Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

17 March 2009

50 Tahun Salah Paham

Dikisahkan, disebuah gedung pertemuan yang amat megah, seorang pejabat senior istana sedang menyelenggarakan pesta ulang tahun perkawinannya yang ke-50. Peringatan kawin emas itu ramai didatangi oleh tamu-tamu penting seperti para bangsawan, pejabat istana, pedagang besar serta seniman-seniman terpandang dari seluruh pelosok negeri. Bahkan kerabat serta kolega dari kerajaan-kerajaan tetangga juga hadir. Pesta ulang tahun perkawinan pun berlangsung dengan megah dan sangat meriah.

Setelah berbagai macam hiburan ditampilkan, sampailah pada puncak acara, yaitu jamuan makan malam yang sangat mewah. Sebelum menikmati kamuan tersebut, seluruh hadirin mengikuti prosesi penyerahan hidangan istimewa dari sang pejabat istana kepada istri tercinta. Hidangan itu tak lain adalah sepotong ikan emas yang diletakkan di sebuah piring besar yang mahal. Ikan emas itu dimasak langsung oleh koki kerajaan yang sangat terkenal.

“Hadirin sekalian, ikan emas ini bukanlah ikan yang mahal. Tetapi, inilah ikan kegemaran kami berdua, sejak kami menikah dan masih belum punya apa-apa, sampai kemudian di usia perkawinan kami yang ke-50 serta dengan segala keberhasilan ini. Ikan emas ini tetap menjadi simbol kedekatan, kemesraan, kehangatan, dan cinta kasih kami yang abadi,” kata sang pejabat senior dalam pidato singkatnya.

Lalu, tibalah detik-detik yang istimewa yang mana seluruh hadirin tampak khidmat menyimak prosesi tersebut. Pejabat senior istana mengambil piring, lalu memotong bagian kepala dan ekor ikan emas. Dengan senyum mesra dan penuh kelembutan, ia berikan piring berisikan potongan kepala dan ekor ikan emas tadi kepada isterinya. Ketika tangan sang isteri menerima piring itu, serentak hadirin bertepuk tangan dengan meriah sekali. Untuk beberapa saat, mereka tampak ikut terbawa oleh suasana romantis, penuh kebahagiaan, dan mengharukan tersebut.

Namun suasana tiba-tiba jadi hening dan senyap. Samar-samar terdengar isak tangis si isteri pejabat senior. Sesaat kemudian, isak tangis itu meledak dan memecah kesunyian gedung pesta. Para tamu yang ikut tertawa bahagia mendadak jadi diam menunggu apa gerangan yang bakal terjadi. Sang pejabat tampak kikuk dan kebingungan. Lalu ia mendekati isterinya dan bertanya, “Mengapa engkau menangis, isteriku?”

Setelah tangisan reda, sang isteri menjelaskan, “Suamiku…sudah 50 tahun usia pernikahan kita. Selama itu, aku telah dengan melayani dalam duka dan suka tanpa pernah mengeluh. Demi kasihku kepadamu, aku telah rela selalu makan kepala dan ekor ikan emas selama 50 tahun ini. Tapi sungguh tak kusangka, di hari istimewa ini engkau masih saja memberiku bagian yang sama. Ketahuilah suamiku, itulah bagian yang paling tidak aku sukai.” tutur sang isteri.

Pejabat senior terdiam dan terpana sesaat. Lalu dengan mata berkaca-kaca pula, ia berkata kepada isterinya, “Isteriku yang tercinta…50 tahun yang lalu saat aku masih miskin, kau bersedia menjadi isteriku. Aku sungguh-sungguh bahagia dan sangat mencintaimu. Sejak itu aku bersumpah pada diriku sendiri, bahwa seumur hidup aku akan bekerja keras, membahagiakanmu, membalas cinta kasih dan pengorbananmu.”

Sambil mengusap air matanya, pejabat senior itu melanjutkan, “Demi Tuhan, setiap makan ikan emas, bagian yang paling aku sukai adalah kepala dan ekornya. Tapi sejak kita menikah, aku rela menyantap bagian tubuh ikan emas itu. Semua kulakukan demi sumpahku untuk memberikan yang paling berharga buatmu.”

Sang pejabat terdiam sejenak, lalu ia melanjutkan lagi, “Walaupun telah hidup bersama selama 50 tahun dan selalu saling mencintai, ternyata kita tidak cukup saling memahami. Maafkan saya, hingga detik ini belum tahu bagaimana cara membuatmu bahagia.”

Akhirnya, sang pejabat memeluk isterinya dengan erat. Tamu-tamu terhormat pun tersentuh hatinya melihat keharuan tadi dan mereka kemudian bersulang untuk menghormati kedua pasangan tersebut.

Moral cerita diatas:
Bisa saja, sepasang suami - isteri saling mencintai dan hidup serumah selama bertahun-tahun lamanya. Tetapi jika di antaranya tidak ada saling keterbukaan dalam komunikasi, maka kemesraan mereka sesungguhnya rawan dengan konflik. Kebiasaan memendam masalah itu cukup riskan karena seperti menyimpan bom waktu dalam keluarga. Kalau perbedaan tetap disimpan sebagai ganjalan dihati, tidak pernah dibiacarakan secara tulus dan terbuka, dan ketidakpuasan terus bermunculan, maka konflik akan semakin tak tertahankan dan akhirnya bisa meledak. Jika keadaan sudah seperti ini, tentulah luka yang ditimbulkan akan semakin dalam dan terasa lebih menyakitkan.

Kita haruslah selalu membangun pola komunikasi yang terbuka dengan dilandasi kasih, kejujuran, kesetiaan, kepercayaan, pengertian dan kebiasaan berpikir positif.

Saat bertemu orang yang pernah salah-paham padamu, gunakan saat tersebut untuk menjelaskannaya. Karena engkau mungkin hanya punya satu kesempatan itu saja untuk menjelaskan.

Humor : Gembala Sidang

Saat selesai Ibadah Minggu di Gereja "APA ADANYA", seorang jemaat menghampiri Gembala Sidang Pdt. "APA ADANYA" & menyampaikan sesuatu

Jemaat : Pak Gembala, kata teman saya yg juga jemaat gereja kita, bahwa ibunya punya penghasilan 4 juta sebulan tapi hanya memberikan perpuluhan 200 ribu

Gembala Sidang : itu tidak benar, tolong kamu sampaikan ke ibu teman kamu itu agar memberikan perpuluhan 10 % dari penghasilannya

Jemaat : waduh, berat juga pak kalau saya yg menyampaikan, ibu itu galak & suaminya saja takut sama ibu itu pak

Gembala sidang : kalau begitu biar saya yg menyampaikan

Jemaat : waduh, lebih berat lagi kalau pak gembala yg menyampaikan

Gembala Sidang : berat nya kenapa ?

Jemaat : soalnya ibu teman saya itu istri pak gembala

Gembala Sidang : ha.. ?!!

13 March 2009

3 Pohon

Ada tiga pohon di dalam hutan. Suatu hari, ketiganya saling menceritakan mengenai harapan dan impian mereka. Pohon pertama berkata, “Kelak aku ingin menjadi peti harta karun. Aku akan diisi emas, perak dan berbagai batu permata dan semua orang akan mengagumi keindahannya”.

Kemudian pohon kedua berkata, “Suatu hari kelak aku akan menjadi sebuah kapal yang besar. Aku akan mengangkut raja-raja dan berlayar ke ujung dunia. Aku akan menjadi kapal yang kuat dan setiap orang merasa aman berada dekat denganku”.

Lalu giliran pohon ketiga yang menyampaikan impiannya, “Aku ingin tumbuh menjadi pohon yang tertinggi di hutan di puncak bukit. Orang-orang akan memandangku dan berpikir betapa aku begitu dekat untuk menggapai surga dan TUHAN. Aku akan menjadi pohon terbesar sepanjang masa dan orang-orang akan mengingatku”.

Setelah beberapa tahun berdoa agar impian terkabul, sekelompok penebang pohon datang dan menebang ketiga pohon itu. Pohon pertama dibawa ke tukang kayu. Ia sangat senang sebab ia tahu bahwa ia akan dibuat menjadi peti harta karun. Tetapi, doanya tidak menjadi kenyataan karena tukang kayu membuatnya menjadi kotak tempat menaruh makanan ternak. Ia hanya diletakkan di kandang dan setiap hari diisi dengan jerami.

Pohon kedua dibawa ke galangan kapal. Ia berpikir bahwa doanya menjadi kenyataan. Tetapi, ia dipotong-potong dan dibuat menjadi sebuah perahu nelayan yang sangat kecil. Impiannya menjadi kapal besar untuk mengangkut raja-raja telah berakhir.

Pohon ketiga dipotong menjadi potongan-potongan kayu besar dan dibiarkan teronggok dalam gelap. Tahun demi tahun berganti dan ketiga pohon itu telah melupakan impiannya masing-masing.

Kemudian suatu hari, sepasang suami istri tiba di kandang, sang istri melahirkan dan meletakkan bayinya di kotak tempat makanan ternak yang dibuat dari pohon pertama. Orang-orang datang dan menyembah bayi itu. Akhirnya pohon pertama sadar bahwa di dalamnya telah diletakkan harta terbesar sepanjang masa.

Bertahun-tahun kemudian, sekelompok laki-laki naik ke atas perahu nelayan yang dibuat dari pohon kedua. Di tengah danau, badai besar datang dan pohon kedua berfikir bahwa ia tidak cukup kuat untuk melindungi orang-orang di dalamnya. Tetapi salah seorang laki-laki itu berdiri dan berkata kepada badai, “Diam!!! Tenanglah”. Dan badai itupun berhenti.

Ketika itu tahulah bahwa ia telah mengangkut Raja di atas segala raja. Akhirnya...
Seseorang datang dan mengambil pohon ketiga. Ia dipikul sepanjang jalan sementara orang-orang mengejek lelaki yang memikulnya. Laki-laki itu kemudian dipakukan di kayu ini dan mati di puncak bukit. Akhirnya pohon ketiga sadar bahwa ia demikian dekat dengan TUHAN, karena YESUSlah yang disalibkan padanya...

KETIKA KEADAAN TIDAK SEPERTI YANG ENGKAU INGINKAN, KETAHUILAH BAHWA TUHAN MEMILIKI RENCANA UNTUKMU. JIKA ENGKAU PERCAYA PADA-NYA, IA AKAN MEMBERIMU BERKAT-BERKAT BESAR. KETIGA POHON MENDAPATKAN APA YANG MEREKA INGINKAN, TETAPI TIDAK DENGAN CARA YANG SEPERTI MEREKA BAYANGKAN..

BEGITU JUGA DENGAN KITA, KITA TIDAK SELALU TAHU APA RENCANA TUHAN BAGI KITA. KITA HANYA TAHU BAHWA JALAN-NYA BUKANLAH JALAN KITA, TETAPI JALAN-NYA ADALAH YANG TERBAIK BAGI KITA, SELAMANYA...

“Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri” (Ams. 3:5)

12 March 2009

Everlasting Love

Salah satu pasien favorit kami terbiasa keluar masuk rumah sakit kecil setempat, dan kami semua, dari bagian bedah, telah begitu mengenal dia dan suaminya.

Meski menderita kanker yang mematikan disertai derita sakitnya, tak pernah ia lalai memberi kami senyum atau dekapan. Setiap kali suaminya bertamu, ia langsung begitu suka ria seakan bara menyala... Suaminya seorang pria yang baik, sangat sopan dan ramah bersahabat sama seperti istrinya itu. Saya telah begitu terbiasa dan seakan terikat pada mereka dan bahkan selalu merasa senang merawatnya.

Sangat kukagumi ekspresi cinta kasih mereka. Setiap hari, ia membawakannya bunga2 segar dan sebuah senyuman,lalu ia duduk diranjangnya sambil berpegangan tangan dan berbicara pelan2. Ketika sakitnya terlalu keras dan ia menjerit atau jadi bingung, suaminya merangkulnya lembut disertai bisikan2 hiburan sampai ia tertidur. Ia menghabiskan setiap saat yang ada disamping tempat tidurnya, memberinya sedotan2 air minum dan membelai keningnya.

Setiap malam, sebelum ia kembali pulang, ia menutup pintu sehingga mereka bisa
tinggal berduaan saja. Ketika ia sudah pergi, kami lihat istrinya tertidur damai dengan sebuah senyum dibibirnya. Tapi pada malam ini, keadaannya menjadi lain. Segera setelah aku melapor hadir, perawat harian yang bertugas memberitahu bahwa keadaannya menjadi makin memburuk saja dan dikuatirkan tak akan buat bertahan sampai esok.

Meskipun aku sedih, aku tahu ini yang terbaik. Setidaknya sahabatku ini tidak perlu menderita sakit lebih lama lagi. Aku tinggalkan kantor dan pergi memeriksanya dulu. Waktu aku memasuki kamarnya, ia membangunkan diri dan bersenyum lemah, tetapi pernapasannya sudah berat dan aku bisa mengira ini tak kan tahan lama.

Suaminya duduk disampingnya, tersenyum, juga,dan berkata, "Kekasihku dan Cintaku akhirnya akan menerima pahalanya."

Mataku mulai membasah, jadi aku tanya apakah ada sesuatu yang diperlukan dan cepat2 menghilang. Aku tawarkan perawatan dan hiburan sepanjang malam itu, dan sekitar tengah malam ia meningggal dunia, didampingi suaminya yang masih memegangi tangannya. Aku menghiburnya dan dengan air mata menuruni pipinya ia berkata, "Tolong, izinkan aku tinggal sebentar lagi bersamanya, tolong, boleh ya..?" Aku mendekapnya dan menutup pintu dibelakangku. Aku berdiri diluar pintu, menghapus air mataku dan merasakan kehilangan sahabatku dan senyumnya. Dan aku bisa merasakan sakit pedih suaminya dalam hatiku sendiri. Tiba2 dari dalam kamar itu terdengar bunyi nyanyian suara pria terindah yang pernah kudengar.? Kedengarannya begitu mencekam - seram, hampir2 menegakkan bulu roma - ketika suara itu menggema, beralunan melewati lorong2 dan serambi2.

Para jururawat lainnya keluar melongok dilorong mendengarkannya menyanyikan lagu "Beautiful Brown Eyes" yang seakan meledak keluar dari paru2nya. Ketika lagu itu mulai berakhir dan suaranya menghilang, pintu kamar terbuka dan ia memanggilku. Ia menatap dalam2 mataku, merangkulku, katanya, "Dari sejak hari pertama kami bertemu, lagu itu kunyanyikan untuknya setiap malam. Biasanya aku tutup pintu dan mengecilkan suara agar tak sampai mengganggu pasien2 lainnya. Tapi malam ini aku inginkan kepastian bahwa ia mendengarkanku selagi dalam perjalanan kesurga. Ia harus tahu bahwa ia selamanya akan menjadi cintaku.Mohon mintakan maaf pada pasien2 lain yang merasa terusik. Aku benar2 tak tahu bagaimana nantinya tanpa dia, tapi aku akan terus menyanyikan lagu padanya setiap malam. Kau pikir ia akan mendengarku?" Aku mengangguk mengatakan "iya", tak berdaya menahan air mataku. Ia merangkul ku lagi, mengecup pipiku, mengucap terima kasih telah menjadi perawat sekaligus sahabat mereka. Ia berterima kasih juga kepada perawat lain2nya, lalu berbalik dan berjalan menelusuri balai, punggungnya agak membungkuk, dan dengan lembut menyiulkan lagunya itu.

Sambil mengawasinya berjalan pergi aku berdoa semoga aku, juga, suatu hari
bisa mengenal jenis cinta kasih kekal seperti itu. (A U)

11 March 2009

Yesus & Alexander

Yesus dan Alexander mati pada usia tigapuluh tiga.
Yang satu mati dan hidup untuk diri sendiri;
Yang satu mati untuk engkau dan aku.
Yang orang Yunani mati di atas tahta kerajaan;
Yang orang Yahudi mati di atas kayu salib.
Kehidupan yang satu tampaknya suatu kemenangan;
Yang lain tampaknya suatu kerugian.
Yang satu memimpin pasukan yang besar;
Yang lain berdoa sendirian.
Yang satu menumpahkan darah seluruh dunia;
Yang lain memberikan darah-Nya sendiri.
Yang satu memenangkan dunia, dan kehilangan semuanya itu dalam kematian.
Yang lain kehilangan nyawa-Nya, untuk memenangkan segenap iman dunia.

Yesus dan Alexander mati pada usia tigapuluh tiga.
Yang satu mati di Babel dan yang satu di Golgota.
Yang satu memperoleh semuanya untuk dirinya sendiri ;
Dan yang satu Diri-Nya sendiri yang diserahkan-Nya.
Yang satu mengalahkan semua kerajaan ;
Yang lain mengalahkan semua kuburan.
Yang satu menjadikan dirinya sendiri allah ;
Yang Allah menjadikan diriNya hina.
Yang satu hidup untuk menghancurkan ;
Yang lain hidup untuk memberkati.
Ketika yang orang Yunani mati, tahtanya yang berdiri di atas pedang runtuh selama-lamanya.
Tetapi Yesus mati untuk hidup selama-lamanya sebagai Tuhan atas segala tuan.

Yesus dan Alexander mati pada usia tigapuluh tiga.
Yang orang Yunani menjadikan semua manusia budak ;
Yang orang Yahudi menjadikan semua manusia merdeka.
Yang satu membangun tahta di atas darah ;
Yang lain membangun tahta di atas kasih.
Yang satu lahir dari dunia ; Yang lain dari Sorga
Yang satu memenangkan seluruh dunia ini, sehingga kehilangan seluruh dunia dan sorga.
Yang lain menyerahkan segala-galanya, supaya semuanya diserahkan kepada-Nya.
Yang orang Yunani mati untuk selama-lamanya ;
Yang orang Yahudi hidup selama-lamanya.
Yang orang Yunani kehilangan semua yang didapat ;
Yang orang Yahudi memenangkan segala perkara yang mengasihi.

by Charles Ross Weede

10 March 2009

Mudah Sulit

09 March 2009

Pencuri

Seorang wanita sudah menunggu di bandara semalaman. Dengan sisa beberapa jam yang cukup lama sebelum keberangkatannya, dia membeli sebuah buku, sekantong biskuit, lalu mencari tempat untuk menghabiskan waktunya. Dia begitu sibuk membaca, sampai suatu hal terjadi. Pria yang duduk di sebelahnya, sepertinya sangat sopan. Ia mengambil satu atau dua biskuit dari bungkusnya.

Dia mencoba untuk mengacuhkannya, sambil menghindari untuk memandangnya. Ia membaca, mengunyah biskuit dan melihat jam. Tapi “pencuri biskuit” yang berani itu mulai menghabiskan persediaan biskuitnya. Dan setelah beberapa menit berlalu, dia mulai merasa terganggu sambil berpikir, “Kalau dia tidak begitu ramah, pasti sudah kutonjok matanya!”

Lalu setiap potong biskuit yang diambil oleh wanita itu, pria itu pun mengambil sepotong. Dan ketika tinggal tersisa sepotong, dia membayangkan apa yang akan dilakukan pria itu. Dengan sebuah senyuman di wajahnya dan sebuah tawa yang agak ragu, laki-laki itu mengambil potongan biskuit terakhir dan membaginya menjadi dua potong. Sambil memakan setengah dari biskuit itu, laki-laki itu menawarkan setengahnya lagi. Dia pun segera mengambil separuhnya dan berpikir, “Ya ampun, laki-laki ini memang berani dan juga kasar, mengapa dia tidak menunjukkan rasa berterima kasih sedikitpun!”

Wanita itu begitu marah dan dengan mengeluh dia mengumpulkan barang-barangnya dan pergi ke pintu gerbang. Ia menolak untuk melihat kembali kepada wajah pencuri itu. Ia segera naik ke pesawat dan duduk di kursinya. Kemudian dia mengambil kembali buku yang hampir selesai dibacanya. Dan ketika meraih kopernya, dia terkejut sekali. Ia melihat kantong biskuit di depan matanya!

“Jika punyaku ada disini, jadi yang tadi itu adalah miliknya dan dia mencoba untuk berbagi.”

Dia pun mengeluh lemas. Sudah terlambat untuk meminta maaf, dia pun menyadari dengan perasaan bersalah.

Kita seringkali salah menilai kesalahan orang, yang padahal sesungguhnya adalah kesalahan kita. Jangan menghakimi, karena itu adalah bagian Tuhan. Jangan menuduh, karena itu adalah pekerjaan iblis.

08 March 2009

Humor : Pendeta & Sepeda

Pada minggu pagi 2 orang Hamba Tuhan berboncengan mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi dari ketep menuju Yogjakarta, melihat hal tersebut seorang Polisi menghentikan kendaraan Hamba Tuhan tsb,

Polisi : Maaf , bapak tau kesalahan bapak, bapak mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi

Hamba Tuhan : Maaf juga pak, kami mengejar waktu krn kami harus Khotbah di Yogja & ini sudah telat pak, Jemaat pasti sedang menunggu kami

Polisi : tapi itu dapat mencelakakan bapak berdua

Hamba Tuhan : jangan kuatir pak " Tuhan menyertai Kami"

Polisi : kalau begitu saya benar2 akan menilang bapak krn tidak di benarkan ber-tiga dalam satu sepeda motor

Hamba Tuhan : Haa.?!

07 March 2009

Weekly Scripture – 1 Yehezkiel 3:18

"Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Engkau pasti dihukum mati! --dan engkau tidak memperingatkan dia atau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu dari hidupnya yang jahat, supaya ia tetap hidup, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu." - 1 Yehezkiel 3:18

Kemurahan Allah

Bahan Renungan : Matius 15 : 21 – 22

Tuhan Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon. Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru : “Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita.

Melihat dari Matius 15 : 21 – 22, perempuan Kanaan ini berteriak atau berseru minta kemurahan Allah. Perempuan Kanaan ini minta belas kasihan Tuhan dan berteriak kepada Tuhan Yesus. Kita akan melihat bermacam – macam teriakan atau seruan :

1. Teriakan Kesombongan

Kita melihat dalam Alkitab contoh teriakan kesombongan. Teriakan Nebukadnezar dalam Daniel 4. Nebukadnezar dalam hatinya berpikir ia lebih dari semua yang ada di bumi bahkan ia mempunyai kesombongan, ia merasa seperti Tuhan.

Walaupun kita hanya berpikir dalam hati, Tuhan tahu segala motivasi kita. Seringkali kita sombong dalam pikiran. Seperti seorang pelajar mempunyai nilai yang lebih baik dalam pelajaran dibandingkan dengan temannya. Walaupun diluarnya ia tidak berkata apa – apa namun dalam hatinya ia berpikir bahwa ia lebih pintar dari temannya. Kita sudah berteriak kesombongan dalam hati kita.

2. Teriakan Penderitaan

Kita melihat dalam 1 Samuel 1 : 7 – 10, Hana seorang wanita yang tidak mempunyai anak. Hana adalah seorang istri yang tidak mempunyai keturunan dari suaminya, sedangkan Penina istri suaminya yang lain mempunyai anak. Hana berteriak kepada Tuhan dalam penderitaannya. Hana di ejek oleh Penina. Hana menangis dalam kepedihan.

Seringkali dalam hidup kita banyak kepedihan yang kita alami, kita berteriak pada Tuhan dalam kepedihan. Ketika ada teriakan kepedihan dalam hidup kita, Tuhan sanggup ubahkan kepedihan dalam hidup kita menjadi sukacita.

3. Teriakan Penolakan

Kita akan belajar dari kehidupan Yusuf, Yusuf seorang pemuda yang mempunyai mimpi dan visi yang besar dalam hidupnya, namun ia mengalami penolakan dari saudara – saudaranya. Yusuf di jual kepada Bani Ismael dan dijadikan budak di rumah Potifar. Penolakan terhadap Yusuf tidak hanya sampai disitu aja, ia masuk penjara dan ia tidak ingat oleh juru minuman dan juru roti. Padahal juru minuman dan juru makanan sudah mendapat arti mimpi dari Yusuf.

Dalam kehidupan ini kita seringkali mendapatkan penolakan dari lingkungan kita, teman – teman kita, saudara – saudara kita, keluarga kita. Efesus 1 : 3 à Tuhan mengambil kita dari tempat yang paling rendah, Tuhan angkat kita dan Tuhan telah mengaruniakan berkat rohani di dalam Surga.

4. Teriakan Orang Yang Merasa Tidak Aman

Dalam Alkitab kita melihat murid – murid Tuhan Yesus, ibunya Zebedeus meminta kepada Tuhan Yesus kedudukan untuk anak – anaknya. Ibunya Zebedeus merasa tidak aman atas kedudukan anak – anaknya saat ini. Didalam dunia ini banyak orang yang merasa tidak aman seperti Ibunya Zebedeus.

5. Teriakan Kecemburuan

Dalam Bilangan 12 : 2 à Miriam dan Harun protes kepada Tuhan, karena mereka merasa cemburu dengan Musa. Mengapa Miriam dan Harun komplain kepada Tuhan ? karena iri hati. Kenapa iri hati ? karena Miriam dan Harun tidak mengetahui apa yang sudah Tuhan berikan dalam hidup mereka.

Seringkali dalam hidup kita, kita cemburu melihat orang yang hidupnya berhasil dan diberkati padahal ia tidak sungguh – sungguh sama Tuhan.

6. Teriakan Minta Kemurahan

Seperti perempuan Kanaan yang anak perempuannya kerasukan setan, ia minta kemurahan Tuhan. Kemurahan Tuhan dalam bahasa Yunaninya artinya Belas Kasihan. Lukas 17 : 13 à 10 Orang yang sakit Kusta meneriakkan minta kemurahan kepada Tuhan Yesus. Matius 9 : 27 à Orang Buta berteriak minta kemurahan Tuhan : “Anak Daud kasihanilah aku”.

Lukas 18 : 13 à penagih pajak (pemungut cukai) menangis minta kemurahan Tuhan, sedangkan orang Farisi berkata dengan sombong : Tuhan aku sudah melakukan semua hukum Taurat. Mazmur 123 : 1 – 2 à Seperti mata para hamba laki – laki memandang kepada tangan tuannya, ini berarti Tuhan berbelaskasihan padaku.

Mazmur 86 : 5 à Tuhan itu baik dan suka mengampuni, Ia berlimpah – limpah kasih setia. Efesus 2 : 4 à Tuhan kaya dengan kemurahan. Kita harus berseru minta kemurahan Tuhan. Jangan tunggu ada masalah dalam hidup kita, kita baru minta kemurahan Tuhan. Habakuk 3 : 1, Habakuk 2 : 1 – 2, Habakuk 3 : 2 à Dalam penghakiman Tuhan, Ingatlah belas kasihan Tuhan.

Ratapan 3 : 22 à oleh kemurahanNya yang besar kita tidak akan dihanguskan. Mazmur 33 : 18 à Mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takut akan Tuhan, kepada mereka yang berharap akan kasih setiaNya. Yudas 1 : 21 à Peliharalah dirimu dalam kasih Allah. Dalam hidup ini ada 3 point : Love Of God, Mercy Of God dan Eternal Life.

Disadur dari Kotbah : Rev. James Singh

Oleh : Joshua Ivan S S

Humor : Yahoo sudah tutup?

Suatu hari, Ipul, dan Dede memperbincangkan ponsel baru Tio yang memiliki kemampuan 3G. Dengan ponsel tersebut, Tio mengaku bisa melakukan apa saja, termasuk mencari pacar lewat situs Friendster.

Tio : Nih, cewe baru gue. Kenalan di Friendster

Dede : Wah, hebat banget lo! bisa kenalan di friendster lewat hape. Gue juga mau, dong.

Tio : Ya udah, lo punya account di Friendster, ga? gampang kok. Lo punya email, ga?

Dede : Belom punya. Gimana caranya?

Tio : Lo ke Yahoo aja.

Dede : (sambil melihat arloji di tangannya). Yah, udah jam 6 sore gini. Pasti Yahoo udah tutup.

Tio : (bengong, lalu garuk-garuk kepala)

Ipul, yang sedari tadi hanya mendengarkan pembicaraan kedua orang tersebut, tiba-tiba angkat bicara.

Ipul : Ya udah, De... Besok aja gue yang ke Yahoo, pagi-pagi, sekalian gue ngantor. Kan Yahoo deket sama kantor gue.

Tio : (semakin bengong, lalu menggaruk kepala lebih keras)