Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

14 December 2007

Allah or Jesus?

Living in the Detroit area I can concur with this, we have more Muslims moving into our neighborhood monthly and they are very active in the schools, preaching all the time about their "rights" and how tolerant we should be of their faith.

However toleration is a one way street with them. We are to learn about Ramadan, etc. But they are not to learn about Easter or Christmas. What is below is very true.

The Basics of Islam this is a must read -- it's short but Very informative! The Muslim religion is the fastest growing religion per capita in the United States, especially in the minority races!

Allah or Jesus?

Last month I attended my annual training session that's required for maintaining my state prison security clearance. During the training session there was a presentation by three speakers representing the Roman Catholic, Protestant and Muslim faiths who explained their belief systems. I was particularly interested in what the Islamic Imam had to say.

The Imam gave a great presentation of the basics of Islam complete with a video. After the presentations, time was provided for questions and answers. When it was my turn I directed my question to the Imam and asked: Please, correct me if I'm wrong, but I understand that most Imams and clerics of Islam have declared a holy jihad [Holy war] against the infidels of the world. And, that by killing an infidel, which is a command to all Muslims, they are assured of a place in heaven. If that's the case, can you give me the definition of an infidel?"

There was no disagreement with my statements and without hesitation he replied, "Non-believers!"

I responded, So, let me make sure I have this straight. All followers of Allah have been commanded to kill everyone who is not of your faith so they can go to heaven. Is that correct? The expression on his face changed from one of authority and command to that of a little boy who had just gotten caught with his hand in the cookie jar. He sheepishly replied, Yes.

I then stated, Well, sir, I have a real problem trying to imagine Pope John Paul commanding all Catholics to kill those of your faith or Pat Robertson or Dr. Stanley ordering Protestants to do the same in order to go to heaven! The Imam was speechless.

I continued, I also have problem with being your friend when you and your brother clerics are telling your followers to kill me. Let me ask you a question-would you rather have your Allah who tells you to kill me in order to go to heaven or my Jesus who tells me to love you because I am going to heaven and wants you to be with me? You could have heard a pin drop as the Imam hung his head in shame.

Chuck Colson once told me something that has sustained me these 20 years of prison ministry. He said to me, Rick, remember that the truth will prevail. And it will!

Needless to say, the organizers and or promoters of the "Diversification" training seminar were not happy with Rick's way of dealing with the Islamic Imam and exposing the truth about the Muslim beliefs.

I think everyone in the U.S. Should be required to read this, but with the liberal justice system, liberal media, there is no way this will be widely publicized.

Please pass this on to all your e-mail contacts. This is a true story and the author, Rick Mathes, is a well-known leader in prison ministry.

By Rick Mathes

GOOD THINKING.. GBU

TUHAN, Bebanku Berat

"Mengapa bebanku berat sekali?", aku berpikir sambil membanting pintu kamarku dan bersender.

"Tidak adakah istirahat dari hidup ini?"

Aku menghempaskan badanku ke ranjang, menutupi telingaku dengan bantal.

"Ya Tuhan", aku menangis, "Biarkan aku tidur...Biarkan aku tidur dan tidak pernah bangun kembali!" Dengan tersedu-sedu, aku mencoba untuk meyakinkan diriku untuk melupakan.

Tiba-tiba gelap mulai menguasai pandanganku, Lalu, suatu cahaya yang sangat bersinar mengelilingiku ketika aku mulai sadar. Aku memusatkan perhatianku pada sumber cahaya itu. Sesosok pria berdiri di depan salib.

"Anakku", orang itu bertanya, "Mengapa engkau datang kepada-Ku sebelum Aku siap memanggilmu?"

"Tuhan, aku mohon ampun. Ini karena... aku tidak bisa melanjutkannya. Kau lihat! betapa berat hidupku. Lihat beban berat di punggungku. Aku bahkan tidak bisa mengangkatnya lagi."

"Tetapi, bukankah Aku pernah bersabda kepadamu untuk datang kepadaku semua yang letih lesu dan berbeban berat, karena Aku akan memberikan kelegaan kepadamu. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan."

"Aku tahu Engkau pasti akan mengatakan hal itu. Tetapi kenapa bebanku begitu berat?"

"Anak-Ku, setiap orang di dunia memiliki beban. Mungkin kau ingin mencoba salib yang lain?"

"Aku bisa melakukan hal itu?"

Ia menunjuk beberapa salib yang berada di depan kaki-Nya. Kau bisa mencoba semua ini. Semua salib itu berukuran sama. Tetapi setiap salib tertera nama orang yang memikulnya.

"Itu punya Joan," kataku.

Joan menikah dengan seorang kaya raya. Ia tinggal di lingkungan yang nyaman dan memiliki 3 anak perempuan yang cantik dengan pakaian yang bagus-bagus.

Kadangkala ia menyetir sendiri ke gereja dengan mobil Cadillac suaminya kalau mobilnya rusak.

"Umm, aku coba punya Joan. Sepertinya hidupnya tenang-tenang saja. Seberat apa beban yang Joan panggul? " pikirku.

Tuhan melepaskan bebanku dan meletakkan beban Joan di pundakku. Aku langsung terjatuh seketika.

"Lepaskan beban ini!", teriakku.

"Apa yang menyebabkan beban ini sangat berat?"

"Lihat ke dalamnya."

Aku membuka ikatan beban itu dan membukanya. Di dalamnya terdapat gambaran ibu mertua Joan, dan ketika aku mengangkatnya, ibu mertua Joan mulai berbicara, "Joan, kau tidak pantas untuk anakku, tidak akan pernah pantas. Ia tidak seharusnya menikah denganmu.Kau adalah wanita yang terburuk untuk cucu-cucuku..."

Aku segera meletakkan gambaran itu dan mengangkat gambaran yang lain. Itu adalah Donna, adik terkecil Joan. Kepala Donna dibalut sejak operasi epilepsi yang gagal itu.

Gambaran yang ketiga adalah adik laki-laki Joan. Ia kecanduan narkoba, telah dijatuhi hukuman karena membunuh seorang perwira polisi.

"Aku tahu sekarang mengapa bebannya sangat berat, Tuhan. Tetapi ia selalu tersenyum dan suka menolong orang lain. Aku tidak menyadarinya... "

"Apakah kau ingin mencoba yang lain?" tanya Tuhan dengan pelan.

Aku mencoba beberapa.

Beban Paula terasa sangat berat juga: Ia melihara 4 orang anak laki-laki tanpa suami.

Debra punya juga demikian: masa kecilnya yang dinodai olah penganiayaan seksual dan menikah karena paksaan.

Ketika aku melihat beban Ruth, aku tidak ingin mencobanya. Aku tahu di dalamnya ada penyakit Arthritis, usia lanjut, dan tuntutan bekerja penuh sementara suami tercintanya berada di Panti Jompo.

"Beban mereka semua sangat berat, Tuhan " kataku.

"Kembalikan bebanku"

Ketika aku mulai memasang bebanku kembali, aku merasa bebanku lebih ringan dibandingkan yang lain.

"Mari kita lihat ke dalamnya", Tuhan berkata.

Aku menolak, menggenggam bebanku erat-erat.

"Itu bukan ide yang baik", jawabku,

"Mengapa?"

"Karena banyak sampah di dalamnya."

"Biar Aku lihat"

Suara Tuhan yang lemah lembut membuatku luluh. Aku membuka bebanku. Ia mengambil satu buah batu bata dari dalam bebanku.

"Katakan kepada-Ku mengenai hal ini."

"Tuhan, Engkau tahu itu. Itu adalah uang. Aku tahu kalau kami tidak semenderita seperti orang lain di beberapa negara atau seperti tuna wisma di sini. Tetapi kami tidak memiliki asuransi, dan ketika anak-anak sakit, kami tidak selalu bisa membawa mereka ke dokter. Mereka bahkan belum pernah pergi ke dokter gigi. Dan aku sedih untuk memberikan mereka pakaian bekas. "

"Anak-Ku, Aku selalu memberikan kebutuhanmu.... dan semua anak-anakmu. Aku selalu memberikan mereka badan yang sehat. Aku mengajari mereka bahwa pakaian mewah tidak membuat seorang berharga dimataKu. "

Kemudian ia mengambil sebuah gambaran seorang anak laki-laki.!

"Dan yang ini?", tanya Tuhan.

"Andrew..." aku menundukkan kepala, merasa malu untuk menyebut anakku sebagai sebuah beban.

"Tetapi, Tuhan, ia sangat hiperaktif. Ia tidak bisa diam seperti yang lain, ia bahkan membuatku sangat kelelahan. Ia selalu terluka, dan orang lain yang membalutnya berpikir akulah yang menganiayanya. Aku berteriak kepadanya selalu. Mungkin suatu saat aku benar-benar menyakitinya... "

"Anak-Ku," Tuhan berkata.

"Jika kau percayakan kepada-Ku, aku akan memperbaharui kekuatanmu, dan jika engkau mengijinkan Aku untuk mengisimu dengan Roh Kudus, aku akan memberikan engkau kesabaran."

Kemudian Ia mengambil beberapa kerikil dari bebanku.

"Ya, Tuhan.." aku berkata sambil menarik nafas panjang.

"Kerikil-kerikil itu memang kecil. Tetapi semua itu adalah penting. Aku membenci rambutku. Rambutku tipis, dan aku tidak bisa membuatnya kelihatan bagus. Aku tidak mampu untuk pergi ke salon. Aku kegemukan dan tidak bisa menjalankan diet. Aku benci semua pakaianku. Aku benci penampilanku! "

"Anak-Ku, orang memang melihat engkau dari penampilan luar, tetapi Aku melihat jauh sampai ke dalamnya hatimu. Dengan Roh Kudus, kau akan memperoleh pengendalian diri untuk menurunkan berat badanmu. Tetapi keindahanmu tidak harus datang dari luar. Bahkan, seharusnya berasal dari dalam hatimu, kecantikan diri yang tidak akan pernah hilang dimakan waktu. Itulah yang berharga di mata-Ku."

Bebanku sekarang tampaknya lebih ringan dari sebelumnya.

"Aku pikir aku bisa menghadapinya sekarang, " kataku,

"Yang terakhir, berikan kepada-Ku batu bata yang terakhir." kata Tuhan.

"Oh, Engkau tidak perlu mengambilnya. Aku bisa mengatasinya."

"Anak-Ku, berikan kepadaKu."

Kembali suara-Nya membuatku luluh. Ia mengulurkan tangan-Nya, dan untuk pertama kalinya Aku melihat luka-Nya.

"Tuhan....Bagaimana dengan tangan-Mu? Tangan-Mu penuh dengan luka!! "

Aku tidak lagi memperhatikan bebanku, aku melihat wajah-Nya untuk pertama kalinya. Dan pada dahi-Nya, kulihat luka yang sangat dalam... tampaknya seseorang telah menekan mahkota duri terlalu dalam ke dagingNya.

"Tuhan," aku berbisik.

"Apa yang terjadi dengan Engkau?"

Mata-Nya yang penuh kasih menyentuh kalbuku.

"AnakKu, kau tahu itu. Berikan kepadaku bebanmu. Itu adalah milikKu. Aku telah membelinya."

"Bagaimana?"

"Dengan darah-Ku"

"Tetapi kenapa Tuhan?"

"Karena aku telah mencintaimu dengan cinta abadi, yang tak akan punah dengan waktu. Berikan kepadaKu."

Aku memberikan bebanku yang kotor dan mengerikan itu ke tangan-Nya yang terluka. Beban itu penuh dengan kotoran dan iblis dalam kehidupanku: kesombongan, egois, depresi yang terus menerus menyiksaku. Kemudian Ia mengambil salibku kemudian menghempaskan salib itu ke kolam yang berisi dengan darahNya yang kudus.

Percikan yang ditimbulkan oleh salib itu luar biasa besarnya.

"Sekarang anak-Ku, kau harus kembali. Aku akan bersamamu selalu. Ketika kau berada dalam masalah, panggillah Aku dan Aku akan membantumu dan menunjukkan hal-hal yang tidak bisa kau bayangkan sekarang."

"Ya, Tuhan, aku akan memanggil-Mu."

Aku mengambil kembali bebanku.

"Kau boleh meninggalkannya di sini jika engkau mau. Kau lihat beban-beban itu? Mereka adalah kepunyaan orang-orang yang telah meninggalkannya di kakiKu, yaitu Joan, Paula, Debra, Ruth... Ketika kau meninggalkan bebanMu di sini, aku akan menggendongnya bersamamu. Ingat, kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan. "

Seketika aku meletakkan bebanku, cahaya itu mulai menghilang. Namun, masih kudengar suaraNya berbisik, "Aku tidak akan meninggalkanmu, atau melepaskanmu."

Sebuah Penantian (My Hope Indonesia) - by Billy Graham

Saya ingin menginformasikan bahwa akan di putar sebuah film dengan Judul "Sebuah Penantian" pada tanggal 15 Desember 2007, pukul 16:30 - 17:30 WIB di RCTI.

Pemutaran film ini diprakarsai oleh Billy Graham Ministry (USA). Film serupa pernah diputar di India dengan judul "My Hope India" dan berhasil memenangkan jutaan rakyat India untuk menerima Tuhan Yesus sebagai juruselamat. Untuk pemutaran film ini, Billy Graham Ministry melakukan doa puasa selama sebulan dari tgl. 15 Nopember s.d. 15 Desember 2007. Mereka sangat peduli akan keselamatan jiwa Bangsa Indonesia , bagaimana dengan kita ?Mari kita dukung melalui doa agar pemutaran film ini benar-benar menjadi berkat bagi Bangsa Indonesia.

My Hope Indonesia adalah sebuah organisasi yang didukung oleh Billy Graham Ministry, dan pemutaran film ini akan menggerakkan seluruh denominasi gereja di Indonesia. Para pemain film ini antara lain: Restu Sinaga, Nana Mirdad, Christine dan Mario Lawalatta, ditanyangkan mulai pukul 16.30 - 17.30 TANPA IKLAN.

Sebuah kesaksian:
Para pemain film ini sepertinya sudah disaring oleh Tuhan, yakni dengan batalnya salah seorang pemain yang sudah confirm. Entah kenapa tiba-tiba beliau membatalkan kontraknya. Ternyata Tuhan tahu siapa yang layak main dan siapa yang tidak layak main. Artis tersebut tidak lama kemudian tertangkap polisi karena terlibat narkoba dan saat ini sedang mendekam dipenjara untuk proses peradilan berikutnya. Bayangkan betapa memalukannya film ini apabila yang main adalah artis tersebut. Yang menggantikan peran artis tersebut adalah Rudi Salam.

Film ini luar biasa, sehingga kalau mau nonton sebaiknya ajak keluarga, teman, saudara dan siapapun untuk nonton bareng. Lebih seru!

Sebarkan berita ini ... GBU!!!!

13 December 2007

Berlari Dalam Hujan

Anak kecil itu telah berbelanja dengan ibunya di Wal-Mart, sebuah Toserba yang terkenal di Amerika. Anak itu baru berumur 6 tahun, dengan rambutnya yang kemerah-merahan dan wajah yang masih tulus dan kekanak-kanakan.

Di luar hujan cukup deras. Kami semua sedang berkumpul di bawah kanopi pada pintuk masuk Wal-Mart. Kami semua menunggu, sebagian dengan hati yang sabar, sebagian merasa kesal bahwa hujan mengacaukan rencana hari mereka.

Aku selalu terpesona oleh hujan yang turun. Aku terbawa akan suara dan pandangan langit yang sedang membersihkan semua kotoran dan debu dari dunia. Aku terkenang sewaktu masih anak-anak ketika berlari dan mencebur di tengah turunnya hujan dengan kebebasan seorang anak. Kenangan itu datang mengguyur pergi semua kekhawatiran dan keresahan dari kehidupan sehari-hari.

Suaranya yang manis memecahkan keheningan kita semua yang seakan-akan terpukau oleh turunnya hujan yang deras itu.

"Mam, ayolah kita berlari dalam hujan," katanya dengan lugu. "Apa?" jawab ibunya dengan kaget. "Marilah kita berlari dalam hujan," ulang anaknya.

"Tidak, sayang, kita menanti sebentar sampai hujan agak mereka sedikit," jawab ibunya. Anak kecil itu menunggu beberapa menit untuk kemudian mengulangi lagi, "Mam, ayolah, kita berlari dalam hujan." "Kita akan basah kuyup bula kita melakukannya," jawab ibunya. "Tidak mam, seperti yang ibu katakan pagi hari ini," seraya menarik-narik lengan ibunya.

"Pagi hari ini?Kapan saya mengatakan bahwa kita dapat berlari di dalam hujan dan tidak menjadi basah?"

"Apakah ibu tidak ingat? Ketika ibu berkata kepada ayah tentang penyakit kankernya, dan kemudian ibu mengatakan, bila Tuhan dapat menolong kita untuk dapat mengatasi masalah ini, maka Allah-pun dapat menolong kita mengatasi hal-hal yang lain!"

Orang-orang di sekitarnya hening dan yang terdengar hanyalah turunnya hujan melulu. Tidak ada seorangpun yang meninggalkan tempatnya pada saat-saat itu.

Mam berdiam sejenak untuk memikirkan apa yang hendak ia katakan.

Mungkin ada sebagian orang yang akan menertawakannya, dan mungkin ada yang mengganggap ia sebagai orang yang tolol. Mungkin ada orang-orang yang tidak peduli apa yang ia katakan. Namun, baginya, ini merupakan saat yang maha penting di dalam kehidupan spiritual seorang anak kecil, dimana kepercayaan seorang anak kecil yang lugu dan tulus dapat berkembang dan kelak menjadi iman yang penuh kuasa.

"Sayang, kamu benar. Marilah kita berlari dalam hujan. Bila TUHAN menghendaki kita menjadi basah, mungkin karena kita memang perlu dibersihkan," kata ibunya. Kemudian merekapun berlari dalam hujan.

Yang lain melihat, tersenyum dan tertawa bagaimana mereka berlarian di antara mobil-mobil yang diparkir, dan melalui kubangan air dan lumpur. Mereka berdua menutupi kepala mereka dari hujan dengan kantong belanja. Mereka basah kuyup. Namun mereka diikuti oleh beberapa orang lain yang berteriak-teriak dan tertawa seperti anak-anak kecil dalam perjalanan mereka ke mobilnya masing-masing.

Dan, ya, akupun ikut berlarian dan ikut basah kuyup. Aku kira, aku pun perlu di bersihkan.

AnugerahMU

Kubawa hormat
Dari dalam hatiku
Menyatakan kebenaran
Bahwa tanpa Mu
Ku tak dapat hidup.

Ku ucap syukur
Atas anug'rah yang terbesar
Kau berikan hidup Mu
Agar Ku beroleh
Hidup yang baru

Yesus Kau angkatku
Dari kegelapan
Dan Kau bawaku
Kedalam terang Mu

Engkau menuntunku
Dijalan yang benar
Itulah anug'rah terbesar
Dalam kehidupanku

Takkan kuragu
'tuk s'lalu bersama Mu
Tak kan kusia-siakan
Hidupku.


Cipt. Rocky Pentury.
Album No Greater Love
Jeffry S Tjandra.

Everyday's Valentine

Sebentar lagi Valentine. Hari yang sangat ditunggu oleh banyak sekali orang. Di sini, suasana valentine sudah sangat terasa. Kemanapun aku jalan, pasti bisa ngerasain dan nemuin pernak pernik berbau Valentine. Masuk ketoko apapun, pasti ada warna Valentine.

Toko coklat menawarkan segala macam coklat yang dikemas dengan cantiknya dengan ´bau´ Valentine. Yum yum...

Toko pakaian memajang segala macam pakaian dengan warna-warna yang lembut, manis, dietalasenya. Cantiknya...

Toko parfum memberikan discount dengan pelayanan bungkus kado yang sangat apik dan membuat orang tertarik membelinya. Hmmmm....

Toko musik berkali-kali dalam sehari memasang lagu yang bertema cinta. Duuuh...

Benar-benar menggoda! :)

Tapi toko yang aku paling suka masuki adalah toko buku. Terutama pada hari-hari special.

Bukan hanya karena aku suka baca. Aku sangat suka melihat segala macam pernak pernik alat tulis yang lucu-lucu. Dari pensil sampai buku-buku kecil yang menuliskan arti cinta didalamnya. Kadang membuatku ingin kembali ke masa sekolah.

Minggu lalu aku pergi ke salah satu toko buku dan ketika sedang mencari buku untuk anak temanku yang akan berulang tahun, pandanganku tertumbuk pada tumpukan buku di meja tengah ruangan.

Judulnya (dalam bahasa Indonesia):

Tahukah kamu sebenarnya seperti apa sayangnya aku padamu?

Kubuka lembar demi lembar. Ternyata cerita tentang dua ekor kelinci. Satu kelinci besar dan satu kelinci kecil. Ceritanya sangat menyentuh hatiku dan aku ingin sekali membagikannya. Dan, hm, agak panjang juga tapi aku coba untuk ´mencatatnya´, menyimpannya dalam hati dan menerjemahkannya dalam bahasa Indonesia sehari-hari. Tapi, begini kira-kira isinya...

Sebenarnya sekarang sudah waktunya bagi kelinci kecil untuk tidur. Tapi ia masih memegang erat-erat kuping kelinci besar. Ia ingin meyakinkan bahwa kelinci besar mendengarkannya dengan baik.

"Coba tebak, seperti apa sayangnya aku padamu?" tanya kelinci kecil.

"Wah, rasanya sih aku enggak bisa menebaknya." jawab kelinci besar.

"Begini besar...." kata kelinci kecil sambil merentangkan tangannya kesamping selebar-lebarnya.

Kelinci besar memiliki tangan yang lebih panjang.

"Tapi aku sayang padamu seperti ini..." katanya sambil ikut merentangkan tangannya kesamping seperti kelinci kecil. Tangannya jauh lebih panjang daripada kelinci kecil.

Hmmm, itu banyak sekali...pikir kelinci kecil.

"Aku sayang padamu seperti ini." kata kelinci kecil sambil merentangkan tangannya keatas tinggi-tinggi.

"Dan aku sayang kamu seperti ini." kata kelinci besar. Rentangan tangannya lebih tinggi daripada kelinci kecil.

Wah, itu tinggi juga, pikir kelinci kecil. Coba aku punya tangan sepanjang itu...

Lalu kelinci kecil mendapat ide.

Ia berdiri dengan kepala dibawah. Tangannya menopang tubuhnya. Ia merenggangkan badannya panjang-panjang. Ujung jari kakinya menyentuh batang pohon.

"Sampai kejari kakiku aku sayang kamu..." kata kelinci kecil.

"Dan aku sayang kamu sampai keujung jari kakimu." kata kelinci besar sambil mengangkat kelinci kecil dan mengayunkannya tinggi-tinggi sehingga kakinya naik tinggi keatas.

"Aku sayang padamu seperti tinggi lompatanku." kata kelinci kecil sambil melompat dan melompat dan melompat.

Kelinci besar juga melompat hingga telinganya menyentuh dahan pohon yang tinggi.

"Aku sayang padamu seperti dari sini sampai ke sungai" kata kelinci kecil sambil memandang kearah sungai yang jauh dibawah mereka.

"Dan aku sayang padamu seperti dari sini sampai kesungai dan sampai ke gunung dibelakangnya" kata kelinci besar.

Kelinci kecil mulai lelah dan mengantuk. Ia menengadahkan kepalanya tinggi-tinggi melewati rerumputan dan daun-daun, dan melihat kelangit. Sepertinya tidak ada lagi yang lebih tinggi daripada langit diatas sana.

"Aku sayang padamu seperti jauhnya jarak dari sini sampai ke bulan" katanya sambil menutup matanya.

"Oh, itu sangat jauh!" kata kelinci besar.

"Sangat, sangat jauh."

Kelinci besar menggendongnya dan meletakkannya diatas tempat tidur yang terbuat dari daun-daun.

"Kita saling sayang seperti jauhnya jarak dari sini ke bulan dan kembali lagi."

Ia menundukkan kepalanya dan memberi kelinci kecil kecupan selamat malam.
-- Oleh Sam McBratney & Anita Jeram.

Saudara, sungguh suatu kebiasaan untuk kita ingin selalu membuktikan cinta kita pada orang yang mengasihi dan kita kasihi di hari Valentine, seperti kedua kelinci diatas.

Entah lewat hadiah, makan malam romantis, kata-kata cinta yang memabukkan, mawar merah 7 lusin, atau apa saja.

Suatu kebiasaan yang membuat banyak orang juga kecewa dan merasa dirinya dilupakan bila Valentine berlalu dan ia ´tidak´ mendapat apa pun juga.

Aku, dulu termasuk salah satu dari orang-orang itu.

Kadang, aku bisa mengira-ngira dan mengkhayal sendiri, hmmm...Valentine kali ini dapet apa yah dari suami???

Atau, wah...kali ini aku akan diajak makan kemana yah? Dan lain-lain.

Sehingga seringkali aku justru lupa sebenarnya bahwa Valentine´s Day itu adalah hari biasa. Hanya sehari dalam setahun. Bukankah sebenarnya menyedihkan menunggu satu hari dalam setahun hanya untuk menyatakan dan mendapatkan pernyataan cinta kasih??? Bagaimana dengan 364 hari lainnya?

Aku datang dari keluarga yang selalu ingat dan merayakan hari-hari khusus. Hari ultah, hari Natal, Tahun Baru, Imlek, hari Paskah, hari Valentine, hari pernikahan Papa dan Mama, hari Ibu...dll.

Sudah menjadi kebiasaan untukku memberikan sesuatu dan mendapatkan (juga mengharapkan) sesuatu pada hari-hari khusus tersebut.

Dan bila hari itu lewat begitu saja, kecewa menyapa begitu dalam.

Tapi lalu, aku menikah dengan suami yang aku tahu sekali sangat sayang padaku tapi paling tidak peduli dengan hari-hari tersebut.

Jangankan hari Valentine. Bisa ingat ulang tahunku pun sudah bagus...hehehee...

Pertama-tama sungguh sulit. Tapi sekarang aku sudah mengerti.

Mengerti bahwa tidak perlu menunggu hari khusus untuk menyatakan cinta kasih kita. Karena dengan demikian, kita bisa mendapatkan hadiah yang luar biasa setiap hari.

Tidak harus berupa barang yang wah...

Bukankah mendapat kecupan selamat pagi disertai dengan senyum manis merupakan hadiah yang indah?

Dan, sepiring nasi goreng yang dibuat mama penuh sayang merupakan berkat?

Atau, pujian yang diberikan sahabat merupakan hal yang manis?

Kadang, hadiah Valentine yang sesungguhnya datang bukan berupa wanginya parfum yang kita dapatkan, atau romantisnya makan malam bersama kekasih..., melainkan berupa hal-hal kecil yang sudah menjadi kebiasaan, yang sebenarnya bagi banyak orang lainnya merupakan hal langka yang didambakan.

Tentu saja, merayakan hari Valentine bukan suatu hal yang salah. Apalagi bisa mendukung perekonomian...:)

Tapi jangan sampai kita lupa bahwa setiap hari bisa menjadi hari Valentine, jika kita mau.

* * * *

Pagi ini suamiku menelpon dari kantor dan bertanya apa ada sesuatu yang sangat aku inginkan saat ini?

Dulu aku paling sebel kalo ditanya seperti ini. Aku ingin inisiatif itu berasal dari dia.

Tapi sekarang, pagi ini, yang aku rasakan hanya perasaan hangat yang mengalir dihati dan membuatku tersenyum.

Terima kasih.
Mencintaiku seperti ini.
GBU!
Mainz, 13 Februari 2004

11 December 2007

Bank Waktu

Bayangkan jika sebuah bank memberikan anda uang sebesar $ 86.400 setiap hari. Dan jumlah tersebut harus dihabiskan dalam satu hari. Setiap sore uang yang tersisa akan dihapuskan dari account jika anda gagal untuk menggunakannya sepanjang hari. Apa yang akan anda lakukan ? Tentunya akan menggunakan uang tersebut setiap sen yang ada.

Kita semua memiliki bank seperti itu. Namanya WAKTU. Setiap pagi, anda diberikan waktu 86.400 detik Setiap malam akan dicatat, sebagai kehilangan, jika anda gagal untuk menginvestasikan dengan tujuan baik. Jumlah tersebut tidak akan dipindah-bukukan untuk keesokan harinya, juga tidak dapat dilakukan penarikan lebih dari jumlah yang telah ditentukan. Setiap hari akan dibuka sebuah account baru untuk anda, dan setiap malam account tersebut akan dihapuskan. Jika anda gagal untuk menggunakan simpanan pada hari itu, anda akan kehilangan. Hal ini tidak akan pernah kembali. Tidak akan pernah ada penarikan untuk hari esok. Anda harus hidup pada saat ini, untuk simpanan hari ini Investasikan hal ini untuk memperoleh dari investasi tersebut kesehatan, kebahagiaan dan keberhasilan yang sepenuh-penuhnya.

Untuk menyadari nilai SATU TAHUN, tanyakan pada seorang pelajar yang gagal naik tingkat Untuk menyadari nilai SATU BULAN, tanyakan pada seorang ibu yang melahirkan seorang bayi prematur. Untuk menyadari nilai SATU MINGGU, tanyakan pada editor dari majalah mingguan. Untuk menyadari nilai SATU JAM, tanyakan seorang kekasih yang menanti untuk bertemu. Untuk menyadari nilai SATU MENIT, tanyakan seorang yang ketinggalan kereta api

Untuk menyadari nilai SATU DETIK, tanyakan pada seseorang yang baru saja terhindar dari kecelakan. Untuk menyadari nilai SEPERSERIBU DETIK, tanyakan pada seseorang yang baru saja memperoleh medali perak dalam Olympiade.

Hargailah setiap waktu yang anda miliki. Dan hargailah waktu itu lebih lagi, karena anda membagikannya dengan seseorang yang khusus, cukup khusus untuk membuang waktu anda. Dan ingatlah bahwa waktu tidak akan menunggu seseorang pun. Kemarin adalah sejarah. Hari esok adalah sebuah misteri dan hari ini adalah suatu hadiah. Itulah yang disebut dengan berkat. Waktu terus berjalan.

Lakukanlah yang terbaik untuk hari ini.

10 December 2007

7 Dosa Pokok

Dalam perjalanan hidup, manusia seringkali jatuh dalam 7 dosa pokok, kecenderungan akan yang jahat itu ada pada diri manusia karena dosa asal (Roma 5:12). Kita tidak mampu mengubah hidup kita sendiri. Kita membutuhkan rahmat Allah untuk mengatasi kelemahan-kelemahan yang bersumber dari 7 dosa pokok : kesombongan, iri hati, percabulan, kerakusan, kikir, kemarahan, kemalasan.

Keinginan daging mengkungkung kita ke dalam dosa dan ketidakpercayaan. Namun karena belaskasihan-Nya yang tak terbatas Allah mengirimkan Putera Tunggal-Nya ke dunia untuk mengubah kita. Melalui kematian dan kebangkitan, Yesus mencurahkan Roh Kudus agar kita dapat mengambil bagian dalam kodrat Ilahi.

Sekarang kita tidak perlu bersandar pada kekuatan sendiri karena kuasa Allah tinggal dalam diri kita. Singkatnya, untuk mengatasi daging, kita harus terus-menerus menyerah kepada Roh Kudus (Yer 17:7-8).


1. KESOMBONGAN:

Ciri-ciri kesombongan:
* Manusia mengira mempunyai sesuatu yang baik dari dirinya sendiri, dari kemampuannya sendiri.
* Manusia mengira sesuatu kebaikan diberikan karena jasa-jasanya sendiri.
* Manusia berbangga-bangga mempunyai sesuatu yang sebetulnya tidak dimilikinya.
* Menganggap diri lebih unggul dan mempunyai lebih banyak daripada orang lain, mengira mempunyai bakat-bakat yang lebih daripada orang lain, sehingga menghina atau memandang rendah orang lain

Cara mengatasinya:
* Menyadari bahwa semuanya pemberian secara cuma-cuma dari Tuhan.
* Banyak mengucap syukur atas anugerah Tuhan.
* Jangan suka membicarakan kebaikan-kebaikan sendiri.
* Merenungkan kesengsaraan Tuhan dan pengosongan diri Allah.
* Penyembuhan batin, dan banyak memuji Allah (Luk 1:46-55)

Teks Kitab Suci:
Yes 2:11 : Manusia yang sombong akan direndahkan, yang angkuh akan ditundukkan, dan hanya Tuhan sajalah Yang Maha Tinggi.


2. IRI HATI:

Ciri-ciri orang yang iri hati:
* Tidak tahan kalau ada orang lain yang melebihi dia
* Tidak senang pada keberhasilan orang lain
* Senang bila melihat orang lain jatuh atau gagal.
* Menjatuhkan nama baik orang lain dan menjelekkan orang lain karena iri hatinya tsb.

Cara mengatasinya:
* Menjauhi perkataan dan perbuatan yang meremehkan orang lain.
* Mengungkapkan cinta kasih secara praktis terhadap sesama yang membuat ia iri hati, dengan cara bersikap baik, menolong , berbicara ramah, dsb. (Theresia L.)
* Mencari sifat-sifat baik yang terdapat pada orang yang membuat iri hati, dan bersyukur kepada Tuhan
* Penyembuhan batin

Teks Kitab Suci:
Yak 3:16 : Sebab dimana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri, disitu ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.


3. PERCABULAN :

Ciri-ciri percabulan:
* Manusia dibutakan oleh nafsu seksnya, sehingga tenggelam di dalamnya, ia hampir-hampir tidak percaya bahwa ada kenikmatan dan kebahagiaan lain selain kenikmatan daging ini.
* Fantasinya dipenuhi oleh gambaran-gambaran yang tidak senonoh, akibatnya ia tidak mampu mengangkat hatinya kepada yang ilahi.
* Orang kehilangan kebebasannya sehingga diperbudak olehnya.
* Damai batinnya hilang sama sekali, dan sering dikejar rasa bersalah, tidak bisa menerima dirinya sendiri, bahkan jatuh dalam pergaulan bebas dan aborsi, homo/lesbi, dll. (BF)

Cara mengatasinya:
* Menjaga panca indera, menjauhkan diri dari godaan-godaan yang merangsang, gambar, film, dll.
* Penyembuhan batin.
* Firman Allah, doa, lingkungan yang sehat, pelayanan.

Teks Kitab Suci:
1 Kor 3:16; 6: 15, 19 = Bait Allah
Ef 6:10-20 = Perlengkapan rohani


4. KERAKUSAN, TAMAK, LOBA, GELOJOH:

Ciri-ciri orang rakus:
* Ia diperbudak oleh keinginan untuk memiliki harta, dan kekayaan sehingga mengabaikan semua segi kehidupannya, menghalalkan segala cara, ia menghargai harta melebihi Tuhan dan manusia, menjadikan harta sebagai berhalanya.
* Ia diperbudak oleh keinginan untuk makan dan minum melebihi segalanya, sehingga mengabaikan cinta kasih dan kesopanan terhadap sesama manusia.
* Ia diperbudak oleh nafsu ingin memperoleh pengetahuan melebihi segala sesuatu, mengejar ilmu sampai melupakan Tuhan dan sesama.

Cara mengatasinya:
* Dengan cara penyangkalan diri akan makan, minum, kerja, belajar, mengatur waktu secara seimbang, dan hidup dengan teratur.
* Penyembuhan batin, dan mengingat kehidupan abadi, bahwa yang terpenting itu adalah kehidupan jiwanya yang kekal, jangan sampai kebutuhan sandang, papan, yang sementara sifatnya memperbudak dirinya.

Teks Kitab Suci:
* Yak 4:1 = hawa nafsu
* Yak 5:5 = foya-foya
* 1Tim 6:10 = akar kejahatan: cinta uang
* Ibr 13:5 = hamba uang


5. KIKIR:

Orang yang rakus akan harta, makan-minum, dan ilmu pengetahuan dapat dibutakan sedemikian rupa sehingga ia tidak peduli lagi akan kebutuhan sesamanya. Ia dapat jatuh dalam dosa kikir, karena menumpuk harta demi harta, tidak mau berbagi, berderma atau menolong sesama yang berkekurangan, ia menikmati makan minum tanpa peduli sesamanya yang kelaparan, ia juga tidak mau berbagi soal ilmu pengetahuan/ mau pandai sendiri.


6. KEMARAHAN:

Ciri-ciri pemarah:
* Cepat emosi, bahkan untuk hal-hal yang kecil sekalipun
* Mengungkapkan emosi dengan perkataan atau perbuatan yang menyakiti hati orang lain tanpa pikir panjang

Cara mengatasinya:
* Yang bersifat jasmani: olah raga, menyanyi lagu pujian, mengalihkan kemarahan pada hal-hal yang positif
* Yang bersifat rohani: mengampuni, mendoakan orang-orang yang membuat marah, melihat kehadiran Tuhan dalam diri sesama.
* Penyembuhan batin

Teks Kitab Suci:
* Pkh 7:9 = jangan lekas marah
* Yak 1:19-20 = amarah tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah


7. KEMALASAN:

Ciri-ciri kemalasan:
* Suka menganggur
* Suka melalaikan tugasnya
* Bersikap sembrono dan tidak bertanggung jawab
* Tidak menyelesaikan tugas/pekerjaan pada waktunya.
* Tidak ada kerapian dan kebersihan
* Mencari istirahat melampaui batas
* Menunda-nunda tugas, tidak disiplin

Cara mengatasinya:
* Menyangkal diri
* Hidup teratur dan disiplin
* Memberi motivasi pada tugas/pekerjaan yang dilakukan, misalnya untuk silih dosa, melakukan demi kasih kepada Yesus
* Penyembuhan batin.

Teks Kitab Suci:
* Ams 26:14 = seperti pintu berputar pada engselnya, demikianlah si pemalas di tempat tidurnya.
* Ams 21:25 = si pemalas dibunuh oleh keinginannya karena tangannya enggan bekerja.

Kita tidak mampu mengubah hidup kita dengan kekuatan sendiri maka kita perlu menyerah kepada Roh Kudus. Cara-cara menyerah kepada Roh Kudus:

1. Menjadikan Yesus sebagai pusat hidup, menjadikan Dia sebagai Tuhan dalam setiap segi kehidupan kita.
* Doa
* Baca Firman/ Kitab Suci setiap hari
* Menghayati sakramen-sakramen, terutama Ekaristi dan Tobat.

2. Beriman.
Berjuang terus tanpa putus asa, membiarkan Tuhan yang mengubah hidup kita.

3. Bersukacita dalam segala keadaan.
1 Tes 5:16-18 : percaya bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik untuk kita. Bersuka cita, berdoa senantiasa, mengucap syukur dalam segala perkara.

4. Melihat masalah sebagai salib.
Melihat masalah sebagai salib, sebagai sarana untuk memurnikan kita, memperkuat dan membentuk kita menurut citra Kristus sendiri. Kita sedang dibentuk oleh Allah menjadi indah.

5. Menyingkirkan kepahitan.
Mengampuni, berdamai, mencintai semua orang yang melukai kita, mengampuni dan sabar terhadap kelemahan sendiri dan ingat bahwa kasih Tuhan jauh lebih besar daripada dosa kita

6. Bergabung dalam suatu komunitas kristiani.
Kita dapat berbagi suka duka lewat saudara-saudara seiman yang dapat mendengarkan sharing kita, sehingga kita mengalami peneguhan, dikuatkan dalam iman oleh saudara-saudara yang lain, dapat membagi pengalaman, melayani dan saling mencintai dalam komunitas kristiani, di situ kita dapat bertumbuh menjadi seorang Kristen yang sejati


Cinta diri adalah akar segala dosa (2 Tim 2:11)

Cinta diri adalah halangan terbesar untuk kesempurnaan. Setan masuk lewat pintu cinta diri. Perjuangan untuk mengalahkan diri sendiri adalah perjuangan seumur hidup. Orang dapat merasa putus asa bila dalam perjuangan ia tidak sabar terhadap diri sendiri, mau kudus dalam waktu singkat, orang tidak dapat menjadi sempurna hanya dalam waktu satu minggu, satu bulan, satu tahun, tetapi butuh proses seumur hidup.

Sebaliknya ada orang yang terlalu gampang untuk memaafkan diri/lambat untuk berjuang, maka perlu dicambuk agar jalannya cepat.


Sarana untuk mengatasi cinta diri yaitu penyangkalan diri, kelepasan, pengosongan diri, agere contra, yaitu : melepaskan diri dari kelekatan akan: makan, minum, nama baik, kesenangan, gengsi, harga diri.
Contoh:
* Tidak senang dengan si A, duduk dekat si A
* Maunya istirahat saja, kerja dengan lebih rajin
* Malas doa, menambah jam doa
* Mau marah saja terhadap si A, tersenyum kepada si A
* Ambil makanan yang tidak disukai
* Melakukan pekerjaan yang tidak disukai, yang remeh, yang dihindari orang, dll.

Dalam latihan kebajikan dan kelepasan itulah manusia dapat jatuh dalam kesombongan rohani, merasa diri hebat, merasa diri lebih dari yang lain, merasa diri suci. Akar-akarnya lagi-lagi cinta diri. Maka ada baiknya merenungkan apa yang dikatakan dalam Kitab Suci : Setelah melakukan segala sesuatu, berkata kepada-Nya: Tuan, aku ini hamba yang tidak berguna, aku hanya melakukan apa yang dikehendaki oleh Tuan.

Manusia menerima segalanya dari Allah, tidak ada satupun yang dapat dibanggakan, karena semuanya pemberian Allah. St. Paulus mengatakan: "Hai manusia, apakah yang ada padamu yang tidak kamu terima dari Allah, dan setelah engkau menerimanya, mengapa engkau menganggap itu semua milikmu, seolah-olah kamu tidak menerima semua itu dari Dia" (sombong, cinta diri)

Ilustrasi:
Banyak kali manusia memakai topeng/tidak melakukan perbuatannya untuk memuliakan Allah tetapi untuk kemuliaan diri sendiri. Contoh :
* Jambu air. Jambu air kelihatannya bagus, tetapi dalamnya penuh ulat cinta diri. Ulat cinta diri itu harus dibasmi supaya jangan menjadi gemuk dan merajalela.
* Kita ini keledai tunggangan Yesus, kalau keledai lupa akan ke-keledai-annya, dan mengira dia yang mendapat kehormatan, pasti keledai itu akan kena pukul tuannya.

Ada pula yang berbuat sebaliknya. Takut dikatakan sombong, lalu tidak mau melakukan hal-hal yang baik, takut melakukan kebajikan/matiraga, malas berbuat kebajikan. Ini juga suatu ekstrim yang lain.

Bangunan rohani/hidup rohani membutuhkan fondasi kerendahan hati

Bangunan rohani akan hancur berantakan bila tidak ada fondasi kerendahan hati. Iblis selalu menghalang-halangi orang yang mau berkembang dalam kesucian. Godaan-godaan harus dikenali, inilah pentingnya pembedaan roh dalam hidup rohani.

Godaan harus ditolak dengan tegas. Sekali terjerat dalam godaan, kita akan jatuh dalam dosa. Iblis masuk lewat celah cinta diri dan kesombongan. Perbuatan baik, seringkali dinodai oleh cinta diri, maka bukan lagi kebajikan namun kesombongan.

Doa, pelayanan, kebajikan, matiraga itu baik, tapi kalau kemasukan cinta diri dan kesombongan maka bukan kebajikan lagi, tetapi kelemahan.

Tuhan menerima persembahan umat-Nya

Tuhan menerima persembahan kita, ia menerima kita tanpa syarat. Kita datang dengan sikap seperti seorang miskin: 'Tuhan saya datang, tetapi tidak mempunyai apa-apa, dan persembahan yang kupersembahkan kepada-Mu ini adalah buah-buahan yang penuh dengan ulat cinta diri'. Itu kita semata-mata untuk menyenangkan hati Allah

Seperti anak kecil yang membawa kue untuk diberikan kepada ibunya, tetapi kue itu jatuh di tengah jalan dan menjadi kotor. Seperti itulah kita. Sering kali melakukan ini dan itu untuk menyenangkan hati Tuhan, tetapi tersandung oleh cinta diri sehingga menjadi kotor. Si ibu tetap mau menerima kue yang kotor itu dari anaknya karena si anak tidak dapat memberikan lainnya.

Demikian pula kita, Tuhan menerima persembahan kita yang diberikan dengan cinta walaupun tidak sempurna. Tuhan melihat niat kita, kemauan baik kita, dan kehendak kita walaupun jauh dari sempurna.


Topeng-topeng cinta diri.
Cinta diri dapat menyamar dalam kebajikan-kebajikan sehingga orang mudah tertipu. Contoh:
* Orang getol dalam karya kerasulan untuk orang lain. Setelah ganti pengurus, tidak mau membantu. Motivasinya hanya mencari nama.
* Ada orang yang dermawan sekali terhadap orang lain, tetapi terhadap anak/istri pelitnya minta ampun. Motivasinya hanya supaya dipuji orang.

Cinta diri identik dengan kodrat kita, digerakkan oleh motif kodrati dan bukan adikodrati. Contoh:
* Ada orang yang sangat bersemangat merasul, mau menonjol; bila ada orang lain/baru yang tampil maka muncul rasa tidak senang dalam hatinya, karena bintangnya pudar. Tidak senang kalau orang lain berkembang. Akarnya: iri hati
* Keras kepala dianggap sebagai kebajikan berpendirian teguh.
* Kemalasan: malas bekerja tapi berkata/beralasan menjaga kesehatan, nanti kalau lelah tidak bisa berdoa.
* Malas bangun pagi dengan alasan sakit
* Malas cuci pakaian dengan alasan mengirit sabun, dll
* Lebih suka mengajar, menasehati daripada diajar atau dinasehati. Tidak mau belajar dari orang lain, tidak mau mengakui/menghargai kelebihan orang lain. Belajar dari orang lain itu mengandaikan kerendahan hati.

Relationship

Artikel ini bagus banget! Membuka paradigma kebanyakan orang yang seringkali tidak dimengerti atau salah tentang pasangan hidup. Bukan hanya mengenai relationship, tapi juga tentang gambar diri yang benar. 4 thumbs up deh! :) Selamat membaca dan meresapi..

*************************************************

SINGLE FOREVER

Read this sentences carefully :
"Baik atau buruknya suatu hubungan (teman, berpacaran/pranikah, atau pernikahan), tergantung dari siapa saja yang terlibat dari hubungan itu."

OMELET TELUR BUSUK

Temen2, kalo dipikirin dan direnungin maka kalimat diatas bener banget tuhh. Relationship kita dengan orang lain, tentu terkait erat dengan pribadi orang itu sesungguhnya. Seorang tokoh motivasi terkenal juga pernah bilang, kita adalah rata-rata dari karakter teman-teman kita, dengan kata lain keberadaan kita ini dipengaruhi oleh orang2 di sekeliling kita.

Contoh nyata dehh: Omelet, alias telor dadar / orak-arik. Dia akan menjadi makanan yang enak banget (terutama buat yang laper) kalo terbuat dari telur-telur yang segar dan baik. Tapi gw pernah bikin omelet dari 4 telur, dan ternyata waktu gw pecahin telur ke 4 dan tercampur dengan 3 yang lain, telur ke 4 itu udah busuk. Wakzzz...,

Apa temen2 ada yang mau omelet dari 3 telur bagus dan 1 telur busuk..?? Tentu ga akan ada yang mau, because the 4th egg, has made the whole things going bad. Yup, si telur busuk tadi udah mempengaruhi/ merusak telur-telur yang baik. Dan kabar buruknya adalah : Omelet itu ga bisa jadi telur lagi.

Ilustrasi di atas, ga jauh beda dengan relationship yang kita alami dengan teman-teman kita, termasuk juga dalam pernikahan. Relationship hanya bisa seindah dengan siapa kita menjalin hubungan itu. Kalo dalam pernikahan sudah diaduk menjadi satu, dan jika baru ketahuan kalau telur yang satu busuk dan mengalahkan telur yang baik... owww... that's terrible.

Now, kita lihat pada ayat dibawah ini, ayat yang mengawali tentang relationship antar manusia.

Kejadian 2 : 18 : TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."

King James Version : And the LORD God said, It is not good that the man should be alone; I will make him an help meet for him.

Jika manusia seorang diri / Alone : Tuhan katakan itu "Tidak Baik". Seorang diri = alone /sendirian, bukan single. Manusia yang Alone artinya : sendiri saja, eksklusif, terisolasi, menyendiri, tersendiri, tidak ada teman. Ini adalah kondisi yang tidak baik.

Mengapa TIDAK BAIK jika manusia seorang diri saja ??

Here's the reason :
1. Karena KASIH. Sifat dasar dari kasih adalah MEMBERI, to give. God is Love, jadi supaya Tuhan bisa
mengasihi maka Tuhan menciptakan manusia agar Tuhan bisa mencurahkan kasihNya.
2. Karena untuk memperoleh keturunan, maka harus berpasangan dengan lawan jenisnya.
3. Karena talenta dan kemampuan kita dapat dikembangan sendirian saja. Tetapi untuk mengembangkan karakter, diperlukan orang lain! Betul khan? You see guys? It's not good for a man to be alone (sendiri, eksklusif, menyendiri, tidak berteman)


SINGLE

SINGLE artinya: tunggal, whole, utuh, complete, terpisah, unik (English Dictionary), whole, unique, undivided. Tuhan tidak bilang : It's not good to be single, tapi yang Dia bilang : It's not good to be alone.

Adam = adalah pribadi yang Single, artinya complete, utuh, sempurna. Dikatakan "Allah melihat segala yang dijadikanNya itu sungguh amat baik". Ini berarti Adam adalalah pribadi yang utuh, single, complete, and nothing wrong with Adam as his person. Tidak pernah dikatakan bahwa Adam sibuk mencari pasangan untuk mengisi kekosongan jiwanya. Tidak !!

Yang tercatat adalah : Adam mengusahakan dan memelihara Taman Eden, sendirian 'bo ! Termasuk

kerjaan yang mahaberat, yaitu memberi nama segala mahkluk hidup yang ada di bumi. Begitu sibuknya dia, sampai Adam enggak sadar kalo dia perlu teman. Tuhanlah yang bilang, bahwa "It's not good for a man to be alone". Inisiatif berpasangan, justru datangnya dari Tuhan. Perhatiin deh, pada saat Adam setia menjalankan panggilannya, maka Tuhan kasih bonus yaitu Pasangan Hidup. Nah, temen2 dah pada setia belom nihh? Hehe... Ayo kita setia, maka yang terbaik pasti Tuhan sediakan buat kita.
(Kejadian 2:18-25)

Waktu Tuhan menciptakan Hawa, wanita diciptakan BUKAN untuk membuat Adam menjadi complete. Why? Krn Adam sudah complete sejak sebelum dia ketemu wanita. Tujuan penciptaan wanita, sebagai penolong bagi Adam. The Lord said, "I'm going to make him a helper".

Ilustrasi : Untuk mengangkat meja sendirian, bisa dilakukan. Tetapi dengan adanya penolong, maka akan membuat segala sesuatu menjadi lebih mudah, right?. Sekalipun saat itu Adam masih sendirian (alone), tetapi dia tidak merasa kesepian. Temen2 perlu ingat bahwa alone, belum tentu kesepian / lonely. Adam memang tidak kesepian krn ada Tuhan di situ, tetapi jelas bahwa Tuhan bilang "it's not good for a man to be alone".


'SINGLE'NESS

Guys, Kapan kita tahu bahwa kita siap untuk menerima pasangan? Yaitu pada saat kita merasa tidak membutuhkan pasangan, karena disitulah kita merasa Complete. Adam telah membuktikannya. Hawa datang bukan pada saat dia sedang sibuk sana-sini mencari pasangan. Tuhan memberikan pasangan, justru pada saat Adam ada dalam kondisi terbaik, saat sedang complete, utuh, single dan menikmati panggilannya.

Singleness, adalah suatu tahapan yang harus dicapai oleh setiap orang yang akan menikah. Hanya orang yang SINGLE, utuh - complete - matang - unik - secure - aman, hanya Single person yang siap masuk ke dalam arena pernikahan. Sebab pernikahan seharusnya terjadi antara two single persons, antara laki-laki yang utuh dan wanita yang utuh. Tetapi seringkali faktanya, pernikahan terjadi antara dua orang yang saling tidak utuh, yang saling mencari keutuhan dari diri pasangannya masing-masing.

Ilustrasi : Ada dua gelas berisi air yang tidak penuh, diibaratkan sebagai seorang individu. Pada masa pra nikah, seringkali seseorang berkata "ohh..., kekasih saya adalah orang yang bisa memenuhi hidup saya" atau "bersama dengan kekasih saya, hidup saya menjadi utuh / complete". Faktanya adalah : Setelah yang gelas yang satu mengisi gelas yang lain, apa yang terjadi? Maka salah satu dari gelas itu akan menjadi kosong!

Temen2, pernikahan tidak akan menjadi baik kalau ternyata kita mendapatkan orang yang tidak single/tidak complete/tidak utuh. Perbuatan yang salah, jika kita mencari seseorang yang bisa mengisi
kekosongan dalam hati kita. Bahkan, beberapa diantara kita mungkin udah mulai mencari-cari orang lain yang bisa mengisi kekosongan dirinya, sejak dari kecil...!! SMP mungkin?

Matius 22 :39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Yesus berkata, supaya kita bisa mengasihi sesama kita, baik itu pasangan kita, isteri/suami kita, maka kita harus bisa mengasihi diri sendiri. Tidak bisa mengasihi dirimu sendiri = tentu tidak bisa mengasihi sesamamu manusia. Perlu dicatat bahwa mengasihi diri sendiri: bukan berarti selfish, self center, atau
egois, melainkan menjadi utuh, complete, dan single!

Lantas bagaimana caranya mengasihi dirimu sendiri :
1. Mengenal diri kita sendiri. Do you know who you are? Do you know why you are in God? Do you know why you are here? Do you know your identity? Yesus adalah pribadi yang mengetahui siapa diriNya, sehingga Dia bisa mengasihi orang lain. (Yoh 14:6, 10:9, 10:11, 6:35, 8:12, 11:25)
2. Menerima diri kita, apa adanya artinya kita memiliki gambar diri yang telah dipulihkan dalam Kristus.

Pernikahan yang tidak baik ialah dua individu yang tidak bisa mengasihi diri sendiri, tidak mengenal dirinya sendiri, tidak bisa menerima dirinya sendiri, tetapi berusaha untuk saling mengasihi. Lihat contohnya di Sinetron.

Beberapa relationship pra nikah atau malah pernikahan, sebetulnya "mengosongkan" diri kita, atau "dries you up", atau membuat kondisi kita menjadi kering, yaitu pada saat pasangan kita berusaha memenuhi kekosongan dirinya. Jika pasangan kita sedikit-sedikit telpon kita dan bilang, "Knapa sih elo gak telp gue?", atau sedikit-sedikit "Knapa sih elo ga perhatiin gue?", atau "Kenapa sih elo enggak seperti yang lain?"

Sesungguhnya, kalau kita Single (complete, utuh, whole), maka kita tidak segitu butuhnya diperhatiin, karena kita bisa mengasihi diri sendiri dan siap mengasihi orang lain. Yesus adalah pribadi yang tahu persis siapa dirinya, apa tujuan hidupnya, dan kenapa Dia ada di muka bumi ini. (Yohanes 8:14)


IT'S MORE IMPORTANT TO BE SINGLE

Ternyata jika ditelaah lebih jauh, lebih penting untuk menjadi Single lebih dahulu ketimbang menikah. Adalah lebih aman untuk tidak menikah lebih dahulu, daripada menikah tapi kita belum menjadi single. Hal yang paling berbahaya dalam pernikahan adalah orang yang tidak Single/utuh, menikah dengan orang yang tidak Single/utuh. Itulah penyebab perceraian dan memudarnya kebahagiaan dalam pernikahan.

Ilustrasi : Masih mending kalau gelas tadi berisi 50% : 50%. Yang lebih parah, jika yang satu dalam kondisi yang dibawah 50%. Jika individu yang satu tidak bisa memenuhi yang lain, maka pasangannya akan mencari orang lain, yang dianggap bisa memenuhi kekosongan dirinya dan terjadilah perselingkuhan yang berujung pada perzinahan. Lihatlah pada realita yang ada, orang yang tidak utuh/complete/ single menikah dengan yang tidak utuh, maka tinggal menunggu waktu saja dan dalam hitungan jari, tahun2 pernikahan mereka akan segera berakhir.

It's more important to you to be SINGLE first, then get married. Kalaupun sekarang kita belum get married, yang terpenting kita menjadi SINGLE, maka dengan demikian kita tetap bersukacita. Sebab, orang yang tidak SINGLE, tidak utuh, tidak dapat menguasai dirinya (Amsal 25:28). Bagaimana mungkin orang yang kosong / tidak utuh akan dapat mengendalikan dirinya? Dia hanya bisa mengendalikan sebagian dari dirinya, tidak sepenuhnya. Tentu saja, hanya orang yang Single, yang complete / penuh / utuh, akan dapat mengendalikan hidupnya.

READ THIS :

Orang yang tidak utuh/complete, tidak dapat memberikan apa-apa untuk pasangannya karena memang tujuan awal dia mencari pasangan adalah selfish, hanya untuk mengisi kekosongan dirinya sendiri. Pasangan seperti ini hanya akan banyak menuntut, banyak minta diperhatiin dsb. Dia akan mengganggu konsentrasi hidup kita, pekerjaan, karier, bisnis dll. This person will dries you up.


IT'S A WRONG MYTH

Mitos yang keliru ialah : Menikah adalah kunci menuju kebahagiaan, seakan belum lengkap kalau belum menikah. Ini menyebabkan kebanyakan orang sejak muda berpikir untuk mencari seseorang, untuk mengisi kekosongan dirinya. It's completely wrong, guys. Why ?? Karena kekosongan hidup kita hanya bisa diisi oleh Tuhan.

Makanya Tuhan Yesus bilang, "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.", Mat 6:33. Tuhanlah yang seharusnya menjadi pusat, sumber dan inspirasi untuk mengisi kekosongan hati kita. Kita semua tahu, bahwa kita tidak perlu menikah untuk menjadi complete. Pernikahan tidak selalu menambah urapan dalam diri kita, tidak selalu akan menjadikan kita sebagai berkat bagi orang lain. That's not the point of a marriage. Kepenuhan panggilan kita hanya bisa didapat di dalam Tuhan, yaitu pada saat kita tahu siapa diri kita, kita bisa menerima diri kita sendiri, kita tahu kenapa kita ada disini, dan kita memahami apa tujuan hidup kita.

Kunci menerima kebahagiaan yang sebenarnya adalah : Apabila kita menjadi single/utuh/ complete, mengenali siapa kita di dalam Tuhan dan mengetahui tujuan hidup kita, baik dalam keadaan menikah atau tidak menikah. Ada orang-orang yang masih sendirian, belum berpasangan/ menikah, tetapi dia tidak pernah merasa kesepian karena dia Single, utuh/complete dalam panggilannya. Tidak dipungkiri, bisa saja sewaktu-waktu ada keinginan memiliki pasangan, tetapi keinginan itu tidak pernah membuat dia menjadi goyah dan tetap maksimal dalam panggilannya.


SEKALI LAGI : HANYA BISA DIISI OLEH YESUS

Banyak orang yang sendirian tapi dia belum utuh/kosong/ sepi, hidupnya banyakdiisi dengan usaha2 utk memenuhi kekosongan dirinya dan menjadi orang yang sibuk sana-sini mencari tulang rusuknya. Cobain sana, cobain sini, lirik sana-sini, jadian sana-sini, putus sana-sini, parah deh pokoknya. Jika dia menikah, bisa jadi dia malah akan merusak pasangannya jika pasangannya adalah orang yang Single. Ingat ilustrasi omelet. Telur yang busuk akan merusak telur yang baik. Nahh, jika pasangannya tidak Single/utuh, wahh... akan lebih parah lagi. Mereka akan saling mengeringkan, saling menuntut, saling menyakiti dan tidak dewasa, dan akan berakibat pada ketidak-bahagiaan dan perceraian. Guys, sekali lagi pahamilah, bahwa rasa kesepian dan tidak utuh, TIDAK BISA DIISI OLEH PASANGAN KITA, melainkan hanya oleh Tuhan Yesus.

Justru pernikahan yang sempurna, hanya bisa dilakukan oleh dua orang Single, yaitu mereka yang telah utuh dan complete. Mereka berdua tidak akan saling mengeringkan, tapi saling memberi pujian, saling mendukung, saling menunjang dan tidak saling menuntut. These two Single persons akan menghasilkan sesuatu yang baik, kekuatan yang baru, berkat bagi sekeliling, dll. Tidak heran jika setelah pernikahan, maka baik sang pria maupun sang wanita, akan menjadi individu yang semakin berkualitas, yang mengalami kepenuhan panggilannya di dalam Kristus. Berbahagialah kita jika menikah dengan pribadi yang Single, pribadi yang utuh/complete, punya kedewasaan dan panggilan dalam Kristus.

Remember :

Hubungan kita hanya sebaik dengan siapa saja yang terlibat dalam hubungan itu. To be single should be the goal of every person. Dan entah kita menikah atau tidak, sudah menikah atau belum...., STAY SINGLE !!


God bless you.

From the sermon of Ps Jeffry Rachmat, JPCC -Jakarta.

07 December 2007

Ceritakan Pada Dunia Untukku

Sekitar 14 tahun yang lalu, aku berdiri menyaksikan para mahasiswaku berbaris memasuki kelas untuk mengikuti kuliah pertama tentang teologi iman.

Pada hari itulah untuk pertama kalinya aku melihat Tommy. Dia sedang menyisir rambutnya yang terurai sampai sekitar 20 cm dibawah bahunya. Penilaian singkatku: dia seorang yang aneh ? sangat aneh.

Tommy ternyata menjadi tantanganku yang terberat. Dia terus-menerus mengajukan keberatan. Dia juga melecehkan tentang kemungkinan Tuhan mencintai secara tanpa pamrih.

Ketika dia muncul untuk mengikuti ujian di akhir kuliah, dia bertanya dengan agak sinis, "Menurut Pastor apakah saya akan pernah menemukan Tuhan?"

Tidak," jawabku dengan sungguh-sungguh.


"Oh," sahutnya.

"Rasanya Anda memang tidak pernah mengajarkan bagaimana menemukan
Tuhan." Kubiarkan dia berjalan sampai lima langkah lagi dari pintu, lalu kupanggil.

"Saya rasa kamu tak akan pe rnah menemukan-Nya. Tapi, saya yakin Dialah yang akan menemukanmu."

Tommy mengangkat bahu, lalu pergi.

Aku merasa agak kecewa karena dia tidak bisa menangkap maksud
kata-kataku. Kemudian kudengar Tommy sudah lulus, dan saya bersyukur.

Namun kemudian tiba berita yang menyedihkan: Tommy mengidap kanker yang sudah parah. Sebelum saya sempat mengunjunginya, dia yang lebih dulu menemui saya. Saat dia melangkah masuk ke kantor saya, tubuhnya sudah menyusut, dan rambutnya yang panjang sudah rontok karena pengobatan dengan kemoterapi.

Namun, matanya tetap bercahaya dan suaranya, untuk pertama kalinya, terdengar tegas. "Tommy ! Saya sering memikirkanmu. Katanya kamu sakit keras?" tanyaku langsung. "Oh ya, saya memang sakit keras. Saya menderita kanker. Waktu saya hanya tinggal beberapa minggu lagi."

"Kamu mau membicarakan itu?"

"Boleh saja. Apa yang ingin Pastor ketahui?"

"Bagaimana rasanya baru berumur 24 tahun, tapi kematian sudah menjelang?" Jawabnya, "Ini lebih baik ketimbang jadi lelaki berumur 50 tahun namun mengira bahwa minum minuman keras, bermain perempuan, dan memburu harta adalah hal-hal yang 'utama' dalam hidup ini."

Lalu dia mengatakan mengapa dia menemuiku. "Sesuatu yang Pastor pernah katakan pada saya pada hari terakhir kuliah Pastor. Saya bertanya waktu itu apakah saya akan pernah menemukan Tuhan, dan Pastor mengatakan tidak. Jawaban yang sungguh mengejutkan saya. Lalu, Pastor mengatakan bahwa Tuhanlah yang akan menemukan saya. Saya sering memikirkan kata-kata Bapak itu, meskipun pencarian Tuhan yang saya lakukan pada masa itu tidaklah sungguh-sungguh".

"Tetapi, ketika dokter mengeluarkan segumpal daging dari pangkal paha saya...", Tommy melanjutkan "dan mengatakan bahwa gumpalan itu ganas, saya pun mulai serius melacak Tuhan. Dan ketika tumor ganas itu menyebar sampai ke organ-organ vital,saya benar-benar menggedor-gedor pintu surga.

Tapi tak terjadi apa pun.."

Lalu, saya terbangun di suatu hari, dan saya tidak lagi berusaha keras
mencari-cari pesan itu. Saya menghentikan segala usaha itu. Saya memutuskan untuk tidak peduli sama sekali pada Tuhan, kehidupan setelah kematian, atau hal-hal sejenis itu."

"Saya memutuskan untuk melewatkan waktu yang tersisa melakukan hal-hal penting," lanjut Tommy. "Saya teringat tentang Pastor dan kata-kata Pastor yang lain: Kesedihan yang paling utama adalah menjalani hidup tanpa mencintai. Tapi hampir sama sedihnya, meninggalkan dunia ini tanpa mengatakan pada orang yang saya cintai bahwa kau mencintai mereka.

Jadi saya memulai dengan orang yang tersulit: ayah saya. "Ayah Tommy waktu itu sedang membaca koran saat anaknya menghampirinya."

"Pa, aku ingin bicara." "Bicara saja." "Pa, ini penting sekali."

Korannya turun perlahan 8 cm. " Ada apa?" "Pa, aku cinta Papa. Aku hanya
ingin Papa tahu itu." Tommy tersenyum padaku saat mengenang saat itu.

"Korannya jatuh ke lantai. Lalu ayah saya melakukan dua hal yang
seingatku belum pernah dilakukannya. Ia menangis dan memelukku. Dan kami mengobrol semalaman, meskipun dia harus bekerja besok paginya."

"Dengan ibu saya dan adik saya lebih mudah," sambung Tommy. "Mereka menangis bersama saya, dan kami berpelukan, dan berbagi hal yang kami rahasiakan bertahun-tahun. Saya hanya menyesalkan mengapa saya harus menunggu sekian lama. Saya berada dalam bayang-bayang kematian, dan saya baru memulai terbuka pada semua orang yang sebenarnya dekat dengan saya.

"Lalu suatu hari saya berbalik dan Tuhan ada di situ. Ia tidak datang saat saya memohon pada-Nya. Rupanya Dia bertindak menurut kehendak-Nya dan pada waktu-Nya. Yang penting adalah Pastor benar. Dia menemukan saya bahkan setelah saya berhenti mencari-Nya."

"Tommy," aku tersedak,

"Menurut saya, kata-katamu lebih universal daripada yang kamu sadari. Kamu menunjukkan bahwa cara terpasti untuk menemukan Tuhan adalah bukan dengan membuatnya menjadi milik pribadi atau penghiburan instan saat membutuhkan, melainkan dengan membuka diri pada cinta kasih."

"Tommy," saya menambahkan, "boleh saya minta tolong? Maukah kamu datang ke kuliah teologi iman dan mengatakan kepada para mahasiswa saya apa yang baru kamu ceritakan?"

Meskipun kami menjadwalkannya, ia tak berhasil hadir hari itu. Tentu saja, karena ia harus berpulang. Ia melangkah jauh dari iman ke visi. Ia menemukan kehidupan yang jauh lebih indah daripada yang pernah dilihat mata kemanusiaan atau yang pernah dibayangkan.

Sebelum ia meninggal, kami mengobrol terakhir kali. Saya tak akan mampu hadir di kuliah Bapak," katanya.

"Saya tahu, Tommy."

"Maukah Bapak menceritakannya untuk saya?
Maukah Bapak menceritakannya pada dunia untuk saya?"

"Ya, Tommy. Saya akan melakukannya."

God bless .............


Oleh: John Powell, S.J.