Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

13 December 2007

Berlari Dalam Hujan

Anak kecil itu telah berbelanja dengan ibunya di Wal-Mart, sebuah Toserba yang terkenal di Amerika. Anak itu baru berumur 6 tahun, dengan rambutnya yang kemerah-merahan dan wajah yang masih tulus dan kekanak-kanakan.

Di luar hujan cukup deras. Kami semua sedang berkumpul di bawah kanopi pada pintuk masuk Wal-Mart. Kami semua menunggu, sebagian dengan hati yang sabar, sebagian merasa kesal bahwa hujan mengacaukan rencana hari mereka.

Aku selalu terpesona oleh hujan yang turun. Aku terbawa akan suara dan pandangan langit yang sedang membersihkan semua kotoran dan debu dari dunia. Aku terkenang sewaktu masih anak-anak ketika berlari dan mencebur di tengah turunnya hujan dengan kebebasan seorang anak. Kenangan itu datang mengguyur pergi semua kekhawatiran dan keresahan dari kehidupan sehari-hari.

Suaranya yang manis memecahkan keheningan kita semua yang seakan-akan terpukau oleh turunnya hujan yang deras itu.

"Mam, ayolah kita berlari dalam hujan," katanya dengan lugu. "Apa?" jawab ibunya dengan kaget. "Marilah kita berlari dalam hujan," ulang anaknya.

"Tidak, sayang, kita menanti sebentar sampai hujan agak mereka sedikit," jawab ibunya. Anak kecil itu menunggu beberapa menit untuk kemudian mengulangi lagi, "Mam, ayolah, kita berlari dalam hujan." "Kita akan basah kuyup bula kita melakukannya," jawab ibunya. "Tidak mam, seperti yang ibu katakan pagi hari ini," seraya menarik-narik lengan ibunya.

"Pagi hari ini?Kapan saya mengatakan bahwa kita dapat berlari di dalam hujan dan tidak menjadi basah?"

"Apakah ibu tidak ingat? Ketika ibu berkata kepada ayah tentang penyakit kankernya, dan kemudian ibu mengatakan, bila Tuhan dapat menolong kita untuk dapat mengatasi masalah ini, maka Allah-pun dapat menolong kita mengatasi hal-hal yang lain!"

Orang-orang di sekitarnya hening dan yang terdengar hanyalah turunnya hujan melulu. Tidak ada seorangpun yang meninggalkan tempatnya pada saat-saat itu.

Mam berdiam sejenak untuk memikirkan apa yang hendak ia katakan.

Mungkin ada sebagian orang yang akan menertawakannya, dan mungkin ada yang mengganggap ia sebagai orang yang tolol. Mungkin ada orang-orang yang tidak peduli apa yang ia katakan. Namun, baginya, ini merupakan saat yang maha penting di dalam kehidupan spiritual seorang anak kecil, dimana kepercayaan seorang anak kecil yang lugu dan tulus dapat berkembang dan kelak menjadi iman yang penuh kuasa.

"Sayang, kamu benar. Marilah kita berlari dalam hujan. Bila TUHAN menghendaki kita menjadi basah, mungkin karena kita memang perlu dibersihkan," kata ibunya. Kemudian merekapun berlari dalam hujan.

Yang lain melihat, tersenyum dan tertawa bagaimana mereka berlarian di antara mobil-mobil yang diparkir, dan melalui kubangan air dan lumpur. Mereka berdua menutupi kepala mereka dari hujan dengan kantong belanja. Mereka basah kuyup. Namun mereka diikuti oleh beberapa orang lain yang berteriak-teriak dan tertawa seperti anak-anak kecil dalam perjalanan mereka ke mobilnya masing-masing.

Dan, ya, akupun ikut berlarian dan ikut basah kuyup. Aku kira, aku pun perlu di bersihkan.

AnugerahMU

Kubawa hormat
Dari dalam hatiku
Menyatakan kebenaran
Bahwa tanpa Mu
Ku tak dapat hidup.

Ku ucap syukur
Atas anug'rah yang terbesar
Kau berikan hidup Mu
Agar Ku beroleh
Hidup yang baru

Yesus Kau angkatku
Dari kegelapan
Dan Kau bawaku
Kedalam terang Mu

Engkau menuntunku
Dijalan yang benar
Itulah anug'rah terbesar
Dalam kehidupanku

Takkan kuragu
'tuk s'lalu bersama Mu
Tak kan kusia-siakan
Hidupku.


Cipt. Rocky Pentury.
Album No Greater Love
Jeffry S Tjandra.

Everyday's Valentine

Sebentar lagi Valentine. Hari yang sangat ditunggu oleh banyak sekali orang. Di sini, suasana valentine sudah sangat terasa. Kemanapun aku jalan, pasti bisa ngerasain dan nemuin pernak pernik berbau Valentine. Masuk ketoko apapun, pasti ada warna Valentine.

Toko coklat menawarkan segala macam coklat yang dikemas dengan cantiknya dengan ´bau´ Valentine. Yum yum...

Toko pakaian memajang segala macam pakaian dengan warna-warna yang lembut, manis, dietalasenya. Cantiknya...

Toko parfum memberikan discount dengan pelayanan bungkus kado yang sangat apik dan membuat orang tertarik membelinya. Hmmmm....

Toko musik berkali-kali dalam sehari memasang lagu yang bertema cinta. Duuuh...

Benar-benar menggoda! :)

Tapi toko yang aku paling suka masuki adalah toko buku. Terutama pada hari-hari special.

Bukan hanya karena aku suka baca. Aku sangat suka melihat segala macam pernak pernik alat tulis yang lucu-lucu. Dari pensil sampai buku-buku kecil yang menuliskan arti cinta didalamnya. Kadang membuatku ingin kembali ke masa sekolah.

Minggu lalu aku pergi ke salah satu toko buku dan ketika sedang mencari buku untuk anak temanku yang akan berulang tahun, pandanganku tertumbuk pada tumpukan buku di meja tengah ruangan.

Judulnya (dalam bahasa Indonesia):

Tahukah kamu sebenarnya seperti apa sayangnya aku padamu?

Kubuka lembar demi lembar. Ternyata cerita tentang dua ekor kelinci. Satu kelinci besar dan satu kelinci kecil. Ceritanya sangat menyentuh hatiku dan aku ingin sekali membagikannya. Dan, hm, agak panjang juga tapi aku coba untuk ´mencatatnya´, menyimpannya dalam hati dan menerjemahkannya dalam bahasa Indonesia sehari-hari. Tapi, begini kira-kira isinya...

Sebenarnya sekarang sudah waktunya bagi kelinci kecil untuk tidur. Tapi ia masih memegang erat-erat kuping kelinci besar. Ia ingin meyakinkan bahwa kelinci besar mendengarkannya dengan baik.

"Coba tebak, seperti apa sayangnya aku padamu?" tanya kelinci kecil.

"Wah, rasanya sih aku enggak bisa menebaknya." jawab kelinci besar.

"Begini besar...." kata kelinci kecil sambil merentangkan tangannya kesamping selebar-lebarnya.

Kelinci besar memiliki tangan yang lebih panjang.

"Tapi aku sayang padamu seperti ini..." katanya sambil ikut merentangkan tangannya kesamping seperti kelinci kecil. Tangannya jauh lebih panjang daripada kelinci kecil.

Hmmm, itu banyak sekali...pikir kelinci kecil.

"Aku sayang padamu seperti ini." kata kelinci kecil sambil merentangkan tangannya keatas tinggi-tinggi.

"Dan aku sayang kamu seperti ini." kata kelinci besar. Rentangan tangannya lebih tinggi daripada kelinci kecil.

Wah, itu tinggi juga, pikir kelinci kecil. Coba aku punya tangan sepanjang itu...

Lalu kelinci kecil mendapat ide.

Ia berdiri dengan kepala dibawah. Tangannya menopang tubuhnya. Ia merenggangkan badannya panjang-panjang. Ujung jari kakinya menyentuh batang pohon.

"Sampai kejari kakiku aku sayang kamu..." kata kelinci kecil.

"Dan aku sayang kamu sampai keujung jari kakimu." kata kelinci besar sambil mengangkat kelinci kecil dan mengayunkannya tinggi-tinggi sehingga kakinya naik tinggi keatas.

"Aku sayang padamu seperti tinggi lompatanku." kata kelinci kecil sambil melompat dan melompat dan melompat.

Kelinci besar juga melompat hingga telinganya menyentuh dahan pohon yang tinggi.

"Aku sayang padamu seperti dari sini sampai ke sungai" kata kelinci kecil sambil memandang kearah sungai yang jauh dibawah mereka.

"Dan aku sayang padamu seperti dari sini sampai kesungai dan sampai ke gunung dibelakangnya" kata kelinci besar.

Kelinci kecil mulai lelah dan mengantuk. Ia menengadahkan kepalanya tinggi-tinggi melewati rerumputan dan daun-daun, dan melihat kelangit. Sepertinya tidak ada lagi yang lebih tinggi daripada langit diatas sana.

"Aku sayang padamu seperti jauhnya jarak dari sini sampai ke bulan" katanya sambil menutup matanya.

"Oh, itu sangat jauh!" kata kelinci besar.

"Sangat, sangat jauh."

Kelinci besar menggendongnya dan meletakkannya diatas tempat tidur yang terbuat dari daun-daun.

"Kita saling sayang seperti jauhnya jarak dari sini ke bulan dan kembali lagi."

Ia menundukkan kepalanya dan memberi kelinci kecil kecupan selamat malam.
-- Oleh Sam McBratney & Anita Jeram.

Saudara, sungguh suatu kebiasaan untuk kita ingin selalu membuktikan cinta kita pada orang yang mengasihi dan kita kasihi di hari Valentine, seperti kedua kelinci diatas.

Entah lewat hadiah, makan malam romantis, kata-kata cinta yang memabukkan, mawar merah 7 lusin, atau apa saja.

Suatu kebiasaan yang membuat banyak orang juga kecewa dan merasa dirinya dilupakan bila Valentine berlalu dan ia ´tidak´ mendapat apa pun juga.

Aku, dulu termasuk salah satu dari orang-orang itu.

Kadang, aku bisa mengira-ngira dan mengkhayal sendiri, hmmm...Valentine kali ini dapet apa yah dari suami???

Atau, wah...kali ini aku akan diajak makan kemana yah? Dan lain-lain.

Sehingga seringkali aku justru lupa sebenarnya bahwa Valentine´s Day itu adalah hari biasa. Hanya sehari dalam setahun. Bukankah sebenarnya menyedihkan menunggu satu hari dalam setahun hanya untuk menyatakan dan mendapatkan pernyataan cinta kasih??? Bagaimana dengan 364 hari lainnya?

Aku datang dari keluarga yang selalu ingat dan merayakan hari-hari khusus. Hari ultah, hari Natal, Tahun Baru, Imlek, hari Paskah, hari Valentine, hari pernikahan Papa dan Mama, hari Ibu...dll.

Sudah menjadi kebiasaan untukku memberikan sesuatu dan mendapatkan (juga mengharapkan) sesuatu pada hari-hari khusus tersebut.

Dan bila hari itu lewat begitu saja, kecewa menyapa begitu dalam.

Tapi lalu, aku menikah dengan suami yang aku tahu sekali sangat sayang padaku tapi paling tidak peduli dengan hari-hari tersebut.

Jangankan hari Valentine. Bisa ingat ulang tahunku pun sudah bagus...hehehee...

Pertama-tama sungguh sulit. Tapi sekarang aku sudah mengerti.

Mengerti bahwa tidak perlu menunggu hari khusus untuk menyatakan cinta kasih kita. Karena dengan demikian, kita bisa mendapatkan hadiah yang luar biasa setiap hari.

Tidak harus berupa barang yang wah...

Bukankah mendapat kecupan selamat pagi disertai dengan senyum manis merupakan hadiah yang indah?

Dan, sepiring nasi goreng yang dibuat mama penuh sayang merupakan berkat?

Atau, pujian yang diberikan sahabat merupakan hal yang manis?

Kadang, hadiah Valentine yang sesungguhnya datang bukan berupa wanginya parfum yang kita dapatkan, atau romantisnya makan malam bersama kekasih..., melainkan berupa hal-hal kecil yang sudah menjadi kebiasaan, yang sebenarnya bagi banyak orang lainnya merupakan hal langka yang didambakan.

Tentu saja, merayakan hari Valentine bukan suatu hal yang salah. Apalagi bisa mendukung perekonomian...:)

Tapi jangan sampai kita lupa bahwa setiap hari bisa menjadi hari Valentine, jika kita mau.

* * * *

Pagi ini suamiku menelpon dari kantor dan bertanya apa ada sesuatu yang sangat aku inginkan saat ini?

Dulu aku paling sebel kalo ditanya seperti ini. Aku ingin inisiatif itu berasal dari dia.

Tapi sekarang, pagi ini, yang aku rasakan hanya perasaan hangat yang mengalir dihati dan membuatku tersenyum.

Terima kasih.
Mencintaiku seperti ini.
GBU!
Mainz, 13 Februari 2004

11 December 2007

Bank Waktu

Bayangkan jika sebuah bank memberikan anda uang sebesar $ 86.400 setiap hari. Dan jumlah tersebut harus dihabiskan dalam satu hari. Setiap sore uang yang tersisa akan dihapuskan dari account jika anda gagal untuk menggunakannya sepanjang hari. Apa yang akan anda lakukan ? Tentunya akan menggunakan uang tersebut setiap sen yang ada.

Kita semua memiliki bank seperti itu. Namanya WAKTU. Setiap pagi, anda diberikan waktu 86.400 detik Setiap malam akan dicatat, sebagai kehilangan, jika anda gagal untuk menginvestasikan dengan tujuan baik. Jumlah tersebut tidak akan dipindah-bukukan untuk keesokan harinya, juga tidak dapat dilakukan penarikan lebih dari jumlah yang telah ditentukan. Setiap hari akan dibuka sebuah account baru untuk anda, dan setiap malam account tersebut akan dihapuskan. Jika anda gagal untuk menggunakan simpanan pada hari itu, anda akan kehilangan. Hal ini tidak akan pernah kembali. Tidak akan pernah ada penarikan untuk hari esok. Anda harus hidup pada saat ini, untuk simpanan hari ini Investasikan hal ini untuk memperoleh dari investasi tersebut kesehatan, kebahagiaan dan keberhasilan yang sepenuh-penuhnya.

Untuk menyadari nilai SATU TAHUN, tanyakan pada seorang pelajar yang gagal naik tingkat Untuk menyadari nilai SATU BULAN, tanyakan pada seorang ibu yang melahirkan seorang bayi prematur. Untuk menyadari nilai SATU MINGGU, tanyakan pada editor dari majalah mingguan. Untuk menyadari nilai SATU JAM, tanyakan seorang kekasih yang menanti untuk bertemu. Untuk menyadari nilai SATU MENIT, tanyakan seorang yang ketinggalan kereta api

Untuk menyadari nilai SATU DETIK, tanyakan pada seseorang yang baru saja terhindar dari kecelakan. Untuk menyadari nilai SEPERSERIBU DETIK, tanyakan pada seseorang yang baru saja memperoleh medali perak dalam Olympiade.

Hargailah setiap waktu yang anda miliki. Dan hargailah waktu itu lebih lagi, karena anda membagikannya dengan seseorang yang khusus, cukup khusus untuk membuang waktu anda. Dan ingatlah bahwa waktu tidak akan menunggu seseorang pun. Kemarin adalah sejarah. Hari esok adalah sebuah misteri dan hari ini adalah suatu hadiah. Itulah yang disebut dengan berkat. Waktu terus berjalan.

Lakukanlah yang terbaik untuk hari ini.

10 December 2007

7 Dosa Pokok

Dalam perjalanan hidup, manusia seringkali jatuh dalam 7 dosa pokok, kecenderungan akan yang jahat itu ada pada diri manusia karena dosa asal (Roma 5:12). Kita tidak mampu mengubah hidup kita sendiri. Kita membutuhkan rahmat Allah untuk mengatasi kelemahan-kelemahan yang bersumber dari 7 dosa pokok : kesombongan, iri hati, percabulan, kerakusan, kikir, kemarahan, kemalasan.

Keinginan daging mengkungkung kita ke dalam dosa dan ketidakpercayaan. Namun karena belaskasihan-Nya yang tak terbatas Allah mengirimkan Putera Tunggal-Nya ke dunia untuk mengubah kita. Melalui kematian dan kebangkitan, Yesus mencurahkan Roh Kudus agar kita dapat mengambil bagian dalam kodrat Ilahi.

Sekarang kita tidak perlu bersandar pada kekuatan sendiri karena kuasa Allah tinggal dalam diri kita. Singkatnya, untuk mengatasi daging, kita harus terus-menerus menyerah kepada Roh Kudus (Yer 17:7-8).


1. KESOMBONGAN:

Ciri-ciri kesombongan:
* Manusia mengira mempunyai sesuatu yang baik dari dirinya sendiri, dari kemampuannya sendiri.
* Manusia mengira sesuatu kebaikan diberikan karena jasa-jasanya sendiri.
* Manusia berbangga-bangga mempunyai sesuatu yang sebetulnya tidak dimilikinya.
* Menganggap diri lebih unggul dan mempunyai lebih banyak daripada orang lain, mengira mempunyai bakat-bakat yang lebih daripada orang lain, sehingga menghina atau memandang rendah orang lain

Cara mengatasinya:
* Menyadari bahwa semuanya pemberian secara cuma-cuma dari Tuhan.
* Banyak mengucap syukur atas anugerah Tuhan.
* Jangan suka membicarakan kebaikan-kebaikan sendiri.
* Merenungkan kesengsaraan Tuhan dan pengosongan diri Allah.
* Penyembuhan batin, dan banyak memuji Allah (Luk 1:46-55)

Teks Kitab Suci:
Yes 2:11 : Manusia yang sombong akan direndahkan, yang angkuh akan ditundukkan, dan hanya Tuhan sajalah Yang Maha Tinggi.


2. IRI HATI:

Ciri-ciri orang yang iri hati:
* Tidak tahan kalau ada orang lain yang melebihi dia
* Tidak senang pada keberhasilan orang lain
* Senang bila melihat orang lain jatuh atau gagal.
* Menjatuhkan nama baik orang lain dan menjelekkan orang lain karena iri hatinya tsb.

Cara mengatasinya:
* Menjauhi perkataan dan perbuatan yang meremehkan orang lain.
* Mengungkapkan cinta kasih secara praktis terhadap sesama yang membuat ia iri hati, dengan cara bersikap baik, menolong , berbicara ramah, dsb. (Theresia L.)
* Mencari sifat-sifat baik yang terdapat pada orang yang membuat iri hati, dan bersyukur kepada Tuhan
* Penyembuhan batin

Teks Kitab Suci:
Yak 3:16 : Sebab dimana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri, disitu ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.


3. PERCABULAN :

Ciri-ciri percabulan:
* Manusia dibutakan oleh nafsu seksnya, sehingga tenggelam di dalamnya, ia hampir-hampir tidak percaya bahwa ada kenikmatan dan kebahagiaan lain selain kenikmatan daging ini.
* Fantasinya dipenuhi oleh gambaran-gambaran yang tidak senonoh, akibatnya ia tidak mampu mengangkat hatinya kepada yang ilahi.
* Orang kehilangan kebebasannya sehingga diperbudak olehnya.
* Damai batinnya hilang sama sekali, dan sering dikejar rasa bersalah, tidak bisa menerima dirinya sendiri, bahkan jatuh dalam pergaulan bebas dan aborsi, homo/lesbi, dll. (BF)

Cara mengatasinya:
* Menjaga panca indera, menjauhkan diri dari godaan-godaan yang merangsang, gambar, film, dll.
* Penyembuhan batin.
* Firman Allah, doa, lingkungan yang sehat, pelayanan.

Teks Kitab Suci:
1 Kor 3:16; 6: 15, 19 = Bait Allah
Ef 6:10-20 = Perlengkapan rohani


4. KERAKUSAN, TAMAK, LOBA, GELOJOH:

Ciri-ciri orang rakus:
* Ia diperbudak oleh keinginan untuk memiliki harta, dan kekayaan sehingga mengabaikan semua segi kehidupannya, menghalalkan segala cara, ia menghargai harta melebihi Tuhan dan manusia, menjadikan harta sebagai berhalanya.
* Ia diperbudak oleh keinginan untuk makan dan minum melebihi segalanya, sehingga mengabaikan cinta kasih dan kesopanan terhadap sesama manusia.
* Ia diperbudak oleh nafsu ingin memperoleh pengetahuan melebihi segala sesuatu, mengejar ilmu sampai melupakan Tuhan dan sesama.

Cara mengatasinya:
* Dengan cara penyangkalan diri akan makan, minum, kerja, belajar, mengatur waktu secara seimbang, dan hidup dengan teratur.
* Penyembuhan batin, dan mengingat kehidupan abadi, bahwa yang terpenting itu adalah kehidupan jiwanya yang kekal, jangan sampai kebutuhan sandang, papan, yang sementara sifatnya memperbudak dirinya.

Teks Kitab Suci:
* Yak 4:1 = hawa nafsu
* Yak 5:5 = foya-foya
* 1Tim 6:10 = akar kejahatan: cinta uang
* Ibr 13:5 = hamba uang


5. KIKIR:

Orang yang rakus akan harta, makan-minum, dan ilmu pengetahuan dapat dibutakan sedemikian rupa sehingga ia tidak peduli lagi akan kebutuhan sesamanya. Ia dapat jatuh dalam dosa kikir, karena menumpuk harta demi harta, tidak mau berbagi, berderma atau menolong sesama yang berkekurangan, ia menikmati makan minum tanpa peduli sesamanya yang kelaparan, ia juga tidak mau berbagi soal ilmu pengetahuan/ mau pandai sendiri.


6. KEMARAHAN:

Ciri-ciri pemarah:
* Cepat emosi, bahkan untuk hal-hal yang kecil sekalipun
* Mengungkapkan emosi dengan perkataan atau perbuatan yang menyakiti hati orang lain tanpa pikir panjang

Cara mengatasinya:
* Yang bersifat jasmani: olah raga, menyanyi lagu pujian, mengalihkan kemarahan pada hal-hal yang positif
* Yang bersifat rohani: mengampuni, mendoakan orang-orang yang membuat marah, melihat kehadiran Tuhan dalam diri sesama.
* Penyembuhan batin

Teks Kitab Suci:
* Pkh 7:9 = jangan lekas marah
* Yak 1:19-20 = amarah tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah


7. KEMALASAN:

Ciri-ciri kemalasan:
* Suka menganggur
* Suka melalaikan tugasnya
* Bersikap sembrono dan tidak bertanggung jawab
* Tidak menyelesaikan tugas/pekerjaan pada waktunya.
* Tidak ada kerapian dan kebersihan
* Mencari istirahat melampaui batas
* Menunda-nunda tugas, tidak disiplin

Cara mengatasinya:
* Menyangkal diri
* Hidup teratur dan disiplin
* Memberi motivasi pada tugas/pekerjaan yang dilakukan, misalnya untuk silih dosa, melakukan demi kasih kepada Yesus
* Penyembuhan batin.

Teks Kitab Suci:
* Ams 26:14 = seperti pintu berputar pada engselnya, demikianlah si pemalas di tempat tidurnya.
* Ams 21:25 = si pemalas dibunuh oleh keinginannya karena tangannya enggan bekerja.

Kita tidak mampu mengubah hidup kita dengan kekuatan sendiri maka kita perlu menyerah kepada Roh Kudus. Cara-cara menyerah kepada Roh Kudus:

1. Menjadikan Yesus sebagai pusat hidup, menjadikan Dia sebagai Tuhan dalam setiap segi kehidupan kita.
* Doa
* Baca Firman/ Kitab Suci setiap hari
* Menghayati sakramen-sakramen, terutama Ekaristi dan Tobat.

2. Beriman.
Berjuang terus tanpa putus asa, membiarkan Tuhan yang mengubah hidup kita.

3. Bersukacita dalam segala keadaan.
1 Tes 5:16-18 : percaya bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik untuk kita. Bersuka cita, berdoa senantiasa, mengucap syukur dalam segala perkara.

4. Melihat masalah sebagai salib.
Melihat masalah sebagai salib, sebagai sarana untuk memurnikan kita, memperkuat dan membentuk kita menurut citra Kristus sendiri. Kita sedang dibentuk oleh Allah menjadi indah.

5. Menyingkirkan kepahitan.
Mengampuni, berdamai, mencintai semua orang yang melukai kita, mengampuni dan sabar terhadap kelemahan sendiri dan ingat bahwa kasih Tuhan jauh lebih besar daripada dosa kita

6. Bergabung dalam suatu komunitas kristiani.
Kita dapat berbagi suka duka lewat saudara-saudara seiman yang dapat mendengarkan sharing kita, sehingga kita mengalami peneguhan, dikuatkan dalam iman oleh saudara-saudara yang lain, dapat membagi pengalaman, melayani dan saling mencintai dalam komunitas kristiani, di situ kita dapat bertumbuh menjadi seorang Kristen yang sejati


Cinta diri adalah akar segala dosa (2 Tim 2:11)

Cinta diri adalah halangan terbesar untuk kesempurnaan. Setan masuk lewat pintu cinta diri. Perjuangan untuk mengalahkan diri sendiri adalah perjuangan seumur hidup. Orang dapat merasa putus asa bila dalam perjuangan ia tidak sabar terhadap diri sendiri, mau kudus dalam waktu singkat, orang tidak dapat menjadi sempurna hanya dalam waktu satu minggu, satu bulan, satu tahun, tetapi butuh proses seumur hidup.

Sebaliknya ada orang yang terlalu gampang untuk memaafkan diri/lambat untuk berjuang, maka perlu dicambuk agar jalannya cepat.


Sarana untuk mengatasi cinta diri yaitu penyangkalan diri, kelepasan, pengosongan diri, agere contra, yaitu : melepaskan diri dari kelekatan akan: makan, minum, nama baik, kesenangan, gengsi, harga diri.
Contoh:
* Tidak senang dengan si A, duduk dekat si A
* Maunya istirahat saja, kerja dengan lebih rajin
* Malas doa, menambah jam doa
* Mau marah saja terhadap si A, tersenyum kepada si A
* Ambil makanan yang tidak disukai
* Melakukan pekerjaan yang tidak disukai, yang remeh, yang dihindari orang, dll.

Dalam latihan kebajikan dan kelepasan itulah manusia dapat jatuh dalam kesombongan rohani, merasa diri hebat, merasa diri lebih dari yang lain, merasa diri suci. Akar-akarnya lagi-lagi cinta diri. Maka ada baiknya merenungkan apa yang dikatakan dalam Kitab Suci : Setelah melakukan segala sesuatu, berkata kepada-Nya: Tuan, aku ini hamba yang tidak berguna, aku hanya melakukan apa yang dikehendaki oleh Tuan.

Manusia menerima segalanya dari Allah, tidak ada satupun yang dapat dibanggakan, karena semuanya pemberian Allah. St. Paulus mengatakan: "Hai manusia, apakah yang ada padamu yang tidak kamu terima dari Allah, dan setelah engkau menerimanya, mengapa engkau menganggap itu semua milikmu, seolah-olah kamu tidak menerima semua itu dari Dia" (sombong, cinta diri)

Ilustrasi:
Banyak kali manusia memakai topeng/tidak melakukan perbuatannya untuk memuliakan Allah tetapi untuk kemuliaan diri sendiri. Contoh :
* Jambu air. Jambu air kelihatannya bagus, tetapi dalamnya penuh ulat cinta diri. Ulat cinta diri itu harus dibasmi supaya jangan menjadi gemuk dan merajalela.
* Kita ini keledai tunggangan Yesus, kalau keledai lupa akan ke-keledai-annya, dan mengira dia yang mendapat kehormatan, pasti keledai itu akan kena pukul tuannya.

Ada pula yang berbuat sebaliknya. Takut dikatakan sombong, lalu tidak mau melakukan hal-hal yang baik, takut melakukan kebajikan/matiraga, malas berbuat kebajikan. Ini juga suatu ekstrim yang lain.

Bangunan rohani/hidup rohani membutuhkan fondasi kerendahan hati

Bangunan rohani akan hancur berantakan bila tidak ada fondasi kerendahan hati. Iblis selalu menghalang-halangi orang yang mau berkembang dalam kesucian. Godaan-godaan harus dikenali, inilah pentingnya pembedaan roh dalam hidup rohani.

Godaan harus ditolak dengan tegas. Sekali terjerat dalam godaan, kita akan jatuh dalam dosa. Iblis masuk lewat celah cinta diri dan kesombongan. Perbuatan baik, seringkali dinodai oleh cinta diri, maka bukan lagi kebajikan namun kesombongan.

Doa, pelayanan, kebajikan, matiraga itu baik, tapi kalau kemasukan cinta diri dan kesombongan maka bukan kebajikan lagi, tetapi kelemahan.

Tuhan menerima persembahan umat-Nya

Tuhan menerima persembahan kita, ia menerima kita tanpa syarat. Kita datang dengan sikap seperti seorang miskin: 'Tuhan saya datang, tetapi tidak mempunyai apa-apa, dan persembahan yang kupersembahkan kepada-Mu ini adalah buah-buahan yang penuh dengan ulat cinta diri'. Itu kita semata-mata untuk menyenangkan hati Allah

Seperti anak kecil yang membawa kue untuk diberikan kepada ibunya, tetapi kue itu jatuh di tengah jalan dan menjadi kotor. Seperti itulah kita. Sering kali melakukan ini dan itu untuk menyenangkan hati Tuhan, tetapi tersandung oleh cinta diri sehingga menjadi kotor. Si ibu tetap mau menerima kue yang kotor itu dari anaknya karena si anak tidak dapat memberikan lainnya.

Demikian pula kita, Tuhan menerima persembahan kita yang diberikan dengan cinta walaupun tidak sempurna. Tuhan melihat niat kita, kemauan baik kita, dan kehendak kita walaupun jauh dari sempurna.


Topeng-topeng cinta diri.
Cinta diri dapat menyamar dalam kebajikan-kebajikan sehingga orang mudah tertipu. Contoh:
* Orang getol dalam karya kerasulan untuk orang lain. Setelah ganti pengurus, tidak mau membantu. Motivasinya hanya mencari nama.
* Ada orang yang dermawan sekali terhadap orang lain, tetapi terhadap anak/istri pelitnya minta ampun. Motivasinya hanya supaya dipuji orang.

Cinta diri identik dengan kodrat kita, digerakkan oleh motif kodrati dan bukan adikodrati. Contoh:
* Ada orang yang sangat bersemangat merasul, mau menonjol; bila ada orang lain/baru yang tampil maka muncul rasa tidak senang dalam hatinya, karena bintangnya pudar. Tidak senang kalau orang lain berkembang. Akarnya: iri hati
* Keras kepala dianggap sebagai kebajikan berpendirian teguh.
* Kemalasan: malas bekerja tapi berkata/beralasan menjaga kesehatan, nanti kalau lelah tidak bisa berdoa.
* Malas bangun pagi dengan alasan sakit
* Malas cuci pakaian dengan alasan mengirit sabun, dll
* Lebih suka mengajar, menasehati daripada diajar atau dinasehati. Tidak mau belajar dari orang lain, tidak mau mengakui/menghargai kelebihan orang lain. Belajar dari orang lain itu mengandaikan kerendahan hati.

Relationship

Artikel ini bagus banget! Membuka paradigma kebanyakan orang yang seringkali tidak dimengerti atau salah tentang pasangan hidup. Bukan hanya mengenai relationship, tapi juga tentang gambar diri yang benar. 4 thumbs up deh! :) Selamat membaca dan meresapi..

*************************************************

SINGLE FOREVER

Read this sentences carefully :
"Baik atau buruknya suatu hubungan (teman, berpacaran/pranikah, atau pernikahan), tergantung dari siapa saja yang terlibat dari hubungan itu."

OMELET TELUR BUSUK

Temen2, kalo dipikirin dan direnungin maka kalimat diatas bener banget tuhh. Relationship kita dengan orang lain, tentu terkait erat dengan pribadi orang itu sesungguhnya. Seorang tokoh motivasi terkenal juga pernah bilang, kita adalah rata-rata dari karakter teman-teman kita, dengan kata lain keberadaan kita ini dipengaruhi oleh orang2 di sekeliling kita.

Contoh nyata dehh: Omelet, alias telor dadar / orak-arik. Dia akan menjadi makanan yang enak banget (terutama buat yang laper) kalo terbuat dari telur-telur yang segar dan baik. Tapi gw pernah bikin omelet dari 4 telur, dan ternyata waktu gw pecahin telur ke 4 dan tercampur dengan 3 yang lain, telur ke 4 itu udah busuk. Wakzzz...,

Apa temen2 ada yang mau omelet dari 3 telur bagus dan 1 telur busuk..?? Tentu ga akan ada yang mau, because the 4th egg, has made the whole things going bad. Yup, si telur busuk tadi udah mempengaruhi/ merusak telur-telur yang baik. Dan kabar buruknya adalah : Omelet itu ga bisa jadi telur lagi.

Ilustrasi di atas, ga jauh beda dengan relationship yang kita alami dengan teman-teman kita, termasuk juga dalam pernikahan. Relationship hanya bisa seindah dengan siapa kita menjalin hubungan itu. Kalo dalam pernikahan sudah diaduk menjadi satu, dan jika baru ketahuan kalau telur yang satu busuk dan mengalahkan telur yang baik... owww... that's terrible.

Now, kita lihat pada ayat dibawah ini, ayat yang mengawali tentang relationship antar manusia.

Kejadian 2 : 18 : TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."

King James Version : And the LORD God said, It is not good that the man should be alone; I will make him an help meet for him.

Jika manusia seorang diri / Alone : Tuhan katakan itu "Tidak Baik". Seorang diri = alone /sendirian, bukan single. Manusia yang Alone artinya : sendiri saja, eksklusif, terisolasi, menyendiri, tersendiri, tidak ada teman. Ini adalah kondisi yang tidak baik.

Mengapa TIDAK BAIK jika manusia seorang diri saja ??

Here's the reason :
1. Karena KASIH. Sifat dasar dari kasih adalah MEMBERI, to give. God is Love, jadi supaya Tuhan bisa
mengasihi maka Tuhan menciptakan manusia agar Tuhan bisa mencurahkan kasihNya.
2. Karena untuk memperoleh keturunan, maka harus berpasangan dengan lawan jenisnya.
3. Karena talenta dan kemampuan kita dapat dikembangan sendirian saja. Tetapi untuk mengembangkan karakter, diperlukan orang lain! Betul khan? You see guys? It's not good for a man to be alone (sendiri, eksklusif, menyendiri, tidak berteman)


SINGLE

SINGLE artinya: tunggal, whole, utuh, complete, terpisah, unik (English Dictionary), whole, unique, undivided. Tuhan tidak bilang : It's not good to be single, tapi yang Dia bilang : It's not good to be alone.

Adam = adalah pribadi yang Single, artinya complete, utuh, sempurna. Dikatakan "Allah melihat segala yang dijadikanNya itu sungguh amat baik". Ini berarti Adam adalalah pribadi yang utuh, single, complete, and nothing wrong with Adam as his person. Tidak pernah dikatakan bahwa Adam sibuk mencari pasangan untuk mengisi kekosongan jiwanya. Tidak !!

Yang tercatat adalah : Adam mengusahakan dan memelihara Taman Eden, sendirian 'bo ! Termasuk

kerjaan yang mahaberat, yaitu memberi nama segala mahkluk hidup yang ada di bumi. Begitu sibuknya dia, sampai Adam enggak sadar kalo dia perlu teman. Tuhanlah yang bilang, bahwa "It's not good for a man to be alone". Inisiatif berpasangan, justru datangnya dari Tuhan. Perhatiin deh, pada saat Adam setia menjalankan panggilannya, maka Tuhan kasih bonus yaitu Pasangan Hidup. Nah, temen2 dah pada setia belom nihh? Hehe... Ayo kita setia, maka yang terbaik pasti Tuhan sediakan buat kita.
(Kejadian 2:18-25)

Waktu Tuhan menciptakan Hawa, wanita diciptakan BUKAN untuk membuat Adam menjadi complete. Why? Krn Adam sudah complete sejak sebelum dia ketemu wanita. Tujuan penciptaan wanita, sebagai penolong bagi Adam. The Lord said, "I'm going to make him a helper".

Ilustrasi : Untuk mengangkat meja sendirian, bisa dilakukan. Tetapi dengan adanya penolong, maka akan membuat segala sesuatu menjadi lebih mudah, right?. Sekalipun saat itu Adam masih sendirian (alone), tetapi dia tidak merasa kesepian. Temen2 perlu ingat bahwa alone, belum tentu kesepian / lonely. Adam memang tidak kesepian krn ada Tuhan di situ, tetapi jelas bahwa Tuhan bilang "it's not good for a man to be alone".


'SINGLE'NESS

Guys, Kapan kita tahu bahwa kita siap untuk menerima pasangan? Yaitu pada saat kita merasa tidak membutuhkan pasangan, karena disitulah kita merasa Complete. Adam telah membuktikannya. Hawa datang bukan pada saat dia sedang sibuk sana-sini mencari pasangan. Tuhan memberikan pasangan, justru pada saat Adam ada dalam kondisi terbaik, saat sedang complete, utuh, single dan menikmati panggilannya.

Singleness, adalah suatu tahapan yang harus dicapai oleh setiap orang yang akan menikah. Hanya orang yang SINGLE, utuh - complete - matang - unik - secure - aman, hanya Single person yang siap masuk ke dalam arena pernikahan. Sebab pernikahan seharusnya terjadi antara two single persons, antara laki-laki yang utuh dan wanita yang utuh. Tetapi seringkali faktanya, pernikahan terjadi antara dua orang yang saling tidak utuh, yang saling mencari keutuhan dari diri pasangannya masing-masing.

Ilustrasi : Ada dua gelas berisi air yang tidak penuh, diibaratkan sebagai seorang individu. Pada masa pra nikah, seringkali seseorang berkata "ohh..., kekasih saya adalah orang yang bisa memenuhi hidup saya" atau "bersama dengan kekasih saya, hidup saya menjadi utuh / complete". Faktanya adalah : Setelah yang gelas yang satu mengisi gelas yang lain, apa yang terjadi? Maka salah satu dari gelas itu akan menjadi kosong!

Temen2, pernikahan tidak akan menjadi baik kalau ternyata kita mendapatkan orang yang tidak single/tidak complete/tidak utuh. Perbuatan yang salah, jika kita mencari seseorang yang bisa mengisi
kekosongan dalam hati kita. Bahkan, beberapa diantara kita mungkin udah mulai mencari-cari orang lain yang bisa mengisi kekosongan dirinya, sejak dari kecil...!! SMP mungkin?

Matius 22 :39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Yesus berkata, supaya kita bisa mengasihi sesama kita, baik itu pasangan kita, isteri/suami kita, maka kita harus bisa mengasihi diri sendiri. Tidak bisa mengasihi dirimu sendiri = tentu tidak bisa mengasihi sesamamu manusia. Perlu dicatat bahwa mengasihi diri sendiri: bukan berarti selfish, self center, atau
egois, melainkan menjadi utuh, complete, dan single!

Lantas bagaimana caranya mengasihi dirimu sendiri :
1. Mengenal diri kita sendiri. Do you know who you are? Do you know why you are in God? Do you know why you are here? Do you know your identity? Yesus adalah pribadi yang mengetahui siapa diriNya, sehingga Dia bisa mengasihi orang lain. (Yoh 14:6, 10:9, 10:11, 6:35, 8:12, 11:25)
2. Menerima diri kita, apa adanya artinya kita memiliki gambar diri yang telah dipulihkan dalam Kristus.

Pernikahan yang tidak baik ialah dua individu yang tidak bisa mengasihi diri sendiri, tidak mengenal dirinya sendiri, tidak bisa menerima dirinya sendiri, tetapi berusaha untuk saling mengasihi. Lihat contohnya di Sinetron.

Beberapa relationship pra nikah atau malah pernikahan, sebetulnya "mengosongkan" diri kita, atau "dries you up", atau membuat kondisi kita menjadi kering, yaitu pada saat pasangan kita berusaha memenuhi kekosongan dirinya. Jika pasangan kita sedikit-sedikit telpon kita dan bilang, "Knapa sih elo gak telp gue?", atau sedikit-sedikit "Knapa sih elo ga perhatiin gue?", atau "Kenapa sih elo enggak seperti yang lain?"

Sesungguhnya, kalau kita Single (complete, utuh, whole), maka kita tidak segitu butuhnya diperhatiin, karena kita bisa mengasihi diri sendiri dan siap mengasihi orang lain. Yesus adalah pribadi yang tahu persis siapa dirinya, apa tujuan hidupnya, dan kenapa Dia ada di muka bumi ini. (Yohanes 8:14)


IT'S MORE IMPORTANT TO BE SINGLE

Ternyata jika ditelaah lebih jauh, lebih penting untuk menjadi Single lebih dahulu ketimbang menikah. Adalah lebih aman untuk tidak menikah lebih dahulu, daripada menikah tapi kita belum menjadi single. Hal yang paling berbahaya dalam pernikahan adalah orang yang tidak Single/utuh, menikah dengan orang yang tidak Single/utuh. Itulah penyebab perceraian dan memudarnya kebahagiaan dalam pernikahan.

Ilustrasi : Masih mending kalau gelas tadi berisi 50% : 50%. Yang lebih parah, jika yang satu dalam kondisi yang dibawah 50%. Jika individu yang satu tidak bisa memenuhi yang lain, maka pasangannya akan mencari orang lain, yang dianggap bisa memenuhi kekosongan dirinya dan terjadilah perselingkuhan yang berujung pada perzinahan. Lihatlah pada realita yang ada, orang yang tidak utuh/complete/ single menikah dengan yang tidak utuh, maka tinggal menunggu waktu saja dan dalam hitungan jari, tahun2 pernikahan mereka akan segera berakhir.

It's more important to you to be SINGLE first, then get married. Kalaupun sekarang kita belum get married, yang terpenting kita menjadi SINGLE, maka dengan demikian kita tetap bersukacita. Sebab, orang yang tidak SINGLE, tidak utuh, tidak dapat menguasai dirinya (Amsal 25:28). Bagaimana mungkin orang yang kosong / tidak utuh akan dapat mengendalikan dirinya? Dia hanya bisa mengendalikan sebagian dari dirinya, tidak sepenuhnya. Tentu saja, hanya orang yang Single, yang complete / penuh / utuh, akan dapat mengendalikan hidupnya.

READ THIS :

Orang yang tidak utuh/complete, tidak dapat memberikan apa-apa untuk pasangannya karena memang tujuan awal dia mencari pasangan adalah selfish, hanya untuk mengisi kekosongan dirinya sendiri. Pasangan seperti ini hanya akan banyak menuntut, banyak minta diperhatiin dsb. Dia akan mengganggu konsentrasi hidup kita, pekerjaan, karier, bisnis dll. This person will dries you up.


IT'S A WRONG MYTH

Mitos yang keliru ialah : Menikah adalah kunci menuju kebahagiaan, seakan belum lengkap kalau belum menikah. Ini menyebabkan kebanyakan orang sejak muda berpikir untuk mencari seseorang, untuk mengisi kekosongan dirinya. It's completely wrong, guys. Why ?? Karena kekosongan hidup kita hanya bisa diisi oleh Tuhan.

Makanya Tuhan Yesus bilang, "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.", Mat 6:33. Tuhanlah yang seharusnya menjadi pusat, sumber dan inspirasi untuk mengisi kekosongan hati kita. Kita semua tahu, bahwa kita tidak perlu menikah untuk menjadi complete. Pernikahan tidak selalu menambah urapan dalam diri kita, tidak selalu akan menjadikan kita sebagai berkat bagi orang lain. That's not the point of a marriage. Kepenuhan panggilan kita hanya bisa didapat di dalam Tuhan, yaitu pada saat kita tahu siapa diri kita, kita bisa menerima diri kita sendiri, kita tahu kenapa kita ada disini, dan kita memahami apa tujuan hidup kita.

Kunci menerima kebahagiaan yang sebenarnya adalah : Apabila kita menjadi single/utuh/ complete, mengenali siapa kita di dalam Tuhan dan mengetahui tujuan hidup kita, baik dalam keadaan menikah atau tidak menikah. Ada orang-orang yang masih sendirian, belum berpasangan/ menikah, tetapi dia tidak pernah merasa kesepian karena dia Single, utuh/complete dalam panggilannya. Tidak dipungkiri, bisa saja sewaktu-waktu ada keinginan memiliki pasangan, tetapi keinginan itu tidak pernah membuat dia menjadi goyah dan tetap maksimal dalam panggilannya.


SEKALI LAGI : HANYA BISA DIISI OLEH YESUS

Banyak orang yang sendirian tapi dia belum utuh/kosong/ sepi, hidupnya banyakdiisi dengan usaha2 utk memenuhi kekosongan dirinya dan menjadi orang yang sibuk sana-sini mencari tulang rusuknya. Cobain sana, cobain sini, lirik sana-sini, jadian sana-sini, putus sana-sini, parah deh pokoknya. Jika dia menikah, bisa jadi dia malah akan merusak pasangannya jika pasangannya adalah orang yang Single. Ingat ilustrasi omelet. Telur yang busuk akan merusak telur yang baik. Nahh, jika pasangannya tidak Single/utuh, wahh... akan lebih parah lagi. Mereka akan saling mengeringkan, saling menuntut, saling menyakiti dan tidak dewasa, dan akan berakibat pada ketidak-bahagiaan dan perceraian. Guys, sekali lagi pahamilah, bahwa rasa kesepian dan tidak utuh, TIDAK BISA DIISI OLEH PASANGAN KITA, melainkan hanya oleh Tuhan Yesus.

Justru pernikahan yang sempurna, hanya bisa dilakukan oleh dua orang Single, yaitu mereka yang telah utuh dan complete. Mereka berdua tidak akan saling mengeringkan, tapi saling memberi pujian, saling mendukung, saling menunjang dan tidak saling menuntut. These two Single persons akan menghasilkan sesuatu yang baik, kekuatan yang baru, berkat bagi sekeliling, dll. Tidak heran jika setelah pernikahan, maka baik sang pria maupun sang wanita, akan menjadi individu yang semakin berkualitas, yang mengalami kepenuhan panggilannya di dalam Kristus. Berbahagialah kita jika menikah dengan pribadi yang Single, pribadi yang utuh/complete, punya kedewasaan dan panggilan dalam Kristus.

Remember :

Hubungan kita hanya sebaik dengan siapa saja yang terlibat dalam hubungan itu. To be single should be the goal of every person. Dan entah kita menikah atau tidak, sudah menikah atau belum...., STAY SINGLE !!


God bless you.

From the sermon of Ps Jeffry Rachmat, JPCC -Jakarta.

07 December 2007

Ceritakan Pada Dunia Untukku

Sekitar 14 tahun yang lalu, aku berdiri menyaksikan para mahasiswaku berbaris memasuki kelas untuk mengikuti kuliah pertama tentang teologi iman.

Pada hari itulah untuk pertama kalinya aku melihat Tommy. Dia sedang menyisir rambutnya yang terurai sampai sekitar 20 cm dibawah bahunya. Penilaian singkatku: dia seorang yang aneh ? sangat aneh.

Tommy ternyata menjadi tantanganku yang terberat. Dia terus-menerus mengajukan keberatan. Dia juga melecehkan tentang kemungkinan Tuhan mencintai secara tanpa pamrih.

Ketika dia muncul untuk mengikuti ujian di akhir kuliah, dia bertanya dengan agak sinis, "Menurut Pastor apakah saya akan pernah menemukan Tuhan?"

Tidak," jawabku dengan sungguh-sungguh.


"Oh," sahutnya.

"Rasanya Anda memang tidak pernah mengajarkan bagaimana menemukan
Tuhan." Kubiarkan dia berjalan sampai lima langkah lagi dari pintu, lalu kupanggil.

"Saya rasa kamu tak akan pe rnah menemukan-Nya. Tapi, saya yakin Dialah yang akan menemukanmu."

Tommy mengangkat bahu, lalu pergi.

Aku merasa agak kecewa karena dia tidak bisa menangkap maksud
kata-kataku. Kemudian kudengar Tommy sudah lulus, dan saya bersyukur.

Namun kemudian tiba berita yang menyedihkan: Tommy mengidap kanker yang sudah parah. Sebelum saya sempat mengunjunginya, dia yang lebih dulu menemui saya. Saat dia melangkah masuk ke kantor saya, tubuhnya sudah menyusut, dan rambutnya yang panjang sudah rontok karena pengobatan dengan kemoterapi.

Namun, matanya tetap bercahaya dan suaranya, untuk pertama kalinya, terdengar tegas. "Tommy ! Saya sering memikirkanmu. Katanya kamu sakit keras?" tanyaku langsung. "Oh ya, saya memang sakit keras. Saya menderita kanker. Waktu saya hanya tinggal beberapa minggu lagi."

"Kamu mau membicarakan itu?"

"Boleh saja. Apa yang ingin Pastor ketahui?"

"Bagaimana rasanya baru berumur 24 tahun, tapi kematian sudah menjelang?" Jawabnya, "Ini lebih baik ketimbang jadi lelaki berumur 50 tahun namun mengira bahwa minum minuman keras, bermain perempuan, dan memburu harta adalah hal-hal yang 'utama' dalam hidup ini."

Lalu dia mengatakan mengapa dia menemuiku. "Sesuatu yang Pastor pernah katakan pada saya pada hari terakhir kuliah Pastor. Saya bertanya waktu itu apakah saya akan pernah menemukan Tuhan, dan Pastor mengatakan tidak. Jawaban yang sungguh mengejutkan saya. Lalu, Pastor mengatakan bahwa Tuhanlah yang akan menemukan saya. Saya sering memikirkan kata-kata Bapak itu, meskipun pencarian Tuhan yang saya lakukan pada masa itu tidaklah sungguh-sungguh".

"Tetapi, ketika dokter mengeluarkan segumpal daging dari pangkal paha saya...", Tommy melanjutkan "dan mengatakan bahwa gumpalan itu ganas, saya pun mulai serius melacak Tuhan. Dan ketika tumor ganas itu menyebar sampai ke organ-organ vital,saya benar-benar menggedor-gedor pintu surga.

Tapi tak terjadi apa pun.."

Lalu, saya terbangun di suatu hari, dan saya tidak lagi berusaha keras
mencari-cari pesan itu. Saya menghentikan segala usaha itu. Saya memutuskan untuk tidak peduli sama sekali pada Tuhan, kehidupan setelah kematian, atau hal-hal sejenis itu."

"Saya memutuskan untuk melewatkan waktu yang tersisa melakukan hal-hal penting," lanjut Tommy. "Saya teringat tentang Pastor dan kata-kata Pastor yang lain: Kesedihan yang paling utama adalah menjalani hidup tanpa mencintai. Tapi hampir sama sedihnya, meninggalkan dunia ini tanpa mengatakan pada orang yang saya cintai bahwa kau mencintai mereka.

Jadi saya memulai dengan orang yang tersulit: ayah saya. "Ayah Tommy waktu itu sedang membaca koran saat anaknya menghampirinya."

"Pa, aku ingin bicara." "Bicara saja." "Pa, ini penting sekali."

Korannya turun perlahan 8 cm. " Ada apa?" "Pa, aku cinta Papa. Aku hanya
ingin Papa tahu itu." Tommy tersenyum padaku saat mengenang saat itu.

"Korannya jatuh ke lantai. Lalu ayah saya melakukan dua hal yang
seingatku belum pernah dilakukannya. Ia menangis dan memelukku. Dan kami mengobrol semalaman, meskipun dia harus bekerja besok paginya."

"Dengan ibu saya dan adik saya lebih mudah," sambung Tommy. "Mereka menangis bersama saya, dan kami berpelukan, dan berbagi hal yang kami rahasiakan bertahun-tahun. Saya hanya menyesalkan mengapa saya harus menunggu sekian lama. Saya berada dalam bayang-bayang kematian, dan saya baru memulai terbuka pada semua orang yang sebenarnya dekat dengan saya.

"Lalu suatu hari saya berbalik dan Tuhan ada di situ. Ia tidak datang saat saya memohon pada-Nya. Rupanya Dia bertindak menurut kehendak-Nya dan pada waktu-Nya. Yang penting adalah Pastor benar. Dia menemukan saya bahkan setelah saya berhenti mencari-Nya."

"Tommy," aku tersedak,

"Menurut saya, kata-katamu lebih universal daripada yang kamu sadari. Kamu menunjukkan bahwa cara terpasti untuk menemukan Tuhan adalah bukan dengan membuatnya menjadi milik pribadi atau penghiburan instan saat membutuhkan, melainkan dengan membuka diri pada cinta kasih."

"Tommy," saya menambahkan, "boleh saya minta tolong? Maukah kamu datang ke kuliah teologi iman dan mengatakan kepada para mahasiswa saya apa yang baru kamu ceritakan?"

Meskipun kami menjadwalkannya, ia tak berhasil hadir hari itu. Tentu saja, karena ia harus berpulang. Ia melangkah jauh dari iman ke visi. Ia menemukan kehidupan yang jauh lebih indah daripada yang pernah dilihat mata kemanusiaan atau yang pernah dibayangkan.

Sebelum ia meninggal, kami mengobrol terakhir kali. Saya tak akan mampu hadir di kuliah Bapak," katanya.

"Saya tahu, Tommy."

"Maukah Bapak menceritakannya untuk saya?
Maukah Bapak menceritakannya pada dunia untuk saya?"

"Ya, Tommy. Saya akan melakukannya."

God bless .............


Oleh: John Powell, S.J.

30 November 2007

Tuhan Yesus Telah Bangkitkan Saya Dari Kematian

"Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki- Nya." Yohanes 5:21

Saudara-saudara yang dikasihi oleh Tuhan, dalam kesempatan ini saya akan bersaksi tentang peristiwa kematian dan kehidupan yang saya alami pada tanggal 15 Desember 1999. Peristiwa ini juga merupakan suatu tragedi bagi yayasan Doulos yang berada di Cipayung, Jakarta dimana Sekolah Teologi Doulos ada di dalamnya dan saya adalah mahasiswa yang tinggal di asrama. Sebelum penyerangan dan pembakaran Yayasan Doulos tanggal 15 Desember itu oleh massa yang berasal dari kelompok agama tertentu, beberapa kali saya mendapat mimpi-mimpi sebagai berikut:

Minggu, 12 Desember 1999, saya bertemu dengan Tuhan Yesus dan malaikat, saya terkejut dan bangun lalu berdoa selesai saya tidur kembali.

1.. Senin, 13 Desember 1999, saya bermimpi lagi, dengan mimpi yang sama.

2.. Selasa, 14 Desember 1999, dalam mimpi saya bertemu dengan seorang pendeta pada suatu ibadah KKR, isi khotbah yang disampaikan mengenai akhir zaman, adanya penganiayaan dan pembantaian.

3.. Rabu, 15 Desember 1999, kurang lebih pukul 08.00 pagi, saya mendapatkan huruf "M" dengan darah di bawah kulit pada telapak tangan kanan saya. Dalam kebingungan dan sambil bertanya-tanya dalam hati, apakah saya akan mati? Saya bertanya kepada teman-teman dan pendapat mereka adalah bahwa kita akan memasuki millennium yang baru. Walaupun pendapat mereka demikian saya tetap merasa tidak tenang serta gelisah karena dalam pikiran saya huruf "M" adalah mati, bahwa saya akan mengalami kematian. Saya hanya bisa berdoa dan membuka Alkitab. Sekitar pukul 15.00 saya membaca firman Tuhan dari Kitab Yeremia 33:3 "Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab Engkau." Dan pada pukul 18.00, tanda huruf "M" di telapak tangan saya sudah hilang.

#Kampus dan Asrama Mahasiswa Doulos Diserang#

Pada malam hari tanggal 15 Desember 1999. kegiatan berlangsung biasa di dalam asrama kampus STT Doulos. Sebagian mahasiswa ada sedang belajar, yang lain memasak di dapur dan ada pula yang sedang berdiam. Saya sendiri sedang berbaring di kamar. Kurang lebih jam 21.00 malam itu, saya dibangunkan oleh seorang teman sambil berteriak: "Domi, bangun, kita diserang!" Saya langsung bangun dalam keadaan panic, saya langsung berlari ke halaman kampus dan melihat sebagian kampus kami yang telah terbakar. Saat itu saya berkata kepada Tuhan: "Tuhan, saya mau lari kemana? Tuhan, kalau saya lari lewat pintu gerbang depan pasti saya dibacok."

Sementara pikiran saya bertambah kalut ketika teringat akan tanda huruf "M" yang diberikan pada tangan saya. "Tuhan, apakah saya akan mati?" Saya menoleh ke belakang, ada beberapa teman sekamar yang lari menyelamatkan diri masing-masing.

Di belakang kampus kami dikelilingi pagar kawat duri setinggi 2 meter, saya tidak bisa melompat keluar dengan cara mengangkat kawat itu. Dengan tangan sedikit terluka akhirnya saya pun dapat keluar.

Kami sudah berada di luar pagar dengan keadaan takut dan gemetar karena di sana terdapat massa atau orang banyak yang tidak dikenal, mereka membawa golok, pentungan, batu dan botol berisi bensin atau Molotov sambil meneriakkan yel-yel agama mereka terus menerus dengan histeris dan sangat brutal. Kemudian kami berpisah dengan teman-teman, saya tidak tahu apa yang terjadi dengan mereka.

Saya lari menuju kos kakak tingkat semester 10, yang letaknya tidak jauh dari kampus. Sementara saya berlari, saya tetap berdoa kepada Tuhan: "Tuhan berkati saya, ampuni dosa dan kesalahan saya." Setiba di rumah kos itu, saya mengetuk pintu sebanyak 2 kali tetapi tidak ada yang membukakan pintu.

Ternyata di belakang saya ada 4 teman mahasiswi yang juga lari mengikuti dari belakang. Mereka memanggil saya: "Domi, ikut ke rumah kami" tetapi saya berkata kepada mereka, "biar saya bersembunyi di sini." Masih berada di depan rumah kos tersebut, saya berdoa lagi "Oh.. Tuhan, apakah malam ini saya akan mati? Ampuni dosa dan kesalahan saya."

#Ditangkap oleh Massa #

Saya mengetuk pintu lagi, tetapi tidak ada orang yang menjawab, saya berdoa kembali: "Tuhan.. ini hari terakhir untuk saya hidup." Terdengar suara massa yang semakin mendekat kepada saya. Mereka berkata: "Itu mahasiswa Doulos, tangkap dia!" Ada juga yang berteriak: "Bantai dia, tembak!"
Seketika itu saya ditangkap dan saya hanya bisa berserah kepada Tuhan sambil berkata: "Tuhan saya sudah di tangan mereka, saya tidak bisa lari lagi."

Kemudian tangan saya diikat ke belakang dan mata saya ditutup dengan kain putih. Saya tetap berdoa dalam keadaan takut dan gemetar: "Tuhan ampuni dosa saya, pada saat ini Engkau pasti di samping saya." Tiba-tiba ada suara terdengar oleh saya entah dari mana, yang berkata: "Jangan takut, Aku menyertai engkau, Akulah Tuhan Allahmu." Setelah mendengar suara itu, rasa ketakutan dan kegentaran hilang, karena saya sudah pasrahkan kepada Tuhan.

#Penganiayaan dan Kematian#

Mereka membawa saya ke tempat yang gelap, saya dipukuli dan ditendang. Saya dihadapkan dengan massa uang jumlah orangnya lebih banyak, saat itu mereka ragu, apakah saya mahasiswa Doulos atau warga sekitarnya. Sebagian massa ada yang terus mendesak untuk memotong dan membunuh saya sambil tak henti-hentinya meneriakkan yel-yel mereka.

Saya berdoa lagi: "Tuhan, fisik saya kecil, kalau saya mati, saya tahu pasti masuk sorga. Saat ini saya serahkan nyawa saya ke dalam tangan kasih-Mu, ampunilah mereka." Saat itu kepala saya dipukul dari belakang dan terjatuh di atas batu, saya tidak sadar akan apa yang terjadi lagi.

#Roh Saya Keluar Dari Tubuh#

Kemudian ... roh saya terangkat keluar dari tubuh saya, roh saya berbentuk seperti orang yang sedang start lari atau sedang jongkok, lalu lurus seperti orang yang berenang kemudian berdiri. Roh saya melihat badan saya dan berkata: "Kok badan saya tinggal" (sebanyak dua kali). Roh saya berdiri tidak menyentuh tanah dan tidak tahu mau berjalan kemana, karena di sekeliling saya gelap gulita, kurang lebih lima detik, roh saya berkata:
"Mau ke mana?"

# Lima Malaikat Datang Menjemput Saya#

Saat itu ada lima malaikat datang kepada saya, dua berada di sebelah kiri, dua di sebelah kanan dan satu malaikat berada di depan saya. Tempat yang tadinya gelap gulita telah berubah menjadi terang dan saya sudah tidak dapat melihat badan saya lagi. Roh saya dibawa oleh malaikat-malaikat tersebut menuju jalan yang lurus, dan pada ujung jalan itu sempit seperti lubang jarum. Roh saya berkata: "Badan saya tidak dapat masuk." Tetapi malaikat yang di depan saya bisa masuk, lalu roh saya berkata lagi: "Badan rohani saya kecil pasti bia masuk." Kemudian roh saya masuk melalui lubang jarum tersebut.

"Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham." Lukas 16:22

#Berada di Dalam Firdaus#

Saat itu saya sudah berada di dalam sebuah halaman yang luas. Halaman itu sangat luas, indah dan tidak ada apa-apa. Roh saya berkata: "Kalau ada halaman pasti ada rumahnya." Tiba-tiba saat itu ada rumah, saya dibawa masuk ke dalam rumah tersebut dan bertemu dengan banyak orang di kamar pertama. Roh saya berkata: "Ini orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus, mereka ditempatkan di sini." Mereka sedang bernyanyi, bertepuk tangan, ada yang berdiri, ada yang duduk dan ada yang meniup sangkakala.

"Di rumah Bapaku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu." Yohanes 14:2

#Dibawa ke Ruangan Selanjutnya#

Saya dibawa oleh malaikat-malaikat ke kamar selanjutnya atau kedua, sama dengan kamar yang pertama, hanya disini roh saya melihat orang-orang dengan wajah yang sama dan postur tubuh yang sama. Kemudian saya dibawa lagi ke kamar yang ketiga, yang sama dengan kamar yang pertama. Dan roh saya berkata: "Ini orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus, ditempatkan di sini." Lalu roh saya dibawa ke kamar yang keempat yaitu kamar yang terakhir, pada saat ini saya hanya sendiri, tidak disertai oleh malaikat-malaikat tadi. Kamar itu kosong, lalu roh saya berkata: "Ini penghakiman terakhir, saya masuk sorga atau neraka."

"Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Eloim sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Eloim? Dan jika orang benar hampir-hampir tidak diselamatkan, apakah yang akan terjadi dengan orang fasik dan orang berdosa?" 1 Petrus 4:17-18

#Bertemu dengan Tuhan Yesus#

Kemudian roh saya berjalan tiga sampai empat langkah, di depan saya ada sinar atau cahaya yang sangat terang seperti matahari, maka roh saya tidak dapat menatap. Saya menutup mata dan terdengar suara: "Berlutut!" Seketika itu roh saya berlutut, terlihat sebuah kitab terbuka dan dari dalamnya keluar tulisan yang masuk ke mata saya yang masih tertutup, tulisan timbul dan hilang terus menerus, roh saya berkata: "Tuhan...! ini perbuatan saya minggu lalu, bulan lalu, tahun lalu. Saya melakukan yang jahat dan saya tidak pernah mengaku dosa pribadi, sehingga Engkau mencatatnya di sini."

"Tuhan...! Saya ingin seperti saudara-saudara di kamar pertama, yang selalu memuji dan memuliakan Engkau. Tuhan...! Saya tahu Engkau mati di atas kayu salib untuk menebus dosa saya, saya rindu seperti saudara-saudara yang berada di kamar pertama, kedua dan ketiga yang selalu memuji-muji Engkau."

Sesudah itu tulisan yang keluar dari kitab itu hilang, buku manjadi bersih tanpa tulisan, kemudian buku itu hilang dan sinar yang terang itupun hilang dan ada suara berkata: "Pulang! Belum saatnya untuk melayani Aku."

Saya melihat-lihat dari mana arah suara itu datang, saya melihat ada seorang di samping kanan. Orang tersebut badan-Nya seperti manusia, rambut hingga ke lehernya bersinar terang. Jubah-Nya putih hingga menutupi kedua tangan-Nya dan bawah jubah-Nya menutupi kaki-Nya. Ia menunggangi seekor kuda putih dengan tali les yang putih. Lalu roh saya berkata: "Ini Tuhan Yesus, Dia seperti saya, Dia Eloim yang hidup."

"Lalu aku melihat sorga terbuka; sesungguhnya, ada seekor kuda putih dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar" Ia menghakimi dan berperang dengan adil." Wahyu 19:11

Kemudian Tuhan Yesus tidak nampak lagi dan seketika itu roh saya dibawa pulang ke dalam tubuh saya. Saat itu juga ada nafas, ada pikiran dan saya berpikir, tadi saya bersama dengan Tuhan Yesus. Setelah itu saya mencoba beberapa kali untuk bangun dan mengangkat kepala, tetapi tidak bisa, terasa sakit sekali, saya baru sadar bahwa leher saya telah dipotong dan hampir putus, kemudian saya dibuang ke semak-semak dengan ditutupi daun pisang. Saya merasa haus, lalu menggerakkan tangan mengambil darah tiga tetes dan menjilatnya, lalu badan saya mulai bergerak.

Saya berdoa: "Tuhan, lewat peristiwa ini saya telah bertemu dengan Engkau, dan Engkau memberikan nafas dan kekuatan yang baru sehingga aku hidup kembali, tapi Tuhan, Engkau gerakkan orang supaya ada yang membawa saya ke rumah sakit."

Tuhan menjawab doa saya, malam itu ada orang yang mendekati saya dengan memakai lampu senter, lalu bertanya: "Kamu dari mana?" Saya tidak bisa menjawab, karena saya tidak dapat berbicara lewat mulut, tidak ada suara yang keluar, hanya hembusan nafas yang melalui luka-luka menganga pada leher. Kemudian orang tersebut memanggil polisi.

Puji Tuhan! Dikira sudah meninggal tetapi masih hidup. Mereka mengira saya sudah meninggal, mereka mengangkat dan membawa saya ke jalan raya. Kemudian polisi mencari identitas atau KTP saya, ternyata tidak ditemukan. Tanpa identitas, mereka bermaksud membawa saya ke sebuah rumah sakit lain, tetapi saya ingat kembali akan suara Tuhan dan takhta-Nya di sorga, ternyata ada kekuatan baru dari Tuhan Yesus yang memampukan saya dapat berbicara.
Tiba-tiba saya berkata: "Nama saya Dominggus, umur saya 20 tahun, semester III, tinggal di asrama Doulos, saya berasal dari Timor."

Orang-orang yang sedang melihat dan mendengar saya, berkata: "Wah, dia dipotong dari jam berapa? Sekarang sudah jam 02.30 pagi, tapi dia masih hidup."

#Perjalanan ke Rumah Sakit UKI#

Kemudian mereka memasukkan saya ke dalam mobil dan meletakkan saya di bawah. Saya tetap mengingat peristiwa ketika Tuhan Yesus dianiaya. Sementara mobil meluncur dengan kecepatan tinggi, saat melewati jalan berlubang atau tidak rata mobilpun berguncang dan saya merasa sangat sakit sekali pada luka di leher. Saya katakan kepada Tuhan: "Tuhan, apakah saya dapat bertahan di dalam mobil ini? Tuhan ketika Engkau di atas kayu salib, Engkau meminum cuka dan empedu, tetapi saya menjilat darah saya sendiri karena tidak ada orang yang menjagai saya."

Saya membuka mata, ternyata memang tidak ada seorangpun yang menjagai saya, hanya seorang supir. Tetapi saya melihat beberapa malaikat berjubah puith menjaga dan mengelilingi saya. Saya katakan: "Tuhan ini malaikat-malaikat pelindung saya, mereka setia menjagai." Saya harus berdoa agar tetap kuat.

#Perawatan di Rumah Sakit#

Setiba di rumah sakit, suara saya dapat normal kembali. Saya dapat berbicara dan bertanya kepada perawat: "Bapak saya mana?" perawat RS bertanya kepada saya: "Bapakmu siapa?" Saya jawab: "Bapak Ruyandi Hutasoit." Ketika Bpk. Ruyandi menemui saya, ia berkata: "Dominggus.. leher kamu putus!" Jawab saya: "Bapak doakan saya, sebab saya tidak akan mati, saya telah bertemu dengan Tuhan Yesus." Lalu Bpk. Ruyandi mendoakan dan menumpangkan tangan atas saya.

Setelah itu saya mendapat perawatan, seorang dokter ahli saraf hanya menjahit kulit leher saya, karena luka bacokan sudah menembus sampai ke tulang belakang leher, sehingga cairan otak mengalir keluar, saluran nafas dan banyak saraf yang putus. Kemudian saya dirawat tiga hari di ruangan ICU dan selama perawatan saya tidak diberikan transfusi darah pendapat dokter pada saat itu adalah bahwa saya akan mati dan saya tidak diharapkan hidup, mengingat cairan otak yang telah keluar dan infeksi yang terjadi pada otak, yang semua itu akan menimbulkan cacat seumur hidup.

#Mukjizat Kesembuhan Terjadi#

Tanggal 19 Desember 1999 dengan panas badan 40°C dan seluruh wajah yang bengkak karena infeksi, saya dipindahkan keluar dari ruang ICU, dikarenakan ada pasien lain yang sangat memerlukan dan masih mempunyai harapan hidup yang lebih besar daripada saya.

Pada malam hari, roh saya kembali keluar untuk kedua kali dari tubuh saya, roh saya melihat suasana kamar dimana saya dirawat dan kemudian roh saya berjalan sejauh kurang lebih dua atau tiga kilometer dalam suasana terang di sekeliling saya. Tiba-tiba ada suara terdengar oleh saya: "Pulang..pulang. ..!"

Seketika itu juga, roh saya kembali ke dalam tubuh saya, suhu tubuh menjadi normal dan tidak ada lagi infeksi. Kemudian terdengar bunyi seperti orang menekukkan jari-jari pada leher saya, lalu otot, tulang, saluran nafas dan saraf-saraf tersambung dalam sekejab mata, saya merasa tidak sakit dan dapat menggerakkan leher. Sesudah itu saya diberi minum dan makan bubur.

Saya sudah hidup kembali, dengan kesehatan yang sangat baik. Puji Tuhan!
Keluar dari Rumah Sakit dalam Keadaan Sembuh Total

Saya berada di rumah sakit sejak tanggal 16 Desember 1999 dini hari dan keluar dari rumah sakit pada tanggal 29 Desember 1999, dengan berat badan normal dibanding dua minggu yang lalu karena banyak darah dan cairan yang telah keluar. Saya telah sembuh sempurna, tanpa cacat, tanpa perawatan jalan, saya hidup kembali dengan normal.

"Terima kasih Tuhan Yesus, Engkau sungguh Eloim yang hidup dan ajaib, terpujilah nama-Mu kekal sampai selamanya, amin!"

By Dominggus K