Keluaran 23:30 - "Sedikit demi sedikit Aku akan menghalau mereka dari depanmu, sampai engkau beranak cucu sedemikian, hingga engkau dapat memiliki Negeri itu."
Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 146; Wahyu 2; Zakharia 13-14
Ada seorang anak lelaki dengan sebuah sekop kecil di tangannya. Ia bermaksud menyingkirkan salju tebal yang baru turun dan menutupi jalan depan rumahnya. Seorang pria berhenti dan mengamati pekerjaan berat yang dilakukan oleh anak itu. "Nak" tegur pria itu, "bagaimana anak sekecil kamu dapat menyelesaikan pekerjaan seberat ini?' Anak itu menoleh dan menjawab dengan yakin, " Sedikit demi sedikit, begitulah caranya!" lalu ia menyekop lagi.
Dalam kehidupan ini kita pasti menghadapi yang namanya ujian dan tantangan yang tidak lah sedikit. Bahkan seringkali dalam pandangan kita, hal-hal itu sangatlah berat untuk kita hadapi. Kita memandang rendah kemampuan yang diberikan Allah dalam kehidupan kita. Namun, tahukah Anda, bahwa dengan mengerjakan sedikit demi sedikit ujian maupun tantangan yang ada dalam hidup ini maka kita akan dapat berhasil mengatasi semuanya itu.
Tantangan-tantangan yang dihadapi Israel ketika hendak merebut Tanah Perjanjian tampaknya sulit disingkirkan. Namun, Allah tidak menyuruh menyelesaikannya dalam sekejap. Ingatlah akan hal ini, "Sedikit demi sedikit" adalah strategi untuk meraih kemenangan.
Percayailah Allah untuk menyingkirkan gunung Anda, namun tetaplah mendaki.
Sumber: Kingdom Magazine September 2009
Jawaban.com





Merasa sudah sampai di kota, dalam pikirannya ia akan dapat dengan mudah menemukan kerabatnya tersebut. Namun, dugaannya itu salah. Setiap orang yang ditanya pemuda tersebut, selalu menjawab, "memangnya alamatnya dimana?" tentu pertanyaan yang tidak bisa ia jawab karena ia sendiri tidak tahu alamatnya dimana.
Saat melanjutkan langkah ke rumah, pikiran saya sedikit terganggu karena perkataan terakhir teman saya itu. Timbul dalam pikiran saya waktu itu sebuah pertanyaan, "Apakah benar bahwa pertemuan saya tadi merupakan sebuah kebetulan?" Jawaban akan hal ini cukup lama saya temukan bahkan sampai berminggu-minggu. Hingga suatu pagi ketika sedang membaca Alkitab, mata saya tertuju pada Yeremia 29:11 yang menuliskan bahwa Allah telah merancangkan segala sesuatu yang ada pada manusia dan rancangan tersebut adalah rancangan damai sejahtera. Berdasarkan ayat tersebut, berarti Allah telah mengatur kehidupan manusia dan tidak ada sesuatu di dunia ini yang terjadi tanpa diketahui-Nya.
Kesalahan di masa lalu seringkali terbawa hingga kepada kehidupan di masa kini. Rasa penyesalan yang dalam karena tidak dapat berbuat hal baik membuat seseorang lupa dengan keadaanya saat ini. Ia tidak ingat bahwa saat satu orang pasien meninggal, masih ada pasien-pasien lain yang membutuhkan bantuannya dan menunggu untuk disembuhkan. Oleh karena itu, daripada tenggelam dalam rasa sesal, lebih baik kita melakukan apa yang dapat kita lakukan.