Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

19 August 2009

Berkat Tuhan Yesus

"Saya yakin Tuhan Yesus Kristus selalu memberkatiku dan mengobatiku dalam suka maupun duka."


18 August 2009

CIBFest 2009

Shalom,

Terima kasih buat dukungan temen2 buat blog ini di ajang CIBFest 2009, sementara rumahrenungan ini masuk 10 besar...

http://www.jawaban.com/news/cibfest/detail.php?id_news=090818184854

Semoga blog ini tetep menjadi berkat buat semuanya...

Mohon dukung terus blog ini di : http://jawaban.com/news/cibfest/form_vote.php?blog_id=88

Terima kasih... Jesus Bless You All....

17 August 2009

Kebebasan Yang Berbahaya

Galatia 5:13 "Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih"

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 48; Titus 2; Yesaya 49-50

Kebebasan. Siapa yang tidak ingin mengalami kebebasan, siapa pun dia baik itu orang kaya atau pun orang miskin, orang pintar atau orang bodoh, tidak ada yang mau hidup dalam kekangan atau keterikatan, semuanya ingin bebas merdeka. Namun, demikian kebebasan akan menjadi berbahaya apabila berada di tangan orang-orang yang tidak tahu bagaimana menggunakannya. Itulah sebabnya kawat duri, jeruji baja, dan tembok beton digunakan untuk mengurung para pelaku kriminal. Atau coba kamu bayangkan bila api unggun dibiarkan menyala di hutan kering, maka segera saja hutan itu akan menjadi lautan api. Kebebasan yang tidak diawasi dapat menimbulkan kekacauan.

Tidak ada orang yang lebih nyata dalam kehidupan Kristen. Orang-orang percaya dilepaskan dari kutukan yang mendatangkan maut, mereka semua juga bebas dari hukuman dan tekanan rasa bersalah. Ketakutan, kecemasan dan rasa bersalah yang selama ini mereka alami telah digantikan oleh kedamaian, pengampunan, dan kemerdekaan. Siapakah yang lebih bebas daripada orang yang jiwanya telah dibebaskan? Namun harus kita akui dengan jujur, bahwa justru disinilah kita seringkali gagal. Kita menikmati kebebasan untuk hidup seenaknya atau menganggap apa yang Allah percayakan sebagai milik pribadi. Kita terjebak dalam hidup yang hanya menyenangkan diri sendiri, khususnya dalam masyarakat yang makmur.

Cara yang tepat untuk menggunakan kebebasan adalah melayani sesama dengan "iman yang bekerja oleh kasih" (Galatia 5:6, 13). Ketika kita bersandar pada Roh Kudus dan mencurahkan tenaga dalam mengasihi Allah dan menolong orang lain, perbuatan daging yang menghancurkan akan dikendalikan Allah (ayat 16-21). Karena itu, marilah selalu menggunakan kebebasan untuk membangun, bukan untuk menjatuhkan.

Seperti halnya api yang menyala-nyala yang dapat membakar apa saja yang didekatnya, maka kebebasan tanpa batas sangatlah berbahaya. Tetapi jika Anda mampu mengontrol kebebasan tersebut, maka akan jadi berkat bagi banyak orang.

Kebebasan tidak memberi hak untuk melakukan apa yang menyenangkan Anda, melainkan melakukan yang menyenangkan Allah

Jawaban.com

Hidup

Kita hidup bukan untuk mencari kebahagiaan, tapi untuk membuat orang bahagia. Membuat orang lain bahagia itu diminta kesediaan untuk mendengarkan, memahami, merasakan, dan mengakui dirinya sebagai pribadi yang bernilai dan berarti bagi hidupmu!

Hidup tidak untuk mencari kenyamanan, melainkan jadikanlah kehadiranmu itu membuat orang lain nyaman! Orang merasa nyaman bukan karena diberi uang saja tetapi karena ia merasa tidak dihakimi dan dinilai menurut kacamata kita. Ia nyaman karena ia diberi kesempatan untuk meminjam telingamu agar curahan hatinya terungkapkan pada dirimu!

Hidup tidak untuk mencari kepastian, melainkan berikanlah selalu kepastian saat orang membutuhkan pelayananmu. Orang yang membutuhkan pelayanan itu biasanya bingung dan gelisah, karena ia berada dalam situasi krisis. Karena itu janganlah ragu-ragu untuk bertanya, “Apakah yang bisa kubantu agar engkau bisa lega lagi?”

Hidup tidak untuk mencari sekedar kehangatan yang menghibur pada saat kesepian. Namun jadikanlah dirimu orang yang hangat dengan lebih suka menyapa orang lain  daripada disapa, juga kalau orang yang engkau sapa adalah orang orang yang paling tidak menyenangkan sekalipun!

Hidup itu tidak usah kembali ke masa lalu, dan ingin mengulang kisah kasih yang pernah terajut di masa lalu, namun hidup itu kenangan akan cinta Tuhan, agar kita tidak ragu-ragu menatap dan melangkah di masa depan meski ada banyak ketidakpastian.

Hidup itu tidak usah mencari kekayaan sebanyak mungkin, melainkan jadikanlah orang lain menjadi sejahtera, dan engkau sungguh menjadi orang yang hidupnya “kaya”!

Hidup itu tidak usah mencari pujian, penghormatan, penghargaan, atau ucapan terima kasih sekalipun. Akan tetapi janganlah engkau lupa menghargai jerih payah orang yang bekerja demi kepentinganmu, juga kalau pekerjaan mereka sangat sepele sekalipun. Hidup itu tidak usah menyelesaikan masalah sampai tuntas, karena masalah itu ibarat kita masuk sebuah pintu rumah, tetapi kita akan mendapatkan 3 pintu yang mesti kita buka lagi. Karena itu masalah adalah tanda tanda yang jelas yang menunjukkan titik tolak kita untuk menemukan peluang berkembang.

Hidup itu tidak usah kuatir akan ketidakpastian masa depanmu, tetapi lihat dan rasakanlah dalam ketidakpastian engkau diberi kesempatan untuk “bersyukur” kepada Tuhan, yakni mengakui keterbatasanmu sebagai manusia yang tidak mampu menguasai hidupmu sendiri, di sisi lain ditantang untuk mengakui betapa Tuhan itu mau hadir dan terlibat dalam diri kita. Soalnya apakah kita mau mengundang Tuhan terlibat?

Hidup orang percaya itu tidak bertujuan mencari kepuasan dan kenikmatan rohani, seperti orang mendaki puncak gunung, janganlah memetik bunga sekuntumpun sebelum engkau sampai di puncak. Demikianlah juga, janganlah mencari kepuasan rohani, yang sebenarnya bukan iman itu sendiri, melainkan carilah Tuhan, dengan mencintai-Nya dan mencintai sesama, sehingga sampailah kita suatu saat nanti “bersatu” dengan Tuhan.

16 August 2009

Mencari Yang Aman

II Timotius 1:7 : "Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 47; Titus 1; Yesaya 47-48

Pendiri dan pimpinan sebuah perusahaan penerbangan yang sukses di Amerika Serikat suatu hari mengungkapkan filsafat bisnisnya kepada wartawan yang mewawancarainya, "Saya suka melakukan hal-hal yang menakutkan. Tanpa ketakutan, tidak ada keberanian." Itulah yang menyebabkan ia selalu mencari kemungkinan-kemungkinan untuk dapat memperluas jangkauan penerbangan, bukannya berpuas diri dengan kekayaan yang telah dicapai oleh perusahaan penerbangannya. Ia menempuh banyak resiko setiap kali ia memulai pelayanan ke kota-kota yang baru. Namun, ia tidak pernah patah semangat.

Keberanian bukan berarti tidak ada ketakutan, melainkan adanya kemauan untuk bertindak bahkan ketika kita merasa takut akan apa yang mungkin terjadi bila kita melakukannya. Ketika Paulus menulis surat kepada rekannya, Timotius, ia mendorong Timotius untuk berani bertindak demi Kristus, walaupun keberanian Paulus sendiri telah membawanya ke penjara (Baca II Timotius 1:7-8).

Ada banyak orang yang telah mencapai kesuksesan saat ini lebih "mencari yang aman" saja. Mereka tidak mau mengambil resiko lagi untuk memulai sesuatu yang baru karena mereka takut mengalami kegagalan, dan hal yang tidak sedikit pula dilakukan oleh orang-orang percaya. Orang-orang Kristiani banyak yang sudah merasa aman dengan Yesus, dan tidak berani memperkenalkan Yesus kepada orang-orang lain yang belum mengenal-Nya, karena mereka takut ditolak, takut dibenci. Tetapi, sesungguhnya "mencari yang aman" tidak sepantasnya menjadi pilihan para pengikut Kristus. Orang-orang percaya senantiasa dipanggil untuk mengidentifikasi diri secara terang-terangan dengan Yesus dan dengan mereka yang menderita karena kesetiaan kepada Kristus. Kekuatan untuk melakukan hal itu datangnya dari Roh Kudus yang diam kita.

Marilah menjadi orang-orang yang berani dan menghadapi segala sesuatu yang menakutkan pada hari ini, termasuk memperkenalkan Yesus kepada orang-orang yang belum mengenal-Nya.

Menjadi pengikut Kristus berarti siap untuk mau keluar dari zona aman hidup Anda

Jawaban.com

Humor : Tidak Boleh Membuka Windows

Sinta adalah seorang karyawan baru di sebuah perusahaan swasta ternama. Sebagai seorang karyawan baru, pastinya ia akan berusaha mematuhi segala macam peraturan yang ada.

Suatu ketika Sinta bingung ketika disuruh oleh bossnya untuk membuka Microsoft Excel.

Sudah satu jam berlangsung sejak ia diperintahkan oleh sang bos untuk membuka aplikasi di dalam Microsoft Windows tersebut.

Karena ia semakin bingung, akhirnya dia pun mengambil jalan tengah dengan membuka DOS. Melihat hal ini, sang bos lantas memarahi Sinta, “Hey! Saya minta kamu buka Excel kenapa malah buka DOS...??”, teriak sang boss.

Sinta pun menjawab, “Begini bos, saya nggak mau ngelanggar peraturan..” jawabnya.

Si Boss kebingungan, dan bertanya, “Peraturan apa?”

Sambil menunjuk tulisan di dinding, Sinta membacanya, “This room is equipped with air conditioner, please do not open windows... Nah, Windows aja nggak boleh apalagi Excel!”

15 August 2009

Berhenti Bersikap Agamawi!

II Korintus 5:21 : "Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 46; 2 Timotius 4; Yesaya 45-46

Ketika Anda dilahirkan baru, Anda tidak setengah dilahirkan baru atau seperempat benar. Anda dijadikan kebenaran Tuhan dalam Kristus! Anda dijadikan "sewaris dengan Kristus." Menurut Konkordansi karangan Strong kata "sewaris" (joint-beir) mengacu pada persamaan pribadi yang dilandasi persamaan pemilikan.

Yesus pergi ke Salib untuk memberi Anda hal yang telah dimiliki-Nya. Dia bangkit kembali agar Anda diciptakan kembali menurut citra-Nya. Anda adalah kemenangan dari Tuhan Yang Mahakuasa! Anda lebih dari pemenang dalam Kristus Yesus. Di dalam Bapa, Anda adalah sama seperti Yesus. Yohanes 17:23 sebenarnya menyatakan bahwa Tuhan mengasihi Anda, seperti Dia mengasihi Yesus.

Begitu Anda berani menerima kenyataan itu, hidup Anda akan berubah selama-lamanya. Anda takkan puas lagi untuk hanya duduk-duduk saja merengek dan berharap agar segala sesuatunya berbeda. Anda akan melangkah untuk menempati kedudukan kewibawaan yang telah diberi Yesus kepada Anda, untuk mengambil tempat yang menjadi hak-hak Anda di sisi-Nya dan belajar berkiprah seperti Yesus. Sebagai umat-Nya, di hadapan Tuhan, kita sama seperti Yesus.

Jika Anda mau menerima pesan itu, dan jika Anda berani menerapkannya, itu akan mengubahkan hidup Anda secara mendasar. Itu akan mengantar Anda dari alam keagamaan menuju kenyataan !

Tuhan tidak menginginkan Anda berubah karena agama, tetapi karena Anda mengalami Dia dalam hidup secara pribadi

Jawaban.com

14 August 2009

Tetaplah Berlatih, Tetaplah Berlari

Ibrani 12:1-2 : "Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 45; 2 Timotius 3; Yesaya 43-44

Kita tidak dapat memimpin siapa pun lebih jauh dibanding yang telah kita lalui sendiri. Terlalu sering kita khawatir tentang hasilnya sehingga kita mencoba jalan pintas atas protes tersebut. Tidak ada jalan pintas jika integritas terlibat. Akhirnya kebenaran akan selalu tersingkap.

Suatu waktu, ada seorang konsultan yang sedang mengikuti wawancara tentang quality control. Konsultan ini begitu percaya diri dalam menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pewawancara. Pada satu pertanyaan terakhir yang diberikan pewawancara kepadanya ia ditanyakan mengenai pengalamannya di dalam bidang quality control. Berikut jawaban yang diberikan oleh konsultan, "Dalam quality control, kita tidak peduli tentang produknya. Kita peduli tentang prosesnya. Jika prosesnya benar, produknya dijamin." Hal yang sama berlaku di dalam integritas; integritas menjamin kepercayaan.

Pada bidang olahraga dikenal prinsip "Bermainlah seperti kamu berlatih". Prinsip ini sangat penting untuk diketahui dan juga dijalankan oleh para pemimpin. Mengapa? Karena ini berbicara tentang dirinya (si pemimpin) dan kepercayaan yang akan ia terima dari orang lain.

Saat Anda ingin mempertahankan kepercayaan dari orang lain dengan disertai integritas maka kepercayaan itu akan tetap Anda terima. Tetapi, bila Anda mempertahankan hal itu tanpa integritas maka dengan cepat kepercayaan itu akan hilang.

Hasil luar biasa selalu datang dari persiapan yang luar biasa juga!!

Jawaban.com

Semut & Belalang

Seorang ibu dari seorang anak berumur 9 tahun, Mark, menerima telepon siang hari itu. Telepon dari guru sekolah anak laki-lakinya. "Ny. Smith, sesuatu yang tidak biasa terjadi hari ini di kelas anakmu. Anak laki-lakimu mengerjakan sesuatu yang sangat mengejutkan, jadi saya berpikir, anda seharusnya segera tahu tentang hal ini."

Sang ibu gelisah dan gugup ketika menerima telepon. "Apa yang terjadi?", sang Ibu bertanya-tanya.

Guru itu meneruskan, "Saya telah mengajar selama bertahun-tahun dan belum pernah terjadi sesuatu seperti ini hingga sekarang. Pagi ini saya mengajar pelajaran 'Menulis Kreatif'. Seperti biasanya, saya bercerita tentang Semut dan Belalang. Semut bekerja keras selama musim panas dan mengumpulkan banyak persediaan makanan. Tetapi belalang bermain selama musim panas dan tidak bekerja. Kemudian musim dingin datang. Belalang mulai kelaparan karena tidak memiliki makanan. Jadi dia melompat ke rumah semut dan mulai mengemis. 'Semut, tolonglah saya, kamu memiliki banyak makanan, berilah saya makanan.' Nah anak-anak, tugas kalian adalah menulis akhir cerita tersebut."

Anak laki-lakimu, Mark, mengangkat tangan. "Guru, bolehkan saya menggambar?"

"Tentu saja, Mark, kalau kamu suka, kamu boleh menggambar. Tetapi pertama-tama kamu harus menulis akhir cerita itu dulu."

Kertas-kertas dikumpulkan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kebanyakan murid menulis bahwa Semut membagi makanannya selama musim dingin dan baik semut maupun Belalang bertahan hidup. Seperti biasanya, beberapa anak menulis, Semut itu berkata, "Tidak, Belalang. Kamu seharusnya bekerja selama musim panas dan tidak bermain-main. Sekarang, saya hanya memiliki cukup makanan untuk diri saya sendiri." Jadi Semut itu hidup dan belalang meninggal.

Tetapi anak laki-lakimu mengakhiri cerita dengan cara yang sangat berbeda. Dia menulis, "Jadi Semut itu memberikan semua dari makanannya kepada Belalang; Belalang melalui musim dingin itu dan hidup. Tetapi sang Semut meninggal."

Di dasar halaman, Mark menggambar tiga salib. "DIA memberikan segalanya untuk kita supaya kita beroleh hidup"

13 August 2009

Cara Mengatasi Kritik

Amsal 15:5 : "Orang Bodoh menolak didikan Ayahnya, tetapi siapa mengindahkan teguran adalah bijak"

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 44; 2 Timotius 2; Yesaya 41-42

Dalam wawancara di satu stasiun televisi di Amerika Serikat, Dr. Robert A. Cook yang adalah rektor King's College di New York, menceritakan pengalamannya pada tahun awal-awal pelayanannya. Saat itu ia banyak sekali menerima kritik baik itu dari para sesama rekan sejawatnya, juga dari beberapa hamba Tuan bahkan dari orang-orang awam sekalipun. Dan oleh karena itu ia kemudian meminta nasihat dari seorang pendeta yang juga temannya, yaitu Harry A. Ironside.

Dr.Cook menumpahkan seluruh isi hatinya kepada Pendeta Ironside, dan bertanya apa yang harus ia perbuat menghadapi berbagai kritik tajam yang menyerang dirinya. Pendeta Ironside memberi tanggapan yang sederhana namun berbobot, "Bob, kalau sekiranya kritik yang disampaikan kepadamu itu benar, terimalah dengan lapang dada!Tetapi kalu itu tidak benar, lupakanlah!"

Anda mungkin tidak dapat menghindar dari ejekan-ejekan menyakitkan yang meluncur dengan cepat dari orang-orang yang tidak senang kepada Anda. Namun, ketika serangan melalui kata-kata tesebut dilontarkan kepada Anda, adalah sesuatu yang baik untuk menganalisanya. Jika itu benar, ambillah langkah-langkah untuk memperbaiki situasi. Namun, jika hal itu tidak lah benar, yang perlu Anda lakukan adalah melupakannya.

Raja Daud semasa hidupnya juga mengalami kritikan dari orang lain dan ia adalah salah satu contoh baik dalam mengatasi kritik terhadapnya. Ketika ia berperang dengan Goliat, banyak kritikan tajam yang intinya meragukan kemampuan yang ia miliki. Tetapi, satu hal baik yang ia lakukan ketika itu, yakni ia melupakan kritikan yang tidak benar tersebut dan dalam akhir kisah ia menjadi pemenangnya.

Apakah saat ini Anda sedang menghadapi kritik? Atau tuduhan? Jikalau yang dikatakan orang tersebut benar, lakukan perbaikan dengan segera. Akan tetapi, bila itu hanyalah sebuah tuduhan-tuduhan tidak berdasar, janganlah mengingat-ingatnya. Itulah cara mengatasi kritik yang paling sederhana sekaligus juga yang paling ampuh.

Jangan takut akan kritik jika Anda benar, jangan sepelekan kritik jika Anda salah

Jawaban.com

Apakah Tuhan Masih Berbicara Kepada Kita?

Seorang anak muda pergi ke sebuah tempat Pemahaman Alkitab (PA) yang diadakan pada setiap hari Rabu.  Di sana sang Pendeta membawakan tema mengenai mendengarkan Tuhan dan mentaati perintah-Nya.  Si anak muda, sambil menyimak kemudian bertanya-tanya di dalam hatinya “Apakah Tuhan masih berbicara kepada kita?”.

Setelah kelas PA selesai, dia pergi bersama dengan beberapa temannya ke sebuah kedai kopi untuk mendiskusikan kata-kata Pendeta tadi sambil makan kue dan secangkir kopi sebelum pulang ke rumah masing-masing.  Hal yang hampir sering mereka lakukan setelah PA selesai.  Mereka saling memberikan kesaksian bahwa Tuhan telah memimpin hidup mereka dengan cara yang berbeda-beda.

Setelah hampir jam 10 malam, mereka keluar dari kedai tersebut untuk pulang ke rumah masing-masing. Sang anak muda pun mengendarai mobilnya pulang.  Di dalam mobil dia berdoa, “Tuhan, kalau Engkau masih suka berbicara kepada kami, berbicaralah kepadaku, aku akan mendengar, aku akan melakukan apapun yang aku bisa untuk mentaatinya”.

Selama perjalanan pulang, dia mendadak mempunyai ide yang aneh untuk membeli satu galon susu.  Dia menggelengkan kepalanya dan berkata "Tuhan, Engkaukah itu?". 

Tetapi dia tidak mendengar jawaban apapun dan dia tetap berjalan pulang.  Akan tetapi keinginan untuk membeli satu galon susu tersebut terus ada di kepalanya.  Kemudian si anak muda ini berpikir mengenai Samuel yang tidak mengenali suara Tuhan and bagaimana Samuel berlari ketakutan menghampiri Eli. 

"Baik Tuhan, kalau ini Engkau, aku akan membeli susu tersebut", pikirnya ini bukan merupakan hal yang sulit untuk suatu tes ketaatan and susu ini masih bisa dipakai untuk hal lain.  Dia kemudian berhenti, membeli satu galon susu dan kembali menyetir menuju rumah.

Pada saat melewati sebuah perempatan yang menuju ke Seventh Street, dia merasa bahwa dia harus berbelok ke jalan tersebut.  "Tidak mungkin" pikirnya dan dia terus menyetir melewati perempatan tersebut.  Akan tetapi, kembali pikiran itu ada di kepalanya dan dia merasa bahwa dia harus berputar arah untuk kembali ke Seventh Street.  Akhirnya pada perempatan berikutnya, dia memutar mobilnya dan menuju Seventh Street. 

Setengah bercanda dia berteriak "Baik Tuhan, aku taat".  Dia berjalan beberapa saat sebelum dia merasa bahwa dia harus berhenti.  Dia berhenti dan memperhatikan sekelilingnya.  Dia berada di suatu daerah pertokoan yang agak lumayan, tidak kumuh tapi juga bukan daerah yang mahal.  Sudah tidak ada kegiatan sama sekali dan semua rumah di sana sudah gelap yang sepertinya semua orang sudah berada di tempat tidur.            

Kembali dia merasakan sesuatu di dalam hatinya "Pergi dan berikan susu ini ke rumah yang ada di seberang jalan". 

Si anak muda melihat ke rumah tersebut.  Rumah tersebut sudah gelap dan tampaknya si pemilik rumah sedang pergi atau sudah tidur.  Dia kembali duduk di mobilnya dan berkata "Tuhan, ini kelewatan, orang di dalam rumah tersebut sedang tidur dan kalau aku membangunkan mereka, mereka pasti marah dan aku akan terlihat seperti orang bodoh".                                        

Akan tetapi kembali dia merasa bahwa dia harus memberikan susu ini.  Akhirnya dia membuka pintu mobilnya "Baik Tuhan, apabila ini Engkau, aku akan pergi ke rumah itu dan memberikan susu ini kepada mereka.  Apabila Engkau memang ingin melihat aku seperti orang bodoh, tidak apa-apa, aku ingin menjadi orang yang taat.  Pasti hal ini akan ada manfaatnya, akan tetapi jika aku mengetuk pintu dan tidak ada jawaban, aku akan pergi dari sini".

Dia membuka pintu mobilnya dan menekan bel di depan pintu.  Dia mendengar ada ribut-ribut di dalam rumah dan ada teriakan laki-laki "Siapa di situ? Apa maumu?". 

Kemudian pintu terbuka sebelum si anak muda tersebut dapat pergi menghindar.  Lelaki tersebut berdiri dengan celana jeans dan kaos oblong, sepertinya dia baru bangun dari tempat tidur.  Dia tampak tidak senang melihat orang asing di depan pintu rumahnya.  Si anak muda memberikan susu tersebut "Ini saya membawa susu". 

Laki-laki tersebut segera mengambil susu tersebut dan sambil membawa susu tersebut ke dalam rumah dia berteriak dalam bahasa Spanyol.  Kemudian seorang wanita menghampiri dan membawa susu tersebut ke dapur.  Laki-laki tersebut mengikutinya sambil menggendong seorang bayi.  Bayi tersebut sedang menangis.  Air mata mengalir di muka lelaki tersebut.  Lelaki tersebut berkata sambil setengah menangis "Kami baru saja berdoa. Kami banyak tagihan dan kami sudah tidak punya uang lagi bahkan tidak ada uang untuk membeli susu untuk bayi kami.  Kami meminta Tuhan untuk menunjukkan bagaimana caranya kami dapat mendapatkan susu untuk bayi kami". 

Istrinya kemudian berteriak "Kami meminta Tuhan untuk mengirimkan malaikat dengan membawa ........, hei apakah kamu seorang malaikat?"

Anak muda tersebut kemudian mengambil dompetnya dan memberikan semua uangnya ke tangan lelaki tersebut.  Dia berbalik dan berjalan kembali ke mobilnya dan air matanya mengalir membasahi pipinya.  Dia yakin sekarang kalau Tuhan masih menjawab doa.