Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

25 December 2009

Siapa Yang Tahu?

NARATOR : Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, sebagaimana telah diumumkan beberapa waktu yang lalu bahwa menjelang malam Natal, di gereja kita akan digelar “Talk Show Natal”. Mari kita panggil saja host kita, bukan Farhan, bukan juga Indi Barends, tetapi ini dia…

HOST KELUAR DAN MELAMBAI KE JEMAAT

HOST : Syalom, syalom… apa kabar semua? Umat yang berbahagia, untuk menyambut malam Natal yang spesial ini, saya sudah siapkan tamu kita dari jauh. Saya panggilkan saja, Saudara Barak bin Yunus…

BARAK, YANG BERPAKAIAN YAHUDI, KELUAR DENGAN STATUS LUMAYAN KARENA DIA ADALAH PEMILIK PENGINAPAN DI BETLEHEM.

HOST : Selamat datang, selamat datang, Bung Barak. Silahkan duduk. Dalam catatan saya ini, Bung ini seorang pemilik penginapan di kota kecil Betlehem Yudea. Apa betul?

BARAK : Betul, tidak salah lagi.

HOST : Maaf Bung Barak. Saya tidak bermaksud memojokkan Bung. Tetapi saya harus bertanya, kok tega-teganya Bung itu menempatkan Yusuf dan Ibu Maria yang sedang hamil besar di sebuah kandang binatang?

BARAK : Eh, Dik, kami ini gampang bicara. Kamu enggak tahu bagaimana keadaan kota Betlehemn waktu itu. Ramainya ajubile. Dan semua penginapan penuh, juga rumah penginapan saya. Lagipula kandang binatang saya termasuk cukup lumayan untuk beristirahat. Bersih. Buktinya, Ibu Maria yang melahirkan Anaknya disana, tidak kena penyakit dan kemudian cukup kuat untuk mengadakan perjalanan ke Mesir.

HOST : Oke… Oke… Jangan emosi, Bung. Saya wajib menanyakan. Kan namanya juga talk show. Nah, ini saya mesti tanya lagi nih.

BARAK : Silakan. Saya akan jawab selama saya bisa.

HOST : Bung tahu enggak kalau Anak yang dikandung Ibu Maria itu adalah Yesus, Juru Selamat dunia. Anak Allah pencipta langit dan bumi.

BARAK : Ya enggak lah…! Siapa yang tahu…

HOST : Oke… Oke… Kalau misalnya Bung tahu, apakah waktu itu Bung tetap memberikan Ibu Maria tempat di kandang binatang untuk melahirkan Bayinya.

BARAK : Ya enggak mungkinlah. Saya pasti mengimbau, kalau perlu memaksa keluarga yang menempati kamar yang terbaik, pindah dan men-share tempat dengan seorang langganan yang lain.

HOST : Oo, jadi karena Bung tidak tahu jadi Bung kasih Ibu Maria kandang domba itu sebagai tempat melahirkan. Tetapi kalau Bung tahu, akan menjadi lain persoalannya.

BARAK : Ya, begitulah kira-kira…

HOST : Apakah sekarang ada rasa penyesalah karena tidak memberikan yang terbaik kepada Tuhan Yesus, Anak Allah, Juru Selamat Dunia

BARAK : Hey, Bung. Enggak usah ngomong gitu deh. Karena saya tidak tahu, maka terjadilah suatu kesalahan tempo hari. Tetapi, Bung sendiri bagaimana? Teman-teman Bung yang sudah tahu bagaimana? Kalian bahkan tahu semua rencana Allah. Bahkan sudah mengalami penyelamatan dunia yang dahsyat, dan sekarang hidup di tahun-tahun anugerah. Apakah teman-teman Bung yang duduk di depan sekarang ini sudah memberikan yang terbaik kepada Yesus yang nama-Nya Bung dan teman-teman pakai di belakang nama Bung sekarang? Bukankah Bung menamai diri Bung seorang Kris-ten, pengikut Kristus, namun tidak memberikan yang terbaik kepada Dia yang Bung sembah? Tolong pikirkan itu deh. Daripada memojokkan saya seorang pemilik penginapan pada zaman dua ribu tahun yang lalu, yang tidak tahu menahu soal siapa Ibu yang hamil itu.
Sudah. Saya mau kembali sekarang. Tetapi sekali lagi ya, tolong pikirkan betul, renungkan lagi apa yang saya katakan tadi…

BARAK MASUK DAN MENINGGALKAN HOST BENGONG SENDIRIAN.

HOST : Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, saya tidak bisa menjawab pertanyaan Bung Barak dari Betlehem tadi. Saya serahkan saja kepada saudara masing-masing. Apakah saudara sudah memberikan yang terbaik kepada Yesus, Tuhan kita. Syalom, Tuhan memberkati kita.

SELAMAT NATAL!

Sumber : Renungan Harian Edisi Desember 2009

24 December 2009

Merry Christmas

Rumah Renungan ingin mengucapkan Selamat Natal 2009, terima kasih buat semua orang yang sudah kunjungan ke blog ini dan yang sudah mensupport kami baik itu dengan artikel, mengunjungi sponsor kami, sehingga blog ini tetap ada. Tuhan Yesus memberkati kalian semua… Merry Christmas!

Kue Natal

Mazmur 34:9a "Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu!"

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 26; Lukas 2; Ayub 32-33

Natal selalu identik dengan lagu, pernak-pernik dan tidak ketinggalan adalah makanannya. Nah, untuk yang ditulis terakhir ini, setiap keluarga mempunyai jenis dan cara tersendiri menyajikannya. Namun, dari berbagai macam makanan tersebut, kue-kue natal seperti nastar, kue bawang hampir selalu ada di setiap rumah orang Kristen.

Selain memiliki aroma khas, rasa kue-kue ini yang nikmat membuat siapa saja yang memakannya pasti ketagihan. Saya pun termasuk orang yang sangat menyukainya. Bila saya melihat makanan-makanan ini ada di rumah maka tidak perlu menunggu hitungan 3, saya pun pasti akan segera melahapnya. Terkesan rakus? Nggak juga. Namun, begitulah saya menikmati makanan yang Tuhan telah sediakan dalam hidup saya dan keluarga.

Apakah hari-hari ini Anda telah merasakan kebaikan-kebaikan Tuhan dalam hidup Anda? Bagaimana Anda mengekspresikan ucapan syukur atas hal tersebut? Berdiam saja atau hanya berterima kasih kepada-Nya ala kadarnya?

Bapa di Surga sungguh senang ketika nama-Nya ditinggikan dan dimuliakan oleh anak-anakNya di muka bumi ini. Dia sangat disukakan begitu mendengar ada sukacita besar yang dinaikkan kepada-Nya dalam nyanyian-nyanyian baru. Oleh karena itu, bersukacitalah senantiasa karena perbuatan-perbuatan yang dilakukan Allah bagi hidup Anda.

Cara menikmati kasih dan anugerah Allah adalah dengan mengucap syukur.

Sumber: Artikel Saduran Devotional “Oh! That Chrismas Pie” Oleh Missey Butler

Jawaban.com

Teman Adalah Cara Tuhan Menjaga Kita

Ini ditulis oleh seorang dokter dari rumah sakit Metro Denver:

Saya dalam perjalanan pulang ke rumah dari sebuah pertemuan sore ini sekitar pk 5:00, terjebak dalam kemacetan di jalan  di Colorado Blvd., dan tiba-tiba mobil saya mulai tersendat-sendat dan akhirnya mati. Dengan susah payah saya bisa mendekati sebuah pompa bensin, lega karena saya tidak menghalangi jalan dan mencari tempat hangat untuk menunggu mobil derek. Tapi tidak ada yang mau berhenti. Sebelum saya mulai menelpon, saya melihat seorang wanita berjalan keluar dari sebuah minimart, dan ia terpeleset di jalan es dan jatuh di dekat pompa bensin, saya bergegas ke ibu ini untuk melihat apakah ia baik-baik saja.

Ketika saya tiba disana, terlihat bahwa ia sedang tersedu-sedu lebih karena sedihnya, dan bukan karena jatuhnya; ia adalah seorang gadis muda yang kelihatan begitu awut-awutan dengan lingkaran hitam di sekitar matanya. Ia menjatuhkan sesuatu ketika saya membantu ia bangun, dan saya ambil untuk diberikan ke dia. Ternyata uang logam satu nikel.

Saat itu, saya jadi menyimpulkan: wanita menangis, Suburban tua yang dipenuhi dengan barang-barang dan 3 anak di belakang (1 di tempat duduk depan) , dan meteran pompa menunjukkan $4.95.

Saya bertanya apakah semuanya baik-baik saja dan apakah ia membutuhkan bantuan, dan ia lalu berkata, “Saya tidak ingin anak saya melihat saya menangis!”. Jadi kami berdiri menjauh dari mobilnya ke balik pompa. Ia bercerita bahwa ia sedang menuju ke California dan situasinya sangat sulit buat dia saat ini. Saya bertanya, “Apakah anda berdoa?” Ia mundur sedikit, tapi saya yakinkan bahwa saya bukan orang gila dan berkata, “IA mendengar kamu, dan IA mengirim saya.”

Saya mengambil kartu kredit saya dan menggesek di card reader dari pompa tersebut sehingga mobil wanita itu bisa terisi penuh, sementara bensinnya diisi, saya berjalan ke McDonald di sebelah dan membeli 2 kantung besar makanan, beberapa voucher untuk dipakai nanti, dan segelas besar kopi.

Ia memberikan makanan itu kepada anaknya, yang langsung menyambar seperti serigala kelaparan, dan kami berdiri di sebelah pompa sambil memakan kentang dan berbicara sedikit.

Ia memberitahu namanya, menceritakan bahwa ia tinggal di kota Kansas. Teman laki-lakinya meninggalkannya 2 bulan yang lalu sehingga ia tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Ia juga tahu bahwa ia tidak akan bisa membayar sewa rumah bulan January nanti. Dan dalam keadan putus asa ia menelpon orang tuanya yang tidak pernah dihubunginya selama 5 tahun. Mereka tinggal di California dan akhirnya setuju untuk dia tinggal dengan mereka sampai ia bisa mencari uang disana.

Jadi  ia mengemas semua barangnya ke dalam mobil milik satu-satunya. Ia memberitahu anak-anaknya bahwa mereka akan ke California untuk merayakan Natal, tetapi tidak memberitahu bahwa mereka akan tinggal disana.

Saya berikan sarung tangan saya, memberikan pelukan kecil dan membacakan sebuah doa cepat bersama dia agar ia selamat dalam perjalanannya. Ketika saya berjalan menuju mobil saya, ia bertanya, “Apakah, Anda malaikat atau apa?”

Ini yang membuat saya terharu. Saya berkata, “Ibu, saat ini malaikat sangat sibuk, sehingga kadang-kadang TUHAN memakai orang biasa.”

Adalah sangat mengharukan untuk menjadi bagian dari keajaiban seseorang. Dan ternyata, Anda sudah bisa menebak, ketika saya menuju ke mobil, ternyata mobil saya bisa langsung distarter dan pulang ke rumah tanpa masalah. Saya akan ke bengkel besok untuk memeriksakan,  tapi saya kira teknisi tidak akan mendapatkan sesuatu yang salah.

Kadang-kadang Malaikat terbang sangat dekat dengan Anda sehingga Anda bisa mendengar getaran sayapnya...

Mazmur 55:23 - “Serahkanlah kuatirmu kepada Tuhan, maka IA akan memelihara engkau. Tidak akan selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah.”

Permintaan saya adalah pilihlah orang yang Anda mau TUHAN berkati, terutama pada bulan-bulan terakhir di 2009, dan saya memilih Anda. Tolong berikan cerita ini ke orang lainnya agar mereka diberkati. Ini doanya:

“Bapa, saya memohon Bapa untuk memberkati anakku, cucuku, teman2ku, keluargaku dan orang yang membaca artikel ini sekarang. Tunjukkan kepada mereka pernyataan cinta dan kasihMU. Roh Kudus, Saya memohon Engkau untuk membimbing jiwa mereka saat ini. Dimana ada luka, sembuhkan dan berikanlah mereka pengampunan dan kedamaianMU. Dimana ada kebingungan, lepaskanlah keyakinan yang baru melalui berkatMU, dalam nama Yesus. Amin.”

Ketika Setan datang mengetuk pintu anda, katakan, “Tuhan Jesus, tolong enyahkan dia dari saya.”

Christmas

23 December 2009

Lampu Dapur

Matius 5:14 - "Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 25; Lukas 1; Ayub 29-31

Setiap rumah di perkotaan pasti memiliki ruang dapur, entah itu berukuran besar atau kecil. Disanalah tempat berbagai macam bahan-bahan makanan diolah menjadi makanan yang super lezat. Namun, entah mengapa dapur merupakan tempat kesukaan mama saya. Beliau tidak dapat tinggal diam saja begitu melihat salah satu dari kami memasak. Ia seperti "tak rela" ada masakan di dalam rumah kami yang tidak enak, tersaji di hadapan kami.

Menjelang natal, mama termasuk orang yang begitu antusias untuk merancangkan makanan apa yang akan diberikan kepada kami sekeluarga dan tentu saja orang-orang yang ada di sekitar rumah. Sebenarnya tidak ada makanan yang baru dan begitu spesial yang dibuat oleh beliau, tetapi sepertinya akan terasa berbeda bila makanan itu tidak dibuat sendiri oleh mama kami. Dalam usianya yang tidak muda lagi, ia masih mampu mengerjakan masalah masak memasak di dalam keluarga kami seorang diri.

Mama mungkin bukanlah seorang penginjil yang terkenal yang ada di depan ribuan orang yang melakukan berbagai macam mukjizat kesembuhan, tetapi apa yang dilakukan beliau bagi saya, anggota keluarga saya yang lain dan para tetangga dengan memasak makanan yang sehat dan enak sungguh-sungguh memberkati kami. Beliau tidak hanya lampu yang menerangi ruangan dapur kami, tetapi juga menerangi kehidupan kami.

Saksi-saksi Kristus dimana pun ditempatkan selalu menjadi pusat perhatian.

Sumber: Saduran Artikel Devotional ”The Kitchen Light” oleh Missey Butler

Jawaban.com

Malaikat Yang Baik

Alkisah, di surga seorang malaikat senior sedang membimbing seorang malaikat junior yang akan melakukan PKN (Praktik Kerja Nyata) di bumi.

Malaikat Senior : “Dik, sudah saatnya kamu melihat bagaimana kehidupan di bumi. Nanti kalau kita sudah tiba di bumi, pelajari segala sesuatu dengan baik ya, tapi ingat, kamu tidak usah bicara macam-macam kepada orang-orang di bumi, biar aku saja yang berbicara. Mengerti?”

Malaikat Junior: “Baik, Bang!”

Maka turunlah kedua malaikat tersebut ke bumi. Di bumi mereka mengambil rupa sebagai orang miskin. Setelah sehari penuh melakukan perjalanan, tibalah mereka di rumah seorang yang sangat kaya tetapi sangat kikir dan mengetuk pintu rumah tersebut sebab mereka mencari tumpangan untuk menginap.

Malakat Senior : “Pak, bolehkah kami menumpang di rumah Bapak untuk semalam saja? Kami sudah sangat kelelahan dan tidak ada tempat untuk kami berteduh.”

Orang Kaya : “Hmmm... Bagaimana ya...” (Orang Kaya tersebut ragu-ragu untuk memberi tumpangan, padahal rumahnya sangat besar dan ada banyak kamar di dalamnya)

Malaikat Senior : “Hanya semalam saja Pak, dan percayalah, kami tidak mempunyai maksud jahat kepada Bapak.”

Orang Kaya : “Baiklah, kalian boleh menginap di rumahku ini, tapi hanya untuk semalam saja, ya! Aku mempunyai gudang di belakang rumah, kalian boleh tidur di sana, tapi ingat, jangan berbuat macam-macam, atau kupanggil satpam untuk mengusir kalian!”

Malaikat senior : “Baik Pak, kami mengerti. Terima kasih.”

Maka masuklah kedua malaikat itu ke rumah tersebut menuju gudang di belakang rumah. Gudang tersebut sudah sangat jelek dan kotor karena hampir tidak pernah dibersihkan, bahkan beberapa bagian temboknya sudah hancur dan berlubang. Malaikat Junior karena sudah sangat lelah kemudian langsung tertidur, sedangkan Malaikat Senior malah berinisiatif untuk memperbaiki tembok yang berlubang. Dengan kemampuan supranaturalnya, tertambal lah tembok yang berlubang tersebut.

Keesokan paginya, kedua malaikat tersebut berpamitan kepada pemilik rumah (si orang kaya). Si Orang Kaya karena kekhawatirannya memeriksa gudang rumahnya dan didapatinya bahwa tembok gudang tersebut telah diperbaiki. Ia sangat senang karena tanpa harus memanggil tukang bangunan dan mengeluarkan uang, kondisi tembok yang tadinya berlubang sudah kembali baik.

Kedua malaikat melanjutkan perjalanan mereka dan tibalah mereka di rumah sepasang suami istri yang sudah tua dan miskin namun sangat ramah dan baik hati. Kondisi rumah tersebut sudah sangat buruk, karena suami istri tersebut tidak mampu untuk memperbaiki rumah mereka. Mereka sudah tidak mempunyai apa-apa lagi, satu-satunya harta yang paling berharga yang mereka miliki adalah seekor sapi yang ada di belakang rumah mereka. Kedua malaikat mengetuk pintu rumah tersebut dan sang Suami membuka pintu rumah dan menyambut dengan ramah kedua malaikat itu.

Malakat Senior : “Pak, bolehkah kami menumpang di rumah Bapak untuk semalam?”

Suami Miskin : “Oh, silakan, Nak... kami justru sangat senang dengan kehadiran kalian, karena sudah lama kami tidak kedatangan tamu. Mari, silakan masuk.”

Malaikat Senior : “Terima kasih, Pak.”

Maka masuklah kedua malaikat ke dalam rumah, dan di dalam rumah sang Istri pun menyambut dengan sangat ramah dan menjamu mereka. Mereka pun berbincang-bincang sampai tiba saatnya untuk beristirahat.

Suami Miskin : “Karena di rumah ini hanya ada satu kamar, yaitu kamar kami saja, kalian boleh menggunakan kamar tersebut, biar aku dan istriku tidur di dipan di belakang saja.”

Malaikat Senior : “Tapi Pak, kami kan menumpang di rumah ini...”

Suami Miskin : “Ah, tidak apa-apa kok.”

Malaikat Senior : “Terima kasih atas kebaikan Bapak.”

Akhirnya, suami istri dan kedua malaikat pun beristirahat. Malaikat Junior, seperti biasa, lebih dahulu terlelap daripada Malaikat Senior. Keesokan harinya, saat kedua malaikat terbangun, mereka mendapati sang Suami dan Istri menangis di belakang rumah.

Malaikat Senior : “Ada apa, Pak? Mengapa Bapak menangis?”

Suami Miskin : “Nak, bagaimana kami tidak bersedih, harta kami satu-satunya yang paling berharga, sapi milik kami, kini telah mati...”

Malaikat Senior : “Sudahlah, Pak, jangan bersedih lagi. Nanti Tuhan pasti akan memberikan gantinya untuk Bapak. Bersabar saja ya, Pak...”

Kemudian setalah menghibur suami istri itu dan berbincang sejenak dengan mereka, kedua malaikat berpamitan kepada keluarga tersebut. Kedua malaikat kemudian memutuskan kembali ke surga. Di dalam perjalanan menuju surga, akhirnya Malaikat Junior dengan penasaran dan penuh rasa heran bertanya kepada Malaikat Senior.

Malaikat Junior : “Bagaimana sih, Abang ini? Waktu kita menginap di rumah orang kaya yang kikir, Abang kok malah menolong orang itu dengan memperbaiki tembok gudangnya. Eh, sedangkan waktu kita menginap di rumah keluarga miskin, Abang malah tidak menolong mereka dengan memohon kepada Tuhan agar menghidupkan sapi milik mereka, padahal mereka sudah sangat baik kepada kita. Kasihan kan mereka... Padahal sapi itu adalah satu-satunya harta mereka yang paling berharga yang tersisa!”

Malaikat Senior: ”Kamu sih selalu tidur lebih awal, jadi kamu tidak melihat apa yang sebenarnya terjadi. Biar kujelaskan ya, sebenarnya di dalam tembok gudang orang kaya itu terdapat banyak emas & benda-benda berharga lainnya. Aku berpikir, rasanya orang yang kikir seperti dia sudah tidak pantas dan layak lagi mendapat harta lebih banyak. Jadi aku menambal tembok tersebut justru supaya dia tidak bisa menemukannya. Sedangkan sewaktu kita menginap di rumah keluarga miskin, pada saat tengah malam waktu semua sudah terlelap, kecuali aku, datanglah rekan kerja kita, si malaikat maut, untuk mengambil nyawa sang Istri. Jadi waktu kulihat kejadian itu, aku berpikir, kasihan si Suami kalau istrinya diambil, pasti ia akan kesepian dan sangat bersedih, karena hanya istrinya lah keluarga bahkan sahabat satu-satunya di dunia ini. Lalu aku pun menyampaikan kepada malaikat maut supaya ia jangan mengambil nyawa sang Istri. Tapi malaikat maut bilang harus ada sesuatu yang bernyawa yang harus diambil sebagai ganti agar nyawa si Istri tidak diambil. Lalu aku berpikir, kan ada seekor sapi di belakang rumah, maka aku pun menawarkan supaya nyawa sapi itu saja yang diambil. Itulah sebabnya mengapa saat kita bangun, sapi tersebut sudah mati. Begitu lho ceritanya...”

Malaikat Junior : “Ooo...”

Ada banyak hal-hal di dalam hidup ini yang secara kasat mata kita anggap sebagi sesuatu yang buruk. Apa yang terjadi tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Kita sudah berdoa kepada Tuhan dan melakukan apa yang Tuhan perintahkan kepada kita, namun tetap saja rasanya kebaikan tidak berpihak kepada kita. Tetap saja keadaan hidup kita tidak berubah bahkan menjadi lebih buruk. Sedangkan orang lain yang mungkin tidak pernah dekat dengan Tuhan, tidak mengindahkan firmanNya, bahkan jahat perbuatannya, malah sepertinya selalu beruntung! Kita merasa Tuhan tidak adil! Kita merasa Tuhan memang menginginkan kita menderita! Namun semua hal-hal yang kita pikirkan tersebut sama sekali tidak benar. Karena keterbatasan jangkauan pikiran kita lah yang membuat kita tidak mampu untuk melihat kebaikan di balik apa yang Tuhan izinkan terjadi dalam hidup kita. Mungkin Tuhan tidak mengabulkan apa yang kita mohonkan, namun itu bukan karena Ia tidak mengasihi kita. Justru karena kasihNya lah, maka Ia tidak mengabulkannya. Mungkin apabila Tuhan berikan, justru akan membawa kita jauh dari Tuhan bahkan mencelakakan kita! Demikian juga dengan segala berkat dan kelimpahan yang kita terima dari Tuhan, kalau kita tidak mampu mengelolanya dengan baik dan dipersembahkan untuk kemulian Tuhan, tetapi hanya untuk kesenangan kita sendiri, bukan tidak mungkin justru akan membawa hidup kita kepada kehancuran! (ingat kisah Salomo pada masa tuanya)

Ingatlah, Tuhan selalu merancangkan hal yang indah bagi hidup kita (Yer 29:11). Segala sesuatu yang mungkin saat ini kita alami, apakah itu hal yang baik maupun yang kurang baik, bahkan hal yang buruk sekalipun, jika kita dapat menerimanya dengan penuh ucapan syukur (1 Tes 5:18), maka kita akan tetap merasakan damai sejahtera Allah melimpah dalam hidup kita (Ef 4:6-7). Sebagaimana Allah mengizinkan hal-hal yang buruk menimpa Yusuf, bukan untuk menghancurkannya, tetapi justru untuk membawa Yusuf agar menjadi penolong dan berkat bagi banyak orang. Bersabarlah, nantikankanlah jawaban dan berkat-berkatNya, karena Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya (Pkh 3:11).

Have a great monday...Tuhan memberkati..

22 December 2009

Santa Clause & Gadis Kecil

Siapa pun harus berusaha agar tidak gaptek alias gagap teknologi, termasuk Santa Claus.

Santa  : Apakah yang kau inginkan untuk hadiah Natalmu tahun ini?

Gadis kecil : Apakah pak Santa tidak menerima emailku?

21 December 2009

Dekat Dengan Hati Allah

Yakobus 4:8a - "Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 23; 1 Korintus 14; Ayub 25-26

Saat Samuel pertama kali mendengar suara Allah, ia sedang "di dalam Bait Suci TUHAN, tempat Tabut Allah" (I Samuel 3:3). Itu adalah tempat yang baik untuk tinggal, karena lokasinya sedekat mungkin dengan hadirat Allah sebisa yang dicapai seseorang pada masa itu. Kecuali ia Imam besar, yang dapat masuk sampai ke Ruang Maha Kudus setahun sekali.

Setiap para pemimpin maupun mereka yang dalam proses menjadi pemimpin hendaknya mengerti bahwa dekat dengan Allah adalah tempat yang sangat tepat untuk mereka memperoleh kebijaksanaan dan hikmat. Di dalam Dia, Anda akan menemukan jawaban bagi setiap pertanyaan yang ada dalam benak Anda.

Seringkali orang-orang percaya begitu mendengar "mendekat kepada Allah" mengartikannya sebagai sesuatu yang formal dimana mereka harus menyediakan berapa banyak waktu atau tempat yang sangat sepi agar bisa bisa menyembah-Nya dengan leluasa. Hal itu bukanlah salah, tetapi masih sempit.

Allah tidak hanya berkomunikasi kepada umat-Nya satu hari hanya satu kali, yakni di dalam waktu saat teduh yang telah dirancang sebelumnya. Dia ingin menyatakan isi hati-Nya kepada Anda setiap waktu dan Dia mau Anda mendengar apa yang disampaikan-Nya.

Jika ingin menjadi seorang yang didengar orang lain, kenalilah Allah lebih baik lagi. Berhubunganlah dengan Dia secara teratur, dan lihatlah kemampuan Anda berhubungan dengan orang lain secara otomatis juga meningkat.

Pemimpin yang berhasil adalah ia yang mengandalkan Tuhan setiap waktu.

Sumber: Leadership; Janji Tuhan untuk Setiap Hari; John C. Maxwell; Penerbit Immanuel

Jawaban.com

Membantu Anak Fokus Pada Makna Natal

Anda sedang mencari-cari ide baru untuk merayakan Natal tahun ini? Namun, tak satu pun yang muncul dalam benak Anda? Jangan khawatir, cobalah ide-ide segar berikut ini. Kiranya dapat membantu anak untuk tetap fokus pada makna Natal yang sesungguhnya.

Kelahiran seorang anak laki-laki.
Bagilah anak-anak dalam kelompok-kelompok. Mintalah mereka bekerja sama membuat suatu pengumuman kelahiran Yesus lengkap dengan cap kaki bayi yang baru lahir (mintalah ijin dari orang tua bayi tersebut terlebih dahulu). Foto kopilah pengumuman ini rangkap dua untuk dibawa pulang oleh masing-masing anak. Satu untuk disimpan dan yang satu untuk diberikan kepada orang lain.

Aku ada disana
Bagilah anak dalam beberapa kelompok. Mintalah  masing-masing kelompok memilih salah satu tokoh yang ada dalam cerita Natal. Kemudian, mintalah setiap kelompok menulis dan memainkan drama berdasarkan tokoh yang dipilih. Dokumenasikanlah drama tersebut dan berikan hasil dokumentasi tersebut kepada anak untuk dibawa pulang dan ditunjukkan kepada keluarga mereka.

Bersinar
Mintalah tiap anak menggunting sebuah gambra bintang dan menuliskan nama mereka pada gambar bintang tersebut dengan menggunakan tinta yang dapat bersinar di dalam gelap. Tempelkan bintang-bintang tersebut di langit-langit ruang kelas. Matikan lampu dan katakan kepada anak-anak bahwa mereka juga dapat menolong orang lain menemukan Juru Selamat, sama seperti bintang yang menuntun para majus untuk datang kepada Yesus.

Cerita Natal
Mintalah anak-anak yang belum sekolah mendikte Anda tentang cerita Natal. Catatlah setiap kalimat yang mereka ucapkan di kertas yang berbeda. Usahakan tetnap sesuai dengan kata-kata yang diucapkan oleh anak tersebut. Kemudian, mintalah anak-anak menggambarkan setiap halaman. Kumpulkan secara urut kertas-kertas tersebut, berilah sampul dan jilidkan. Undanglah pendeta Anda untuk menghadiri presentasi istimewa buku tersebut. Suruhlah anak-anak menyampaikan hasil karyanya.

Hadiah Natal
Ajaklah anak-anak untuk membungkus bingkisan untuk pekerja gereja Anda. Bahan-bahan yang diperlukan disediakan oleh guru SM (Sekolah Minggu).

Setelah Natal, mintalah anak-anak membantu para pekerja gereja membersihkan gereja karena banyaknya acara Natal, pekerjaan mereka dua kali lebih banyak.

Anak-anak dapat memberi hadiah kepada anak-anak yang kurang mampu di seluruh dunia pada saat Natal. Mintalah anak-anak untuk membungkus mainan-mainan kecil, baterai dan lampu senter, topi dan kaos tangan dalam kardus sepatu atau mintalah mereka membungkus permen. Kemudian, kirimkan hadiah tersebut dan sedikit uang ke panti-panti asuhan yang Anda tahu.

Mintalah anak-anak mengisi 25 kotak dengan benda-benda, misalnya permen yang dibungkus, mainan kecil, pensil, kartu natal, gambar buatan sendiri dan ayat Alkitab. Kemudian, bungkus atau hiaslah kotak itu. Mintalah anak-anak untuk memikirkan 25 orang yang melayani di gereja Anda, misalnya pendeta, guru, penjaga gereja, sekretaris atau anggota majelis. Tulislah nama orang-orang ini dan berikan kepada anak-anak. Beritahukan kepada orang tua anak-anak, apa yang akan mereka kerjakan. Pada tanggal yang sudah ditetapkan, anak-anak dapat mengirimkan hadiah kejutan kepada mereka.

Kreasi Kalender
Tugaskan pada setiap anak untuk membawa kalender (angka-angkanya saja tanpa gambar). Mintalah anak-anak menggambar pada kalender tersebut. Setelah itu, tanda tanganilah hasil karya mereka. Gunakan gambar mereka sebagai gambar di kalender tersebut. Anak-anak dapat memberikan kalender ini kepada orang tua mereka.

Memberi buku
Mintalah anak-anak membawa buku-buku lama untuk diberikan kepada perpustakaan lokal atau berikan kepada anak-anak lain untuk dibaca.

Malaikat dimana-mana
Bagikan hiasan atau pin malaikat kepada tiap anak. Tempelkan malaikat itu pada sehelai kartu dan tambahkan tulisan : “… Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga” (Matius 18:10)

Tanda Khusus
Berikan sebuah korsase atau pin kepada setiap guru dan pendamping sekolah minggu. Mintalah mereka mengenakannya pada saat ibadah terakhir sebelum Natal.

Tempat Duduk Kejutan
Adakan perjamuan kasih, supaya murid-murid bisa saling kenal satu dengan yang lain. Aturannya, gambarlah simbol-simbol berikut ini pada kertas berukuran 3x5 cm : pohon, lonceng, malaikat, salib, bintang, dan kotak hadiah sejumlah murid. Letakkan gambar itu di setiap kursi. Buat lagi gambar-gambar tersebut dalam jumlah yang sama untuk dibagikan kepada murid dan letakkan semua gambar tersebut ke dalam sebuah kotak. Saat murid-murid datang, mintalah mereka mengambil gambar dari dalam kotak, dan mereka harus duduk di kursi yang bergambar sesuai dengan gambar yang mereka dapatkan. Anak-anak pasti akan senang mengetahui mereka duduk dengan siapa selama perjamuan kasih tersebut.

Hadiahku Untuk Yesus
Setelah mengajarkan hadiah yang Tuhan berikan bagi kita, diskuiskan bagaimana kita dapat memberikan hadiah bagi Yesus. Mintalah anak-anak memikirkan sesuatu yang mereka janjikan untuk dilakukan dan benar-benar akan disukai Yesus. Misalnya menceritakan Yesus kepada seorang teman atau berdoa. Mintalah anak-anak untuk menuliskan pada kartu : “Tuhan Yesus, Natal ini hadiahku untuk-Mu adalah (janji). Aku yang mengasihi-Mu, (nama anak).”

Letakkan kartu tersebut pada sebuah kotak kecil, bungkuslah dan beri tulisan : “Kepada Yesus, dari (nama anak).” Mintalah anak-anak membawa pulang kotak hadiah itu, meletakkannya di bawah pohon Natal, dan membukanya untuk Yesus pada hari Natal.

Christine Yount

20 December 2009

Brokoli

Seorang bocah berusia empat tahun diminta berdoa untuk membuka makan malam pada malam Natal. Seluruh anggota keluarga pun menundukkan kepala.

Ia mulai berdoa, bersyukur atas semua temannya (menyebut nama mereka satu per satu). Kemudian bersyukur atas ibu, ayah, saudara, kakek dan nenek, serta paman dan bibi.

Lalu ia mulai bersyukur untuk berkat makanan.

Ia bersyukur untuk kalkun, buah-buahan, kentang, roti, makanan penutup, dan minuman.

Kemudian ia berhenti, dan semuanya pun menunggu, menunggu, dan menunggu.

Akhirnya, ibunya menyuruhnya untuk terus berdoa dan bersyukur untuk brokoli (satu-satunya makanan yang belum ia sebut).

Setelah terdiam sejenak, bocah itu memandang ibunya dan berkata, "Aku tidak bisa mengatakannya! Tapi aku tahu aku seharusnya mengucap syukur untuk itu juga. Aku bingung."

"Apa maksudmu, Sayang?" tanya ibunya.

"Karena hari ini adalah hari kelahiran Yesus, aku bertaruh ia pasti akan lebih mendengarkan doaku," kata bocah itu. "Jadi jika aku bersyukur untuk brokolinya, Ia akan tahu kalau aku berbohong. Lalu Ia akan memberitahu Santa kalau aku bohong. Dan itu akan membuatku tidak mendapat hadiah dari Santa!"