Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

11 August 2009

Gunakan Hak-Hak Anda!

Yesaya 53:5 : "Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 42; 1 Timotius 6; Yesaya 37-38

Yesus datang ke dunia dan menyerahkan diri-Nya sebagai korban untuk dosa demi menebus kembali segala sesuatu yang dihilangkan oleh Adam. Dia datang untuk membinasakan semua perbuatan iblis, termasuk sakit penyakit.

Begitu Anda menerima Dia sebagai Tuhan atas hidup Anda, semua hak biasa dan istimewa yang pada mulanya direncanakan Tuhan untuk Anda miliki (hak-hak terhadap seperti persekutuan dengan Tuhan, kesehatan, dan kemakmuran) dipulihkan. Tetapi, Andalah yang harus menggunakan hak-hak itu.

Iblis adalah pelanggar hukum dan walaupun Yesus telah menghilangkan wewenang iblis di bumi, walaupun dia tidak mempunyai hak hukum untuk membunuh atau mencuri dari anak-anak Tuhan, dia tetap akan melakukannya selama Anda membiarkannya berhasil meloloskan diri.

Anda harus memaksakan kekalahannya dengan mengucapkan firman Tuhan dalam iman. Bertindaklah sesuai dengan firman-Nya sekarang. Tuntutlah agar segala penyakit meninggalkan Anda dalam nama Yesus. Kemudian tolaklah untuk mundur dari tuntuan yang Anda ucapkan. Lawanlah iblis dengan segala sesuatu yang Anda miliki. Dia mungkin akan memerangi Anda beberapa waktu lamanya, tetapi lambat laun dia pasti akan lari meninggalkan Anda.

Untuk membuktikan bahwa Anda memiliki otoritasnya Tuhan, tidak ada cara lain yakni Anda harus mempraktikkan otoritas tersebut dalam kehidupan Anda

Jawaban.com

My Dad Is A Rising Star

Her hair was up in a pony tail, her favorite dress tied with a bow. Today was Daddy’s Day at school, and she couldn’t wait to go. But her mommy tried to tell her, that she probably should stay home. Why the kids might not understand, if she went to school alone.

But she was not afraid, she knew just what to say. What to tell her classmates of why he wasn’t there today. But still her mother worried, for her to face this day alone. And that was why once again, she tried to keep her daughter home. But the little girl went to school, eager to tell them all. About a dad she never sees, a dad who never calls.

There were daddies along the wall in back, for everyone to meet. Children squirming impatiently, anxious in their seats. One by one the teacher called, a student from the class. To introduce their daddy, as seconds slowly passed. At last the teacher called h er name, every child turned to stare. Each of them was searching, for a man who wasn’t there.

“Where’s her daddy at?”, she heard a boy call out.

“She probably doesn’t have one,” another student dared to shout. And from somewhere near the back, she heard a daddy say, “Looks like another deadbeat dad, too busy to waste his day.”

The words did not offend her,as she smiled up at her Mom. And looked back at her teacher, who told her to go on. And with hands behind her back, slowly she began to speak. And out from the mouth of a child, came words incredibly unique.

“My Daddy couldn’t be here, because he lives so far away. But I know he wishes he could be, since this is such a special day. And though you cannot meet him, I wanted you to know. All about my daddy, and how much he loves me so. He loved to tell me stories, he taught me to ride my bike. He surprised me w ith pink roses, and taught me to fly a kite. We used to share fudge sundaes, and ice cream in a cone. And though you cannot see him, I’m not standing here alone. ‘Cause my daddy’s always with me, even though we are apart. I know because he told me, he’ll forever be in my heart”

With that, her little hand reached up, and lay across her chest. Feeling her own heartbeat, beneath her favorite dress. And from somewhere in the crowd of dads, her mother stood in tears. Proudly watching her daughter, who was wise beyond her years. For she stood up for the love of a man not in her life. Doing what was best for her, doing what was right.

And when she dropped her hand back down, staring straight into the crowd. She finished with a voice so soft, but its message clear and loud.

“I love my daddy very much, he’s my shining star. And if he could, he’d be here, but heaven’s just too far. You see he was a fireman and died just this past year. When airplanes hit the towers and taught Americans to fear. But sometimes when I close my eyes, it’s like he never went away.”

And then she closed her eyes, and saw him there that day. And to her mother’s amazement, she witnessed with surprise. A room full of daddies and children, all starting to close their eyes. Who knows what they saw before them, who knows what they felt inside. Perhaps for merely a second, they saw him at her side.

“I know you’re with me Daddy,” to the silence she called out. And what happened next made believers, of those once filled with doubt. Not one in that room could explain it, for each of their eyes had been closed. But there on the desk beside her, was a fragrant long-stemmed pink rose. And a child was blessed, if only for a moment, by the love of her shining bright star. And given the gift of believing, that heaven is never too far.

10 August 2009

Jika Tidak Hancur

Kejadian 32:24-25 : "Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing. Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 41; 1 Timotius 5; Yesaya 35-36

Karakter dan kepemimpinan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan apabila seseorang ingin menjadi pemimpin. Kepemimpinan bukan hanya berbicara hal-hal di luar diri Anda, tetapi juga hal-hal yang ada di dalam diri Anda.

Yakub adalah tokoh nyata di dalam Alkitab yang diajar Tuhan dalam soal karakter. Dari semula Yakub mempunyai pengaruh yang besar. Tidak peduli apa yang dilakukannya atau ke mana ia pergi, ia menggugah segala sesuatu.

Ia adalah orang yang kaya, kuat, berpengaruh, dan diberkati dengan keluarga besar sehingga mengira bahwa dirinya mempunyai segala sesuatu. Tetapi, seorang pemimpin yang mencari jalan dan keuntungannya sendiri tidak dapat menjadi sebuah alat yang efektif dalam tangan Allah. Allah harus menghancurkan Yakub untuk membuatnya berguna.

Dalam proses penghancuran, Yakub yang arti namanya adalah "si penipu" diubah Allah menjadi Israel yang berarti "pahlawan Allah". Dia ingin Yakub memusatkan pelayanan-Nya kepada Allah bukan diri sendiri.

Para pemimpin alami sering perlu dihancurkan. Anggaplah kemampuan alami Anda untuk memimpin sebagai karunia dari Allah, tetapi karakter Anda adalah suatu pemberian kepada Allah. Ingatlah: Setiap kali Anda ditekan kesukaran, Anda sedang dipersiapkan, seperti Yakub, untuk melayani Allah dan memimpin orang lain dengan lebih baik lagi.

Ujian kepemimpinan yang sejati adalah ketika karakter Anda dibentuk dan diubahkan Tuhan. Tidak ada yang lain!

Jawaban.com

Telinga Cacat

Sobat, ada kisah nyata di sebuah daerah di Papua. Sebut saja Boni, layaknya seorang pemuda SMU, dia sedang mencari jati diri dan bergaul dengan banyak kawan, namun dia bergaul dengan teman yang salah. Berantem, begadang dan keluyuran menjadi kebiasaannya setiap harinya. Ayahnya yang seorang tentara sudah sering menghajar dia, namun Boni sudah cukup kebal dengan sabuk kulit dan sepatu tentara yang sering menghantam dirinya.

Beberapa hari ke depan Boni akan menjadi pemuda “dewasa” dengan usianya yang akan menyentuh 17 tahun. Kebiasaan di Papua, merayakan ulang tahun adalah dengan pesta makan-makan. Karena ayahnya adalah tentara level rendah dengan gaji yang minim, akan sangat sulit mengadakan pesta besar bagi dia. Muncul gagasan untuk memanggang seekor babi piaraan ayahnya yang ada di kebun belakang. Dia tahu, bahwa konsekuensi dihajar oleh ayahnya pasti akan terjadi, namun rasa malu di depan teman-teman jika dia tidak dapat merayakan ulang tahun lebih besar. Jadilah dia mencuri satu-satunya babi yang ada di belakang dan menikmati babi itu bersama teman-temannya.

Tiba saat penghukuman, Boni sudah mempersiapkan mental dengan hinaan dan pukulan yang pedas dari ayahnya. Namun di luar dugaan, kali ini ayahnya benar-benar naik pitam. Dia menghajar Boni habis-habisan! Semua pukulan itu masih bisa ditahan oleh Boni, namun tidak dengan tindakan terakhir dari ayahnya. Ayahnya mengiris sebagian dari daun telinga Boni dengan pisau dan menyuruh untuk ditelan! Benar-benar shocking untuk Boni, karena telinganya menjadi cacat seumur hidupnya.

Sobat, ketika Boni sudah bekerja di Jawa dan mengikuti sebuah retreat, kejadian ini masih membekas jelas di dalam hatinya. Ketika sesi Hati Bapa, susah baginya untuk bisa mengerti seberapa lembut hati Bapa. Namun ketika dilayani secara pribadi, tumpah semua isi hatinya. Dia bisa menangis lega. Sebuah komitmen untuk mengasihi Bapa di Surga timbul di hatinya. Namun tidak berhenti sampai di sana , dia pun berkomitmen untuk mengasihi bapa-nya yang di dunia. Boni menelpon ayahnya yang sekarang tua dan berkata “Ayah, aku mengasihimu”.

Sobat, luka masa lalu memang tidak bisa dihapus, namun luka itu bisa disembuhkan. Berdoa kepada Roh Kudus untuk melembutkan hati kita dan ambil tindakan untuk memaafkan orang yang melukai hati kita, terlebih jika itu orang tua kita sendiri. GOD Bless!

09 August 2009

Perempuan Kanaan Yang Percaya

“Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru : “Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita.” – Matius 15:22

Persoalan mengenai sesroang yang kerasukan roh jahat bukanlah hal yang mudah untuk disembuhkan, kekuatan manusia tidaklah sebanding dengan kekuatan roh jahat, dalam arti Iblis atau Setan bukanlah tandingan manusia. Perempuan Kanaan ini tahu bahwa hanya lewat kuasa Yesus maka anaknya yang kerasukan roh jahat dapat disembuhkan. Itu sebabnya ia berusaha untuk mengalami perjumpaan dengan Yesus walaupun perjumpaan ini dilatarbelakangi dengan latar belakang budaya yang berbeda. Dalam perspektif orang Yahudi, perempuan Kanaan ini tidak layak untuk dikasihani karena orang Kanaan adalah bangsa yang kafir yang tidak mengenal Yahwe atau Tuhan yang mereka sembah. Tetapi cara pandang Yesus dalam pelayanan berbeda dengan cara pandang orang Yahudi. Dengan meresponi persoalan perempuan Kanaan ini, Yesus membalikkan paradigma pelayanan orang Yahudi yang eksklusif dengan memberi perhatian terhadap persoalan yang dialami perempuan Kanaan ini.

Meskipun diawal cerita ini seperti seruan dari perempuan Kanaan ini tidak ditanggapi oleh Yesus. Yesus tidak menanggapi bukan berarti Ia tidak peduli terhadap apa yang dialami oleh perempuan ini, sebaliknya Ia ingin melihat reaksi iman dari perempuan Kanaan ini. Ayat 25 dikatakan, “Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata : Tuhan, tolonglah aku”.

Salah satu kunci megapa perempuan ini mendapat respon dari Yesus adalah, karena ia datang sambil merendahkan diri dengan menyembah Yesus sebagai tanda ia menempatkan dirinya sebagai hamba di hadapan Tuhan. Respon kerendahan hati dari perempuan Kanaan ini membuat persoalannya dapat terselesaikan. Itu sebabnya Yesus berkata kepada perempuan Kanaan ini: “Hai ibu, besarlah imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kau kehendaki.”

Sama seperti perempuan Kanaan ini yang datang kepada Yesus demikian juga dengan kita, adakalanya kita datang dihadapan Tuhan dengan membawa persoalan kita dihadapan-Nya, mungkin kita sudah lama meminta dan berseru dihadapan-Nya namun sepertinya persoalan kita belum juga terjawab oleh Tuhan, dan bukan berarti ketika menjawab karena Ia ingin melihat respon iman kita, apakah sikap kita dihadapan-Nya mencerminkan diri kita sebagai seorang hamba yang merendahkan diri dihadapan-Nya. Seperti kata firman : “dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, maka Aku akan mendengar dari sorga serta memulihkan mereka.”

Kehidupan iman percaya kita tidak hanya sebata kita berseru dan memohon kepada Tuhan tetapi respon kerendahan hati kita dihadapan-Nya dengan menyembah Dia akan menentukan kita memperoleh jawaban dari apa yang kita inginkan dari-Nya.

Sumber : Warta Duta Injil Kerajaan edisi 21 Juni 2009

08 August 2009

Kasih Mengadakan Perubahan

I Korintus 13:7-8 : "Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 39; 1 Timotius 3; Yesaya 31-32

Kasih tidak akan pernah gagal. Tiada yang berhasil tanpa itu dan tiada kegagalan yang dapat terjadi dengan itu. Bila Anda hidup oleh kasih, Anda tidak dapat gagal.

Dibutuhkan iman untuk percaya bahwa kasih takkan gagal. Pikiran duniawi tidak dapat memahami itu karena manusia duniawi dan lingkungannya diperintah oleh keserakahan.

Tetapi bila Anda menerapkan kasih oleh iman dan menolak untuk mencari kepentingan diri sendiri, maka Anda membiarkan Bapa bertindak untuk kepentingan Anda. Selama Anda tinggal dalam kasih, Allah Bapa akan mengusahakan kepentingan Anda, Dia memastikan Bahwa Anda berhasil. Berjalan dalam kasih adalah keuntungan besar bagi Anda!

Kasih Agape ialah jenis kuasa yang baru. Itu menjadikan Anda penguasa dari setiap keadaan. Tiada senjata yang akan berhasil melawan Anda. Bahkan tiada seorang pun mempunyai kuasa untuk menyakiti perasaan Anda karena Anda tidak diperintah oleh perasaan, melainkan oleh kasih Tuhan. Anda mengasihi seperti Dia mengasihi.

Kasih sanggup mengadakan perubahan menyeluruh dan mendasar. Jika Anda sepenuhnya memahami kasih Tuhan, Anda mungkin akan saling bersaing, Anda masing-masing berusaha semakin mengasihi sesama. Dan pastilah setiap orang akan muncul dari persaingan itu sebagai pemenang! Karena kasih itu sesungguhnya adalah satu-satunya rahasia pasti yang mengantar pada keberhasilan Anda.

Kasih sejati bukanlah hanya menguasai perasaan, tetapi juga kehidupan yang Anda jalani hari demi hari di dunia ini

Jawaban.com

Weekly Scripture – Kolose 3:16

"Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu." - Kolose 3:16

Prajurit Kristus Yang Tidak Pernah Menyerah

“Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.” – 2 Timotius 2:3-4

Paulus menulis surat kepada Timotius anak rohaninya yang sangat dikasihinya agar tetap kuat di dalam pelayanannya, tidak menyerah terhadap tekanan-tekanan yang ada di dalam pelayanan dan kehidupannya, seperti seorang prajurit yang sedang berjuang untuk suatu tujuan walaupun harus menderita.

Suatu ketika dalam sebuah acara talkshow di tayangan televisi Amerika Serikat yang dipandu oleh Oprah Winfrey dengan para prajurit Amerika yang cacat karena tugas berperang di Irak. Oprah menanyakan perasaan prajurit-prajurit tersebut yang masih muda tetapi harus mengorbankan hidup mereka sampai cacat dalam tugas pertempuran di Irak. Yang luar biasa adalah sikap para prajurit yang diwawancara itu menunjukkan sikpa mental yang tidak menyerah dan menyesali apa yang telah mereka alami. Bahkan beberapa prajurit yang cacat dan sedang menjalani terapi dengan menggunakan kaki palsu, tetap semangat untuk terus berjuang dan bergabung kembali dengan kesatuannya setelah sembuh.

Aa lagi seorang prajurit muda yang seluruh tubuhnya mengalami luka bakar sehingga wajahnya yang tampah berubah seperti “monster” yang menakutkan karena truk berisi bahan bakar yang akan diantarnya ke markas tentara Amerika di Irak meledak. Tetapi yang luar biasa adalah prajurit tersebut tidak menyesal apa yang terjadi dan tidak sedih dengan kondisi tubuhnya yang rusak. Bahkan dengan semangat dia mengatakan bahwa jika setelah sembuh, ia akan bergabung kembali lagi dan bertugas.

Prajurit-prajurit yang mengalami cacat dan luka dalam medan pertempuran tidak pernah membiarkan diri mereka berlama-lama berada di bawah trauma atau keputusasaan. Sebagai prajurit Kristus yang sejati, kita juga harus memiliki sikap pengabdian dan ketaatan kepada Panglima dan Negara Ilahi kita, yaitu Yesus Kristus dan Kerajaan Sorgawi yang tidak pernah tergoncangkan, sebab ada tujuan Ilahi yang ingin kita rebut dalam medan peperangan kita ti dunia melawan kuas-kuasa dan roh-roh kegelapan serta keinginan daging kita.

Prajurit Kristus sejati harus siap menghadapi kekecewaan dan penolakan dari orang lain, bahkan mungkin dari orang-orang terdekat. Prajurit Kristus sejatu harus siap menderita dan bahkan mungkin melepaskan hak dan kenyamanan untuk mencapai kemenangan di dalam pertempurannya, sebab harus ada harga yang kita bayar untuk memperoleh kemenangan-kemenangan dalam hidup kita. Mungkin waktu kita, perasaan kita, kenyamanan yang membuat rohani kita tertidur bahkan mati. Ayat 4 mengatakan bahwa seorang prajurit yang sedang berjuang untuk mencapai kemenangan dalam tujuan Ilahi yang ingin dicapainya, maka ia tidak boleh memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, agar ia berkenan kepada komandannya. Oleh sebab itu fokus kita haruss pada tujuan Ilahi kita yaitu Kerajaan Allah. Ketika kita mengalami penolakan, disakiti, dimusuhi tanpa alasan yang jelas, disepelekan, jangan pernah menyerah, sebab Yesus Kristus, sang komandan kita juga sudah mengalami hal yang sama bahkan sampai mati di kayu salib untuk menanggung setiap dosa kita. Prajurit Kristus yang sejati tidak akan pernah berhenti untuk melayani dalam kondisi apapun yang dia alami, dia tidak akan tenggelam dalam kekecewaan yang terus menerus atas apa yang terjadi dalam hidupnya, bahkan akan terus mengucap syukur atas anugrah dan kasih Tuhan.

Warta Duta Injil Kerajaan tanggal 21 Juni 2009

Humor : Ikan Mas

Lani : “Eh, Lin! Tau nggak, Aku punya 200 ekor ikan Mas, lho!”

Lina : “Oh ya?! Dimana kamu taruh ikan sebanyak itu, kamu kan nggak punya kolam ikan atau akuarium?”

Lani : “Ssst, aku taruh di bak mandiku.”

Lina : “Lho, kalau kamu mandi, gimana donk?”

Lani : “Tenang aja deh, semua ikan itu sudah aku tutup matanya.”

07 August 2009

Jangan Didik Anakmu

Jangan didik anakmu laki-laki bahwa kekuatan dan keperkasaan adalah segalanya. Ajari dia untuk mencintai dan menerima dirinya apa adanya

Jangan didik anakmu laki-laki, untuk mengejar kehormatan dan kekuasaan. Ajari dia untuk mengejar cinta kasih dan kebijaksanaan.

Jangan larang anakmu laki-laki jika ia menangis dan jangan katakan padanya bahwa laki-laki tak boleh cengeng. Ajari dia untuk mengenali dan menerima perasaannya.

Bahwa air mata adalah anugerah Tuhan yang indah, sehingga ia belajar untuk tidak frustasi oleh emosinya dan jika dewasa ia telah belajar untuk hidup dengan seutuhnya

Jangan didik anakmu perempuan, bagaimana menjadi cantik. Ajari dia untuk mencintai dan menerima dirinya apa adanya

Jangan didik anakmu perempuan, bagaimana untuk menyenangkan laki-laki. Ajari dia untuk menyenangkan hati Tuhan.

Jangan larang anakmu perempuan, jika ia menikmati melompat, berlari, dan memanjat. Jika ia suka menjelajah dan mengutak-atik benda-benda.

Jangan kaupaksa dia untuk duduk manis diam dan tenang, karena jiwanya yang ingin bebas jadi dirinya sendiri dan juga rasa ingin tahunya yang telah Tuhan anugerahkan

Telah kaubonsai dan kaurusak sejak dini. Isilah rumahmu dengan cinta, hikmat, dan kebijaksanaan, bukan dengan harta, keindahan tubuh, gelar, dan kekuasaan.

Bagikanlah kepada anakmu laki-laki dan perempuan keindahan menikmati mentari pagi, kehangatan rasa ketika menggenggam pasir, kemesraan seekor kupu-kupu hinggap di atas bunga. Dan merdunya suara tetes-tetes hujan.

Jika kau ingin anakmu rajin beribadah, gemakan keberadaan Tuhan dalam dirimu. Ia takkan bisa kaupaksa berdoa dan sembahyang. Ketika dia tak dapat menangkap makna ibadah darimu.

Jika kau ingin anakmu mencintai pengetahuan pancarkan rasa ingin terus belajar. Nasihatmu tak akan bisa membuatnya mau membaca. Ketika dia tak pernah menyaksikan engkau menikmati buku.

Jika kau ingin anakmu penuh kasih, tunjukkan cinta kasihmu kepadanya dan sesama. Kata-kata saja tidak akan mempan membuatnya mengasihi jika ia tak pernah merasakan cinta darimu

Untuk anakmu, engkau adalah teladan yang utama, tak perlu banyak kata, tiada perlu jutaan nasihat, jika kau ingin anakmu hidup seperti yang kauinginkan, hiduplah demikian!

Hidup Dengan Prioritas

Yohanes 17:4 : "Aku telah mempermuliakan Engkau di Bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 38; 1 Timotius 2; Yesaya 29-30

Saat Petrus masih seorang nelayan muda di Galilea, tak seorang pun akan berpikir bahwa ia ditakdirkan untuk menjadi seorang pemimpin yang penuh semangat dari sebuah gerakan dunia. Lagi pula, ia hampir tidak mempunyai pendidikan dan mungkin akan bahagia hidup seumur hidupnya sebagai orang yang tidak terkenal. Tetapi, Allah mempunyai sesuatu yang lain baginya, dan saat Petrus bertemu Yesus, prioritas-prioritasnya mulai hidup.

Seperti banyak pemimpin, Petrus harus belajar bagaimana mendahulukan hal-hal yang lebih penting. Firman Tuhan menyatakan banyak tentang ketidakkonsistenan tingkah laku dan keputusannya yang tidak rasional. Tetapi semakin banyak waktu yang dihabiskan Petrus bersama Yesus, semakin banyak ia belajar tentang perbedaan antara kegiatan saja dan keberhasilan.

Seperti Petrus, para pemimpin besar disaring melalui banyak hal yang menuntut waktu mereka, dan mereka mengerti bukan saja apa yang perlu dilakukan lebih dahulu, tetapi juga apa yang tidak perlu dilakukan sama sekali. Itu dimulai dengan suatu kerinduan untuk menjadi yang utama. Jika Anda memusatkan perhatian kerinduan Anda pada apa yang paling penting, kepemimpinan Anda naik ke tingkat-tingkat yang baru.

Orang lain akan mengenal Anda dari prioritas-prioritas hidup yang Anda pilih. Apakah pilihan tersebut sudah mencerminkan Yesus yang tinggal di dalam Anda?

Jawaban.com