggur, nafas, merpati, dsb.

Kitab Suci : Kumpulan kitab-kitab dan surat-surat yang diterima dan dikanonisasi sebagai firman Elohim yang mengikat kehidupan umatNya. Terdiri dari 66 kitab, yakni 39 kitab PL dan 27 kitab PB. Aslinya ditulis dalam bahasa Ibrani (sebagian besar), Aram, dan Yunani.

Elohim : Bentuk jamak dari El atau Eloah. Merupakan kata Ibrani yang dipakai oleh PL untuk menunjuk pribadi-pribadi ilahi yang disembah oleh manusia, baik Elohim Pencipta yang Maha Kuasa yang disebut di dalam Kej 1:1 maupun ’ilah lain’ dalam Kel 20:3.

Anak Elohim : salah satu gelar yang disandang oleh YESUS Kristus yang menunjukkan kedudukan dan hubunganNya dengan Elohim yang dengan begitu akrab Dia sapa ’Abba’ (Mrk 14:36)

Anak Manusia : terjemahan dari istilah khas Ibrani ben ’adam atau Aram bar’ enasya. Ini adalah salah satu sebutan yang paling sering digunakan oleh YESUS untuk menyebut Diri-Nya.

Baptis : berasal dari kata Yunani baptizo, yang berarti ’memasukkan (mencelupkan) sesuatu ke dalam air’. Akhirnya ini menjadi sebuah istilah dalam terminologi Kristiani yang menunjuk pada upacara permandian di dalam air sebagai tanda pertobatan dan percaya kepada YESUS Kristus sebagai satu-satunya Juruselamat dan Tuhan dalam hidup seseorang.

Yohanes Pembaptis : Sepupu YESUS, karena ibunya, Elisabeth adalah sepupu Maria, ibu YESUS. Yohanes Pembaptis 6 bulan lebih tua dari YESUS. Ia diurapi degan ‘roh dan kuasa Elia’ untuk mempersiapkan jalan bagi YESUS Kristus (Lukas 1:17).

Sumber: Kitab Suci ILT (Indonesian Literal Translation) , Yalensa, cetakan I, 2007.

15 October 2008

Sebuah Ironi

Nats : Lalu Tamar menaruh abu di atas kepalanya, mengoyakkan baju kurung yang maha indah yang dipakainya, meletakkan tangannya di atas kepalanya dan pergilah ia sambil meratap dengan nyaring (2Samuel 13:19)

Bacaan : 2Samuel 13:1-22

Kebahagiaan dan kesedihan biasanya berawal dari keluarga. Kita boleh sukses dalam segala hal, tetapi kalau misalnya anak-anak berantakan hidupnya, kita akan merana. Benar seperti isi petikan lagu pengiring sinetron Keluarga Cemara: "Harta yang paling berharga adalah keluarga. Istana yang paling indah adalah keluarga. Puisi yang paling bermakna adalah keluarga. Mutiara tiada tara adalah keluarga."

Ironisnya, orang lebih kerap menomorduakan keluarga. Lebih mengutamakan karier atau hobi. Daud adalah salah satu contohnya. Daud mampu mengurus banyak hal dengan sukses. Ia berhasil menyatukan dua belas suku Israel menjadi satu bangsa. Ia adalah arsitek militer yang hebat. Ia berhasil mendirikan ibukota, membawa pulang tabut Allah ke Yerusalem, dan membuka jalan bagi pembangunan Bait Allah. Ia menulis banyak mazmur yang indah. Namun, menyangkut urusan keluarga, Daud gagal total. Bacaan kita hari ini adalah salah satu contoh tragedi yang terjadi dalam keluarga Daud. Absalom, anaknya, pun kemudian juga memberontak kepadanya (2Samuel 15:1-12).

Tampaknya Daud memang kurang memerhatikan keluarga. Ia banyak sekali menulis mazmur, tetapi tidak ada mazmur yang ia tulis mengenai atau untuk anak-anaknya. Ia berdoa memohonkan pengampunan bagi pasukannya, mendoakan Yonatan, sahabatnya, juga Saul, musuh bebuyutannya, tetapi tidak untuk keluarganya. Ya, kita tidak pernah membaca mazmur dan doa yang ditulis oleh Daud untuk keluarganya. Daud pun menuai hasil dari sikapnya itu. Sebuah ironi -AYA

KEBAHAGIAAN IBARAT SEBUAH RUMAH
DAN KELUARGA ADALAH FONDASINYA

Yayasan Gloria

Jujurlah Dengan Allah

Jangan mengatakan BAPA
kalau sehari-hari tidak berlaku sebagai anak

Jangan mengatakan KAMI
kalau engkau hidup tersendiri dalam egoismemu

Jangan mengatakan YANG ADA DI SURGA
kalau hanya memikirkan hal-hal duniawi

Jangan mengatakan DIMULIAKANLAH NAMAMU
kalau tidak menghormatiNya

Jangan mengatakan TERJADILAH KEHENDAKMU
kalau tidak mau menerimanya bila ternyata adalah berat dan pahit

Jangan mengatakan BERILAH KAMI REJEKI PADA HARI INI
kalau tidak prihatin akan mereka yang lapar, orang buta huruf dan tanpa harapan untuk besok

Jangan mengatakan AMPUNILAH KESALAHAN KAMI
kalau masih menyimpan kebencian terhadap saudaramu

Jangan mengatakan JANGANLAH KAMI BIARKAN JATUH DALAM PERCOBAAN
kalau masih bermaksud berbuat dosa

Jangan mengatakan BEBASKANLAH KAMI DARI YANG JAHAT
kalau tidak berani mengambil posisi melawan kejahatan

Jangan mengatakan AMEN
kalau tidak menganggap serius setiap kata doamu BAPA KAMI

Humor : Gangguan Pendengaran

Seorang pria berkata kepada dokternya, "Rasanya pendengaran istriku agak terganggu. Apa yang harus kulakukan?"

Dokter menjawab, "Coba lakukan ini. Saat istrimu mencuci, berdirilah tiga meter di belakangnya dan tanyalah suatu hal padanya. Jika ia tak menjawab, mendekatlah dan bertanyalah padanya sampai ia mendengarnya. "

Pria itu pulang ke rumah dan melihat istrinya menyiapkan makan malam. Berdiri tiga meter di belakangnya, pria itu bertanya, "Makan malamnya apa, Sayang?"

Tidak ada jawaban, ia maju semeter dan bertanya lagi. Masih tidak ada jawaban, jadi ia maju semeter lagi. Tidak ada jawaban juga. Akhirnya ia berdiri tepat di  belakangnya dan berkata, "Sayang, makan malamnya apa?"

Untuk keempat kalinya, aku berkata "Sebaiknya kamu cek ke dokter telinga."

14 October 2008

Humor : Jawaban Doa

Seorang wanita sedang bekerja ketika ia menerima telepon bahwa anak perempuannya sakit karena demam. Ia meninggalkan pekerjaannya dan mampir di apotek untuk membeli obat untuk anaknya. Ketika kembali ke mobilnya, ia menyadari bahwa kunci mobilnya tertinggal dalam mobil. Padahal ia terburu-buru pulang untuk melihat keadaan anaknya yang sakit.

Ia tak tahu apa yang harus dilakukan, jadi ia menelepon rumah dan mengatakan apa yang terjadi kepada pengasuh anaknya, bahwa ia tak tahu apa yang harus dilakukannya. Si pengasuh anak berkata bahwa keadaan anaknya bertambah buruk.

Ia berkata, "Carilah sepotong besi dan pakailah untuk membuka pintu mobil".

Wanita itu mencari-cari dan menemukan besi tua berkarat yang telah dibuang, mungkin oleh orang yang kunci mobilnya juga tertinggal di dalam mobil. Kemudian ia mengamati besi itu dan berkata, "Aku tidak tahu bagaimana menggunakannya".

Jadi ia menunduk dan mohon agar Tuhan memberikan pertolongan. Dalam lima menit, sebuah mobil tua rongsok yang dikendarai oleh pria deki, kotor, dan berjanggut yang mengenakan ikat kepala lusuh bergambar tengkorak, menepi.

"Apakah ia yang Kau kirim untuk membantuku?", pikir wanita itu. Tapi, ia putus asa, jadi sangat bersyukur atas siapapun yang dikirim Tuhan.

Pria itu keluar dari mobilnya dan menawarkan bantuan. Wanita itu berkata, "Ya, anakku sakit. Aku mampir ke apotek untuk membeli obat dan kunci mobilku ketinggalan di dalam mobil. Aku harus segera pulang. Tolong, bisakah kamu menggunakan besi ini untuk membuka pintu mobilku?"

Pria itu berkata, "Tentu saja". Ia menghampiri mobil itu dan kurang dari semenit, pintu mobil itu terbuka. Wanita itu memeluk si pria dan sambil menangis ia berkata, "Terima kasih banyak! Kamu orang yang sangat baik."

Si pria menjawab, "Nyonya, saya ini bukan orang baik, saya baru saja keluar dari penjara hari ini. Saya dipenjara karena pencurian mobil dan baru saja menghirup udara segar selama sekitar satu jam."

Si wanita itu memeluk pria itu lagi dan dengan air mata yang mencucur, ia berteriak keras, "Oh, Tuhan, terima kasih, terima kasih! Engkau bahkan mengirimkan seorang yang profesional dalam hal ini."

Takut Ditolak

Hal apa saja yang membuat orang ragu untuk bersaksi? Biasanya ini adalah beberapa keraguan yang dikatakan oleh beberapa teman.

Aku takut bukannya bikin tambah baik tapi malah tambah buruk.
Aku tidak tahu harus bilang apa.
Aku tidak tahu harus menjawab apa kalau di kasih pertanyaan yang menjebak.
Aku bakal kelihatan fanatik.
Aku mungkin saja terlalu mencampuri urusak orang lain.
Aku takut kalau gagal.
Aku takut kalau dianggap munafik.

Kebanyakan penyebabnya adalah rasa takut. Jika ingin ditilik lebih jauh lagi, itu adalah ketakutan untuk ditolak. Sebuah survei yang berikan kepada mereka yang mengikuti pelatihan untuk kebaktian kebangunan rohani Billy Graham di Detroit menanyakan pertanyaan ini.

Apa penghalang terbesarmu dalam bersaksi?

9% menjawab mereka terlalu sibuk
28% menjawab mereka kekurangan informasi atau bahan untuk bersaksi
Tidak ada yang menjawab mereka tidak perduli
12% menjawab hidup mereka tidak seperti yang mereka katakan
Tetapi sebagian besar dari mereka, yaitu 51% menjawab bahwa masalah terbesar mereka untuk bersaksi adalah takut ditolak.

Padahal setiap hari kita mengalami penolakan. Ketika mau bangun lebih siang, ibu menolak, "Tidak, kamu harus bangun sekarang, nanti terlambat". Ketika mau makan ice cream, "Jangan, nanti gigimu berlubang". Ketika menawar ojek, "Jangan neng, 3000 sudah murah kok". Ketika meminjam buku teman, "Sorry, gua juga mau pake, besok aja ya". Penolakan jangan menjadi keraguanmu untuk bersaksi. Semangat!

Prayer For Guidance

O heavenly Father, our protector and guide, You are the greatest Friend and joy we have! To be able to come to You in prayer like this is the most beautiful part of our lives!

It is not for myself that I want to pray today, dear Father, but for those who are near and dear to me and about whom I worrying. You know what they are facing, dear Father. And You know most of all the deepest reasons why these things have come upon them!

And You know how I want to help. Truly I think it would be easier if I could only face what they are facing. But You know how helpless we are to help another even though we know what is just and right.

Only You are left, dear Father. Do be with them in all things at all times. Protect them from enemies and evil, my Father. Forgive them their sins and put love of others in their hearts.

O do make them happy in their lives at home, dear Father, and help them live as You wouldst have them live. Above all, put love in their hearts for You.

And thank You, my Father, for Your goodness to them and to me. Thank You for Your love and guidance and protection! May we honor you all the days of our lives. And be happy and uplifted even as I feel right now!

13 October 2008

Flight 401

"Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil" - 1 Korintus 9:16

Penerbangan 401 dari New York ke Miami berisi penuh penumpang yang sedang berlibur. Ketika pesawat yang besar ini akan mendarat di Airport Miami, sebuah lampu untuk menunjukkan posisi gir untuk mendarat ternyata tidak menyala. Pesawat itu terbang mengitari Everglades ketika para awak pesawat terbang memeriksa kerusakkan pada lampu tersebut. Pertanyaannya adalah, apakah gir pesawat untuk mendarat itu tidak berfungsi dengan baik ataukah lampunya yang rusak.

Insinyur penerbangan pertama melihat bola lampunya. Ia mencoba untuk melepaskannya, tetapi tidak bergerak sama sekali. Kru lain mencoba membantu, dan kemudian yang lainnya, dan seterusnya. Satu per satu, semua mata tertuju pada bola lampu yang tidak bisa terlepas dari soketnya. Tidak ada yang memperhatikan bahwa pesawatnya kehilangan arah, akhirnya, pesawat jatuh ke lumpur. Banyak yang tewas di kecelakaan pesawat tersebut.

Ketika seorang kru yang berpengalaman sedang menyibukkan dirinya dengan bola lampu seharga 75 sen, seluruh kapal dan penumpang tewas. Para kru sesaat melupakan hal terpenting ketika sebuah pesawat sedang mengudara - "Jangan lupa untuk menerbangkan pesawat!"

Hal yang sama terjadi di gereja lokal. Pendeta dan penatua bisa saja sangat sibuk meributkan hal-hal sepele dan memfokuskan diri pada masalah-masalah yang tidak signifikan, sehingga mereka kehilangan arah mengenai esensi dari sebuah gereja. Gereja bisa punya banyak aktivitas, program, pertemuan, dan pengembangan komunitas, oleh sebab itu banyak roda yang berputar tanpa menyelesaikan satu halpun mengenai hal yang kekal, yaitu tujuan yang dilupakan.

Banyak gereja menyukai penemuan yang bagus di mana ratusan roda, gir, bel dan lampu menyala. Ketika penemu ditanya mengenai fungsi dari mesin yang aneh itu, ia menjawab, "Apa yang bisa dilakukannya? Oh, itu bukan apa-apa, tetapi apakah mesin itu bekerja dengan baik?" Jangan menjadi pesawat 401 atau penemuan yang tidak melakukan apa-apa. Tujuan utama itu adalah untuk memenangkan dunia yang terhilang ini untuk Yesus Kristus.

Biji Sesawi

Keadaan yang buruk di dalam penjara, Ruth duduk di atas lantai yang kotor. Perasaannya dipenuhi keinginan untuk memberontak karena bau busuk yang begitu menyengat dan meliputi udara di dalam sel. Ruth tidak bisa mengingat bau benda apa yang lebih busuk dari bau ruangan ini.

Di dalam sel ini tidak ada toilet, bajkan tidak ada satu lubang kecil untuk pembuangan kotoran. Sedikitpun tidak tersedia air di tempat itu. Di Cina, khususnya selama masa kebrutalan revolusi kebudayaan, para tahanan benar-benar tidak diperhatikan.

Ruth bisa merasakan binatang-binatang kecil merayapi tubuhnya seperti laba-laba, kecoa, tikus. Nyamuk-nyamuk yang haus akan darah berdesingan di mana-mana. Kegelapan meliputi tempat itu. Begitu gelapnya sampai Ruth tidak bisa melihat orang-orang yang ada di sekelilingnya. Pikirannya sedang melamunkan tidak orang anaknya, Daniel, 10, Joseph, 8, Mary, 5, yang ditinggal sendirian di rumah. Ruth bersama dengan suaminya, Michael, telah ditawan dan dimasukkan ke dalam sel tahanan.

Dalam kegelapan itu tiba-tiba ada suara seorang teman yang bertanya, "Apakah kamu punya anak?". Mendengar pertanyaaan yang seakan-akan mengerti pikiran dan perasaaannya, Ruth menjawab, "Ya, ada tiga orang", jawabnya.

"Sebenarnya saya telah melahirkan empat orang anak, namun seorang diantaranya telah mati", lanjutnya.

"Apa yang telah terjadi?"

Ruth tidak bisa menjawab. Untuk sesaat air matanya mengalir membasahi pipinya. "Tuhan, tolonglah aku untuk mempermuliakan Engkau dalam segala sesuatu", dia berdoa.

Akhirnya, dia mulai menceritakan kisah tragis yang menimpa anaknya ini. Dengan suara pulu dia berkata, "Peter, tiga tahun lalu, ketika dia berumur 11 tahun, rumah kami di geledah dan didatangi oleh Tentara Merah (Red Guards). Ada beratus-ratus orang yang datang dan memeriksa tempat kami. Mereka telah mengetahui bahwa saya dan suami saya adalah seorang pemimpin dari banyak "gereja rumah" di daerah itu.

Mereka menendang roboh pintu rumah kami, mengikat suami saya dan menggunduli kepala kami berdua. Mereka menodongkan senjata di atas kepala kami dan berteriak, "Dimana Alkitabmu? Dimana rekan-rekan yang bersamamu? Dimana kamu melakukan pertemuan?"

"Kami menolak menjawab, mereka mulai menghancurkan perabot-perabot rumah kami dan seisi rumah kami diporak-porandakan. Untuk tiga hari tiga malam kami tidak diijinkan makan, minum atau tidur. Mereka melihat empat orang anak kami dan mereka membariskan mereka di atas bangku. Ketika anak kami kelelahan, mereka memukuli kepala mereka dan memerintahkan untuk terus berdiri di atas bangku.

Karena saya dan suami saya tidak mau menjawab saat ditanyai, maka tentara Red Guard's mulai menginterogasi anak-anak kami. Tetapi anak-anak kami juga menolak untuk bekerja sama. Mereka mengetahui bahwa hidup dan mati, mereka harus mengakui nama Tuhan Yesus - dan jangan pernah menyebutkan nama atau identitas rekan-rekan pekerja Kristen yang lain.

Dengan kasar mereka mulai memukuli anak kami lagi. Peter diseret keluar rumah dan giginya mulai dicabuti. Dia dipukuli hingga berdarah. Akhirnya mereka melemparkan dan meninggalkan tubuhnya yang sudah lumpuh diatas lantai. Suami saya di bawa dan dipekerjakan secara paksa di kamp militer pekerja berat.

Saya segera membawa Peter ke rumah sakit. Dokter mengatakan tidak ada harapan karena anak ini telah banyak mengeluarkan darah. Saya diberitahu untuk mempersiapkan pemakaman baginya. Mereka juga telah memberikan surat-surat yang diperlukan untuk proses pemakaman. Pihak yang berwewenang mengijinkan suami saya untuk meninggalkan kamp kerja paksa untuk sesaat dan menjenguk Peter di saat menit-menit terakhir sebelum Peter dijemput Tuhan.

Ketika melihat ayahnya datang, Peter sangat gembira. "Ayah dan ibu, banyak orang yang mengenankan jubah hitam saat mereka mati, tetapi saya ingin berpakaian jubah putih, supaya saya kelihatan indah saat bertemu dengan Tuhan Yesus!"

"Kami menangis dan sangat berduka karena dia. Dan kami berdoa bersama-sama supaya nama Allah dipermuliakan."

"Karena musim hujan pada waktu itu maka semua jendela di tempat itu ditutup. Tetapi ketika kami selesai berdoa satu jendela terbuka dan ada angin sejuk berhembus masuk memenuhi ruangan. Roh penghibur datang memasuki hati kami. Peter berbisik perlahan, "Yesus telah datang untuk membawaku pulang. Selamat tinggal." Wajahnya dipenuhi dengan sukacita. Bahkan dokter yang hadir saat itu digerakkan untuk berkomentar, "Saya belum pernah melihat orang yang mati penuh kedamaian seperti ini."

"Ketika kami pulang ke rumah, anak-anak kami yang lebih muda dari Peter mengagetkan kami dengan kegembiraan yang luar biasa. Mereka berkata, "Kami tidak bisa tidur, karena kami melihat kumpulan besar malaikat-malaikat di sekeliling rumah. Mereka membawa alat-alat musik instrumen dan menyanyi untuk kami. Mereka mengatakan bahwa mereka datang untuk membawa Peter bersama-sama dengan mereka ke surga".

"Saya menjelaskan, "Saudaramu telah pergi bersama-sama dengan Tuhan Yesus". Dan mereka semua menangis. Peter begitu mengasihi saudara-saudaranya ini dan mereka juga membalas kasihnya dengan rasa sayang yang sangat besar".

Ada kesunyian yang panjang dalam sel itu. Tetapi kemudian Ruth mual bisa mendengar suara tangisan yang berasal dari berbagai tempat di dalam sel gelap itu. Tiba-tiba, terdengar suara teriakan kemarahan, "Terkutuklah orang-orang Red Guard's! Kenapa mereka melakukan hal yang keji seperti ini? Saya berharap bisa mencekik leher orang-orang ini dan membunuh mereka!"

"Jangan! Jangan!", Ruth berteriak. Kalian jangan membenci mereka. Ini adalah dendam dan lingkaran kepahitan. Tuhan Yesus mengajarkan supaya kita mengasihi musuh-musuh kita. Setiap hari saya berdoa untuk tentara-tentara Red Guard's ini, supaya mereka segera menemukan dan mengenal Yesus. Dengan cara yang sama, saya juga telah berdoa bagi kalian semua. Kalian semua juga kekasih-kekasih yang dicintai Tuhan Yesus".

"Hah!", cetus seseorang dengan gerang. "Kalau Yesus sungguh-sungguh mengasihi saya, kenapa saya ada disini, di dalam sel yang kumuh ini?"

Ruth mulai menjelaskan bagaimana sel kotor ini sama seperti dosa mereka. Hanya salib Yesus yang sanggup menjembatani jurang antara orang-orang berdosa dengan Allah yang kudus. Yang mereka butuhkan adalah mengakui dosa-dosa mereka dan meminta Yesus menjadikan mereka manusia yang baru. Sekali lagi ada kesunyian yang panjang dalam penjara itu. Dan satu persatu anggota sel itu mulai bertekuk lutut di sampingnya, penuh tangisan mengakui dengan keras segala dosa-dosa mereka dan memohon Yesus menyucikannya. "Terima kasih Tuhan", Ruth berdoa. "Sungguh Engkau bisa mengubahkan segala sesuatunya menjadi baik!"

Kesaksian ini menggambarkan betapa hebatnya aniaya dan penderitaan yang dialami gereja-gereja Tuhan di Cina. Namun semua yang dialami orang-orang ini seakan-akan memancarkan kemuliaan Tuhan yang semakin terang dan menjadi kesaksian atas seluruh bangsa di dunia. Keteguhan iman mereka teruji dalam dapur api.

Mereka bukan cuman mengakui Yesus dengan mulut mereka, tetapi mereka membayar pengakuan mereka ini dengan aniaya dan penderitaan. Mereka belum pernah merasakan datang ke gereja tiap minggu, bernyanyi memuji Tuhan, bersukacita, dan mengharapkan untuk hidup dalam kelimpahan. Yang ada pada mereka adalah gereja bawah tanah dan ibadah yang bersembunyi-sembunyi. Mereka di kejar-kejar oleh tentara militer, dan rawan dengan aniaya.

Pengakuan iman mereka teruji engan tindakan yang nyata. Kuasa injil betul-betul dinyatakan dalam kehidupan mereka. Mereka mempertahankan iman dengan nyawa mereka. Tidak ada sesuatupun yang dapat menggoyahkan iman mereka di dalam Tuhan. Iman seperti inilah yang dicari Tuhan.

"... akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?" - Lukas 18:8