Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

19 January 2010

Tertawa VS Marah

AKIBAT TERTAWA

1x tertawa sakit kepala hilang
2x tertawa bencipun sirna
3x tertawa masalah lari
4x tertawa penyakit sembuh
5x tertawa jadi awet muda
6x tertawa hati penuh sukacita

Bila kita tertawa maka di dalam tubuh kita akan terbentuk hormon endorphin yang berfungsi untuk membuat otot menjadi rileks, sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi meningkat dan kadar Oksigen dalam darah juga naik.

Jadi memang benar bahwa tertawa itu menyehatkan dan merupakan salah satu dokter terbaik di dunia, yaitu dokter Gembira.

Kita dapat tertawa karena pikiran kita dipenuhi dengan sukacita dan kegembiraan, tidak ada beban lagi yang menakutkan dan membatasi kita, semuanya menjadi bebas lepas.

Dan bila emosi kegembiraan itu kita lepaskan dalam bentuk tawa, maka dampaknya luar biasa karena dapat membuat sakit kepala menjadi hilang, rasa benci pun menjadi sirna, masalah yang sedang kita hadapi lari menyingkir, segala penyakit menjadi sembuh, kita tetap awet muda, dan juga mendapatkan hati yang penuh sukacita.

Karena itu tertawalah atau tersenyumlah pada semua orang, termasuk juga pada orang-orang yang telah menyakiti kita.

Hal ini jelas akan memperbaiki hubungan kita dengan orang lain, menjadikan suasana gembira, membuat hidup kita bergairah kembali sehingga semuanya dapat kita jalani dengan penuh semangat.

------------------------

AKIBAT MARAH:

1x marah sukacita hilang
2x marah akal sehat terbang
3x marah tekanan darah naik
4x marah teman2 pergi
5x marah jadi cepat tua
6x marah pintu dosa terbuka

Marah merupakan suatu bentuk emosi manusia yang dapat menghancurkan diri sendiri.

Apakah kita tidak boleh marah? Tentu saja boleh, asal pada tempatnya.

Kita berhak marah bila melihat ada hal-hal yang tidak benar, misalnya kita perlu marah terhadap orang-orang yang mengumbar emosinya dengan melempari dan membakar Gereja St Albertus di Bekasi beberapa hari yang lalu.

Kemarahan tersebut perlu dikeluarkan, bila tidak malah akan merusak diri kita juga, tetapi tentu saja secara positip, misalnya untuk para pelempar dan pembakar Gereja tersebut melalui jalan hukum.

Tetapi banyak juga rasa marah yang negatip, yaitu hanya untuk meluapkan nafsu dan emosi yang ada hanya untuk kepuasan diri sendiri.

Yang penting saya senang, saya suka, dan saya menang, tidak peduli dengan orang lain.

Marah negatip inilah yang ada dalam diri orang-orang yang melempari dan membakar Gereja.

Pikiran mereka hanya dipenuhi oleh ‘aku’ !

Marilah kita buang rasa marah yang negatip, karena dapat menimbulkan berbagai efek yang menghancurkan dan merugikan diri kita sendiri, misalnya hilangnya sukacita, terbangnya akal sehat, naiknya tekanan darah, ditinggal teman, menjadi cepat tua, dan membuka pintu dosa. Bahkan dikatakan bila tujuh kali kita marah, maka kita sendiri yang menjadi gila, malah kalau sembilan kali marah maka lengkaplah menjadi suatu novena marah yang menghasilkan voucher masuk neraka ...

(Ketarangan : Novena adalah suatu bentuk doa Katolik yang dilakukan sebanyak sembilan kali).

Marilah kita kuasai diri kita sehingga keinginan marah yang negatip dapat diredam dan dialihkan menjadi hal yang positip dan bermanfaat bagi semua orang. Amin.

18 January 2010

Wanita Nembak Duluan?

Selama ini orang beranggapan bahwa pernyataan cinta harus meluncur pertama dari bibir kaum pria. Katanya, kini jamannya sudah berubah, ada banyak pria yang karena sesuatu hal tidak berani mengungkapkan perasaan hatinya kepada wanita yang dia cintai, sehingga perempuanlah yang harus mengambil peran untuk “menembak” duluan. Benarkah?

Saat topik ini dilempar kepada pendengar beberapa waktu lalu, ada banyak pendapat dan komentar kepada kami baik melalui sms ataupun facebook, sebagian berkata dengan keras, “Tidak boleh! Wanita harus jaga image, harus menunggu reaksi dari sang pria”. Tapi tidak sedikit pula yang berkata boleh, kenapa tidak… Bagaimana dia bisa tau perasaan kita kalau kita tidak menyampaikannya, urusan diterima atau ditolak itu nanti… Tergantung, fleksibel, harus pakai hikmat, main cantik dan masih banyak lagi. Ada yang berkata tidak sesuai Firman Tuhan, tapi ada juga yang berkata tidak ada aturan buku tertulis di dalam Alkitab. Wahh… bingung juga ya… :)

Sementara yang betul-betul tidak tahu dan menanyakan apakah boleh atau tidak “seperti itu” juga tidak kalah banyak…

Cinta merupakan sebuah proses antara dua hati (lelaki dan perempuan) yang membuatnya menjadi satu. Tanpa ungkapan cinta maka kedua hati ini tidak dapat bersatu, kata seorang psikolog Dr. Clara Istiwidarum. Menurutnya ungkapan cinta begitu membahagiakan dan begitu ditunggu-tunggu banyak orang. Dulu kaum lelaki yang dominan mengungkapkan perasaannya kepada perempuan yang dipujanya tetapi dengan perubahan jaman yang ada, sekarang banyak perempuan yang berinisiatif lebih dulu menyatakan perasaannya.

Ms Indra, seorang teman yang sempat saya hubungi untuk dimintai komentarnya tentang topik ini berkata, “No problem kalau wanita nembak duluan, sangat membantu katanya. Seringkali salah satu ketakutan pria tidak berani ngomong duluan adalah takut ditolak, karena perlu diketahui, gengsi pria itu besar sekali…”

Sementara itu, hal mengejutkan disampaikan oleh Ibu Ester yang menjadi Narasumber acara ini. Beliau menyampaikan, “Memang budaya timur dimana saat ini kita ada, mengisyaratkan bahwa tidaklah baik wanita menyatakan perasaannya duluan kepada pria yang dicintainya.” Namun satu hari sebelumnya saat saya sampaikan topik ini kepada beliau, ditunjukkan padanya satu bagian Firman dari Kitab Ruth 3:1-18 yang kemudian dibagikan kepada keluarga Rhema pada acara itu. Dikatakan disana :

  • Atas instruksi Naomi, Ruth diminta mencari Boas di pengirikan dan dibaringkan dirinya dekat dengan kaki Boas supaya diberitahukan kepadanya apa yang harus Ruth lakukan kemudian.
  • Tetapi setelah itu, di Ayat ke 18 dikatakan “Duduk sejalah menanti, anakku sampai engkau mengetahui…”

Kesimpulan yang Ibu Ester ambil tentang pertanyaan “Wanita nembak duluan?” adalah keduanya bisa dikatakan benar, asalkan sesuai dengan porsi dan petunjuk TUHAN. Saat itu Ruth ada dalam otoritas Naomi dan i a mendengarkan serta melakukan semua yang Naomi instruksikan, untuk menghampiri Boas telebih dahulu termasuk akhirnya diminta untuk meminta Boas sebagai Penanggungnya, tetapi menurut dengan Naomi.

Begitu pula dengan para wanita, betapa pentingnya kita duduk diam mendengarkan TUHAN berbicara. Disamping itu apa yang dialami oleh seorang hamba Tuhan bernama Glory Bachman, yang juga oleh karena perintah Tuhan, dia harus menyampaikan lebih dahulu isi hatinya kepada seorang Pria pada waktu itu yang sekarang akhirnya menjadi suaminya. Glory bahkan sempat menolak perintah itu, tetapi karena ia takut akan Tuhan, dia taat juga. Mengacu pada topik kita kali ini, kalaupun aturan dan tatanannya berkata tidak baik wanita maju duluan, tetapi apabila Tuhan berkata boleh, lebih baik ikuti saja. Dengan catatan tidak melakukan itu diluar instruksi-Nya dan tidak berlaku sesuai pikiran atau pertimbangan kita sendiri.

Sumber : Katalog Bisnis 2 edisi Desember 2009

17 January 2010

Tidak Serakah

Seorang bocah yang bermain di liga bocah ditanya oleh ayahnya tentang bagaimana petandingan yang baru saja diikuti anaknya.

Sang anak menjawab, "Pertandingan akan lebih bagus seandainya tim lawan sudah belajar bagaimana untuk saling bergantian dan tidak serakah menguasai bola ...."

16 January 2010

Makan Siang

Seorang lelaki yang sedang lapar memasuki restoran padang yang memang terkenal komplit makanannya. Di dalam dia disambut oleh sang pelayan restoran, "Selamat siang pak, ada yang bisa dibantu?"

Si bapak : "Ikan ada?"

Pelayan : "Ada pak!"

Si bapak : "Ayam ada?"

Pelayan : "Ada pak!"

Si bapak : "Kambing ada?"

Pelayan : "Ada pak!"

Si bapak : "Suruh semuanya keluar dulu, saya mau makan!"

15 January 2010

Selalu Berhasil

Kejadian 39:2 - "Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu."

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 15; Matius 15; Kejadian 29-30

Di dalam dunia ini ada satu orang yang selalu berhasil melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya. Setiap pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya pasti memuaskan setiap orang. Tidak hanya itu, kejujuran yang ia miliki juga membuat tuannya menyerahkan urusan rumah secara penuh kepadanya.

Walaupun banyak orang yang hendak menghancurkan kehidupannya, tetapi tidak ada satu pun yang berhasil. Akhir kisah hidupnya yang menyedihkan pun berubah menjadi begitu luar biasa. Ia diangkat sebagai perdana menteri di negara yang sebenarnya adalah asing bagi dirinya. Semasa ia memerintah, bahaya kelaparan yang melanda di dunia saat itu pun dapat diatasi dengan sangat baik. Siapakah orang ini? Ia adalah Yusuf, anak dari Yakub.

Yusuf adalah bukti bagaimana penyertaan Allah begitu nyata dan mengubahkan berbagai prediksi manusia. Ketika ada rencana yang jahat hendak mematikan dirinya, tangan Allah membelokannya sehingga menjadi kebaikan. Alkitab dengan begitu jelas menuliskan mengenai hal ini, "Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya...".

Apakah Anda ingin menjadi orang yang selalu berhasil dalam pekerjaan atau usaha yang sedang dikerjakan? Peganglah firman Tuhan dan hiduplah di dalamnya. Seperti kehidupan Yusuf yang selalu sukses, demikianlah hidup Anda akan dibawa Tuhan.

Orang yang hidupnya bersandar pada firman Tuhan akan selalu menikmati keberhasilan demi keberhasilan.

Sumber: Jawaban.com

Weekly Scripture – 2 Tawarikh 20:15

dan berseru: "Camkanlah, hai seluruh Yehuda dan penduduk Yerusalem dan tuanku raja Yosafat, beginilah firman TUHAN kepadamu: Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah. - 2 Tawarikh 20:15

Brisk Walking

* This post containt slideshow. You can download this slidshow by clicking link below.

http://www.ziddu.com/download/8048266/BriskWalking.pps.html

14 January 2010

Mintalah Perkara Besar

Lukas 16:10 - "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 14; Matius 14; Kejadian 27-28

Sebagai orang Kristen, kita tahu bahwa Allah yang kita sembah adalah yang besar. Tidak ada satu pun di seluruh alam semesta ini yang dapat menandinginya. Patung-patung, pohon-pohon besar, jimat-jimat - semuanya tunduk di bawah kuasa-Nya. Jadi, sebuah hal yang aneh ketika kita yang begitu kecil ini malah menjauh dan meragukan Allah.

Di dalam alkitab, tidak ada satupun ayat yang menyatakan bahwa Allah alergi dengan permintaan yang menurut kita besar. Bahkan, sebenarnya itulah kerinduan-Nya bagi setiap kita. Allah sangat ingin anak-anakNya melakukan hal-hal besar di dunia ini, tetapi Dia tahu untuk mencapai semua itu harus dimulai dari setia dalam perkara-perkara kecil.

Apakah permintaan Anda kepada Tuhan hari-hari ini? Pelayanan yang lebih diperlebar? Pekerjaan yang lebih menjangkau banyak orang? Mintalah hal-hal itu dalam doa-doa Anda. Percayalah Allah tidak akan pernah menahan berkat-Nya kepada orang-orang yang memohon kepada-Nya.

Allah sanggup menggenapi segala permintaan Anda kepada-Nya.

Sumber: God Calling; A.J Russel; Penerbit Pionir Jaya

Berdoa Sampai Sesuatu Terjadi

Seorang laki-laki sedang tidur di pondoknya ketika kamarnya tiba-tiba menjadi terang, dan nampaklah Sang Juruselamat. Tuhan berkata padanya bahwa ada pekerjaan yang harus dilakukannya. Lalu Tuhan menunjukkan padanya sebua batu besar di depan pondoknya. Tuhan menjelaskan bahwa ia harus mendorong batu itu dengan seluruh kekuatannya.

Hal ini dikerjakan laki-laki itu setiap hari. Bertahun- tahun ia bekerja sejak matahari terbit sampai terbenam, pundaknya sering menjadi kaku menahan dingin, ia kelelahan karena mendorong dengan seluruh kemampuannya. Setiap malam laki-laki itu kembali ke kamarnya dengan sedih dan cemas, merasa bahwa sepanjang harinya kosong dan tersia-sia.

Ketika laki-laki itu mulai putus asa, si Iblispun mulai mengambil bagian untuk mengacaukan pikirannya "Sekian lama kau telah mendorong batu itu tetapi batu itu tidak bergeming. Apa kau ingin bunuh diri? Kau tidak akan pernah bisa memindahkannnya."

Lalu, ditunjukkannya pada laki-laki itu bahwa tugas itu sangat tidak masuk akal dan salah. Pikiran tersebut kemudian membuat laki-laki itu putus asa dan patah semangat.

"Mengapa aku harus bunuh diri seperti ini?" pikirnya.  "Aku akan menyisihkan waktuku, dengan sedikit usaha, dan itu akan cukup baik."

Dan itulah yang direncanakan, sampai suatu hari diputuskannya untuk berdoa dan membawa pikiran yang mengganggu itu kepada Tuhan.

"Tuhan," katanya "Aku telah bekerja keras sekian lama dan melayaniMu, dengan segenap kekuatanku melakukan apa yang Kau inginkan. Tetapi sampai sekarang aku tidak dapat menggerakkan batu itu setengah milimeterpun. Mengapa? Mengapa aku gagal?"

Tuhan mendengarnya dengan penuh perhatian, "Sahabatku, ketika aku memintamu untuk melayaniKu dan kau menyanggupi, Aku berkata bahwa tugasmu adalah mendorong batu itu dengan seluruh kekuatanmu seperti yang telah kau lakukan. Tapi tidak sekalipun Aku berkata bahwa kau mesti menggesernya. Tugasmu hanyalah mendorong. Dan kini kau datang padaKu dengan tenaga terkuras, berpikir bahwa kau telah gagal. tetapi apakah benar? Lihatlah dirimu. Lenganmu kuat dan berotot, punggungmu tegap dan coklat, tanganmu keras karena tekanan terus- menerus, dan kakimu menjadi gempal dan kuat. Sebaliknya kau telah bertumbuh banyak dan kini kemampuanmu melebihi sebelumnya. Meski kau belum menggeser batu itu. Tetapi panggilanmu adalah menurut dan mendorong dan belajar untuk setia dan percaya akan hikmatKu. Ini yang kau telah selesaikan. Aku, sahabatku, sekarang akan memindahkan batu itu."

Terkadang, ketika kita mendengar suara Tuhan, kita cenderung menggunakan pikiran kita untuk menganalisa keinginanNya, sesungguhnya apa yang Tuhan inginkan adalah hal-hal yang sangat sederhana agar menuruti dan setia kepadaNya....

Dengan kata lain, berlatih menggeser gunung-gunung, tetapi kita tahu bahwa Tuhan selalu ada dan Dialah yang dapat memindahkannya. Ketika segalah sesuatu kelihatan keliru.... lakukan P.U.S.H. (PUSH = dorong) Ketika pekerjaanmu mulai menurun.... lakukan P.U.S.H.

Ketika orang-orang tidak berlaku seperti yang semestinya mereka lakukan....
lakukan P.U.S.H.

Ketika uangmu seperti "lenyap" dan tagihan-tagihan mulai harus dibayar....
lakukan P.U.S.H.

P. Pray
U. Until
S. Something
H. Happens

PUSH = Pray Until Something HAPPENS !! (Berdoalah sampai sesuatu terjadi)

13 January 2010

Masa Depan Yang Gemilang

Efesus 2:6-7 - "Dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga, supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 13; Matius 13; Kejadian 25-26

Beberapa hari menjelang tahun 2010, diri saya menjadi begitu kuatir bukan karena ramalan dari "orang-orang pintar" yang muncul di televisi yang menyatakan bahwa di Indonesia akan terjadi musibah besar, tetapi karena ketidakpastian akan hari-hari yang saya jalani di depannya nanti. Hal itu begitu kuat mencekram kehidupan saya sehingga tanpa sadar sukacita dan damai sejahtera itu menjadi hilang.

Dalam kondisi ketakutan seperti itu, Tuhan menegur saya dengan firman-Nya yang tertulis di Efesus 2:6-7, "Dan di dalam Kristus Yesus....Ia....memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga, supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah..." Mata saya tercelik begitu membaca ayat ini. Saya sadar bahwa saya adalah anak-anak Allah yang telah dipegang hidupnya oleh-Nya. Dia telah berjanji bahwa saya akan memiliki masa depan gemilang dan itu pasti terjadi. Saat itulah saya bertobat dan mau membuat resolusi untuk dijalani pada tahun yang baru.

Mungkin diantara Anda saat ini ada yang begitu kuatir akan masa depan Anda, "Bagaimana saya nanti pada saat umur 50 tahun"; "Bagaimana nasib anak-anak saya yang masih kecil? Bisakah mereka meraih mimpi mereka?", percayalah Tuhan sangat tahu kehidupan kita. Dia-lah perancang terbaik yang tiada duanya di seluruh alam semesta ini. Masalah keuangan, pekerjaan, bisnis, masa depan anak-anak, Tuhan sudah mengaturnya dengan sempurna.

Masa depan yang ada di depan Anda adalah masa depan yang penuh dengan kegemilangan. Jangan takut!! Ketika Anda menyerahkan seluruh hidup kepada Tuhan maka Dia yang akan menuntun kehidupan Anda kepada rancangan-Nya yang indah.

Bersama Tuhan, masa depan hidup kita pasti luar biasa cerah.

Sumber: Dari Iman ke Iman; Kenneth & Gloria Copeland; Penerbit Immanuel

Dosa-dosa Kecil

Dua orang pendosa mengunjungi hamba Tuhan yang bijak dan meminta nasehatNya.

"Kami telah melakukan suatu dosa," kata mereka dan suara hati kami terganggu.

"Apa yang harus kami lakukan ?"

"Katakanlah kepadaku, perbuatan-perbuatan salah mana yang telah kamu lakukan, Anakku," kata hamba Tuhan tersebut.

Pria pertama mengatakan, "Saya melakukan suatu dosa yang berat dan mematikan."

Pria kedua berkata, "Saya telah melakukan beberapa dosa  ringan, yang tidak perlu dicemaskan."

"Baik," kata hamba Tuhan tersebut, "Pergilah dan bawalah kepadaku sebuah batu untuk setiap dosa yang telah kamu lakukan !".

Pria pertama kembali dengan memikul sebuah batu yang amat besar. Pria kedua dengan senang membawa satu tas berisi batu-batu kecil.

"Sekarang," kata hamba Tuhan tersebut, "Pergilah dan kembalikan semua batu  itu tepat dimana kamu telah menemukannya!".

Pria pertama mengangkat batu besar itu dan memikulnya kembali ke tempat dimana ia telah mengambilnya. Pria kedua tidak dapat mengingat lagi  tempat dari setengah jumlah batu yang telah diambilnya, maka ia menyerah  saja dan membiarkan batu-batu itu berada didalam tasnya. Katanya,  "Itu pekerjaan yang sulit."

Dosa itu seperti batu-batu itu, kata hamba Tuhan bijak tersebut, Jika seseorang melakukan suatu dosa berat, hal itu seperti sebuah batu besar dalam suara hatinya, tetapi dengan penyesalan yang sejati, memohon ampun dan mengakui Nama Tuhan, maka kesalahannya diampuni seluruhnya oleh Tuhan.

Tetapi pria yang terus menerus melakukan dosa-dosa ringan dan ia tahu  itu salah, namun semakin membekukan suara hatinya dan ia tidak menyesali sedikitpun, maka ia tetap sebagai seorang pendosa. Ia sulit membuang batu-batu itu kembali ke tempatnya dan terus menerus membawanya seumur hidup.

"Maka ketahuilah,anak-anakku," nasihat hamba Tuhan itu, "Adalah sama  untuk menolak dosa-dosa ringan seperti menolak dosa-dosa berat !"