Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

13 May 2008

Kesaksian Perpuluhan

Hi, aku mau kesaksian mengenai persembahan perpuluhan pertamaku. Aku seneng sekali ketemu website ini dan aku senang sekali aku bisa menumpahkan kesaksian kepada teman2 semua bahwa Tuhan itu ajaib dan selalu menjawab anak2Nya yg meminta padaNya.

Jadi begini.

Aku kerja pertama kali Januari tahun 2007, aku lom ngerti sebelum2nya perpuluhan itu utk apa sih? apakah perlu? dll deh...

pas pertama kali dapat gaji, aku bersyukur sekali bisa cari uang sendiri, aku berterima kasih sama Tuhan krn Tuhan kasih pekerjaan ini...

Trus aku bilang dalam doa ku (aku kalo doa membiasakan diri seperti ngobrol ama Tuhan ) ..

Tuhan. aku mau donk.. kasih perpuluhan, aku mau balas kebaikan Tuhan. Walau sedikit aja, sangat sedikit bahkan kalo dipikir2 berkatNya dalam hidupku, aku mau coba, tp Tuhan aku mau kasih ke org yg memang membutuhkan. Tuhan tolong tunjukkan ya.

Aku bener2 bersemangat utnuk memberi perpuluhan ini. Setelah 2 hari aku doa itu, pas di kantor ada temenku Thesa dtg in aku, dia cerita sama aku kalo ada ibu2 jualan kue di bawah bilang sama temenku Thesa ini, kalo dia butuh uang untuk beli buku anaknya sekolah... senilai AAAAA!!!!!

hi teman2... tau gak?? nilainya itu adalah jumlah uang sepuluh persen dr gajiku!!!

Aku saat itu langsung bersuka cita krn Tuhan menjawab aku..

aku langsung bilang sama temen aku , kalo aku yg kasih.. eh bukan.. Tuhan Yesus yg kasih....

after that.. pagi2 keesokan harinya aku samperin ibu2 yg jualan .. aku bilang sama dia kalo itu Tuhan Yesus yg kasih... Puji Tuhan saat itu dia berkata " terima kasih Tuhan Yesus" >>> seneng bgt nih denger ini...

en temen2 tau gak? aku tuh biasanya beli makanan utk sarapan sama ibu2 ini, tp krn tadi aku udah kasih uang perpuluhanku ke dia, aku gak enak takut digratisin..

aku dlm hati membatin.. aduh laper amat yah... tp aku gak mau beli dulu ah sam aibu itu pikirku .. gak enak kalo dikasih gratis...

setelah aku ke lantai tempat kerjaku.. belum nyampe tempat duduk ada temenku tiba2 dateng kasih aku nasi kuning , dan temenku yg satu lagi kasih aku kerupuk 2 plastik gede......... padahal biasanya kalo beli sama ibu itu dptnya cuma makanan pastel. aku dapet lebih dr yg aku butuhkan.

(whaa. dlm hatiku aku makin bersuka cita sekali... Tuhan tau apa yg aku butuhkan!!! Tuhan jawab aku mengenai perpuluhan .. Tuhan juga memberi apa yg aku butuhkan tepat pada waktunya)

so.. temen2.. jangan kuatir akan masa depan.. Tuhan tau kok apa yg kamu butuhkan.. hanya butuh iman dan kesungguhan kita utk melayani Dia.. karena Dia yg berkuasa atas diri kita. Dia pasti memberi kita yang terbaik selama kita berserah padaNya dan PERCAYA semua akan ditambahkan kepadamu selama kita mencari Dia Yesus yang hidup!!!

Aku senang punya Bapa yang mengerti ...

Terima kasih Tuhan Yesusku...
I love U so much....


Sumber : KesaksianHidup.com


Be Grateful!

FirmanNYA YA & AMIN

Kejadian ini saya alami 16 tahun yl. tepatnya tgl. 1 Januari 1984 tetapi tidak henti2nya saya saksikan karena firmanNya Ya dan Amin! Puji Tuhan!

Pagi itu saya sedang bermalas-malasan di sofa karena masih mengantuk berhubung malam tahun baru semua keluarga besar berkumpul dirumah saya untuk ibadah pengucapan syukur tahun baru sehingga mereka baru pulang lebih kurang pukul 3 pagi. Jadi saya meskipun sudah bangun tetapi masih malas. Sekonyong2 saya digerakkan untuk mengambil alkitab dan waktu saya buka saya membaca dari 2 Raja-Raja 4: 8-17.

Sewaktu saya membaca ayat 16: Pada waktu seperti ini juga, tahun depan, engkau ini akan menggendong seorang anak laki-laki. Hati saya bergetar dan mulai memuji kebesaran Tuhan karena saya merasakan bahwa Tuhan akan memberikan saya seorang anak pada waktu seperti ini yaitu Natal tahun depan (karena saya melihat pohon Natal disamping saya). Kebetulan seorang keponakan saya lewat dan menanyakan kepada saya. Tante kok Tante kelihatannya begitu bersukacita (karena saya dalam keadaan menyembah Tuhan dan bersyukur akan mendapatkan seorang anak) dan langsung saya tunjukkan ayat tersebut dan dia begitu terkejut dan dia bilang Tante kok mau. Jangan mau, kan tante sudah punya 2 anak laki2 jadi minta anak perempuan dong tante. Saya baru sadar. Saya sebenarnya sudah mempunyai 2 anak laki2 dan sebenarnya sudah tidak ingin punya anak lagi (ikut KB). Tetapi karena kejadian barusan, saya begitu terpesona dan berpikir kalau memang Tuhan kasih anak - itu kan berkat untuk kami (anak pemberian).

Keesokan harinya, saya sharingkan hal ini pada teman2 saya dikantor (tim doa) dan kakak rohani saya memberitahukan bahwa jika kita percaya, maka kita harus bertindak sesuai iman kita (iman tanpa perbuatan adalah sia2) yaitu harus melepaskan KB saya. Yang lucu saya masih percaya bahwa kalau memang Tuhan mau, meskipun tidak dilepaskan pasti akan tetap jadi. Kan Tuhan Maha Kuasa. Beberapa bulan kemudian, saya bleeding (pendarahan tapi bukan karena hamil melainkan infeksi spiral) dan Dr. mengeluarkan spiral saya. Dan sejak saat itu saya percaya bahwa Tuhan memang mau saya tidak KB jadi saya tidak KB sama sekali.

Bulan demi bulan saya lalui sampai hari Natal tiba tetapi saya tidak hamil meskipun tidak KB. Padahal saya sangat subur karena anak ke 2 saya lahir meskipun saya pakai pil KB. Tuhan itu ajaib. Karena saya belum hamil juga maka saya pikir nubuatan untuk saya itu tidak betul jadi sebaiknya saya lupakan saja. Toh saya sudah punya 2 orang anak yang berusia 9 tahun dan 7 tahun.

Bulan Maret 1985 saya dipanggil oleh boss saya katanya saya akan di promosi dalam pekerjaan saya asal saya tidak hamil lagi. Dan saya setuju. Akhir bulan April 1985 saya mulai gelisah karena sudah 5 hari terlambat. Dan saya iseng saja pergi sendirian ke lab untuk periksa dan ternyata sudah positif hamil. Pertamanya saya begitu bingung dan bergumul. Saya bingung karena sudah berjanji untuk tidak hamil lagi karena sudah dipromosi. Disaat saya sedang bergumul (dalam perjalanan pulang sambil menyetir mobil) tiba2 Roh Kudus mengingatkan saya mengenai nubuat yang saya terima tgl 1 Januari 1984.


"Pada waktu seperti ini juga, tahun depan, engkau ini akan menggendong seorang anak laki2". Dan saya mohon ampun kepada Tuhan dan mulai menyembah dia karena ternyata saya betul hamil. Tapi saya teringat - loh Tuhan ini kan sudah lewat satu tahun. Dan disini saya melihat bahwa firmanNya Ya dan Amin. Pengetahuan dan pengertian kitalah yang tidak sempurna. Dan Roh Tuhan mulai menerangkan kepada saya:

Pada waktu seperti ini juga (waktu Natal karena pada saat saya membaca saya sempat melihat pohon Natal disebelah saya).

Tahun depan (1984 + 1 = 1985). Jadi Tuhan menjanjikan kepada saya bahwa saya akan mendapatkan anak pada Natal tahun 1985. Jadi sayalah yang tidak mengerti akan maksud Tuhan karena saya pikir Natal 1984.

Dan saya sangat bersyukur karena saya boleh mendapatkan anak yang dari Tuhan. Setibanya dirumah saya ceritakan kepada suami saya dan dia juga bingung seperti saya bingung sebelum Tuhan menjelaskan kepada saya. Setelah saya jelaskan dia tertegun.

Kesukacitaan saya sempat goyah karena terngiang2 kata2 keponakan saya yang mengatakan jangan mau tante, kan tante sudah punya 2 anak laki2. Jadi minta anak perempuan dong. Setelah saya pikir2, saya mengambil keputusan tidak ada salahnya minta kepada Tuhan, kan Tuhan kita itu baik dan sangat mau mengerti. Jadi mulailah saya berdoa untuk memohon kalau boleh Tuhan saya minta anak perempuan dan saya terkesan akan nama Priscilla (Priska) yang melayani Paulus.

Pada suatu malam, saya bermimpi melihat foto dimana ada anak saya yang ke dua diapit oleh 2 anak perempuan yang manis2 (kembar). Waktu saya bangun tidur jam 3 pagi seperti biasanya saya akan berdoa dan pokok doa saya yaitu apa yang saya lihat dalam mimpi. Jadi saat itu saya berdoa untuk anak saya yang kedua dan waktu tiba pada 2 anak perempuan itu saya tanya kepada Tuhan, Tuhan siapa anak kembar perempuan ini - kok saya tidak kenal. Dan saya begitu memuji Tuhan sewaktu saya dijawab bahwa kedua anak itu adalah anak yang saya kandung saat itu. Sementara saya memuji Tuhan, sekonyong2 saya diingatkan akan anak sulung saya, jadi saya tanya kepada Tuhan, Tuhan anak sulung saya mana kok tidak ada di foto dan saya terkejut dengan jawaban Tuhan bahwa oleh karena saya mau diberi anak laki2 tetapi saya malah meminta anak perempuan, jadi Tuhan akan beri saya anak perempuan (dua) tetapi Tuhan akan mengambil anak sulung saya itu. Saya terkejut dan menjerit/menangis - ampuni saya Tuhan, jangan ambil anak sulung saya dan biarlah kehendakMU yang jadi jangan kehendakku. Biar saja saya mendapatkan anak laki2 lagi dan permintaan saya, saya cabut. KehendakMu saja Bapa yang jadi dan jangan kehendakku. Setelah saya yakin bahwa Tuhan sudah mengampuni saya barulah saya tenang. Pagi2nya, saya ceritakan lagi ke teman2 saya (tim doa) dan kepada setiap orang yang menanyakan anak saya laki atau perempuan - dengan lantang saya katakan "laki-laki". Ini dari Tuhan. Puji Tuhan!

Tgl. 15 Desember saya dibawa ke RSB YPK untuk melahirkan dan puji Tuhan saya boleh melahirkan dengan selamat dan saya kembali dikejutkan oleh Tuhan karena ternyata menurut Dr. anak saya "perempuan". Lucunya saya bersyukur sebentar dan setelah itu saya bergumul lagi karena merasa malu karena semua orang saya saksikan bahwa anak yang Tuhan berikan adalah anak laki2. Jadi saya malu karena berarti apa yang saya dapat dari Tuhan tidak benar karena terbukti perempuan dan bukan laki2.

Padahal waktu saya bergumul saat mimpi itu sangat jelas pesannya yaitu Kehendak Tuhan yang jadi dan bukan kehendak saya.

Tuhan begitu baik - DIA kembali menjawab kebodohan saya. Bagi Tuhan sangat mudah untuk mengabulkan permintaan saya untuk mendapatkan anak perempuan.
Tetapi yang lebih penting adalah Tuhan menguji hati saya, apakah saya lebih mementingkan kehendak saya atau kehendak Bapa di sorga. Dan puji Tuhan karena ternyata saya boleh mementingkan kehendak Bapa di sorga. Sedangkan mengapa saya kecewa sewaktu mengetahui saya mendapatkan anak perempuan hal itu adalah karena ke-egoan saya yang maunya apa yang saya dapatkan dari Tuhan tidak salah. Tetapi Roh Tuhan mengingatkan saya --- kalau benar kehendak Tuhan yang jadi kenapa saya harus kecewa? Jadi Tuhan juga mau menyucikan hati saya agar saya tidak menjadi sombong karena apa yang Tuhan katakan melalui saya, semuanya ternyata terjadi. Puji Tuhan! Anak2 Tuhan tidak boleh sombong. Segala puji hanya boleh untuk Tuhan. Kita semua hanyalah alat2 untuk dipakai guna mempermuliakan nama Tuhan. Saya bersyukur karena Tuhan dengan sabar mau mengajar saya yang bodoh ini!

Sekarang putri saya sudah berusia 14 tahun dan mempunyai 2 orang kakak laki2 yang menyayanginya. Halleluya! Semoga kesaksian ini boleh menjadi berkat bagi kita semua.


Kesaksian : Sylvia Enoch

Choose Blessing

Today's Scripture

I have set before you life and death, the blessing and the curse. So choose life in order that you may live…” (Deuteronomy 30:19).

Today's Word from Joel and Victoria

God desires that you live in blessing in every area of your life. He’s given promises in His Word and has established a plan for you to live in total victory. He promises to give you the answers, but you have to be the one to decide to obey His voice. You have the final choice, so choose life and blessing! Every time you choose to obey the Word of God, you are choosing blessing. When you put God first in your life; when you walk in love towards others even when it’s difficult, you are choosing blessing. When you turn away from ungodly influences and when you give to others, God will pour out His blessing on you in return. Start today and do what you know to do. Obey His word and His blessing will overtake you! You’ll rise higher and higher and live the abundant life He has for you.

A Prayer for Today

Father in heaven, today I choose life. I choose blessing by obeying Your Word. Keep me close to You so that I can honor You in all I say and do. In Jesus’ Name. Amen.


Source : Joel Osteen Ministries

In God's Hand



"Life will be more meaningful when We can share our blessings, time and energy to help those in need.Keep faith.Love You n Gbu."

"God hears more than you say. He answers more than you ask. He gives more than you desire. All He needs is your time.Take your time for HIm. He always love You"

Kiriman : Desy Nathalia

Belajar Dari Hidup Rut

Bahan Renungan: Rut 3:1–18

Saat ini kita belajar dari kehidupan Rut, Rut mempunyai sifat yang disukai oleh Tuhan. Walaupun Rut berasal dari Moab, ia menikah dengan anaknya Naomi dan Rut mengikuti kepercayaan dari keluarga suaminya. Ketika suaminya meninggal, Rut tetap mengikuti Naomi untuk pergi ke Israel. Rut tetap memilih untuk percaya kepada Tuhan yang hidup walaupun ia harus meninggalkan keluarganya, bangsanya, kebudayaan bangsanya.

Tuhan menginginkan kita agar mempunyai karakter seperti Rut, ia memilih Tuhan yang hidup, demikian juga kita harus tetap memilih Tuhan walaupun apapun keadaannya. Kita harus mempunyai tekat untuk membayar harganya apapun keadaannya. Saat ini Tuhan sedang membangkitkan Rut-Rut di akhir jaman. Kalau kita memiliki karakter seperti Rut maka kita akan menawan hatinya Tuhan. Rut berani menyerahkan nyawanya karena ia rela meninggalkan kepercayaan bangsanya. Ia siap mati karena ia dianggap pengkhianat oleh bangsanya.

Tuhan akan menjadi tempat perlindungan bagi orang-orang yang berani menyerahkan nyawanya.

  • Meletakkan semua yang kita miliki di hadapan Tuhan.
  • Berani menyerahkan nyawa kita bagi Tuhan
  • Mengasihi Tuhan lebih dari apapun.

Rut 3:2b - Orang Israel menampi pada waktu malam, kalau kita malas maka kita tidak menerima bagian di dalam Tuhan, dan kita tidak lolos dalam saringan. Pekerja yang melakukan bagiannya dengan rajin, tekun, terbaik dan tepat akan mendapat bagian dalam apa yang Tuhan telah tetapkan.

Rut 3:3 - Menggambarkan pada waktu Yesus mengundang kita pada pesta perjamuan.

Rut 3:5 - Generasi yang taat 100 persen melakukan apa yang Tuhan suruh. Tuhan inginkan kita
sebagai generasi yang tepat dalam melakukan kehendak Allah.

Rut 3:6 - Tuhan menginginkan ketepatan dalam waktu dan melakukan perintah Tuhan. Modal ketepatan adalah Mendengar Suara Tuhan. Ketepatan juga dibutuhkan dalam kita melakukan penyembahan pribadi kepada Tuhan.

Rut 3:8 - Rut melakukan sesuatu yang penuh resiko tetapi Rut mau merendahkan diri.

Oleh sebab itu kita harus belajar dari kehidupan Rut, Rut mau taat mengikuti Naomi mertuanya dan ia mau merendahkan diri, walaupun di bangsanya Rut mempunyai keluarga dan kedudukan yang cukup terpandang. Karena ketaatan Rut maka ia menjadi seorang wanita yang terpilih untuk melahirkan suatu generasi, yang akhirnya akan lahir dari generasi tersebut Tuhan Yesus Kristus.

Pembaca sekalian marilah kita belajar dari kehidupan Rut, biarlah janji Tuhan dalam hidup kita, kita nikmati.

Kotbah Ibu Iin Tjipto Wenas
Diringkas Oleh: Joshua Ivan Sudrajat Subiarto


12 May 2008

Allah di Dalam Celah Kehidupan Sehari-hari

Pada suatu ketika, ada sebuah negara yang jauh dan yang diperintah oleh seorang raja yang kejam. Tangan besinya dapat mencapai kepada setiap sudut kehidupan rakyatnya- kecuali satu. Walaupun ia berusaha sekeras-kerasnya, ia tidak mampu menghancurkan iman rakyatnya kepada Allah.

Di dalam rasa frustasinya, akhirnya ia memanggil penasihat-penasihatnya dan menanyakan kepada mereka, “Di tempat mana aku dapat menyembunyikan Allah supaya rakyat akhirnya lupa akan Allahnya?”

Salah seorang menyarankan untuk menyembunyikan Allah di bagian sisi gelap dari bulan. Gagasan ini dipertanyakan, karena para penasihat khawatir bahwa kelak para ilmuwan akan menemukan suatu cara menjelajahi ruang angkasa dan akhirnya Allah akan ditemukan lagi.

Seorang lain menyarankan untuk menyembunyikan Allah dalam bagian yang terdalam dari samudera. Namun, juga gagasan ini bermasalah, sehingga ditolak.

Dengan demikian, gagasan lepas gagasan diperdebatkan dan akhirnya tidak ada yang disetujui. Sampai seorang penasihat yang tertua dan paling bijak punya gagasan yang cemerlang, Ia berkata, “Mengapa kita tidak menyembunyikan Allah di suatu tempat di mana orang tidak berpikir sedikitpun untuk mencarinya?” Dan ia menerangkan seterusnya, “Bila kita menyembunyikan Allah di dalam celah kehidupan manusia sehari-hari, mereka pasti tidak akan menemukan Dia.”

Dan demikianlah, gagasan ini dilaksanakan. Dan menurut banyak orang, manusia di negeri itu sampai hari ini masih mencari Allahnya.

Bonsai & Sequoia

Bacaan : 2Timotius 3:10-17

Banyak orang Jepang gemar memelihara bonsai. Meski tinggi bonsai rata-rata hanya dalam hitungan sentimeter, pohon ini sudah berbentuk indah dan sempurna. Berkebalikan dengan itu, di Kalifornia ditemukan pohon hutan raksasa bernama Sequoia. Tinggi pohon ini luar biasa, bisa mencapai 90 meter, dan lingkar batangnya bisa mencapai 26 meter.

Saat masih berupa biji, bonsai dan Sequoia berukuran sama serta memiliki berat yang sama, yakni kurang dari satu miligram. Namun dalam masa pertumbuhan, keduanya mengalami perbedaan yang signifikan. Orang sengaja menghambat pertumbuhan biji bonsai, dengan harapan kelak mereka mendapatkan sebuah pohon mini yang indah. Sebaliknya, biji Sequoia dibiarkan mendapat gizi dari mineral, tumbuh di dekat sumber air, dan mendapat sinar matahari yang sangat cukup. Dengan begitu, ia menjadi pohon raksasa. Bayangkan saja, hanya dari satu pohon ini, kita dapat memperoleh kayu yang cukup untuk membangun 35 rumah dengan masing-masing lima kamar!

Timotius telah diajar mengenal firman Tuhan sejak kecil, dari ibu dan neneknya (ayat 14,15), juga dari didikan Paulus (ayat 10). Inilah kesempatan di mana jiwanya "diairi" dan "disinari matahari". Selanjutnya, didikan itu menjadikannya pelayan Tuhan yang memiliki "iman yang tulus ikhlas" (2 Timotius 1:5), yang tetap kuat meski harus menderita sengsara dalam pelayanan (ayat 11). Seperti Timotius, kita pun dapat menyerap semua hal positif di sekitar kita; pengetahuan, semangat, pengalaman, teladan, dan terutama ajaran firman Tuhan, supaya iman kita tumbuh seperti Sequoia. Jangan biarkan hal negatif mengerdilkan iman kita seperti bonsai -ENO

DEKAT PADA YESUS SANG AIR HIDUP
MAKA IMAN KITA BERTUMBUH SUBUR


SABDA.org

Faith and Honor

Today's Scripture

Jesus said to them, ‘Only in his hometown, among his relatives and in his own house is a prophet without honor.’ He could not do any miracles there…And he was amazed at their lack of faith” (Mark 6:4-6)

Today's Word from Joel and Victoria

Did you know that honor and faith work together? When Jesus walked the earth, the people in His own hometown couldn’t believe that He was the Son of God because they were too familiar with Him. They didn’t honor Him, which affected their ability to have faith in Him. When you honor the Lord, when you respect and make room for Him in your life by following the Word of God, it impacts your faith in Him. Part of honoring the Lord is honoring the people He’s placed in your life. God works through people, and the Bible says that the way you treat others is the way you treat Him. Choose to honor people and make room for the Lord to work in your life, today. Look for the greatness in the people around you: your spouse, your children, your friends and family. Treat others with respect, knowing that God is building His character in you. As you choose honor, you open the door for faith to grow. You’ll see God’s hand working in your life, and you will see His hand of blessing on everything you do!

A Prayer for Today

Heavenly Father, today I choose to honor You by honoring the people You have placed in my life. Show me how to love others the way You love me so that faith will grow stronger in my heart. In Jesus’ Name. Amen.

Source : Joel Osteen Ministries

Kesaksian Hidup Joshua Ivan S

Perkenalkan nama saya Ivan Sudrajat Subiharto, nama baptis saya Joshua, saya berasal dari keluarga Kristen, walaupun saya sejak kecil sudah ikut sekolah minggu dan sampai beranjak dewasa saya melayani Tuhan, namun saya belum mengenal Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat Pribadi. Saya menerima Tuhan Yesus Sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi pada tanggal 18 Oktober 1991.

Waktu itu saya duduk di kelas dua SMA. Saya sekolah di SMAK 1 Cirebon. Saya bertemu dengan teman-teman yang sungguh-sungguh mengenal Tuhan Yesus. Di situ saya bertumbuh dan mengenal Tuhan Yesus sebagai pribadi yang menolong hidup saya. Satu bulan setelah saya menerima Tuhan Yesus, kira-kira pada tanggal 22 Nopember saya mendapatkan Baptisan Roh Kudus, saya mempunyai kerinduan untuk melayani Tuhan, saya mulai belajar mendengar suara Tuhan dan mengikuti kehendak Tuhan. Kemudian Tuhan Yesus berikan visi untuk membentuk persekutuan kelas.

Dalam kelas saya terbentuk sebuah persekutuan kelas A2 (Biologi). Saya di situ belajar mengenai kehendak Tuhan dan tidak terasa saya sudah masuk dalam kelas 3 dan sudah bersiap-siap masuk ke dunia kuliah alias perguruan tinggi. Tuhan membawa saya masuk ke Fakultas Pertanian UKSW Salatiga.

Namun saya sempat tidak mau kuliah disana karena saya merasa kuliah di kota kecil dan jauh dari teman-teman SMA namun Tuhan katakan bahwa jika saya mau mengikuti kehendak Tuhan maka Tuhan akan berikan saya ladang pelayanan yang luas dan Tuhan akan membentuk saya lebih lagi di dalam Tuhan.

Ternyata benar-benar Tuhan membentuk saya di Salatiga dengan luar biasa. Pertama kali saya masuk kuliah di Fakultas Pertanian saya adalah calon mahasiswa alias Catama bukan mahasiswa tahun pertama karena saya tidak lulus di mata kuliah kimia, akhirnya saya lulus juga dalam remediasi kimia pada tahun pertama, itu anugerah.

Lulus mata kuliah kimia, saya mendapat wali studi yang tidak membimbing saya dengan benar-benar, akhirnya saya mendapat indeks prestasi yang menyakitkan. Saya hampir putus asa namun teman-teman di gereja yang satu pelayanan dan yang memperhatikan ku memberikan semangat. AKhirnya saya bisa meningkatkan indeks prestasi saya, namun saya dipindahkan wali studi yang semakin killer dan perfeksionis. Saya sempat tidak bisa meningkatkan indeks prestasi saya.

Namun Tuhan melatih saya untuk berjuang dan hidup dalam anugerahnya. Setahap demi setahap saya bisa menyelesaikan kuliah saya, saya juga bersyukur bisa bertemu dengan orang-orang yang memberi semangat dalam hidup saya.

Setelah lulus kuliah, Tuhan ijinkan saya menganggur selama 4 tahun. Saya lulus di sebuah universitas swasta di kota kecil Salatiga Jawa Tengah pada tahun 2000, saya bersyukur atas anugerah-Nya sehingga saya bisa lulus dengan baik, banyak teman-teman saya yang lulus kuliah lebih lama dari saya padahal mereka mempunyai indeks prestasi kumulatif yang baik dan sangat pintar. Saya bersyukur karena dapat lulus, setelah lulus saya ambil akta IV di FKIP untuk mengajar di sekolah, akhirnya saya lulus dan desember tahun 2000 saya pulang ke kota saya di Majalengka Jabar.

Saya melamar di sebuah sekolah swasta di kota Cirebon. Namun saya kurang senang untuk melamar ke sekolah, akhirnya saya tidak jadi masuk. Saya pulang ke rumah dalam keadaan rohani yang turun drastis, saya kecewa sama gereja saya, hamba Tuhan, tetapi oleh anugerah Tuhan saya tetap ikut ibadah di persekutuan doa Ecclesia di kota Cirebon. Saya ikut PA atau SOM di PD Ecclesia itu hampir dua setengah tahun saya menyelesaikan, akhirnya Persekutuan itu membuka sebuah pelayanan media radio, tahun 2004 frekuensi radio didapat, kemudian saya melamar dan diterima serta saya mulai masuk tanggal 19 Juni 2004.

Saya bersyukur pada Tuhan karena dapat melayani Tuhan di radio sampai saat ini. Saya bisa melayani dan menjadi hamba-Nya. Suatu pelajaran yang bisa saya tarik adalah, mungkin hidup kita kecewa dan pahit terhadap sesama kita, namun jangan pernah tinggalkan Tuhan. Tuhan akan membalut luka hati kita, ketika luka kita sembuh maka Tuhan akan memberikan panggilan-Nya, dan jika kita meresponi panggilan-Nya maka kita akan dipimpin-Nya selalu. Jangan kuatir, walaupun keadaan tambah sulit, ingat janji Tuhan dalam Yesaya 60:5 pasti terjadi dalam hidup kita semua. Tuhan menciptakan indah pada waktu-Nya.

Semoga kesaksian saya menjadi berkat bagi pembaca semua. Tuhan memberkati.

Akhirnya saya bisa menyelesaikan study saya walaupun dalam waktu 7 tahun, namun saya rasakan semua karena anugerahNya. Bukan karena kekuatan saya, bukan karena kepandaian saya dan bukan karena kecakapan saya. Semua Tuhan selesaikan dengan baik.

Tuhan Yesus terima kasih atas pimpinanmu dan Terima kasih atas kelulusan saya. Saya saat ini mau mengucapkan terima kasih buat orang-orang yang mendukung saya: Kakakku Joko Kristiono, Arman Harijanto, Budiono Linuwih, Edy Handjojo, Lidia Ong, Kristiana Tan, Joko Otniel Wijaya, Benyamin Siahaan, Cornelius Wing, Jahja Soemitro,Tirza, Arin, Martha, Yani, Puspita Agustina dan banyak orang yang mendukung saya. Tuhan memberkati kalian.

Kasih persaudaraan di dalam Tuhan Yesus Kristus akan menopang kita disaat kita lemah. GBU


Ditulis & dikirim oleh : Joshua Ivan S

11 May 2008

Dipenuhi Roh Kudus

Nats : Lalu mereka semua dipenuhi dengan Roh Kudus dan mulai berbicara dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk dikatakan (Kisah 2:4)

Bacaan : Kisah 2:1-13

Bayangkan, misalnya di sebuah gereja sederhana di Jawa Tengah, tiba-tiba jemaatnya bisa berbahasa Jerman, Inggris, Prancis, Mandarin, Vietnam, Jepang, Korea, Spanyol, dan Italia. Betapa mencengangkan! Extravaganza! Begitulah kurang lebih yang dialami oleh para murid Yesus. Setelah berkumpul di suatu tempat, sepuluh hari sejak Yesus naik ke surga, mereka mengalami kepenuhan Roh Kudus. Diawali dengan bunyi tiupan angin keras dan lidah-lidah api yang menghinggapi mereka semua tanpa kecuali. Karena kepenuhan Roh Kudus itulah mereka lalu dapat berbicara dalam bahasa Partia, Media, Elam, Mesopotamia, Yudea, Kapadokia, Pontus, Asia, Frigia, Pamfilia, Mesir, Libia, Kirene, Roma, Kreta, dan Arab. Orang-orang Yahudi perantauan pun tercengang bukan buatan. Mereka mendengar orang-orang Yahudi nonperantauan berbicara dalam bahasa mereka. Dan, yang mereka dengar itu adalah perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah (ayat 11).

Dari sini jelas bagi kita bahwa karya Roh Kudus bermuara pada pemuliaan Allah. Jadi, adalah salah bila kita beranggapan bahwa karunia dan kepenuhan Roh Kudus terjadi untuk menunjukkan pencapaian rohani seseorang, atau untuk menggarisbawahi ranking kehidupan rohani seseorang. Lebih salah lagi, bila dipakai untuk menghakimi orang lain. Alih-alih terpusat pada diri sendiri, kepenuhan Roh Kudus terutama harus berpusat pada tindakan memuliakan Allah. Bila hal pokok ini ditindas oleh sikap egosentris dan sombong rohani, maka saatnya kita berkaca diri. Sebab pasti ada sesuatu yang salah dalam diri kita -DKL

KARUNIA ROH KUDUS BERMUARA PADA KEMULIAAN ALLAH
BUKAN KEMEGAHAN PRIBADI MANUSIA


SABDA.org