* This post containt slideshow. You can download this slidshow by clicking link below.
* This post containt slideshow. You can download this slidshow by clicking link below.
Lukas 16:10 - "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar."
Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 14; Matius 14; Kejadian 27-28
Sebagai orang Kristen, kita tahu bahwa Allah yang kita sembah adalah yang besar. Tidak ada satu pun di seluruh alam semesta ini yang dapat menandinginya. Patung-patung, pohon-pohon besar, jimat-jimat - semuanya tunduk di bawah kuasa-Nya. Jadi, sebuah hal yang aneh ketika kita yang begitu kecil ini malah menjauh dan meragukan Allah.
Di dalam alkitab, tidak ada satupun ayat yang menyatakan bahwa Allah alergi dengan permintaan yang menurut kita besar. Bahkan, sebenarnya itulah kerinduan-Nya bagi setiap kita. Allah sangat ingin anak-anakNya melakukan hal-hal besar di dunia ini, tetapi Dia tahu untuk mencapai semua itu harus dimulai dari setia dalam perkara-perkara kecil.
Apakah permintaan Anda kepada Tuhan hari-hari ini? Pelayanan yang lebih diperlebar? Pekerjaan yang lebih menjangkau banyak orang? Mintalah hal-hal itu dalam doa-doa Anda. Percayalah Allah tidak akan pernah menahan berkat-Nya kepada orang-orang yang memohon kepada-Nya.
Allah sanggup menggenapi segala permintaan Anda kepada-Nya.
Sumber: God Calling; A.J Russel; Penerbit Pionir Jaya
Seorang laki-laki sedang tidur di pondoknya ketika kamarnya tiba-tiba menjadi terang, dan nampaklah Sang Juruselamat. Tuhan berkata padanya bahwa ada pekerjaan yang harus dilakukannya. Lalu Tuhan menunjukkan padanya sebua batu besar di depan pondoknya. Tuhan menjelaskan bahwa ia harus mendorong batu itu dengan seluruh kekuatannya.
Hal ini dikerjakan laki-laki itu setiap hari. Bertahun- tahun ia bekerja sejak matahari terbit sampai terbenam, pundaknya sering menjadi kaku menahan dingin, ia kelelahan karena mendorong dengan seluruh kemampuannya. Setiap malam laki-laki itu kembali ke kamarnya dengan sedih dan cemas, merasa bahwa sepanjang harinya kosong dan tersia-sia.
Ketika laki-laki itu mulai putus asa, si Iblispun mulai mengambil bagian untuk mengacaukan pikirannya "Sekian lama kau telah mendorong batu itu tetapi batu itu tidak bergeming. Apa kau ingin bunuh diri? Kau tidak akan pernah bisa memindahkannnya."
Lalu, ditunjukkannya pada laki-laki itu bahwa tugas itu sangat tidak masuk akal dan salah. Pikiran tersebut kemudian membuat laki-laki itu putus asa dan patah semangat.
"Mengapa aku harus bunuh diri seperti ini?" pikirnya. "Aku akan menyisihkan waktuku, dengan sedikit usaha, dan itu akan cukup baik."
Dan itulah yang direncanakan, sampai suatu hari diputuskannya untuk berdoa dan membawa pikiran yang mengganggu itu kepada Tuhan.
"Tuhan," katanya "Aku telah bekerja keras sekian lama dan melayaniMu, dengan segenap kekuatanku melakukan apa yang Kau inginkan. Tetapi sampai sekarang aku tidak dapat menggerakkan batu itu setengah milimeterpun. Mengapa? Mengapa aku gagal?"
Tuhan mendengarnya dengan penuh perhatian, "Sahabatku, ketika aku memintamu untuk melayaniKu dan kau menyanggupi, Aku berkata bahwa tugasmu adalah mendorong batu itu dengan seluruh kekuatanmu seperti yang telah kau lakukan. Tapi tidak sekalipun Aku berkata bahwa kau mesti menggesernya. Tugasmu hanyalah mendorong. Dan kini kau datang padaKu dengan tenaga terkuras, berpikir bahwa kau telah gagal. tetapi apakah benar? Lihatlah dirimu. Lenganmu kuat dan berotot, punggungmu tegap dan coklat, tanganmu keras karena tekanan terus- menerus, dan kakimu menjadi gempal dan kuat. Sebaliknya kau telah bertumbuh banyak dan kini kemampuanmu melebihi sebelumnya. Meski kau belum menggeser batu itu. Tetapi panggilanmu adalah menurut dan mendorong dan belajar untuk setia dan percaya akan hikmatKu. Ini yang kau telah selesaikan. Aku, sahabatku, sekarang akan memindahkan batu itu."
Terkadang, ketika kita mendengar suara Tuhan, kita cenderung menggunakan pikiran kita untuk menganalisa keinginanNya, sesungguhnya apa yang Tuhan inginkan adalah hal-hal yang sangat sederhana agar menuruti dan setia kepadaNya....
Dengan kata lain, berlatih menggeser gunung-gunung, tetapi kita tahu bahwa Tuhan selalu ada dan Dialah yang dapat memindahkannya. Ketika segalah sesuatu kelihatan keliru.... lakukan P.U.S.H. (PUSH = dorong) Ketika pekerjaanmu mulai menurun.... lakukan P.U.S.H.
Ketika orang-orang tidak berlaku seperti yang semestinya mereka lakukan....
lakukan P.U.S.H.
Ketika uangmu seperti "lenyap" dan tagihan-tagihan mulai harus dibayar....
lakukan P.U.S.H.
P. Pray
U. Until
S. Something
H. Happens
PUSH = Pray Until Something HAPPENS !! (Berdoalah sampai sesuatu terjadi)
Efesus 2:6-7 - "Dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga, supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus."
Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 13; Matius 13; Kejadian 25-26
Beberapa hari menjelang tahun 2010, diri saya menjadi begitu kuatir bukan karena ramalan dari "orang-orang pintar" yang muncul di televisi yang menyatakan bahwa di Indonesia akan terjadi musibah besar, tetapi karena ketidakpastian akan hari-hari yang saya jalani di depannya nanti. Hal itu begitu kuat mencekram kehidupan saya sehingga tanpa sadar sukacita dan damai sejahtera itu menjadi hilang.
Dalam kondisi ketakutan seperti itu, Tuhan menegur saya dengan firman-Nya yang tertulis di Efesus 2:6-7, "Dan di dalam Kristus Yesus....Ia....memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga, supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah..." Mata saya tercelik begitu membaca ayat ini. Saya sadar bahwa saya adalah anak-anak Allah yang telah dipegang hidupnya oleh-Nya. Dia telah berjanji bahwa saya akan memiliki masa depan gemilang dan itu pasti terjadi. Saat itulah saya bertobat dan mau membuat resolusi untuk dijalani pada tahun yang baru.
Mungkin diantara Anda saat ini ada yang begitu kuatir akan masa depan Anda, "Bagaimana saya nanti pada saat umur 50 tahun"; "Bagaimana nasib anak-anak saya yang masih kecil? Bisakah mereka meraih mimpi mereka?", percayalah Tuhan sangat tahu kehidupan kita. Dia-lah perancang terbaik yang tiada duanya di seluruh alam semesta ini. Masalah keuangan, pekerjaan, bisnis, masa depan anak-anak, Tuhan sudah mengaturnya dengan sempurna.
Masa depan yang ada di depan Anda adalah masa depan yang penuh dengan kegemilangan. Jangan takut!! Ketika Anda menyerahkan seluruh hidup kepada Tuhan maka Dia yang akan menuntun kehidupan Anda kepada rancangan-Nya yang indah.
Bersama Tuhan, masa depan hidup kita pasti luar biasa cerah.
Sumber: Dari Iman ke Iman; Kenneth & Gloria Copeland; Penerbit Immanuel
Dua orang pendosa mengunjungi hamba Tuhan yang bijak dan meminta nasehatNya.
"Kami telah melakukan suatu dosa," kata mereka dan suara hati kami terganggu.
"Apa yang harus kami lakukan ?"
"Katakanlah kepadaku, perbuatan-perbuatan salah mana yang telah kamu lakukan, Anakku," kata hamba Tuhan tersebut.
Pria pertama mengatakan, "Saya melakukan suatu dosa yang berat dan mematikan."
Pria kedua berkata, "Saya telah melakukan beberapa dosa ringan, yang tidak perlu dicemaskan."
"Baik," kata hamba Tuhan tersebut, "Pergilah dan bawalah kepadaku sebuah batu untuk setiap dosa yang telah kamu lakukan !".
Pria pertama kembali dengan memikul sebuah batu yang amat besar. Pria kedua dengan senang membawa satu tas berisi batu-batu kecil.
"Sekarang," kata hamba Tuhan tersebut, "Pergilah dan kembalikan semua batu itu tepat dimana kamu telah menemukannya!".
Pria pertama mengangkat batu besar itu dan memikulnya kembali ke tempat dimana ia telah mengambilnya. Pria kedua tidak dapat mengingat lagi tempat dari setengah jumlah batu yang telah diambilnya, maka ia menyerah saja dan membiarkan batu-batu itu berada didalam tasnya. Katanya, "Itu pekerjaan yang sulit."
Dosa itu seperti batu-batu itu, kata hamba Tuhan bijak tersebut, Jika seseorang melakukan suatu dosa berat, hal itu seperti sebuah batu besar dalam suara hatinya, tetapi dengan penyesalan yang sejati, memohon ampun dan mengakui Nama Tuhan, maka kesalahannya diampuni seluruhnya oleh Tuhan.
Tetapi pria yang terus menerus melakukan dosa-dosa ringan dan ia tahu itu salah, namun semakin membekukan suara hatinya dan ia tidak menyesali sedikitpun, maka ia tetap sebagai seorang pendosa. Ia sulit membuang batu-batu itu kembali ke tempatnya dan terus menerus membawanya seumur hidup.
"Maka ketahuilah,anak-anakku," nasihat hamba Tuhan itu, "Adalah sama untuk menolak dosa-dosa ringan seperti menolak dosa-dosa berat !"
Kebiasaan tidur mendengkur dinilai berbahaya. Kebiasaan yang dianggap biasa oleh semua orang itu ternyata dapat menyebabkan resiko kematian.
Menurut Dokter Andreas A.Prasadja dari Sleep Disorder Clinic – RS. Mitra Kemayoran, resiko itu bermula dari masalah gangguan tidur yang bernama Obstructive Sleep Apnea (OSA).
Gangguan tidur OSA ditandai denganExcessive Daytime Sleepiness (EDS) atau kalimat populernya rasa kantuk yang berlebihan.
Andreas menyebutkan gangguan OSA ini terjadinya penyempitan saluran nafas atas saat tidur. Penyempitan ini menyebabkan bagian lunak saluran nafas sehingga menghasilkan suara dengkuran.
Penyempitan ini mengakibatkan tidak efektifnya pertukaran oksigen dan karbondioksida sewaktu tidur.
Lebih jauh lagi, dengan semakin melemasnya otot-otot lidah, menyebabkan lidah terjatuh dan menyumbat sama sekali saluran nafas sehingga terjadi henti nafas (apnea).
Pada saat ini terjadi peningkatan karbondioksida drastis yang akan mengaktifkan sebuah sensor di tubuh yang akan membangunkan si penderita untuk kembali bernafas.
“Bayangkan jika ini terjadi berulang kali selama tidur,” ujar Andreas mengingatkan.
Andreas menambahkan, si pendengkur tidak tahu apa yang terjadi di malam sebelumnya sewaktu bangun. Karena periode bangun yang terjadi adalah periode bangun singkat (mini arousal) yang ringan, namun sudah mengganggu tidur penderitanya hingga tidak dapat masuk ke tahapan tidur dalam yang penting untuk istirahat.
Akibatnya di pagi hari si penderita merasa tidak segar dan masih kurang istirahat tanpa tahu bahwa dirinya bangun berulang kali malam sebelumnya.
Tidak jarang ia juga mengeluhkan sakit kepala di pagi hari. Sedangkan pada siang harinya, karena kesibukan ia tidak merasakan kantuk, tetapi di saat meeting atau mengendara kantuk bisa menyerang setiap saat dan tak tertahankan.
Kemampuan mental seperti daya ingat dan konsentrasi pun menurun. Berikutnya adalah kualitas emosional yang memburuk, sehingga orang tersebut akan menjadi mudah marah atau tersinggung.
Karena kerasnya dengkuran dan keadaan emosional yang mudah marah ada pasangan yang akhirnya bercerai.
Nyawa pun banyak yang melayang karena kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan oleh kantuk dan berkurangnya refleks menghindar.
Dua contoh ini sudah menggambarkan betapa besar pengaruh OSA pada hidup manusia.
“Saya sering menjumpai penderita OSA yang tidak pernah mau lagi menyetir karena pernah atau hampir mengalami kecelakaan,” ujar Andreas.
“Bahkan salah satu penderita sampai menangis ketika menceritakan bagaimana ia hampir mencelakakan seluruh anggota keluarganya karena kantuk yang menyerang saat mengendara.”
Tetapi akibat pada kesehatan juga tidak dapat dianggap remeh. Para ilmuwan telah memutuskan bahwa OSA adalah faktor resiko bagi hipertensi, penyakit jantung dan stroke.
Beberapa penelitian dan juga pengalaman pribadi menemukan adanya penurunan berarti pada tekanan darah setelah perawatan OSA dilakukan. Penderita diabetes yang menderita OSA pun menunjukkan angka gula darah yang lebih terkontrol setelah perawatan.
Untuk mendiagnosa OSA seseorang harus menjalani overnight sleep study. Dimana ia akan direkam dan diamati semalam penuh selama tidur. Yang direkam adalah gelombang otak, tegangan otot, gerakan bola mata, tegangan otot, suara dengkuran, posisi tidur, aliran udara nafas, pergerakan nafas, denyut jantung, kadar oksigen dalam darah, hingga gerakan kaki.
Pemeriksaan ini tidak bersifat infasif maupun menyakitkan, hanya ditempeli beberapa sensor yang terhubung dengan komputer, lalu tidur. Sleep study biasanya dilakukan disleep laboratory atau sleep disorder clinic dengan menggunakan alat yang bernama polisomnografi (PSG).
Setelah diagnosa OSA ditegakkan, perawatan bisa dimulai. Pada jaman dahulu perawatan OSA dilakukan dengan operasi tracheostomy, dimana leher penderita dilubangi dan diberi sebuah tabung/selang yang akan memberikan jalan nafas baru, menggantikan jalan nafas atas yang sering menyempit saat tidur. Tetapi kini terdapat beberapa pilihan terapi.
Pertama adalah dengan operasi pelebaran saluran nafas atas (UPPP) dengan membuang uvula dan bagian langit-langit mulut yang lunak atau dengan tekniksomnoplasty yang aman dan mudah.
Ada pula operasi plastik atau mulut untuk mengatasi penyempitan jalan nafas yang disebabkan oleh kecilnya rahang bawah. Dokter gigi juga menyarankan penggunaandental appliances untuk mengganjal mulut hingga mencegah lidah terjatuh ataupun melebarkan saluran nafas.
Pilihan lainnya adalah dengan meniupkan udara bertekanan ke jalan nafas selama tidur untuk menjaganya tetap dalam keadaan terbuka. Selama tidur ia menggunakan sebuah masker hidung atau hidung dan mulut yang dihubungkan dengan sebuah alat yang bernama CPAP (Continuous Positive Airway Pressure).
Beberapa orang yang menggunakan pada awalnya memerlukan adaptasi terlebih dahulu. Kesulitan beradaptasi dengan CPAP bisa diatasi dengan pendampingan serta informasi yang menyeluruh dari ahli kesehatan tidur dan terutama dukungan dari keluarga. Persistensi untuk terus menggunakan CPAP amatlah penting untuk perbaikan penyakit dan kualitas hidup.
Penggunaan CPAP menjadi pilihan utama banyak orang karena mudah, tanpa operasi maupun obat-obatan dan perbaikan yang signifikan sudah dapat langsung dirasakan setelah pemakaian pertama.
Para ahli kedokteran tidur pun menganjurkan penggunaan CPAP sebagai standar terapi. Kekurangannya adalah pengguna CPAP tidak dapat mencium pasangannya karena terhalang masker, tetapi ini biasanya dilakukan sebelum tidur bukan?
Terlepas dari cara perawatan yang dipilih, perbaikan peri laku dan gaya hidup tetap harus dilakukan. Pengurangan berat badan pada penderita OSA dengan obesitas dapat membantu keberhasilan terapi. Kebiasaan merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol maupun obat tidur harus dihentikan.
Sedangkan bagi penderita OSA ringan dan pendengkur yang tidak mengalami periode henti nafas, dianjurkan juga tidur dalam posisi miring untuk mencegah jatuhnya lidah ke arah belakang. Salah satu cara yang cukup efektif adalah dengan menempelkan bola tenis di punggung untuk mencegah posisi tidur terlentang.
Masih banyak gangguan tidur lain yang belum bisa dibahas di sini, seperti insomnia, narkolepsi, periodic limb movement dan parasomnia. Akan tetapi gangguan-gangguan ini walaupun tidak kalah seriusnya, merupakan kasus-kasus yang jarang, ataupun jika sering sudah banyak diketahui orang (insomnia).
OSA menjadi prioritas karena banyaknya penderita yang tidak menyadari kondisinya. Semoga tulisan singkat ini dapat menjadi awal bagi kesadaran kita akan kesehatan tidur.
Belum habis para malaikat terkagum-kagum akan apa yang telah dibuatNya selama 5 hari sebelumnya, dan hari itu Allah mengambil keputusan, "Aku akan menciptakan yang laen daripada yang laen hari ini !" kataNya pada hari yang ke-enam.
Tiba-tiba Allah turun dari tahtaNya yang mulia dan berkilauan, Ia menginjakkan kakiNya di atas tanah yang berlumpur itu untuk pertama kalinya dan, dengan penuh kelembutan, Ia menggulung lengan jubahNya.
Berbisik-bisiklah para Malaikat satu dengan yang laen, penuh rasa ingin tahu apakah gerangan yang membuat Allah turun dari tahtaNya dan berdiri di atas lumpur itu. Lalu seorang malaikat memberanikan diri dan bertanya," Ya Allah Yang Mulia, Maha Penyayang dan Pengasih, apakah yang akan Kau buat hingga Kau merelakan kaki dan jari-jari tanganMu menyentuh lumpur yang kotor itu? Biarlah kami yang melalukan pekerjaan yang kotor ini sebab Engkau tidak layak untuk melakukan ini semua".
Tersenyumlah Allah dengan senyuman khasNya yang lembut, "Lihatlah, sebentar lagi pekerjaanKu akan selesai".
"Apakah yang akan Kau buat Tuanku?" tanya malaikat itu lagi. Allah menjawab, " Aku akan menciptakan karya yang terindah yang segambar dan serupa dengan diriKu.".
Terbelalaklah mata malaikat itu, "Wah...begitu mulianya dan berharganya ciptaanMu ini. Mengapa Engkau mau menciptakannya ?" , tanyanya sambil menengadahkan kepalanya.
JawabNya," Akan ada kasih di hatinya bagiKu, akan ada pujian dari mulutnya, dan akan ada cinta yang sejati antara Aku dan dia. Bukankah itu indah? Pernahkah terlintas di pikiranmu akan hal ini, dicintai dan mencintai dengan cinta yang sejati ?".
Terkagumlah malaikat itu dan dengan mata yang berbinar-binar berkata, " Sangat indah ya Tuanku, sangat indah...Sungguh tak sekalipun hal ini terlintas di pikiranku. Pastilah ciptaan dariMu ini senantiasa akan menyenangkanMu, selalu patuh padaMu, tak pernah menyangkaliMu dan mengasihiMu sepanjang hidupnya...".
Sambil tersenyum Ia berkata, "Yang Kau katakan itu sangatlah indah, tetapi tidaklah demikian. Dia akan memiliki kebebasan dan dia akan memiliki pilihan untuk mengasihiKu atau tidak."
Semerta-merta raut muka malaikat itu berubah dan tenggelam dalam kebingungan yang tak terselami, "Dengan demikian mereka memiliki kesempatan untuk membuat diriMu sedih, ya Rajaku. Engkau terlalu baik untuk dikecewakan, tidakkah lebih baik untuk tidak menciptakannya atau mungkin menciptakan mereka dengan hati yang selalu mencintaiMu, tanpa pilihan yang lain?"
"Aku menginginkan cinta yang sejati, hambaKu. Dan cinta yang sejati bukanlah cinta yang memaksa tetapi cinta yang timbul dari segala macam pilihan yang ada".
Mengertilah malaikat itu dan berkata, "Jadilah kehendakMu ya Tuanku ! Kudus dan mulialah Engkau selamanya !".
Seketika itu juga, lumpur itu mulai menunjukkan bentuknya yang berstruktur sama dengan Allah dan akhirnya Ia berkata, " Kuhembuskan nafas kehidupan daripadaKu, jadilah engkau manusia !"
Pak Didi seorang Marinir yang bertugas di Medan mengisahkan kisah mengharukan ini. Peristiwa yang tidak dapat dilupakannya. Dia bersama isterinya kost di rumah seorang warga Tapanuli di Sunggal-Medan, pak Maruli namanya (nama samaran). Pak Maruli ini mempunyai seorang anak gadis yang cantik jelita, "Riani" dia menjadi primadona di dilingkungan perumahan tsb. Rambutnya seperti mayang terurai, penampilan pisiknya sangat ideal membuat banyak laki-laki berusaha mendekatinya. Dengan gaya masing-masing sang pemuda berusaha merebut hati gadis ini. Ada yang memakai mobil dengan model terbaru, pakaian dengan model Pierre Gardyn, memakai wangi-wangian yang aromanya aduhai....! Siapa sih orangtua yang tidak bangga memiliki putri cantik?
Diantara laki-laki tsb,ada seorang yang berpenampilan smart, elegant, ganteng dan meyakinkan. Namanya Warso (nama samaran) pria lain suku. Dengan setia Warso selalu wakuncar setiap malam minggu kerumah Riani, sikapnya yang selalu melindunginya membuat Riani semakin mencintai laki-laki ini. Orangtuanya juga yakin bahwa pria ini sangat bijak menjaga putrinya. Hubungan mereka sudah berlangsung enam bulan. Riani yakin inilah pasangannya yang cocok baginya. Jadi kemanapun mereka pergi berdua, orangtuanya percaya saja. Suatu saat didaerah Brastagi yang sejuk, Warso membisikkan ketelinga Riani: "Aku mencintaimu, dan ingin menikahimu segera"
Dia mengecup kening Riani sebagai tanda kasihnya. Hati Rianipun berbunga-bunga mendengar pernyataan Warso. Dia sungguh berbahagia malam itu. "Apa buktinya abang mencintaiku" tanya Riani. Dia ingin bukti keseriusannya. Tanpa diduga, Warso mengeluarkan dari dalam sakunya sebuah cincin dan menaruhnya kejari manis Riani. Kemudian dengan mesra mereka berpelukan. Warso membaringkan tubuh Riani ketempat tidur. Karena dikuasai nafsu yang tak terkendali, mereka berduapun tenggelam melakukan seperti suami-isteri.
Kemudian mereka kembali ke Medan, Warso mengantar Riani kerumahnya. Diteras rumah, orangtua Riani sedang membaca koran dengan santainya. Warso menyapa orangtua Riani dengan sopan, “Apa kabar pak?" Kami sudah pulang dari Brastagi, "Ini pak kami bawa oleh-oleh duren Brastagi" kata Warso sambil menyodorkan duren tsb. Merekapun mencicipi oleh-oleh yang dibawa Warso. "Uenaaak sekaaaliii" sahut pak Maruli menirukan logat Jawa.
Setelah puas makan duren, Warso pamit pulang. Dia diantar Riani hingga gerbang pagar. Sambil melambaikan tangan.."daaagh" kata mereka berdua. Riani tersenyum bahagia hari itu. "Dia pasti menjadi suamiku" katanya dalam hati.
Malam Minggu berikutnya, Riani berdandan, dia memakai gaun yang indah malam itu, siap-siap menyambut calon suami. Cantik tenan dia malam itu. Biasanya Warso datang paling lambat jam 19.00 wib. Rianipun berkali-kali melihat jam tangannya, tetapi sang kekasih belum datang juga.
Dia tunggu hingga jam 21.00 wib, belum muncul juga. Dia mulai gusar, lalu dia menelpon Warso kerumahnya. Dia "Sudah tidak disini mbak" kata pembantu, "kontrakannya sudah habis."
"Pindah kemana dia?" tanya Riani dengan suara agak keras.
"Saya nggak Tahu mbak" sahut pembantu.
Seperti disambar petir disiang bolong, diapun lari kekamar sambil merebahkan tubuhnya dan tertelungkup mendekap bantal guling. Dia menangis dengan sedihnya. Dia tidak menceritakan kepada orangtuanya bahwa kegadisannya sudah direnggut Warso.
Riani masih berharap Warso datang mengunjunginya dan mempertanggung jawabkan perbuatannya, tetapi tiga bulan ditunggu-tunggu sang pacar tidak muncul juga. Riani pun putus asa, dan merasa malu melihat orangtuanya dan lingkungannya. Dia merenung-renung peristiwa yang menyakitkan itu. Akhirnya dia mengambil suatu keputusan untuk meninggalkan orangtuanya. Keputusan yang merusak dirinya sendiri. Dia pergi ke suatu tempat di Tanjung Balai, suatu tempat prostitusi. Dia menjadi wanita "P" karena merasa tidak berguna lagi bagi keluarga, merasa malu dan ternoda dgn perbuatannya sendiri.
Orangtuanya tidak mengetahui dia berada dimana, dan akhirnya pak Maruli minta tolong mencarikan sang putri kepada pak Didi(marinir) yang kost dirumahnya. Pak Didi ini seorang Kristen yang taat. Setiap hari Minggu, dia selalu ikut kebaktian di HKBP Sunggal. Karena sering bergaul dengan orang Batak ,diapun fasih berbahasa batak. Di Medan dia ditugaskan sebagai kepala salah satu pleton Angkatan Laut Republik Indonesia.
Sebagai seorang prajurit, diapun menyelusuri tempat-tempat prostitusi di Sumut dan sekitarnya. Dia mencari informasi ke tempat itu dengan menanyakan para germo atau wts yang ada dilokasi. Dia pura-pura menjadi laki-laki hidung belang. Dengan berbagai tehnik pencarian informasi, akhirnya dia berhasil menemukan Riani di Tanjungbalai. Perlu diketahui bahwa pak Didi tidak mengenal wajah Riani karena peristiwa ini terjadi sebelum pak Didi kost di rumah pak Maruli.
Pak Didi pun booking Riani dan mereka masuk kamar dan berbicara berduaan. Namanya bukan Riani lagi, tetapi sudah berganti dengan Kristin.
"Ayolah om", ajak Kristin(Riani) ke pak Didi.
"Tenang saja dulu Tin, kita ngobrol-ngobrol saja dulu" sahut pak Didi dengan wajah kalam.
"Soalnya saya nanti ditegor dengan boss saya" kata Kristin.
Pak Didipun mengorek informasi sebanyak-banyaknya dari Kristin, mengapa dia terjun kedunia hitam itu.
"Aku sudah sakit oleh ulah laki-laki yang tidak bertanggung jawab, aku malu terhadap keluarga dan teman-temanku, Aku pasti dibenci kedua orangtuaku. Allah pasti membenci saya." Dia menangis menumpahkan kesedihannya kepada pak Didi.
Pak Didipun membuka Alkitabnya yang selalu dibawanya kemanapun dia pergi. Alkitab tersebut dibungkus pakai koran.
"Kamu Rindu nggak bertemu dengan keluargamu?" Tanya Pak Didi.
"Aku Rindu sekali pak, tetapi maukah mereka menerimaku?" dia balik bertanya.
"Tuhan sendiri selalu terbuka tanganNya menerima orang berdosa dan berpaling ke Jalan yang benar. Ingat Maria Magdalena si Pelacur itu? Tuhan Yesus mengampuninya bukan? Tuhan datang ke dunia untuk menyembuhkan orang-orang sakit, agar sembuh. Maukah kamu kembali? Tuhan dan orangtuamu pasti mau menerimamu. Saya jamin" ujar pak Didi memberi semangat.
"Tapi saya sudah terikat kontrak dengan germo disini" ujarnya. "Nanti saya dituntut ganti rugi" kata Kristin.
"Baiklah kalau begitu, saya akan menghadap germo agar kamu diijinkan keluar. Masalah itu, serahkan kepadaku", ujar sang marinir. Dari pertemuan pertama dengan pak Didi, tidak serta merta Kristin dapat meninggalkan pekerjaannya.
Masih ada sekitar 2 bulan Kristin melakukan pekerjaannya sebagai WTS. Untuk mempercepat prosesnya, maka pak Didi minta kepada Germo dan Kristin agar memberikan waktunya setiap minggu kepada pak Didi, sambil mengatur strategi dan menghubungi gereja yang mau menerima Kristin nanti. Setiap kunjungan pak Didi ke Kristin, dia tetap membayar sebagaimana setoran Kristin ke Germo.
Setelah lobbying kepada gereja, dan keluarga akhirnya tibalah saatnya Kristin keluar dari komplex prostitusi. Pak Didi mengatakan bahwa dia akan mengawini Kristin. Untuk meyakinkan sang germo, pak Didi juga mengajak ayah Kristin bersama-sama membuat pernyataan tanpa sepengetahuan Kristin.
Akhirnya tibalah Kristin dibawa pulang, tetapi bukan ke rumah orangtuanya. Dia dititipkan kesalah sebuah gereja, dan mendapat katekisasi dari Pendeta. Setelah cukup mendapat katekisasi, pada acara kebaktian hari Minggu berikutnya, Pak Didi mengajak orangtua Riani ikut kebaktian, tetapi diminta duduk dibelakang saja. Orangtua mereka tidak tahu pada saat itu ada acara khusus mengenai anaknya yang hilang. Riani(Kristin) pun sudah dipersiapkan mentalnya untuk mengakui dosa-dosanya dihadapan Jemaat. Lagu Pujian yang berjudul Sai Mulak,sai Mulak dst.. berkumandang.
Dengan tegar dia mengakui dihadapan penatua dan Jemaat. Tibalah acara ucapan selamat kepada Kristin yang sudah pulang dari Parjalangan. Satu per satu jemaat menyalaminya, dan terakhir orangtua Kristin datang. Kristin langsung mencium kaki kedua orangtuanya(sungkem). Airmata tak terbendung lagi. Orangtua Riani juga juga memeluk pak Didi, dan mengucapkan terima kasih banyak atas kembalinya anak yang hilang ke jalan yang benar. Pak Maruli dan Isteri menangis terharu atas usaha pak Didi. Pendetapun bercerita bahwa semuanya ini adalah berkat usaha pak Didi memohon kepada Tuhan.
Dari kumpulan 100 domba, satu diantaranya hilang. Inilah tugas gereja dan jemaat mencari domba-domba yang hilang dan berkumpul bersama lagi. Pekerjaan ini sudah dilakukan oleh pak Didi dengan baik. Dia hanya jemaat biasa, tetapi terpanggil membawa manusia yang kehilangan arah ke jalan yang dikehendaki Tuhan.
Saat Ini Riani sudah dipersunting oleh laki-laki yang bertanggungjawab dan bekerja disalah satu instansi pemerintah. Pak Didi saat ini adalah Satpam di sebuah gereja, tetapi anak-anaknya menjadi pelayan-pelayan Tuhan semua, ada anaknya menjadi seorang dokter tetapi tetapi aktif melayani.
Ku lihat Yesus di ruang kemudi, menatapku dan berkata: "Lepaskan tambatan perahumu dan biarkan Aku membawa engkau ke seberang. Bukan rencanaKu, untuk engkau tetap tertambat di sini." Dengan takut, gelisah dan khawatir aku menjawabNya, "Tuhan bukankah lebih baik aku tetap disini. Aku tidak akan melihat topan, badai dan angin ribut. Dan aku dapat kembali ke darat kapanpun aku mau."
Lembut Yesus memegang tanganku, menatap mataku dan berkata, "Memang disini engkau tidak akan mengalami topan, badai dan angin ribut. Tapi engkau juga tidak akan pernah melihat Aku mengatasi semua itu. Engkau tidak akan melihat Aku berkuasa atas semuanya itu, karena Akulah TUHAN."
Dalam pergumulan berat, aku memandangi tali yang mengikat perahuku. Di tali itu ku lihat ada rasa khawatir akan keuangan, pekerjaan, pasangan hidup, dll. Dalam hati aku bertanya-tanya: "tahukah Ia akan apa yang aku inginkan? Mengertikah Ia akan apa yang aku rindukan dan dambakan?"
Yesus memelukku dan berbisik lembut, "Memang tidak semuanya akan sesuai dengan apa yang kau inginkan, rindukan dan dambakan bahkan mungkin kebalikannya yang akan kau dapat, tapi maukah kau percaya. RancanganKu adalah rancangan damai sejahtera, masa depanKu adalah masa depan yang penuh harapan."
Ia memeluk dan menangis bersamaku, dengan berat aku melepaskan tali perahuku. Ku lepaskan semua rasa khawatir itu dari hatiku, ku taruh hak atas masa depanku di tanganNya. Aku tidak tahu bagaimana masa depanku, sambil menangis aku menatapNya dan berkata: "Jadilah nahkoda dalam perahuku dan marilah kita berlayar"
----
Teman maukah kau serahkan hak atas masa depanmu dalam tanganNya, tanpa engkau pernah tahu bagaimana Ia akan merancang semuanya itu, tapi hanya dengan satu keyakinan: "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." (Yer 29:11)
JADILAH NAKHODA DALAM PERAHUKU DAN MARILAH KITA BERLAYAR
Tuhan sangat menyukai orang yang sungguh rendah hati. Booker T. Washington, seorang pendidik berkulit hitam yang terkenal, adalah salah satu contohnya. Tatkala ia menjadi pimpinan pada Institut Tuskegee di Alabama, ia senang berjalan-jalan di pinggir kota. Suatu hari ia dihentikan oleh seorang wanita kaya kulit putih. Karena tak mengenal Washington, maka ia menawarkan apakah laki-laki kulit hitam itu mau ia beri upah dengan memotongkan kayu untuknya.
Setelah mengingat bahwa tak ada urusan mendesak pada saat itu,maka Profesor Washington menyatakan kesediaannya. Ia tersenyum, menggulung lengan baju, dan mulai mengerjakan pekerjaan kasar yang diminta wanita tadi. Kemudian ia membawa kayu-kayu itu ke dalam rumah dan meletakkannya di dekat perapian.
Seorang gadis kecil yang mengenalnya, kemudian mengatakan kepada wanita itu siapa Pak Washington sebenarnya. Keesokkan harinya wanita tadi dengan perasaan malu datang ke kantor Washington untuk meminta maaf : "Tak apa-apa, Nyonya, saya sangat senang dapat menolong anda". Wanita tadi dengan hangat menjabat tangan Pak Washington dan mengatakan bahwa perilaku Washington yang sangat terpuji itu tertanam dalam hatinya. Tak lama kemudian wanita tadi menyatakan penghormatannya dengan menyumbang beribu-ribu dolar untuk Institut Tuskegee.
Ingatlah bahwa mengerjakan sesuatu tanpa pamrih akan membuat anda dihormati manusia dan disayangi Allah. Ini merupakan hadiah sejati atas kerendahan hati. Tak ada pakaian yang lebih pantas bagi kita selain jubah kerendahan hati.
"..... Barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan" (Matius 23:12)
Matius 28:20b - "Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 7; Matius 7; Kejadian 13-14
Ketika David Livingstone ke negeri asalnya, Skotlandia, setelah enam belas tahun masa yang sulit sebagai seorang penginjil dan penjelajah di Afrika, banyak orang yang mengenalnya melihatnya dengan keheranannya. Tubuhnya sudah tidak seperti dahulu ketika ia berangkat dari negara tersebut. David terlihat kurus karena dua puluh tujuh kali mengalami demam yang menjalar sampai pembuluh-pembuluh darahnya selama tahun-tahun pelayanannya. Tangan kirinya tergantung tak berdaya di sisi tubuhnya akibat diserang oleh seekor singa.
Saat berbicara kepada para mahasiswa di Glasgow University, ia berkata, "Apakah yang membuat saya bertahan melewati masa-masa sulit dan kesepian di sepanjang hidup saya itu? Jawabannya adalah karena Janji Kristus yang tertulis dalam Matius 28 ayat 20, ‘Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.'"
Janji itu adalah milik kita juga. Apa pun pencobaan yang kita hadapi, Kristus tidak pernah meninggalkan kita. Ia beserta dengan kita di setiap langkah perjalanan! Peganglah janji itu dalam hidup Anda untuk hari ini dan sampai selamanya!
Penyertaan Tuhan di dunia ini menjadi bagian setiap orang-orang yang setia menjalankan firman-Nya.
Sumber: Hope for Each Day; Billy Graham; Penerbit Metanoia