Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

22 September 2011

3 x 8 = 23

Bukannya dimana-mana 3 x8 =24 ya..... Ho, ho, ho, jangan keburu protes dulu.

Disimak dulu. Nih, ane mau sharing cerita yang oke banget buat jadi bahan renungan....

Selamat Membaca…

Yan Hui adalah murid kesayangan Confucius yang suka belajar, sifatnya baik. Pada suatu hari ketika Yan Hui sedang bertugas, dia melihat satu toko kain sedang dikerumuni banyak orang. Dia mendekat dan mendapati pembeli dan penjual kain sedang berdebat.

Pembeli berteriak: “3 × 8 = 23, kenapa kamu bilang 24?”

Yan Hui mendekati pembeli kain dan berkata: “Sobat, 3 × 8 = 24, tidak usah diperdebatkan lagi.”

Pembeli kain tidak senang lalu menunjuk hidung Yan Hui dan berkata: “Siapa minta pendapatmu? Kalaupun mau minta pendapat mesti minta ke Confusus. Benar atau salah Confusius yang berhak mengatakan.”

Yan Hui: “Baik, jika Confucius bilang kamu salah, bagaimana?”

Pembeli kain: “Kalau Confucius bilang saya salah, kepalaku aku potong untukmu.
Kalau kamu yang salah, bagaimana?”

Yan Hui: “Kalau saya yang salah, jabatanku untukmu.”

Keduanya sepakat untuk bertaruh, lalu pergi mencari Confucius. Setelah Confucius tahu duduk persoalannya, Confucius berkata kepada Yan Hui sambil tertawa: “3×8 = 23. Yan Hui, kamu kalah. Berikan jabatanmu kepada dia.”

Selamanya Yan Hui tidak akan berdebat dengan gurunya. Ketika mendengar Confucius berkata dia salah, diturunkannya topinya lalu dia berikan kepada pembeli kain. Orang itu mengambil topi Yan Hui dan berlalu dengan puas.

Walaupun Yan Hui menerima penilaian Confucius tapi hatinya tidak sependapat. Dia merasa Confucius sudah tua dan pikun sehingga dia tidak mau lagi belajar darinya. Yan Hui minta cuti dengan alasan urusan keluarga. Confusius tahu isi hati Yan Hui dan memberi cuti padanya.

Sungai Yordan

Bacaan Setahun : Daniel 4-6
Nats : ... tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah (1 Petrus 3:4)

Bacaan : 2 Raja-raja 5:9-14

Jaringan televisi E! menayangkan reality show berjudul Bridalplasty, di mana 12 wanita calon pengantin memperebutkan hadiah utama berupa multiple plastic surgery (layanan bedah plastik) untuk hari pernikahan mereka. Bridalplasty ialah pengembangan dari acara make over (mendandani seseorang begitu rupa hingga menjadi sangat berbeda dari sebelumnya) yang sejak lama sangat populer; baik di majalah mingguan remaja, tabloid wanita, hingga program televisi. Peminat program ini ternyata tak pernah surut.

Dalam bacaan hari ini, Tuhan pun melakukan "make over" kepada Naaman yang penampilan fisiknya rusak karena kusta. Melalui perantaraan Nabi Elisa, Tuhan meminta Naaman mandi di Sungai Yordan untuk kesembuhannya. Lalu kenapa Naaman mulanya enggan untuk menjalankannya? Yordan adalah lembah yang paling rendah di dunia. Bahkan kata "Yordan" sendiri bermakna "turun ke bawah". Sungainya kotor dan sangat tidak diperhitungkan. Berkebalikan dengan para peserta make over yang biasanya dibawa ke salon para selebriti dan butik paling mewah; Naaman malah diminta Tuhan untuk "turun ke bawah".

Ketika Naaman taat dengan bersedia "turun ke bawah", maka ia menjadi manusia yang lebih baik. Setelah berendam di sungai Yordan, Naaman sembuh dari kustanya, karakternya pun berubah. Terhadap setiap pribadi, Tuhan juga rindu mengadakan "make over" kehidupan, sehingga membuat iman dan karakternya sangat berbeda dari yang dulu. Adakah program make over di dunia yang dapat melakukannya? Hanya Tuhan kita yang dapat. Bersediakah Anda merendahkan diri dan taat agar diubahkan oleh-Nya? --OLV

TUHAN DAPAT MENGUBAH DIRI KITA SAMA SEKALI
LUAR DALAM MENJADI LEBIH BAIK!

Sabda.org

21 September 2011

Brian Moore : “Renungan”

Cerita di bawah ini tentang Brian Moore yang berusia 17 tahun, ditulis olehnya sebagai tugas sekolah. Pokok bahasannya tentang sorga itu seperti apa. "Aku membuat mereka terperangah, " kata Brian kepada ayahnya, Bruce.

"Cerita itu bikin heboh. Tulisan itu seperti sebuah bom saja. Itulah yang terbaik yang pernah aku tulis." Dan itu juga merupakan tulisannya yang terakhir.  Orangtua Brian telah melupakan esai yang ditulis Brian ini sampai seorang saudara sepupu menemukannya ketika ia membersihkan kotak loker milik remaja itu di SMA Teays Valley, Pickaway County , Ohio .

Brian baru saja meninggal beberapa jam yang lalu, namun orangtuanya mati-matian mencari setiap barang peninggalan Brian: surat-surat dari teman-teman sekolah dan gurunya, dan PR-nya. Hanya dua bulan sebelumnya, ia telah menulis sebuah esai tentang pertemuannya dengan Tuhan Yesus di suatu ruang arsip yang penuh kartu-kartu yang isinya memerinci setiap saat dalam kehidupan remaja itu. Tetapi baru setelah kematian Brian, Bruce dan Beth, mengetahui bahwa anaknya telah menerangkan pandangannya tentang sorga.

Tulisan itu menimbulkan suatu dampak besar sehingga orang-orang ingin membagikannya. "Anda merasa seperti ada di sana," kata pak Bruce Moore. Brian meninggal pada tanggal 27 Mei, 1997, satu hari setelah Hari Pahlawan Amerika Serikat. Ia sedang mengendarai mobilnya pulang ke rumah dari rumah seorang teman ketika mobil itu keluar jalur Jalan Bulen Pierce di Pickaway County dan menabrak suatu tiang. Ia keluar dari mobilnya yang ringsek tanpa cedera namun ia menginjak kabel listrik bawah tanah dan kesetrum.

Keluarga Moore membingkai satu salinan esai yang ditulis Brian dan menggantungkannya pada dinding di ruang keluarga mereka. "Aku pikir Tuhan telah memakai Brian untuk menjelaskan suatu hal. Aku kira kita harus menemukan makna dari tulisan itu dan memetik manfaat darinya," kata Nyonya Beth Moore tentang esai itu.

Nyonya Moore dan suaminya ingin membagikan penglihatan anak mereka tentang kehidupan setelah kematian. "Aku bahagia karena Brian. Aku tahu dia telah ada di sorga. Aku tahu aku akan bertemu lagi dengannya."

Inilah esai Brian yang berjudul "Ruangan".

Gegabah

Bacaan Setahun : Daniel 1-3
Nats : Lalu kata Yonatan: "Ayahku mencelakakan negeri; coba lihat, bagaimana terangnya mataku, setelah aku merasai sedikit dari madu ini" (1 Samuel 14:29)

Bacaan : 1 Samuel 14:24-35

Pada tahun 1930-an, untuk mengatasi wabah kumbang perusak tanaman tebu di Australia, pemerintah setempat dengan gegabah mengimpor sejenis katak khas Amerika Latin tanpa memikirkan dampak lingkungannya. Keputusan ini ternyata bukan hanya gagal menyelesaikan masalah yang dihadapi, malah kemudian menjadi masalah besar bagi Australia hingga saat ini. Sebab, katak-katak ini berkembang biak tanpa bisa dikontrol dan mengganggu keseimbangan ekosistem di sana.

Keputusan yang gegabah cenderung menimbulkan masalah yang tidak perlu. Hal serupa juga pernah terjadi pada bangsa Israel dalam masa pemerintahan Raja Saul, seperti yang tercatat dalam perikop Alkitab kita hari ini. Saat itu bangsa Israel sedang berperang melawan orang Filistin. Dalam keadaan terdesak, Saul memaksa semua orang berpuasa (ayat 24). Ini tentu keputusan yang ganjil, sebab bagaimana bangsa itu bisa berperang dengan tangguh jika mereka lapar dan haus (ayat 29-30)? Selanjutnya, meski Tuhan memberi kemenangan, akibat rasa lapar yang diderita orang Israel karena titah Saul, mereka merayakan kemenangan dengan cara yang tidak pantas (ayat 32). Tindakan gegabah ini akhirnya menjadi salah satu catatan buruk dalam sejarah pemerintahan Raja Saul.

Setiap kali kita hendak berkata-kata, bertindak, apalagi mengambil keputusan, ambillah waktu untuk memikirkan dan mempertimbangkan dengan matang. Pikirkan tujuan dan akibat tindakan tersebut, dampaknya bagi diri kita sendiri, orang lain, masyarakat, khususnya bagi Tuhan. Dengan demikian, akan ada banyak masalah, kesulitan, dan tragedi yang bisa kita hindarkan --ALS

BERPIKIRLAH SEBELUM BERTINDAK
SEBAB GEGABAH HANYA MENDATANGKAN MUSIBAH

Sabda.org

20 September 2011

Hangatkan Hatinya

Bacaan Setahun : Yehezkiel 46-48
Nats : "Jadi janganlah takut, aku akan menanggung makanmu dan makan anak-anakmu juga." Demikianlah ia menghiburkan mereka dan menenangkan hati mereka dengan perkataannya (Kejadian 50:21)

Bacaan : Kejadian 50:15-21

Orang yang merasa bersalah, biasanya juga takut. Pernahkah Anda dikejar-kejar oleh dua perasaan yang saling terkait ini? Sebuah tindakan jahat di masa lalu bisa terus tersimpan di ingatan pelakunya, kecuali si pelaku sudah berhati batu. Jika hati Anda lembut, rasa bersalah itu akan terus menghantui dan membuat hidup tidak tenang. Itulah yang terjadi pada saudara-saudara Yusuf.

Mereka sangat menyadari kesalahan mereka di masa lalu. Maka, ketika Yakub meninggal, mereka kembali dihinggapi ketakutan, bahwa Yusuf akan membalas kejahatan mereka dan tidak lagi bersikap baik kepada mereka. Maka, setelah tujuh belas tahun hidup bersama di Mesir, mereka kembali memohon pengampunan Yusuf atas kesalahan mereka di masa lalu.

Bahkan mereka menyatakan bersedia menjadi budak Yusuf. Bagaimana sikap Yusuf? Yusuf menunjukkan bahwa sikapnya tetap sama; baik semasa Yakub masih hidup maupun setelah Yakub tiada. Yusuf memang tak lupa pada kejahatan mereka dulu. Namun, Yusuf telah menemukan makna peristiwa masa lalu itu; yakni agar ia dapat memelihara hidup suatu bangsa yang besar (ayat 20). Jadi, ia melegakan hati saudara-saudaranya dengan berkata: "Jangan takut". Sikap, kata, refleksi, dan tindakan Yusuf menenangkan dan menghibur hati mereka.

Bagi Anda yang dirundung ketakutan karena rasa bersalah, sungguh menenangkan hati jika Anda segera menuntaskannya. Bagi Anda yang berada di posisi seperti Yusuf, janganlah menunda untuk melegakan hati orang yang datang kepada Anda dengan rasa takut dan sesal. Segera hangatkan hatinya dengan pengampunan dan harapan baru --DKL

CINTA DAN PENGAMPUNAN YANG SEJATI
SANGGUP MENGHANGATKAN KEBEKUAN HATI

Sabda.org

Empat Skenario

Skenario 1
Andaikan kita sedang naik di dalam sebuah kereta ekonomi. Karena tidak mendapatkan tempat duduk, kita berdiri di dalam gerbong tersebut. Suasana cukup ramai meskipun masih ada tempat bagi kita untuk menggoyang-goyangkan kaki. Kita tidak menyadari handphone kita terjatuh. Ada orang yang melihatnya, memungutnya dan langsung mengembalikannya kepada kita.

"Pak, handphone bapak barusan jatuh nih”, kata orang tersebut seraya memberikan handphone milik kita.

Apa yang akan kita lakukan kepada orang tersebut? Mungkin kita akan mengucapkan terima kasih dan berlalu begitu saja.

Skenario 2
Sekarang kita beralih kepada skenario kedua. Handphone kita terjatuh dan ada orang yang melihatnya dan memungutnya. Orang itu tahu handphone itu milik kita tetapi tidak langsung memberikannya kepada kita. Hingga tiba saatnya kita akan turun dari kereta, kita baru menyadari handphone kita hilang. Sesaat sebelum kita turun dari kereta, orang itu ngembalikan handphone kita sambil berkata,

"Pak, handphone bapak barusan jatuh nih."

Apa yang akan kita lakukan kepada orang tersebut? Mungkin kita akan mengucapkan terima kasih juga kepada orang tersebut. Rasa terima kasih yang kita berikan akan lebih besar daripada rasa terima kasih yang kita berikan pada orang di skenario pertama (orang yang langsung memberikan handphone itu kepada kita). Setelah itu mungkin kita akan langsung turun dari kereta.

Skenario 3
Marilah kita beralih kepada skenario ketiga. Pada skenario ini, kita tidak sadar handphone kita terjatuh, hingga kita menyadari handphone kita tidak ada di kantong kita saat kita sudah turun dari kereta. Kita pun panik dan segera menelepon ke nomor handphone kita, berharap ada orang baik yang menemukan handphone kita dan bersedia mengembalikannya kepada kita. Orang yang sejak tadi menemukan handphone kita (namun tidak memberikannya
kepada kita) menjawab telepon kita.

"Halo, selamat siang, Pak.

Saya pemilik handphone yang ada pada bapak sekarang," kita mencoba bicara kepada orang yang sangat kita harapkan berbaik hati mengembalikan handphone
itu kembali kepada kita. Orang yang menemukan handphone kita berkata,

19 September 2011

Mengutamakan Keluarga

Nats : Kasihilah istrimu seperti dirimu sendiri dan istri hendaklah menghormati suaminya (Efesus 5:33)

Bacaan : Efesus 5:22-33

Chris Spielman adalah pemain bola kenamaan di Liga Nasional Amerika. Publik selalu menantikan penampilannya. Suatu hari, menjelang dimulainya musim kompetisi, datang berita bahwa istrinya mengidap kanker. Spielman memutuskan untuk berhenti bermain demi bisa merawat istrinya. Banyak pihak kecewa. Namun, kepada wartawan ia berkata: "Aku berjanji pada Stephanie untuk menemaninya selama berobat. Berada di sisinya waktu kesakitan, dan merawat keempat anak kami." Ketika menjalani kemoterapi, rambut istrinya rontok. Lalu Spielman mencukur habis rambutnya sebagai tanda solidaritas. Setahun kemudian istrinya meninggal. Spielman bersyukur, bisa mendampingi istrinya sampai maut memisahkan mereka berdua.

Betapa indah kesaksian hidup pasangan yang bisa menjalankan perannya dengan baik. Dalam Efesus 5 dijelaskan apa peran suami maupun istri. Suami diminta merawat istri "seperti merawat tubuhnya sendiri". Ini tidak mudah. Butuh pengorbanan. Bagi Spielman, merawat istri berarti mengorbankan kariernya; mengorbankan peluang untuk memperoleh lebih banyak uang dan popularitas. Begitu pula, seorang istri perlu "tunduk kepada suaminya seperti kepada Tuhan". Menundukkan diri butuh pengorbanan harga diri. Tunduk bukan berarti rela ditindas, melainkan belajar menghargai kepemimpinan suami.

Kapan suami istri bisa berkorban? Saat masing-masing mementingkan pasangannya lebih dari diri sendiri. Lebih dari yang lain. Relasi antara orangtua dan anak pun demikian. Saling berkorban hanya mungkin terjadi jika keluarga diutamakan. Diprioritaskan. Sudahkah Anda mengutamakan keluarga? --JTI

JIKA BANYAK HAL LAIN DIJADIKAN YANG UTAMA
ANDA TAK AKAN RELA BERKORBAN BAGI KELUARGA

Sabda.org

14 September 2011

Baru Jadi Sebagai Pengantin Baru Sudah Bertengkar

Lewat tengah malam, segerombolan perampok mulai beraksi. Setelah berkeliling desa, mereka mendapati sebuah rumah dengan pintu terbuka sedikit. Aha! Ini mangsa yang tak boleh dilewatkan.

Saat masuk, mereka melihat banyak sekali kado. Rupanya di rumah ini baru saja ada pesta. Tak mau berlama-lama, mereka pun mulai bekerja: kado-kado yang ada di ruang tamu langsung mereka angkut. Dari ruang makan, peralatan masak dan makan yang masih baru-baru habis mereka gotong.

Ketika masuk ke kamar, mereka tercengang. Terpampang jelas sepasang manusia sedang berbaring saling memunggungi. Tapi kok diam kayak patung, tidak bergerak sama sekali. Siapakah mereka? Apakah mereka pemilik rumah? Saat pandangan mereka berkeliling, terlihat baju pengantin. Mereka baru sadar, rupanya ini rumah pengantin baru. Karena berpacu dengan waktu, gerombolan itu pun beraksi tanpa memedulikan keduanya. Baju pengantin, kotak perhiasan, dan perkakas lain tandas disikat.

Kisah ini dimulai pagi tadi: sepasang kekasih menikah di depan penghulu. Pesta besar pun berlangsung, suasana begitu meriah. Tamu-tamu berdatangan, mereka makan, minum, menari, bergembira merayakan sukacita besar ini.

Malam pun tiba. Tetamu sudah pulang. Tinggallah kedua pengantin. Karena berpesta seharian, mereka kelelahan, memasuki kamar, lalu naik ke ranjang pengantin.

Belum apa-apa, terdengar derit pintu depan tertiup angin malam. Si suami ingat, pintu memang belum ditutup. Berkatalah ia, "Sayang, pintu depan belum dikunci. Turun dong sebentar, tutup pintunya ya."

Tetapi istrinya menjawab, "Kamu ini gimana sih, aku kan capek juga, kamu aja yang turun."

"Kamu ini istri apaan sih? Baru beberapa jam jadi istriku, sudah berani membantah. Brengsek! Emangnya kamu siapa, hah? Hayo, tutup pintunya!" balas si suami dengan suara tinggi.

09 September 2011

Apakah Engkau Siap Dipakai-NYA?

Ini ada sharing yang luar biasa dari salah satu sahabatku.. Semoga ini bisa jadi inspirasi yang lainnya ya.. :)

Ingat ga friend waktu kamu kecil. Ketika kamu masih ga berdaya dan apa yang kamu lakukan hanya bergantung dan bergantung sama orang tua kita? Apakah benar kita mengandalkan orang tua kita bukan?

Saya jadi teringat, kadang orang tua kita memberikan kita kesempatan untuk belajar ya?

Contohnya nih, ketika org tua kita tau kita ga bisa diatur, kita bersikeras memainkan sesuatu yg sebenarnya bisa sedikit membahayakan kita. Pernah dengar gak? Ada yang berkata gini, "Biarkan aja nanti pas dia jatuh, dia jadi tau sendiri, pasti kapok!" Ternyata ada benarnya juga ya..

Hal ini terjadi dalam keluarga saya, dimana anak saya yang berumur 2 tahun dengan seringnya memainkan dispenser, dan seringkali lantai rumah kami banyak genangan karena ulahnya. Untuk  Air panas bisa dilock, tetapi kami khawatir dengan akibat yang terjadi, bisa saja orang yang lewat kepeleset atau anak kami sendiri yang bisa terkena air panas ketika dia tidak sengaja membuka locknya.

Ada saat kami tidak mengunci lock air panas, dan seketika itu juga ketika anak saya memainkan dispenser tanpa pengawasan siapapun, air panas keluar dan itu mengenai tangan anak saya dan membuatnya menangis. Tetapi dengan kejadian ini, anak saya tidak pernah lagi menyentuh dispenser itu untuk dimainkan.

Pengalaman memberikan anak saya untuk belajar sesuatu dan menghindari yang membahayakan dirinya. Hal ini berlaku bagi kita yang lebih dewasa. Tuhan kita adalah "Bapa yang baik". Dia bahkan mengerti apa yang diinginkan hati kita bahkan yang terdalam. Bahkan ketika saya sedang berpikir, “Hmmm, saya ini pelayanan, pasti anak Tuhan donk? Tapi apakah saya berkenan bagi Tuhan?”

08 September 2011

Sifat kita beda SEDIKIT dengan Yesus

Sebenarnya sifat kita beda SEDIKIT dengan Yesus

Yesus SEDIKIT tidur Kita SEDIKIT-SEDIKIT tidur

Yesus SEDIKIT makan Kita SEDIKIT-SEDIKIT makan

Yesus SEDIKIT marah Kita SEDIKIT-SEDIKIT marah

Yesus SEDIKIT-SEDIKIT memberi & menolong Kita SEDIKIT memberi & menolong

Yesus SEDIKIT-SEDIKIT berkorban Kita SEDIKIT berkorban

Yesus SEDIKIT-SEDIKIT berdoa Kita SEDIKIT berdoa

Nah, bener kan kalo sifat kita beda SEDIKIT dengan Yesus?
v (^o^) v

07 September 2011

Keep Driving

A lady was driving along with her father.
They came upon a storm, and the young lady asked her father, What should I do?"

image001
He said "keep driving"..  Cars began to pull over to the side, the storm was getting worse. 

"What should I do." The young lady asked?

"Keep driving," her father replied.

On up a few feet, she noticed that eighteen wheelers were also pulling over.  She told her dad, "I must pull over, I can barely see ahead.  It is terrible, and everyone is pulling over!"

image002
Her father told her, "Don't give up, just keep driving!"
Now the storm was terrible, but she never stopped driving, and soon she could see a little more clearly. After a couple of miles she was again on dry land, and the sun came out.

image003
Her father said, "Now you can pull over and get out."

She said "But why now?" 

He said "When you get out, look back at all the people that gave up and are still in the storm, because you never gave up your storm is  now over. This is a testimony for anyone who is going through "hard times". Just because everyone else, even the strongest, gives up.

You don't have to...if you keep going, soon your storm will be over and the sun will shine upon your face again.

Feel free to pass it on to some people you know.
Tell them never give up, because GOD will never give up on them!

"I can do all things through Christ, who strengthens me!"