Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

21 October 2009

Inspiring For A Better Tomorrow

Biarkan Mimpi Anda Tetap Hidup

Efesus 3:20-21 - "Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya. Amin."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 113; 1 Petrus 5; Yehezkiel 31-32

Ada seorang yang pernah berkata kepada saya, bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini awalnya dari mimpi. Entah dia mengambil perkataan dari orang lain atau tidak, tetapi kata-kata ini sungguh-sungguh membuat saya berpikir, "apakah mimpi memang mempunyai kekuatan sehebat itu?"

Awalnya, saya kurang percaya dengan mimpi karena bagi saya yang memiliki prinsip ‘hidup itu seperti air mengalir', mimpi adalah sebuah lelucon yang Tuhan berikan agar menyenangkan manusia. Saya yakin bahwa tanpa mimpi manusia dapat sukses dan bahagia. Tetapi, itu dulu sebelum saya mengenal Tuhan.

Pertobatan saya membawa perubahan yang sangat besar dalam kehidupan yang saya jalani. Saya mulai memiliki mimpi seperti apa ke depan saya nanti. Saya mendoakan mimpi-mimpi saya itu dan satu persatu mimpi tersebut mulai digenapi. Dan sejujurnya saya pun kaget melihat itu terjadi.

Saya percaya itulah luar biasanya Allah. Dia memberikan harapan kepada manusia dari sebuah mimpi. Walaupun tidak semua mimpi itu terwujud, tetapi Dia memberikan sebuah gambaran bahwa hari esok itu luar biasa bagi kehidupan kita.

Mungkin diantara Anda ada yang saat ini memiliki kenangan buruk dengan yang namanya ‘mimpi' karena melihat bahwa tidak ada satu pun dari mimpi-mimpi Anda itu yang digenapi, namun janganlah menguburnya. Biarkan mimpi-mimpi itu terus ada dan hidup dalam kehidupan Anda dan taruhkan itu ke dalam tangan Tuhan. Percayalah, akan segera tiba waktunya penggenapan hal-hal itu dalam kehidupan Anda jika Anda tetap setia berjalan dalam rancangan-Nya.

Memiliki impian bukanlah kesalahan, tetapi sebuah anugerah dari Tuhan kepada setiap manusia.

Jawaban.com

20 October 2009

Malaikat

John Paton adalah seorang misionaris di kepulauan New Hybrids. Pada suatu malam, orang-orang pribumi yang fanatik mengepung pusat Misi dan berencana untuk membakar habis semua bangunan serta membunuh keluarga Paton. Keluarga Paton berdoa sepanjang malam yang amat menakutkan itu serta kiranya Tuhan berkenan untuk membebaskan mereka. Ketika pagi hari tiba, mereka merasa heran bahwa para pribumi telah meninggalkan pusat misi itu.

Setahun kemudian, kepala suku itu yang sudah menjadi orang percaya, mengingat akan kejadian yang telah lampau. Paton bertanya kepada kepala suku itu, mengapa mereka tidak jadi menyerbu dan membakar habis serta membunuh mereka pada malam yang menakutkan itu. Kepala suku dengan heran menjawab,” Siapakah orang-orang yang bersama dengan kalian itu?” Paton mengatakan bahwa sama sekali tidak ada orang-orang pada saat itu. Namun kepala suku itu bersikeras, ia takut untuk menyerang karena ia melihat beratus-ratus orang yang tinggi dan besar dalam pakaian perang dan dengan pedang terhunus mengitari pusat misi itu sepanjang malam.

Today in the Word, MBI, October 1991

Ketika Tuhan Berkata

Tuhan Yesus Berkata…

Jika kau tak pernah merasa sakit, Bagaimana kau tahu bahwa Aku Penyembuh?
Jika kau tak pernah pergi tanpa kesulitan, Bagaimana kau tahu bahwa Aku Pelepas?
Jika kau tidak pernah menghadapi pencobaan, Bagaimana kau dapat memanggil dirimu pemenang?
Jika kau tidak pernah merasa sedih, Bagaimana kau tahu bahwa Aku Penghibur?
Jika kau tidak pernah berbuat kesalahan, Bagaimana kau tahu Aku Pengampun?
Jika kau tahu segala hal, Bagaimana kau tahu bahwa Aku dapat menjawab pertanyaan-pertanya anmu.
Jika kau tidak pernah berada dalam kesulitan, Bagaimana kau tahu bahwa Aku akan datang untuk menyelamatkamu?
Jika kau tidak pernah hancur, Lalu bagaimana kau tahu bahwa Aku dapat memulihkanmu?
Jika kau tidak pernah menghadapi masalah, Bagaimana kau tahu bahwa Aku dapat menyelesaikannya?
Jika kau tidak mengalami beberapa penderitaan, Lalu bagaimana kau tahu bahwa kau dapat melaluinya?
Jika kau tidak pernah melaui api, Lalu bagaimana kau menjadi murni?
Jika Aku memberikan semua barang kepadamu, Bagaimana kau akan menghargainya?
Jika Aku tidak pernah mengoreksimu, Bagaimana kau tahu bahwa Aku mengasihimu?
Jika kau punya semua kemampuan, Bagaimana kau belajar bergantung kepada-Ku?
Jika hidupmu sempurna, Lalu untuk apa engkau memerlukan Aku?

Tuhan Yesus Kristus Memberkati!

The Next Star

Matius 5:16 "Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 112; 1 Petrus 4; Yehezkiel 28, 30:20-26

Orang tua mana yang tidak bangga ketika anaknya menjadi juara kelas di sekolahnya? Atau guru yang melihat anaknya menjadi presiden atau orang penting di negeri ini? Tidak ada yang tidak bangga pastinya. Bagitu pun dengan Tuhan kepada kita, anak-anakNya di bumi ini.

Dari sejak awalnya, Dia telah menetapkan kita menjadi terang di dunia ini, tetapi tidak semua dari kita yang menyadari hal itu. Salah satu penyebabnya adalah dosa. Keengganan kita melepaskan diri dari dosa membuat apa yang ingin Tuhan kerjakan dalam hidup kita menjadi terhambat. Oleh karenanya, panggilan untuk bertobat tidak pernah berhenti Dia kumandangkan bagi setiap kita.

Ketika kita meresponi panggilan pertobatan ini dengan sungguh-sungguh maka tangan-Nya mulai menuntun kehidupan kita kembali kepada trek yang sudah Tuhan buat untuk kita lewati. Kehadiran-Nya dalam kehidupan kita membawa kita menjadi bukan lagi orang-orang yang biasa, tetapi luar biasa. Lihatlah tokoh-tokoh seperti Smith Wigglesworth, John Sung, D.L. Moody, Florence Young, John Wycliffe, atau Martin Luther King, Jr; mereka semua adalah orang-orang biasa seperti kita, tetapi Tuhan pakai dengan luar biasa pada zamannya masing-masing.

Saat ini dimanapun Anda berada dan berprofesi sebagai apa; mahasiswa, guru, karyawan, manajer, direktur, pemimpin perusahaan, Allah ingin Anda menggenapi panggilan-Nya, yakni menjadi bintang yang yang memancarkan terang kemuliaan-Nya kepada dunia ini. Namun, pertanyaannya hari ini "Sudahkah Anda menjadi bintang di dalam lingkungan sehari-hari seperti yang Allah rindukan?"

Menjadi anak-anak Allah berarti menjadi orang-orang yang siap mendapat sorotan di dunia ini.

Jawaban.com

19 October 2009

Beking

Yohanes 14:16 - "Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,"

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 111; 1 Petrus 3; Yehezkiel 26-27

Pernahkah Anda mendengar kata "beking"? Saya yakin Anda banyak dari antara Anda yang mengetahuinya. Seperti yang kita ketahui, beking artinya adalah orang yang melindungi atau menyokong kita. Biasanya orang ini memiliki kemampuan atau kekuatan, sehingga mampu menjadi pelindung bagi pihak lain.

Dalam usaha, mencari pekerjaan, memasukkan anak ke sekolah favorit seringkali orang-orang pada umumnya, bahkan banyak juga orang Kristen menggunakan beking sebagai jaminan keberhasilan. Mereka lupa bahwa mereka memiliki kemampuan dan Tuhan yang lebih besar daripada orang yang menjadi beking mereka. Sedih, tapi itulah kenyataanya.

Sebelum Tuhan Yesus naik ke Surga, Dia berkata kepada murid-muridNya agar mereka tidak kuatir dan takut karena akan ada Penolong yang dikirimkan Allah Bapa untuk menyertai mereka selama-lamanya, yakni Roh Kudus. Dan tahukah Anda Roh Kudus masih ada bersama kita sampai sekarang ini.

Sebagai murid-murid Tuhan Yesus di akhir zaman ini sudah sepatutnya mempercayai perkataan-Nya dibanding manusia. Dia adalah pencipta alam semesta dan segala yang ada di dunia ini tidak akan terjadi tanpa seizin-Nya. Tuhan lah yang harus menjadi beking Anda, bukan si A, B, atau C; mereka semua itu tidak akan dapat menandingi kekuatan dan kuasa dari Raja segala raja. Namun, ada satu yang tidak dapat kerjakan, yakni memberi Anda perlindungan untuk hal yang jahat atau tidak berkenan kepada-Nya. Ingatlah, dosa adalah dosa dan Tuhan tidak dapat menyentuhnya.

Jadikan Yesus sebagai andalan hidup Anda karena tidak ada satu pun di alam semesta ini yang dapat menandinginya.

Jawaban.com

Hari Ini

Sepanjang hidupku, aku mencari-cari,
seorang yang mau mencintaiku,
seorang yang mau menerimaku apa adanya,
seorang yang akan mengisi hari-hariku,
seorang yang akan membuat aku berbahagia

Ketika seseorang datang,
kupikir inilah saatnya tapi akhirnya dia pun pergi,
dan ketika cinta itu hilang,
ketika segalanya berakhir,
aku kembali merasakan kekosongan yang sama lubang kekurangan kasih membuka lebih lebar luka-luka yang ada kembali timbul bahkan jauh lebih menyakitkan

Pada waktu itu, aku berkata
Tuhan, aku tahu suatu hari nanti aku akan bahagia,
Ketika kau menyediakan seseorang yang lebih baik,
seseorang yang mengasihiku,
seseorang yang menerimaku,
seseorang yang mengerti aku,
seseorang yang bisa dipercaya,
seseorang yang mau membantuku mengobati luka-luka yang ada suatu hari nanti,
aku akan berbahagia aku akan berbahagia nanti, kapan?! nanti !

Aku terus menunggu,
kapan itu datang,
aku terus berjalan sambil berharap,
semoga itu terjadi tidak lama lagi,
terus menerus berjalan menunggu,
kapan nanti itu datang,
kapan aku bisa berbahagia

Sampai akhirnya,
aku mendengar Ia tertawa,
"Anak-Ku, mengapa kau menunggu sesuatu yang sudah kau miliki?"
Apa maksud-Mu, Tuhan!
Aku mengharapkan seseorang yang akan mengasihiku,
yang akan menerimaku,
yang mau peduli denganku yang akan menyembuhkan luka-luka di hatiku seseorang yang bisa membuatku bahagia "Dia sudah datang?"
Belum Tuhan.
Aku melihat Dia tersenyum lebih lebar
"Belum!!"
Rasanya sih belum.
"Bagaimana dengan-Ku? tidakkah AKU memenuhi kriteriamu?"

Aku terdiam dan berpikir,
Aku menatap kearah-Nya,
melihat mata-Nya yang selalu memandangku dengan penuh sayang,
aku menggenggam tangan-Nya yang selalu menopangku ketika aku terjatuh,
yang menghapus air mataku,
aku meraba pergelangan tangan-Nya,
tempat DIA dulu dipaku ,
aku merasakan pelukan-Nya dan tiba-tiba aku menyadari kebodohanku

Kenapa aku harus menunggu nanti?
aku bisa berbahagia hari ini!
kenapa aku harus menunggu sampai pasanganku tiba, baru aku bisa bahagia!
kenapa aku harus menunggu seorang manusia yang diperanakkan dari dosa, untuk membuatku bahagia?
kenapa harus menunggu,
jika aku bisa berbahagia hari ini?

Hari ini,
aku bahagia karena aku punya DIA,
yang mengasihiku apa adanya,
Hari ini,
aku bahagia karena aku punya DIA,
yang menerimaku apa adanya,
Hari ini,
aku bahagia karena ada DIA,
yang mengobati semua luka-luka di hatiku Hari ini dan bukan nanti

Tidak ada kebahagian yang lebih besar,
daripada hari ini,
kebahagian kemarin adalah kenangan,
kebahagian hari depan adalah impian,
sedangkan kebahagian hari ni,
adalah untuk dinikmati,
dan hari ini aku bisa berbahagia,
karena aku punya DIA !!

From The Book Of : The Puzzle Of Teenage Life

18 October 2009

Di Toko Bunga

Seorang pemuda masuk ke sebuah toko bunga. Dalam toko bunga tersebut terpampang tulisan yang sangat besar "KATAKAN DENGAN BUNGA".

"Tolong bungkuskan satu tangkai bunga mawar," kata pemuda itu kepada si penjaga toko.

"Hanya satu tangkai?" tanya si penjaga toko.

"Yap, hanya satu," kata si pemuda itu. "Karena aku adalah laki-laki yang tidak banyak bicara!"

17 October 2009

Humor : Gara-gara Lilin

Ny. O’Reilly yang sedang berjalan, berpapasan dengan Pastur O’Flannagan.

Pastur berkata, “Hai Ny. O’Reilly…bagaimana kabar suamimu? Bukankah saya yang menikahkan Anda berdua kira-kira lima tahun yang lalu?”

“Ya, memang Andalah yang menikahkan kami, Pastur,” jawab Ny. O’Reilly. Lalu Pastur bertanya lagi, “Berapa anak Anda sekarang?” “Oh, tidak ada, Pastur, kami belum mempunyai anak satupun.” “Baiklah, minggu depan aku pergi ke Roma, di sana aku akan berdoa dan menyalakan sebuah lilin bagimu,” kata Pastur.

Bertahun-tahun kemudian, mereka bertemu lagi di jalan dan Pastur bertanya, “Ny. O’Reilly apakah Anda sudah mempunyai anak?”

“Oh, sudah Pastur, saya mempunyai tiga pasang anak kembar, dan dua pasang anak yang tidak kembar, jadi semuanya ada sepuluh orang,” jawab O’Reilly.

Lalu Pastur berkata, “Wow, bukankah itu sangat luar biasa!! Bagaimana keadaan suamimu?”

“Dia sedang pergi ke Roma,” jawab Ny. O’Reilly

“Ke Roma??? Ada urusan apa dia berangkat ke Roma?” tanya Pastur.

“Mematikan lilin yang Pastur nyalakan,” jawab Ny. O’Reilly.

Bukan Masalah Besar

Mazmur 23:4 - "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 109; 1 Petrus 1; Yehezkiel 23-24

Pernahkah Anda bertemu dengan orang yang sepertinya hidupnya yang ia jalani itu lurus-lurus saja? Mau hidupnya sedang diterjang masalah atau sedang berkecukupan, orang itu tetap menunjukkan sikap yang sama yakni bersukacita. Kita mungkin berkata, "Ia sedang berlaku munafik karena sebenarnya dia sedang sedih, tetapi dia tidak tunjukkan", tetapi benarkah seperti itu?

Sewaktu sekolah dulu, saya mempunyai seorang teman seperti ini. Saya pun berpikir yang sama seperti Anda-anda yang berpikir, "nih orang pasti munafik, kok dia selalu tidak pernah terlihat sedih sih. apakah hidupnya selalu baik-baik saja?" jujur pikiran itu cukup lama ada di pikiran saya. Namun, lewat sebuah peristiwa dimana ketika hanya dia dan saya, pikiran negatif saya itu hilang dengan sendirinya.

Waktu itu teman saya memiliki masalah dengan keluarganya yang cukup besar dan saya mengetahui hal itu. Ketika itu, sehabis pulang sekolah seperti biasa saya mendekati teman saya ini untuk mengajak pulang bersama karena arah rumah kami itu sama. Saat berjalan kaki menuju halte bus, saya pun menanyakan mengenai keadaan keluarganya. Dan tahukah Anda, ketika saya menanyakan hal ini dia tetap menunjukkan wajah yang sama; wajah penuh sukacita.

Sebelum saya melanjutkan pertanyaan saya, dia berkata seperti ini, "Mungkin orang berpikir saya ini orang munafik karena tidak pernah menunjukkan kesedihan. Tetapi, sebenarnya saya adalah sama seperti kamu. Hanya saja, ada satu yang mungkin membuat perbedaan antara kita, yakni setiap saya sedang dalam masalah seperti sekarang ini saya menaruhkannya ke tangan Tuhan. Entah mengapa ketika saya datang kepada-Nya dan membaca firman-Nya ada damai sejahtera dan sukacita yang mengalir dalam hidup saya. Itulah mengapa saya selalu seperti ini"

Jujur ketika mendengarnya, hati saya tersentak dan mulai merasa begitu kagum dengan Tuhan. Tiada kata-kata yang dapat menggambarkan kemahadasyatan diri-Nya.

Apakah hari ini Anda mau memiliki sukacita dan damai sejahtera seperti itu? Sukacita dan damai sejahtera yang tidak terpengaruh oleh keadaan dan waktu; Sukacita dan damai sejahtera yang membuat Anda tetap optimis menjalani hari-hari Anda. Itu hanya Anda dapatkan bila Anda di dalam Tuhan.

Ketika Anda memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan maka segala permasalahan dan kondisi yang tidak menyenangkan tidak akan membuat Anda bersedih, tetapi tetap bersuka karena Anda tahu ada jalan keluar dan kekuatan yang Tuhan berikan ketika menjalaninya. Jadi, bila ada situasi buruk datang ke dalam hidup Anda, katakan bahwa itu bukanlah masalah besar karena ada Tuhan yang luar biasa bersama dengan Anda. Tetaplah bersukacita!!

Seberapa besar masalah yang Anda hadapi, Kuasa Allah tetaplah lebih besar.

Jawaban.com

Weekly Scripture – Matius 17:20

"... Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, --maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu." - Matius 17:20