Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

07 June 2009

Belajar

Amsal 1:5 Baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 142; Yohanes 2; 2 Samuel 11-12

Rutinitas dunia kerja seringkali melelahkan. Apalagi ketika Anda berada di kota besar, seperti Jakarta misalnya, jam-jam kerja Anda rasanya bertambah, sebab masih ada bonus kelelahan dari perjalanan menembus kemacetan. Saya sendiri butuh waktu sekitar dua jam untuk tiba di rumah hingga secara keseluruhan saya hampir bekerja selama setengah hari atau dua belas jam.

Sering kali kelelahan ini membuat kita tidak lagi memiliki keinginan untuk menambah pengetahuan. Selain itu, tidak jarang pula kita merasa ilmu yang kita peroleh sudah cukup. Terutama ketika kita tidak lagi bekerja di bidang yang sesuai ilmu yang kita timba saat masih sekolah atau di universitas.

Namun, Amsal yang kita baca kali ini mengajak kita melakukan hal yang sebaliknya. Kita diajak untuk membuka telinga, mata dan pikiran kita kepada pengetahuan; pengetahuan akan firman Allah dan berbagai ilmu pengetahuan. Jadi, tidak hanya spiritualitas, tapi juga intelektualitas. Sebab dengan demikianlah kita bisa menjalankan misi Allah dalam dunia kerja secara maksimal.

Masalahnya, maukah kita memberi waktu untuk belajar? Mungkin pertama-tama kita perlu belajar memberi waktu untuk belajar, dengan membiasakan diri menyisihkan waktu. Anda berani mencobanya?

Tambahlah kapasitas Anda bila tidak ingin digeser oleh yang lebih berkapasitas.

Jawaban.com

06 June 2009

Telur Kosong

Jeremy terlahir dengan tubuh yang bengkok, dan otak yang lambat kerjanya. Saat umur 12, ia masih dikelas 2, tampaknya tak mampu untuk belajar. Pengajarnya, Doris Miller, sering dibuat mendongkol dan jadi jengkel. Seenaknya ia menggeliat-geliat sesukanya dibangku, ngiler, air liur bertetesan dan berbunyi aneh-aneh - mengorok! Terkadang, mendadak ia berbicara jelas dan berbunyi tersendiri, seakan ada seberkas sinar terang memasuki kegelapan otaknya. Namun, secara umum, Jeremy ini lebih sering jadi iritasi bagi gurunya.

Suatu hari ia memanggil orang tuanya, meminta mereka datang untuk berkonsultasi. Saat pasutri Forester memasuki ruang kelas yang kosong itu, Doris berkata pada mereka, "Jeremy betul-betul butuh tinggal dalam sebuah sekolah yang 'khusus'. Tidak fair dan kurang adil baginya kalau dikumpulkan dengan anak-anak yang lebih muda yang tak bermasalah untuk belajar. Coba, umurnya kan beda 5 tahun lho, dengan murid-murid lainnya."

Bu Forester menangis diam-diam, menutupi dengan tisyu, sementara suaminya berbicara. "Nona Miller," katanya, "Dekat-dekat sini tidak ada SLB seperti itu. Lagian, akan menjadi suatu kejutan dan pukulan berat bagi Jeremy bila kami harus mengeluarkannya dari sekolah ini. Kami tahu ia sangat suka disini." Doris masih tinggal duduk lama sekali setelah mereka itu pergi, menatap kosong lewat jendela memandangi salju diluar.

Dinginnya seakan menyusup kedalam jiwanya. Betapa inginnya ia bersimpati dengan suami istri Forester. Bagaimanapun juga, satu-satunya anak mereka berpenyakit yang tak tertolongkan. Sebaliknya, kurang adil pula menahannya dalam kelasnya. Ia masih punya 18 anak-anak kecil lainnya yang harus diajar, sedang Jeremy ini menjadi pengalih perhatian. Lagipula, ia tidak bakalan bisa belajar membaca maupun menulis. Buat apa memboroskan lebih banyak waktu lagi untuk mencoba? Sementara ia merenungkan situasi ini, rasa bersalah seakan meliputi dirinya.

"Ah, apaan sih, kok aku disini ngomel dan komplain,padahal masalah problem-problemku kan tidak berarti dibandingkan apa yang ditanggung keluarga naas itu," pikirnya. "Ya Tuhan, tolonglah agar aku bisa lebih bersabar dengan Jeremy."

Sejak hari itu, ia benar-benar berusaha keras mengabaikan segala bunyi-bunyian aneh dan pandangan-pandangan mata Jeremy yang kosong hampa. Kemudian suatu hari, bersusah payah ia menghampiri mejanya, menyeret kaki cacatnya di belakang dia. "Bu Miller, saya cinta padamu," serunya, begitu keras sehingga terdengar oleh seluruh kelas. Murid-murid lainnya dengan suara gelak ramai, tertawa terkekeh-kekeh, dan wajah Doris pun berubah jadi merah.

Tergagap ia berkata balik, "I-iya... Ibu tahu, i-itu baik sekali, Jeremy.T-tapi k-kau sekarang kembali duduk lagi ya..." Musim semi akhirnya tiba, dan anak-anak begitu asyik membicarakan datangnya Paskah. Doris menceritakan kisah Yesus, lalu untuk menekankan wacana adanya kehidupan baru yang melompat keluar, ia memberikan setiap murid sebuah telur plastik besar.

"Jadi, sekarang ini," katanya pada mereka, "saya ingin kalian masing-masing bawa pulang ini dan jangan lupa besok dibawa balik kesekolah, dengan mengisi sesuatu didalamnya yang menunjukkan kehidupan baru. Semua mengerti?"

"Iya, mengerti Buuuu," semua anak-anak sekelas menyahut bergairah sekali, kecuali Jeremy. Ia mendengarkan penuh perhatian, matanya tak pernah lepas dari wajahnya. Ia bahkan juga tidak mengeluarkan bunyi-bunyian yang biasanya aneh. Apakah ia mengerti apa yang ia ceritakan soal kematian dan kebangkitan Yesus? Apakah ia benar-benar mengerti tugas yang diberikan? Mungkin ia perlu memanggil orang tuanya dan menerangkan soal proyek itu.

Malam itu, tempat cuci piring didapur Doris mampet. Ia memanggil pemilik rumah dan menunggu sejam sampai ia datang melancarkannya kembali. Setelah itu ia masih harus belanja makanan, menyeterika blusnya, dan menyiapkan ujian perbendaharaan kata untuk esok harinya. Ia samasekali lupa menilpon orang tua Jeremy.

Besoknya, 19 anak-anak datang ke sekolah sambil tertawa dan ngobrol, sementara mereka menaruh telur-telur kedalam sebuah keranjang anyaman dimeja Nona Miller. Selesai dengan pelajaranan matematika, tiba saatnya untuk membuka semua telur. Dalam telur pertama, Doris menemukan sekuntum bunga.

"Ya, tentu saja, sekuntum bunga memang pasti pertanda suatu kehidupan baru," katanya. "Manakala tunas mulai menembus tanah, kita tahu musim semi ada disini."

Seorang gadis kecil, duduknya dibaris pertama, melambaikan tangannya. "Itu telurku, Bu Miller," teriaknya penuh semangat.

Telur selanjutnya berisi kupu-kupu plastik, begitu mirip asli. Doris mengangkatnya tinggi-tinggi. "Kita semua tahu bahwa seekor ulat berubah dan tumbuh menjadi seekor kupu-kupu yang cantik. Benar, ini juga suatu kehidupan yang baru."

Si Judy kecil dengan bangga masang senyumnya dan berkata. "Bu Miller, yang itu punya saya lho...."

Selanjutnya, Doris menemukan sepotong batu yang ditumbuhi mos, sejenis lumut-lumutan. Iapun menerangkan bahwa mos, juga, menunjukkan kehidupan. Billy berbicara dari belakang kelas itu, bergema bunyinya, "Ya, Papa yang membantuku."

Lalu, Doris membuka telur keempat. Ia agak terperanjat, terkesima... Lho, kok kosong tak berisi... Wah, ini pastilah punya si Jeremy, dan sudah tentu, begitu pasti, pikirnya, ia tidak mengerti instruksi yang diberikan. Ah, seandainya ia tidak sampai lupa menilpon orang tuanya.

Tiba-tiba, Jeremy berbicara. "Bu Miller, kok ibu tidak bercerita mengenai telurku?"

Doris, yang jadi agak bingung, menjawab, "Tapi Jeremy, telurmu ini kan kosong?"

Ia memandang kedalam matanya dan perlahan sekali suaranya keluar, "Yah, tapi kubur Yesus kan juga kosong."

Waktu seakan berhenti. Ketika ia bisa ber-kata-kata lagi, Doris menanyainya, "Dan, tahukah kamu mengapa kuburan itu kok kosong?"

"Oh, iya, iya.." ujar Jeremy, "Yesus dibunuh dan ditaruh disitu, lalu Bapaknya membangkitkan Dia."

Bel istirahat berbunyi.

Sementara semua anak-anak berdesakan lari-lari keluar kehalaman, Doris menangis. Rasa dingin dalam hatinya mencair hilang seluruhnya..........

Tiga bulan kemudian, Jeremy meninggal. Mereka yang berbela sungkawa kerumah duka diherankan ketika melihat 19 telur diatas peti matinya, semuanya kosong. "

05 June 2009

1 Dolar 11 Sen

Sally baru berumur delapan tahun ketika dia mendengar ibu dan ayahnya sedang berbicara mengenai adik lelakinya, Georgi. Ia sedang menderita sakit yang parah dan mereka telah melakukan apapun yang bisa mereka lakukan untuk menyelamatkan jiwanya. Hanya operasi yang sangat mahal yang sekarang bisa menyelamatkan jiwa Georgi... tapi mereka tidak punya biaya untuk itu. Sally mendengar ayahnya berbisik, "Hanya keajaiban yang bisa menyelamatkannya sekarang."

Sally pergi ke tempat tidur dan mengambil celengan dari tempat persembunyiannya. Lalu dikeluarkannya semua isi celengan tersebut ke lantai dan menghitung secara cermat...tiga kali. Nilainya harus benar-benar tepat.

Dengan membawa uang tersebut, Sally menyelinap keluar dan pergi ke toko obat di sudut jalan. Ia menunggu dengan sabar sampai sang apoteker memberi perhatian... tapi dia terlalu sibuk dengan orang lain untuk diganggu oleh seorang anak berusia delapan tahun. Sally berusaha menarik perhatian dengan menggoyang-goyangkan kakinya, tapi gagal.

Akhirnya dia mengambil uang koin dan melemparkannya ke kaca etalase. Berhasil !

"Apa yang kamu perlukan ?" tanya apoteker tersebut dengan suara marah. "Saya sedang berbicara dengan saudara saya."

"Tapi, saya ingin berbicara kepadamu mengenai adik saya," Sally menjawab dengan nada yang sama. "Dia sakit...dan saya ingin membeli keajaiban."

"Apa yang kamu katakan ?," tanya sang apoteker.

"Ayah saya mengatakan hanya keajaiban yang bisa menyelamatkan jiwanya sekarang... jadi berapa harga keajaiban itu ?"

"Kami tidak menjual keajaiban, adik kecil. Saya tidak bisa menolongmu."

"Dengar, saya mempunyai uang untuk membelinya. Katakan saja berapa harganya."

Seorang pria berpakaian rapi berhenti dan bertanya, "Keajaiban jenis apa yang dibutuhkan oleh adikmu?"

"Saya tidak tahu," jawab Sally. Air mata mulai menetes dipipinya. "Saya hanya tahu dia sakit parah dan mama mengatakan bahwa ia membutuhkan operasi. Tapi kedua orang tua saya tidak mampu membayarnya... tapi saya juga mempunyai uang."

"Berapa uang yang kamu punya ?" tanya pria itu lagi.

"Satu dollar dan sebelas sen," jawab Sally dengan bangga. "dan itulah seluruh uang yang saya miliki di dunia ini."

"Wah, kebetulan sekali," kata pria itu sambil tersenyum. "Satu dollar dan sebelas sen... harga yang tepat untuk membeli keajaiban yang dapat menolong adikmu". Dia Mengambil uang tersebut dan kemudian memegang tangan Sally sambil berkata : "Bawalah saya kepada adikmu. Saya ingin bertemu dengannya dan juga orang tuamu."

Pria itu adalah Dr. Carlton Armstrong, seorang ahli bedah terkenal.... Operasi dilakukannya tanpa biaya dan membutuhkan waktu yang tidak lama sebelum Georgi dapat kembali ke rumah dalam keadaan sehat.

Kedua orang tuanya sangat bahagia mendapatkan keajaiban tersebut. "Operasi itu," bisik ibunya, "adalah seperti keajaiban. Saya tidak dapat membayangkan berapa harganya".

Sally tersenyum. Dia tahu secara pasti berapa harga keajaiban tersebut...satu dollar dan sebelas sen... ditambah dengan keyakinan.

04 June 2009

Asuransi

Anda bingung menentukan asuransi mana yang ingin dibeli? Kami ingin menawarkan sebuah perusahaan asuransi yang pasti tidak mengecewakan. Berikut fiturnya:

PERUSAHAAN ASURANSI INI MENJAMIN:

Kehidupan
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. - Yohanes 3:16

Kesehatan
Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu - Mazmur 103:3

Pakaian
Jadi, jika rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api demikian didandani Allah, terlebih lagi kamu, hai orang yang kurang percaya! - Lukas 12:28

Kebutuhan Sehari-hari
Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus - Filipi 4:19

Kenyamanan
"Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. - Yohanes 14:1

Persahabatan
Dan ketahuilah "Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." - Matius 28:20

Kedamaian
Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. - Yohanes 14:27

Rumah yang abadi
Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. - Yohanes 14:2

ALASAN-ALASAN UNTUK IKUT ASURANSI INI:

1. Adalah perusahaan asuransi paling tua di dunia.
2. Satu-satunya perusahaan asuransi yang mengasuransikan berbagai kehilangan dalam api zaman akhir.
3. Satu-satunya perusahaan asuransi yang mencakup area yang kekekalan.
4. Kebijakannya tidak pernah berubah.
5. Manajemennya tidak pernah berganti.
6. Aset perusahaan terlalu banyak untuk dihitung.
7. Satu-satunya perusahaan asuransi yang membayarkan premi anda.

PREMI
Roma 5:8
Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

Efesus 2:8
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah.

I Korintus 6:20
Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

PROSEDUR APLIKASI
Kisah Para Rasul 5:8
Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.

Kisah Para Rasul 16:31
"Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat! , ..."

Semua premi untuk aplikasi ini telah dibayar oleh YESUS.

24 May 2009

Note Dari Tuhan

  • Hari ini Aku akan menangani semua masalahmu

  • Tolong, ingatlah bahwa Aku tidak memerlukan bantuanmu

  • Bila kamu ditempatkan di dalam situasi yang kamu tidak mampu untuk menangani, janganlah berusaha untuk memutuskannya sendiri

  • Lebih baik kamu masukkan ke dalam kotak “untuk ditangani oleh Tuhan sendiri”

  • Masalah itu akan ditanggapi pada waktuKu, dan bukan waktumu

  • Sekali masalah itu diletakkan di dalam kotak, janganlah kamu memikirkan atau mengeluarkannya lagi dari kotak itu.

  • Memikirkan atau mengeluarkan kembali akan menunda pemecahan dari masalahmu

  • Bila kamu mengira dapat menanganinya sendiri, tolong bawalah ke dalam doa-doamu, agar kamu yakin bahwa itulah pemecahan yang terbaik.

  • Karena Aku sendiri tidak pernah tidur atau mengantuk, tidak ada gunanya bagimu untuk tidak tidur

  • Istirahatlah, anakKu. Bila kamu ingin menghubungi Aku, Aku hanya sejauh sebuah doa

  • Bila kamu sukar untuk tidur malam ini, ingatlah akan banyak keluarga yang bahkan tidak mempunyai tempat tidur untuk merebahkan dirinya

  • Bila kamu kebetulan terjebak dalam kemacetan lalu lintas, janganlah cemas. Ada banyak orang dalam dunia ini yang tidak pernah menyetir mobil

  • Bila kamu kebetulan mengalami hari yang sial, ingatlah akan orang yang sudah begitu lama tidak mempunyai pekerjaan

  • Bila kamu cemas akan suatu hubungan kawan yang menjadi jelek, ingatlah akan orang yang tak pernah mengalami apa arti mengasihi dan sebaliknya dikasihi

  • Bila kamu tidak suka bila akhir minggu telah lewat, ingatlah kepada wanita yang harus bekerja 12 jam sehari, selama satu minggu penuh untuk dapat memberikan makan kepada anak-anaknya

  • Bila mobilmu rusak di tengah perjalanan, jauh dari keramaian kota untuk dapat bantuan, ingatlah akan mereka yang lumpuh yang akan gembira sekali untuk dapat berjalan

  • Bila kamu mengamati dengan sedih sehelai rambut yang mulai memutih, ingatlah akan pasien kanker yang menjalani terapi kemo yang rindu dapat mengamati rambutnya

  • Bila kamu tidak tahu dan bertanya-tanya, apakah sebenarnya tujuan hidupmu, berterima kasihlah. Terdapat banyak orang yang tidak memiliki umur panjang untuk mengetahuinya

  • Bila kamu memutuskan untuk meneruskan ini kepada seorang kawan, kamu mungkin akan menjadi berkat bagi orang itu

  • 23 May 2009

    Cinta Seorang Ibu

    Alkisah di suatu desa ada seorang ibu yang sudah tua hidup berdua dengan anak satu-satunya. Suaminya telah lama meninggal karena sakit. Sang ibu sering kali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya itu.

    Ternyata anaknya mempunyai tabiat yang buruk, yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam, sehingga membuat ibunya sering menangis meratapi nasibnya yang malang.
    Ibu itu sering berdoa kepada Tuhan, “Tuhan, tolonglah Engkau mau menyadarkan anakku yang kusayangi, supaya ia tidak berbuat kejahatan lebih banyak lagi. Aku sudah tua dan aku ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati.”

    Namun, semakin lama anak itu semakin larut dalam perbuatan jahatnya. Sudah sangat sering ia masuk keluar penjara karena kejahatan yang dilakukannya. Suatu hari ia kembali mencuri di sebuah rumah seorang penduduk. Sialnya, ia bernasib malang dan akhirnya ia tertangkap oleh penduduk yang kebetulan lewat. Kemudian ia dibawa menghadap raja untuk diadili, sesuai dengan kebiasaan di kerajaan itu. Setelah ditimbang berdasarkan perbuatannya, maka tanpa ampun si anak dijatuhi hukuman pancung.

    Pengumuman akan hal ini disebarkan ke seluruh desa. Hukuman pancung akan dilakukan keesokan harinya di depan rakyat tepat pada saat lonceng gereja berdentang menandakan pukul enam pagi. Berita hukuman pancung ini juga sampai ke telinga si ibu. Dia menangis sambil meratapi anaknya yang ia kasihi. Sambil berlutut, ia berdoa kepada Tuhan, “Tuhan, ampunilah anak hamba. Biarlah hamba-Mu yang sudah tua dan renta ini yang memikul dosa dan kesalahannya.”

    Dengan tertatih-tatih dia mendatangi raja dan memohon supaya anaknya jangan sampai di hukum pancung, namun keputusan sudah bulat. Si anak harus menjalani hukumannya. Dengan hati yang hancur, si ibu pulang ke rumah. Dia tidak berhenti berdoa supaya anaknya diampuni. Karena kelelahan dia tertidur dan dalam tidurnya ia kemudian bertemu dengan Tuhan.

    Keesokan harinya, di tempat yang sudah disediakan, rakyat berbondong-bondong datang untuk menyaksikan hukuman pancung itu. Sang algojo sudah siap dengan pancungnya dan si anak sudah pasrah dengan nasibnya. Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, tanpa terasa, ia menyesali perbuatannya. Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba. Namun, sampai waktu yang ditentukan, lonceng tidak juga berdentang.

    Suasana mulai berisik. Sudah lewat lima menit dari waktunya. Akhirnya ditemuilah petugas yang bertugas membunyikan lonceng di gereja. Petugasnya pun mengaku heran, karena sudah sejak tadi ia menarik tali lonceng, namun suaranya tidak ada.

    Ketika mereka semua masih terheran-heran, tiba-tiba dari tali yang dipegangnya mengalir darah yang datangnya dari atas, berasal dari rumah lonceng di atas gedung gereja. Dengan hati yang berdebar-debar semua orang menantikan ketika beberapa orang naik ke atas untuk menyelidiki sumber darah itu.

    Tahukah Anda apa yang sebenarnya terjadi? Ternyata dalam lonceng besar itu ditemukan tubuh si ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah. Ibu tua itu yang berada dalam lonceng tersebut sedang memeluk bandul di dalam lonceng yang mengakibatkan lonceng tak berbunyi. Sebagai gantinya kepala ibu tua itu yang setiap kali terbentur kepada dinding lonceng sehingga hancur.

    Seluruh orang yang menyaksikan merasa ngeri melihat pemandangan yang menyedihkan itu, sehingga mereka meneteskan air mata. Sementara anak lelaki itu memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan. Dia menyesali dirinya yang selama ini hanya dapat membuat hati ibunya kecewa.

    Ternyata, pada malam sebelumnya, si Ibu dengan susah payah menaiki rumah lonceng dan masuk ke dalam lonceng itu untuk dapat memeluk bandulnya, agar lonceng tidak dapat berdentang, sehingga anaknya tidak perlu dipancung.

    Demikian, sangat jelas kasih seorang Ibu untuk anaknya. Walaupun betapa jahatnya si anak. Marilah kita dapat menunjukkan kasih sayang kita terhadap orangtua masing-masing selagi kita masih mampu karena sesungguhnya mereka adalah sumber kasih sayang hidup kita.

    22 May 2009

    Kesetiaan

    Sebuah pertemuan yang terdiri dari para ilmuwan yang tersohor telah mendengar dan mengikuti dengan penuh pesona akan ungkapan-ungkapan dari Michael Faraday. Selama satu jam ia berhasil mengikat hadirin yang cemerlang itu ketika ia menunjukkan dan memperlihatkan sifat-sifat dan kemampuan dari magnet yang luar biasa.

    Akhirnya ia menutup ceramah ilmiahnya dengan sebuah eksperimen yang belum pernah dilakukan, demikian mengagumkan dan demikian cemerlangnya, sehingga untuk beberapa saat gedung pertemuan itu dibuat goncang dengan tepuk tangan yang gegap-gempita. Kemudian pangeran Wales…disusul oleh Raja Edward VII berdiri sebagai tanda pemberian selamat kepada pembicara.Dan setelah itu disusul dengan ledakan tepuk tangan yang gegap-gempita berulang-ulang kali.

    Tiba-tiba gemuruh tepuk tangan berhenti dan suatu keheningan yang aneh meliputi hadirin. Mereka sedang menanti akan sambutan Faraday. Namun ia tidak muncul di atas panggung, bahkan ia agaknya sudah meninggalkan gedung pertemuan itu.

    Hanya kawan-kawannya yang paling akrab mengetahui sebabnya. Ia ternyata adalah anggota majelis dari sebuah jemaat dari gereja Sandemanian… sebuah jemaat yang terdiri dari tidak lebih dari 20 jiwa. Pada saat Faraday mengakhiri ceramah ilmiahnya, saat itu merupakan jam persekutuan doa di gerejanya.

    Refleksi: Kesetiaan dalam tugas dan kesetiaan dalam doa adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan

    21 May 2009

    Humor : Topik Saat Kencan

    Seorang pemuda ingin mengadakan kencan pertamanya dengan seorang gadis. Pemuda ini agak gelisah dan bingung mencari topik pembicaraan waktu kencan itu. Ia meminta nasihat ayahnya.

    Ayahnya menjawab, “Anakku, ada tiga topik pembicaraan yang selalu berhasil, yaitu tentang makanan, keluarga dan filosofi.”

    Pemuda itu kemudian menjemput pacarnya dan mereka pergi ke sebuah kedai es krim. Mereka saling memandang untuk beberapa saat, sementara kegelisahan pemuda itu menjadi-jadi.

    Tiba-tiba ia ingat akan nasihat ayahnya. Lalu memilih topik yang pertama.

    Ia bertanya kepada gadis itu, “Apakah kamu suka sayur bayam?” Gadis itu menjawab, “Tidak,” kemudian keheningan berlanjut.

    Setelah melewati beberapa saat yang tidak nyaman, pemuda itu ingat akan nasihat ayahnya dan mencoba topik yang kedua. Ia bertanya, “Apa kamu mempunyai saudara laki-laki?”

    Lagi-lagi gadis itu menjawab, “Tidak!”. Dan keheningan berlanjut lagi.

    Kemudian pemuda itu memainkan kartunya yang terakhir. Ia ingat akan nasihat ayahnya dan mengajukan pertanyaan ini, “Bila kamu mempunyai saudara laki-laki, apakah ia suka makan sayur bayam?”

    20 May 2009

    Berdoa Hingga Mencapai Kemenangan Akhir

    APAKAH ARTINYA : BERDOA HINGGA MENCAPAI KEMENANGAN AKHIR ITU?

    Elizabeth Dabney adalah seorang ibu rumah tangga Amerika, keturunan Negro, yang telah membiasakan diri untuk berdoa berjam-jam lamanya. Ia tidur hanya supaya dapat berdoa kembali dengan tubuh yang segar di waktu siang maupun malam hari. Ia membatasi diri untuk makan makanan yang sederhana, hanya sekali sehari, dan tidak menghabiskan waktunya untuk mengobrol dengan orang lain. Biasanya ia datang dengan tenang dalam kebaktian, sejam sebelum acara dimulai, untuk berdoa sendiri. Seusai kebaktian, dengan diam-diam ia kembali ke dalam biliknya, tempat pelayanannya yang SESUNGGUHNYA, yaitu tempat ia berdoa dengan sebulat hati bagi pembebasan jiwa-jiwa, dan hal ini berlangsung hingga jauh malam. Dalam suatu wawancara, diungkapkannya tentang apa yang menyebabkannya untuk memasuki pelayanan yang bermanfaat ini bagi Tuhan dan jiwa-jiwa yang sesat. Suaminya adalah seorang pendeta, yang diutus oleh sebuah gereja yang makmur di kota Filadelfia. Pada kebaktian yang pertama tidak seorangpun hadir, kecuali mereka berdua. Nyonya Dabney menyadari bahwa itulah suatu ladang yang sulit karena termasuk daerah hitam yang paling buruk di kota itu. Oleh sebab itu, ia sadar bahwa hanya doalah yang dapat mengubah situasi di sana.

    IA MENGAMBIL KEPUTUSAN UNTUK SIANG-MALAM BERTEKUN DI DALAM DOA

    Ia berjanji kepada Tuhan bahwa apabila Tuhan mengirim orang-orang berdosa ke tempat kebaktian itu serta menyelamatkan jiwa-jiwa mereka, maka ia akan bergumul di dalam doa selama tiga hari tiga malam setiap minggunya, dalam jangka waktu tiga tahun. Di samping itu, bukan saja ia akan berdoa, melainkan juga berpuasa.

    Ketika ia untuk pertama kalinya memberitahukan kepada suaminya mengenai niatnya itu, sang suami merasa segan utnuk mengizinkannya bergumul dalam doa seorang diri selama tiga hari tiga malam setiap minggunya. Namun segera ia menyadari bahwa hal itu terjadi karena dorongan Tuhan. Segera setelah isterinya mulai berdoa seorang diri bagi pelayanan suaminya, Tuhan mulai bekerja. Orang-orang berdosa berdatangan dan tidak lama kemudian, ruang gereja mereka dipenuhi oleh orang-orang yang bertobat kepada Tuhan.

    Suaminya meminta agar ia berdoa untuk tempat yang lebih besar. Tuhan menggerakkan hati seorang pengusaha untuk menyediakan sebuah rumah yang lebih besar dan lebih indah di seberang jalan. Sementara ibu itu melanjutkan pergumulannya di dalam doa, maka gedung itu pun tidak dapat memuat para pengunjung yang semakin meningkat. Kembali suaminya meminta kepadanya untuk berdoa bagi sebuah gedung gereja yang lebih besar lagi. Maka berdoalah ia untuk maksud tersebut dan Tuhan memberi sebuah gedung gereja yang besar dan indah di tepi jalan raya kepada mereka. Kebaktian-kebaktian itu selalu penuh dan jiwa-jiwa dilepaskan dari dosa. Orang-orang beriman itu kemudian dibaptiskan dalam kelompok-kelompok besar.

    Pada suatu hari, di depan pintu gereja, ketika ia hendak masuk untuk memenuhi janjinya dalam hal berdoa, tuhan berkata, “Pulanglah.” Akan tetapi, ia tidak berminat untuk pulang ke rumahnya. Ia rindu untuk berdoa! Kemudian Tuhan bertanya kepadanya, apakah ia mengetahui, hari apakah saat itu? Ia merasa terdorong untuk membuka dompetnya dan membaca janjinya kepada Tuhan. Akhirnya ia tahu dari catatannya itu, bahwa ia telah memenuhi janjinya untuk berdoa dalam jangka waktu tiga tahun! Hatinya sangat rindu untuk memasuki gedung gereja itu, untuk memuji dan menyembah Tuhan, tetapi, sekali lagi, ia mendengar Suara Tuhan yang mengatakan, “Pulanglah.” Maka ditaatinya perintah Tuhan itu. Jiwanya penuh dengan sukacita di depan hadirat Tuhan. Kemudian ia mendengar Tuhan berkata, “Pergilah ke ruangan di bawah tanah.” Ia merasa takut dan ragu-ragu, kemudian berkata kepada Tuhan, “Ya Tuhan, jika Engkau hendak membawa saya pulang ke rumah Tuhan yang penuh kemuliaan itu, izinkan saya terlebih dulu menemui suami dan anakku.” Meskipun demikian, ia pergi juga ke ruangan dibawah tanah itu, sesuai dengan perintah Tuhan. Ruangan itu yang biasanya gelap, pada saat itu tampak dipenuhi dengan terang yang ajaib. Kemudian kata Tuhan kepadanya, “Engkau telah berdoa terus-menerus, sampai pada akhirnya. Sekarang Aku datang untuk memberkatimu.” Dari plafon tampak turunlah suatu pancaran air kehidupan yang mulai mengisi ruangan itu! Tuhan berfirman kepadanya bahwa ke mana pun ia pergi dan berdoa, Ia akan melepaskan orang-orang berdosa dari ikatan dosa mereka, serta memenuhi orang-orang yang percaya itu dengan Roh-Nya. Semua ini terjadi beberapa tahun yang lalu dan Tuhan telah memegang janjiNya! Ke mana pun Nyonya Dabney pergi dan bergumul di dalam doa, maka orang-orang berdosa dilepaskan dan para saleh disegarkan kembali. Ia tidak berkhotbah, hanya menasihati para saleh dan mendorong orang-orang berdosa untuk mencari Wajah Tuhan hingga mereka menemukan Dia. (Luk. 11:9; Yes. 55:6,7; Hos. 10:12).

    Petikan dari surat-suratnya di bawah ini kiranya memberi pengertian yang mendalam mengenai kehidupan doanya:

    “Pagi ini saya sangat terbeban, hingga hampir mati rasanya. Jantungku terasa berhenti berdetak. Beban orang-orang berdosa menekan lebih berat di atas bahuku daripada waktu sebelumnya! Siang malam aku dapat mendengar jeritan orang yang akan binasa dalam dosa-dosa mereka.”

    “Tuhan Allah merindukan suatu pencurahan Roh Kudus. Inilah masa tuaian yang besar! Karena beberapa alasan, Tuhan menganggap diriku patut untuk menderita sengsara, hingga hampir mati rasanya — supaya orang-orang berdosa yang patut dikasihani itu dapat dibebaskan, sebelum terdengar suara orang berseru: Mempelai datang. Songsonglah Dia!”

    “Pada saat ini, kita harus memiliki kuasa untuk menolong orang-orang terbelenggu ini. Apabila kita akan memecahkan materai Iblis dalam hati orang-orang berdosa ini, maka diperlukan doa yang tiada berkeputusan kepada Tuhan Allah.”

    “Marilah, Saudara-saudara yang kekasih, ke tempat Yesus akan turun tangan melalui Saudara untuk melepaskan banyak orang berdosa dengan perantaraan doa-doa Saudara … Ia memiliki bukit-bukit doa yang tak pernah ada orang yang memohon dariNya. Kaki Saudara dapat berdiri di atas ketinggian baru, setiap hari dan setiap malam.”

    “Berkhotbah itu baik. Pengajaran itu penting. Tetapi yang menjadi kunci rahasianya adalah DOA! Sebuah doa yang didengar dan dijawab oleh Tuhan dapat mengguncangkan alam ciptaanNya.”

    Disadur dari “Herald of His Coming”

    19 May 2009

    Panah

    Sally, seorang gadis muda, mengemukakan pengalamannya di sebuah sekolah seminari ... sebuah pelajaran dari Dr. Smith, yang terkenal dengan kerumitannya. Suatu hari Sally masuk ke kelas dan segera menyadari bahwa akan ada sesuatu yang menyenangkan hari itu. Di dinding ada satu papan sasaran yang besar, di meja terletak banyak anak panah. Dr. Smith meminta setiap murid untuk membuat gambar orang yang tidak mereka sukai atau orang yang telah melukai hati mereka; kemudian mereka akan diperbolehkan melempar anak panah pada gambar tersebut.

    Seorang gadis, teman Sally, menggambar wajah gadis lain yang telah merebut pacarnya. Yang lain manggambar wajah adiknya. Sally menggambar wajah teman lamanya dengan sangat detail sampai dia tidak lupa menambahkan jerawatnya. Dia sangat puas setelah melihat semuanya lengkap.

    Seluruh isi kelas kemudian berbaris dan mulai melemparkan anak panah, diiringi suara tawa riang. Beberapa di antara mereka melempar anak panah begitu kuatnya sampai merobek sasaran. Sally menunggu gilirannya ... kemudian dia kecewa, karena waktu sudah habis.

    Dr. Smith meminta semua murid untuk duduk kembali di kursi masing-masing. Sambil duduk, Sally memikirkan rasa kecewanya karena belum memiliki kesempatan untuk melempar.

    Dr. Smith mulai melepas sasaran dari dinding. Di balik sasaran terdapat gambar wajah Yesus ...

    Suasana kelas menjadi hening ... semua murid menatap gambar Yesus yang telah hancur; seluruh wajahNya berlubang dan sobek bahkan matanya tertembus.

    Dr. Smith hanya berkata ... "Apa yang kamu lakukan untuk saudaraKu yang paling hina, kamu melakukannya untukKu". (Matius 25:40).

    Tidak ada lagi kata-kata, semua mata berkaca-kaca menatap wajah Yesus ...

    Aku Bersyukur

    Mendengar anggota keluargaku ngomel-ngomel dirumah, berarti aku masih punya keluarga yang utuh.

    Merasa lelah dan pegal linu setiap sore, sebab itu berarti aku mampu bekerja keras.

    Membersihkan piring dan gelas kotor setelah menerima tamu dirumah, karena itu berarti aku dikelilingi teman-teman.

    Pakaianku terasa agak sempit, karena itu berarti bahwa makanku cukup kenyang.

    Mencuci dan menyetrika tumpukan baju, sebab itu berarti aku memiliki pakaian.

    Membersihkan halaman rumah, membersihkan jendela, memperbaiki talang dan got, karena itu berarti aku memiliki tempat tinggal.

    Duduk kembali di kantor, berarti masih ada perusahaan yang mau memperkerjakan aku bahkan perusahaan masih mampu membayar gaji setiap bulannya.

    Mendengar nyanyian suara yang fals, karena itu berarti aku bisa mendengar.

    Mendengar bunyi jam alarm dipagi hari, sebab itu berarti aku hidup.

    Akhirnya…
    aku perlu bersyukur mendapatkan dan mengirimkan e-mail ini, karena tidak sadar aku masih memiliki teman yang peduli padaku. Ohh… indahnya…

    Kirimlah e-mail ini kepada temanmu. Aku baru saja melakukannya. Seseorang yang peduli tentang aku telah mengirimkannya kepadaku.