Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

20 January 2008

Dua Jam Di Alam Maut

Kisah nyata ini sudah terjadi kira-kira 5 tahun yang lalu, tetapi karena ada salah seorang teman saya yang di dalam Kristus membicarakan topik ini, saya jadi rindu untuk menceritakan kembali dengan harapan ini semua bisa menjadi berkat buat kita semua.

Kedua mertua dan ipar-ipar saya tinggal di Sydney, Australia. Papa mertua saya mempunyai kebiasaan membersihkan taman belakang tiap seminggu sekali. Beliau menyiangi rumput dengan menggunakan pisau yang berputar seperti cakram (saya lupa nama alat tersebut). Jadi cuma pegang sticknya, pisaunya otomatis membabat rumput itu sendiri. Pada hari naas tersebut, tiba-tiba ada batu yang menonjol sehingga pisau tersebut kena batu dan patah berbalik ke arah Papa dan memotong paha kanannya cukup dalam. Sebelum jatuh pingsan ia sempat berteriak panggil mama mertua (waktu itu lunch time dan di rumah nggak ada siapa-siapa).

Puji Tuhan setiap lunch time adik ipar saya selalu pulang makan ke rumah karena perusahaan tempatnya bekerja hanya 10 menit dari rumah. Jadi hanya selang beberapa menit dimana Mama sempat bingung, tapi adik ipar sudah muncul dan buru-buru mereka bawa ke gawat darurat. Puji Tuhan lagi gawat darurat di Sydney nggak sembarangan, sekalipun dokter jaga mereka bisa mengambil alih pekerjaan dan bisa dipertanggung jawabkan. Saat itu papa sudah siuman dan dapat merasakan proses pembersihan luka di pahanya. Hal yang paling sulit adalah pasir dari kotoran masuk ke dalam lapisan daging. Dokter sudah berusaha memberikan tetapi pisau memotong cukup dalam (untung tidak mengenai tulang) sehingga dengan terpaksa ada juga daging yang ikut disayat dan dibuang. Hebatnya cara kerja dokter di sana, untuk menjahitpun perlu tiga lapisan (daging dengan daging, kulit dalam lalu kulit luar) Karena kami punya dokter keluarga (teman se SMA Papa waktu di Tegal) jadi akhirnya dokter ini yang kemudian menangani (tapi rumahnya lumayan jauh dari rumah, sekitar 1 jam).

Papa diberi antibiotik untuk mencegah infeksi. Namun beberapa hari kemudian, ternyata kakinya tetap infeksi, bengkak besaaaarrr sekali karena kotoran di dalam daging tidak keluar. Dokter pribadinya dihubungin untuk membuat appointment dan diberitahukan bahwa terjadi pembengkakan, dan beliau berjanji akan datang akhir minggu untuk membuka ulang luka. Waktu itu ia hanya menyarankan melanjutkan antibiotik. Ternyata ketika dokter datang, bisa-bisanya dia lupa bawa gunting dan peralatan untuk buka luka Papa, jadi terpaksa dia membuat appointment baru dan akan kembali lagi dalam beberapa hari. Pada waktu itu juga dia sadar ternyata Papa sudah lebih dari 10 hari makan antibiotik (98 butir!) dan harus segera berhenti sebab Papa sudah mulai merasa tulang-tulangnya kaku.

Kalau nggak salah 2 hari setelah kunjungan dokter (jadi nggak sempat dibuka lagi lukanya) pada suatu malam (yang lain sudah tidur semua)

Papa dalam keadaan sangaaaat sakit, tulang & badannya terasa lumpuh, terutama sakit di pahanya malah luar biasa! Rasanya udah nggak punya kekuatan untuk bicara atau minta tolong. Lalu sambil berbaring dia berdoa supaya Tuhan Yesus mengampuni semua dosa-dosanya dan dia juga mengampuni dan mengangkat semua kepahitannya (waktu itu memang Papa punya dendam kepada seseorang yang merampas harta mereka, yang menyebabkan mereka sekeluarga pindah ke Australia dalam keadaan stressed.)

Nah waktu ngomong "Ampuni...ampuni..." tiba-tiba ia merasa rohnya keluar dari tubuh dan ada 2 'orang' di sebelah kiri kanannya. Waktu dia lihat 'orang' itu ternyata mukanya sendiri! Keduanya memimpin dan menjelaskan dimana dia berada, cuma yang satu suaranya agak lembut satunya lagi kaku dan kasar. Mereka membawa dia melalui sebuah lorong menuju ke suatu pintu besar dimana di belakang pintu itu banya orang berbondong-bondong mengantri dan masuk satu-satu. Begitu setiap orang masuk, di depan mereka diperhadapkan lagi dua buah pintu, yang satu pintu menuju 'maut' dan lainnya menuju 'Firdaus'. Papa ada di depan pintu itu dan tetap ngomong "Ampuni saya..."

Lalu tiba-tiba di depannya terpampang tulisan-tulisan berwarna merah yang tidak ada dasarnya (jadi tulisan itu seperti tergantung di udara.) Semu dosa-dosanya dan perbuatan semasa hidupnya ada tercatat dalam tulisan itu, bahkan juga nama orang yang menyakiti dia. Papa hanya menangis nggak bisa ngomong apa-apa. Lalu tiba-tiba seorang ibu tua yang lusuh masuk dan berdiri dihadapan ke dua pintu itu sambil menangis, "Tuhan, kasihani anak-anak saya kalau mereka melakukan kejahatan. Biarlah saya sebagai ibu mereka menerima hukumanMu asal jangan mereka." Dan ada sebuah suara yang bicara singkat, jelas, dan tegas penuh wibawa berkata, "Biarlah dosa mereka, mereka yang menanggungnya. Masuklah ke rumah BapaKu." Ibu itu masuk ke pintu yang menuju 'Firdaus' dan begitu melewati pintu itu, ia berubah dalam sekejab mata menjadi cantik, putih, dan bercahaya. (Papa mertua nggak pernah baca Alkitab, jadi istilah-istilah yang digunakan meyakinkan sekali.)

Kemudian masuk seorang anak muda yang ugal-ugalan. Segera ia tahu bahwa pintu yang satunya bercahaya dan ia ingin menuju ke sana. Tapi badannya bertentangan dengan kakinya, sebab kakinya membawa dia mengarah ke pintu 'maut'. Lalu terdengarlah suara yang berwibawa itu, suara itu berkata, "Kakimu menjadi saksi kemana engkau pergi dan apa yang telah engkau perbuat selama hidupmu." (ini kalimat yang paling saya ingat dari seluruh cerita) dan segera kakinya membawa dia masuk melalui pintu 'maut' sambil ia berteriak-teriak "Nggak mauu...nggak mau...." dan lolongannya makin keras dan menyayat hati...(kata Papa), hopeless banget deh. Baru beberapa langkah, sambil melolong kesakitan tubuhnya meleleh, dan kaki itu berjalan terusss....sampai berbunyi "Klik..klik..klik.." (menjadi tengkorak!) dan akhirnya terjun ke suatu lubang kawah yang besar dimana jeritan dan lolongan itu menjadi banyak dan mengerikan!

Kemudian masuk seorang pendeta muda yang perlente dan keren. Langsung 'hamba Tuhan' ini dengan yakin menjelaskan semua aktivitasnya: "Saya sudah melayani sampai ke luar negeri, memberitakan NamaMu dan melakukan banyak hal-hal besar dalam NamaMu." Tetapi cukup suara itu hanya bertanya "Dimana jubahmu?" (saya sampai sekarang nggak ngerti tentang cerita pendeta perlente ini. Mungkin seperti di Matius 7:23) dan pendeta itu bungkam tidak bisa menjawab. Tapi herannya ia dilemparkan ke sungai yang mengalir di bawah pintu itu, dan ceritanya berakhir di situ (nggak tau tuh kemana...)

Terakhir masuk seorang pendeta tua dengan pandangan menyesal dan dengan suara perlahan berkata "Ampuni saya Tuhan. Saya tahu sampai waktu akhir saya belum bisa membangun RumahMu. Ampuni saya bahwa hasil pengumpulan dana untuk gedung gereja saya gunakan untuk membantu jemaat saya yang susah. Engkau tahu Tuhan, saya menangis ketika seorang jemaatku datang dan berkata 'Tolong doakan saya Pak pendeta, ada pekerjaan yang saya tahu tidak berkenan tapi harus saya lakukan sekalipun bertentangan dengan hati nurani saya. Kalau tidak istri dan anak saya tidak bisa makan' Saya rangkul orang itu dan saya berjanji, apapun yang ada di meja saya, boleh mereka makan, bahkan saya bersedia membagikan makanan saya untuk semua jemaat saya yang kekurangan" (Setiap bercerita tentang pendeta tua ini, Papa selalu mengeluarkan air mata...) Suara itu hanya berkata "Tidakkah engkau ingin bertemu dengan Bapa?" Lalu ia masuk ke pintu 'Firdaus' dan berubah lagi dalam sekejab mata!

Sesudah melihat pendeta tua itu, dalam keadaan menangis tiba-tiba Papa sudah kembali ke tubuhnya (sadar) dan tubuhnya basah semua dengan keringat. Tapi heran ia punya kekuatan baru, tubuhnya enak semua dan ia bangun mandi air hangat. Rasanya ringan sekali, dan mulai malam itu Papa punya commitment baru, membaca Alkitab setiap hari. Besok paginya (maaf) papa buang air besar, (Kamar mandi di Sydney terpisah dengan WC, jadi ukuran WC kecil sekali) waktu jongkok tiba-tiba ia melihat cairan putih bening dengan kotoran pasir 'muncrat' ke pintu WC, ternyata lukanya pecah! Jadi otomatis luka itu mengeluarkan cairan yang membawa kotoran/pasir, tanpa operasi sampai hari kedua kempis sendiri. Ketika dokter datang, ia langsung bersaksi sambil menangis betapa Tuhan itu luar biasa!!! Ia sembuh total dan mengalami kesembuhan Ilahi, tanpa operasi ulang. Sekarang pahanya normal. Kejadian itu bukan hanya membuat dia membaca Alkitab, juga pribadinya berubah jadi lebih lembut dan perhatian. Abba Bapa sanggup merubah pribadi seseorang lewat pencobaan/perkara yang ajaib!

Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan... II Korintus 7:10a

Oleh : Ainar

19 January 2008

Inspiration Today - Hati-Hati Di Jalan

Dari kejauhan, lampu lalu-lintas di perempatan itu masih menyala hijau. Jono segera menekan pedal gas kendaraannya. Ia tak mau terlambat. Apalagi ia tahu perempatan di situ cukup padat, sehingga lampu merah biasanya menyala cukup lama. Kebetulan jalan di depannya agak lengang. Lampu berganti kuning. Hati Jono berdebar berharap semoga ia bisa melewatinya segera. Tiga meter menjelang garis jalan, lampu merah menyala. Jono bimbang, haruskah ia berhenti atau terus saja.

"Ah, aku tak punya kesempatan untuk menginjak rem mendadak," pikirnya sambil terus melaju.

Prit!!! Di seberang jalan seorang polisi melambaikan tangan memintanya berhenti. Jono menepikan kendaraan agak menjauh sambil mengumpat dalam hati. Dari kaca spion ia melihat siapa polisi itu. Wajahnya tak terlalu asing. Hey, itu khan Bobi, teman mainnya semasa SMA dulu.

Hati Jono agak lega. Ia melompat keluar sambil membuka kedua lengannya. "Hai, Bob. Senang sekali ketemu kamu lagi!"

"Hai, Jon." Jawab Bobi, tanpa senyum.

"Duh, sepertinya saya kena tilang nih? Saya memang agak buru-buru. Istri saya sedang menunggu di rumah."

"Oh ya?" Tampaknya Bobi agak ragu. Nah, bagus kalau begitu.

"Bob, hari ini istriku ulang tahun. Ia dan anak-anak sudah menyiapkan segala sesuatunya. Tentu aku tidak boleh terlambat, dong."

"Saya mengerti. Tapi, sebenarnya kami sering memperhatikanmu melintasi lampu merah di persimpangan ini."

O-o, sepertinya tidak sesuai dengan harapan. Jono harus ganti strategi.

"Jadi, kamu hendak menilangku? Sungguh, tadi aku tidak melewati lampu merah. Sewaktu aku lewat lampu kuning masih menyala..."

Aha, terkadang berdusta sedikit bisa memperlancar keadaan.

"Ayo dong Jon. Kami melihatnya dengan jelas. Tolong keluarkan SIM-mu."

Dengan ketus Jono menyerahkan SIM, lalu masuk ke dalam kendaraan dan menutup kaca jendelanya. Sementara Bobi menulis sesuatu di buku tilangnya. Beberapa saat kemudian Bobi mengetuk kaca jendela. Jono memandangi wajah Bobi dengan penuh kecewa. Dibukanya kaca jendela itu sedikit. Ah, lima centi sudah cukup untuk memasukkan surat tilang.

Tanpa berkata-kata Bobi kembali ke posnya. Jono mengambil surat tilang yang diselipkan Bobi di sela-sela kaca jendela.

Tapi, hei apa ini. Ternyata SIM-nya dikembalikan bersama sebuah nota. Kenapa ia tidak menilangku? Lalu nota ini apa? Semacam guyonan atau apa?

Buru-buru Jono membuka dan membaca nota yang berisi tulisan tangan Bobi.

"Halo Jono, Tahukah kamu Jon, aku dulu mempunyai seorang anak perempuan. Sayang, ia sudah meninggal tertabrak pengemudi yang ngebut menerobos lampu merah. Pengemudi itu dihukum penjara selama 3 bulan. Begitu bebas, ia bisa bertemu dan memeluk ketiga anaknya lagi. Sedangkan anak kami satu-satunya sudah tiada. Kami masih terus berusaha dan berharap agar Tuhan berkenan mengkaruniai seorang anak agar dapat kami peluk. Ribuan kali kami mencoba memaafkan pengemudi itu. Betapa sulitnya. Begitu juga kali ini. Maafkan aku Jon. Doakan agar permohonan kami terkabulkan. Berhati-hatilah. (Salam, Bobi)".

Jono terhenyak. Ia segera keluar dari kendaraan mencari Bobi. Namun, Bobi sudah meninggalkan pos jaganya entah ke mana. Sepanjang jalan pulang ia mengemudi perlahan dengan hati tak menentu sambil berharap kesalahannya dimaafkan...

Tak selamanya pengertian kita harus sama dengan pengertian orang lain...
Bisa jadi, suka kita tak lebih dari duka rekan kita...
Hidup ini sangat berharga, jalanilah dengan penuh hati-hati...

Menara Api Di Tengah Kegelapan Dunia

Mahatma Gandhi pernah berkata bahwa jika setiap orang Kristen hidup sesuai dengan ajaran Kristus, maka tidak akan ada orang yang tidak mengikut Yesus di India. Pernyataan ini merupakan satu tantangan bagi setiap pengikut Yesus apakah di India ataupun di belahan dunia yang lain. Bagi kita yang mengetahui apa yang terjadi di dalam gereja, di antara orang-orang Kristen, seringkali kita hanya dapat menangis saat melihat kualitas kehidupan orang-orang yang memanggil diri mereka Kristen tetapi tidak ditemukan ciri-ciri Kristus di dalam diri mereka. Tetapi syukurlah, walaupun jarang tetapi terkadang masih dapat kita menemukan bintang-bintang cerah yang bagaikan menara api di tengah-tengah kegelapan lautan dunia ini.

Pada tanggal 23 Januari 1999, seluruh dunia, bukan saja umat Kristen dikagetkan apabila koran-koran utama memberitakan tentang seorang misionari, Graham Staines bersama kedua putranya, mati apabila mobil mereka hangus dibakar massal. Peristiwa ini terjadi di Orissa, India tempat di mana Graham sudah melayani selama 35 tahun di Rumah Sakit Kusta Mayurbhanj. Pada malam itu mereka baru saja selesai mengadakan kebaktian bersama umat Kristen di sebuah desa dan saat mereka sedang tidur nyenyak di dalam mobil, massal yang tidak menyukai kegiatan mereka mengepung dan membakar mereka hidup-hidup. Peristiwa ini sudah tentu sangat mengguncang India. Tetapi hal yang terjadi setelah itulah yang benar-benar membuat masyarakat umum mulai bertanya siapa mereka ini dan apa yang memotivasi keluarga Staines meninggalkan kenyamanan kehidupan di Australia dan mengabdikan diri mereka untuk membantu orang sakit kusta di tempat terpencil di utara India itu. Saat berdiri di hadapan tiga peti mati berisi mayat suami dan kedua putranya yang tercinta, istri Graham, Glades dengan tenang dan penuh kasih mengumumkan pengampunan kepada orang-orang yang sudah membunuh keluarganya. Di hadapan krew televisi dan kerumunan orang banyak yang menghadiri pemakaman itu, Glades bersama putrinya, Esther, menyanyikan lagu “Because He Lives” [Karena Dia Hidup]. Kristus diproklamirkan dari halaman utama koran-koran di India. Tidak lama setelah peristiwa ini seorang pekerja sedang membagi traktat tentang Kristus di sebuah kota di India, dan orang yang menerima traktat itu bertanya, “Apakah ini Yesus yang dipercayai oleh Glades Staines itu? Jika ya, saya juga mau mengenal-Nya.”

Hanya apabila Yesus itu nyata bagi kita barulah dapat kita menyatakan-Nya kepada orang lain. Glades mempunyai hubungan yang nyata dan hidup dengan Tuhan yang dilayaninya. Inilah yang dikisahkan oleh Glades saat ia ditanya bagaimana ia dapat dengan tenang melewati pencobaan yang berat itu, “Saya percaya Tuhan secara khusus berbicara kepada saya pada tanggal 14 Januari, [6 hari sebelum pembunuhan sadis keluarganya], saat saya sedang melakukan renungan pagi. Saya menggunakan buku renungan harian. Kisah pada hari itu adalah: Seorang anak perempuan berusia 12 tahun di rumah sakit yang sedang kehilangan penglihatannya. Pendetanya mengunjungi dia dan gadis itu memberitahu pendetanya, “Pak Pendeta, Tuhan sedang mengambil penglihatan saya.” Buat waktu yang lama, pendeta itu tidak berkata apa-apa, kemudian ia menjawab, “Jessie, jangan mengijinkan-Nya.” Jessie bingung dan pendeta yang bijaksana itu berkata, “Berikan kepada-Nya.”

Saat merenungkan kisah ini, suara hati saya bertanya apakah saya juga rela untuk memberikan semua yang saya kasihi - suami saya, anak-anak dan segala harta milik saya kepada-Nya. Saya meluangkan waktu yang lama merenungkan hal ini. Dengan air mata berlinangan di pipi, saya berkata kepada Tuhan, “Yesus, ya saya sanggup. Ambil semua yang ku-miliki bagi Engkau - suamiku, anak-anak dan semua yang ku-miliki. Aku menyerahkan semuanya kepada Engkau…”

Tanpa hubungan yang hidup dan akar yang mendalam di dalam Kristus, tidaklah mungkin bagi Glades untuk bertahan melewati peristiwa yang begitu menyedihkan itu. Siapakah kita sebenarnya, apakah kita berakar atau tidak terlihat bukan saat segalanya mulus, saat kita tersenyum manis ketika bertemu dengan teman-teman sekali seminggu di gereja. Seperti buah jeruk, apakah manis atau asam hanya diketahui saat jeruk itu diperas. Begitu jugalah dengan kita, siapa kita sebenarnya, apakah kita menebarkan bau harum kehidupan atau bau busuk kematian, hanyalah terlihat saat penindasan dan penganiayaan datang.

Setelah tragedi yang terjadi ke atas keluarganya, banyak orang yang menduga Glades dan putrinya akan meninggalkan India dan kembali ke Australia. Namun hal itu tidak terjadi. Sampai ke saat ini Glades masih dengan tekun dan penuh kasih melanjutkan pekerjaan yang sudah dimulai oleh suaminya. Satu menara api yang masih dengan terang menerangi dunia yang gelap ini.

Hidup Adalah Sebuah Anugerah

Ada seorang perempuan yang membenci dirinya sendiri karena dia buta. Dia membenci semua orang, kecuali kekasihnya. Kekasihnya selalu ada untuk dia. Perempuan itu berkata andai dia dapat melihat dunia, dia akan menikahi kekasihnya.

Suatu hari, seseorang menyumbangkan sepasang mata untuk perempuan itu kemudian perempuan itu dapat melihat segalanya, termasuk kekasihnya.

Kekasihnya bertanya kepada perempuan itu, "Sekarang kamu dapat melihat dunia, maukah kamu menikah denganku?". Perempuan itu terkejut ketika melihat kekasihnya juga buta, dan dia menolak permintaannya untuk menikah.

Kekasihnya pergi dengan sedih, dan kemudian dia menulis surat kepada perempuan itu dan berkata, "Jagalah baik-baik mata saya, sayang."

Inilah bagaimana otak manusia berubah ketika status kita berubah. Hanya beberapa yang ingat hidup yang sebelumnya dan siapa saja yang ada di sana ketika berada di situasi yang menyakitkan.



Hari ini sebelum kamu berpikir untuk mengatakan kata-kata yang tidak mengenakkan, pikirkan orang yang tidak bisa berbicara.

Sebelum kamu mengeluh tentang rasa makananmu, pikirkan orang yang tidak bisa makan.

Sebelum kamu mengeluh tentang suamimu atau istrimu, pikirkan orang yang meminta kepada Tuhan Yesus seorang pasanga hidup.

Sebelum kamu mengeluh tentang hidup, pikirkan orang yang pergi ke Surga terlalu cepat.

Sebelum kamu mengeluh tentang anak2mu, pikirkan orang yang menginginkan anak tapi mereka tidak bisa.

Sebelum kamu mengomel tentang rumahmu yang kotor, seseorang tidak membersihkannya atau menyapunya, pikirkan orang yang hidup di jalanan.

Sebelum kamu merengek karena jarak yang kamu harus tempuh ketika kamu menyetir, pikirkan orang yang hanya dapat berjalan dan menempuh jarak seperti jarak yang kamu tempuh dengan kaki mereka.

Dan ketika kamu bosan dan mengeluh tentang pekerjaanmu, pikirkan orang yang tidak punya pekerjaan, tidak mampu dan yang ingin punya pekerjaan seperti pekerjaan kamu.

Sebelum kamu ingin mengarahkan jarimu atau menyalahkan orang lain, pikirkan tidak ada orang yang sempurna.

Dan ketika depresi, tersenyumlah dan berterima kasihlah kepada Tuhan Yesus kamu masih hidup.

Hidup adalah anugerah, hiduplah, nikmatilah, rayakanlah, dan jalanilah.


>>Life is a gift, Live it, Enjoy it, Celebrate it, And fulfill it.

18 January 2008

Ketika Seorang Meninggal, Lalu Apa?

Kita terhenyak ketika seorang anak kecil bertanya, "Apakah artinya mati?" Kita memilih berdiam diri atau tidak membayangkan jikalau seseorang yang kita kasihi meninggal. Kematian adalah musuh setiap orang di mana-mana, apakah jawaban dari pertanyaan sukar tentang kematian? Apakah kita akan bertemu lagi dengan orang yang kita kasihi setelah meninggal?

1. MENGHADAPI KEMATIAN TANPA TAKUT

Kita semua pada saat tertentu, mungkin langsung setelah seorang teman atau kekasih meninggal, merasakan kekosongan di dalam diri kita, perasaan kesepian yang menguasai kita, ketika kita melihat sekilas akhir sebuah kehidupan.

Dalam hal yang sedemikian penting, penuh dengan emosi, di manakah kita dapat mengenal kebenaran tentang apa yang terjadi ketika kita mati? Untunglah, sebagian dari misi Kristus di dunia adalah untuk "membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut" (Ibrani 2:15). Dan di dalam Alkitab, Yesus menyatakan pesan-pesan yang menghiburkan, dan jawaban yang jelas bagi semua pertanyaan kita tentang kematian dan kehidupan masa depan.

2. BAGAIMANA TUHAN MENCIPTAKAN KITA

Untuk dapat memahami dari Alkitab tentang kebenaran tentang kematian, marilah kita memulai dari permulaan dan melihat bagaimana Pencipta kita menciptakan kita.

"Ketika itulah Tuhan Allah membentuk manusia [adam, bahasa Ibrani] itu DARI DEBU TANAH [adamah, bahasa Ibrani] dan menghembuskan NAFAS HIDUP ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadikan MAKHLUK YANG HIDUP." - Kejadian 2:7.

Pada saat penciptaan, Tuhan Allah membentuk Adam dari "debu tanah". Ia memiliki otak di dalam kepalanya yang siap untuk berpikir, darah di dalam pembuluh yang siap mengalir. Kemudian Tuhan Allah menghembuskan ke dalam hidungnya "nafas hidup", dan Adam menjadi "makhluk yang hidup". Perhatikan baik-baik, Alkitab tidak mengatakan bahwa Adam menerima jiwa, melainkan bahwa "manusia menjadi makhluk yang hidup." Ketika Tuhan Allah menghembuskan nafas kehidupan kepada Adam, kehidupan mulai mengalir dari Tuhan Allah. Gabungan antara tubuh dan "nafas hidup" menjadikan Adam "makhluk yang hidup." Maka kita dapat menuliskan persamaan manusia seperti berikut:

"Debu tanah" + "nafas hidup" = "Makhluk yang hidup."

Tubuh tanpa kehidupan + nafas dai Tuhan Allah = Makhluk yang hidup.

Kita masing-masing memiliki tubuh dan pikiran untuk bernalar. Sepanjang kita masih terus bernafas, kita adalah makhluk hidup, jiwa yang hidup.

3. APAKAH YANG TERJADI KETIKA SESEORANG MENINGGAL?

Ketika seseorang meninggal, yang terjadi adalah kebalikan dari proses penciptaan yang dinyatakan di dalam Kejadian 2:7.

"Dan debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya." - Pengkhotbah 12:7.


Alkitab sering menggunakan kata Ibrani untuk "nafas" dan "roh" secara bergantian. Ketika seseorang mati, tubuhnya menjadi "debu" dan "roh" ("nafas hidup") kembali kepada Tuhan Allah, yang adalah sumbernya. Tetapi apakah yang terjadi dengan jiwa?

"Demi Aku yang hidup, demikianlah firman TUHAN ALLAH... sungguh semua JIWA Aku punya... ORANG YANG BERBUAT JAHAT, ITU YANG HARUS MATI." - Yehezkiel 18:3-4.

Jiwa mati! Jiwa tidak kekal, ia dapat musnah. Persamaan yang berasal dari kitab Kejadian 2:7, ketika Tuhan menciptakan kita, adalah berkebalikan dalam kematian.

"Debu tanah" - "Nafas hidup" = Jiwa mati
Tubuh tanpa kehidupan - Nafas hidup dari Tuhan Allah = Makhluk yang mati.

Kematian adalah berhentinya kehidupan. Tubuh menjadi debu, dan nafas, atau roh, kembali kepada Tuhan Allah. Kita adalah jiwa yang hidup di dalam kehidupan, tetapi di dalam kematian kita hanyalah mayat, jiwa yang mati, makhluk yang mati. Maka orang mati itu tidak sadar. Ketika Tuhan Allah mengambil kembali nafas kehidupan yang diberikanNya kepada kita, jiwa kita mati. Akan tetapi kita akan lihat di dalam pelajaran ini, ada harapan di dalam Kristus.

4. SEBERAPA BANYAK ORANG MATI MENGETAHUI?

Setelah kematian, otak kita tidak berfungsi, tidak dapat mengetahui atau mengingat sesuatu. Semua perasaan manusia berhenti pada saat kematian.

"Baik kasih mereka, maupun kebencian dan kecemburuan mereka sudah lama hilang..." - Pengkhotbah 9:6.

Orang mati tidak memiliki kesadaran, maka mereka tidak mengetahui apapun yang terjadi. Mereka sama sekali tidak memiliki hubungan dengan orang yang hidup:

"Karena orang-orang yang hidup tahu bahwa mereka akan mati, tetapi ORANG YANG MATI TAK TAHU APA-APA." - Pengkhotbah 9:5.

Kematian adalah seperti tidur tanpa mimpi, sebenarnya, Alkitab menyebut kematian dengan "tidur" sebanyak 54 kali. Yesus mengajarkan bahwa kematian adalah seperti tidur. Ia berkata kepada para muridNya:

"LAZARUS, saudara kita, TELAH TERTIDUR, tetapi Aku akan pergi ke sana untuk membangunkan dia dari tidurnya. Maka kata murid-murid itu kepadaNya: 'Tuhan, jikalau ia tertidur, ia akan sembuh.'Tetapi maksud Yesus adalah tertidur dalam arti mati, sedangkan sangka mereka Yesus berkata tentang tertidur dalam arti biasa. Karena itu Yesus berkata dengan terus terang: 'LAZARUS SUDAH MATI.'" - Yohanes 11:11-14.

Lazarus telah mati selama 4 hari sebelum Yesus tiba. Namun ketika Yesus pergi ke kuburannya, Ia membuktikan bahwa adalah mudah bagi Tuhan Allah untuk membangkitkan orang mati seperti kita membangunkan orang tidur. Ini adalah penghiburan yang besar bagi kita karena mengetahui bahwa orang-orang kita yang terkasih yang telah meninggal sedang "tidur", beristirahat dengan tenang di dalam Yesus. Lorong kematian, yang mungkin akan kita lalui pada suatu hari nanti, adalah seperti tidur yang damai dan tenang.

5. APAKAH TUHAN ALLAH MELUPAKAN ORANG-ORANG YANG TIDUR DALAM KEMATIAN?

Tidur dalam kematian bukanlah akhir dari cerita. Di kubur, Yesus berkata kepada Martha, saudara perempuan Lazarus:

"AKULAH KEBANGKITAN dan hidup; BARANGSIAPA PERCAYA KEPADAKU, ia akan hidup walaupun ia sudah mati." - Yohanes 11:25.

Orang-orang yang mati "di dalam Kristus" sedang tidur di dalam kubur, namun mereka masih memiliki masa depan yang cerah. Dia yang menghitung setiap lembar rambut di kepala kita dan memegang kita dengan tanganNya tidak akan melupakan kita. Kita mungkin saja mati dan kembali ke debu, teapi catatan dari kepribadiannya masih tetap jelas di dalam pikiran Tuhan. dan ketika Yesus kembali, Ia akan membangunkan orang mati yang benar dari tidur mereka, sama seperti yang dilakukanNya kepada Lazarus.

"Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang MEREKA YANG MENINGGAL, SUPAYA KAMU JANGAN BERDUKA CITA SEPERTI ORANG-ORANG LAIN YANG TIDAK MEMPUNYAI PENGHARAPAN... sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari surga dan MEREKA YANG MATI DALAM KRISTUS AKAN LEBIH DAHULU BANGKIT, sesudah itu, KITA YANG HIDUP, yang masih tinggal, AKAN DIANGKAT BERSAMA-SAMA DENGAN MEREKA dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. KARENA ITU, HIBURKANLAH SEORANG AKAN YANG LAIN DENAN PERKATAAN-PERKATAAN INI." - 1 Tesalonika 4:13, 16-18.

Pada hari kebangkitan, lorong kematian akan tampak seperti istirahat singkat.orangyang mati tidak sadar akan berlalunya waktu. Orang-orang yang telah menerima Kristus sebagai Juruselamat mereka, akan dibangunkan dari tidur mereka dengan suara yang indarh turun ke dunia.

Pengharapan akan kebangkitan diikuti dengan pengharapan akan rumah di surga di mana Tuhan "akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita" (Wahyu 21:4). Orang-orang yang mengasihi Tuhan tidak perlu takut akan kematian. Di balik itu terdapat keabadian mengalami kehidupan dengan Tuhan. Yesus "memegang segala kunci maut dan kerajaan maut" (Wahyu 1:18). Tanpa Kristus, kematian akan menjadi jalan satu arah yang berakhir dalam kesia-siaan, namun di dalam Kristus, ada pengharapan yang terang dan bercahaya.

6. APAKAH KITA SEKARANG ABADI?

Ketika Allah menciptakan Adam dan Hawa, mereka diciptakan sebagai makhluk hidup yang tidak abadi, yaitu dapat mati. Jikalau saja mereka tetap setia menuruti kehendak Allah, mereka tidak perlu mengalami kematian. Tetapi ketika mereka berdosa, mereka menyerahkan hak mereka untuk hidup. Akibat ketidakpatuhan, mereka menjadi takluk kepada kematian. Dosa mereka membawa akibta seluruh umat manusia, dan karena semua telah berdosa, kita semua tidak abadi, takluk kepada kematian (Roma 5:12). Dan tak ada satu petunjuk pun dari Alkitab yang menunjukkan bahwa jiwa manusia dapat berwujud sebagai suatu kesatuan yang memiliki kesadaran setelah kematian.

Alkitab tak pernah sekali pun menjelaskan bahwa jiwa manusia, yang saat ini dikatakan abadi, atau tak dapat binasa, bukan sasaran dari kematian. Kata Ibrani dan Yunani untuk "jiwa", "roh", dan "nafas" muncul di Alkitab sebanyak 1700 kali. Tapi tak pernah sekali pun disebutkan bahwa jiwa, roh, dan napas manusia adalah abadi. Saat ini hanya Allah yang memiliki keabadian. Allahlah... SATU-SATUNYA YANG TIDAK TAKLUK KEPADA MAUT (I Timotius 6:15-16).

Alkitab menyebutkan dengan jelas bahwa manusia dalam kehidupan ini adalah makhluk hidup yang tidak abadi: menjadi sasaran dari kematian. Tetapi ketika Yesus kembali, kita akan mengalami perubahan yang dahsyat.

"Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia; KITA TIDAK AKAN MATI SEMUANYA, tetapi KITA SEMUANYA AKAN DIUBAH, dalam sekejap mata, PADA WAKTU BUNYI NAFIRI YANG TERAKHIR. Sebab nafiri akan berbunyi dan ORANG-ORANG MATI AKAN DIBANGKITKAN dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan KITA SEMUA AKAN DIUBAH. Karena yang tidak dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan YANG DAPAT MATI INI HARUS MENGENAKAN YANG TIDAK DAPAT MATI." - I Korintus 15:51-53.

Sebagai makhluk hidup di saat ini kita tidak abadi. Tetapi jaminan Kristen mengatakan bahwa kita menjadi tak dapat binasa ketika Yesus datang lagi untuk yang kedua kali. Kepastian dari janji keabadian ditunjukkan ketika Yesus bangkit dari kuburNya;

"MEMATAHKAN KUASA MAUT... dan MENDATANGKAN HIDUP YANG TIDAK DAPAT BINASA melalui Injil." - 2 Timotius 1:10.

Pandangan Allah akan nasib umat manusia sangatlah jelas; kematian abadi bagi mereka yang menolak Kristus dan bersikeras pada dosa-dosa mereka, atau ketidakbinasaan sebagai sebuah hadiah cuma-cuma ketika Yesus datang bagi mereka yang telah menerimaNya sebagai Tuhan dan Juruselamat.

7. MENGHADAPI KEMATIAN DARI ORANG YANG DIKASIHI

Ketakutan yang secara alamiah kita pergumulkan di dalam menghadapi kematian menjadi semakin menyakitkan ketika orang yang kita kasihi meninggal. Kesepian dan rasa kehilangan tersebut dapat menguasai kita. Satu-satunya pemecahan dalam mengatasi penderitaan yang disebabkan oleh perpisahan dengan orang yang kita kasihi, hanya penghiburan yang hanya dapat diberikan oleh Kristus. Ingatlah bahwa kekasihmu itu tertidur, dan mereka yang beristirahat dalam Yesus akan dibangunkan "saat kebangkitan hidup" ketika Yesus datang.

Allah sedang merencanakan suatu reuni yang amat indah. Anak-anak akan dikumpulkan kembali kepada para orang tua yang bersukacita. Para suami dan istri bersatu dalam pelukan mereka masing-masing. Perpisahan kehidupan yang kejam akan berakhir. "Maut telah ditelan dalam kemenangan" (I Korintus 15:54).

Sebagian orang terlalu memikirkan perpisahan tersebut, sehingga mereka berusaha untuk berhubungan dengan para kekasih yang telah tiada itu melalui sarana spiritual atau ajaran New Age. Tetapi Alkitab secara khusus memberi peringatan kepada kita akan hal ini. Dan apabila orang berkata kepada kamu; "Mintalah petunjuk kepada arwah dan roh-roh peramal yang berbisik dan komat-kamit," maka jawablah;

"Bukankah suatu bangsa patut meminta petunjuk kepada Allahnya? Atau haruskah mereka meminta petunjuk kepada orang-orang mati bagi orang-orang hidup?" - Yesaya 8:19.

Mengapa demikian? Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa orang-orang mati tidak mengetahui apa-apa. Pemecahan sejati dalam mengatasi penderitaan akibat perpisahan dengan orang-orang yang dikasihi, hanyalah penghiburan yang hanya Kristus yang dapat memberikannya. Menyediakan waktu untuk berhubungan dengan Kristus adalah cara yang paling menyehatkan untuk bertumbuh melalui masa-masa penuh kesedihan. Ingatlah selalu, tanda nyata selanjutnya yang ditujukan kepada mereka yang beristirahat di dalam Kristus adalah suara dari kedatangan Kristus yang kedua kali untuk membangkitkan orang-orang mati.

8. MENGHADAPI KEMATIAN TANPA GENTAR

Kematian merenggut segala-galanya dari kita. Tapi satu hal yang tidak dapat direnggut dari kita adalah Kristus, dan Kristus dapat memperbaiki segalanya kembali. Kematian tidak akan berkuasa selamanya di dunia ini. Iblis, orang jahat, kematian, dan kubur akan binasa di dalam lautan api pada kematian kedua (Wahyu 20:14).

Berikut ini adalah 4 cara sederhana untuk menghadapi kematian tanpa rasa takut:
(1) Hiduplah dengan pengharapan dan kepercayaan di dalam Kristus, dan anda akan siap untuk menghadapi kematian kapan pun juga.
(2) Melalui kuasa Roh Kudus, tetaplah setia kepada hukum-hukum Allah dan kau akan siap akan kehidupan kedua di mana anda tidak akan pernah mati.
(3) Pandanglah kematian sebagai suatu masa istirahat sesaat yang mana suara Yesus akan membangkitkan engkau ketika Ia datang kedua kali.
(4) Ingatlah akan penghiburan dari kepastian jaminan Yesus akan rumah surgawi bersamaNya selama-lamanya.

Kebenaran Alkitab melepaskan seseorang dari ketakutan akan kematian, karena Alkitab menyatakan Yesus, Ia yang tidak dapat ditaklukkan oleh maut. Ketika Yesus memasuki kehidupan kita, Ia memenuhi hati kita dengan kedamaian;

"Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahteraKu Kuberika kepadamu... Janganlah gentar dan gelisah hatimu." - Yohanes 14:27.

Yesus juga memungkinkan bagi kita untuk mengatasi kesedihan karena kehilangan orang yang dikasihi. Yesus berjalan melalui "lembah kematian," Ia mengetahui kelamnya malam yang kita lalui.

"Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging... supaya oleh KEMATIANNYA Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut, dan supaya dengan jalan demikian IA MEMBEBASKAN MEREKA YANG SEUMUR HIDUPNYA BERADA DALAM PERHAMBAAN OLEH KARENA TAKUTNYA KEPADA MAUT." - Ibrani 2:14-15.

Dr. James Simpson, seorang dokter yang menemukan anesthesia, mengalami kehilangan yang sangat besar ketika anak tertuanya meninggal. Sebagai layaknya orangtua ia sangat menderita. Tetapi akhirnya ia menemukan jalan pengharapan. Pada nisan anaknya ia mengukir kata-kata yang diucapkan Yesus mengenai penebusanNya; "Akulah kebangkitan dan hidup, barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepadaKu, tidak akan mati selama-lamanya" (Yohanes 11:25). Dan Ia berjanji, "Sebab Aku hidup dan kamu pun akan hidup" (Yohanes 14:19). Kristuslah satu-satunya pengharapan kita akan kehidupan setelah kematian. Dan ketika Kristus datang lagi, Ia memberikan keabadian kepada kita. Kita tidak akan pernah lagi hidup di bawah bayang-bayang kematian, karena kita memiliki kehidupan selama-lamanya. Sudahkah anda menemukan pengharapan besar ini yang dapat kita gunakan untuk menghibur diri di saat-saat tergelap kita? Jika anda tidak pernah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatmu, bersediakah anda melakukannya sekarang?

17 January 2008

Be Led by the Spirit

Today's Scripture

Those who are led by the Spirit of God are the sons of God” (Romans 8:14).

Today's Word from Joel and Victoria

Have you ever started to do something when you had a little nudging on the inside of you telling you to do something completely different? Sometimes it’s easy to override that little inward voice, but that small voice deep on the inside of you is how God speaks to you. It’s how He leads you by His Spirit. When you follow the Spirit’s leading by faith—even when it doesn’t make sense—you are making a declaration with your actions that you are a child of the Most High God. Those who are led by the Spirit of God are the sons and daughters of God. The more you yield yourself to His leading, the easier it becomes to follow Him. You’ll hear His voice in the midnight hour giving your direction about which steps to take. You’ll hear His voice affirming you and guiding you into everlasting peace. Remember, God lead’s us by peace and joy. He’s never condemning but He always leads you into Truth. Take time today to tune out the other voices so that you can be led by His Spirit into the life of victory the Lord has in store for you!

A Prayer for Today

Heavenly Father, thank you for leading me by Your Spirit today. Thank You for filling me with Your joy and peace. Help me to clearly know Your voice so that I can follow You all the days of my life. In Jesus’ Name, Amen.

From : Joel Osteen Ministries

Surat Dari Yesus 2

Saat kau bangun dipagi hari, Aku memandangmu dan berharap engkau akan berbicara kepadaKu, walaupun hanya sepatah kata, meminta pendapatKu atau bersyukur kepadaKu atas sesuatu hal indah yang terjadi di dalam hidupmu kemarin, tetapi Aku melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi bekerja. Aku kembali menanti.

Saat engkau sedang bersiap, Aku tahu
akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapaKu, tetapi engkau terlalu sibuk. Di satu tempat, engkau duduk di sebuah kursi selama limabelas menit tanpa melakukan apapun. Kemudian Aku melihat engkau menggerakkan kakimu. Aku berpikir engkau ingin berbicara kepadaKu, tetapi engkau berlari ke telepon dan menelepon seorang teman untuk mendengarkan gosip terbaru.

Aku melihatmu ketika engkau pergi
bekerja dan Aku menanti dengan sabar sepanjang hari. Dengan semua kegiatanmu, Aku berpikir engkau terlalu sibuk untuk mengucapkan sesuatu kepadaKu. Sebelum makan siang Aku melihatmu memandang kesekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk berbicara kepadaKu, itulah sebabnya mengapa engkau tidak menundukkan kepalamu. Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan melihat beberapa temanmu berbicara kepadaKu dengan lembut sebelum mereka makan, tetapi engkau tidak melakukannya.

Tidak apa-apa. Masih ada waktu yang tersisa, dan Aku berharap engkau akan berbicara kepadaKu, meskipun saaat engkau pulang ke rumah kelihatannya seakan-akan banyak hal yang harus kau kerjakan. Setelah beberapa hal tersebut selesai engkau kerjakan, engkau menyalakan televisi, Aku tidak tahu apakah kau suka menonton televisi atau tidak, hanya saja engkau selalu ke sana dan menghabiskan banyak waktu setiap hari di depannya, tanpa memikirkan apapun hanya menikmati acara yang ditampilkan.

Kembali Aku menanti dengan sabar saat engkau menonton TV dan menikmati makananmu tetapi kembali kau tidak berbicara kepadaKu. Saat tidur Kupikir kau merasa terlalu lelah. Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu, kau melompat ke tempat tidur dan tertidur tak lama kemudian.

Tidak apa-apa karena mungkin engkau
tidak menyadari bahwa Aku selalu hadir untukmu. Aku telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari. Aku bahkan ingin mengajarkanmu bagaimana bersabar terhadap orang lain. Aku sangat mengasihimu, setiap hari Aku menantikan sepatah kata, doa atau pikiran atau syukur dari hatimu.

Baiklah... engkau bangun kembali dan kembali. Aku akan menanti dengan penuh kasih bahwa hari ini kau akan memberiKu sedikit waktu. Semoga harimu menyenangkan. Bapamu, ALLAH TRINITAS YANG MAHAKUDUS.

16 January 2008

Arti Sebuah Pernikahan

Bertahun-tahun yang lalu, saya berdoa kepada Tuhan untuk memberikan saya pasangan, "Engkau tidak memiliki pasangan karena engkau tidak memintanya", Tuhan menjawab. Tidak hanya saya meminta kepada Tuhan, seraya menjelaskan kriteria pasangan yang saya inginkan. Saya menginginkan pasangan yang baik hati,lembut, mudah mengampuni, hangat, jujur, penuh dengan damai dan sukacita, murah hati, penuh pengertian, pintar, humoris, penuhperhatian. Saya bahkan memberikan kriteria pasangan tersebut secara fisik yang selama ini saya impikan.

Sejalan dengan berlalunya waktu,saya menambahkan daftar kriteria
yang saya inginkan dalam pasangan saya. Suatu malam, dalam doa, Tuhan berkata dalam hati saya, "HambaKu, Aku tidak dapat memberikan apa yang engkau inginkan."

Saya bertanya, "Mengapa Tuhan?" dan Ia menjawab, "Karena Aku adalah Tuhan dan Aku adalah Adil. Aku adalah Kebenaran dan segala yang Aku lakukan adalah benar."

Aku bertanya lagi, "Tuhan, aku tidak mengerti mengapa aku
tidak dapat memperoleh apa yang aku pinta dariMu?"

Jawab Tuhan, "Aku akan menjelaskan kepadamu. Adalah suatu ketidakadilan dan ketidakbenaran bagiKu untuk memenuhi keinginanmu karena Aku tidak dapat memberikan sesuatu yang bukan seperti engkau. Tidaklah adil bagiKu untuk memberikan seseorang yang penuh dengan cinta dan kasih kepadamu jika terkadang engkau masih kasar; atau memberikan seseorang yang pemurah tetapi engkau masih kejam; atau seseorang yang mudah mengampuni, tetapi engkau sendiri masih suka menyimpan dendam; seseorang yang sensitif, namun engkau sendiri tidak..."

Kemudian Ia berkata kepada saya, "Adalah lebih baik jika Aku memberikan kepadamu seseorang yang Aku tahu dapat menumbuhkan segala kualitas yang engkau cari selama ini daripada membuat engkau membuang waktu mencari seseorang yang sudah mempunyai semua itu. Pasanganmu akan berasal dari tulangmu dan dagingmu, dan engkau akan melihat dirimu sendiri di dalam dirinya dan kalian berdua akan menjadi satu. Pernikahan adalah seperti sekolah, suatu pendidikan jangka panjang. Pernikahan adalah tempat dimana engkau dan pasanganmu akan saling menyesuaikan diri dan tidak hanya bertujuan untuk menyenangkan hati satu sama lain, tetapi untuk menjadikan kalian manusia yang lebih baik, dan membuat suatu kerjasama yang solid. Aku tidak memberikan pasangan yang sempurna karena engkau tidak sempurna. Aku memberikanmu seseorang yang dapat bertumbuh dan sempurna bersamamu".

Learn About Love

Jika kamu memancing ikan, setelah ikan itu terlekat di mata kail, hendaklah kamu mengambil ikan itu....
Janganlah sesekali kamu melepaskannya kembali ke dalam air begitu saja....
Karena ia akan sakit oleh karena ketajaman mata kailmu dan mungkin ia akan menderita selagi ia masih hidup...

Begitulah juga setelah kamu memberi banyak pengharapan kepada seseorang...
Setelah ia mulai menyayangimu, hendaklah kamu menjaga hatinya....
Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja....
Karena dia akan terluka oleh kenangan bersamamu dan mungkin tidak akan dapat melupakan segalanya selagi dia mengingatmu. ...

Jika kamu menadah air, biarlah mendapat sedapatnya, jangan terlalu mengharap pada kedalaman lengkungannya dan janganlah menganggap wadah itu begitu kokoh....
cukuplah menadah sesuai kebutuhanmu. ...
Apabila wadah itu sekali retak....
tentu sukar bagi kamu untuk menambalnya kembali menjadi seperti semula....
Akhirnya kamu akan membuangnya. ...
Sedangkan jika kamu mencoba memperbaikinya, mungkin kamu masih dapat mempergunakannya lagi....

Begitu juga jika kamu memiliki seseorang, terimalah seadanya....
Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan
janganlah kamu menganggapnya begitu istimewa....
Anggaplah dia manusia biasa....
Bila tidak, apabila sekali dia melakukan kesilapan, tidak mudah bagi kamu untuk
menerimanya. ...
akhirnya kamu akan kecewa dan meninggalkannya...
Sedangkan jika kamu memaafkannya, boleh jadi hubungan kamu akan terus hingga ke akhir hayat....

Jika kamu telah memiliki sepiring nasi, punyamu pastilah yang terbaik untuk dirimu, mengenyangkan dan berkhasiat...
Mengapa kamu lengah, mencoba mencari makanan yang lain..
Terlalu ingin mengejar kelezatan...
Kelak, nasi itu akan basi dan kamu tidak boleh memakannya.
Dan kamu akan menyesal...


Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seorang kekasih.....
kekasihmu itu pasti membawa kebaikan kepada dirimu...
Menyayangimu dan mengasihimu. ..
Mengapa kamu berlengah, mencoba membandingkannya dengan yang lain...
Terlalu mengejar kesempurnaan..
Kelak, kamu akan kehilangannya apabila dia menjadi milik orang lain dan kamu juga yang akan menyesal....
Pomeranian

Tuhanku Ada Disana

Seorang pasien berpaling menghadap dokternya, selagi dokter itu bersiap untuk pergi, "Dokter, Aku takut mati. Ceritakan apa yang ada disebelah sana".

Dengan lembut, dokter itu berkata, "Saya tidak tahu."

"Anda tidak tahu? Anda, seorang Kristen, tidak tahu apa yang ada disebelah sana?"

Dokter itu sedang memegang gagang pintu kamar disebelah sana terdengar suara garukan dan keluhan,
begitu pintu itu dibukanya, seekor anjing menerobos masuk dan lompat kearahnya dengan antusias dan senang sekali.

Menoleh kearah sang pasien, dokter berkata, "Anda lihat anjing saya? ia belum pernah masuk ruangan ini sebelumnya ia tidak tahu ada apa didalamnya. Ia tidak tahu apa-apa, kecuali bahwa tuannya ada didalam, dan ketika pintu dibuka, ia langsung masuk tanpa takut. Saya hanya tau sedikit tentang ada apa di sebelah kematian, tapi saya tahu benar tentang satu hal... saya tahu Tuhan saya ada disana dan itu cukup."

Kiranya ada damai sejahtera besertamu hari ini.
Kiranya anda percaya Tuhan tahu dimana anda akan berada. Saya percaya bahwa teman2 adalah malaikat-malaikat pendiam yang selalu menjaga kita agar tidak jatuh ketika sayap-sayap kita kesulitan mengingat bagaimana terbang. Sebarkan cerita ini. Tuhan Memberkati.

15 January 2008

Berpikir Positif

Yang engkau alami selama ini …

Hal yang sangat menyedihkan adalah saat kau jujur pada temanmu, dia berdusta padamu...
Saat dia telah berjanji padamu, dia mengingkarinya....
Saat kau memberikan perhatian, dia tidak menghargainya...

Hal yang sangat menyakitkan adalah saat kau mengirimkan e-mail pada temanmu, dia menghapus tanpa membacanya...
Saat kau membutuhkan jawaban dari e-mailmu, dia tidak menjawab dan mengacuhkannya...
Saat bertemu dengannya dan ingin menyapa, dia pura2 tidak melihatmu...
Saat kau mencintainya dengan tulus tapi dia tidak mencintamu...
Saat dia yang kau sayangi tiba2 memutuskan hubungannya denganmu...

Hal yang sangat mengecewakan adalah kau dibutuhkan hanya pada saat dia dalam kesulitan...
Saat kau bersikap ramah, dia terkadang bersikap sinis padamu...
Saat kau butuh dia untuk berbagi cerita, dia berusaha untuk menghindarimu...

Jangan pernah menyesali atas apa yang terjadi padamu...

Sebenarnya hal-hal yang kau alami sedang mengajarimu...
Saat temanmu berdusta padamu atau tidak menepati janjinya padamu atau dia tidak menghargai perhatian yang kau berikan....
Sebenarnya dia telah mengajarimu agar kau tidak berprilaku seperti dia...

Saat temanmu menghapus e-mail yang kau kirim sebelum membacanya atau saat bertemu dengannya dan ingin menyapa, dia pura2 tidak melihatmu...
Sebenarnya dia telah mengajarkanmu agar tidak berprasangka buruk & selalu berpikiran positif bahwa mungkin saja dia pernah membaca e-mail yang kau kirim... atau mungkin saja dia tidak melihatmu...

Dan saat dia tidak menjawab e-mailmu...
Sebenarnya dia telah mengajarkanmu untuk menjawab e-mail temanmu yang membutuhkan jawaban walaupun kau sedang sibuk dan jika kau tidak bisa menjawabnya katakan kalau kau belum bisa menjawabnya jangan biarkan e-mailnya tanpa jawaban karena mungkin dia sedang menunggu jawabanmu...

Saat kau mencintainya dengan tulus tapi dia tidak mencintaimu atau dia yang kau sayangi tiba2 memutuskan hubungannya denganmu...
Sebenarnya dia sedang mengajarimu untuk menerima rencanaNya...

Saat kau bersikap ramah tapi dia terkadang bersikap sinis padamu...
Sebenarnya dia sedang mengajarimu untuk selalu bersikap ramah pada siapapun...

Saat kau butuh dia untuk berbagi cerita, dia berusaha untuk menghindarimu...
Sebenarnya dia sedang mengajarimu untuk menjadi seorang teman yang bisa diajak berbagi cerita, mau mendengarkan keluhan temanmu dan membantunya...

Bila kau dibutuhkan hanya pada saat dia sedang dalam kesulitan...
Sebenarnya juga telah mengajarimu untuk menjadi orang yang arif & santun, kau telah membantunya saat dia dalam kesulitan...

Begitu banyak hal yang tidak menyenangkan yang sering kau alami atau bertemu dengan orang2 yang menjengkelkan, egois dan sikap yang tidak mengenakkan...
Dan betapa tidak menyenangkan menjadi orang yang dikecewakan, disakiti, tidak dipedulikan/dicuekin, tidak dihargai, atau bahkan mungkin dicaci dan dihina...

Sebenarnya orang2 tsb. sedang mengajarimu untuk melatih membersihkan hati & jiwa, melatih untuk menjadi orang yang sabar dan mengajarimu untuk tidak berprilaku seperti itu...

Mungkin Tuhan menginginkan kau bertemu orang dengan berbagai macam karakter yang tidak menyenangkan sebelum kau bertemu dengan orang yang menyenangkan dalam kehidupanmu dan kau harus mengerti bagaimana berterimakasih atas karunia itu yang telah mengajarkan sesuatu yang paling berharga dalam hidupmu...