30 December 2009
29 December 2009
Komunikasi Suami Istri
Jika kita suami istri mulai belajar berkomunikasi dengan baik, maka rumah tangga pasti akan mengalami perubahan dan pemulihan. Untuk itu kita perlu jujur pada diri sendiri bagian mana yang perlu kita ubah.
Prinsip komunikasi yg sehat :
1. Jadilah pendengar yang baik (Ams 18:13)
2. Berpikir sebelum berbicara (Ams 15:23,28, Yak 1:19)
3. Berbicara dengan kasih (Efe 4:15,25)
4. Jangan menghukum pasangan dengan puasa bicara
5. Jauhi berdebat (Ams 17:9)
6. Kendalikan amarah waktu berbicara (Ams 14:29)
7. Mintalah maaf bila bersalah (Yak 5:16)
8. Jangan merengek (Ams 10:19)
9. Berhentilah mengkritik, membangunlah (Roma 14:13)
10. Hargailah pendapat orang lain (Fil 2:1-4, Efe 4:2)
Hal yg perlu diperhatikan saat berbicara :
1. Volume - jangan terlalu keras
2. Pitch - Nada suara jangan tinggi/membentak
3. Moment - cari waktu yang tepat untuk membicarakan masalah.
Sembilan puluh persen gesekan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari disebabkan oleh nada bicara yang kurang baik.
Amsal 15:23 - Seseorang bersuka cita karena jawaban yang diberikannya dan alangkah baiknya perkataan yang tepat pada waktunya!
Teman, ketika kemarahan memuncak, pikirkanlah akibat-akibatnya. ...
27 December 2009
Cape Deh…
Seorang anak kelas 1 SD tidak mau bergabung dengan teman-teman sebayanya yang dengan ceria ngobrol tentang liburan Natal.
"Apa kamu ngak suka liburan Natal?" tanyaku.
"Nggak terlalu," katanya.
"Capek, karena orang tuaku slalu menghadiri banyak sekali kebaktian Natal, dan aku harus selalu ikut."
"Loh, orang tuamu pendeta ya?" tanyaku penasaran.
"Bukan, hanya anggota gereja biasa," jawabnya, "tapi kami harus selalu ikut agar mama tidak perlu masak lagi di rumah, capek deh..."
26 December 2009
Weekly Scripture – Roma 12:2
"Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." - Roma 12:2
25 December 2009
Siapa Yang Tahu?
NARATOR : Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, sebagaimana telah diumumkan beberapa waktu yang lalu bahwa menjelang malam Natal, di gereja kita akan digelar “Talk Show Natal”. Mari kita panggil saja host kita, bukan Farhan, bukan juga Indi Barends, tetapi ini dia…
HOST KELUAR DAN MELAMBAI KE JEMAAT
HOST : Syalom, syalom… apa kabar semua? Umat yang berbahagia, untuk menyambut malam Natal yang spesial ini, saya sudah siapkan tamu kita dari jauh. Saya panggilkan saja, Saudara Barak bin Yunus…
BARAK, YANG BERPAKAIAN YAHUDI, KELUAR DENGAN STATUS LUMAYAN KARENA DIA ADALAH PEMILIK PENGINAPAN DI BETLEHEM.
HOST : Selamat datang, selamat datang, Bung Barak. Silahkan duduk. Dalam catatan saya ini, Bung ini seorang pemilik penginapan di kota kecil Betlehem Yudea. Apa betul?
BARAK : Betul, tidak salah lagi.
HOST : Maaf Bung Barak. Saya tidak bermaksud memojokkan Bung. Tetapi saya harus bertanya, kok tega-teganya Bung itu menempatkan Yusuf dan Ibu Maria yang sedang hamil besar di sebuah kandang binatang?
BARAK : Eh, Dik, kami ini gampang bicara. Kamu enggak tahu bagaimana keadaan kota Betlehemn waktu itu. Ramainya ajubile. Dan semua penginapan penuh, juga rumah penginapan saya. Lagipula kandang binatang saya termasuk cukup lumayan untuk beristirahat. Bersih. Buktinya, Ibu Maria yang melahirkan Anaknya disana, tidak kena penyakit dan kemudian cukup kuat untuk mengadakan perjalanan ke Mesir.
HOST : Oke… Oke… Jangan emosi, Bung. Saya wajib menanyakan. Kan namanya juga talk show. Nah, ini saya mesti tanya lagi nih.
BARAK : Silakan. Saya akan jawab selama saya bisa.
HOST : Bung tahu enggak kalau Anak yang dikandung Ibu Maria itu adalah Yesus, Juru Selamat dunia. Anak Allah pencipta langit dan bumi.
BARAK : Ya enggak lah…! Siapa yang tahu…
HOST : Oke… Oke… Kalau misalnya Bung tahu, apakah waktu itu Bung tetap memberikan Ibu Maria tempat di kandang binatang untuk melahirkan Bayinya.
BARAK : Ya enggak mungkinlah. Saya pasti mengimbau, kalau perlu memaksa keluarga yang menempati kamar yang terbaik, pindah dan men-share tempat dengan seorang langganan yang lain.
HOST : Oo, jadi karena Bung tidak tahu jadi Bung kasih Ibu Maria kandang domba itu sebagai tempat melahirkan. Tetapi kalau Bung tahu, akan menjadi lain persoalannya.
BARAK : Ya, begitulah kira-kira…
HOST : Apakah sekarang ada rasa penyesalah karena tidak memberikan yang terbaik kepada Tuhan Yesus, Anak Allah, Juru Selamat Dunia
BARAK : Hey, Bung. Enggak usah ngomong gitu deh. Karena saya tidak tahu, maka terjadilah suatu kesalahan tempo hari. Tetapi, Bung sendiri bagaimana? Teman-teman Bung yang sudah tahu bagaimana? Kalian bahkan tahu semua rencana Allah. Bahkan sudah mengalami penyelamatan dunia yang dahsyat, dan sekarang hidup di tahun-tahun anugerah. Apakah teman-teman Bung yang duduk di depan sekarang ini sudah memberikan yang terbaik kepada Yesus yang nama-Nya Bung dan teman-teman pakai di belakang nama Bung sekarang? Bukankah Bung menamai diri Bung seorang Kris-ten, pengikut Kristus, namun tidak memberikan yang terbaik kepada Dia yang Bung sembah? Tolong pikirkan itu deh. Daripada memojokkan saya seorang pemilik penginapan pada zaman dua ribu tahun yang lalu, yang tidak tahu menahu soal siapa Ibu yang hamil itu.
Sudah. Saya mau kembali sekarang. Tetapi sekali lagi ya, tolong pikirkan betul, renungkan lagi apa yang saya katakan tadi…
BARAK MASUK DAN MENINGGALKAN HOST BENGONG SENDIRIAN.
HOST : Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, saya tidak bisa menjawab pertanyaan Bung Barak dari Betlehem tadi. Saya serahkan saja kepada saudara masing-masing. Apakah saudara sudah memberikan yang terbaik kepada Yesus, Tuhan kita. Syalom, Tuhan memberkati kita.
SELAMAT NATAL!
Sumber : Renungan Harian Edisi Desember 2009
24 December 2009
Merry Christmas
Rumah Renungan ingin mengucapkan Selamat Natal 2009, terima kasih buat semua orang yang sudah kunjungan ke blog ini dan yang sudah mensupport kami baik itu dengan artikel, mengunjungi sponsor kami, sehingga blog ini tetap ada. Tuhan Yesus memberkati kalian semua… Merry Christmas!

Kue Natal
Mazmur 34:9a "Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu!"
Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 26; Lukas 2; Ayub 32-33
Natal selalu identik dengan lagu, pernak-pernik dan tidak ketinggalan adalah makanannya. Nah, untuk yang ditulis terakhir ini, setiap keluarga mempunyai jenis dan cara tersendiri menyajikannya. Namun, dari berbagai macam makanan tersebut, kue-kue natal seperti nastar, kue bawang hampir selalu ada di setiap rumah orang Kristen.
Selain memiliki aroma khas, rasa kue-kue ini yang nikmat membuat siapa saja yang memakannya pasti ketagihan. Saya pun termasuk orang yang sangat menyukainya. Bila saya melihat makanan-makanan ini ada di rumah maka tidak perlu menunggu hitungan 3, saya pun pasti akan segera melahapnya. Terkesan rakus? Nggak juga. Namun, begitulah saya menikmati makanan yang Tuhan telah sediakan dalam hidup saya dan keluarga.
Apakah hari-hari ini Anda telah merasakan kebaikan-kebaikan Tuhan dalam hidup Anda? Bagaimana Anda mengekspresikan ucapan syukur atas hal tersebut? Berdiam saja atau hanya berterima kasih kepada-Nya ala kadarnya?
Bapa di Surga sungguh senang ketika nama-Nya ditinggikan dan dimuliakan oleh anak-anakNya di muka bumi ini. Dia sangat disukakan begitu mendengar ada sukacita besar yang dinaikkan kepada-Nya dalam nyanyian-nyanyian baru. Oleh karena itu, bersukacitalah senantiasa karena perbuatan-perbuatan yang dilakukan Allah bagi hidup Anda.
Cara menikmati kasih dan anugerah Allah adalah dengan mengucap syukur.
Sumber: Artikel Saduran Devotional “Oh! That Chrismas Pie” Oleh Missey Butler
Jawaban.com
Teman Adalah Cara Tuhan Menjaga Kita
Ini ditulis oleh seorang dokter dari rumah sakit Metro Denver:
Saya dalam perjalanan pulang ke rumah dari sebuah pertemuan sore ini sekitar pk 5:00, terjebak dalam kemacetan di jalan di Colorado Blvd., dan tiba-tiba mobil saya mulai tersendat-sendat dan akhirnya mati. Dengan susah payah saya bisa mendekati sebuah pompa bensin, lega karena saya tidak menghalangi jalan dan mencari tempat hangat untuk menunggu mobil derek. Tapi tidak ada yang mau berhenti. Sebelum saya mulai menelpon, saya melihat seorang wanita berjalan keluar dari sebuah minimart, dan ia terpeleset di jalan es dan jatuh di dekat pompa bensin, saya bergegas ke ibu ini untuk melihat apakah ia baik-baik saja.
Ketika saya tiba disana, terlihat bahwa ia sedang tersedu-sedu lebih karena sedihnya, dan bukan karena jatuhnya; ia adalah seorang gadis muda yang kelihatan begitu awut-awutan dengan lingkaran hitam di sekitar matanya. Ia menjatuhkan sesuatu ketika saya membantu ia bangun, dan saya ambil untuk diberikan ke dia. Ternyata uang logam satu nikel.
Saat itu, saya jadi menyimpulkan: wanita menangis, Suburban tua yang dipenuhi dengan barang-barang dan 3 anak di belakang (1 di tempat duduk depan) , dan meteran pompa menunjukkan $4.95.
Saya bertanya apakah semuanya baik-baik saja dan apakah ia membutuhkan bantuan, dan ia lalu berkata, “Saya tidak ingin anak saya melihat saya menangis!”. Jadi kami berdiri menjauh dari mobilnya ke balik pompa. Ia bercerita bahwa ia sedang menuju ke California dan situasinya sangat sulit buat dia saat ini. Saya bertanya, “Apakah anda berdoa?” Ia mundur sedikit, tapi saya yakinkan bahwa saya bukan orang gila dan berkata, “IA mendengar kamu, dan IA mengirim saya.”
Saya mengambil kartu kredit saya dan menggesek di card reader dari pompa tersebut sehingga mobil wanita itu bisa terisi penuh, sementara bensinnya diisi, saya berjalan ke McDonald di sebelah dan membeli 2 kantung besar makanan, beberapa voucher untuk dipakai nanti, dan segelas besar kopi.
Ia memberikan makanan itu kepada anaknya, yang langsung menyambar seperti serigala kelaparan, dan kami berdiri di sebelah pompa sambil memakan kentang dan berbicara sedikit.
Ia memberitahu namanya, menceritakan bahwa ia tinggal di kota Kansas. Teman laki-lakinya meninggalkannya 2 bulan yang lalu sehingga ia tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Ia juga tahu bahwa ia tidak akan bisa membayar sewa rumah bulan January nanti. Dan dalam keadan putus asa ia menelpon orang tuanya yang tidak pernah dihubunginya selama 5 tahun. Mereka tinggal di California dan akhirnya setuju untuk dia tinggal dengan mereka sampai ia bisa mencari uang disana.
Jadi ia mengemas semua barangnya ke dalam mobil milik satu-satunya. Ia memberitahu anak-anaknya bahwa mereka akan ke California untuk merayakan Natal, tetapi tidak memberitahu bahwa mereka akan tinggal disana.
Saya berikan sarung tangan saya, memberikan pelukan kecil dan membacakan sebuah doa cepat bersama dia agar ia selamat dalam perjalanannya. Ketika saya berjalan menuju mobil saya, ia bertanya, “Apakah, Anda malaikat atau apa?”
Ini yang membuat saya terharu. Saya berkata, “Ibu, saat ini malaikat sangat sibuk, sehingga kadang-kadang TUHAN memakai orang biasa.”
Adalah sangat mengharukan untuk menjadi bagian dari keajaiban seseorang. Dan ternyata, Anda sudah bisa menebak, ketika saya menuju ke mobil, ternyata mobil saya bisa langsung distarter dan pulang ke rumah tanpa masalah. Saya akan ke bengkel besok untuk memeriksakan, tapi saya kira teknisi tidak akan mendapatkan sesuatu yang salah.
Kadang-kadang Malaikat terbang sangat dekat dengan Anda sehingga Anda bisa mendengar getaran sayapnya...
Mazmur 55:23 - “Serahkanlah kuatirmu kepada Tuhan, maka IA akan memelihara engkau. Tidak akan selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah.”
Permintaan saya adalah pilihlah orang yang Anda mau TUHAN berkati, terutama pada bulan-bulan terakhir di 2009, dan saya memilih Anda. Tolong berikan cerita ini ke orang lainnya agar mereka diberkati. Ini doanya:
“Bapa, saya memohon Bapa untuk memberkati anakku, cucuku, teman2ku, keluargaku dan orang yang membaca artikel ini sekarang. Tunjukkan kepada mereka pernyataan cinta dan kasihMU. Roh Kudus, Saya memohon Engkau untuk membimbing jiwa mereka saat ini. Dimana ada luka, sembuhkan dan berikanlah mereka pengampunan dan kedamaianMU. Dimana ada kebingungan, lepaskanlah keyakinan yang baru melalui berkatMU, dalam nama Yesus. Amin.”
Ketika Setan datang mengetuk pintu anda, katakan, “Tuhan Jesus, tolong enyahkan dia dari saya.”





