Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

05 September 2011

Bekerja Dengan Semangat

Liburan telah selesai, kita kembali bekerja mulai hari ini dengan semangat untuk sukses :

  1. WAKE UP (bangun)  Tdk peduli berapa kali qta gagal, tp jika qta lbh banyak bangun & memulai lagi, qta akan sukses.
  2. DRESS UP (berhias) Kecantikan dr dlm jauh lebih penting drpd sekedar hiasan luar yg sementara. Miliki mentalitas berkelimpahan, hasil dr suatu harga diri & rasa aman yg dalam. Ini akan menghasilkan kesediaan utk berbagi pernghormatan, keuntungan, dan tanggung jawab.
  3. SHUT UP (berhenti bicara) Berhentilah bicara ttg kesuksesan masa lalu, sdh saatnya fokus'kan diri utk kesuksesan masa depan.
  4. STAND UP (berdiri) Berdirilah teguh pd keyakinan awal bahwa qta pasti berhasil.
  5. REACH UP (Capailah) Capailah sesuatu yg lebih tinggi dr prestasi sebelumnya krn itu menandakan bahwa qta memang bertumbuh.
  6. LIFT UP (Naik'kan) Naik'kan semua impian qta dlm bentuk doa ucapan syukur seakan2 semua telah terjadi... hari ini qta bisa sama2 belajar menanamkan semangat yang akan membantu qta mencapai sukses...

Selamat beraktivitas dgn smangat yg luar biasa.... !!!

26 August 2011

Lilin Kecil

Ada sebuah kisah tentang lilin kecil yang dibawa oleh seorg pria menaiki tangga yang cukup tinggi, menuju sebuah menara. Di dalam perjalanan mereka menaiki tangga tersebut, sililin kecil bertanya Kepada pria yang membawanya, "Kita hendak kemana?"

"Kita akan naik lebih tinggi dan akan memberi petunjuk Kepada kapal-kapal besar di tengah lautan yang luas."

"Apa? Mana mungkin aku bisa memberi petunjuk Kepada kapal-kapal besar dengan cahayaku yang sangat kecil? Kapal-kapal besar itu tidak akan bisa melihat cahayaku," jawab lilin kecil lemah.

"Itu bukan urusanmu. Jika nyalamu memang kecil, biarlah. Yang harus engkau lakukan adalah tetap menyala dan urusan selanjutnya adalah tugasku," jawab pria itu.

Tidak lama sampailah mereka di puncak menara dimana terdapat lampu yang sangat besar dgn kaca pemantul yang tersedia di belakangnya. Pria itu menyalakan lampu besar dengan memakai nyala lemah si lilin kecil. Dalam sekejap, tempat itu memantulkan sinar yang terang benderang sehingga kapal-kapal yang ada di tengah laut melihat cahayanya.

Dengan keberadaan dan keterbatasan kita, memang kita tidak akan sanggup melakukan sesuatu yang berarti. Tetapi satu hal yang harus anda ingat, bahwa hidup anda seumpama LILIN KECIL yang ada DI TANGAN ALLAH YANG PERKASA. Segala kemampuan dan keahlian anda hanya akan tetap seperti nyala lilin kecil jika anda tidak menaruh hidup anda di dalam tangan Allah untuk IA pakai menjadi alat-Nya yang mulia.

Beda Antara Rasa Suka, Cinta & Sayang

Dihadapan orang yang kau cintai, musim dingin berubah menjadi musim semi yang indah.

Dihadapan orang yang kau sukai, musim dingin tetap saja musim dingin hanya suasananya lebih indah sedikit.

Dihadapan orang yang kau cintai, jantungmu tiba tiba berdebar lebih cepat.

Dihadapan orang yang kau sukai, kau hanya merasa senang dan gembira saja.

Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau cintai, matamu berkaca-kaca.

Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau sukai, engkau hanya tersenyum saja.

Dihadapan orang yang kau cintai, kata kata yang keluar berasal dari perasaan yang terdalam.

Dihadapan orang yang kau sukai, kata kata hanya keluar dari pikiran saja.

Jika orang yang kau cintai menangis, engkaupun akan ikut menangis disisinya.

Jika orang yang kau sukai menangis, engkau hanya menghibur saja.

Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga.

Jadi jika kau mau berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga.

Tapi apabila kau mencoba menutup matamu dari orang yang kau cintai, cinta itu berubah menjadi tetesan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.

"Tetapi selain rasa suka dan rasa cinta... ada perasaan yang lebih mendalam. Yaitu rasa sayang.... rasa yang tidak hilang secepat rasa cinta. Rasa yang tidak mudah berubah. Perasaan yang dapat membuat mu berkorban untuk orang yang kamu sayangi. Mau menderita demi kebahagiaan orang yang kamu sayangi. Cinta ingin memiliki. Tetapi Sayang hanya ingin melihat orang yang disayanginya bahagia.. walaupun harus kehilangan."

22 August 2011

Apakah Anda Tuhan?

Di suatu desa yang sepi di Brasil, pada suatu malam yang sedang dilanda hujan lebat, ada seorang ibu yang akan melahirkan. Tapi di sampingnya hanya ada seorang bocah berumur 5 tahun mendampinginya.

Dalam keadaan darurat, nyonya ini menelepon ke kantor polisi. Tapi oleh karena badai hujan itu telah mengakibatkan banjir dan longsor, mobil ambulance dan regu penolong sudah berangkat semuanya, hanya tinggal seorang polisi penjaga pos saja yang tersisa. Polisi itu pun terpaksa menelepon ke rumah ketua organisasi massa lokal, dan memohon bantuannya.

Ketua organisasi itu segera menyanggupi, dan mengantarkan sendiri ibu itu ke rumah sakit. Persalinan si ibu berjalan dengan lancar, ibu dan anak selamat. Saat itu baru terpikir oleh sang ketua bahwa di rumah si ibu yang bersalin itu masih ada seorang bocah kecil, yang harus segera dijemput.

Dia lalu memakai HP nya menelepon ke salah seorang anggotanya yang paling tidak punya kepedulian dan juga merupakan orang terakhir yang masih belum ada tugas keluar, mengharapkan bantuannya untuk menolong bocah yang masih terperangkap.

“Orang terakhir ini” keluar dari dalam selimut hangatnya, dengan bermalas-malasan ia mengemudikan mobil menuju ke rumah bocah itu, di sepanjang perjalanan sambil bersiul ia juga mengutuk cuaca yang buruk itu.

Setelah mengalami berbagai macam rintangan, akhirnya ia dapat menemukan rumah bocah itu, dia menggendong bocah itu masuk ke dalam mobil.

Setelah masuk ke dalam mobil, bocah itu terus memandangi ‘orang terakhir’ ini, mendadak si bocah membuka mulut, “Tuan, apakah kamu Tuhan?”

‘Orang terakhir’ ini kebingungan, ibarat seorang yang kehilangan kepalanya sendiri, sambil berpikir mungkin bocah ini mendapat gangguan syaraf setelah mengalami ketakutan tadi. Setelah memuntahkan permen karet dari mulutnya dia kemudian bertanya kembali dengan agak tergagap, “Adik kecil, mengapa kamu katakan saya adalah Tuhan?”

Bocah lelaki itu berkata, “Ketika ibu saya baru akan keluar rumah, dia berpesan agar saya berani tinggal di rumah sendirian. Dia juga bilang bahwa saat inihanyalah Tuhan yang bisa menolong kita.” Mendengar perkataan ini, muka orang ini segera memerah dari wajah hingga ke ujung kakinya. Dia merasa malu sekali, dengan sebelah tangannya ia meraba-raba kepala anak ini, dengan nada penuh kasih dia berkata pada si bocah, “Saya bukan Tuhan, saya adalah temanmu!”

Sama sekali tak pernah terpikir olehnya bahwa suatu hari kelak dia akan menjadi Tuhan di mata orang lain. Dia mendadak merasakan bahwa ekspresi polos dari wajah bocah itu telah menyulut lampu hati yang ada di dalam dirinya --- yaitu lampu menuju kebaikan

Tuhan bisa hadir dalam diri kita untuk menolong orang lain, siapa dan seperti apapun keadaan kita hari ini. Dan pada saat itu kita akan merasa bahagia dan merasa hidup kita lebih berarti. Karena itulah hakekat hidup yang sebenarnya: Bertolong – tolongan!

Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus - Galatia 6:2

21 August 2011

The Passion Of Jim Caviezel

clip_image002

Jim Caviezel adalah aktor Hollywood yang memerankan Tuhan Yesus dalam Film “The Passion Of Jesus Christ”. Ini Kesaksiannya,…

JIM CAVIEZEL adalah seorang aktor biasa dengan peran-peran kecil dalam film-film yang juga tidak besar. Peran terbaik yang pernah dimilikinya (sebelum The Passion) adalah sebuah film perang yang berjudul “The Thin Red Line”. Itupun hanya salah satu peran dari begitu banyak aktor besar yang berperan dalam film kolosal itu.

Dalam Thin Red Line, Jim berperan sebagai prajurit yang berkorban demi menolong teman-temannya yang terluka dan terkepung musuh, ia berlari memancing musuh kearah yang lain walaupun ia tahu ia akan mati, dan akhirnya musuhpun mengepung dan membunuhnya. Kharisma kebaikan, keramahan, dan rela berkorbannya ini menarik perhatian Mel Gibson, yang sedang mencari aktor yang tepat untuk memerankan konsep film yang sudah lama disimpannya, menunggu orang yang tepat untuk memerankannya.

clip_image002[6]“Saya terkejut suatu hari dikirimkan naskah sebagai peran utama dalam sebuah film besar. Belum pernah saya bermain dalam film besar apalagi sebagai peran utama. Tapi yang membuat saya lebih terkejut lagi adalah ketika tahu peran yang harus saya mainkan. Ayolah…, Dia ini Tuhan, siapa yang bisa mengetahui apa yang ada dalam pikiran Tuhan dan memerankannya? Mereka pasti bercanda.”

Besok paginya saya mendapat sebuah telepon, “Hallo ini, Mel”. Kata suara dari telpon tersebut. “Mel siapa?”, Tanya saya bingung. Saya tidak menyangka kalau itu Mel Gibson, salah satu actor dan sutradara Hollywood yang terbesar. Mel kemudian meminta kami bertemu, dan saya menyanggupinya.

Saat kami bertemu, Mel kemudian menjelaskan panjang lebar tentang film yang akan dibuatnya. Film tentang Tuhan Yesus yang berbeda dari film-film lain yang pernah dibuat tentang Dia. Mel juga menyatakan bahwa akan sangat sulit dalam memerankan film ini, salah satunya saya harus belajar bahasa dan dialek alamik, bahasa yang digunakan pada masa itu.

16 August 2011

Menari Ditengah Hujan

"PenyertaanMu sempurna, rancanganMu penuh damai, aman dan sejahtera walau ditengah badai”

Pagi itu klinik sangat sibuk. Sekitar jam 9:30 seorang pria berusia 70-an datang untuk membuka jahitan pada luka di ibu-jarinya. Aku menyiapkan berkasnya dan memintanya menunggu, sebab semua dokter masih sibuk, mungkin dia baru dapat ditangani setidaknya 1 jam lagi.

Sewaktu menunggu, pria tua itu nampak gelisah, sebentar-sebentar melirik kejam tangannya. Aku merasa kasihan. Jadi ketika sedang luang aku sempatkan untuk memeriksa lukanya, dan nampaknya cukup baik dan kering, tinggal membuka jahitan dan memasang perban baru. Pekerjaan yang tidak terlalu sulit, sehingga atas persetujuan dokter, aku putuskan untuk melakukannya sendiri.

Sambil menangani lukanya, aku bertanya apakah dia punya janji lain hingga tampak terburu-buru. Lelaki tua itu menjawab tidak, dia hendak ke rumah jompo untu makan siang bersama istrinya, seperti yang dilakukannya sehari-hari. Dia menceritakan bahwa istrinya sudah dirawat di sana sejak beberapa waktu dan istrinya mengidap penyakit Alzheimer.

Lalu kutanya apakah istrinya akan marah kalau dia datang terlambat. Dia menjawab bahwa istrinya sudah tidak lagi dapat mengenalinya sejak 5 tahun terakhir. Aku sangat terkejut dan berkata, “Dan Bapak masih pergi ke sana setiap hari walaupun istri Bapak tidak kenal lagi?”

Dia tersenyum ketika tangannya menepuk tanganku sambil berkata, “Dia memang tidak mengenali saya, tapi saya masih mengenali dia, kan?”

Aku terus menahan air mata sampai kakek itu pergi, tanganku masih tetap merinding. Cinta kasih seperti itulah yang aku mau dalam hidupku.

15 August 2011

Instructions

Jika tidak dapat melihat artikel ini, klik / kunjungi http://goo.gl/JBbML

12 August 2011

Pengalaman Masa Kecilku Bersama Ayah

Lalu mengamuklah taufan yg sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?" Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?" - Markus 4 : 37-40

Salahsatu hobby ayah adalah memancing ikan, ketika itu saya baru berumur 11 tahun dimana ayah mengajak saya berlayar menggunakan "JUKUNG" semacam perahu layar kecil yang dikanan kirinya dipasang sayap penyeimbang sehingga tidak mudah diombang ambingkan ombak. Ketika itu kami melintasi Teluk Semangka, terletak disepanjang pantai Selat Sunda dekat propinsi Lampung.

Tampak awan mulai gelap saat itu, mendung & pekat di atas langit, laut dengan ombak yang tadinya tenang dan bersahabat, tiba-tiba gelombang bergejolak marah dan mengamuk! Sebagai manusia biasa, saya melihat wajah ayah ketika itu mulai panik, berjuang keras untuk mengendalikan perahu dan segera menurunkan layar supaya tidak ditiup badai kesana-kemari.

Tapi hati saya tetap yakin akan kemampuan ayah yang begitu kokoh mampu mengendalikan perahu walau badai begitu dahsyat, sehingga membuat hati dan ketakutan saya menjadi reda.

Setelah dewasa, beberapa waktu yang lalu, dimana dokter menyatakan bahwa saya terkena serangan badai penyakit jantung koroner dan saya harus dioperasi, sebab kalau tidak, dikuatirkan akan mengalami serangan jantung mendadak alias STROKE yang akan mengakibatkan kefatalan tubuh yaitu kelumpuhan. Dalam menghadapi penyakit jantung koroner ini, saya teringat akan masa kecil saya, dimana badai laut Teluk Semangka yang dahsyat itu pernah menghantam perahu ayah, tetapi ayah begitu  gagah dan kokohnya sehingga mampu mengendalikan perahu layar tersebut sehingga kami bisa selamat sampai dipantai.

11 August 2011

Bunglon Super

Jika tidak bisa melihat video ini, silahkan kunjungi http://goo.gl/ZVjQG

10 August 2011

Bola Kaca & Bola Karet

Brian Dyson, mantan eksekutif Coca Cola, pernah menyampaikan pidato yang sangat menarik,

"Bayangkan hidup itu seperti pemain akrobat dgn lima bola di udara. Anda bisa menamai bola itu dengan sebutan : Pekerjaan, Keluarga, Kesehatan, Sahabat, dan Semangat

Anda semuanya harus menjaga semua bola itu tetap di udara dan jgn sampai ada yang terjatuh. Kalaupun situasi mengharuskan Anda melepaskan salah satu diantara lima bola tsb, lepaskanlah Pekerjaan karena pekerjaan adalah BOLA KARET.

Pada saat Anda menjatuhkannya, suatu saat ia akan melambung kembali, namun 4 bola lain seperti: Keluarga, Kesehatan, Sahabat dan Semangat adalah BOLA KACA. Jika Anda menjatuhkannya, akibatnya bisa sangat fatal!

Brian Dyson mencoba mengajak kita hidup secara seimbang. Pada kenyataannya, kita terlalu menjaga Pekerjaan adalah bola karet, bahkan kita mengorbankan Keluarga, Kesehatan, Sahabat dan Semangat demi menyelamatkan bola karet tsb. Demi uang atau pekerjaan, kita mengabaikan keluarga. Demi meraih sukses dalam pekerjaan, kita jadi workaholic dan tidak memperhatikan Kesehatan. Bahkan demi uang atau pekerjaan, kita rela menghancurkan hubungan dengan Sahabat yang telah kita bangun bertahun tahun lamanya. Bukan berarti pekerjaan tidak penting, jgn sampai pekerjaan atau uang menjadi BERHALA dalam hidup kita.

Ingatlah, kalaupun kita kehilangan uang masih bisa kita cari lagi, tapi jika Keluarga sudah terjual, kemana kita membelinya lagi? Lihat kisah Yusuf yang meski pernah dibuat miskin, habis-habisan, dan sengsara oleh kakak-kakaknya, tapi tetap tahu bahwa Keluarga lebih penting dari penderitaannya itu. Uang hilang masih bisa dicari, tapi apa kita bisa membeli Sahabat? Uang hilang masih bisa dicari, tapi apakah kita bisa memulihkan Kesehatan kita secara normal jika kita terkena penyakit kritis? Jagalah prioritas hidup Anda tetap seimbang.

09 August 2011

TITANIC

US003401

Nama Titanic tentunya sudah tidak asing lagi buat kita semua, bukan? Titanic adalah nama kapal penumpang  termewah dan terbesar di dunia waktu itu (1912) yang tenggelam pada pelayaran perdananya dari Inggris menuju Amerika. Pada tahun 1997, kisah tenggelamnya istana terapung ini dibuat film yang sangat menarik dengan bumbu percintaan dua anak manusia yang berlainan kasta sosial. Film Titanic ini ternyata sangat laris di pasaran sehingga  meraih pelbagai penghargaan yang membuktikannya sebagai film kelas tinggi yang patut mendapat perhatian masyarakat.

Data Titanic
Titanic adalah kapal terbesar yang pernah dibuat manusia pada waktu itu (1912). Panjangnya mencapai 270m dan berat 1 jangkarnya saja 15,5 ton. Pada bagian dasarnya, kapal ini mempunyai dua bagian pelapis untuk memberi perlindungan ganda. Pelbagai kemewahan ada di dalam kapal yang sebenarnya lebih tepat disebut sebagai istana atau hotel bintang lima terapung ini :

  • Lapangan tenis dan ruang fitnes mewah.
  • Kolam renang ukuran besar.
  • Ruang dansa ball room yang luas.
  • Restoran super mewah
  • Kasino tempat penumpang berjudi
  • Lift untuk membawa penumpang naik turun (kemewahan luar biasa waktu itu).

Para insinyur yang merancang Titanic juga telah memperhitungkan segala kemungkinan yang bisa terjadi. Mereka mendesain Titanic sedemikian rupa sehingga apabila misalnya terjadi sebuah tabrakan dahsyat, satu bagian kapal akan tetap bisa terapung di laut! Semuanya sudah diperhitungkan sampai detil sekecil-kecilnya. Oleh karena itu kapal ini diberi nama Titanic, berasal dari kata Titan, makhluk super dewa yang punya kekuatan supra natural dalam mythologi Yunani. Dengan penuh keyakinan para insinyur pembuat Titanic ini berkata, “Bahkan Tuhan tidak bisa menenggelamkan Titanic!”.