Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

19 February 2008

Yesus Sungguh Mengasihimu

Pada setiap Minggu siang, yaitu sesudah ibadah pagi berakhir, Pak Pendeta dengan anak laki-lakinya yang berumur 11 tahun selalu pergi ke kota untuk membagikan traktat. Namun pada hari Minggu siang itu udara di luar terasa sangat dingin karena hujan telah menyirami bumi sejak pagi. Ketika saat untuk membagikan traktat tiba, anak laki-laki itu mulai bersiap-siap mengenakan baju hangatnya dan berkata, "Aku sudah siap, Pa!"


"Siap untuk apa?" Pendeta itu menjawab.


"Pa, bukankah ini waktu bagi kita untuk membagikan traktat-traktat ini?".


Pendeta itu menjawab, "Nak... di luar udara sangat dingin dan hujan masih turun."


Anak itu memandang papanya dengan penuh keheranan, "Tapi Pa, meskipun hujan turun, bukankah masih ada banyak orang yang belum mengenal Yesus dan mereka nanti akan masuk neraka?"


Pendeta itu menjawab, "Tapi nak... aku tidak ingin pergi dalam cuaca seperti ini."


Dengan sedih anak itu memohon, "Pa... aku harus pergi, boleh, kan?"


Pendeta itu ragu-ragu sejenak lalu berkata, "Kamu tetap ingin pergi? Kalau begitu, ini traktat-traktatnya dan hati-hatilah di jalan, ya."


"Terima kasih, Pa!!!" Lalu anak itu bergegas meninggalkan rumah dan pergi menembus hujan dan udara luar yang sangat dingin.

Anak laki-laki berusia sebelas tahun ini berjalan di sepanjang jalan-jalan kota sambil membagi-bagikan traktat Injil dari rumah ke rumah. Setiap orang yang ditemuinya di jalan diberinya traktat. Sesudah 2 jam berjalan di tengah-tengah hujan, anak ini menggigil kedinginan tapi masih ada satu traktat Injil terakhir yang masih di tangannya. Lalu ia berhenti di suatu sudut jalan dan mencari seseorang yang dapat diberinya traktat, tapi jalanan itu sudah sepi sama sekali. Lalu ia menuju ke rumah pertama yang dilihatnya di ujung jalan itu. Ia berjalan mendekati pintu depan rumah itu dan membunyikan bel.


Setelah ia memencet bel, tidak ada jawaban dari dalam. Lalu ia memencet bel lagi dan lagi, tapi tetap tidak ada jawaban. Ditunggunya lagi beberapa waktu, namun masih saja tidak ada jawaban. Akhirnya, anak laki-laki ini memutuskan untuk pergi, tapi ada sesuatu yang mencegah keinginannya untuk pergi, maka sekali lagi, dia menuju pintu, memencet bel dan mengetuk pintu keras-keras dengan tangannya. Ia menunggu, ada perasaan kuat yang membuatnya tetap ingin menunggu di depan rumah itu. Dia memencet bel lagi, dan kali ini pintu itu perlahan-lahan dibuka.


Nampak seorang wanita yang berwajah sedih berdiri di depan pintu. Wanita itu dengan pelan bertanya, "Ada apa, nak? Apa yang dapat kulakukan untukmu?"


Dengan mata bersinar-sinar dan tersenyum, anak laki-laki ini berkata, "Ibu, maafkan aku karena mengganggumu, tapi aku hanya ingin mengatakan bahwa Yesus sungguh-sungguh mengasihimu, dan aku datang ke rumah ini untuk memberikan traktat Injil terakhir yang aku miliki. Traktat Injil ini akan menolong Ibu untuk dapat mengetahui segala sesuatu tentang Yesus dan Kasih-Nya yang besar."

Anak itu memberikan traktat terakhirnya kepada wanita itu dan ia segera pergi. Saat beranjak pergi, wanita itu berkata, "Terima kasih, Nak! Tuhan memberkatimu!"

Hari Minggu berikutnya, Pak Pendeta, papa dari anak laki-laki tadi, berdiri di balik mimbar dan memulai ibadahnya dengan pertanyaan, "Adakah di antara jemaat yang ingin memberikan kesaksian atau ingin membagikan sesuatu?"


Di barisan kursi paling belakang, seorang wanita terlihat perlahan-lahan berdiri. Saat ia mulai bicara, nampak wajahnya berseri-seri dan ia berkata,"Tidak satupun di antara anda yang mengenal aku. Aku belum pernah ke gereja ini sebelumnya. Anda perlu ketahui, hari Minggu yang lalu aku bukanlah seorang Kristen. Suamiku telah meninggal beberapa waktu yang lalu dan meninggalkan aku sendiri di dunia ini."


"Hari Minggu yang lalu," lanjut wanita itu, "dinginnya hatiku melebihi dinginnya cuaca dan hujan di luar rumah. Aku berpikir aku tidak kuat dan tidak sanggup lagi untuk hidup. Lalu aku mengambil tali dan sebuah kursi, kemudian naik tangga menuju ke loteng rumah. Aku mengencangkan ikatan tali kuat-kuat di palang kayu penopang atap, lalu berdiri di kursi dan mengikatkan ujung tali yang lain di leherku. Aku berdiri di kursi itu dengan hati yang hancur. Saat aku hendak menendang kursi itu, tiba-tiba bel rumahku berbunyi nyaring."


"Aku menunggu beberapa saat sambil bertanya dalam hati, 'siapakah yang membunyikan bel itu?'. Aku menunggu lagi, karena bel itu berkali-kali berbunyi dan semakin lama kedengarannya semakin nyaring, apalagi ketika terdengar ketokan pintu. 'Siapa yang melakukan hal ini?' tanyaku dalam hati, 'Tak ada orang yang pernah membunyikan bel rumah dan mengunjungiku'. Lalu aku mengendorkan ikatan di leherku dan bel yang berbunyi mengiringi langkahku menuju pintu depan di lantai bawah."


"Ketika kubuka pintu, aku hampir tidak percaya dengan apa yang aku lihat, karena di teras rumahku berdiri seorang anak anak laki-laki yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Wajahnya berseri-seri seperti malaikat dan senyumnya... oh aku tidak dapat menggambarkannya pada anda! Dan perkataan yang diucapkannya sungguh menyentuh hatiku yang telah lama beku, 'Ibu, aku hanya ingin mengatakan bahwa Yesus sungguh-sungguh mengasihimu.' Lalu dia memberiku traktat Injil yang saat ini kupegang."


"Saat malaikat kecil itu menghilang dari rumahku, menembus dingin udara dan hujan, aku menutup pintu dan membaca setiap kata dalam traktat Injil ini. Aku kembali ke loteng untuk mengambil tali dan kursi yang akan kupakai untuk bunuh diri, karena aku sudah tidak membutuhkannya lagi. Anda lihat, sekarang aku seorang Anak Raja yang bahagia dan karena ada alamat gereja ini di bagian belakang traktat, maka aku datang ke tempat ini untuk mengucapkan terima kasih pada malaikat kecil yang datang tepat pada waktu aku membutuhkannya. Tindakannya itu telah menyelamatkan jiwaku dari hukuman neraka yang kekal."


Seluruh jemaat di gereja itu meneteskan air mata. Seiring dengan pujian syukur yang dinaikkan untuk memuliakan Raja, yang bergema di setiap sudut bangunan gereja, Pak Pendeta turun dari mimbar dan pergi menuju ke bangku dibarisan depan, tempat dimana "malaikat kecil" itu duduk. Pak Pendeta itu menangis tak tertahankan dalam pelukan anaknya.


Terjemahan dari: JESUS REALLY DOES LOVE YOU Penulis: unknown

Find Rest

Today's Scripture

“Take my yoke upon you and learn from me, for I am gentle and humble in heart, and you will find rest for your souls” (Matthew 11:29).

Today's Word from Joel and Victoria

Sometimes the pressures of life can cause unnecessary stress. So many people these days lose sleep worrying about things or people in their lives. But God wants us to live a life of rest and peace. When Jesus walked on this earth, He took time for Himself. He got away from the crowds. He spent time with the Father. He found rest. He was gentle and humble in heart. Do you ever notice that when you are stressed out or worrying about something, you’re less tolerant of the people around you? You’re more likely to say something you don’t really mean. But God wants you to cast your cares on Him so that you can live with a gentle and humble attitude toward others. When you learn to release your burdens and follow the example that Jesus gave, you will find rest for your soul. You will be rejuvenated and refreshed. You will find peace in your heart, and you will move forward in the abundant life God has for you!

A Prayer for Today

Heavenly Father, today I choose to cast my cares on You. Teach me, Holy Spirit, to have a gentle and humble attitude. Help me find rest for my soul so that I can love others the way You love me. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

18 February 2008

Kesaksian Tentang Neraka

Neraka yang sangat mengerikan "Aku tidak tercatat di buku kematian"
Oleh :
Ibu Margaretha Yohana Elizabeth

Kelainan Panca Inderaku
Aku dibesarkan ditengah-tengah keluarga Kristen yang biasa-biasa saja.Keluargaku memiliki kehidupan yang tidak spektakuler. Tidak pernah kudengar ditelingaku kata-kata mujizat ataupun sorga dan eraka.Kehidupan agama yang dianut keluargaku tidak beda dengan penganut agama-agama yang lain, rasa-rasanya tidak ada "greget"nya. Tapi puji Tuhan sejak kecil Tuhan sudah membawaku kedalam perkara- perkara ajaib bahkan sekaligus peristiwa-peristiwa yang sangat menakutkan.Sebagai seorang gadis yang menginjak remaja aku sudah dapat melihat malaikat-malaikat Tuhan bahkan aku dapat menyaksikan wujud dari kuasa-kuasa kegelapan, yang tidak jarang membuat mamiku marah besar,mungkin ia pikir aku bercanda tetapi bagi mataku yang tidak dapat dibohongi oleh siapapun aku melihat betapa banyak kuasa kegelapan dan malaikat2 ada disekitar manusia yang hidup dimuka bumi ini.

Aku tidak perduli orang lain bilang aku punya panca indera keenam atau keberapa bergentayangan ingin mendekati manusia yang hidup. Pengalaman pertamaku waktu itu aku berumur enam belas tahun, waktu itu sore hari kira2 jam enam aku menyaksikan seorang yang berdiri didekatku. Kupikir ada maling atau orang jahat, tetapi setelah kulihat dan kuperhatikan dengan benar-benar maka orang tersebut tidak punya kepala tetapi aneh dilehernya ia menghisap rokok. Kontan saja aku lari tunggang-langgang kucari mamiku dan aku berteriak ketakutan. Namun sejak penglihatan itu seringkali aku melihat penglihatan yang lain dan lama kelamaan aku tidak takut lagi. Untuk kisah yang menakutkan ini aku sengaja tidak menceritakan ditempat ini, aku ingin mengisahkan bagaimana Tuhan membawaku ke sorga dan memperlihatkan lorong2 neraka dan para penghuninya.

Penglihatan Supranatural
Sering kali Tuhan menampakkan diri kepadaku untuk membawaku ke Sorga atau ke neraka. Aku tahu bahwa kehadiranNya bukan karena aku orang yang rohani atau lebih baik dari pada orang lain. Sebab pengiringanku ke gereja waktu itu tidak seaktif sekarang, bahkan waktu itu aku masih terikat dengan berbagaimacam ikatan, aku seorang perokok berat bahkan terkadang aku minum-minuman keras. Namun Tuhan tidak menampakkan diri didalam bentuk aslinya agar membawaku kedalam pertobatan yang lebih serius lagi sebab mereka yang ada di neraka aku menyaksikan sangat menderita dan neraka tempatnya orang2 berdosa sepertiku, tetapi puji Tuhan sekarang Tuhan sudah membebaskanku dari berbagai macam ikatan2 tersebut.

Apa yang aku saksikan sungguh nyata, dan lebih nyata dari alam jasmani ini, sebab suasana dialam roh disebrang sana sangat terasa, bila indah setiap orang dapat menikmati keindahannya, bila menderita, mereka juga merasakan penderitaan yang amat sangat, Alkitab mengatakannya ada ratap tangis dan kertak gigi. Peristiwa yang tidak dapat aku lupakan sampai saat ini adalah ketika aku berusia 16 tahun, pada waktu itu aku mengalami sakit usus buntu. Penyakit ini nampaknya ringan dan semua orang yang mengalaminya tidak menganggap penyakit yang membahayakan. Namun berbeda dengan apa yang aku alami, penyakitku ini membawaku ke meja operasi di RS Elizabeth Medan dan setelah mengalami operasi aku dinyatakan mati oleh Dr Tan, sebab orang bilang aku tidak sadarkan diri dan tidak bernafas dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore. Namun sebaliknya apa yang terjadi padaku sangat berbeda, rohku terangkat dan aku menyaksikan tubuhku tergeletak tak berdaya, aku terangkat naik bersama Tuhan Yesus Kristus. Aku menyaksikan pemandangan yang sangat indah, rumput hijau terbentang luas dan rumput hijau itu memiliki ketebalan yang tidak pernah aku saksikan dimuka bumi. Pemandangan bunga dan air mancur yang begitu indahnya, terasa aku tidak akan ingin kembali kebumi ini, dan aku juga menyaksikan domba2 yang memiliki bulu putih seperti salju dan sangat bagus.Aku menyaksikan banyak orang yang berjubah putih tak terhitung jumlahnya mereka sedang memuji-muji Tuhan dengan pujian Gloris dan Haleluya dengan rupanya apa yang dilakukan anak2 Tuhan, ketika memuji dan menyembah Tuhan di gereja tidak berbeda dengan apa yang terjadi dibalik sana.

Pada waktu itu Tuhan Yesus membawaku untuk bertemu Abraham, namun karena ketidakpengertianku maka aku tidak begitu tertarik kepadanya, hanya perkataannya yang aku ingat bahwa ia berkata: "Engkau lihat anakku begitu, indah ciptaan Bapa disurga." Tidak lama sesudah aku berjumpa dengan Abraham,Tuhan Yesus membawaku kembali kedunia tempat jazadku berbaring.

Pengalaman rohani yang pertama ini tidak membuatku lebih tenggelam kedalam pelayanan dan kasih Tuhan serta rajin ke gereja, aku masih juga belum bertobat, kalau aku boleh memikirkannya saat ini betapa bodohnya aku dulu.Namun Tuhan sangat mengasihi dan bersabar kepadaku, seringkali Ia hadir dalam kasihNya yang luar biasa, bahkan tidak jarang Ia memberitahukan kepadaku perkara2 yang akan terjadi. Ia memberitahukan kepadaku siapa yang akan menjadi suamiku (Gabriel Herbert Pesik) Bahkan anak2ku pun (Rosana Christine, Angela Loise, Federika Elizabeth, Jeanette Caroline, Catherine Agustine, Margaretha Cornelia.)

Lahir dengan selamat karena anugerah Tuhan. Aku cukup puas dengan enam anak perempuanku. Rasanya aku sudah cukup memiliki enam tersebut tetapi Tuhan berkehendak lain. Ada banyak cara yang Allah bicara, Ia menuliskan di dinding rumahku di ruang makan dijalan Melawai Raya (Sekarang kantor BDN) tahun 1970 dengan tulisan, "Engkau akan mendapat anak laki2 tahun depan". Semula aku tidak peduli dengan tulisan itu karena memang aku termasuk orang yang tidak tertarik mendengar suara Tuhan. Baru sesudah ketiga kalinya tulisan didinding dengan tulisan yang sama kama aku baru percaya bahwa aku akan mendapat anak laki2. Apa yang Allah sudah nyatakan tidak pernah meleset, benar tahun depan aku hamil dan mendapat seorang anak laki2 dan aku menamakannya Hein Herman Musa. Nama Musa sengaja aku taruh sebab aku percaya bahwa anak ini berasal dari Tuhan. Kesembuhan dari berbagai penyakit. Iblis tidak senang atas kebanggaanku memiliki anak ku." Kata2 ini kuucapkan dengan suara lantang sekalipun dalam kelemahan, aku yakin bahwa darah Yesus diatas Golgota mengalir dalam tubuhku. Saat ucapanku berhenti maka aku merasakan aliran panas berawal dari telapak kakiku keseluruh tubuhku, sehingga aku begitu merasakan kehangatan yang belum pernah aku alami. Aku sembuh, dengan iman aku sembuh, dan aku merasakan kesembuhan yang sempurna bukan dari transfusi dari darah suster tetapi transfusi darah Yesus yang mengalir.

Lagi2 aku diserang penyakit yang sangat menakutkan. "Kanker otak". Mendengarnya saja sudah membuat bulu kuduk berdiri, tetapi itu fakta yang kualami, aku dinyatakan sakit kanker oleh dokter Tobing, (RS Cikini)- (Antien: ini dokter Mangasa Tobing ya? - ) yang semula tidak pernah memberitahukan kepadaku. Aku mengalami sakit yang luar biasa dikepalaku, tidak boleh mendengar benturan apapun juga, tubuhku yang sudah kurus kering, dan lemah itu masih digerogoti dengan pandangan mata yang tidak menentu seakan-akan mata ingin copot dari tempatnya, terkadang aku tidak mampu menahan sakit kepalaku, dan seringkali membenturkannya ketembok berulang-ulang kali. Ketika aku tidak tahan lagi dan kutanya dokter yang tidak mau memberitahu penyakitku. Aku memaksanya, karena dokter pikir aku akan takut kalau mendengar jenis penyakit yang kualami tetapi aku yakinkan bahwa sakit apapun juga aku terima. Ketika dokter Tobing mengatakan aku sakit kanker otak, maka dengan iman kuangkat tanganku dan aku tidak pernah takut mati, sebab aku sudah menyaksikan Surga yang begitu indahnya. Kuangkat tanganku dan aku berkata:" Tuhan cabut nyawaku, sekarang aku siap jika Engkau ingin mengambilnya." Aku tidak ingin terkapar dimeja operasi dan menyusahkan suami dan anak2ku. Aku percaya Tuhan yang kupercayai memiliki kuasa yang tidak pernah berubah. Kuteriakkan kata2 penyerahanku, tetapi Tuhan belum waktunya mengambil nyawaku, Ia bebaskanku. Hari itu juga aku muntah2 dan aku melihat apa yang kumuntahkan bukan makanan yang aku makan. Aku tidak tahu apa jenisnya, tetapi aku lihat beraneka ragam dan beraneka warna, dan Puji Tuhan, Yesus Kristus menyembuhkanku secara total.

Beberapa hari kemudian aku datang kepada dokter yang memeriksaku dan setelah dilakukan scan ulang, dokter itu terperanjat dan berkata, bahwa tidak ada lagi daging dalam otak yang menjadi biang kerok "Kanker otakku". Haleluyah aku sembuh. Dokter inipun terheran-heran dan bertanya kemana perginya kanker tsb. Maka dengan spontan kujawab, Tanyakan saja kepada Tuhan bahwa Ia yang sudah menyembuhkanku.

Aku menyaksikan neraka.
Iblis memang biang keladi dari semua penyakit dan kesusahan, belum puas ia mencercaku dengan berbagai macam penyakit, ia masih memberi bonus penyakit kanker pankreas, dan penyakit jantung. Penyakit ini tidak membuat keluargaku termasuk suamiku percaya. Baru sesudah aku jatuh dan tidak sadarkan diri baru mereka percaya. Ketika aku terjatuh dan tidak sadarkan diri, kembali Tuhan membawaku bersamaNya. Wajah dan kepribadian Tuhan Yesus yang aku saksikan jauh berbeda dengan wajah siapapun dimuka bumi ini. Kusaksikan tanganNya yang berlobang paku, dan lambungnya yang tertusuk tombak, namun demikian luka itu tidak mengurangi keagungan pribadiNya yang luar biasa dan suaraNya yang lemah lembut menyapaku dan berkata: "Jangan berpaling dan bertobatlah, jika engkau berpaling dari padaKu, engkau akan seperti orang2 itu." Sembari Ia menunjukkan tanganNya dan membawaku ke neraka yang penuh manusia2 yang disiksa. Disana aku menyaksikan mertuaku laki2. Aku berkata kepada Tuhan: "Tuhan, itu mertuaku, mengenal Aku. Aku sudah berulang kali mengirimkan hamba2Ku namun ia tetap tidak percaya sampai akhir hayatnya, ia tidak mau bertobat. Dan tempat itulah yang layak baginya sampai selama-lamanya." Aku dibawa berjalan-jalan ditengah-tengah neraka, aku menyaksikan lorong-lorong,sumur2 neraka yang gelap gulita, panasnya api neraka, melelehkan tubuh mereka. Aku mendengar mereka berteriak-teriak, Tuhan ampuni aku.....Tuhan ampuni aku....Tuhan ampuni aku.....ketika menyaksikan apa yang mereka perbuat, aku berkata kepada Tuhan...Ampunilah mereka. Tuhan berkata, "Tidak anakku, apa yang mereka perbuat didunia itu, itulah hukumannya". Yesus berjalan tanpa menengok mereka, namun kulihat air mataNya mengalir. Jumlah orang2 dineraka sangat banyak. Mataku menyaksikan betapa menderitanya mereka. Anak2 remaja dan pemuda yang hidup dalam dosa, membunuh, memperkosa, perempuan2 yang berzinah, para pelacur sangat disiksa dan mereka meraung-raung minta pengampunan. Dosa2 mereka aku ketahui dari Yesus sendiri, bahwa Yesus tahu apa yang setiap orang perbuat. Kalau saudara sedang membaca tulisan ini, jangan sekali-kali berbuat dosa, sebab akibatnya sangat fatal yakni neraka yang kekal, dan kusaksikan sendiri dengan mataku dalam alam roh, penderitaan mereka sangat.....sangat sengsara sekali.....bertobatlah.

Aku tidak sedang menakut-nakuti, atau sedang berkhayal tentang neraka, sebab sampai saat ini tidak pernah satu kalipun buku tentang neraka aku baca, orang yang pernah menyaksikan neraka akan tahu betapa dasyat penderitaan disana. Aku menyaksikan ada air dan membayangkannya lagi, merinding bulu romaku. Sebab air panas itu untuk para pemuda dan remaja, para pezinah yang berada dalam penjara2 disana. Aku tidak menyangka bahwa yang ku saksikan bukan saja rakyat jelata, tetapi aku juga menyaksikan beberapa tokoh spiritual, dan para pejabat orang kaya yang pernah ku kenal dibumi ini. Rupa2nya doa2 yang dinaikkan untuk orang mati itu tidak ada artinya sebab mereka yang ada di neraka adalah fonis terakhir dari Tuhan dan itu tidak dapat diganggu-gugat! Aku bertanya kepada Tuhan untuk orang2 yang aku kenal, sebab aku mengenal mereka yang ada dibumi nampaknya bukan orang jahat bahkan orang baik, aku tanyakan itu kepada Tuhan: "Tuhan mengapa mereka ada disana??"

Tuhan menjawab: "anakKu memang mereka memberi orang miskin, mereka memberi bukan dari jerih lelahnya tetapi dari harta orang lain. Dengan hartanya mereka sanggup melakukan apa saja. Tetapi mereka berpaling kepadaKu, bahkan mereka pernah menyuruh membunuh orang lain demi kepentingannya sendiri, Aku tidak kenal mereka."

Enyahlah dari padaKu. Sementara ia berkata seperti itu maka di tutupnya pintu penjara bagi mereka yang berada dalam keadaan gelap gulita dan kertak gigi. Saudara yang kekasih, aku ingin memberitahukan, jangan sekali-kali masuk neraka, penyesalan seumur hidup dan tidak pernah ada pengampunan. Harta dan doa2 manusia seluruh duniapun tidak akan sanggup mengangkat seseorang dari lobang neraka yang paling dalam. Dengan tangisan yang mendalam seorang yang ada di neraka menjumpaiku, dengan ratapannya, ia katakan mereka tidak masuk ditempat ini. Ku jawab: bahwa aku tidak memiliki kemampuan untuk itu, sebab kita berbeda tingkat sosial yang sangat jauh. Aku juga menyaksikan mertuaku laki2 dengan wajah ketakutan dan telanjang, menanti giliran penyiksaan. Sampai sekarang aku dibuat ngeri oleh pemandangan itu. Aku beritahukan ini kepada suami dan anak2ku supaya tetap tinggal didalam Yesus, dan setia kepadaNya, jangan sekali-kali murtad.Sebab bila murtad tidak ada lagi pengampunan, seperti yang aku dengar langsung dari Tuhan sendiri. Jangan sekali-kali berbuat dosa agar tidak masuk dalam neraka yang kekal.

Itulah kisah yang membuatku mengasihi Tuhan lebih sungguh sungguh, masih banyak kesaksian yang Tuhan berikan, mungkin kesempatan lain aku dapat menceritakannya lagi. Namun setelah Tuhan membawaku ke neraka, Ia dengan penuh kasih juga menuntunku kembali kebumi dimana aku menjumpai tubuhku yang sudah menjadi mayat beberapa jam, dan aku hidup kembali sebab pada waktu bersama Tuhan, Tuhan menunjukkan kepadaku dua buku yakni buku kehidupan dan buku kematian. Ketika Tuhan ingin membawaku ke bumi aku menolaknya sebab aku sudah merasakan indahnya bersama Tuhan. Namun Tuhan menunjukkan kepadaku buku kematian dan disana tidak tertulis namaku, dan ketika Ia menunjukkan buku kehidupan maka Tuhan menunjukkan kepadaku sebuah nama disana dibuku kehidupan "MARGARETHA YOHANA ELIZABETH" Itulah namaku.

Aku bergirang penuh suka cita, aku tidak pernah mau kembali sebab namaku sudah ada dibuku kehidupan. Aku menyaksikan pintu sorga yang begitu indahnya. Ketika aku ingin memegangnya Tuhan berkata: Jangan sentuh pintu itu anakKu sebab engkau belum waktunya. Apabila waktunya tiba Aku akan memberitahukan kepadamu, bulan sepuluh, tanggal sepuluh, jam sepuluh, tetapi Ia tidak pernah mau memberitahukan tahunnya!. Pada waktu itu Ia memberiku sebuah tongkat namun tidak penuh, hanya separuh saja, Ia berkata selamatkan suami dan keluargamu. Sesudah perkataan Tuhan itu, Ia membawaku kembali kebumi dan aku kembali bangun dari jasad yang sudah kaku. Ajaib Tuhan menyembuhkan penyakit itu tidak pernah datang kembali. Puji Tuhan aku sehat dan hidupku milikNya, segenap keluarga dan orang2 yang kukasihi ada dalam kasihNya. Bila saudara tergolong orang yang belum percaya,jangan biarkan diri saudara masuk dalam neraka yang kekal. Cinta Tuhan Yesus Kristus yang sudah mati diatas kayu salib dan dapat dipastikan bila kita setia padaNya, maka kita mendapat Sorga yang memiliki keindahan yang tidak pernah tertandingi oleh gemerlapnya dunia ini. Amin.

Dikutip dari Majalah Tiberias Edisi V/ Thn II

Love Never Fails

Today's Scripture

“Love never fails” (I Corinthians 13:8).

Today's Word from Joel and Victoria

We all have people in our lives that are difficult at times. Maybe it’s someone you work with, a family member or even your spouse. Relationships can be complicated, but remember: love never fails. The Word of God clearly defines love in 1 Corinthians 13. It says that love is patient and kind. It doesn’t seek its own way. Love doesn’t keep a record of wrongs. And most importantly, love never fails. Notice that this chapter doesn’t talk at all about how you feel. God’s love isn’t about feelings. It’s a choice. You can choose to be patient, even when you don’t feel like being patient. You can choose to be kind, even when you don’t feel like being kind. No matter what situation you find yourself in, you can choose love. You are never more like God than when you are walking in love. And when you are walking in love, you will never fail because love never fails. Open your heart to God’s love today. Ask Him to show you how to love others better. As you walk in love, you’ll find peace and live in victory all the days of your life!

A Prayer for Today

Heavenly Father, thank You for Your love which never fails. Thank You for loving me so that I can be free to love others. Empower me, by Your Spirit, to walk in love no matter what I may face today. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

Papa Sedang Mengemudi

Mazmur 23:2-3
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.

Seorang pembicara, Dr. Wan, menceritakan pengalamannya ketika ia dan seisi keluarganya tinggal di Eropa. Satu kali mereka hendak pergi ke Jerman. Dengan mengendarai mobil tanpa henti siang dan malam, mereka membutuhkan waktu tiga hari untuk tiba di sana. Mereka sekeluarga pun masuk ke dalam mobil -- dirinya, istrinya, dan anak perempuannya yang berumur 3 tahun.

Anak perempuan kecilnya ini belum pernah bepergian pada malam hari. Malam pertama di dalam mobil, ia ketakutan dengan kegelapan di luar sana.

"Mau kemana kita, papa?"
"Ke rumah paman, di Jerman."
"Papa pernah ke sana?"
"Belum."
"Papa tahu jalan ke sana?"
"Mungkin, kita dapat lihat peta."
[Diam sejenak] "Papa tahu cara membaca peta?"
"Ya, kita akan sampai dengan aman."
[Diam lagi] "Dimana kita makan kalau kita lapar nanti?"
"Kita bisa berhenti di restoran di pinggir jalan."
"Papa tahu ada restoran di pinggir jalan?"
"Ya, ada."
"Papa tahu ada dimana?"
"Tidak, tapi kita akan menemukannya."

Dialog yang sama berlangsung beberapa kali dalam malam pertama, dan juga pada malam kedua. Tapi pada malam ketiga, anak perempuannya ini diam. Dr. Wan berpikir mungkin dia telah tertidur. Tapi ketika ia melihat ke cermin, ia melihat anak perempuannya itu masih bangun dan hanya melihat-lihat ke sekeliling dengan tenang. Dia bertanya-tanya dalam hati kenapa anak perempuan kecil ini tidak menanyakan pertanyaan-pertanyaannya lagi.

"Sayang, kamu tahu kemana kita pergi?"
"Jerman, rumah paman."
"Kamu tahu bagaimana kita akan sampai ke sana?"
"Tidak"
"Terus kenapa kamu tidak bertanya lagi?"
"Karena papa sedang mengemudi."

Jawaban dari anak perempuan kecil berumur 3 tahun ini kemudian menjadi kekuatan dan pertolongan bagi Dr. Wan selama bertahun-tahun, ketika dia mempunyai pertanyaan-pertanyaan dan ketakutan-ketakutan dalam perjalanannya bersama Tuhan. Ya, Bapa kita sedang mengemudi. Kita mungkin tahu tujuan kita (seperti anak kecil yang tahu mau ke 'Jerman' tanpa mengerti dimana atau apa itu sebenarnya). Kita tidak tahu jalan ke sana, kita tidak dapat membaca peta, kita tidak tahu apakah kita akan menemukan rumah makan sepanjang perjalanan. Tapi gadis kecil ini tahu hal terpenting, -- Papa sedang mengemudi -- dan dia aman. Dia tahu papanya akan menyediakan semua yang dia butuhkan.

Renungan :
Kenalkah engkau
Bapa anda, Gembala Agung, sedang mengemudi hari ini? Apa sikap dan respon anda sebagai seorang penumpang, anak-Nya yang dikasihi-Nya? Kita mungkin telah menanyakan terlalu banyak pertanyaan sebelumnya, tapi kita dapat menjadi anak kecil itu, belajar menyadari fokus terpenting adalah 'Papa sedang mengemudi'. Tuhan adalah Bapa bagi anda. Ijinkan IA untuk mengemudikan hidup anda. Maka kekuatiran bukan menjadi milik anda lagi.

Tambahan kecil:
Betul, memang. Kita kuatirpun apakah akan memperbaiki situasi/masalah? No.. Justru membuat kita malah terbebani dan jadi ndak bisa berjalan dengan lebih leluasa & "full power".

16 February 2008

Observe to Do

Today's Scripture

“This Book of the Law shall not depart out of your mouth, but you shall meditate on it day and night, that you may observe to do according to all that is written in it. For then you shall make your way prosperous, and then you shall deal wisely and have good success” (Joshua 1:8).

Today's Word from Joel and Victoria

Did you know that when you speak the Word of God, it activates power in your life? In fact, this verse says do not let it depart from your mouth. In other words, keep speaking and confessing the Word of God—no matter what your circumstances seem like. When you keep God’s Word in your mind, heart and mouth, it empowers you to obey all the Lord commands. Do you need strength today to overcome temptation? Do you need to be empowered to walk in love? Get the Word of God in your heart and declare what the Word of God says about your situation. Declare that you can do all things through Christ who strengthens you. Declare that you have God’s grace for all things. And notice what this verse says will happen when you are walking in obedience to God’s Word: The key to having abundance and success in every area of your life is found in the Word of God. As you continue to speak the Word of God, you will be empowered in every area of your life, and you will live the life of victory the Lord has in store!

A Prayer for Today

Heavenly Father, thank You for Your Word which gives me strength. Fill me with Your power so that I can obey Your Word. I bless You today. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

Keep Asking

Today's Scripture

“For everyone who asks receives; he who seeks finds; and to him who knocks, the door will be opened” (Matthew 7:8).

Today's Word from Joel and Victoria

Is there something you are believing God for? Does it seem like it’s taking a long time to come to pass? Be encouraged today! The Bible says that through faith and patience you will inherit the promise. You can trust that God’s Word is true. Submit your prayers to the Lord, and keep an attitude of faith and expectancy. Keep asking. Keep seeking. Keep knocking on the door, and it will be opened to you. It may seem like it’s taking a long time, but know this: God is working behind the scenes on your behalf. He is orchestrating things in your favor. He is perfecting whatever concerns you. Don’t give up! Start thanking God for His faithfulness in your life. As you stay faithful in your prayers and thanksgiving, the Lord will move mightily on your behalf. He’ll take you places that you’ve never dreamed, and you will live the life of victory He has in store for you!

A Prayer for Today

Father in heaven, thank You for giving me a diligent spirit. Thank You for Your faithfulness. Give me strength to stand until I see Your promises fulfilled in my life. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

Untuk Apa Kita Ke Gereja?

Cerita 1
Seorang Kristen menulis surat kepada Editor sebuah surat kabar dan mengeluhkan kepada para pembaca bahwa dia merasa sia-sia pergi kegereja setiap minggu. Tulisnya, "Saya sudah pergi ke gereja selama 30 tahun dan selama itu saya telah mendengar 3000 khotbah. Tapi selama hidup, saya tidak bisamengingat satu khotbah pun. Jadi saya rasa saya telah memboroskan begitu banyak waktu, demikian pun para pastor itu telah memboroskanwaktu mereka dengan khotbah-khotbah itu."

Surat itu menimbulkan perdebatan yang hebat dalam kolom pembaca. Perdebatan itu berlangsung berminggu-minggu sampai akhirnya ada seseorang yang menulis demikian: "Saya sudah menikah selama 30 tahun.Selama ini istri saya telah memasak 32.000 jenis masakan. Selama hidup saya tidak bisa mengingat satu pun jenis masakan itu yang dilakukanistri saya. Tapi saya tahu bahwa masakan-masakan itu telah memberisaya kekuatan yang saya perlukan untuk bekerja. Seandainya istri sayatidak memberikan makanan itu kepada saya, maka saya sudah lama meninggal."

Sejak itu tak ada lagi komentar tentang khotbah.
--------------------


Cerita 2
Nenek Granny sedang menyambut cucu-cucunya pulang dari sekolah. Mereka adalah anak-anak muda - anak muda yang sangat cerdas dan sering menggoda nenek mereka. Kali ini, Tom mulai menggoda dia dengan berkata, "Nek, apakah nenek masih pergi ke gereja pada hari minggu?"

"Tentu!"

"Apa yang nenek peroleh dari gereja? Apakah nenek bisa memberitahu kami tentang Injil minggu lalu?"

"Tidak, nenek sudah lupa. Nenek hanya ingat bahwa nenek menyukainya."

"Lalu apa khotbah dari pastor?"

"Nenek tidak ingat. Nenek sudah semakin tua dan ingatan nenek melemah. Nenek hanya ingat bahwa ia telah memberikan khotbah yang memberi kekuatan, Nenek menyukai khotbah itu."

Tom menggoda, "Apa untungnya pergi ke gereja jika nenek tidak mendapatkan sesuatu dariNya?"

Nenek itu terdiam oleh kata-kata itu dan ia duduk di sana termenung. Dan anak-anak lain tampak menjadi malu. Kemudian nenek itu berdiri dan keluar dari ruangan tempat mereka semua duduk, dan berkata, "Anak-anak, ayo ikut nenek ke dapur."

Ketika mereka tiba di dapur, dia mengambil tas rajutan dan memberikannya kepada Tom sambil berkata, "Bawalah ini ke mata air, dan isilah dengan air, lalu bawa kemari!"

"Nenek, apa nenek tidak sedang melucu? Air didalam tas rajutan....!

"Nek, apa ini bukan lelucon?" tanya Tom.

"Tidak.., lakukanlah seperti yang kuperintahkan. Saya ingin memperlihatkan kepadamu sesuatu."

Maka Tom berlari keluar dan dalam beberapa menit ia kembali dengan tas yang bertetes-teskan.

"Lihat,nek," katanya. "Tidak ada air di dalamnya."

"Benar," katanya.

"Tapi lihatlah betapa bersihnya tas itu sekarang. Anak-anak, tidak pernah kamu ke gereja tanpa mendapatkan sesuatu yang baik, meskipun kamu tidak mengetahuinya."
--------------------

Cerita 3
KISAH NATAL
Suatu ketika, ada seorang pria yang menganggap Natal sebagai sebuah takhayul belaka. Dia bukanlah orang yang kikir. Dia adalah pria yang baik hati dan tulus, setia kepada keluarganya dan bersih kelakuannya terhadap orang lain. Tetapi ia tidak percaya pada kelahiran Kristus yang diceritakan setiap gereja di hari Natal. Dia sunguh-sungguh tidak percaya.

"Saya benar-benar minta maaf jika saya membuat kamu sedih," kata pria itu kepada istrinya yang rajin pergi ke gereja. "Tapi saya tidak dapat mengerti mengapa Tuhan mau menjadi manusia. Itu adalah hal yang tidak masuk akal bagi saya"

Pada malam Natal , istri dan anak-anaknya pergi menghadiri kebaktian tengah malam di gereja. Pria itu menolak untuk menemani mereka. "Saya tidak mau menjadi munafik," jawabnya. "Saya lebih baik tinggal di rumah. Saya akan menunggumu sampai pulang."

Tak lama setelah keluarganya berangkat, salju mulai turun. Ia melihat keluar jendela dan melihat butiran-butiran salju itu berjatuhan. Lalu ia kembali ke kursinya di samping perapian dan mulai membaca surat kabar. Beberapa menit kemudian, ia dikejutkan oleh suara ketukan. Bunyi itu terulang tiga kali. Ia berpikir seseorang pasti sedang melemparkan bola salju ke arah jendela rumahnya. Ketika ia pergi ke pintu masuk untuk mengeceknya, ia menemukan sekumpulan burung terbaring tak berdaya di salju yang dingin. Mereka telah terjebak dalam badai salju dan mereka menabrak kaca jendela ketika hendak mencari tempat berteduh.

Saya tidak dapat membiarkan makhluk kecil itu kedinginan di sini, pikir pria itu. Tapi bagaimana saya bisa menolong mereka? Kemudian ia teringat akan kandang tempat kuda poni anak-anaknya. Kandang itu pasti dapat memberikan tempat berlindung yang hangat. Dengan segera pria itu mengambil jaketnya dan pergi ke kandang kuda tersebut. Ia membuka pintunya lebar-lebar dan menyalakan lampunya. Tapi burung-burung itu tidak masuk ke dalam. Makanan pasti dapat menuntun mereka masuk, pikirnya. Jadi ia berlari kembali ke rumahnya untuk mengambil remah-remah roti dan menebarkannya ke salju untuk membuat jejak ke arah kandang. Tapi ia sungguh terkejut. Burung-burung itu tidak menghiraukan remah roti tadi dan terus melompat-lompat kedinginan di atas salju.

Pria itu mencoba menggiring mereka seperti anjing menggiring domba, tapi justru burung-burung itu berpencaran kesana-kemari, malah menjauhi kandang yang hangat itu.

"Mereka menganggap saya sebagai makhluk yang aneh dan menakutkan," kata pria itu pada dirinya sendiri, "dan saya tidak dapat memikirkan cara lain untuk memberitahu bahwa mereka dapat mempercayai saya. Kalau saja saya dapat menjadi seekor burung selama beberapa menit, mungkin saya dapat membawa mereka pada tempat yang aman."

Pada saat itu juga, lonceng gereja berbunyi. Pria itu berdiri tertegun selama beberapa waktu, mendengarkan bunyi lonceng itu menyambut Natal yang indah. Kemudian dia terjatuh pada lututnya dan berkata, "Sekarang saya mengerti," bisiknya dengan terisak.

"Sekarang saya mengerti mengapa KAU mau menjadi manusia."

Renungan :
Saudaraku, sering kita mengalami kejenuhan untuk pergi ke gereja dan merasa tak ada gunanya, semoga cerita di atas ini bisa lebih meneguhkan kita akan pentingnya ke gereja.

Apa Yang Kamu Inginkan?

Di sebuah perjamuan makan malam, banyak tamu undangan yang hadir mengucapkan selamat kepada sepasang kakek dan nenek yang pada hari itu merayakan Ulang Tahun Perkawinan yang ke-50 tahun. Semua tamu yang hadir ikut dalam suasana bahagia, menyaksikan betapa kakek dan nenek tersebut masih saling mencintai meskipun keduanya sudah tidak muda lagi. Banyak pasangan tamu undangan yang berharap kelak akan mengalami hal yang sama. Pada saat jamuan makan mulai seperti biasa tamu-tamu duduk pada meja bundar untuk menikmati makanan yang disediakan.

Pada meja kakek dan nenek tersebut telah terhidang masakan ikan kesukaan mereka berdua. Dengan penuh kasih sayang, seperti kebiasaanya sang kakek mengambil bagian kepala ikan tersebut dan meletakkan ke piring istrinya.

Sang istri terdiam.... Mata nenek tua tersebut mulai berkaca-kaca, dengan terbata-bata berucap : " Lima puluh tahun lamanya aku menjadi istrimu, selama itu aku selalu mengabdikan seluruh hidupku untukmu, suamiku. Betapa lama kalau kita menghitung hari demi hari yang kita lalui. Betapa panjang perjalanan hidup yang kita jalani bersama. Selama lima puluh tahun kau selalu memberikan kasih sayang dan semua yang kau miliki. Selama itu pula kau selalu memberikan bagian kepala apabila kita menyantap menu ikan, sungguh hal itu yang paling tidak aku sukai, tetapi aku memakannya karena aku menghormatimu dan tidak ingin membuatmu kecewa".

Sang kakek terpana, dengan suara parau dan mata berkaca kakek tersebut berkata : "Lima puluh tahun aku lalui segala rintangan dan kebahagian bersamamu, istriku. Dulu aku adalah seorang pemuda miskin yang tak berharta, tetapi engkau bersedia menikah denganku. Sejak saat itu aku telah bersumpah akan selalu membahagiakan engkau, aku akan selalu memberikan yang terbaik yang aku mampu sebagai tanda betapa aku sangat mengasihimu dengan segenap hati. Bagian yang paling aku suka dari masakan ikan adalah bagian kepala, oleh karena itu selalu kuberikan kepadamu karena aku selalu ingin memberikan yang terbaik hanya untukmu. Selama bertahun-tahun kita menikah, selama ini kita hidup bahagia meskipun pada awal pernikahan kita hidup sederhana tetapi engkau tak mengeluh. Aku selalu bekerja keras hanya untuk membahagiakan dan memberikan yang terbaik bagimu dan anak anak kita. Istriku, selama ini kita saling mengasihi, mencintai tanpa henti, tetapi ternyata kita tidak saling memahami".

Betapa sang nenek harus menelan kekecewaan setiap mendapat kepala ikan hanya untuk membahagiakan sang suami. Betapa kakek harus merelakan bagian kepala ikan yang sangat disukai hanya untuk membahagiakan sang istri.

Si nenek selama 50 th sudah melakukan penundukan diri begitu juga si kakek dia sudah mengasihi si nenek, tapi ternyata ada kekecewaan disana.

Bahkan ada istri yang tunduk dengan suami, sampai dia sangat menurut pada suaminya, apa–apa yang suami katakan di lakukan. Tapi suami dengan sangat gemes mengatakan" istriku ga smart, tidak bisa membantu aku dengan ide2 yang cemerlang"

Ada suami yang sangat mengasihi istrinya, sampai-sampai apa- apa yang istrinya inginkan dia berikan, tapi si istri malah kesel, "Suamiku ga tegas, ga punya pendirian"


Why ? Kenapa ?
Karena semuanya dengan caranya sendiri, si nenek tunduk dengan caranya sendiri, si kakek juga mengasihi dengan caranya sendiri tanpa memperdulikan pasangannya. Masing2 lupa cari tau atau bertanya pada pasangannya.

"Apa yang kamu inginkan?"

Jadinya masing-masing menjadi manusia yang sok tau. Supaya tidak menjadi manusia sok tau, kita lihat apa-apa yang perlu diketahui dan dikerjakan hingga dapat menyenangkan kedua belah pihak.


Apa yang Harus Diketahui Istri Mengenai Suaminya

Kebutuhan suami yang paling mendasar dalam pernikahan adalah:
a. DIKAGUMI. Suami mengukur harga dirinya melalui apa yang sudah dicapai, besar atau kecil hasil yang dicapai membutuhkan pengakuan dari istrinya. Pengaguman adalah bahan bakar yang dibutuhkan pria untuk lebih maju karena memberikan kekuatan. Tetapi perlu diingat, jangan pernah berpura-pura mengagumi dengan kata-kata pujian. Sebaiknya agar pengaguman istri benar-benar memiliki nilai, pujian itu harus tulus tercermin dalam perasaan yang sesungguhnya.

b. PERLU OTONOMI. Sebagian kebutuhan otonomi adalah memberi ruang untuk suami (kebutuhan untuk menyendiri). Ada istri mengeluh karena suami mereka tidak segera menceritakan hal-hal yang dialami suaminya apabila sampai di rumah sepulang dari kantor. Tanpa menyadari suami ingin membaca koran atau menyiram tanaman atau apapun yang dilakukan lebih dahulu untuk menyegarkan pikiran mereka sebelum memulai bercakap-cakap.

c. KEGIATAN BERSAMA. Seorang pria membangun keintiman dengan cara yang berbeda. Ia membina hubungan dengan melakukan pekerjaan secara bersama-sama. Misalnya bekerja di kebun, melakukan pekerjaan rumah, pergi nonton bersama istrinya. Suami menjadikan istri sebagai teman. Hal ini sangat baik apabila istri ikut dalam kegiatan bersama tersebut.

d. STRUKTUR OTAK PRIA. Otaknya terkotak-kotak dan mampu memilah-milah informasi yang masuk. Di malam hari, setelah seharian penuh beraktivitas, cowok bisa menyimpan semuanya di otaknya yang terkotak-kotak. è membuat dia tidak suka curhat, semuanya dapat disimpan dalam kotak2 yang ada. Kemampuan berbicara dan bahasa itu bukan kemapuan otak yang kritis. Adanya cuma di otak kiri dan tidak ada area yang spesifik. Jadinya pria cuma bisa menghabiskan 7ribu kata dalam sehari setelah itu dia tidak mood lagi untuk bicara è kebayangkan kalau seharian diluar rumah sudah menghabiskan 7000 kata, sampai dirumah tinggal diamnya. Sedikit sekali jaringan yang menghubungkan otak kiri dan kanan. è Kalo dia lagi baca koran atau nonton TV, dia tidak bisa dengar apa yang dikatakan istrinya, sebab saat dia baca seketika itu juga dia jadi tuli.

"Isteri terpanggil untuk tunduk kepada suami, yaitu menghargai suami, bukan karena kecakapan atau kekayaannya, tetapi sebab dia adalah suami, yang adalah kepala untuk rumah tangga. Dia payung bagi keluarga. Dia yang melindungi Dan bertanggungjawab atas keluarga,

Bagaimanapun dia adalah manusia yang tidak sempuma, yang perlu. Ditopang, didukung, dihargai, dihormati.


Apa yang Perlu Diketahui Setiap Suami Mengenai Istrinya

Kebutuhan istri yang paling mendasar dalam pernikahan adalah

a. DICINTAI. Apa yang dapat dilakukan seorang suami untuk menunjukkan cintanya kepada istrinya? Pikirkan ungkapan "Aku Mencintaimu". Bagi beberapa pria merasa tidak perlu untuk mengucapkan kata tersebut, tetapi bagi seorang istri butuh (ingin mendengar) ungkapan tersebut dari suaminya.

b. DIMENGERTI. Bagi wanita dimengerti berarti menerima perasaan2nya, misalnya mendengarkan, memahami dan merepleksikan apa yang sedang dipikirkan atau dirasakan oleh pasangan.

c. DIHARGAI. Menghargai istri berarti menghargai & mendukung keputusan2 dalam memenuhi impiannya. Untuk memulainya, jangan berusaha untuk mengubah atau memanipulasinya. Tetapi hormati kebutuhan, keinginan dan nilai-nilai serta haknya. Akibat sikap menghargai ini, seorang istri akan lebih bersikap santai dan terbuka

d. STRUKTUR OTAK. Dalam struktur otak cewek, kemampuan untuk berbicara terutama ada dibagian depan otak kiri dan sebagian kecil di otak sebelah kanan, wanita bisa bicara 20ribukata dalam sehariè jangan heran kalau cewek seneng ngomong, otak cewek tidak terkotak-kotak, informasi atau masalah yang diterimanya akan terus berputar-putar dalam otaknya, ini nggak akan berhenti sampe dia bisa mencurahkan isi otaknya alias curhatè Oleh sebab itu, kalo cewek bicara, tujuannya adalah untuk mengeluarkan uneg-unegnya, bisa pakai 2 sisi otaknya secara bersamaan è bisa telpon, pada saat memasak, sekaligus gendong anak. Atau dia bisa nyetir, dandan, dengerin radio dan bicara lewat hands-free.

"Suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu. Hiduplah dengan pengertian terhadap perasaannya, sebab wanita biasa main perasaan. Jangan sakiti atau kecewakan perasaannya. Apa yang anda lakukan atau ucapkan, untuk kesalahan yang kecil, itu dapat disimpan lama dalam memorinya.


Kesalahan yang Dilakukan oleh Pasangan Suami Istri

a. MENGKRITIK. merupakan tindakan yang menyerang kepribadian seseorang, misalnya menyalahkan dan membuat sebuah serangan pribadi atau tuduhan.

b. MEMBELA DIRI. Sering kali merupakan hal yang membabi buta

c. MEMBISU. Membisu seringkali dianggap sebagai usaha agar tidak membuat persoalan semakin buruk. Tetapi tanpa kita sadari membisu adalah tindakan yang sangat berpengaruh. Tindakan tersebut menyatakan suatu penghinaan, sikap dingin dan keangkuhan yang bisa membuat pernikahan menjadi rapuh.


Bagaimana dengan BERTENGKAR apakah bukan suatu kesalahan?

Tidak adanya konflik, dalam rumah tangga bukanlah tanda yang baik bagi pernikahan. Pasangan yang menolak menerima konflik sebagai bagian dari pernikahan akan kehilangan kesempatan untuk mendapat tantangan. Jadi konflik adalah wajar dan tidak lagi selalu menggambarkan suatu krisis, melainkan sebuah kesempatan untuk berkembang.

Pertengkaran dalam pernikahan adalah untuk saling mangasah dan menanjamkan, membuat 2 pribadi makin bijaksana.


Apa yang dilakukan jika terjadi pertengkaran ?

a. Jangan lari dari pertengkaran.
b. Terangkan masalah dengan jelas. Ketika merasa suasana memanas, mintalah pasangan supaya menjelaskan penyebab pertengkaran tersebut sehingga masing-masing dapat memahami masalahnya.
c. Nyatakan perasaan kita secara langsung. Memberikan tanggapan kepada apa yang dilakukan pasangan jauh lebih baik daripada tidak memberikan tanggapan untuk membela diri terhadap hal yang tidak membawa kemajuan.

Kebahagiaan dalam rumah tangga bukan sesuatu yang datang dengan sendirinya. Tetapi kebahagiaan harus diusahakan oleh kedua belah pihak, bukan dengan saling menuntut atau saling memaksa, tetapi dengan saling memahami, saling memberi atau saling memperhatikan, bahkan saling berkorban.Sukses di dalam pernikahan bukan meminta atau menuntut pasanganmu menjadi orang yang tepat, tetapi jadilah orang yang tepat untuk pasanganmu.

Walk in the Ways of Your Heart

Today's Scripture

“…Follow the ways of your heart…” (Ecclesiastes 11:9).

Today's Word from Joel and Victoria

When you become born again, you receive a new spirit—God’s Spirit on the inside of you. The Bible often calls this your heart. If you look at the word “heart”, you’ll see the word “ear” in the middle. The ear that you hear with is in the center of your heart. Your heart is where the Lord speaks to you. It’s easy for the cares of this world to become like loud noise that drowns out the still, small inner voice. But if you’ll set aside time every day to be with the Lord and acknowledge Him in everything you do, you will hear Him more clearly, and you will have confidence to walk in the ways of your heart. God wants to give you the desires of your heart, but it’s only when you submit your heart fully to Him. Is there anything that you are holding back from the Lord today? Release it to Him. You can trust Him to lead your heart down a good path. You can trust Him to lead you down a path of victory in every area of your life.

A Prayer for Today

Heavenly Father, help me to hear Your voice clearly. I surrender every area of my heart to You today and ask that You remove anything that displeases You. Thank You for leading me on a good path for my life. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

15 February 2008

Persahabatan

Pernah ada anak lelaki dengan watak buruk. Ayahnya memberi dia sekantung penuh paku, dan menyuruh memaku satu batang paku di pagar pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain.

Hari pertama dia memaku 37 batang di pagar. Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk menahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari. Dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri daripada memaku di pagar.

Akhirnya tiba hari ketika dia tidak perlu lagi memaku sebatang paku pun dan dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya.

Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari bila dia berhasil menahan diri/bersabar. Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dia bisa menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar.

Sang ayah membawa anaknya ke pagar dan berkata, ”Anakku, kamu sudah berlaku baik, tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang ada di pagar. Pagar ini tidak akan kembali seperti semula. Kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang lain, hal itu selalu meninggalkan luka seperti pada pagar".

Kau bisa menusukkan pisau di punggung orang dan mencabutnya kembali, tetapi akan meninggalkan luka. Tak peduli berapa kali kau meminta maaf/menyesal, lukanya tinggal. Luka melalui ucapan sama perihnya seperti luka fisik.

Kawan-kawan adalah perhiasan yang langka. Mereka membuatmu tertawa dan memberimu semangat. Mereka bersedia mendengarkan jika itu kau perlukan, mereka menunjang dan membuka hatimu.

Tunjukkanlah kepada teman-temanmu betapa kau menyukai mereka. Kirim surat ini kepada mereka yang kau anggap teman, walaupun berarti kau mengembalikannya kepada yang mengirimnya kepadamu. Bila pesan ini kembali padamu, itu berarti bahwa kau mempunyai lingkaran teman.

Untuk mengakhiri: ”Keindahan persahabatan adalah bahwa kamu tahu kepada siapa kamu dapat mempercayakan rahasia.” (Alessandro Manzoni)

Renungan :
Jika kau menerima pesan ini, ketahuilah bahwa ada orang yang bermaksud baik padamu dan bahwa dari dirimu ada juga orang yang kau kasihi. Jika kau terlalu sibuk untuk menyisihkan beberapa menit untuk meneruskan ini kepada orang lain dan berpikir, ”Saya akan melakukannya beberapa hari yang akan datang", lupakan saja, karena mungkin kau tidak akan pernah melakukannya.

Berilah kepada orang lebih dari yang mereka harapkan, dan lakukan secara bijaksana.

Yakinlah pada dirimu ketika berkata: ”Aku mencintaimu."

Jika kau berkata: “Aku menyesal,”
tataplah mata lawan bicaramu.

Jangan permainkan harapan orang lain. Mungkin kau bisa tersinggung, tetapi itulah satu-satunya cara untuk menjalani hidupmu.

Jangan adili orang lain, tetapi adili dirimu secara kritis.

Bicaralah pelan, tetapi cepat dalam berpikir. Jika kau ditanya sesuatu yang tak ingin kau jawab, senyumlah, dan tanya: ”Mengapa kamu mau tahu?"

Ingatlah bahwa kasih yang paling indah dan sukses yang terbesar mengandung banyak risiko.

Jika kau kalah, jangan lupakan pelajaran dibalik kekalahan itu.

Hargai dirimu.

Hargai orang lain.

Bertanggung jawablah atas tindakanmu. Jangan biarkan selisih paham merusak indahnya persahabatan. Tersenyumlah ketika menjawab tilpon, orang yang menilponmu akan mendengarnya dari suaramu. Baca yang tersirat. Bila kau tidak mendapatkan apa yang kau inginkan, mungkin saja itu keberuntunganmu.