Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

20 December 2009

Brokoli

Seorang bocah berusia empat tahun diminta berdoa untuk membuka makan malam pada malam Natal. Seluruh anggota keluarga pun menundukkan kepala.

Ia mulai berdoa, bersyukur atas semua temannya (menyebut nama mereka satu per satu). Kemudian bersyukur atas ibu, ayah, saudara, kakek dan nenek, serta paman dan bibi.

Lalu ia mulai bersyukur untuk berkat makanan.

Ia bersyukur untuk kalkun, buah-buahan, kentang, roti, makanan penutup, dan minuman.

Kemudian ia berhenti, dan semuanya pun menunggu, menunggu, dan menunggu.

Akhirnya, ibunya menyuruhnya untuk terus berdoa dan bersyukur untuk brokoli (satu-satunya makanan yang belum ia sebut).

Setelah terdiam sejenak, bocah itu memandang ibunya dan berkata, "Aku tidak bisa mengatakannya! Tapi aku tahu aku seharusnya mengucap syukur untuk itu juga. Aku bingung."

"Apa maksudmu, Sayang?" tanya ibunya.

"Karena hari ini adalah hari kelahiran Yesus, aku bertaruh ia pasti akan lebih mendengarkan doaku," kata bocah itu. "Jadi jika aku bersyukur untuk brokolinya, Ia akan tahu kalau aku berbohong. Lalu Ia akan memberitahu Santa kalau aku bohong. Dan itu akan membuatku tidak mendapat hadiah dari Santa!"

19 December 2009

Kesembuhan Selalu Datang

Markus 16:17-18 - "Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 21; 1 Korintus 12; Ayub 20-21

Sewaktu kecil, saya mendengar dari orangtua saya bahwa Tuhan Yesus sanggup menyembuhkan segala penyakit manusia. Tidak ada yang tidak dapat disembuhkannya. Namun setelah remaja dan aktif dalam pelayanan, saya menjadi ragu akan kuasa-Nya. Dengan mata kepala saya sendiri, saya melihat bahwa tidak sedikit orang yang maju didoakan oleh hamba Tuhan baik dan mereka benar-benar tetap dalam keadaan yang awal. Bahkan sewaktu saya mau menggunakan kuasa kesembuhan ketika ada yang sakit, bukannya kesembuhan itu yang terjadi, tetapi sakitnya malah tambah parah.

Hal ini cukup lama saya pertanyakan kepada Tuhan dan tanpa disadari iman saya pun mulai goyah. Saya mulai berpikir, "apakah kesembuhan itu benar-benar ada dan setiap orang percaya dapat menyembuhkan orang lain?", namun sungguh Tuhan yang kita sembah adalah Allah yang luar biasa. Dalam kebimbangan hati, Allah menunjukkan firman-Nya pada saat saya sedang membaca Alkitab yang tertulis dalam Keluaran 3:14, "Firman Allah kepada Musa: "AKU ADALAH AKU,". Kata-kata ini menyadarkan saya bahwa apa yang terjadi di dunia ini tidak mengubah kebenaran bahwa Allah tetaplah sama dan sanggup memberikan kesembuhan.

Apakah hari-hari ini Anda mulai ragu dengan kuasa Tuhan atas hidup Anda? Jika itu yang terjadi maka bertobatlah. Kita tidak dapat memberikan kesimpulan dari satu atau dua peristiwa yang kita alami bahwa Allah bukanlah penyembuh. Lihatlah kembali peristiwa dimana Anda tidak melihat kuasa kesembuhan itu? Bisa jadi penyebabnya adalah iman Anda yang tidak teguh. Allah hanya dapat bekerja bila ada iman dari manusia.

Jika Anda saat ini telah meletakkan tangan atas seseorang yang tidak menerima kesembuhannya, janganlah memutuskan aliran kuasa Tuhan dengan menarik kembali iman Anda. Teruslah percaya bahwa "kesembuhan selalu datang" dan pada suatu saat yang tak terduga, orang yang sakit itu mungkin akan mengambil keputusan untuk berdiri dan bersepakat dengan Anda. Dan bisa jadi itulah saat Anda melihat kesembuhan terjadi.

Orang yang bersandar kepada Tuhan tidak akan pernah kecewa karena perbuatan-perbuatanNya ajaib dan besar.

Sumber: Kenneth & Gloria Copeland; Dari Iman ke Iman; Penerbit Immanuel

Jawaban.com

Ornamen Natal

John diminta untuk membawa dan menyimpan ornamen-ornamen Natal di loteng untuk dapat dipakai lagi tahun depan. Ia membawa banyak kotak penuh dengan ornamen-ornamen Natal. Saat menaiki dua anak tangga, ia terpeleset dan terjatuh.

Istrinya mendengar sesuatu dan berteriak, "Suara apa itu?"

"Aku baru saja jatuh dari tangga," katanya.

Istrinya segera berlari menghampirinya lalu berkata, "Apa ada yang patah?"

"Tidak, tidak ada, aku baik-baik saja."

Setelah terdiam beberapa saat, istrinya kemudian berkata, "Bukan kamu, maksudku ornamen Natalnya; apa ada ornamen yang patah?"

18 December 2009

Everyday Is CHRISTMAS

Setiap Tahun di Bulan Desember kita selalu disibukkan dengan perayaan Natal. Persiapan untuk natal bukan hanya dilakukan oleh orang Kristen dan Gereja saja, tapi oleh semua orang dan pusat perbelanjaan, bahkan sampai Ikan Hiu pun merayakan Natal di Sea world.

Apakah Natal hanya sekedar pesta dan perayaan? Natal sekarang indentik dengan baju baru, sepatu baru, dan lain-lain, sehingga tidaklah mengherankan jika banyak pusat perbelanjaan menawarkan “Christmas Sale” dan berbagai macam promosi untuk menarik orang berbelanja. Apakah Natal harus penuh dengan kemewahan?

Ketika Natal pertama kali dilakukan adalah suatu natal yang sederhana. Bukan Maria dan Yusuf tidak mampu, sehingga memilih sebuah kandang dan palungan untuk istri dan anaknya. Atau apakah Allah tidak mampu memilih “Maria” lain yang merupakan seorang puteri Raja atau bangsawan, sehingga Yesus sebagai Putra Allah mendapatkan tempat yang lebih layak. Namun Natal melambangkan suatu sikap rendah hati dan kerelaan mau berkorban atau memberi untuk orang lain.

Ketika Natal kita mengetahui makna Natal adalah waktu memberi bagi orang lain. Apakah yang telah kita berikan, untuk sesama kita dan Tuhan? Ada tiga hal yang patut kita pikirkan dalam hal “memberi” yakni berikan dirimu kepada Tuhan, yang kedua berikan dirimu kepada sesamamu, dan yang ketiga adalah memberi harta kita untuk orang lain.

Pertama Berikan dirimu untuk Tuhan. Tujuan utama Kristus lahir di dunia ini adalah memberikan keselamatan bagi orang yang percaya pada-Nya. Ketika kita menjadi “orang-orang yang diselamatkan”, namun tidak menyerahkan diri kita sepenuhnya untuk “dipakai” oleh Tuhan, maka apa artinya keselamatan yang kita peroleh. Natal melambangkan sikap rendah hati dan kerelaan mau berkorban untuk orang lain. Sudahkah kita dengan sikap rendah hati dan rela untuk dibentuk oleh Tuhan terlebih dahulu, sehingga kita dapat “dipakai” oleh-Nya untuk orang lain bagi kemuliaan nama-Nya?

Kedua Berikan dirimu Kepada sesamamu. Seringkali kita sebagai orang Kristen menjadi seorang yang egois, yang tidak pernah “memberikan” keselamatan yang kita peroleh untuk orang lain. Jangankan untuk orang lain, untuk saudara seimanpun kita seringkali terlalu egois. Tidak pernah menjadi sahabat bagi saudara seiman kita. Terlalu banyak pertimbangkan untuk bersahabat, padahal dia adalah saudara seiman. Terlalu banyak orang merasa kesepian dan hampa di sekitar kita, termasuk dalam gereja dan Lingkungan dimana kita berada. Ingat natal adalah melambangkan suatu sikap rendah hati dan kerelaan mau berkorban atau memberi untuk orang lain. Sudahkah kita melakukannya, walaupun itu adalah orang yang paling kita benci?

Ketiga memberi harta bagi orang lain. Natal adalah moment yang tepat untuk memberi, namun seringkali orang terjebak dengan moment. Jika bukan Natal, jarang sekali kita orang Kristen mau memberi. Padahal begitu banyak orang-orang yang mengalami kemiskinan dan kesusahan, yang memerlukan bantuan anda tidak hanya di Hari Natal saja. Ketika kita diberikan sedikit harta duniawi, sudah kita menyisihkan sedikit untuk mereka yang susah ? Saya jadi teringat dengan kata-kata pengemis kecil dalam bis, Gope (500) dan Ceceng (1000) tidak membuat anda menjadi miskin. Sudahkah kita mempunyai hati yang tulus dalam memberi?

Marilah Kita jadikan moment Natal tahun ini, membuat kita memikirkan kembali makna Natal dan sesungguhnya, dan biarlah di tahun ini Natal itu lahir dalam hati kita semua. Biarlah Kita menjadikan diri kita “hadiah Natal” terindah buat orang lain, dengan kehadiran kita sebagai sahabat dan melalui harta yang kita miliki , bukan hanya di Hari Natal. Namun setiap hari dalam hidup kita adalah natal untuk orang lain.

17 December 2009

Mengasihi Di Saat Yang Tepat

Robertson MC Quilkin mengundurkan diri dari kedudukannya sebagai Rektor di Universitas Internasional Columbia dengan alasan ingin merawat istrinya, Muriel, yang sakit Alzheimer, yaitu gangguan fungsi otak. Muriel sudah seperti bayi, tidak bisa berbuat apa-apa, bahkan untuk makan, mandi dan buang air pun ia harus dibantu. Robertson memutuskan untuk merawat istrinya dengan tangannya sendiri, karena Muriel adalah wanita yang sangat istimewa baginya.

Namun pernah suatu kali ketika Robertson membersihkan lantai bekas ompol Muriel dan di luar kesadaran Muriel malah menyerakkan air seninya sendiri, maka Robertson tiba-tiba kehilangan kendali emosinya. Ia menepis tangan Muriel dan memukul betisnya, guna menghentikannya. Setelah itu Robertson menyesal dan berkata dalam hatinya, "Apa gunanya saya memukulnya, walaupun tidak keras, tetapi itu cukup mengejutkannya. Selama 44 tahun kami menikah, saya belum pernah memukulnya karena marah, namun kini di saat ia sangat membutuhkan saya, saya memperlakukannya demikian. Ampuni saya, ya Tuhan,"

Lalu tanpa peduli apakah Muriel mengerti atau tidak, Robertson meminta maaf atas hal yang telah dilakukannya. Pada tanggal 14 Februari 1995, Robertson dan Muriel, memasuki hari istimewa karena pada tanggal itu di tahun 1948, Robertson melamar Muriel. Dan pada hari istimewa itu Robertson memandikan Muriel, lalu menyiapkan makan malam dengan menu kesukaan Muriel dan pada malam harinya menjelang tidur ia mencium dan menggenggam tangan Muriel lalu berdoa, "Tuhan Yesus yang baik, Engkau mengasihi Muriel lebih dari aku mengasihinya, karena itu jagalah kekasih hatiku ini sepanjang malam dan biarlah ia mendengar nyanyian malaikat-Mu. Amin!"

Pagi harinya, ketika Robetson berolah-raga dengan menggunakan sepeda statisnya, Muriel terbangun dari tidurnya. Ia berusaha untuk mengambil posisi yang nyaman, kemudian melempar senyum manis kepada Robertson. Untuk pertama kalinya setelah selama berbulan-bulan Muriel yang tidak pernah berbicara memanggil Robertson dengan suara yang lembut dan bening, "Sayangku.... sayangku...", Robertson melompat dari sepedanya dan segera memeluk wanita yang sangat dikasihinya itu.

"Sayangku, kau benar-benar mencintaiku bukan?" tanya Muriel.

Setelah melihat anggukan dan senyum di wajah Robetson, Muriel berbisik, "Aku bahagia!" Dan ternyata itulah kata-kata terakhir yang diucapkan Muriel kepada Robertson. Memelihara dan membahagiakan orang-orang yang sudah memberi arti dalam hidup kita adalah suatu ibadah di hadapan Tuhan. Mengurus suami atau istri yang sudah tak berdaya adalah suatu perbuatan yang mulia. Mengurus ayah, ibu atau mertua adalah tugas seorang anak ataupun menantu. Mengurus kakek atau nenek yang sudah renta dan pikun juga adalah tanggung jawab para cucu. Jangan abaikan mereka yang telah renta, apalagi ketika mereka sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Peliharalah mereka dengan kesabaran dan penuh kasih.

16 December 2009

A Letter to Satan

* This post contains video and turn your speaker on.

15 December 2009

Revival Hymn Redux

14 December 2009

Kupu-kupu

Di sebuah kota kecil yang tenang dan indah, ada sepasang pria dan wanita yang saling mencintai. Mereka selalu bersama memandang matahari terbit di puncak gunung, bersama di pesisir pantai menghantar matahari senja.

Setiap orang yang bertemu dengan mereka tidak bisa tidak akan menghantar dengan pandangan kagum dan doa bahagia. Mereka saling mengasihi satu sama lain Namun pada suatu hari, malang sang lelaki mengalami luka berat akibat sebuah kecelakaan. Ia berbaring di atas ranjang pasien beberapa malam tidak sadarkan diri di rumah sakit.

Siang hari sang wanita menjaga di depan ranjang dan dengan tiada henti memanggil-manggil kekasih yang tidak sadar sedikitpun. Malamnya ia ke gereja kecil di kota tersebut dan tak lupa berdoa kepada Tuhan agar kekasihnya selamat.

Air matanya sendiri hampir kering karena menangis sepanjang hari. Seminggu telah berlalu, sang lelaki tetap pingsan tertidur seperti dulu, sedangkan si wanita telah berubah menjadi pucat pasi dan lesu tidak terkira, namun ia tetap dengan susah payah bertahan dan akhirnya pada suatu hari Tuhan terharu oleh keadaan wanita yang setia dan teguh itu, lalu Ia memutuskan memberikan kepada wanita itu sebuah pengecualian kepada dirinya.

Tuhan bertanya kepadanya, "Apakah kamu benar-benar bersedia menggunakan nyawamu sendiri untuk menukarnya?".

Si wanita tanpa ragu sedikitpun menjawab, "Ya".

Tuhan berkata, "Baiklah, Aku bisa segera membuat kekasihmu sembuh kembali, namun kamu harus berjanji menjelma menjadi kupu-kupu selama 3 tahun. Pertukaran seperti ini apakah kamu juga bersedia?".

Si wanita terharu setelah mendengarnya dan dengan jawaban yang pasti menjawab "saya bersedia!".

Hari telah terang. Si wanita telah menjadi seekor kupu-kupu yang indah. Ia mohon diri pada Tuhan lalu segera kembali ke rumah sakit. Hasilnya, lelaki itu benar-benar telah siuman bahkan ia sedang berbicara dengan seorang dokter. Namun sayang, ia tidak dapat mendengarnya sebab ia tak bisa masuk ke ruang itu. Dengan di sekati oleh kaca, ia hanya bisa memandang dari jauh kekasihnya sendiri. Beberapa hari kemudian, sang lelaki telah sembuh. Namun ia sama sekali tidak bahagia. Ia mencari keberadaan sang wanita pada setiap orang yang lewat, namun tidak ada yang tahu sebenarnya sang wanita telah pergi kemana.

Sang lelaki sepanjang hari tidak makan dan istirahat terus mencari. Ia begitu rindu kepadanya, begitu inginnya bertemu dengan sang kekasih, namun sang wanita yang telah berubah menjadi kupu-kupu bukankah setiap saat selalu berputar di sampingnya? hanya saja ia tidak bisa berteriak, tidak bisa memeluk. Ia hanya bisa memandangnya secara diam-diam.

Musim panas telah berakhir, angin musim gugur yang sejuk meniup jatuh daun pepohonan. Kupu-kupu mau tidak mau harus meninggalkan tempat tersebut lalu terakhir kali ia terbang dan hinggap di atas bahu sang lelaki. Ia bermaksud menggunakan sayapnya yang kecil halus membelai wajahnya, menggunakan mulutnya yang kecil lembut mencium keningnya.

Namun tubuhnya yang kecil dan lemah benar-benar tidak boleh di ketahui olehnya, sebuah gelombang suara tangisan yang sedih hanya dapat di dengar oleh kupu-kupu itu sendiri dan mau tidak mau dengan berat hati ia meninggalkan kekasihnya, terbang ke arah yang jauh dengan membawa harapan.

Dalam sekejap telah tiba musim semi yang kedua, sang kupu-kupu dengan tidak sabarnya segera terbang kembali mencari kekasihnya yang lama ditinggalkannya. Namun di samping bayangan yang tak asing lagi ternyata telah berdiri seorg wanita cantik. Dalam sekilas itu sang kupu-kupu nyaris jatuh dari angkasa. Ia benar-benar tidak percaya dengan pemandangan di depan matanya sendiri. Lebih tidak percaya lagi dengan omongan yang di bicarakan banyak orang. Orang-orang selalu menceritakan ketika hari natal, betapa parah sakit sang lelaki. Melukiskan betapa baik dan manisnya dokter wanita itu. Bahkan melukiskan betapa sudah sewajarnya percintaan mereka dan tentu saja juga melukiskan bahwa sang lelaki sudah bahagia seperti dulu kala. Sang kupu-kupu sangat sedih.

Beberapa hari berikutnya ia seringkali melihat kekasihnya sendiri membawa wanita itu ke gunung memandang matahari terbit, menghantar matahari senja di pesisir pantai. Segala yang pernah di milikinya dahulu dalam sekejap tokoh utamanya telah berganti seorg wanita lain sedangkan ia sendiri selain kadangkala bisa hinggap di atas bahunya, namun tidak dapat berbuat apa-apa.

Musim panas tahun ini sangat panjang, sang kupu-kupu setiap hari terbang rendah dengan tersiksa dan ia sudah tidak memiliki keberanian lagi untuk mendekati kekasihnya sendiri. Bisikan suara antara ia dengan wanita itu, ia dan suara tawa bahagianya sudah cukup membuat hembusan napas dirinya berakhir, karenanya sebelum musim panas berakhir, sang kupu-kupu telah terbang berlalu.

Bunga bersemi dan layu. Bunga layu dan bersemi lagi. Bagi seekor kupu-kupu waktu seolah-olah hanya menandakan semua ini. Musim panas pada tahun ketiga, sang kupu-kupu sudah tidak sering lagi pergi mengunjungi kekasihnya sendiri. Sang lelaki bekas kekasihnya itu mendekap perlahan bahu si wanita, mencium lembut wajah wanitanya sendiri. Sama sekali tidak punya waktu memperhatikan seekor kupu-kupu yang hancur hatinya apalagi mengingat masa lalu.

Tiga tahun perjanjian Tuhan dengan sang kupu-kupu sudah akan segera berakhir dan pada saat hari yang terakhir, kekasih si kupu-kupu melaksanakan pernikahan dengan wanita itu. Dalam kapel kecil telah dipenuhi orang-orang. Sang kupu-kupu secara diam-diam masuk ke dalam dan hinggap perlahan di atas pundak Tuhan.

Ia mendengarkan sang kekasih yang berada dibawah berikrar di hadapan Tuhan dengan mengatakan, "Saya bersedia menikah dengannya!". Ia memandangi sang kekasih memakaikan cincin ke tangan wanita itu, kemudian memandangi mereka berciuman dengan mesranya lalu mengalirlah air mata sedih sang kupu-kupu.

Dengan pedih hati Tuhan menarik napas, "Apakah kamu menyesal?".

Sang kupu-kupu mengeringkan air matanya, "Tidak".

Tuhan lalu berkata di sertai seberkas kegembiraan, "Besok kamu sudah dpt kembali mjd dirimu sendiri". Sang kupu-kupu menggeleng-gelengkan kepalanya, "Biarkanlah aku menjadi kupu-kupu seumur hidup".

ADA BEBERAPA KEHILANGAN MERUPAKAN TAKDIR. ADA BEBERAPA PERTEMUAN ADALAH YANG TIDAK AKAN BERAKHIR SELAMANYA. MENCINTAI SESEORANG TIDAK MESTI HARUS MEMILIKI, NAMUN MEMILIKI SESEORANG MAKA HARUS BAIK-BAIK MENCINTAINYA…

12 December 2009

Baby Elephant Sneezes

11 December 2009

Duta Allah Bagi Anak

“Kapan kita harus memperkenalkan Allah kepada anak?”

Kerapkali kita menganggap anak masih terlalu kecil, sehingga belum perlu diajar tentang Allah. Alkitab tidak memberitahu secara detil, tetapi Alkitab berkali-kali mengingatkan orangtua untuk mengajarkan firman Tuhan kepada anak-anak. Lalu, bagaimana memperkenalkan Allah kepada anak? Mari pelajari cara Tuhan memperkenalkan diri kepada umat Israel.

1. Tuhan memeakai peraturan untuk memperkenalkan kekudusan-Nya
Dari banyak pohon yang boleh dimakan buahnya di Eden, ada satu pohon yang tidak boleh dimakan buahnya. Mengapa? Karena peraturan mengenai pohon itu membuat manusia mengenal arti ketaatan dan kekudusan Allah.

Tuhan banyak memberi peraturan kepada manusia, supaya manusia mengenal sifat Allah yang kudus. Kita pun perlu memperkenalkan peraturan kepada anak. Misalnya, sejak kecil mereka diberi peraturan keluarga; boleh menonton televisi pada waktu tertentu dengan siaran tertentu, sehabis bermain harus merapikan mainan, hari Minggu harus ke gereja, dan lain-lain. Selain membentuk pola berkeluarga yang baik, peraturan diberi untuk memperkenalkan kekudusan dan otoritas Allah.

Suatu hari saya mengajarkan suatu semboyan kepada anak saya : “Taat Itu Indah”. Ketika itu saya menyuruhnya tidur siang. Setelah dibujuk akhirnya ia taat. Atas ketaatannya, saya ijinkan ia tidur lebih malam. Kebetulan ayahnya baru pulang dari jauh dan membawa mainan. Jadi, ia punya sedikit waktu untuk bermain dengan mainan barunya. Maka, saya mengingatkannya pada semboyan “Taat Itu Indah”. Kalau saja ia tidak taat, tentu ia tidak menikmati waktu bermain dengan ayahnya. Dan ia belajar konsep “persekutuan dalam ketaatan” dan “perseteruan dalam ketidaktaatan atau dosa”. Ini merupakan konsep dasar kekudusan Allah.

2. Tuhan memakai alat peraga untuk memperkenalkan kasih dan rencana-Nya
Tuhan memberi Adam dan Hawa baju dari kulit binatang untuk mengganti baji dari dedaunan. Alat peraga “kulit binatang” lebih mudah diingat dan dimengerti sebagai ungkapan kasih Allah yang melukiskan pengorbanan Yesus sebagai Anak Domba Allah.

Suatu kali, hujan begitu deras. Anak saya menangis ketakutan karena takut hujan deras itu akan menjadi banjir seperti di zaman Nuh. Saya bersyukur Tuhan memberi pelangi sebagai alat peraga untuk Nuh, juga untuk anak saya. Saya pun menenangkannya, “Tim, kamu ingat pelangi yang Tuhan berikan pada Nuh? Disitu Tuhan berjanji tidak akan memberi banjir sehebat itu lagi. Percayalah, hujan ini pasti reda dan akan ada pelangi.” Dari situ, anak saya belajar tentang janji dan kasih Tuhan.

3. Tuhan memperkenalkan diri melalui sejarah.
Untuk memperkenalkan diri, Tuhan memakai banyak peristiwa dalam sejarah bangsa Israel. Tuhan memilih Abraham dan membawanya ke Kanaan. Memakai Yusuf untuk membawa keluarganya ke Mesir. Memilih Musa untuk membawa orang Israel kembali ke Kanaan. Memilih Daud dan menyampaikan janji tentang Mesias. Dan seterusnya. Tuhan menunjukkan bahwa Dia Allah yang tidak berubah dalam sejarah. Ulangan 6:6-9 adalah amanat agung bagi semua orangtua untuk mempercakapkan berulang-ulang karya keselamatan Allah, sejak dunia dicipta hingga kini.

Kita pun dapat memakai sejarah keluarga kita untuk memperkenalkan Tuhan kepada anak. Bukankah Tuhan juga banyak menyatakan diri dalam keluarga kita? Dengan mencatat peristiwa penting dalam keluarga, menyusun foto, membuat catatan harian, kita menolong anak belajar tentang kasih Tuhan. Saya punya jurnal khusus tengtang anak-anak saya. Sejak dalam harapan, menjadi janin, lahir, dan bertumbuh, semua saya catat. Saat besar nanti, ia akan melihat besarnya perbuatan Tuhan baginya.

Juga dengan menceritakan perjalanan iman keluarga kita. Bagaimana kita bertobat, bagaimana Tuhan menolong dan menjawab doa-doa kita,

4. Tuhan memperkenalkan diri melalui narasi
Tuhan juga mengajarkan kebenaran melalui perumpamaan. Seorang anak membutuhkan cerita-cerita yang kontekstual dengan hidupnya untuk mengerti prinsip kebenaran dengan lebih mudah. Kepada murid-murid-Nya, Tuhan memberi banyak cerita meski mereka belum mengerti sepenuhnya arti cerita tersebut, sampai pencurahan Roh Kudus.

Anak-anakk belum dapat memahami banyak hal tentang Tuhan. Namun, mereka dapat menyimpan kebenaran mengenai Allah, melalui cerita Alkitab yang kita sampaikan secara rutin setiap hari. Cerita punya kekuatan besar. Pada waktunya, cerita-cerita itu terhubung dengan segala konsep yang tertanam oleh pertolongan Roh Kudus. Maka, anak akan memahami cerita itu dan relevansinya dengan hidup mereka.

Ketika menceritakan kitab Raja-raja kepada anak saya, saya pikir ia akan bosan. Kisah-kisahnya hampir sama. Raja yang menyembah berhala, dihukum Tuhan. Raja yang menhingkirkan berhala, menyenangkan Tuhan. Ternyata itu melekat di pikiran mereka. Ketika saya menjelaskan tentang film serta mainan yang “tidak sehat”, ia lebih mudah menangkap karena sudah tahu konsep “mendukakan dan menyukakan Tuhan”.

Kisah perjalanan bangsa Israel dipada gurun adalah kisah yang sangat kuat. Melalui kisah-kisah itu, anak-anak belajar mengenal atribut Allah Yang Mahakudus, Mahategas, tetapi juga Mahamurah dan penuh kasih karunia kepada umat pilihan-Nya. Selain itu, anak-anak belajar tidak mengeluh dan menuntut, melainkan TAAT dan PERCAYA. Kisah ini bukan hanya saya sampaikan ketika saat teduh, melainkan juga dalam aktivitas sehari-hari, sebelum tidur, saat makan, dalam setiap kesempatan.

5. Tuhan memperkenalkan diri melalui Amsal dan Mazmur
Tuhan adalah pakar pendidikan yang hebat. Dia tahu metode terbaik untuk melekatkan kebenaran dalam pikiran. Amsal dan Mazmur adalah metode paling jitu dalam memorisasi. Anak-anak juga membutuhkan Amsal dan Mazmur. Banyak kebenaran penting dapat diingat melalui sajak dan lagu rohani. Jadi, sangat perlu kita mengajarkannya. Memperkenalkan musik dan pujian adalah cari paling murah untuk memperkenalkan Allah kepada anak segala usia, termasuk janin dalam kandungan. Tuhan mencipta manusia sebagai makhluk musikal, sehingga bayi pun dapat bereaksi terhadap musik.

Nama anak kedua saya adalah Tadeus (dari kata Thaddaeus : penuh pujian bagi Allah). Ketika baru lahir, ia selalu menangis menjelang senja. Tak ada yang dapat menenangkannya selain musik. Demikian juga saat ia marah, gelisah, atau sakit. Rumah saya pun “penuh musik”. Dan heran, seorang bayi bisa serius memperhatikan setiap nada yang ia dengar, kemudian tertidur tenang. Dalam buku Teach the Child to Read dikatakan bahwa seorang bayi yang selalu dibacakan cerita oleh ibunya, akan selalu berharap dibacakan buku. Bukan karena ceritanya, tetapi karena ia senang mendengar nada suara ibunya. Jadi, membacakan Mazmur kepada bayi juga merupakan kebiasaan yang baik. Sekarang, saat sudah berusia 9 tahun, Tadeus tetap suka dibacakan buku bahkan Alkitab bahasa Yunani (walau tidak mengerti). Ia pun mulai mengarang lagu pujian kepada Allah. Ia bertumbuh menjadi anak yang sangat mudah memuji Tuhan.

6. Tuhan memperkenalkan diri melalui manusia
Tuhan mengenal kebutuhan manusia akan hal konkret. Jadi, Dia mengutus para nabi, memilih bangsa Israel, dan akhirnya hadir dalam diri Yesus Kristus. Anak-anak pun perlu contoh konkret sifat Allah, dari manusia yang dapat dilihatnya. Dan, manusia yang paling dekat dengan anak adalah orangtua. Hubungan anak dengan orangtua sangat memengaruhi konsepnya tentang Allah. Ada orang yang terus merasa bersalah karena waktu kecil selalu dihukum. Maka, ia mengenal Allah sebagai Allah yang kudus, tapi diktator. Contohnya, Martin Luther. Ia butuh pergumulan panjang untuk memahami anugerah keselamatan Allah. Perlakuan ayah dan gurunya yang keras membuatnya berpikir dosanya tak dapat diampuni. Hanya oleh anugerah Tuhan dan pencerahan Roh Kudus, ia mulai mengerti anugerah dan kasih Allah melalui pembacaan surat Roma.

Banyak orangtua ingin membuat anak mereka taat dengan berkata : “Nanti Tuhan marah kalau kami begini!” Tanpa disadari, orangtua memakai nama Tuhan untuk kepentingan sendiri dan merusak konsep anak tentang Allah. Bukankah Allah tidak akan marah kalay anak kita tidak mau makan, memukul adik karena iri hati, atau merebut mainan yang ia sukai? Dia sangat mengerti pergumulan anak-anak. Di lain pihak, kita perlu hati-hati mewakili sifat Tuhan ketika mendidik anak.

Ternyata tak ada batas waktu kapan memperkenalkan Tuhan kepada anak. Kita dapat memperkenalkan Tuhan dengan cara sederhana dan mudah dimengerti anak, bahkan sejak mereka masih sangat muda!

Sumber : Renungan Harian Edisi Oktober 2009

10 December 2009

Kasih Pasti Lemah Lembut

Sebentar lagi, Panurata mau ulang tahun. Jerawati bingung mau memberi hadiah istimewa untuk Panurata.

“Duh duh, siang-siang begini kok sudah melamun, Neng!”, tanya Panurata memecah kesunyian siang itu, lewat depan rumahnya. Jerawati sedang duduk di teras sambil memegang buku. “Yeee...ngapain usil banget sih, aku mau melamun atau tidak, emang penting buatmu?”, sahut Jerawati dengan bibirnya yang merah plus manyun.

“Kesempatan nih”, batin Panurata, "Yeee… dikomentari begitu sudah marah nih yeee… Omong-omong nih, aku duduk sini ya, boleh kan?”, rayu Panurata.

Jerawati cuma menjawab, “Ehmmm… emang aku buka kantor perizinan duduk apa, kok tanya boleh apa nggak! Kamu mau duduk di kursi ya silakan, mau berdiri juga terserah, mau melantai, terima kasih, aku jadi nggak susah ngepel lagi!”

Panurata langsung tertawa ngikik."Ha ha ha ha ha......ternyata ternyata...dirimu juthek begitu masih sempet melawak ya....Thanks ya...aku duduk di lantai aja deh...!!"

Kata Jerawati, "Bagus gitu dong, sekali kali gitu, pria duduk di bawah, perempuan duduk di atas!!"

Panurata menimpali, "Itu namanya balas dendam, iya kan..emang penting ya duduk di atas atau di lantai?"

Jerawati mulai esmosi, "Yeee...ya pentinglah.. .biar jelas identitasnya. ..duduk di atas itu orang terhormat, duduk di lantai itu orang terhormat juga...tapi. ..!!"

Panurata dengan tenangnya menyahut, "Yeee...ikut ikutan nih buat kalimat nggak selesai...! Tapi apa coba....Duduk di lantai itu terhormat..tapi lebih terhormat orang yang duduk di atas gitu kan maksudnya... ?"

Sambil tersenyum Jerawati mengiyakan, "Nah tuh dah tahu.....tanya lagi...! Huuu...jadi sadar diri dong, kalau dirimu itu lebih rendah daripada diriku!"

Panurata lalu kelihatan cemberut, "Jeng, tega nian....dirimu bilang begitu? Apakah kata kata itu keluar dari hatimu sejujurnya?"

Jerawati terdiam mendengarkan pertanyaan gugatan Panurata, batinnya, "Aku sebenarnya tidak mau mengatakan begitu, tapi rasanya kalau nggak mengatakan diriku lebih tinggi statusku, dia kurang ajar!"

Panurata lalu melanjutkan, "Jeng, kalau memang kata kata itu benar dari hati kecilmu, aku hanya bisa bilang, terima kasih atas kejujuranmu!"

Jerawati hanya terdiam mendengarkan kata kata Panurata. Jerawati mulai gelisah, "Aku tidak sebenarnya tidak berniat untuk sekejam itu merendahkan Panurata, tapi kenapa aku tidak bisa mengatasi ini!"

Panurata terdiam, merasa diri tidak berharga lagi di depan Jerawati. Panurata lalu pamit pulang.. "Jeng, aku pulang ya...!" Jerawati berdiri tanpa kata, hanya menganggukkan kepala, saat Panurata pulang, dan membiarkan Panurata pulang tanpa di antar sampai pintu gerbang. Saat itu jam sudah menunjukkan jam 20.00.

Sekitar jam 22.00, Judesanti menelpon Jerawati, "Jeng, apa kabar?" Jerawati kaget setengah mati, dikira Panurata yang telp. "Tumben, telp aku! katanya!" Judesanti pun menyahut, "Aku pingin nge-check nih, ringtoneku sudah bisa online apa belum. Coba ya kamu telp ke HPku, nanti dengerin ya ringtonenya. .bagus lho..Jerawati penuh semangat check ringtone HP Judesanti. Jerawati semangat karena dia selalu bersaing dengan Judesanti soal ringtone itu. Jari jempol kanan Jerawati langsung pencet "keypad" HP Nokianya. Tidak lama kemudian terdengarlah ringtone, "Kasih pasti lemah lembut Kasih pasti memaafkan, Kasih pasti murah hati, Kasih-Mu, kasih-Mu Tuhan"

Tidak lama kemudian, Jerawati kaget namun juga terharu, "Dhuuuh....nyesel aku...sudah melukai hati sahabatku, Panurata!"

Tanpa terasa air matanya pun mengalir di pipinya. Judesanti telp lagi, "Gimana, bagus kan?"

Jerawati menjawab sambil terbata bata, "Iya bagus, Neng! Makasih banyak ya...!"

Judesanti heran, "Lhoh kok, jadi menangis, kenapa?"

Jawab Jerawati, "Iya aku terharu, ringtonemu pas banget mengingatkan aku! Aku lagi ada masalah! Mungkin ringtone ini bisa jadi jawabannya!"

Judesanti lalu menggoda, "Ehemmm, habis bertengkar ya?”

Sahut Jerawati, "Iya sih, makasih ya, aku mau minta maaf ama seseorang!"

Judesanti malah penasaran, "Aduh seseorang, someone special ya?"

Jerawati lalu mulai senyum, "Iya"

Judesanti lalu menimpali, "Uhuy, boleh dong, tapi martabak special, pakai telur n daging cincang atau?"

Jerawati, "Ah ada ada saja, someone special kok disamakan martabak special, ehmm… Thanks ya, San!"

Judesanti pun memaklumi, "Iya deh, selamat ya!"

Jerawati pun pamitan, "Iya sama sama, San, bye!!"

Esok pagi pagi, menjelang hari Rabu, tidak biasanya Jerawati pergi ke toko, sekitar jam 8 mampir sebentar di rumah Panurata. "Thok thok thok...!!"

Jerawati mengetuk pintu. "Iya, sebentar.." teriak Panurata dari dalam rumah. Jerawati langsung menyapa saat pintu dibuka, "Mas, sehat kan?" Panurata masih terkejut, "Iya ya aku sehat, kenapa kok tumben, Jeng. Ada apa? Bukankah aku ini orang rendahan, Jeng kan orang yang tinggi statusnya, nggak pantes kan ke sini. Akang yang mestinya ke rumah Jeng!"

Jerawati tersenyum, "Iya, aku mau mencabut kata kata itu kemarin, aku salah, sudah melukai hatimu dan merendahkan dirimu. Aku mau minta maaf pagi ini. Boleh kan?"

Panurata masih terperangah, "Iya Jeng, Akang memaafkan. Makasih banyak ya!"

Jerawati lalu menyahut, "Iya mulai sekarang, aku tidak akan lagi menganggapmu rendah, Akang tetap sama sederajat denganku! Semalam aku dengar ringtone bagus, seperti ini, (sambil Jerawati menyanyi), " Kasih pasti lemah lembut Kasih pasti memaafkan, Kasih pasti murah hati, Kasih-Mu, kasih-Mu Tuhan"

Panurata tak kuasa menahan rasa harunya juga, "Iya Jeng, makasih ya, suaramu bagus!"

Jerawati menimpali, "Hari ini, hari ulang tahunmu kan?" Panurata menganggukkan kepala, "Iya, dan kehadiranmu menjadi hadiah yang terindah dan mengejutkan buatku di pagi ini!"

Jerawati tersipu malu malu, sambil menepuk bahu dan menyalami tangan Panurata, Jerawati berucap, "Selamat ulang tahun ya Mas! Syukurlah kehadiranku menjadi hadiah untukmu."

Panurata lalu membalas, "Iya makasih ya Jeng, makasih banyak, hatiku jadi tenang, karena apa adanya diriku akhirnya kamu mau menerima"

Jerawatipun berujar, "Iya Mas, sama sama! Aku tidak akan mengulangi lagi kok, juga pada orang lain!"

Panurata lalu menyahut lagi, "Jeng, tapi boleh nggak aku minta satu lagi hadiah?"

Dengan senyum, Jerawati menyahut, "Iya boleh, pastinya gitu! Mau minta hadiah apa lagii?"

Dengan gaya tenang, dan sok bijak, menawar, "Boleh nggak kalau dirimu penting buatku?"

Jerawati lalu membalas, "Iya boleh, dong, kamu penting buatku, tapi kalau suatu saat aku tidak penting buatmu, jangan memaksakan dirimu ya!”

Panurata berujar, "Aku tetap memperlakukan dirimu penting buatku, biar aku bisa tetap minta dimasakin rujak cingur he he he!"

Jerawati mengiyakan, "Ehmm begitu, boleh boleh, aku siap deh masakin buat tetangga istimewa tapi jangan lupa ya honornya…!"

Panurata pun tersenyum, "Iya boleh, honor gratis apa honor uang neh?"

Sahut Jerawati, "Maksud loe???"

Jam sudah menunjukkan jam 9.30 pagi. Jerawati lalu pamit untuk pergi ke toko, "Okey deh, aku pulang dulu ya, makasih banyak!"

Panurata pun menyahut, "Sama sama Jeng, jangan kapok ya main lagi"

Jerawati diantar Panurata ke depan pintu gerbang halaman rumahnya! Panurata pun tersenyum lega, batinnya "Untung ada Judesanti dan ada ringtone Kasih itu Judesanti itu galak tapi ternyata malah tanpa disengaja bisa mencairkan kebekuanku dengan Jerawati. Coba kalau nggak ada Judesanti ya”

Panurata lalu pergi beres-beres rumah, karena hari ini ada banyak teman temannya mau datang untuk merayakan ulang tahunnya.