Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

12 April 2008

Hidup Seperti Benang Ruwet

Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedang menyulam sehelai kain. Aku yang sedang bermain di lantai, melihat ke atas dan bertanya, apa yang ia lakukan. Ia menerangkan bahwa ia sedang menyulam sesuatu diatas sehelai kain. Tetapi aku
memberitahu kepadanya, bahwa yang aku lihat dari bawah adalah benang ruwet.

Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata dengan lembut, "Anakku, lanjutkanlah permainanmu, sementara ibu menyelesaikan sulaman ini, nanti setelah selesai, engkau akan kupanggil dan kududukkan di atas pangkuan ibu dan kamu dapat melihat sulaman ini dari atas".

Aku heran mengapa ibu menggunakan benang hitam dan putih begitu semrawut menurut pandanganku.

Beberapa saat kemudian aku mendengar suara ibu memanggil, "Anakku, mari kesini dan duduklah di pangkuan ibu".

Waktu aku lakukan itu, aku heran dan kagum melihat bunga-bunga yang indah, dengan latar belakang pemandangan matahari yang sedang terbit, sungguh indah sekali. Aku hampir tidak percaya melihatnya, karena dari bawah yang aku lihat hanyalah benang-benang yang ruwet.

Kemudian ibu berkata, "Anakku, dari bawah memang nampak ruwet dan kacau, tetapi engkau tidak menyadari bahwa di atas kain ini sudah ada gambar yang direncanakan, sebuah pola, ibu hanya mengikutinya. Sekarang, dengan melihatnya dari atas engkau dapat melihat keindahan dari apa yang ibu lakukan".

Sering selama bertahun-tahun, kita melihat ke atas dan bertanya kepada Allah Bapa, "Bapa, apa yang Engkau lakukan?".

..~Benang yang Ruwet~..

Ia menjawab, "Aku sedang menyulam kehidupanmu".

Dan aku membantah, "Tetapi nampaknya hidup ini ruwet, benang-benangnya banyak yang hitam, mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah?".

Kemudian Bapa menjawab, "Anakku, kamu teruskan pekerjaanmu, dan Aku juga menyelesaikan pekerjaanKu di bumi ini, satu saat nanti aku akan memanggilmu ke surga dan mendudukkan kamu di pangkuanKu dan kamu akan melihat rencanaKu yang indah dari sisiKu".
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah Firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan". (Yer 29 : 11)

Temen2 terkasih ...TOLONG DISEBARKAN KEPADA TEMEN2 YG KAMU SAYANGI. THANKS.

GBU!

Grace Abounds

Today's Scripture

“And God is able to make all grace abound to you, so that in all things at all times, having all that you need, you will abound in every good work. (2 Corinthians 9:8).

Today's Word from Joel and Victoria

We serve a God of abundance! Our God is more than enough! What is it that you have need of today? No matter what is on your “plate” of life, God wants to pour out His grace on you. One of the meanings of grace is God’s good will, loving-kindness and favor. His grace keeps us, strengthens us, and causes us to increase. In fact, He’s already extending that grace to you right now; all you have to do is open your heart and humbly receive it by faith. Humility is an important key to receiving God’s grace. If we are prideful and seeking our own ways, it blocks God from working in our lives. But when we are humble and seeking His ways, then He will empower us by His grace. Notice in this verse that when He pours out His grace on you, you will have all that you need at all times…that’s living in abundance! And when you are living in abundance, you are equipped to pour out that goodness and blessing on those around you. Seek Him and His ways today and allow Him to refresh you and empower you with His grace so that you can live the abundant life He has for you!

A Prayer for Today

Father in heaven, today I humbly come before You. I surrender my heart, will, mind, and emotions to You. I ask that You pour out Your grace on me today and equip me for every good work. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

Gadis Yang Sakit Ginjal

Semalam (9 Januari 2002) saya diajak suami menjenguk seorang temannya yang berada di rumah sakit. Ia seorang wanita muda (24 tahun) yang sudah mengalami gagal ginjal selama 7 tahun dan sejak bulan Agustus lalu kondisinya semakin menurun, masuk keluar rumah sakit dan sekarang harus menjalani cuci darah 3 kali seminggu bahkan didiagnosa mungkin ada semacam tumor (belum tahu jinak atau ganas) di dalam levernya. Lebaran yang lalu ia sempat masuk rumah sakit dan hanya 10 hari bisa pulang ke rumah kemudian hari Sabtu kemarin ia harus masuk lagi karena kesakitan yang luar biasa di dalam perutnya.

Ketika kami datang ia tidak ada di tempat tidur karena sedang menjalani cuci darah selama 5 jam, jadi kami sempat turun ke bawah untuk makan malam kemudian kembali lagi. Saat kami kembali, saya melihat ia sudah duduk di pembaringan dengan slang oksigen di hidungnya dan beberapa temannya hadir disitu bercakap-cakap dengannya sambil memijit-mijit kakinya.

Saya agak terkejut melihatnya (sebab ini kali pertama bertemu dengannya), ia tampak begitu segar dan tak ada tanda-tanda kalau menderita sakit. Sambil dipijit ia bercanda dengan teman-temannya begitu riang dan ketawa-ketawa. Hanya lengan sebelah kanannya yang tampak berurat-urat dan ada benjolan cukup besar dipergelangan tangannya untuk tempat mencuci darah.

Sambil bercanda-canda ia bercerita bagaimana hari Sabtu kemarin ia terserang sakit perut yang begitu hebat dan dilarikan ke rumah sakit, setiap goncangan di jalan membuat ia sangat kesakitan, mereka tidak ke UGD tapi langsung ke tempat dokternya praktek dan disana mereka harus menunggu sekian waktu baru dokternya datang. Tapi memang sudah merupakan pemandangan yang biasa bagi orang lain melihat ia menangis kesakitan di depan ruang praktek dokter, nanti setelah dokter datang maka ia yang pertama akan di layani, dibujuk seperti anak kecil kemudian menjalani kembali perawatan rutinnya.

Ketika ia berbicara tentang dugaan ada tumor ganas di levernya dan kalau ada maka diperlukan serangkaian perawatan kemoterapi, ia tampak begitu santai dan biasa saja membicarakan semua ini. Ia bercerita tentang kesakitan-kesakitan dan penderitaannya, seperti pembengkakan-pembengkakan yang terus menerus di seluruh tubuhnya, kehausan akan air yang tidak bisa dipuaskan dengan air sebanyak apapun karena ia hanya diperbolehkan minum sedikit-sedikit, cairan-cairan yang memenuhi perutnya yang harus disedot keluar karena tidak mampu disedot oleh mesin pencuci darah, dll sebagainya. Keadaannya begitu menderita tapi ia dapat menceritakan semua itu dengan santai sambil ketawa-ketawa dan terasa kesan ia sudah belajar menikmati semua penderitaan ini karena sudah menjadi teman akrabnya selama 7 tahun dan sekarang ini kondisi tubuhnya terus menurun.

Yang merupakan tanda tanya dari semua teman-temannya selama ini, mengapa ia tidak mengalami sedikitpun kearah kesembuhan sekalipun ia sudah didoakan oleh begitu banyak hamba-hamba Tuhan yang terkenal dengan urapan dan karunia kesembuhan maupun mujizat. Bahkan banyak di antara mereka yang telah bernubuat tentang kesembuhannya tapi mengapa tidak ada perubahan sedikitpun yang terjadi??? Nubuat itu tidak pernah terjadi.

Awalnya dalam perjalanan ke rumah sakit saya sempat berpikir : "Mungkin semua itu tidak terjadi karena keinginan hidup si penderita sudah tidak ada lagi dan ia mungkin berpikir lebih baik aku dipanggil pulang saja oleh Tuhan." Karena gadis ini adalah orang yang cinta Tuhan dan saya percaya sudah lahir baru dalam Kerajaan Allah. Saya berpikir mungkin hal ini yang membuat ia sukar mengalami terobosan imannya untuk meraih kesembuhan ilahi, sebab semangat untuk itu tidak ada lagi termasuk semangat untuk bisa memberitakan Injil Kerajaan Allah, menyembuhkan orang sakit, mentahirkan orang kusta, melepaskan orang yang terikat dan sekali saja dalam hidup ini bisa membangkitkan orang mati. Kalau motivasi ini masih menyala-nyala dalam diri seorang anak Allah maka ini akan menumbuhkan imannya lebih besar lagi untuk mendobrak benteng-benteng penghalang yang ada.

Tapi setelah saya bertemu muka dengannya dugaan inipun lenyap, ia begitu ceria dan tidak nampak seperti orang yang sudah ingin pulang saja ke pangkuan Bapa.

Tiba-tiba ada dorongan yang begitu kuat di hati saya untuk berkata :"Sebenarnya yang engkau butuhkan adalah ginjal yang baru." Kalimat ini terus berbunyi di hati saya dan kali ke-empat sayapun mengucapkannya dengan lembut dan manis kepadanya.

Ia menatap saya dan suasana di kamar itu seketika terasa hening sekali. Iapun berkata, "Sudah banyak hamba Tuhan berkata seperti itu kepada saya dan saya telah melakukan semua yang mereka ajarkan, misalkan pengakuan iman, pengakuan dosa, dll sebagainya. Saya adakan pengakuan iman "Oleh bilur-bilur Tuhan Yesus aku sudah sembuh" terus menerus, apa saja yang diajarkan mereka aku sudah lakukan. Aku sudah meminta Tuhan memberikan ginjal baru kepadaku, dalam kesakitan yang sangat aku berteriak agar Tuhan mengangkat sakitku, tapi sedikitpun jamahan Tuhan tidak ada, aku tetap kesakitan dan keadaanku tetap seperti ini. Apa mau dikata kalau belum waktunya Tuhan dan Tuhan belum mau menyembuhkanku, semuanya terserah kehendak Tuhan. Mungkin ini suatu ujian Tuhan bagi diriku, Dia mau menguji aku apakah dengan keadaan seperti ini (tanpa pertolongan sedikitpun dari Dia) aku masih mengasihiNya?" Suasana terasa semakin hening.

Saya kembali berkata perlahan, "Bukankah Ia telah menanggung segala sakit penyakit dan kelemahan kita sejak 2000 tahun yang lalu di kayu salib? Mungkin selama ini kita terus meminta kesembuhan dan ginjal baru tapi belum mengambil kesembuhan itu, bukankah Ia berkata: "Apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu." - Markus 11:24.

Gadis inipun menjadi agak marah, ia berkata, "Maaf Ci, aku telah melakukan semua yang pernah diajarkan oleh para hamba Tuhan yang datang mendoakanku tapi tidak terjadi apa-apa sehingga aku merasa imanku masih gagal. Cici tidak pernah merasakan apa yang saya rasakan selama 7 tahun ini, tubuhku sendiri yang menderita sakit dan orang lain hanya bisa berkata-kata. Itu sebabnya saya paling benci bila ada orang yang berkata "punya iman...punya iman untuk sembuh!" sebab mereka tidak mengalami seperti yang saya alami selama ini, menjalani semua hal menyakitkan ini seperti yang telah kujalani. Setiap kali ada yang mengatakan seperti itu, aku akan katakan "Jangan bicarakan itu lagi karena imanku memang masih gagal" Tapi di dalam keadaan seperti inipun aku masih cinta kepada Tuhan, inilah iman saya! Biarlah kehendak Tuhan yang jadi."

Semua yang mendengarnya terdiam, saya tidak berusaha minta maaf kepadanya, saya hanya tetap berkata dengan lembut: "Tuhan juga sangat mencintaimu, mari berjalan terus bersama dengan Tuhan. Ketabahan dan keceriaanmu di dalam menghadapi semua penderitaanmu ini adalah mujizat terbesar yang pernah saya lihat." Dan percakapanpun kembali seperti semula, canda-ria di sertai tawa riang. Seakan-akan pembicaraan tadi tidak pernah ada.

Ketika mau pulang dia meminta kami berdoa baginya dan doa itu terasa hanya sebatas doa formalitas saja untuk orang sakit dan ketika kami mau pulang ia tetap berkata:"Dukung doa terus yah!" Hanya seperti itu, jadi teman-teman datang hanya sekedar untuk menghiburnya saja.

Diperjalanan pulang saya merenung dan bertanya kepada Tuhan, "Tuhan aku tahu dengan pasti Engkau sungguh mengasihi gadis ini dan ia juga mengasihi Engkau. Kalau Engkau mengasihi dia apakah Engkau menghendaki ia mengalami semua penderitaan ini untuk menguji kemurniaan cintanya kepadaMu seperti yang ia yakini selama ini? Sehingga membuat ia begitu bangga dengan imannya bahwa sekalipun Engkau mengijinkan semua sakit-penyakit ini menimpanya dan menderanya dalam penderitaan yang berkepanjangan dan tak berkeputusan serta tidak ada sedikitpun pertolongan daripadaMu ketika ia berseru-seru kepadaMu tapi ia masih tetap dapat mempertahankan kasihnya kepadaMu. Itu sebabnya ia berusaha menikmati semua penderitaan dan kesakitan ini karena ia menganggap semua itu adalah kehendakMu untuk dia alami dan dengan cara seperti ini dia bisa menunjukkan betapa ia mengasihiMu."

Dan jawaban ini muncul di hati saya, "Meike.., firmanKu berkata :OrangKU yang benar akan hidup oleh iman. Benar?"

"Benar Tuhan!" Jawabku.

Aku berkata, "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja,
tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."

"Benar Tuhan!" jawabku.

FirmanKu berkata, "Oleh bilur-bilur-Ku kamu telah sembuh. Aku yang
telah menanggung segala sakit penyakit dan kelemahan seluruh umat manusia sebab Aku tidak menghendaki ada satupun diantara kamu ada yang sakit, inilah firmanKu!"

"Ya Tuhan!" Aku menjawab.

"Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku. Meike, kau
lihat firmanKu berkata bahwa orangKu yang benar akan hidup oleh iman, iman kepada siapa dan kepada apa? Iman kepada setiap perkataan yang keluar dari mulutKu sebab inilah yang membuat manusia hidup dan firmanKu berkata Aku telah menyembuhkan segala kelemahan dan sakit-penyakitmu, Aku telah datang untuk memberimu hidup di dalam segala kelimpahan termasuk dalam hal jasmani yang selalu sehat bukan sebaliknya. Dan setiap orang yang mengakui mengasihiKu akan menuruti semua yang Ku firmankan."

Seketika saya sadar: "Oh Tuhan, sekarang aku mengerti sekalipun Engkau begitu mengasihi gadis itu dan ia juga mengakui bahwa ia mengasihiMu tetapi Engkau tidak bisa mengingkari firmanMu sendiri, langit dan bumi akan berlalu tapi firmanMu tinggal tetap, gadis itu memiliki iman tapi iman yang keliru/kurang pas karena ia beriman (percaya) bahwa sakit yang ia derita selama ini adalah kehendakMu untuk menguji kesetiaan dan rasa cintanya kepadaMu sebaliknya firmanMu berkata bahwa gadis itu harus hidup dengan iman akan setiap perkataanMu bahwa kesembuhan itu sudah Kau berikan sejak 2000 tahun yang lalu dan Engkau tidak pernah menghendaki ada satupun dari anak Allah mengalami sakit penyakit lagi, itu sebabnya Kau rela semalaman dicambuk dan dagingMu dihancurkan sebelum disalibkan hanya untuk membebaskan kami semua dari sakit-penyakit dan kalau kami berkata bahwa kami mengasihiMu maka kami harus menuruti firmanMu, bukan firman yang kami buat sendiri dalam alam pikiran kami. Itu sebabnya sekalipun Engkau begitu mengasihi gadis itu tapi pemahamannya yang keliru akan firmanMu membuat suatu benteng yang begitu tebal dalam alam pikirannya sehingga membuat ia sukar mengalami kesembuhan total bagi tubuhnya. Ia merasa punya iman percaya kepadaMu, ia merasa mengasihiMu tapi ia sendiri heran (bahkan semua orang terheran-heran) mengapa ia tidak pernah merasakan jamahan tanganMu yang menolong dia. Bukan Engkau tidak menjamah Dia tapi imannya yang seperti itu membuat ia gagal menjamah Engkau, Tuhan. Dan benteng-benteng pertahanan ini harus dirobohkan karena ia sudah pahit bahkan tawar hati dengan segala pelayanan doa dari pada berbagai hamba-hamba Tuhan yang dinilainya tak akan ada gunanya karena Tuhan memang menghendaki ia sakit seperti itu. Tuhan beri kami hikmatMu bagaimana cara mengatasi semua ini?"

Saudara-saudari, Injil adalah kekuatan Allah untuk menyelamatkan manusia - Roma 1:16. Firman Allah itu adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan dan memberi kehidupan bagi kita semua. Itu sebabnya kita harus patok iman kita pada setiap perkataan firman Allah ini dan dari situlah kehidupan mengalir. Jangan sekali-kali mematok iman kita pada hal-hal yang tidak difirmankan Allah sekalipun tampak cukup rohani (seperti diatas) dan masuk di akal sebab disana tidak ada kehidupan yang mengalir bahkan besar kemungkinan kematian. Adalah lebih berharga dan memuliakan Nama Allah bila kita sehat untuk dapat melakukan semua yang diperintahkanNya daripada terbaring terus di pembaringan dan bolak-balik masuk rumah sakit yang membutuhkan biaya yang sangat besar. Gadis ini berusaha "menikmati" apa yang seharusnya tidak perlu dideritanya lagi sebab penderitaan ini sudah ditanggung oleh Tuhan Yesus 2000 tahun yang lalu di kayu salib. Apakah ini yang dinamakan cinta yang melebihi batas??? Lebih daripada yang Allah kehendaki???

Semoga ini menjadi suatu bahan perenungan bagi kita semua. Amin.

Oleh: Meike

Hal Berdoa

Gereja yang bertumbuh adalah gereja yang berdoa, yang jemaatnya hidup dalam doa, tidak ada suatu keberhasilan anak Tuhan yang tidak dimulai dengan doa dan selalu berdoa. Ada banyak orang berdoa tapi doanya tidak pernah dijawab Tuhan. Apa yang menjadi penghalang doa-doa kita tidak dikabulkan, mari kita lihat ayat-ayat di bawah ini.

1. Matius 6:5-15 dalam perikop ini Tuhan Yesus memberi contoh sebuah doa yang sempurna dimana pola doanya memenuhi kehendak Bapa di Sorga. Tetapi di ayat 12,14 dan 15 kata mengampuni di ulang berkali-kali oleh Tuhan Yesus dengan maksud penekanan pada kata ini, artinya penting untuk diperhatikan. Kunci dari doa Bapa Kami ada di ayat 12 ini, dimana saat kita sudah mengampuni kesalahan orang lain, maka pengampunan dari Bapa akan turun disitulah makna dari sebuah doa yang didengar Tuhan karena hatinya mau merendah di hadapan Tuhan dan sikap tunduk kepada Firman sudah kita lakukan. Sikap hati ini yang diperhatikan oleh Tuhan dalam hal kita berdoa. Bisa mengampuni kesalahan orang lain menunjuk kepada pribadi yang terhormat dimata Tuhan, karena Tuhan Yesus sudah terlebih dahulu mengampuni dosa-dosa kita disaat kita masih berdosa dan belum bertobat.

Hukum pengampunan yang diberlakukan Tuhan di ayat 12, 14 dan 15 dan Markus 11:25-26 adalah Firman Allah yang keluar dari mulut Yesus yang punya kuasa dan mengikat setiap kita, artinya hukum ini harus dilakukan apapun kondisinya, apapun alasannya, tanpa melihat latar belakang kesalahan orang lain.

Kasih Yesus sanggup memberikan pengampunan kepada siapa yang kita kehendaki dengan tulus. Orang yang bisa mengampuni adalah orang yang sudah bertobat sungguh, karena ia tidak mau menyimpan kesalahan di dalam hatinya. Berapa banyak diantara kita yang tidak menyadari akan pentingnya hati mengampuni? Halangan pertama mengapa doa-doa kita tidak dikabulkan Tuhan adalah : HATI YANG TIDAK MENGAMPUNI

2. Yesaya 59:1-2 sesungguhnya tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaranNya tidak kurang tajam untuk mendengar, tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.

Segala kejahatanmu artinya begini, pertama-tama kejahatan itu merupakan suatu keinginan yang timbul dari hati, yang utama adalah melawan kehendak Tuhan, kecenderungan hati manusia setelah manusia pertama jatuh dosa adalah melawan kehendak Dia. Keinginan yang timbul dalam hati manusia adalah kehendak bebas yang diberikan agar bisa dipakai dengan penuh tanggung jawab, malahan membuat manusia jatuh ke dalam dosa dan jerat Iblis di taman Eden. Karena manusia tidak sanggup mengendalikan kehendak bebas nya sendiri, maka itu harus diserahkan kedalam kendali Tuhan sepenuhnya agar tidak diperdaya dan ditunggangi oleh si jahat lagi. Belum bisa serahkan free will ini kepada Tuhan akan membuka peluang besar terhadap pengaruh si jahat, karena wilayah kehendak bebas masih dalam otoritas manusia itu, setan masih bebas intervensi ke dalamnya. Hati-hati dan waspada karena tipu daya Iblis berupa tawaran-tawaran manis sulit kita deteksi saat masuk lewat pikiran kita.

Pikiran jahat bersumber dari hati yang kotor karena sumber nya sudah ternoda dari dalam yaitu jahat adanya, kemudian segala ucapan kitapun akan keluar kata-kata yang tidak memuliakan TUhan (Markus 7:20-23) , sebaliknya orang yang sudah sungguh-sungguh bertobat hatinya sudah dibersihkan TUhan oleh Roh Kudus-Nya, sehingga ia akan mengeluarkan perbendaharaan kata-kata yang kudus pula dan pasti suka memuliakan nama Tuhan, kita bisa lihat disekitar kita dari ucapan dan perilaku mereka yang katanya orang kenal Tuhan, orang kristen. Di ayat 23 Yesus katakan dengan keras bahwa hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang. Saat itu Tuhan Yesus menunjuk kepada orang Farisi dan ahli Taurat (Markus 7:1), saat ini ayat 23 itu ditujukankepada kita yang sudah sekolah Alkitab dan hafal ayat, tetapi hatinya tidak bertobat, hatinya jahat, penuh iri hati dan dengki, kesombongan dan sok pintar.

Segala dosamu artinya dosa melanggar hukum-hukum Tuhan dan kepada sesama, bisa lihat dari 10 hukum Allah yang diberikan kepada Musa, itu tetap masih berlaku sampai bumi ini berlalu. Halangan kedua mengapa doa-doa kita tidak dikabulkan Tuhan adalah : SEGALA KEJAHATAN KITA DAN SEGALA DOSA KITA

3. 1 Petrus 3:7 demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan istrimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.

Melalui ayat ini, Tuhan hendak menegur kepala rumah tangga sebagai suami yang harus bisa menjadi pelindung dan memberi teladan dalam sikap bijaksana terhadap istri terutama, keseimbangan yang harmonis akan tercipta apabila suami bisa menghormati istri sebagai teman pewaris Kerajaan Allah, perilaku santun harus menjadi motto kepala rumah tangga yang menghormati kaum yang lebih lemah (wanita). Hubungan yang beres antara suami istri akan menjadikan pintu berkat Tuhan tidak terhalang baik dalam bidang kesehatan, spiritual dan finansial. Menjadi imam yang kudus dalam rumah tangga menunjuk kepada figur kepala yang pantas memimpin anggota rumah tangganya, karena imam yang kudus berfungsi sebagai payung pelindung bagi seisi rumahnya. Kepala rumah tangganya tidak hidup benar dihadapan Tuhan apalagi perlakuan kasar, maka akan membangkitkan amarah Tuhan. Hal ini adalah perbuatan jahat dimata Tuhan karena mengorbankan banyak orang atas dosa-dosanya dan perbuatannya yang tercela. Mari koreksi diri kita para suami, apakah hidup kita sudah sesuai Firman?

Halangan ketiga mengapa doa-doa kita tidak dikabulkan Tuhan adalah : HUBUNGAN YANG TIDAK HARMONIS ANTARA SUAMI-ISTRI

4. Markus 11:23-24 sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya , bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya. Karena itu Aku berkata kepadamu : apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikannya kepadamu.

Tuhan Yesus yang berkata di kedua ayat ini, bahwa iman kita sangat besar perannya dalam keberhasilan suatu permohonan doa. Percaya, tidak bimbang, dan percaya janji-janji-Nya akan digenapi adalah masalah suasana hati yang akan mempengaruhi dikabulkannya doa kita. Di satu sisi Tuhan yang berkuasa untuk merealisasikan, tetapi di lain sisi Dia juga mau melihat respon iman percaya kita saat berdoa dan setelah berdoa dalam menanti jawaban doa. Tidak benar kalau ada ajaran yang mengatakan bahwa hanya Tuhan saja satu-satunya yang menentukan jawaban doa kita, kedua ayat di atas sudah membuktikan dari mulut Yesus sendiri .

Halangan ke-empat mengapa doa-doa kita tidak dikabulkan Tuhan adalah : BERDOA DALAM KEBIMBANGAN

5. Yakobus 4:3 atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.

Untuk menyelaraskan doa-doa kita dengan rencana Tuhan atas hidup kita sebagai orang percaya, butuh pengenalan yang dalam akan hati Bapa. Hal ini tidak bisa di dapat lewat sekolah Alkitab, melainkan membina hubungan intim dengan Roh Kudus, mau belajar mendengar suara-Nya, menunjukkan sikap rendah hati seorang hamba yang selalu mendengar apa kata tuannya serta melakukan apa yang Dia mau. Untuk sampai kepada tahap seorang hamba yang mengosongkan diri seperti Yesus, kita harus berani bayar harga, siap korban segala-galanya untuk Tuhan.

Halangan ke-lima mengapa doa-doa kita tidak dikabulkan Tuhan adalah : MOTIFASI DOA YANG BERTENTANGAN DENGAN KEHENDAK TUHAN

Dari kelima pokok bahasan diatas yang sudah kita baca, mari renungkan dimana letak kelemahan kita sehingga seringkali doa-doa kita tidak dikabulkan Tuhan, jika kita sudah hidup benar sesuai kaidah Firman ini maka Tuhan tidak dapat menyangkal Firman-Nya sendiri, pasti digenapi atas hidup kita. Orang yang dekat dengan Tuhan tahu bagaimana berdoa yang sesuai kehendak-Nya.

Tuhan berkati

Christian

NB : sebagian dikutip dari khotbah Pdt. Johny Wardi, MA

10 April 2008

Emas

Seorang pemuda mendatangi Zun-Nun dan bertanya, "Guru, saya tak mengerti mengapa orang seperti Anda mesti berpakaian apa adanya, amat sangat sederhana. Bukankah di masa seperti ini berpakaian sebaik-baiknya amat perlu, bukan hanya untuk penampilan melainkan juga untuk banyak tujuan lain?"

Sang sufi hanya tersenyum. Ia lalu melepaskan cincin dari salah satu jarinya, lalu berkata, "Sobat muda, akan kujawab pertanyaanmu, tetapi lebih dahulu lakukan satu hal untukku. Ambillah cincin ini dan bawalah ke pasar di seberang sana. Bisakah kamu menjualnya seharga satu keping emas?."

Melihat cincin Zun-Nun yang kotor, pemuda tadi merasa ragu, "Satu keping emas?. Saya tidak yakin cincin ini bisa dijual seharga itu." "Cobalah dulu, sobat muda. Siapa tahu kamu berhasil."

Pemuda itu pun bergegas ke pasar. Ia menawarkan cincin itu kepada pedagang kain, pedagang sayur, penjual daging dan ikan, serta kepada yang lainnya. Ternyata, tak seorang pun berani membeli seharga satu keping emas. Mereka menawarnya hanya satu keping perak. Tentu saja, pemuda itu tak berani menjualnya dengan harga satu keping perak. Ia kembali ke padepokan Zun-Nun dan melapor, "Guru, tak seorang pun berani menawar lebih dari satu keping perak." Zun-Nun, sambil tetap tersenyum arif, berkata, "Sekarang pergilah kamu ke toko emas di belakang jalan ini. Coba perlihatkan kepada pemilik toko atau tukang emas di sana. Jangan buka harga, dengarkan saja bagaimana ia memberikan penilaian."

Pemuda itu pun pergi ke toko emas yang dimaksud. Ia kembali kepada Zun-Nun dengan raut wajah yang lain.

Ia kemudian melapor, "Guru, ternyata para pedagang di pasar tidak tahu nilai sesungguhnya dari cincin ini. Pedagang emas menawarnya dengan harga seribu keping emas. Rupanya nilai cincin ini seribu kali lebih tinggi daripada yang ditawar oleh para pedagang di pasar."

Zun-Nun tersenyum simpul sambil berujar lirih, "Itulah jawaban atas pertanyaanmu tadi sobat muda.

Seseorang tak bisa dinilai dari pakaiannya. Hanya "para pedagang sayur, ikan dan daging di pasar" yang menilai demikian. Namun tidak bagi "pedagang emas". Emas dan permata yang ada dalam diri seseorang, hanya bisa dilihat dan dinilai jika kita mampu melihat ke kedalaman jiwa. Diperlukan kearifan untuk menjenguknya. Dan itu butuh proses, wahai sobat mudaku. Kita tak bisa menilainya hanya dengan tutur kata dan sikap yang kita dengar dan lihat sekilas.

Seringkali yang disangka emas ternyata loyang dan yang kita lihat sebagai loyang ternyata emas."

But God!

Today's Scripture

“O LORD, how many are my foes! How many rise up against me!...but you are a shield around me, O LORD; you bestow glory on me and lift up my head” (Psalm 3:1-3)

Today's Word from Joel and Victoria

When David wrote this verse, He was in a very difficult situation. He was actually running for his life from his very own son who wanted to kill him and take over the throne! Can you imagine?! David was probably feeling overwhelmed, distraught, heart-broken, betrayed, and abandoned. Have you ever felt that way? But notice that David didn’t just tell the Lord all about his problems, he told the Lord about his faith when he said, “But you, God, are a shield around me…” David made the choice to focus on God’s goodness no matter what! We have to remember, circumstances may be tough, but God is working behind the scenes on your behalf. You may have a difficult relationship, but God is your Restorer today. You may have an overwhelming need, but God is your Provider today! The doctors may have told you that you have an incurable disease, but God is your Healer today! Things may look impossible today, BUT WITH GOD all things are possible! If you’ll keep that constant attitude of faith and victory, you’ll see the hand of God move in your life, and you will experience the life of victory He has in store for you!

A Prayer for Today

Father God, thank You for always being faithful and working in my life. Today, I open my heart to You and choose to focus on Your goodness no matter what my circumstances look like. I know that with You, all things are possible. In Jesus Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

09 April 2008

What’s In Your Hand?

Today's Scripture

“Then the LORD said to him, "What is that in your hand?" (Exodus 4:2).

Today's Word from Joel and Victoria

Do you ever feel inadequate for what you are called to do? You’re not the first one! So often, when we think of Moses, we remember him as the great spiritual giant who led the Israelites out of captivity. But did you know that Moses doubted himself, too? He didn’t feel equipped. In fact, he was even self-conscious because he had a stuttering problem! God simply said to him, “What do you have in your hand?” In the next few moments, God showed Moses that it didn’t matter what equipment he thought he needed. The God of the universe can take what you have and turn it into whatever it needs to be in order for you to accomplish what you’ve been called to. So what’s in your hand today? It may not seem like much, but God wants to use it. He wants to take you to places you never dreamed. He wants to pour out His blessing and favor so you can live the abundant life He has in store for you!

A Prayer for Today

Heavenly Father, today I release to You all that I am and all that I have. I invite You to flood every part of my being and use me for Your glory. Thank You for using what is in my hand. In Jesus Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

08 April 2008

Rasa Malu

Bagi orang Jepang, rasa malu atas kesalahan dan kegagalan yang mereka alami bisa tampak sebagai masalah yang begitu besar. Oleh karena itu, demi menghapus rasa malu semacam ini, mereka berani melakukan tindakan harakiri (bunuh diri).

Dalam setiap hidup kita, rasa malu dan sesal pasti akan muncul saat kita menyadari telah salah melangkah atau mengalami kegagalan. Perumpamaan tentang anak hilang yang diberikan oleh Tuhan Yesus memberi kekuatan dan keberanian kepada kita.

Setelah si anak hilang menyadari kesalahannya, ia sungguh merasa malu dan menyesal. Malu pada orang-orang yang mengenalnya, malu pada masyarakatnya, terutama malu pada keluarganya, khususnya pada sang ayah yang pernah ia sakiti. Rasa malu yang begitu menguasai bisa saja membuatnya putus asa dan ingin mengakhiri hidup. Namun, apakah yang dapat kita pelajari dalam perumpamaan ini? Si anak hilang tidak berhenti pada rasa malu dan sesal saja. Ia mempunyai keberanian untuk mengakui segala dosanya. Ia berani melawan rasa malunya dengan pulang dan menghadapi bapanya. Dengan segala risikonya. Ia pulang dengan hati yang siap menerima konsekuensi atas kesalahannya, bahkan jika ia harus kehilangan status sebagai anak.

Terkadang rasa malu atas kesalahan kita tak tertahankan. Namun, kita memiliki Bapa surgawi yang penuh kasih dan mau mengampuni. Mari kita beranikan diri untuk datang kepada-Nya dengan pertobatan, Dia siap menerima kita kembali dan memulihkan kita dari keterpurukan.

He Delivers You From All

Today's Scripture

“Many are the afflictions of the righteous, But the LORD delivers him out of them all” (Psalm 34:19).

Today's Word from Joel and Victoria

Aren’t you glad we serve a Deliverer today? An affliction is defined as the cause of persistent pain or distress. You might feel afflicted today, but God is working to bring you out of that difficult situation. It may not be in the way you thought, but you have to trust that God has your best interest at heart. I know that afflictions can take on many forms—a sickness or hardship, a temptation, a coworker or family member. There are so many things that can come against us, but God promises in His Word that no weapon formed against us shall prosper! Those afflictions are only temporary. Stand in faith believing that God is on your side. Remember, you and God are a majority. It doesn’t matter what your circumstances look like, get up every morning and say, “This is the day that the Lord has made, I will rejoice and be glad in it.” As you stand and trust the Lord, He will deliver you out of all your afflictions, and you’ll see His hand of blessing in every area of your life.

A Prayer for Today

Father in heaven, thank You for making me righteous through the blood of Jesus. I trust that You have a good plan for me, and that You will deliver me out of all affliction. Thank You for Your strength and peace in my life. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

Perahu Kesempatan

Berapa banyak dari Anda yang tidak mempunyai cukup uang? Atau tidak mendapat penghasilan yang cukup besar? Atau tidak menyukai karier Anda? Atau tidak mempunyai cukup waktu luang? Atau tidak memiliki perkawinan yang bahagia? Atau tidak memiliki kesehatan yang baik? Berapa banyak dari Anda berharap memiliki hidup lebih baik dari sekarang? Well..... bagaimana dengan Anda? Mungkin Anda hanya tidak memaksimalkan kesempatan Anda, dan Anda tidak melompat ke perahu kesempatan saat itu melintas.

Ada sebuah kisah tentang seorang pendeta yang terdampar di bubungan atap gereja saat banjir besar melanda. Air telah sampai ke pergelangan kakinya saat sebuah perahu lewat. "Pergi, selamatkan yang lain," ujarnya, "Tuhan akan mengurusku." Tak lama kemudian, saat air sampai ke pinggangnya, perahu lain lewat. "Tak masalah," ujarnya,"Tuhan akan mengurusku." Ketika air sampai ke lehernya, perahu ketiga muncul. Sekali lagi, ia mengatakan," Jangan khawatir, Tuhan akan mengurusku." Kemudia air menutupi kepalanya dan ia tenggelam. Saat masuk Surga, ia bertanya mengapa Tuhan tidak menolongnya. "Astaga," kata Tuhan, "Aku pikir kamu ingin kemari, bukankah Aku sudah mengirim tiga perahu?"

Pahami bahwa ada perahu kesempatan yang melewati Anda setiap waktu, setiap hari. Mulailah dengan mengetahui apa yang Anda inginkan: apakah lebih banyak uang, atau penghasilan yang lebih besar, atau pekerjaan yang Anda senangi, atau lebih banyak waktu luang, atau perkawinan yang bahagia, atau kesehatan yang baik? Berapa banyak bagian hidup yang Anda harap lebih baik, lebih besar, atau lebih sukses? Anda akan melihat perahu kesempatan dengan mengetahui akhir yang Anda inginkan dan hasil yang Anda inginkan, kemudian menjadi waspada dan menyadari adanya kesempatan saat kesempatan itu datang. Obsesi luar biasa dan keputusan akan membantu Anda melompat saat perahu lewat, karena kedua hal tsb membuat Anda tetap fokus pada apa yang Anda cari dan membuat Anda lebih mudah mengenali kesempatan saat hal itu muncul.

Keberanian untuk menghadapi situasi dan mambangun kekuatan sehingga saat kesempatan muncul, Anda telah siap memanfaatkan kesempatan itu. Kepercayaan diri utnuk bertindak segera dan dengan antusiasme tak terbatas pada saat kesempatan muncul.

Di mana kesempatan itu berada? Di mana saja! Dunia ini dinamis dan selalu berubah, penuh dengan kesempatan besar yang menunggu ditemukan orang berani dan percaya diri. Ya, kesempatan ada di mana-mana!

"Orang pesimis adalah orang yang membuat kesulitan dari kesempatannya. Orang optimis adalah orang yang membuatkesempatan dari kesulitannya".

Kebalikan dari kesempatan adalah masalah. Saat hidup memberitkan tantangan yang tak diharapkan pada Anda, pikirkan hal itu dengan persepsi yang berbeda. Pikirkan kesulitan hidup seperti sebuah pedang yang dilempatkan ke arah Anda. Semakin besar masalah, maka semakin besar pedangnya, semakin tajam mata pisaunya, dan semakin besar kekuatan yang menghampiri Anda.

Intinya dan di sini lah perubahan persepsi sangat penting. Ada dua cara untuk menangkap pedang: pada gagangnya atau pada mata pisaunya.

"Bila nasib melempat sebuah pedang ke arahmu, ada dua cara untuk menangkapnya: pada mata pisaunya atau pada gagangnya."

Dengan menangkap mata pisaunya, sebuah pedang dapat menyakiti atau melukai ANda. Jika cukup tajam, atau jika dilemparkan dengan kekuatan yang besar, sebuah pedang akan menimbulkan luka yang mematikan. Namun jika ditangkap gagangnya, sebuah pedang tidak akan melukai dan dapat digunakan sesuka Anda sebagai alat utnuk memotong hal yang merintangi Anda.

Biarkan masalah membangkitkan jiwa bertarung Anda. Anda tidak akan bisa pergi terlalu jauh tanpa jiwa bertarung yang baik. Jadi biarkan. Dengan api dalam hati Anda, Anda dapat mengobarkan kekuatan terpendam Anda, mendorong diri untuk mencari solusi. Dengan jiwa bertarung dan dengan melihat masalah dari berbagai sisi, Anda akan mampu melihat keuntungan dan manfaat dari masalah itu sendiri.

Anda dapat kembali ke jalan kemenangan pribadi dan mengatasi tantangan hidup dengan langsung menghadapi masalah Anda ya!

07 April 2008

Kasih Yang Sebenarnya

Suatu malam, di sebuah stasiun radio, sedang berlangsung acara dimana orang-orang berbagi pengalaman hidup mereka. Perhatian saya yang semula tercurah pada tugas statistik beralih ketika seorang wanita bercerita tentang ayahnya. Wanita ini adalah anak tunggal dari sebuah keluarga sederhana yang tinggal di pinggiran kota Jakarta. Sejak kecil ia sering dimarahi oleh ayahnya. Di mata sang ayah, tak satupun yang dikerjakan olehnya benar. Setiap hari ia berusaha keras untuk melakukan segala sesuatu sesuai dengan keinginan ayahnya, namun tetap saja hanya ketidakpuasan sang ayah yang ia dapatkan.

Pada waktu ia berumur 17 tahun, tak sepatah ucapan selamat pun yang keluar dari mulut ayahnya. Hal ini membuat wanita itu semakin membenci ayahnya. Sosok ayah yang melekat dalam dirinya adalah sosok yang pemarah dan tidak memperhatikan dirinya. Akhirnya ia memberontak dan tak pernah satu hari pun ia lewati tanpa bertengkar dengan ayahnya.

Beberapa hari setelah ulang tahun yang ke-17, ayah wanita itu meninggal dunia akibat penyakit kanker yang tak pernah ia ceritakan kepada siapapun kecuali pada istrinya. Walaupun merasa sedih dan kehilangan, namun di dalam diri wanita itu masih tersimpan rasa benci terhadap ayahnya.

Suatu hari ketika membantu ibunya membereskan barang-barang peninggalan almarhum, ia menemukan sebuah bingkisan yang dibungkus dengan rapi dan diatasnya tertulis "Untuk Anakku Tersayang". Dengan hati-hati diambilnya bingkisan tersebut dan mulai membukanya. Di dalamnya terdapat sebuah jam tangan dan sebuah buku yang telah lama ia idam-idamkan. Disamping kedua benda itu, terdapat sebuah kartu ucapan berwarna merah muda, warna kesukaannya. Perlahan ia membuka kartu tersebut dan mulai membaca tulisan yang ada di dalamnya, yang ia kenali betul sebagai tulisan tangan ayahnya.

"Ya Tuhan,Terima kasih karena Engkau mempercayai diriku yang rendah ini. Untuk memperoleh karunia terbesar dalam hidupku Kumohon Ya Tuhan, jadikan buah kasih hambaMu ini Orang yang berarti bagi sesamanya dan bagiMu. Jangan kau berikan jalan yang lurus dan luas membentang Berikan pula jalan yang penuh liku dan duri Agar ia dapat meresapi kehidupan dengan seutuhnya. Sekali lagi kumohon Ya Tuhan, Sertailah anakku dalam setiap langkah yang ia tempuh Jadikan ia sesuai dengan kehendakMu Selamat ulang tahun anakku Doa ayah selalu menyertaimu"

Meledaklah tangis sang anak usai membaca tulisan yang terdapat dalam kartu tersebut. Ibunya menghampiri dan menanyakan apa yang terjadi. Dalam pelukan ibunya, ia menceritakan semua tentang bingkisan dan tulisan yang terdapat dalam kartu ulang tahunnya. Ibu wanita itu akhirnya menceritakan bahwa ayah memang sengaja merahasiakan penyakitnya dan mendidik anaknya dengan keras agar sang anak menjadi wanita yang kuat, tegar dan tidak terlalu kehilangan sosok ayahnya ketika ajal menjemput akibat penyakit yang diderita.