7:18:00 AM
Peak
Bacaan Setahun : Yohanes 1-4
Nats : ... enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, dan pada hari yang ketujuh Ia berhenti bekerja untuk beristirahat (Keluaran 31:17)
Bacaan : Keluaran 31:12-17
Ada banyak cara orang beristirahat. Ada yang menikmatinya dengan berolahraga atau berjalan-jalan bersama sahabat. Ada yang berekreasi dengan bermain video game atau menikmati makanan enak. Ada juga yang menikmatinya dengan tidur atau sekadar bermalas-malasan di rumah. Saya sendiri menikmati istirahat dengan pergi ke tempat wisata alam.
Apa pun caranya, istirahat adalah bagian yang tak terpisahkan dari hidup kita. Namun, ada sebagian orang yang melihat istirahat sebagai sesuatu yang tidak produktif. Memang pada zaman ini, semua orang dituntut untuk bersaing dan berusaha menjadi yang paling unggul. Seorang pegawai terpaksa bekerja lembur setiap hari supaya tidak dicap sebagai pegawai yang kalah rajin dibandingkan yang lain. Seorang anak dipaksa memenuhi waktu kosongnya dengan berbagai macam kursus, supaya ia lebih unggul daripada anak-anak yang lain.
Akan tetapi, mari kita mengingat bagaimana secara khusus Tuhan menciptakan hari Sabat. Apabila mengikuti pola-Nya ketika menciptakan dunia, sesungguhnya Tuhan sedang mengajar kita untuk bekerja selama enam hari, kemudian beristirahat di hari yang ketujuh. Melaluinya, Tuhan hendak menunjukkan bahwa istirahat bukanlah sesuatu yang tidak produktif. Sebaliknya, inilah kunci keseimbangan hidup istirahat justru sangat penting untuk menyegarkan kita secara fisik dan rohani.
Maka, ketika kita lelah, jangan ragu untuk beristirahat. Secara teratur, selalu sediakan waktu untuk beristirahat. Setelah istirahat itu dijalani, kita akan dikuatkan dan disegarkan untuk kembali melanjutkan tugas dengan lebih baik --ALS
BERISTIRAHATLAH SETELAH BERKARYA
AGAR KITA PUNYA KEKUATAN UNTUK MENGERJAKAN KARYA BERIKUTNYA
Sabda.org
8:03:00 AM
Peak
Satu kesaksian menarik kami sajikan kepada pembaca tentang BAGAIMANA MENYIKAPI KRISIS EKONOMI seperti yang dialami oleh mantan orang terkaya Rusia, GERMAN STERLIGOV yang dikisahkan dalam harian JAWA POS ,Selasa,6 Januari 2009.
Benarlah apa yang tertulis dalam Alkitab :
-Lebih baik sedikit barang dengan disertai takut akan TUHAN dari pada banyak harta dengan disertai kecemasan. (Amsal 15: 16.)
-Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan,sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaan itu. (Lukas 12: 15.)
Selamat membaca semoga menjadi berkat dalam menghadapi masa yang sukar ini.
Gelimang harta dan nama besar tak mampu mengantarkan German Sterligov menjangkau kebahagiaan. Pria 42 tahun yang pernah menjadi salah satu orang superkaya di Rusia itu kini malah hidup di pinggir hutan bersama keluarganya.
“Saya sekarang jauh dari krisis financial global seperti melanda para superkaya lain,” ujar Sterligov pada Daily Mail. Dia mengaku tak sepeser pun uangnya raib ditelan bumi.
Mantan penantang Vladimir Putin untuk berebut Kremlin I itu lantas bercerita tentang kabar temannya yang teler akibat diterpa krisis. Salah satunya bos klub sepak bola Inggris Chelsea, Roman Abramovich, yang dikabarkan rugi besar GBP 3 miliar. Kolega miliarder Rusia lain, Oleg Deripaska diperkirakan rugi sekitar GBP 10 miliar. Sementara itu orang kaya lain , Alisher usmanov, salah seorang petinggi klub sepak bola Inggris, Arsenal disebut-sebut kehilangan duit sebesar GBP 7,6 miliar.
Sterligov tak pusing akibat krisis berkat keputusan ekstrim yang diambilnya empat tahun lalu, yang sempat membuat dia dituding gila oleh teman-temannya. Kala itu, Sterligov dan isterinya, Alyona Sterligova, 41, menjual mansion tingkat empat dengan 20 kamar di Rublyovka, Moskow. Dia juga melego sebuah penthaouse mewah yang menghadap langsung ke patung Liberty di New York, berikut dua kantor di London dan pustnya di Moskow. Juga, melelang semua properti kekayaan, saham-saham dan surat berharga lainnya.
7:51:00 AM
Peak
Bacaan Setahun : Lukas 19-21
Nats : Maka bersiaplah Yonatan, anak Saul, lalu pergi kepada Daud di Koresa. Ia menguatkan kepercayaan Daud kepada Allah (1 Samuel 23:16)
Bacaan : 1 Samuel 23:14-18
Saya punya sebelas sahabat kecil dari Lembah Baliem, Wamena, di Pegunungan Tengah Papua. Awalnya, seorang guru di sana meminta saya dan beberapa teman menjadi sahabat pena murid-muridnya. Persahabatan lewat surat ini dimaksudkan untuk menolong anak-anak agar suka menulis dan melatih mereka mengekspresikan pikirannya. Mereka bercerita tentang alam Wamena yang indah, guru, teman-teman, keluarga, pelajaran yang tidak disukai, juga cita-cita mereka. Hal yang paling membahagiakan buat saya adalah di setiap surat selalu ada tiga kalimat wajib; yaitu "I love you, Kak", "Saya akan selalu mendoakan Kakak", dan "Tuhan memberkati Kakak".
Persahabatan ini tidak hanya berarti bagi sebelas sahabat kecil saya, tetapi juga buat saya. Kasih mereka yang polos dan doa-doa mereka membuat saya mengucap syukur kepada Allah. Ini mengingatkan saya pada persahabatan Daud dan Yonatan. Yonatan mengasihi Daud seperti mengasihi dirinya sendiri. Saat Saul, ayahnya, berencana buruk kepada Daud, Yonatan tetap berbuat baik. Di Koresa, Daud dalam keadaan was-was karena nyawanya terancam. Akan tetapi Yonatan menemui Daud, menunjukkan kepada Daud bahwa Tuhan selalu menyertai, dan yang terpenting, menguatkan kepercayaan Daud kepada Allah.
Saya tak meminta sahabat-sahabat saya mendoakan saya, tetapi mereka melakukannya dengan tulus. Dan, saya merasakan kasih Allah yang luar biasa. Daud juga pasti mengucap syukur kepada Allah atas penguatan Yonatan, atas sahabat seperti dia. Anda pun dapat bersyukur atas kehadiran sahabat Anda, yang dalam susah maupun senang, menguatkan kepercayaan Anda kepada Allah --SL
SAHABAT SEJATI TIDAK MEMAKSA ANDA MEMERCAYAINYA
TETAPI IA MEMASTIKAN ANDA MEMERCAYAI ALLAH
Sabda.org
8:01:00 AM
Peak
Audrey Hebrun, seorang aktris layar lebar yang terkenal, pernah diminta untuk berbagi pengalaman hidupnya, dan inilah yang ditulisnya:
Untuk bibir yang menarik, berbicaralah tentang kata-kata yang ramah.
Untuk mata yang bagus, carilah hal-hal yang baik dalam diri manusia.
Untuk tubuh yang langsing, berbagilah makananmu dengan yang lapar.
Untuk rambut yang indah, biarlah seorang anak mengelus-elus rambutmu setiap hari, atau berjalanlah dengan tenang dengan pengetahuan bahwa anda tidak pernah jalan sendiri.
Manusia, lebih daripada apapun, butuh dipulihkan, diperbarui, disegarkan dan ditebus, karena itu janganlah pernah menolak sesamamu.
Ingatlah, bila anda membutuhkan tangan yang menolong, anda akan menemukannya di akhir kedua lenganmu. Bila anda menjadi dewasa, anda akan menemukan bahwa anda mempunyai dua tangan, yang satu untuk menolong dirimu, dan yang lain untuk menolong orang lain!
7:49:00 AM
Peak
Bacaan Setahun : Lukas 15-18
Nats : ... jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa ... (Keluaran 19:5)
Bacaan : Keluaran 19:1-6
Ada sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa janji adalah utang. Maksudnya, apabila seseorang sudah mengucapkan sebuah janji maka janji itu harus ditepati. Jika tidak, orang itu bisa dianggap "pengobral janji palsu".
Hari ini kita juga belajar tentang janji. Yakni janji antara Tuhan dan umat-Nya. Janji ini digagas oleh Allah dan bersifat mengikat antara Allah dengan umat Israel. Dalam janji ini Allah berinisiatif menjadikan bangsa Israel "harta kesayangan di antara segala bangsa" (ayat 5) dan "kerajaan imam dan bangsa yang kudus" (ayat 6). Tawaran semacam ini tentu sangat istimewa sebab Tuhan sendirilah yang berjanji. Janji yang disampaikan Allah sudah pasti mengandung "jaminan mutu"; tak perlu diragukan lagi.
Permasalahannya, apakah umat Israel mampu memenuhi syarat untuk hidup sebagai umat perjanjian? Syaratnya satu saja: "sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku" (ayat 5). Dengan kata lain, umat perjanjian ini mesti berikrar setia dengan segenap hati untuk hidup sebagai umat kepunyaan Allah, yang hanya bersandar pada sabda-Nya!
Kita adalah umat Allah. Kepada kita, Allah telah memberikan diri-Nya dan juga perjanjian kasih-Nya. Sebagai tanggapannya, bagaimanakah kualitas kesetiaan kita? Bagaimanakah sikap kita jika persoalan dan kesulitan hidup datang? Apakah kita menjadi kecewa dan marah kepada Allah, lalu lari meninggalkan-Nya? Setialah, setialah ... walaupun kadang kala hal itu terasa berat untuk dilakukan. Ingatlah, Allah kita yang setia selalu siap mendukung kita "di atas sayap rajawali"-Nya (ayat 4) --DKL
ALLAH KITA ADALAH PRIBADI YANG SETIA
KIRANYA HIDUP KITA JUGA MENUNJUKKAN SETIA KEPADA-NYA
Sabda.org
8:10:00 AM
Peak
Mungkin judul diatas, seperti sebuah pembanding yang Kontras dan Aneh. Tetapi itulah kenyataannya, dan apa yang saya akan share disini bukanlah mau menggurui, dsb.
Saya hanyalah sesorang yang merasa 'TERTEGUR' (secara pribadi) dengan apa yang sudah TUHAN ingatkan dalam diri saya.
NAIK PESAWAT?.
Yaa... bagi sebagian dari kita, itu adalah hal yang mungkin jarang atau tidak pernah sama sekali. Tetapi bagi sebagian dari kita, sudah sering kali naik pesawat, bahkan 'bekerja' di pesawat.
Seperti layaknya sebuah prosedur penerbangan, saat kita akan melakukan sebuah penerbangan, semua HANPHONE harus DIMATIKAN atau berada dalam OFLLINE/FLIGHT MODE. Karena dapat menggangu sistim navigasi pesawat. Hal itu berarti 'memutuskan' sementara terhadap semua hubungan dengan sinyal operator handphone kita masing-masing, dan menyalakannya kembali saat pesawat telah mendarat, dan berhenti dengan sempurna di bandara tujuan.
Tentu kita sudah paham akan hal ini, dan mengikuti prosedur ini, karena ingin 'nyawa' kita selamat selama penerbangan, dan tidak ingin juga mendapat masalah dengan awak pesawat karena menolak mematikan handphone.
Saya sekitar seminggu yang lalu, tepatnya hari Jumat siang, saya merasa TUHAN tegur langsung di dalam sebuah ibadah di salah satu kota saat saya sedang pelayanan disana. Biasanya saya hanya me-nonaktifkan nada dering saja, dan masuk dalam menu Vibrate, dan semua sms, telp masih dapat tetap masuk tanpa ada ringtonenya. Tetapi hari itu, saat ibadah baru dimulai, tiba-tiba seperti ada 'sesuatu' yg berbicara sangat tegas dalam batin saya. Secara umumnya seperti ini...
"Kamu, sangat menjaga dan aware dengan safety di dalam dunia penerbangan, dan mematuhi segala prosedurnya. Kamu sanggup mematikan handphone-mu selama penerbangan berlangsung demi menghormati dan menjaga sebuah prosedur keselamatan, dan menghindari masalah dengan awak pesawat karena menyalakan handphone. Masa dirimu tidak dapat mematikan handphonemu untuk AKU hanya dua sampai tiga jam saja?. Apakah AKU tidak lebih dari sebuah penerbangan dan awak pesawat sehingga kamu lebih mementingkan mematuhi mereka ketimbang menghormati KU?".
7:51:00 AM
Peak
Baca: Galatia 5:1-6:2
Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus (Galatia 6:2)
Pada saat bencana banjir di Brisbane Queensland akhir tahun 2010 lalu, Armin Gerlach—seorang teknisi kantor berita—berhasil mengabadikan sebuah momen langka. Yakni rekaman foto tentang persahabatan seekor katak hijau yang mendapat tumpangan di punggung seekor ular coklat yang berenang melintasi genangan air akibat banjir. Bukankah seekor ular biasanya melahap katak yang lemah sebagai mangsanya? Namun, ketika bencana menimpa, dua hewan itu mampu mengesampingkan segala perbedaan di antara keduanya hingga si kuat memberi diri menyelamatkan si lemah.
Sebagai makhluk yang lebih mulia, seharusnya manusia bisa bersikap lebih dari itu. Namun kenyataannya, banyak orang hidup dengan memuaskan nafsu dagingnya sampai saling menggigit, menelan, dan membinasakan (ayat 15). Oleh sebab itu, Paulus mengingatkan bahwa kita telah dimerdekakan dari perbudakan dosa oleh penebusan Kristus (5:1). Maka, jangan sampai kita berbalik lagi ke dalam kehidupan lama (ayat 16-21). Setiap orang beriman harus menghidupi hakikat hidup barunya, yaitu hidup oleh Roh dan dipimpin oleh Roh (ayat 25) agar menghasilkan buah Roh (ayat 22-23). Bagaimana hidup oleh Roh itu diwujudkan dalam relasi antar orang beriman, agar hidup ini menghasilkan buah Roh yang memberkati sesama dan memuliakan Tuhan?
Ingat dan terapkan firman ini sebagai petunjuk praktis hidup sehari-hari: Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus” (Galatia 6:2). Sebagai orang yang sudah dibebaskan Kristus dari dosa, kiranya hidup kita jauh dari sikap egois, penuh dengki, saling menggigit dan menelan —SST
TUHAN MENYELAMATKAN KITA DENGAN KASIH YANG TIDAK EGOIS
MAKA BETAPA TAK TAHU MALUNYA KITA APABILA HIDUP EGOIS
Renungan Harian
8:13:00 AM
Peak
Di dalam kehidupan manusia pasti ada masalah yang akan dihadapi, namun yang menjadi permasalahannya adalah bagaimana sikap kita menghadapi masalah itu. Ada berbagai macam sikap orang ketika dia memiliki masalah : ada yang marah-marah, ada yang merajuk dan mengurung diri di kamar, ada yang menceritakan masalahnya pada orang lain, ada yang menutup dirinya pada semua orang dan ada orang langsung berdoa masuk kamar dan menceritakan masalahnya pada Tuhan.
Ada seorang ibu yang tegar dalam menghadapi masalah. Ibu ini adalah seorang yang takut akan Tuhan dan mengasihi Tuhan. Ibu ini juga adalah seorang yang ramah dan disukai oleh semua orang. Dia juga seorang yang rajin berdoa pada Tuhan. Keluarga ibu ini seringkali menghadapi masalah yang berat namun tidak pernah satu kalipun terlihat kesedihan di mukanya atau tercetus pernyataan bahwa Tuhan jahat. Dia selalu mengatakan bahwa Tuhan itu baik. Salah satu teladan yang patut dipelajari dari sang ibu adalah ketika dia menghadapi masalah, dia jarang tergesa-gesa/ kuatir, akan tetapi ketika dia menghadapi masalah pertamakali yang dia lakukan adalah berlutut dan berdoa mohon Tuhan mengasihi dia dan keluarganya.
Dalam perjanjian Lama, ada satu ayat dalam Mazmur 46:11 "Diamlah dan ketahuilah bahwa Akulah Allah..." Diam disini artinya adalah kita berdiam diri ketika kita menghadapi masalah, kita tidak usah gegabah dan langsung berlutut mencari Tuhan. Menangislah di hadapan Tuhan dan Tuhan akan memulihkan dan menyelesaikan masalah kita.
Saat ini apa masalah kita? Pekerjaankah? Kesehatankah? Pelayanankah? Atau apapun juga masalah kita, belajarlah seperti Yesaya " diamlah ", tenanglah dan kenallah Allah. Ketahuilah bahwa Allah akan menyelesaikan masalah kita dan memberikan jalan keluar tepat waktu dan rencana Tuhan.
Kiranya artikel ini memberikan kekuatan baru kepada kita untuk menjalani masalah dengan penuh ketenangan dan hubungan yang dekat dengan Tuhan. Tuhan memberkati setiap kita yang membaca. Amin.
Sony Chow
7:52:00 AM
Peak
Bacaan Setahun : Markus 14-16
Nats : Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu (Matius 5:44)
Bacaan : Matius 5:38-48
Pada 4 Agustus 1987, Carlina White yang baru berusia 19 hari diculik seorang wanita yang menyamar sebagai perawat di Harlem Hospital, New York. Saat masih kecil, ia kerap dipukul. Maka, saat remaja, White curiga apakah benar Pettway ialah ibu kandungnya. Terutama saat "sang ibu" menolak memberikan akta kelahirannya, saat ia hendak mengurus SIM. Kini, misteri itu terkuak dan si penculik sedang menjalani pemeriksaan FBI.
Ketika Joy White ibu kandung Carlina dipertemukan dengan anaknya pada 2010, ia berkata: "Saya ingin Pettway menderita seperti yang saya alami selama 23 tahun ini." Namun, sungguhkah Joy White bisa puas dan bahagia ketika si penculik dihukum seberat-beratnya? Ia memang telah menderita selama 23 tahun, tetapi bukankah seharusnya seluruh penderitaan itu sirna dan diganti dengan kebahagiaan serta syukur melimpah karena Tuhan mengembalikan anaknya? Begitulah kebanyakan manusia mengukur keadilan, yakni dengan hukum "mata ganti mata, gigi ganti gigi" (ayat 38). Bahkan dendam bisa menutupi kebaikan dan kasih Allah yang masih berlaku baginya.
Namun, seseorang yang telah mengalami anugerah Tuhan akan dimampukan untuk melihat bagaimana tangan Allah berkarya baginya. Dengan begitu, ia tidak membalas kejahatan dengan kejahatan juga, tetapi mengasihi musuh dan berdoa baginya (ayat 39, 44). Ini tidak gampang. Kekuatan manusiawi saja tak sanggup melakukannya. Itu sebabnya kita perlu kekuatan surgawi, yakni jamahan kasih Allah, supaya kita dapat menunjukkan sikap sebagai anak-anak Bapa (ayat 45): tidak mendendam dan tidak membalas segala hal tidak baik hanya untuk memuaskan hati --SST
DENDAM ITU TAK BERGUNA DAN TAK MENYELESAIKAN MASALAH
HANYA KASIH YANG MELEGAKAN DAN MEMUASKAN JIWA YANG RESAH
Sabda.org
8:06:00 AM
Peak
Terima Kasih untuk semua anugerah-Mu
dalam kehidupanku
Terima kasih untuk kasih-Mu yang tanpa batas bagiku,
keluargaku dan orang orang di sekitarku.
Terima Kasih menjadikan aku sebagai
alasan Engkau memberkati
lingkunganku,
pekerjaanku dan komunitasku.
Tahirkan lidah, mulut dan bibirku
sehingga hanya kata kata berkat dan Firman-Mu saja yang bisa aku katakan
Tahirkan mataku sehingga hanya hal hal yang daripadaMu saja yang aku lihat,
untuk pertumbuhan imanku
Tahirkan telingaku sehingga hanya kebenaranMu yang
aku dengar dan perdengarkan
Berkatilah aku, pasangan hidupku,
anak-anakku, semua keluargaku,
rumahku, pekerjaanku serta
teman2ku. Jadikanlah kami perpanjangan hati
dan tanganMU.
Terima Kasih Bapa untuk semuanya
Dalam nama TUHAN YESUS aku
berdoa.
AMIN....
Kirimkan ke 10 orang pilihanmu, jangan sampe putus ditanganmu.
GBU
PS: karena anda telah berdoa dan mengajak orang2 berdoa
7:54:00 AM
Peak
Bacaan Setahun : Markus 11-13
Nats : Akulah pintu; siapa saja yang masuk melalui Aku, ia akan diselamatkan dan ia akan masuk dan keluar serta menemukan padang rumput (Yohanes 10:9)
Bacaan : Yohanes 10:1-10
Salah satu sebutan Yesus yang saya dapati sangat menarik adalah "pintu". Yesus sendiri yang membuat sebutan itu, seperti diuraikan bacaan hari ini. Seperti pintu kandang bagi domba-domba, demikianlah Yesus menjadi sumber keselamatan dan kehidupan bagi umat-Nya. Perumpamaan yang sangat indah.
Kita mengetahui bahwa domba-domba aman setelah mereka masuk kandang melalui pintu. Kita juga mengetahui, domba-domba bisa makan setelah mereka keluar kandang melalui pintu. Sebagai "Pintu", Yesus menjadi jalan masuk kita, domba-domba-Nya, menuju keselamatan. Melalui Dia kita aman. Melalui Dia pula, kita "makan" dan hidup.
Akan tetapi, hal lain yang saya dapati menarik adalah fakta bahwa banyak orang tertegun atau ragu tatkala berada di depan "Pintu" itu. Bukannya mencoba lewat untuk mengalami keselamatan dan kehidupan, mereka malah mempersoalkan banyak hal tentang "Pintu" tersebut. Ada yang tidak suka tampilan-Nya: tidakkah Dia terlalu sederhana anak tukang kayu untuk menjadi Penyelamat manusia? Ada yang membandingkannya dengan "pintu-pintu" lain: Bukankah Dia cuma satu dari sekian banyak tokoh agama? Ada juga yang menuntut penjelasan: bagaimana "Pintu" yang satu ini bisa menuntun kepada keselamatan dan kehidupan kekal?
Sebagai umat sang "Pintu", kita wajib menanggapi semua pertanyaan itu sebaik-baiknya. Namun, janganlah kita terpancing untuk terpaku dalam usaha memberi penjelasan logis. Kadang-kadang cara manjur untuk meyakinkan orang yang ragu di depan "Pintu" itu adalah cara Filipus: "Mari dan lihatlah" (Yohanes 1:46-49) --SAT
UMAT KRISTUS HARUS MENJADI SAKSI TEPERCAYA
TENTANG KEHIDUPAN DI BALIK PINTU KESELAMATAN
Sabda.org