Janganlah lekas-lekas marah dalam hati, karena amarah menetap dalam dada orang bodoh. (Pengkhotbah 7:9)
Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya. (Amsal 18:21)
God are you real? The little child whispered, "God, speak to me". And a meadowlark sang. But the child did not hear. So the child yelled, "God, speak to me!"
And the thunder rolled across the sky But the child did not listen. The child looked around and said, "God let me see you". And a star shone brightly, but the child did not notice.
And the child shouted, "God show me a miracle!" and a life was born but the child did not know. So the child cried out in despair, "Touch me God, and let me know you are there!"
Whereupon God reached down and touched the child. But the child brushed the butterfly away And walked away unknowingly.
Author Unknown
Suatu hari seorang guru meminta kepada para muridnya untuk membuat daftar semua nama murid di kelas itu pada dua lembar kertas, dan memberikan tempat kosong di setiap nama. Kemudian ia meminta mereka untuk memikirkan hal yang terbaik mengenai teman mereka dan menuliskannya. Tugas itu ternyata menyita sisa waktu pelajaran untuk diselesaikan, dan ketika para murid meninggalkan kelas, setiap orang menyerahkan hasilnya. Sabtu itu, sang guru menuliskan nama dari setiap murid di kertas yang terpisah, lalu membuat daftar apa yang telah dikatakan oleh murid yang lain mengenai murid itu.
Dan pada hari senin, ia memberikan setiap murid daftarnya. Tidak lama kemudian, seluruh kelas mulai tersenyum. "Sungguh" ia mendengar suara bisik-bisik.
"Aku tidak tahu bahwa aku berarti untuk orang lain!" dan, "Aku tidak tahu kalau yang lain sangat menyukaiku." Begitulah komentar yang didengarkan oleh sang guru. Tidak ada orang yang menyinggung daftar itu di kelas lagi. Ia tidak pernah tahu apakah para murid membicarakannya di luar kelas atau kepada para orang tua mereka, tetapi tidak masalah. Latihan itu telah sampai tujuannya. Para murid sangat bahagia dengan komentar itu dan menyukai satu sama lainnya.
Berapa tahun kemudian, salah seorang dari murid itu tewas terbunuh di Vietnam dan gurunya menghadiri pemakaman murid itu. Ia tidak pernah melihat seorang tentara di dalam peti jenazah militer sebelumnya. Muridnya itu sangat tampan, sangat dewasa. Seluruh gereja dipenuhi oleh teman-temannya. Satu persatu yang mencintainya menghampiri peti jenazah itu. Sang guru adalah orang yang terakhir yang mengucapkan salam perpisahan. Ketika ia berdiri di sana, salah seorang dari tentara yang bertugas sebagai pengangkut peti jenazah itu menghampirinya.
"Apakah kamu guru matematikanya Mark?", tanyanya.
Sang guru mengangguk, "Iya."
Kemudian tentara itu melanjutkan, "Mark banyak membicarakan dirimu."
Setelah pemakaman, bekas teman sekelas Mark bersama-sama pergi ke tempat makan siang, ayah dan ibu Mark ada di sana, sangat jelas terlihat bahwa mereka tidak sabar untuk berbicara dengan guru Mark.
"Kami ingin memperlihatkan sesuatu padamu," kata ayah Mark, sambil mengambil dompet dari sakunya.
"Mereka menemukan benda ini pada Mark ketika ia tewas. Kami kira Anda mungkin akan mengenalinya". Sambil membuka dompet itu, ayah Mark dengan sangat hati-hati mengeluarkan dua lembar kertas yang sudah diisolasi, dilipat berkali-kali.
Sang guru langsung mengenalinya, bahwa kertas itu adalah kertas yang dibuat olehnya, yang berisikan daftar kebaikan Mark yang ditulis oleh teman-teman sekelasnya. "Terima kasih karena telah melakukan hal itu," ibu mark berkata.
Semua mantan teman sekelas Mark mulai berkumpul. Charlie tersenyum dengan malu-malu Sambil berkata, "Aku juga masih menyimpan daftarku. Daftarku itu berada di bagian atas laci Meja belajarku di rumah". lstri Chuck berkata, "Chuck memintaku untuk meletakkannya di album pernikahan kami".
Aku juga memilikinya," kata Marilyn. "Daftarku ada dalam buku harianku".
Kemudan Vicki, Teman sekelas yang lain, mengambil buku sakunya, kemudian mengeluarkan dompetnya dan memperlihatkan daftarnya yang sudah kusam dan lecek kepada yang lain.
"Aku membawanya bersamaku setiap waktu,' ujar Vicki, lalu sambungnya, "Aku rasa kita semua menyimpan daftar kita masing-nasing ".
Pada saat itu, sang guru terduduk dan menangis. Ia menangis karena Mark dan seluruh temannya tidak Akan mungkin melihat Mark kembali.
Begitu banyak orang yang datang dan pergi di kehidupan kita. Dan kita tidak mengetahui kapan hari itu akan tiba. Jadi katakanlah kepada orang yang Anda kasihi dan cintai bahwa mereka sangat penting dan special dalam kehidupan anda, katakanlah kepada mereka sebelum terlambat.
Nats : Marilah kita ... berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus (Ibrani 12:1,2)
Bacaan : Ibrani 12:1-12
Di kota Cremona, Italia, didirikan sebuah museum biola. Di museum itu ada ratusan biola kenamaan yang dipajang, termasuk yang sudah berusia lebih dari tiga ratus tahun. Andrea Masconi ditugaskan untuk merawat biola-biola tersebut. Selama tiga puluh tahun, tiap pagi ia memainkan sekitar sepuluh biola bergantian. Tiap biola dimainkannya selama enam sampai tujuh menit. Tujuannya supaya kualitas suaranya tetap terjaga. "Kayu biola bagai otot manusia. Jika tidak dimainkan bakal cepat kendor dan rusak," katanya.
Otot rohani kita juga harus dipakai agar tetap berfungsi prima. Hidup kristiani bagaikan "perlombaan lari yang diwajibkan" (ayat 1). Tiap peserta harus melatih otot tubuhnya tiap hari. Memang melelahkan, tetapi itulah satu-satunya cara mempertahankan stamina otot. Dalam pertandingan iman, otot rohani bisa dilatih lewat ujian dan masalah. Tak heran, kadang Tuhan memberi "ganjaran" (ayat 7-9). Kadang kita dibiarkan menghadapi masalah rumit. Di waktu lain, kita dihadapkan dengan ujian iman yang berat. Lewat semua itu kita bisa melatih kesabaran, kepekaan, dan kebergantungan diri kepada-Nya. Dia menghajar kita untuk kebaikan kita (ayat 10).
Apakah Anda sering meragukan kasih Allah, ketika menempuh jalan hidup yang sulit? Pernahkan Anda merasa iri melihat orang lain hidup lebih nyaman, sedang hidup Anda penuh perjuangan? Percayalah, Allah mengizinkan banyak persoalan datang, karena Dia ingin terus membentuk hidup kita. Seperti Andrea Masconi, setiap pagi Dia menggesek dawai hidup kita supaya tetap berada dalam kondisi prima. Tidak kendur. Berjuanglah bersama-Nya -JTI
ALLAH TIDAK MENGANUGERAHKAN KEMENANGAN
TANPA LATIHAN DAN PERJUANGAN
SABDA.org
Jangan beritahu saya usia kamu; kamu mungkin bohong tapi pelayan restoranmu mungkin tahu! Perhitungan Umur Matematis Berdasarkan FREKUENSI ke Rumah Makan. Caranya cukup unik.
JANGAN CURANG!!
Hanya butuh waktu kurang dari semenit, sambil Anda baca ini. Pastikan jangan baca bagian bawah sampai Anda selesai mengerjakan ini. Pasti seru deh..
1. Pilih berapa kali seminggu Anda akan makan di luar rumah (lebih dari satu kali tapi kurang dari 10).
2. Kalikan 2 (supaya genap).
3. Tambah 5.
4. Kalikan dengan 50.
5. Kalau Anda sudah merayakan HUT Anda tahun ini, tambah 1758. Kalau belum, tambah 1757.
6. Sekarang dikurangi dengan 4 digit tahun kelahiran Anda.
7. Hasilnya harus angka 3 digit.
Digit pertama adalah angka awal yang Anda pilih (berapa kali Anda akan makan di luar rumah dalam seminggu)
2 angka berikutnya yaitu.... UMUR ANDA ............. (Oh YA, pasti)
Tahun ini adalah tahun di mana perhitungan ini berlaku (2008). Jadi sebarkan ke teman-teman Anda selagi masih berlaku.
Apakah Anda pernah merasa sedang menjalani hari yang begitu buruk, tidak bersemangat dalam belajar maupun bekerja, dan penuh emosi? Lalu Anda menyadari bahwa semua itu terjadi karena Anda "bolos" berjumpa dengan Tuhan; belum doa pagi sebelum memulai seluruh aktivitas. Hal-hal tersebut akhirnya memunculkan rasa bersalah dalam diri kita.
Rasa bersalah akibat tidak setia datang dan berdoa kepada Tuhan memang perlu, tetapi rasa bersalah saja hanya akan membuat kita terjebak dalam hidup yang legalistik. Tuhan kita adalah Pribadi yang penuh belas kasihan dan anugerah. Karena itu, dengan kesadaran dan kerinduan kita perlu menyandarkan hidup kita pada tangan pemeliharaan-Nya, melakukan waktu teduh sebagai prioritas utama hari demi hari.
Orang kristiani perlu membangun keintiman dengan Tuhan supaya mampu memberi inspirasi, baik bagi diri sendiri maupun lingkungannya, bukan menjadi semikin tidak peka dan tumpul rohani. Orang kristiani perlu mengembangkan seni mendengarkan suara Tuhan dalam doa dan berdiam diri sehingga keintiman dengan Tuhan bisa terjaga. Salah satu metode mendengar suara Tuhan dalam doa dan berdiam diri adalah Lectio Divina.
Lection Divina merupakan disiplin rohani untuk mengasah dan menajamkan kepekaan dalam mendengar suara Tuhan. Disiplin ini bukan bertujuan membuat kita menjadi seperti biarawan atau biarawati; hidup terpisah dari dunia; mengasingkan diri dari budaya dan perkembangannya. Disiplin ini juga bertujuan agar kita mengerti bagaimana bersikap dan berinteraksi dengan dunia ini. Lectio Divina mengasah telinga kita untuk mendengar suara-Nya demi menjalani kehendak-Nya.
Lectio Divina berasal dari kata Yunani Lectio berarti "proses membaca" dan Divina berarti "spiritual". Jadi Lectio Divina adalah sebuah seni mendengarkan suara Tuhan melalui meditasi Firman. Disiplin rohani ini merujuk pada peristiwa Nabi Elia yang tidak merasakan kehadiran Tuhan lewat hal-hal spektakuler; Tuhan justru berbicara dengan begitu lembut lewat angin sepoi-sepoi kepada Elia (1 Raja-raja 19:12). Demikian pula melalui Lectio Divina, kita akan mendengar suara Tuhan dengan lembut dan jelas lewat meditasi Firman.
Lectio Divina adalah praktik spiritualitas kristiani yang diperkenalkan sejak tahun 220 Masehi oleh seorang bapa gereja bernama Origen. Ia adalah tabib Yahudi dan teolog dari Alexandria. Origen mengajarkan cara membaca Alkitab yang dapat memberikan manfaat maksimal bagi pengikut Kristus, yaitu membaca dengan penuh perhatian, konsistensi, dan doa. Sayangnya, setelah reformasi, gereja banyak membuang kekayaan spiritual ini. Kalangan Gereja Roma Katolik masih menjalankan tradisi ini sampai sekarang. Bahkan Paus Benedictus XVI berkata, "Saya ingin mengingat dan merekomendasikan tradisi spiritualitas kuno yang dikenal sebagai Lectio Divina : pembacaan Kitab Suci dengan rajin disertai doa yang intim untuk berdialog dengan Tuhan. Mendengar Tuhan berbicara lewat berdiam diri dan Firman-Nya. Merespons Tuhan dengan hati yang terbuka. Saya yakin bila disiplin rohani ini kembali dilaksanakan, musim semi hidup rohani akan terus terjadi". Kini, disiplin rohani ini perlahan-lahan kembali diperkenalkan di gereja-gereja Protestan.
Langkah Praktis dalam Lectio Divina :
Disiplin ini memerlukan waktu yang panjang dan tak mudah bila Anda terlalu sibuk bekerja atau belajar. Namun jangan patah semangat, karena bila Anda sudah mengecap keuntungan dari Lectio Divina, kehidupan Anda akan mengalami transformasi yang luar biasa ajaib. Anda akan lebih peka pada suara Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Biarlah melalui pengenalan yang benar akan Dia, hidup kita mengalami transformasi, sehingga dimampukan untuk membawa terobosan rohani dimana pun kita ditempatkan.
Oleh : Budianto Lim
Sumber : Renungan Harian Edisi Agustus 2008
Buku ini berisi kisah-kisah inspiratif yang mendorong Anda untuk mengambil keputusan positif dalam menghadapi segala kesulitan hidup.
Pernahkan Anda menghadapi situasi yang membuat Anda tertekan atau menghadapi dilema yang tidak kunjung selesai? Tentu saja pernah! Setiap hari kita dihadapkan pada kesulitan hidup.
Dalam buku ini, Kendra Smiley memaparkan pengalaman hidup para wanita yang senasib dengan kita. Kisah-kisah itu diramu dengan indah dan memberikan secercah harapan serta dorongan semangat. Anda akan tertawa dan menangis saat membaca kisah para wanita yang menolak membiarkan situasi menghancurkan sikap positif mereka. Berikut ini adalah salah satu kisahnya.
Sebelum menikah, saya sudah menjadi guru selama beberapa tahun. Pada satu tahun ajaran, saya menghadapi sekelompok siswa kelas 4 yang tidak begitu akur satu sama lain. Mereka menghormati saya dan menjadi pendengar yang baik, tetapi mereka selalu bertengkar.
Pada suatu hari, perselisihan mereka akhirnya membuat kesabaran saya habis. Saya sudah muak dengan sikap buruk mereka. Kurang lebih tiga menit sebelum istirahat, saya meminta para siswa untuk mengeluarkan sehelai kertas dan pensil.
"Tuliskan nama kalian di ujung atas kertas," saya memulai. "Pada baris berikutnya, ibu ingin kalian menuliskan nama orang yang paling tidak kalian inginkan menjadi teman sebangku kalian. Lalu lipas kertas kalian."
"Apakah kami hanya menuliskan satu nama?", banyak yang bertanya demikian.
"Bolehkan saya membuat sebuah daftar?", tanya seorang pemuda yang kelihatan tidak setuju.
"Satu nama saja," jawab saya dan berhenti sejenak hingga tugas itu diselesaikan oleh semua siswa. "Sekarang, beri nomor 1,2,3 pada kertas kalian dan tuliskan tiga kebaikan orang yang namanya kalian tuliskan di atas kertas. Tuliskan tiga hal yang patut dipuji dari orang tersebut."
Saya berkata, "Begitu selesai, kalian boleh keluar kelas untuk istirahat."
Mereka semua neyelesaikan tugas itu. Memang latihan kecil itu tidak langsung menimbulkan perubahan besar bagi kelas kami. Namun, mereka memperlakukan satu sama lain dengan lebih ramah untuk beberapa waktu. Hal itu menimbulkan perbedaan yang positif dalam sikap dan interaksi mereka. Memilih untuk memuji seseorang adalah pilihan yang baik, pilihan yang memberi kekuatan.
Memuji seseorang dengan jujur dan tulus menimbulkan konsekuensi yang menakjubkan. Memfokuskan perhatian pada seseorang, memuji orang lain, dapat menumbuhkan sikap yang positif. Dan itu merupakan suatu pilihan. Kita dapat memilih untuk memuji orang-orang dalam hidup kita atau tidak.
Sumber : The Right Choice, Kendra Smiley, Gloria Gaffa, 2008)
“Karena apa yang dilakukan Kristus, kita menjadi suatu pemberian yang kepada Allah yang menyukakan hati-Nya”. - Efesus 1:11
Si Upik yang lincah yang baru berusia tiga tahun, selalu muncul di depan pintu setiap pagi bagaikan cahaya sinar matahari. Penuh dengan senyum, keceriaan wajah, dan nyanyian dia benar-benar cahaya yang menyinari kehidupan kami. Tatapan matanya yang sejuk dan derai tawanya yang merdu, memancarkan sukacita. Rambut ikalnya yang sedang bertumbuh dan sepasang matanya yang bercahaya dipagari bulu-bulu mata, sungguh merupakan pemandangan yang sempurna. Meskipun dia merasa bisa melakukan sesuatu sendiri, tanpa bantuan dan pertolongan kami, dia benar-benar menyukakan kami. Dia sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari keluarga kami dan melengkapi hari-hari kepedulian kami dengan kegembiraan.
Demikian juga Allah, Dia mengasihi dan hati-Nya suka terhadap kita anak-anak-Nya. Masing-masing kita dirancang oleh Allah, sebagai karya seni Allah, dan merupakan salah satu dari karya-karya asli-Nya. Dia memilih kita sebelum dunia dijadikan untuk dijadikan harta milik kepunyaan-Nya, yang selalu dekat di hati-Nya dan yang menyukakan hati-Nya.
Tanggapan awal saya akan kenyataan itu adalah, bagaimana aku dapat menyukakan hati Allah? Aku tahu, aku ini siapa dan seperti apa, dan saya tidak selalu menyungging senyum tulus di hadapan-Nya. Memang menyedihkan kami, ketika kami harus mendisiplinkan si Upik karena dia nakal dan agak bandel, tetapi dia bersedia dan mau untuk diajar dan belajar untuk taat. Kita dapat mencuri kesukaan Allah untuk sesaat jika kita memberontak, namun pada saat kita menanggapi dengan baik disiplin, hajaran dan didikan-Nya, hal itu sangat menyukakan hati-Nya.
Meskipun sangat jauh dari pemahaman kita untuk mengerti, kenyataan tetap kenyataan. Tidak dapat dipungkiri lagi, bahwa kita ini adalah suatu pemberian kepada Allah yang menyukakan hati-Nya di dalam dan melalui penebusan Yesus Kristus.
Doa: “Tuhan, aku tidak mengerti bagaimana Engkau suka kepadaku, tetapi aku rindu untuk mendatangkan kesukaan bagi-Mu dengan menanggapi kasih-Mu itu sebaik-baiknya.”
Today's Scripture
“Blessed, fortunate, happy and spiritually prosperous…are those who hunger and thirst for righteousness, uprightness and right standing with God, for they shall be completely satisfied” (Matthew 5:6 AMP).
Today's Word from Joel and Victoria
God longs to pour out his abundant blessing on every area of your life. He wants you to live completely satisfied. When you hunger and thirst for righteousness--God’s way of doing things--then you will live in complete satisfaction. You direct your hunger by choosing what you focus on. For example, if you focus on your favorite food, if you start thinking about it early in the morning, and all throughout the day, chances are, by the end of the day you’ll be eating it! What you give your attention to, you will desire. In the same way, the more you give your attention to God and His Word, the more you will hunger for Him. Just like the scripture promises, when you hunger for righteousness, you will be completely satisfied. The world offers so many things for you to give your attention to, but they aren’t things that will satisfy. You might think you want a particular car, or certain clothes, or live in a particular neighborhood. There’s nothing wrong with those things, but understand that “things” won’t ever satisfy you. Recognize that only God will satisfy you. As you hunger for Him, you’ll live in peace and blessing and live completely satisfied all the days of your life!
A Prayer for Today
Father in Heaven, I come to You today, I ask for forgiveness for allowing anything to capture my heart and attention more than You. I choose today to give You top priority, and choose to hunger for Your righteousness. In Jesus’ Name. Amen.
Joel Osteen Ministries
“Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.” (Roma 8:2)
Kapten dari kapal yang saya tumpangi nampak sangat ahli dan mampu dalam memegang kemudi, tetapi dia ternyata terbukti punya maksud-maksud tujuan yang jahat. Dia angkuh, dan sombong, dan seringkali mengarahkan kami ke tujuan-tujuan yang bisa merusak.
Kemudian kapal lain mendekat, dan kapten yang sebenarnya naik ke kapal. Kapten kapal palsu yang jahat itupun ditangkap, diikat dengan rantai dan dimasukkan ke ruang tahanan. Nasibnya sudah ditentukan. Nanti saat kami sampai di pelabuhan dan mendarat, dia akan dijatuhi hukuman mati.
Tetapi sesekali saya masih dapat mendengar dia meneriakkan aba-aba dan perintah dari ruang tahanan. Tanpa saya sadari, saya pun mulai mematuhi suaranya, sebelum mempengaruhi diri saya. Sering kali dia menggodai saya untuk mengarahkan kemudi kapal ke tempat-tempat yang berbahaya.
Tetapi dia diikat. Dia tidak lagi punya kekuatan untuk memaksa saya mentaati kemauannya yang jahat. Saya bebas, merdeka untuk kembali kepada kapten saya yang benar, tunduk pada petunjuk dan tuntutannya, dan mengijinkan dia untuk membawa saya ke jalur yang aman, tenang dan merapat di pelabuhan dengan selamat.
Demikian juga Kristus, Kapten yang benar dari kehidupan saya, sudah memerdekakan saya dari kuasa dosa dan kematian. Saya bebas, merdeka untuk berkata “tidak” pada dosa dan berkata “ya” pada kebenaran.
Barangkali saya masih saja mendengar teriakan-teriakannya yang mencoba untuk mempengaruhi, tetapi kehidupan lama sudah ditentukan untuk mati. Saya bebas, merdeka untuk mentaati Guru saya yang baru, dan menghasilkan buah rohani dari kehidupan kudus.
Doa: “Aku memuji Engkau dan berterima kasih TUHAN, karena sudah memerdekakan aku dari kuasa dosa dan kematian. Tolonglah aku untuk hidup dalam ketaatan dan sukacita pada suara-Mu.”
Pdt. Dr. Paulus Trimanto Wibowo, Yogyakarta
Anjing aja pantang menyerah, seharusnya kita juga bisa. SO NEVER EVER EVER GIVE UP NO MATTER WHAT!!!
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()