Jika tidak dapat melihat artikel ini, klik / kunjungi http://goo.gl/JBbML
Lalu mengamuklah taufan yg sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?" Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?" - Markus 4 : 37-40
Salahsatu hobby ayah adalah memancing ikan, ketika itu saya baru berumur 11 tahun dimana ayah mengajak saya berlayar menggunakan "JUKUNG" semacam perahu layar kecil yang dikanan kirinya dipasang sayap penyeimbang sehingga tidak mudah diombang ambingkan ombak. Ketika itu kami melintasi Teluk Semangka, terletak disepanjang pantai Selat Sunda dekat propinsi Lampung.
Tampak awan mulai gelap saat itu, mendung & pekat di atas langit, laut dengan ombak yang tadinya tenang dan bersahabat, tiba-tiba gelombang bergejolak marah dan mengamuk! Sebagai manusia biasa, saya melihat wajah ayah ketika itu mulai panik, berjuang keras untuk mengendalikan perahu dan segera menurunkan layar supaya tidak ditiup badai kesana-kemari.
Tapi hati saya tetap yakin akan kemampuan ayah yang begitu kokoh mampu mengendalikan perahu walau badai begitu dahsyat, sehingga membuat hati dan ketakutan saya menjadi reda.
Setelah dewasa, beberapa waktu yang lalu, dimana dokter menyatakan bahwa saya terkena serangan badai penyakit jantung koroner dan saya harus dioperasi, sebab kalau tidak, dikuatirkan akan mengalami serangan jantung mendadak alias STROKE yang akan mengakibatkan kefatalan tubuh yaitu kelumpuhan. Dalam menghadapi penyakit jantung koroner ini, saya teringat akan masa kecil saya, dimana badai laut Teluk Semangka yang dahsyat itu pernah menghantam perahu ayah, tetapi ayah begitu gagah dan kokohnya sehingga mampu mengendalikan perahu layar tersebut sehingga kami bisa selamat sampai dipantai.
Brian Dyson, mantan eksekutif Coca Cola, pernah menyampaikan pidato yang sangat menarik,
"Bayangkan hidup itu seperti pemain akrobat dgn lima bola di udara. Anda bisa menamai bola itu dengan sebutan : Pekerjaan, Keluarga, Kesehatan, Sahabat, dan Semangat
Anda semuanya harus menjaga semua bola itu tetap di udara dan jgn sampai ada yang terjatuh. Kalaupun situasi mengharuskan Anda melepaskan salah satu diantara lima bola tsb, lepaskanlah Pekerjaan karena pekerjaan adalah BOLA KARET.
Pada saat Anda menjatuhkannya, suatu saat ia akan melambung kembali, namun 4 bola lain seperti: Keluarga, Kesehatan, Sahabat dan Semangat adalah BOLA KACA. Jika Anda menjatuhkannya, akibatnya bisa sangat fatal!
Brian Dyson mencoba mengajak kita hidup secara seimbang. Pada kenyataannya, kita terlalu menjaga Pekerjaan adalah bola karet, bahkan kita mengorbankan Keluarga, Kesehatan, Sahabat dan Semangat demi menyelamatkan bola karet tsb. Demi uang atau pekerjaan, kita mengabaikan keluarga. Demi meraih sukses dalam pekerjaan, kita jadi workaholic dan tidak memperhatikan Kesehatan. Bahkan demi uang atau pekerjaan, kita rela menghancurkan hubungan dengan Sahabat yang telah kita bangun bertahun tahun lamanya. Bukan berarti pekerjaan tidak penting, jgn sampai pekerjaan atau uang menjadi BERHALA dalam hidup kita.
Ingatlah, kalaupun kita kehilangan uang masih bisa kita cari lagi, tapi jika Keluarga sudah terjual, kemana kita membelinya lagi? Lihat kisah Yusuf yang meski pernah dibuat miskin, habis-habisan, dan sengsara oleh kakak-kakaknya, tapi tetap tahu bahwa Keluarga lebih penting dari penderitaannya itu. Uang hilang masih bisa dicari, tapi apa kita bisa membeli Sahabat? Uang hilang masih bisa dicari, tapi apakah kita bisa memulihkan Kesehatan kita secara normal jika kita terkena penyakit kritis? Jagalah prioritas hidup Anda tetap seimbang.
Nama Titanic tentunya sudah tidak asing lagi buat kita semua, bukan? Titanic adalah nama kapal penumpang termewah dan terbesar di dunia waktu itu (1912) yang tenggelam pada pelayaran perdananya dari Inggris menuju Amerika. Pada tahun 1997, kisah tenggelamnya istana terapung ini dibuat film yang sangat menarik dengan bumbu percintaan dua anak manusia yang berlainan kasta sosial. Film Titanic ini ternyata sangat laris di pasaran sehingga meraih pelbagai penghargaan yang membuktikannya sebagai film kelas tinggi yang patut mendapat perhatian masyarakat.
Data Titanic
Titanic adalah kapal terbesar yang pernah dibuat manusia pada waktu itu (1912). Panjangnya mencapai 270m dan berat 1 jangkarnya saja 15,5 ton. Pada bagian dasarnya, kapal ini mempunyai dua bagian pelapis untuk memberi perlindungan ganda. Pelbagai kemewahan ada di dalam kapal yang sebenarnya lebih tepat disebut sebagai istana atau hotel bintang lima terapung ini :
Para insinyur yang merancang Titanic juga telah memperhitungkan segala kemungkinan yang bisa terjadi. Mereka mendesain Titanic sedemikian rupa sehingga apabila misalnya terjadi sebuah tabrakan dahsyat, satu bagian kapal akan tetap bisa terapung di laut! Semuanya sudah diperhitungkan sampai detil sekecil-kecilnya. Oleh karena itu kapal ini diberi nama Titanic, berasal dari kata Titan, makhluk super dewa yang punya kekuatan supra natural dalam mythologi Yunani. Dengan penuh keyakinan para insinyur pembuat Titanic ini berkata, “Bahkan Tuhan tidak bisa menenggelamkan Titanic!”.
Artikel ini isinya animasi flash. Jika tidak bisa di lihat di email, langsung buka http://rumahrenungan.blogspot.com ya.. JBU
Saat terlintas keraguan apakah mungkin perbuatan baik yang kecil dan sederhana yang kita lakukan kepada orang lain akan mampu mempengaruhi kehidupan mereka, mungkin Film "PAY IT FORWARD" bisa menjadi pendorong yang memberikan kita semangat untuk selalu tidak jemu-jemu berbuat baik kepada orang lain.
Kisahnya bercerita tentang seorang anak umur delapan tahun bernama Trevor yang berpikir jika dia melakukan kebaikan kepada tiga orang disekitarnya, lalu jika ke tiga orang tersebut meneruskan kebaikan yang mereka terima itu dengan melakukan kepada tiga orang lainnya dan begitu seterusnya, maka dia yakin bahwa suatu saat nanti dunia ini akan dipenuhi oleh orang-orang yang saling mengasihi. Dia menamakan ide tersebut: "PAY IT FORWARD"
Singkat cerita, Trevor memutuskan bahwa tiga orang yang akan menjadi bahan eksperimen adalah mamanya sendiri (yang menjadi single parent), seorang pemuda gembel yang selalu dilihatnya dipinggir jalan dan seorang teman sekelas yang selalu diganggu oleh sekelompok anak-anak nakal.
Percobaanpun dimulai :
Trevor melihat bahwa mamanya yang sangat kesepian, tidak punya teman untuk berbagi rasa, telah menjadi pecandu minuman keras. Trevor berusaha menghentikan kecanduan mamanya dengan cara rajin mengosongkan isi botol minuman keras yang ada dirumah mereka, dia juga mengatur rencana supaya mamanya bisa berkencan dengan guru sekolah Trevor. Sang mama yang melihat perhatian si anak yang begitu besar menjadi terharu, saat sang mama mengucapkan terima kasih, Trevor berpesan kepada mamanya "PAY IT FORWARD, MOM"
Semoga bermanfaat ya.. :)
Di suatu hari kerja yang tenang, Karyawan "National Museum of American Indian" disibukkan oleh ibu-bebek, yang travelling dengan 13 ekor anaknya. Para karyawan memberikan "paket tour khusus", Saat induk bebek tersebut masuk ke "National Air" dan "Space Museum", satpam mengumpulkan anak-anaknya jadi satu ke dalam ember, dan membawanya ke kolam terdekat. Dan ibu-bebek mengikuti di sebelahnya sambil ber-"kwek-kwek" marah... :D

Profesional, di Kanada pernah dilakukan percobaan pada 2 ekor kuda penarik beban. Hasilnya, kuda yang satu mampu menarik beban 5 ton, dan kuda yang ke 2 mampu menarik 4 ton. Kuda tsb kemudian disatukan untuk menarik beban, tahukah anda berapa ton beban yang sanggup ditarik oleh kedua kuda itu? Bila anda menjawab 9 ton, berarti anda keliru, karena mereka mampu menarik beban 13 ton. Itulah kekuatan dari kesatuan dan kerjasama.
Saya rasa setiap orang tahu manfaat positif dari kerjasama atau kerja tim. Namun berapa banyak dari kita yang mau mempraktekkannya dalam dunia kerja? Saat beban kerja menumpuk, atau kita diberi proyek yang besar, biasanya kita cenderung ingin mengerjakan pekerjaan itu sendiri. Kita tidak ingin berbagi tugas, karena menganggap nantinya hasil atau pendapatan yang akan kita terima akan berkurang. Padahal bila kita mau mengerjakannya bersama-sama, ada banyak keuntungan yang akan kita peroleh - pekerjaan akan cepat selesai, dengan waktu yang tersisa kita bisa mengerjakan tanggung jawab yang lain, kita pun tidak harus bekerja "rodi", membanting tulang yang pada akhirnya hanya akan membuat kitacollapse.
Profesional, ingatlah bahwa saat ini bukan superman yang akan memenangkan pertandingan atau meraih keberhasilan, namun super team.
Bahkan John C.Maxwell mengatakan, "Kerjasama memberi anda peluang terbaik untuk mengubah visi menjadi kenyataan." Karena itu, carilah rekan kerja anda, berpetualanglah bersama dia. Dan lihatlah bagaimana Tuhan akan melipatgandakan usaha anda.
Tuhan Yesus Memberkati..