1:16:00 PM
Peak
Pada suatu ketika, ada sebuah negara yang jauh dan yang diperintah oleh seorang raja yang kejam. Tangan besinya dapat mencapai kepada setiap sudut kehidupan rakyatnya- kecuali satu. Walaupun ia berusaha sekeras-kerasnya, ia tidak mampu menghancurkan iman rakyatnya kepada Allah.
Di dalam rasa frustasinya, akhirnya ia memanggil penasihat-penasihatnya dan menanyakan kepada mereka, “Di tempat mana aku dapat menyembunyikan Allah supaya rakyat akhirnya lupa akan Allahnya?”
Salah seorang menyarankan untuk menyembunyikan Allah di bagian sisi gelap dari bulan. Gagasan ini dipertanyakan, karena para penasihat khawatir bahwa kelak para ilmuwan akan menemukan suatu cara menjelajahi ruang angkasa dan akhirnya Allah akan ditemukan lagi.
Seorang lain menyarankan untuk menyembunyikan Allah dalam bagian yang terdalam dari samudera. Namun, juga gagasan ini bermasalah, sehingga ditolak.
Dengan demikian, gagasan lepas gagasan diperdebatkan dan akhirnya tidak ada yang disetujui. Sampai seorang penasihat yang tertua dan paling bijak punya gagasan yang cemerlang, Ia berkata, “Mengapa kita tidak menyembunyikan Allah di suatu tempat di mana orang tidak berpikir sedikitpun untuk mencarinya?” Dan ia menerangkan seterusnya, “Bila kita menyembunyikan Allah di dalam celah kehidupan manusia sehari-hari, mereka pasti tidak akan menemukan Dia.”
Dan demikianlah, gagasan ini dilaksanakan. Dan menurut banyak orang, manusia di negeri itu sampai hari ini masih mencari Allahnya.
1:07:00 PM
Peak
Bacaan : 2Timotius 3:10-17
Banyak orang Jepang gemar memelihara bonsai. Meski tinggi bonsai rata-rata hanya dalam hitungan sentimeter, pohon ini sudah berbentuk indah dan sempurna. Berkebalikan dengan itu, di Kalifornia ditemukan pohon hutan raksasa bernama Sequoia. Tinggi pohon ini luar biasa, bisa mencapai 90 meter, dan lingkar batangnya bisa mencapai 26 meter.
Saat masih berupa biji, bonsai dan Sequoia berukuran sama serta memiliki berat yang sama, yakni kurang dari satu miligram. Namun dalam masa pertumbuhan, keduanya mengalami perbedaan yang signifikan. Orang sengaja menghambat pertumbuhan biji bonsai, dengan harapan kelak mereka mendapatkan sebuah pohon mini yang indah. Sebaliknya, biji Sequoia dibiarkan mendapat gizi dari mineral, tumbuh di dekat sumber air, dan mendapat sinar matahari yang sangat cukup. Dengan begitu, ia menjadi pohon raksasa. Bayangkan saja, hanya dari satu pohon ini, kita dapat memperoleh kayu yang cukup untuk membangun 35 rumah dengan masing-masing lima kamar!
Timotius telah diajar mengenal firman Tuhan sejak kecil, dari ibu dan neneknya (ayat 14,15), juga dari didikan Paulus (ayat 10). Inilah kesempatan di mana jiwanya "diairi" dan "disinari matahari". Selanjutnya, didikan itu menjadikannya pelayan Tuhan yang memiliki "iman yang tulus ikhlas" (2 Timotius 1:5), yang tetap kuat meski harus menderita sengsara dalam pelayanan (ayat 11). Seperti Timotius, kita pun dapat menyerap semua hal positif di sekitar kita; pengetahuan, semangat, pengalaman, teladan, dan terutama ajaran firman Tuhan, supaya iman kita tumbuh seperti Sequoia. Jangan biarkan hal negatif mengerdilkan iman kita seperti bonsai -ENO
DEKAT PADA YESUS SANG AIR HIDUP
MAKA IMAN KITA BERTUMBUH SUBUR
SABDA.org
12:59:00 PM
Peak
Today's Scripture
“Jesus said to them, ‘Only in his hometown, among his relatives and in his own house is a prophet without honor.’ He could not do any miracles there…And he was amazed at their lack of faith” (Mark 6:4-6)
Today's Word from Joel and Victoria
Did you know that honor and faith work together? When Jesus walked the earth, the people in His own hometown couldn’t believe that He was the Son of God because they were too familiar with Him. They didn’t honor Him, which affected their ability to have faith in Him. When you honor the Lord, when you respect and make room for Him in your life by following the Word of God, it impacts your faith in Him. Part of honoring the Lord is honoring the people He’s placed in your life. God works through people, and the Bible says that the way you treat others is the way you treat Him. Choose to honor people and make room for the Lord to work in your life, today. Look for the greatness in the people around you: your spouse, your children, your friends and family. Treat others with respect, knowing that God is building His character in you. As you choose honor, you open the door for faith to grow. You’ll see God’s hand working in your life, and you will see His hand of blessing on everything you do!
A Prayer for Today
Heavenly Father, today I choose to honor You by honoring the people You have placed in my life. Show me how to love others the way You love me so that faith will grow stronger in my heart. In Jesus’ Name. Amen.
Source : Joel Osteen Ministries
12:26:00 PM
Peak
Perkenalkan nama saya Ivan Sudrajat Subiharto, nama baptis saya Joshua, saya berasal dari keluarga Kristen, walaupun saya sejak kecil sudah ikut sekolah minggu dan sampai beranjak dewasa saya melayani Tuhan, namun saya belum mengenal Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat Pribadi. Saya menerima Tuhan Yesus Sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi pada tanggal 18 Oktober 1991.
Waktu itu saya duduk di kelas dua SMA. Saya sekolah di SMAK 1 Cirebon. Saya bertemu dengan teman-teman yang sungguh-sungguh mengenal Tuhan Yesus. Di situ saya bertumbuh dan mengenal Tuhan Yesus sebagai pribadi yang menolong hidup saya. Satu bulan setelah saya menerima Tuhan Yesus, kira-kira pada tanggal 22 Nopember saya mendapatkan Baptisan Roh Kudus, saya mempunyai kerinduan untuk melayani Tuhan, saya mulai belajar mendengar suara Tuhan dan mengikuti kehendak Tuhan. Kemudian Tuhan Yesus berikan visi untuk membentuk persekutuan kelas.
Dalam kelas saya terbentuk sebuah persekutuan kelas A2 (Biologi). Saya di situ belajar mengenai kehendak Tuhan dan tidak terasa saya sudah masuk dalam kelas 3 dan sudah bersiap-siap masuk ke dunia kuliah alias perguruan tinggi. Tuhan membawa saya masuk ke Fakultas Pertanian UKSW Salatiga.
Namun saya sempat tidak mau kuliah disana karena saya merasa kuliah di kota kecil dan jauh dari teman-teman SMA namun Tuhan katakan bahwa jika saya mau mengikuti kehendak Tuhan maka Tuhan akan berikan saya ladang pelayanan yang luas dan Tuhan akan membentuk saya lebih lagi di dalam Tuhan.
Ternyata benar-benar Tuhan membentuk saya di Salatiga dengan luar biasa. Pertama kali saya masuk kuliah di Fakultas Pertanian saya adalah calon mahasiswa alias Catama bukan mahasiswa tahun pertama karena saya tidak lulus di mata kuliah kimia, akhirnya saya lulus juga dalam remediasi kimia pada tahun pertama, itu anugerah.
Lulus mata kuliah kimia, saya mendapat wali studi yang tidak membimbing saya dengan benar-benar, akhirnya saya mendapat indeks prestasi yang menyakitkan. Saya hampir putus asa namun teman-teman di gereja yang satu pelayanan dan yang memperhatikan ku memberikan semangat. AKhirnya saya bisa meningkatkan indeks prestasi saya, namun saya dipindahkan wali studi yang semakin killer dan perfeksionis. Saya sempat tidak bisa meningkatkan indeks prestasi saya.
Namun Tuhan melatih saya untuk berjuang dan hidup dalam anugerahnya. Setahap demi setahap saya bisa menyelesaikan kuliah saya, saya juga bersyukur bisa bertemu dengan orang-orang yang memberi semangat dalam hidup saya.
Setelah lulus kuliah, Tuhan ijinkan saya menganggur selama 4 tahun. Saya lulus di sebuah universitas swasta di kota kecil Salatiga Jawa Tengah pada tahun 2000, saya bersyukur atas anugerah-Nya sehingga saya bisa lulus dengan baik, banyak teman-teman saya yang lulus kuliah lebih lama dari saya padahal mereka mempunyai indeks prestasi kumulatif yang baik dan sangat pintar. Saya bersyukur karena dapat lulus, setelah lulus saya ambil akta IV di FKIP untuk mengajar di sekolah, akhirnya saya lulus dan desember tahun 2000 saya pulang ke kota saya di Majalengka Jabar.
Saya melamar di sebuah sekolah swasta di kota Cirebon. Namun saya kurang senang untuk melamar ke sekolah, akhirnya saya tidak jadi masuk. Saya pulang ke rumah dalam keadaan rohani yang turun drastis, saya kecewa sama gereja saya, hamba Tuhan, tetapi oleh anugerah Tuhan saya tetap ikut ibadah di persekutuan doa Ecclesia di kota Cirebon. Saya ikut PA atau SOM di PD Ecclesia itu hampir dua setengah tahun saya menyelesaikan, akhirnya Persekutuan itu membuka sebuah pelayanan media radio, tahun 2004 frekuensi radio didapat, kemudian saya melamar dan diterima serta saya mulai masuk tanggal 19 Juni 2004.
Saya bersyukur pada Tuhan karena dapat melayani Tuhan di radio sampai saat ini. Saya bisa melayani dan menjadi hamba-Nya. Suatu pelajaran yang bisa saya tarik adalah, mungkin hidup kita kecewa dan pahit terhadap sesama kita, namun jangan pernah tinggalkan Tuhan. Tuhan akan membalut luka hati kita, ketika luka kita sembuh maka Tuhan akan memberikan panggilan-Nya, dan jika kita meresponi panggilan-Nya maka kita akan dipimpin-Nya selalu. Jangan kuatir, walaupun keadaan tambah sulit, ingat janji Tuhan dalam Yesaya 60:5 pasti terjadi dalam hidup kita semua. Tuhan menciptakan indah pada waktu-Nya.
Semoga kesaksian saya menjadi berkat bagi pembaca semua. Tuhan memberkati.
Akhirnya saya bisa menyelesaikan study saya walaupun dalam waktu 7 tahun, namun saya rasakan semua karena anugerahNya. Bukan karena kekuatan saya, bukan karena kepandaian saya dan bukan karena kecakapan saya. Semua Tuhan selesaikan dengan baik.
Tuhan Yesus terima kasih atas pimpinanmu dan Terima kasih atas kelulusan saya. Saya saat ini mau mengucapkan terima kasih buat orang-orang yang mendukung saya: Kakakku Joko Kristiono, Arman Harijanto, Budiono Linuwih, Edy Handjojo, Lidia Ong, Kristiana Tan, Joko Otniel Wijaya, Benyamin Siahaan, Cornelius Wing, Jahja Soemitro,Tirza, Arin, Martha, Yani, Puspita Agustina dan banyak orang yang mendukung saya. Tuhan memberkati kalian.
Kasih persaudaraan di dalam Tuhan Yesus Kristus akan menopang kita disaat kita lemah. GBU
Ditulis & dikirim oleh : Joshua Ivan S
9:02:00 AM
Peak
Nats : Lalu mereka semua dipenuhi dengan Roh Kudus dan mulai berbicara dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk dikatakan (Kisah 2:4)
Bacaan : Kisah 2:1-13
Bayangkan, misalnya di sebuah gereja sederhana di Jawa Tengah, tiba-tiba jemaatnya bisa berbahasa Jerman, Inggris, Prancis, Mandarin, Vietnam, Jepang, Korea, Spanyol, dan Italia. Betapa mencengangkan! Extravaganza! Begitulah kurang lebih yang dialami oleh para murid Yesus. Setelah berkumpul di suatu tempat, sepuluh hari sejak Yesus naik ke surga, mereka mengalami kepenuhan Roh Kudus. Diawali dengan bunyi tiupan angin keras dan lidah-lidah api yang menghinggapi mereka semua tanpa kecuali. Karena kepenuhan Roh Kudus itulah mereka lalu dapat berbicara dalam bahasa Partia, Media, Elam, Mesopotamia, Yudea, Kapadokia, Pontus, Asia, Frigia, Pamfilia, Mesir, Libia, Kirene, Roma, Kreta, dan Arab. Orang-orang Yahudi perantauan pun tercengang bukan buatan. Mereka mendengar orang-orang Yahudi nonperantauan berbicara dalam bahasa mereka. Dan, yang mereka dengar itu adalah perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah (ayat 11).
Dari sini jelas bagi kita bahwa karya Roh Kudus bermuara pada pemuliaan Allah. Jadi, adalah salah bila kita beranggapan bahwa karunia dan kepenuhan Roh Kudus terjadi untuk menunjukkan pencapaian rohani seseorang, atau untuk menggarisbawahi ranking kehidupan rohani seseorang. Lebih salah lagi, bila dipakai untuk menghakimi orang lain. Alih-alih terpusat pada diri sendiri, kepenuhan Roh Kudus terutama harus berpusat pada tindakan memuliakan Allah. Bila hal pokok ini ditindas oleh sikap egosentris dan sombong rohani, maka saatnya kita berkaca diri. Sebab pasti ada sesuatu yang salah dalam diri kita -DKL
KARUNIA ROH KUDUS BERMUARA PADA KEMULIAAN ALLAH
BUKAN KEMEGAHAN PRIBADI MANUSIA
SABDA.org
9:00:00 AM
Peak
Today's Scripture
“As long as the earth remains, there will be seedtime and harvest” (Genesis 8:22).
Today's Word from Joel and Victoria
God loves you so much, and He wants you to live in abundance in every area of your life. In the book of Genesis, in the very beginning, He established a system for increase. Everything in life operates off of seedtime and harvest. As long as you have seed, you have increase in your hand. But a seed will lay dormant until it is placed in the right conditions. You have to plant that seed and water it in order for it to grow. What are the seeds you have in your hand? It can be as simple as the seed of a smile that will produce happiness in your life. It can be a financial seed that will produce provision in your life. Give and it shall be given back to you in greater measure. The Bible says that God’s Word is water and when you speak the Word, you are watering your seeds. Ask the Lord today to show you what seeds you have in your hand. He’ll show you where to plant them, and He’ll watch over those seeds to produce an abundant harvest in every area of your life!
A Prayer for Today
Father in heaven, thank You for seedtime and harvest. Thank You for the system to activate blessing in my life. Show me where to give the seed I have in my hand so that I can reap the harvest You have prepared for me. In Jesus’ Name. Amen.
Source : Joel Osteen Ministries
1:02:00 PM
Peak
If you own a Bible, you are abundantly blessed-about 1/3 of the world does not have access to one.
If you wake up each morning with more health than illness, you are blessed to rise and shine, to live and to serve in a new day.
If you have anyone on the planet, just one person that loves you and listens to you; count this a blessing.
If you can freely attend a church meeting without fear, then you are more blessed than over 1/3 of the world.
If you have a yearning in your heart to parent a child, you are blessed because you still desire what you cannot see.
If you pray today or any day, you are blessed because you believe in God’s willingness to hear your prayer.
If you pray for someone else, you are blessed because you want to help others also.
If you have food in your refrigerator, clothes on your back, a roof over your head, and a place to sleep; all at the same time; you are rich in this world;
If you have a brother or sister in Christ that will pray with you and for you, then you benefit from a spiritual unity, bond, and agreement, which the gates of hell cannot stand against.
If you have any earthly family that even halfway loves you and support you, are blessed beyond measure.
If you attend a church with a church family that offers you one word of encouragement, you are blessed with some form of fellowship.
If you have money in the bank, in your wallet, or some spare change in a dish someplace you are among the world’s wealthy.
If you can go to bed each night, knowing that God loves you, you are blessed beyond measure.
If you try each day to imitate our Lord Jesus Christ for even a minute, you are blessed because you show a willingness to grow up in Him.
If you can read this message, you are more blessed than about 2/3 of the world.
If you have never had to endure the hardship and agony of battle, imprisonment, or torture, you are blessed in indescribable measure.
If you have a voice to sing His praises, a voice to witness God’s love, and a voice to share the gospel, you are blessed. About 1/3 of the world does not even know who the one true God is.
If you can hold someone’s hand, hug another person, touch someone on the shoulder, you are blessed because you can offer God’s healing touch.
If you can share a word of encouragement with someone else, and do it with His love in your heart, you are blessed because you have learned how to give.
If you have the conviction to stand fast upon His Word and His promises, no matter what, you are blessed because you are learning patience, endurance, and tenacity.
If you hold up your head with a smile on your face and are truly thankful, you are blessed because most people can, but won’t.
9:35:00 AM
Peak
Seseorang saksi diminta kesaksiannya dalam sebuah sidang pengadilan, dan jaksa penuntut mengajukan beberapa pertanyaan kepadanya.
"Apakah Anda menyaksikan peristiwa perampokan itu?"
"Ya."
"Benda apa yang dicuri?"
"Dua buah televisi."
"Apakah Anda melihat pencurinya?"
"Ya."
"Apakah Anda dapat mengenali mereka?"
"Ya."
"Apakah dua orang pencuri televisi itu ada di ruang sidang ini?"
Sebelum saksi itu angkat bicara, dua orang yang menjadi terdakwa dengan polos langsung mengangkat tangan mereka.
9:23:00 AM
Peak
Bacaan : Galatia 5:19-26
Kerap kali orang secara keliru menyebut "buah-buah" Roh. Sesungguhnya Paulus tidak menulis agar orang kristiani mempunyai "buah-buah" Roh (jamak), tetapi "buah" Roh (tunggal, dari kata karpos). Memang ekspresinya bisa beragam: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tetapi, semuanya itu adalah satu. Konsekuensinya, kita tidak dapat membuat ranking (mengutamakan yang satu dan mengabaikan yang lain) atas ekspresi yang banyak ini.
Kita juga tidak dapat mempertentangkan berbagai ekspresi ini. Sungguh aneh bila seseorang bisa tampak sangat bersukacita, tetapi sekaligus tidak bisa menguasai diri. Memang Paulus tidak bermaksud menyatakan bahwa orang kristiani tidak memiliki kekurangan. Namun, Paulus hendak menekankan bahwa umat kristiani tidak boleh setengah-setengah menangkap karya Roh. Kita harus terus bekerja sama dengan Roh Kudus untuk mengolah kehidupan rohani secara menyeluruh. Ya, kita dipanggil untuk mengolah seluruh hidup, hati, dan realitas kita, secara utuh. Memang perjalanan menuju kehidupan rohani yang menyeluruh tidak segera sempurna, tetapi pada akhirnya kita mesti berjuang agar hidup kita menjadi kesaksian Kristus dalam segala hal.
Perjuangan kita adalah menjadi utuh, bukan sekadar mengusahakan kesalehan dan karunia yang tampak di depan mata. Karunia itu baik, tetapi apalah arti karunia Tuhan bila kita berbuah busuk? Apalah artinya buah kita tidak matang secara keseluruhan, mentah di sana-sini? Mana enak? -DKL
ROH KUDUS RINDU MENGUBAH SELURUH HIDUP KITA
BUKALAH SEMUA RUANGNYA
SABDA.org
9:20:00 AM
Peak
Today's Scripture “Many are the afflictions of the righteous, but the LORD delivers him out of them all” (Psalm 34:19).
Today's Word from Joel and Victoria
Everyone goes through seasons of difficulty and challenge in life. One of the enemy’s traps is to isolate you and convince you that you won’t make it. But God promises that He will deliver the righteous out of all of their afflictions. You are righteous because of your relationship with God through Christ Jesus. You are righteous simply by having faith in Him, His goodness, and the promises in His Word. If you’re going through a tough time today, keep an attitude of faith and expectancy. Declare His promises over your life. You are more than a conqueror through Him! The joy of the Lord is your strength! As you continue to stand, even during the difficult times, you can be assured that victory is on the way. It might be today…it might be next week…next month, or next year, but God is faithful! Through faith and patience, you will inherit the promise. You will get beyond your difficulty, and you’ll increase in wisdom and strength and live the abundant life He has for you!
A Prayer for Today
Heavenly Father, thank You for Your promise of victory in every area of life. I choose to trust You, knowing that You are working behind the scenes on my behalf. In Jesus’ Name. Amen.
From : Joel Osteen Ministries
3:14:00 PM
Peak
Sebelum menulis kesaksian ini saya mohon pimpinan Tuhan karena saya tidak pandai merangkai kata kata yang ada dalam hati dan kesaksian ini nama Tuhan dipermuliakan.
Semoga kesaksian ini dapat memberikan kekuatan pada anda yang mengalami penderitaan sepeti yang kami alami ini. Ingatlah Tuhan tidak pernah meninggalkan Anda dalam situasi sesulit apapun, Tuhan mendengarkan doa Anda dan tahu apa yang harus diperbuat untuk Anda, mungkin tidak dengan segera menjawab doa Anda atau tidak sesuai dengan keinginan Anda, tapi Anda harus mengimani suatu saat Tuhan akan memberkan untuk Anda sesuai dengan jalan Tuhan dan kebenaran Tuhan.
Kadang kita tidak mengerti jalan Tuhan, seperti yang kami alami ini selama hampir satu tahun hidup dalam ketidak pastian masa depan. Segala usaha telah kami jalankan tapi semuanya mengalami kebuntuan. Telah kami panjatkan doa-doa dengan tidak bosannya minta Tuhan bawa kami sekeluarga sesegera mungkin membawa kami keluar dari masalah pekerjaan dan keuangan keluarga yang minim sekali, kehidupan keluarga kami benar-benar jatuh nol. Tapi ternyata Tuhan tidak segera membawa kami keluar dari masalah tersebut. Kami sadar Tuhan tidak menjawab doa yang kami layangkan kepada Nya tapi kami yakin Tuhan pasti akan mengabulkannya tapi entah kapan. Tuhan mempunyai rencana lain untuk kami sekeluarga, Dia menghajar kami dengan penderitaan ini untuk membawa kebaikkan untuk keluarga ini.
Suami saya, Tuhan buat dia sadar untuk mengikuti Dia dengan penuh Ketaatan dan menjalani hidup baru dibimbing oleh seorang hamba Allah. Dan puji Tuhan kini keluarga kami dapat berbakti kepada Tuhan dengan lebih dalam lagi Tuhan telah mengabulkan doa yang saya mintakan selama bertahun tahun agar kami sekeluarga selalu hidup dengan Tuhan. Dan saya juga lahir baru kembali dan Tuhan memberikan kuasa berbahasa roh, dan anak kami semakin dalam lagi pengetahuan tentang kasih Yesus. Tuhan memberikan jalan keluar juga untuk masalah pekerjaan suami saya itu pun tanpa kami bayangkan tawaran kerja yang tiba tiba dan sekarang telah diterima kerja di sebuah perusaahaan.
Dan saya juga telah diperdamaikan pula dengan salah satu keluarga yang dulunya sangat membenci saya dengan rendah hati dan tanpa beban apapun saya minta maaf pada dia. Tuhan benar benar menguji ketaatan kami sekelurga dan iman kepada Nya. Dalam Jumat agung ini yang kami rasakan adalah lahir baru kembali yang membuat kami memuji Tuhan tanpa bisa diutarakan perasaan ini bersyukur, bahagia dan entah apa lagi yang tidak terucapkan kami hanya bisa menangis. Allah ku benar benar ajaib, rencana Tuhan semuanya kami tidak tahu dan tidak pernah kami bayangkan jalan keluar seperti ini tapi yang pasti Tuhan membuat semuanya indah pada waktunya. Seperti dalam saduran berikut ini bagi saya maknanya sangat indah dan dalam. Terkadang kita tidak mengerti, mengapa segala sesuatu berjalan serba salah. Dalam hati, kita mulai bertanya apakah benar Tuhan mendengarkan Doa? Kekuatiran dan ketakutan mulai menghantui kehidupa kita kita bingung dan putus asa. Tidakkah Tuhan tahu apa yang sedang terjadi dalam hidup kita ?
Pada suatu hari aku masuk ketempat kudus Allah untuk merenung. Kusadari bahwa segala sesuatu yang terjadi itu sebenarnya adalah untuk kebaikkanku sendiri
"Betapa bodoh dan dungunya aku ini pemandangan-MU, ya Allah. Walaupun demikian Engkau tetap mengasihi aku. Engkau memegang tangan kananku dan engkau mempunyai rencana yang indah bagiku. Sepanjang hidupku engkau akan terus membimbing aku dengan nasihat firman-Mu Engkau membuat semuanya indah pada waktunya, ya Tuhan ".
Oleh: Santi