Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

16 September 2008

Kristen Bola

Nats : Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak hancur terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa - 2Korintus 4:8,9

Bacaan : 2Korintus 4:1-15

Sepulang sekolah, Kathleen, putri saya, suka bermain bola di rumah. Anak usia empat tahun itu sangat suka memantul-mantulkan bola kesayangannya ke lantai. Suatu saat ia berkata, "Pa, Kathleen suka dengan bola ini. Tiap kali Kathleen membanting bola ini, ia malah melambung tinggi. Lucunya, semakin keras dibanting, ia malah melambung makin tinggi ya, Pa."

Paulus adalah seorang rasul yang berterus terang tentang realitas kehidupan dan pelayanan yang tengah dilakukannya. Sejak menyerahkan diri untuk melayani Tuhan, masalah justru seakan-akan enggan meninggalkannya. Ketika melayani jemaat di Korintus, ia pun tidak bebas dari masalah. Jemaat Korintus terkenal dengan reputasinya yang buruk. Banyak hal yang terjadi dalam jemaat ini, telah menyakitkan hati Allah dan Paulus. Misalnya perpecahan, juga tindakan tidak bermoral. Secara logika, sangat masuk akal bila Paulus mempertanyakan penyertaan Tuhan atas hidupnya, memprotes, atau bahkan mengambek. Namun, Paulus tidak melakukannya. Ia tetap setia memegang komitmen pelayanannya.

Inilah inti "karakter pelayanan kristiani" sejati yang harus dimiliki oleh setiap pelayan Tuhan; di mana pun dan dalam peran apa pun. "Ditindas namun tidak terjepit ... habis akal namun tidak putus asa ... dianiaya namun tidak ditinggalkan sendiri ... dihempaskan namun tidak binasa" (ayat 8,9). Saya menyebutnya "Kristen bola", yang tak menjadi "kempes" walaupun "dibanting" dengan berbagai tantangan dan kesulitan. Apa rahasianya? "Kami senantiasa membawa kematian Yesus dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus nyata dalam tubuh kami" (ayat 10) -MZ

MASALAH SEBESAR APA PUN
DAPAT DILEWATI BERSAMA TUHAN

Yayasan Gloria

Doa 1 Menit

Tuhan Yesus,di dalam kehidupan ini kami memiliki banyak keinginan,di dalam semua keinginan ini, ada keinginan yang baik dan tidak baik, ada yang sejalan dengan kehendakMu, ada yang tidak sejalan dengan kehendakMu.

Tolong kami Tuhan, untuk bukan saja dapat membedakan mana keinginan yang baik, yang berkenan kepada-Mu, dan mana keinginan yang tidak baik yang tidak sejalan dengan kehendakMu, melainkan beri kami juga kekuatan untuk mampu menolak keinginan yang tidak baik, untuk tidak dipengaruhi oleh keinginan buruk tersebut, dan tetap setia kepada kehendak dan rencanaMu Tuhan. Sekalipun keinginan itu bukan hal yang buruk, namun keinginan itu tidak terpenuhi, apa yang kami ingin capai tidak tercapai, tolong kami untuk dapat menerimanya dengan tidak bersungut-sungut, tapi dengan hati yang lapang dan mengimani bahwa Engkau Tuhan pasti punya rencana dan kehendak-Mu yang Engkau ingin genapi dalam kehidupan kami.

Meskipun saat ini kami tak bisa memahaminya dengan pemikiran kami yang terbatas ini, namun biarlah kami mengimani bahwa Engkau Allah yang lebih mengerti kami, Engkau juga pasti akan memberi yang terlebih baik dan indah pada waktuMu Tuhan.

Kami sadar bahwa semuanya ini bukanlah hal yang mudah, yang dapat dalam waktu satu dua hari kami terapkan, mungkin butuh waktu yang lama untuk dapat memiliki iman yang dewasa, iman yang sungguh teruji dalam menghadapi semua kejadian dan badai dalam hidup ini.

Oleh karenanya, kami memerlukan bimbingan dan pertolonganMu selalu ya Tuhan. Terima kasih Tuhan Yesus, karena Engkau selalu bersama kami, menemani kami dalam menjalani kehidupan ini.

Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa.

Amin

Suatu Saat Dalam Taxi

"Jika kita melakukan sesuatu, lakukanlah semuanya seperti kita melakukan untuk Tuhan".

Hari-hari terakhir pekerjaan kantor sangat melelahkan. Tidak ada waktu untuk 'memanjakan' diri sendiri. Bahkan saat akan beristirahat pun, segala masalah dan tugas dalam pekerjaan selalu menghantui pikiran. Terus terang saya sudah malas dengan segala keinginan boss-ku. Nyaris setiap hari aku pulang larut malam. Pergi pagi pulang malam, dari senin sampai sabtu. Dan segala pekerjaanku tidak pernah di hargai olehnya. Jadi aku pikir, "Masa bodoh dengan segala pekerjaan kantor. Aku sudah cape. Terserah deh, nanti jadinya apa. Gua kaga peduli".

Jadi Sabtu kemarin aku habis kan waktu dengan tidur seharian. Membaca buku, menonton televisi, dengar kaset. Laptop yang tegeletak di atas meja tidak aku sentuh sedikit pun. "Masa bodoh" pikirku.

Sendok suapan terakhir telah masuk ke dalam perut. Wah, kenyang juga. Kubenahi segala dokumen yang di butuhkan dan segera keluar kantor mencari taxi. Sudah 5 menit aku menunggu, akhirnya taxi yang kutunggu datang juga.

"Daerah kota pak", seruku pada supir taxi.

"Kotanya dimana pak?", dia menimpali.

"Wah, namanya apa yah?" aku sendiri tidak begitu ingat.

"Nanti saya tunjukkan jalannya kalau sudah sampai di sana"

"Baik Pak".

Suasana hening. Tidak beberapa lama pak supir berkata, "Tadi orang yang pakai taxi ini sebelum Bapak, naik dari Taman Anggrek".

Dekat amat pikirku. Kantorku ada di daerah Citraland.

"Kok mau sih pak?" ucapku.

"Wah tidak baik menolak rejeki. Kalau Tuhan sudah kasih berkat, masa kita tolak", ujarnya dengan logat batak yang masih terasa.

"Kalo supir lain sih pasti nolak. Kalau saya, ngak masalah, dekat atau jauh toh berkat dari Tuhan."

"Wah, berfilsafat dia.", pikirku.

"Tapi sebenarnya untung juga sih kalau nariknya deket. Tadi saja saya di kasih uang 10.000. padahal argonya ngak sampe 5 rebu. Saya senang juga. Tapi sebenernya saya ngak tega kalo mesti nolak. Dia kan pasti mau buru-buru. Bagaimana rasanya, sesudah duduk, eh malah saya tolak. Sakit hati, kan?"

"Iya juga yah", pikirku. Suasana hening kembali. Kuperhatikan wajahnya dari kaca mobil. Keliahatannya ceria, tidak seperti sopir-sopir taxi yang lain. Yang rata-rata wajahnya cemberut.

"Bapak sudah lama jadi sopir taxi", tanyaku memecah keheningan.

"Baru empat tahun Pak."

"Sebelumnya kerja di mana?"

"Dulu saya kerja di perhotelan."

"Kerja di bagian apa Pak?"

"Manager operasional"

Hah? Tidak salah dengar? Manager? ngak mungkin ah..

"Anak buahnya banyak pak?", tanyaku sedikit menyelidik.

"Ada sekitar 100 orang"

"Terus, koq sekarang malah jadi sopir taxi"

"Wah, panjang ceritanya Pak."

"Oh.", gumanku dan tidak bertanya lebih lanjut, kelihatannya ada kenangan pahit yang dia alami.

"Biasalah pak korban kena sikut", ujarnya meneruskan, "Padahal dia teman baik saya. Tidak menyangka dia akan berbuat seperti itu. Tapi buat saya itu ngak masalah. Saya percaya Tuhan pasti akan tetap pelihara saya. Buktinya saya langsung bisa dapat pekerjaan lagi. Walaupun tidak sehebat seperti dahulu. Yah, sudah cukup lah, untuk kebutuhan sehari-hari"

"Kenapa Bapak tidak mencoba melamar di hotel lain?"

"Nama saya sudah rusak Pak"

"Pasti karena di fitnah oleh teman baiknya itu", pikirku. Kuperhatikan lagi wajahnya. Tetap ceria seperti tadi. Tidak nampak terbeban.

"Lebih enak jadi sopir atau kerja seperti dulu Pak?", tanyaku.

"Wah, enak atau enggak tergantung hati kita Pak. Pokoknya kita mesti sadar, bahwa apa yang kita punya saat ini, Tuhan yang memberi. Mengucap syukur senantiasa. Sukacita bukan datang dari luar, tapi dari dalam diri kita. Jadi kalau di tanya lebih enak mana, dulu atau sekarang, jawabannya yah dua-duanya. Mau jadi apa aja ngak masalah, yang penting ada rasa syukur, pasti sukacita itu datang dengan sendirinya."

Wah, jadi malu aku. Aku yang sejak kecil di didik dalam keluarga percaya, masih mengeluh kan pekerjaan yang saya terima. Padahal kalau dibandingkan dengan sopir taxi, pekerjaan saya jauh lebih enak. Dengan penghasilan yang lebih tinggi tentunya. Tapi, dasar! Nggak ada ucapan syukurnya. Aku jadi teringat akan nasehat yang mengatakan, "Jika kita melakukan sesuatu, lakukanlah segala sesuatu seperti kita melakukan untuk Tuhan".

Hmmm, hari ini aku di sadarkan kan oleh seorang supir taxi. Hari ini aku di kuatkan kembali untuk selalu bersyukur dalam segala hal.

"Anak-Ku, Aku tahu bahwa kadang kala begitu menggoda untuk menyerah dalam kehidupan. Kadang kala sulit menemukan alasan untuk terus berusaha. Apa yang membuatmu merasa seperti menerima lekalahan? Sekolah? Nilai? Kawan-kawan? Orang-tua? Uang? Perang? Dengarlah, Aku ingin kamu mempercayai-Ku dalam hal ini. Meskipun keadaan hidup tampak kacau dari luar, tetapi jika kamu percaya kepada-Ku, ada hal-hal yang tak terlihat terjadi di dalam dirimu. Setiap hari, Aku membuka sesuatu yang baru dan menggairahkan. Masa depanmu akan lebih mengherankan dari apa pun yang dapat kamu bayangkan. Percayalah kepada-Ku, tidak akan sia-sia kamu bertahan karena ada hari depan yang indah menunggumu."

Oleh karena itu, bertahanlah dengan gigih. Janganlah menyerah!

Aku mempunyai sejumlah kejutan nyata bagimu. Apa gunanya seseorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? (Mat 16:26)

Bapa Engkau Sungguh baik, Kasih Mu melimpah dihidup ku

Bapa ku berterimakasih, berkatMu hari ini yang

Kau sediakan bagi ku

Ku naikkan syukur ku.  Buat hari yang Kau beri

Tak habis - habisnya, kasih dan rahmatMu

Selalu baru dan tak pernah terlambat pertolonganMu

Besar setiaMu disepanjang hidup ku.

TUHAN MEMBERKATI !!

15 September 2008

Sebutir Nasi

riceDikisahkan di sebuah kerajaan kecil, sang raja mempunyai seorang putera yang sangat dimanjakan. Merasa sebagai anak semata wayang sekaligus putera mahkota kerajaan, dia tumbuh menjadi remaja yang urakan, tidak tahu sopan santun, dan tidak mau menghargai orang lain. Ia bahkan suka melecehkan para pengasuhnya. Karena itu pangeran kecil ini dibenci dan dihindari oleh para pengasuh maupun pegawai istana lainnya.

Walau dibenci dan dijauhi, pangeran kecil ini masih punya satu-satunya sahabat seusia yang setia kepadanya, yaitu si bocah laki-laki anak dari si juru masak istana. Si bocah tinggal di bangunan kecil jauh di belakang istana kerajaan. Karena dilarang menginjakkan kakinya ke dalam istana, maka sang pangeran kecillah yang biasanya datang bermain ke rumah si bocah. Suatu hari, pangeran kecil meminta si bocah untuk menemaninya makan siang di ruang makan istana. Bukan menemani makan, tetapi berdiri manis menunggui sambil melihat sang pangeran makan. Sesaat sebelum makan pangeran kecil terlihat menundukan kepala sambil mulutnya berkomat-kamit seolah sedang berdoa.

Sejenak kemudian, pangeran kecil mulai melahap hidangan yang tersaji di meja makan. Semua jenis makanan yang enak-enak dan mahal dicicipi. Pangeran bersantap sambil bertingkah seperti orang yang sedang kelaparan dan ingin menghabiskan semua makanan di atas meja. Kadang ia hanya mencuil dan menggigit makanannya, lalu memuntahkannya dan membuang sisanya di meja. Meja makan jadi berantakan dan sisa-sisa makanan berserakan dimana-mana. Sang pangeran seperti sedang mengolok-olok sahabatnya yang hanya berdiri memandanginya. Tapi bukannya merasa dihina, si bocah kecil itu malah tersenyum-senyum sedari tadi. Pangeran kecil pun jadi tersinggung dan marah melihat kelakuan sahabatnya.

"Hai, apa yang kamu tertawakan? Beraninya kamu tertawa seperti itu dihadapanku? Kamu iri melihat aku makan enak?" teriak pangeran kecil.

"Tidak, tidak ada apa-apa...," jawab si bocah kecil.

"Kalau tidak ada apa-apa, mengapa kamu tertawa? Apanya yang lucu?" Tanya sang pangeran sengit.

"Pangeran jangan cepat marah. Hamba sungguh senang dan tidak menyangka sama sekali, bahwa seorang pangeran pun ternyata juga berdoa sebelum makan. Apa yang pangeran ucapkan dalam doa tadi?" tanya si bocah.

"Walaupun aku seorang pangeran aku juga orang beragama. Di agamaku sejak kecil diajarkan supaya hendak setiap makan mengucapkan doa terima kasih kepada Yang Maha Kuasa, atas pemberian makanan yang dihidangkan untukku," jelas sang pangeran dengan bangga.

Si bocah kecil tetap saja tersenyum-senyum. Tapi kali ini ia berani berkata demikian, "Menurut pendapat hamba yang mulia. Rasa syukur dan terima kasih akan lebih berarti bila ditunjukkan juga kepada orang-orang yang telah menyediakan semua bahan makanan, dan memasak hingga tersaji hidangan di meja ini," kata si bocah. "Lihatlah sisa makanan yang berceceran dipiring dan meja itu. Perlu berapa orang untuk membuat itu semua?"

"Apa maksud kata-katamu itu? Aku kan seorang pangeran yang boleh berbuat apa saja sesuai kehendakku" kilah sang pangeran kecil. Si sahabat tiba-tiba menarik tangan sang pangeran dan mengajaknya menuju ke dapur istana. Ia bawa sang pangeran menyaksikan bagaimana juru masak istana dan para pekerja dapur begitu sibuk menyiapkan makanan serta membuat berbagai macam masakan.

Saat mereka berkeliling, dari pintu belakang istana tampak seorang petani sedang membawa sekarung beras sebagai hantaran wajib ke istana. Pangeran kecil menyapa si petani bak seorang raja yang berkuasa. "Hai... Paman... Terima kasih atas persembahanmu. Bagaimana panen padi kali ini?" tanya sang pangeran berlagak bijak.

"Panen kali ini buruk sekali, Tuan," jawab si petani ketakutan.

"Sudah tiga bulan kami bekerja keras, dari membajak, menanam, mengairi sawah sampai memupuk tanaman, tapi hasilnya sia-sia. Sawah ladang dihancurkan tikus dan hama wereng. Jadi, ampuni kami karena hanya mampu mempersembahkan sekarung beras ini. Hanya itu yang kami punya karena kami pun belum tahu bagaimana memberi makan anak istri kami," ujarnya sambil menghela nafas panjang.

Mendengar jawaban itu, pangeran kecil tersentak dan baru tersadar. Ternyata rakyatnya sangat menderita dan terancam kelaparan. Sementara dirinya malah menyia-nyiakan dan membuang-buang makanan yang begitu berharga. Sang pangeran kecil kemudian lari meninggalkan tempat itu karena merasa malu pada diri sendiri. Sejak peristiwa itu, tingkah laku pangeran kecil berubah total. Ia menjadi anak yang sopan dan mau menghargai orang lain. Setiap kali makan, ia selalu mengingatkan dirinya sendiri, "Jangan sisakan sebutir nasi di piringmu....! "

Pelajaran yang dapat di ambil :

Sejak kecil kita telah dididik untuk selalu berdoa dan mengucap syukur atas semua berkat yang diberikan Tuhan kepada kita kita. Mengucap syukur bukan sekedar berdoa, bukan pula hanya sekedar melaksanakan formalitas ritual beragama. Tetapi lebih dari itu, rasa syukur kita harus disertai dengan sikap menghargai dan menghormati orang lain dalam kehidupan sehari-hari.

Sebelum butiran nasi yang kita makan sehari-hari memuaskan dan mengenyangkan perut kita, betapa banyak kerja dan kegiatan yang mendahuluinya. Bila kita menghargai arti sebutir nasi serta orang-orang yang menghasilkannya, maka dasar pengertian dan kebijaksanaan itu akan melahirkan sikap mental positif dalam kehidupan kita.

Doa dan syukur harus didasarkan pada perbuatan nyata dan pengertian yang benar mengenai apa yang kita lakukan. Jika setiap doa yang kita ajarkan kepada anak-anak kita disertai dengan pengertian kebijakan untuk menghargai segala usaha dan jerih payah orang lain, serta tidak menyia-nyiakan berkat yang sedang kita nikmati, niscaya, mereka kelak akan tumbuh menjadi orang-orang yang luhur budi pekertinya. Sekali lagi ingat, ketika kita makan: "Jangan sisakan sebutir nasi di piringmu." (Andrie Wongso)

"Dengan "MEMBERI" hati ini menjadi lapang dan hati juga menjadi bahagia. So, mulailah memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi hidup ini…"

Kucing & Anjing

Nats : Lalu sangat takutlah Yakub dan merasa sesak hati; maka dibaginyalah orang-orangnya yang bersama-sama dengan dia, kambing dombanya, lembu sapi dan untanya menjadi dua pasukan (Kejadian 32:7)

Bacaan : Kejadian 32:1-12

Ada sebuah dongeng yang menceritakan mengapa kucing bermusuhan dengan anjing. Dikisahkan bahwa kucing dan anjing dulu berteman akrab. Namun suatu hari kucing menipu anjing dan membuat anjing marah. Sejak itu, anjing membenci kucing. Kucing pun menjadi takut kepada anjing. Selanjutnya, untuk mencegah agar anjing tidak dapat mengendus jejak kucing dengan penciumannya yang tajam, sejak itu kucing selalu mengubur kotorannya.

Hubungan Esau dan Yakub mirip dengan anjing dan kucing di atas. Yakub pernah melakukan sesuatu yang membuat Esau marah besar (Kejadian 27). Itu sebabnya Yakub melarikan diri. Namun dalam perjalanannya kembali ke Kanaan, Yakub akhirnya terpaksa harus bertemu lagi dengan Esau. Hal ini membuatnya takut karena ia ingat apa yang telah diperbuatnya dahulu dan juga kemarahan kakaknya. Sebab itu ia ketakutan kalau-kalau kakaknya akan membalas dendam.

Secara umum, ada dua cara yang dipilih orang untuk menyikapi suatu masalah. Pertama, seperti yang dilakukan oleh Yakub dan oleh kucing dalam dongeng di atas, yaitu melarikan diri. Cara ini memang lebih mudah, tetapi dampak ke depannya masih bisa panjang. Kita bisa terus digelayuti oleh perasaan tidak tenang, dan suatu hari masalah tersebut dapat muncul kembali dengan dampak yang lebih parah. Kedua adalah dengan menghadapi masalah tersebut dan berusaha menyelesaikannya. Cara ini pada awalnya mungkin akan tampak lebih repot dan menakutkan. Namun setidaknya masalah itu tidak akan menjadi berkepanjangan. Cara mana yang Anda pilih? -ALS

JANGAN LARI DARI MASALAH
HADAPI DAN SELESAIKANLAH SAMPAI TUNTAS!

Yayasan Gloria

14 September 2008

Pikirkanlah Orang Lain

"Dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama daripada dirinya sendiri" - Filipi 2:3

Seorang bapak terlihat gelisah saat menunggui istrinya yang akan melahirkan di rumah sakit. "Maaf Pak, kami sudah berusaha supaya anak Bapak dapat lahir dengan selamat, tetapi keadaan si anak hanya dapat bertahan hidup sekitar dua jam," kata dokter yang membantu proses kelahiran.

Bapak yang sedih dan kecewa tersebut berusaha untuk mengendalikan diri. "Dokter, baru saja saya membaca berita, adanya bedah selaput mata manusia dapat di donorkan. Apakah mata bayi saya dapat digunakan untuk orang lain supaya dapat melihat?", tanya bapak itu setelah berhasil mengendalikan dirinya. Keesokan harinya petugas palang merah membawa dua mata bayi tersebut. Yang satu dipasangkan pada seorang anak dan satunya didonorkan pada seorang ibu, sehingga mereka bisa melihat.

Walaupun masih bayi dan umurnya hanya dua jam, bayi tersebut menjadi jalan berkat bagi orang lain. Bagaimana dengan kita, yang berumur lebih dari dua jam? Apakah kita juga sudah menjadi saluran berkat bagi orang lain? Bukan hanya mata, yang bisa kita bantukan, melainkan apa pun yang ada pada kita. Banyak orang yang kekurangan kasih sayang, kita bisa menjadi saluran berkat kasih sayang. Banyak orang yang dalam keadaan sedih, kita bisa menghibur, menguatkan, dan mendukungnya. Banyak orang ingin didengarkan, kita bisa membantu dengan memberikan waktu kita untuk mendengarkannya dengan kasih.

Apa yang dapat kita lakukan hari ini. lakukanlah semuanya itu dengan sepenuh hati! Allah bekerja melalui tindakan kita tersebut untuk menyatakan kasih-Nya pada orang-orang yang membutuhkan. (pa)

LAKUKANLAH SEGALA SESUATU DENGAN CINTA DAN SETIA!

Renungan Pagi

13 September 2008

Doa untuk Pasangan Hidup

Tuhanku,
Aku berdoa untuk seorang pria, yang akan menjadi bagian dari hidupku.
Seorang yang sungguh mencintaiMU lebih dari segala sesuatu.
Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua dihatinya setelah Engkau.
Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMU.
Wajah ganteng dan daya tarik fisik tidaklah penting. Yang paling penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan haus akan Engkau dan memiliki keinginan  untuk menjadi seperti Engkau. Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup, sehingga hidupnya tidaklah sia-sia.
Seseorang yang memiliki hati yang bijak bukan hanya otak yang cerdas.
Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tetapi juga menghormati aku.
Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi dapat juga menasehati ketika aku berbuat salah.
Seorang yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tetapi karena hatiku.
Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan situasi.
Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika berada di sebelahnya.
Aku tidak meminta seorang yang sempurna, Namun aku meminta seorang yang tidak sempurna, sehingga aku dapat membuatnya sempurna dimataMU.
Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya.
Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya.
Seseorang yang membutuhkan senyumanku untuk mengatasi kesedihannya.
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna.

Dan aku juga meminta :
Buatlah aku menjadi seorang perempuan yang dapat membuat pria itu bangga.
Berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintaiMU, sehingga aku dapat mencintainya dengan cintaMU, bukan mencintainya dengan sekedar cintaku.
Berikanlah RohMU yang lembut sehingga kecantikanku datang dariMU bukan dari
luar diriku. Berilah aku tanganMU sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya.
Berikanlah aku mataMU sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dalam dirinya dan bukan hal buruk saja.
Berikan aku mulutMU yang penuh dengan kata-kata kebijaksanaanMU dan pemberi semangat, sehingga aku dapat mendukungnya setiap hari.
Berikanlah aku bibirMU dan aku akan tersenyum padanya setiap pagi.
Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan "betapa besarnya Tuhan itu karena Engkau telah memberikan kepadaku seseorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna". Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang tepat dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang Kau tentukan.

Amin…

Hakikat Doa

"Ya, Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi." - Lukas 22:42

Bacaan : Lukas 22:39-46

Mengisahkan tentang seorang anak yang sedang diajar oleh bibinya. Keponakannya ini tidak bisa berkonsentrasi, padahal biasanya ia dapat menyimak pelajaran yang diberikan kepadanya. Ternyata ia kehilangan kelerengnya, sehingga itu membuatnya susa berkonsentrasi. Tiba-tiba anak itu berkata, "Bibi, bolehkan aku berlutut, berdoa meminta Allah menemukan kelerengku?". Bibinya mengijinkannya, kemudian anak itu berlutut, menutu berdoa. Setelah itu dia kembali pada pelajarannya. Keesokkan harinya, bibinya khawatir kalau doa keponakannya tidak terjawab dan bisa melemahkan iman anak itu, lalu ia bertanya, "Sayang, apakah kau sudah menemukan kelerengmu?". "Tidak Bi, tetapi Allah membuatku tidak menginginkan kelereng itu lagi." jawab anak itu.

Berapa banyak kita menuntut agar Allah selalu menjawab setiap doa kita? Sama seperti ilustrasi tersebut diatas, Tuhan memang tidak selalu menjawab "Ya" pada setiap doa kita, namun Dia bisa mengambil keinginan kita yang bertentangan dengan kehendak-Nya. Itu semuanya dimaksudkan agar kita tidak menyalahgunakan doa, yaitu meminta sesuatu kepada Tuhan dengan tujuan untuk memuaskan nafsu kita sendiri (Yakobus 4:3). Doa seperti ini jika dikabulkan justru akan mencelakakan diri kita sendiri.

Glenn Clark menulis, "Masalah terbesar dari doa adalah bagaimana mengijinkan dan membiarkannya mengalir, dan Allah akan menjawab dengan cara-Nya." Sayangnya kita justru berdoa hanya untuk menyampaikan "paksaan-paksaan" kita melalui kata-kata kepada Tuhan. Kita hanya ingin kehendak kita tercapai dan bukan kehendak Allah yang terjadi. Belajar dari doa Yesus di taman Getsemani kita tahu bahwa hakekat doa adalah bagaimana menaklukkan kehendak diri sendrii di bawah kehendak Allah. Membiarkan rencana Allah yang terjadi dalam hidup kita. Dalam doa yang didasarkan atas kehendak Allah, percayalah bahwa Dia selalu memberikan yang terbaik, pada saat yang terbaik juga di dalam hidup kita. (Amos)

DOA ADALAH MENAKLUKKAN KEHENDAK DIRI KITA DI BAWAH KEHENDAK ALLAH

Renungan Harian Spirit

Arsip Weekend Scripture

"Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku." - Wahyu 3:20

12 September 2008

Little Mozart

SEOUL, SELASA - Ratusan penonton berlinang air mata saat seorang bocah perempuan tampil memainkan piano. Saat itu jemari mungilnya memainkan Fur Elise, komposisi karya Beethoven.

Yang membuat penonton terharu bukan karena lirik lagu itu, melainkan karena penampilan pianisnya, Yoo Ye-eun. Warga Korea yang baru berumur lima tahun itu ternyata buta sejak lahir. Yoo  memang  bocah  ajaib. Dalam usia balita dia telah menggegerkan dunia musik.  Yoo  bisa  memainkan  karya-karya  komponis besar seperti Mozart, Chopin,  dan   Beethoven,  ditambah  lagu-lagu  pop masa kini. Yang lebih mengagumkan,  Yoo  tak  perlu  lama  mempelajari  lagu-lagu   klasik yang terbilang  sulit.  Sekali  dengar,  dia  bisa  membawakan lagu itu dengan sempurna.

"Bagaimana mungkin?", tanya seorang pembawa acara Star King, sebuah acara adu bakat terkenal di Korea. "Benar-benar mengagumkan," tambahnya. Program televisi itu menobatkannya menjadi pemenang. Bocah itumendapatkan hadiah pertama sebesar 1 juta won (Rp. 9,1 miliar). Sejak itu dia mendapat julukan 'jenius Mozart berumur lima tahun'. "Dia bisa memainkan sebuah lagu dengan piano hanya dengan mendengarkannya sekali," kata Park Jung Soon, ibu angkatnya. Park mengetahui bakat putrinya itu dua tahun  lalu.

Ketika itu dia menyanyikan sebuah lagu pop. Saat itu Yoo Ye-eun yang baru berumur  tiga  tahun  mengiringinya dengan piano pinjaman. "Nadanya sangat sempurna meski dia belum pernah belajar piano. Kami tidak pernah mengajarinya," kenang Park. Keajaiban bocah itu tertutup rapat selama dua tahun. Namun, nama bocah buta itu langsung melejit, terutama melalui internet. Permainan pianonya di Star King dikirimkan ke Pandora TV, sebuat situs internet Korea. Yang melihatnya lewat situs YouTube mencapai 2 juta orang. Sejak itu, Yoo  Ye-eun  berkeliling dunia. Dia  tampil di Los Angeles, September  tahun lalu. Pertunjukannya itu merupakan bagian dari festival Hari Korea. Sebuah televisi Tokyo pun telah mengirimkan undangan. Bocah itu bahkan sudah punya  sponsor khusus, seorang bos dari perusahaan konstruksi di Dubai yang melihat penampilannya melalui Star King. Pekan lalu, Yoo memainkan karya Chopin di hadapan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong. Pada hari yang sama, dia mengiringi paduan suara  sekolah yang membawakan lagu tradisional Singapura tanpa mendengar lagu itu sebelumnya.

Tampaknya musik menjadi terapi untuk mengobati masa lalunya yang penuh tragedi. Bocah itu ditinggalkan orangtuanya sejak lahir. Yoo Ye-eun diadopsi oleh Yoo Chang Yoo dan istrinya, Park Jung Soon. Ayah angkatnya itu harus duduk di kursi roda akibat sebuah kecelakaan. "Kami tak pernah mendapat kesulitan untuk membesarkannya,"  kata pasangan Yoo dan Park kepada majalah Woman Donga.

Park membawa putrinya ke Star King karena dia ingin Yoo Ye-eun bisa bermain  untuk orang banyak. Namun, dia tak pernah membayangkan reaksi luar biasa dari para pendengar permainan putrinya itu. Saat diperkenalkan di atas  panggung, penonton bisa mendengar suara bocah itu bertanya, "Di mana  pianonya."  Sorot  lampu  panggung lantas menunjukkan seorang bocah mungil mencari kursi piano.

Begitu lagu You Were Born to be Loved mengalun, penonton langsung berurai airmata. Terlebih  mereka bisa melihat jari-jari mungil Yoo Ye-eun meraba tuts piano. Berita keajaiban itu terus menyebar. Tawaran bantuan keuangan pun  membanjir.  Beberapa  dokter  menawarkan  operasi  untuk  memulihkan penglihatannya. Namun, mereka gagal. Yoo Ye-eun tetap buta. (IDP/KIS)

Source:  Kompas.com

Kecocokan