Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

25 February 2009

He Is My Lawyer

Saat saya melihat sang Jaksa, dia melirik ke arah saya dan tersenyum licik, menurut saya dia adalah orang tersadis yang pernah saya lihat. Saya duduk dan menoleh ke sebelah saya dan di sana duduk Pengacara saya, seorang yang lembut yang sepertinya pernah saya lihat. Pintu di sudut ruangan terbuka dan keluarlah Hakim dengan pakaian berjubah. Dia menjadikan mata saya terfokus padanya begitu besar kharismanya.

Sesaat setelah Ia duduk, “Mari kita mulai”, kataNya.

Sang Jaksa berdiri dan berkata, “Saya bernama Satan dan saya berada di sini untuk menunjukkan mengapa terdakwa ini adalah milik dunia saya yaitu neraka”.

Dia meneruskan perkataannya dengan mengatakan semua kebohongan yang pernah saya katakan; barang yang saya curi di masa dulu; dan saat saya menipu orang lain. Saya begitu malu sampai sampai saya tidak mampu untuk mengangkat kepala saya, melihat ke Pengacara sayapun, saya malu. Satan terus mengatakan kesalahan kesalahan saya, yang kebanyakan sudah tidak saya ingat. Saat Satan mengatakan semuanya itu, sayapun merasa kesal dan sedih terhadap Pengacara saya yang hanya diam dan tidak mencoba membela saya.

Saya berpikir memang semua itu benar tapi tidak sedikit juga saya berbuat baik di dunia semasa saya hidup dan saya pikir semua itu bisa dibandingkan dengan kesalahan saya tersebut ya kira-kira sebandinglah. Satan selesai dengan nafas menggebu dan berkata, “Orang ini milik neraka, dia bersalah atas semua yang saya katakan dan tidak ada satu orangpun yang dapat mengambilnya dariku”.

Kemudian tiba giliran Pengacara saya, pertama Dia minta untuk diijinkan menghampiri sang Hakim. Hakim mengijinkan walau sempat disanggah oleh sang Satan. Saat Pengacara saya berdiri dan mulai menghampiri sang Hakim; saat dapat melihat Dia secara utuh penuh dengan kemuliaanNya. Saat itu saya baru tersadar mengapa Dia kelihatan begitu familiar. Dia adalah Yesus, Tuhan dan Rajaku.

Dia berhenti pada meja Hakim dan berbisik padanya, “Hallo Ayah”, dan berbalik sambil berkata, “Semua yang Satan katakan adalah benar bahwa orang ini telah berdosa, Saya tidak akan menyanggah argument tadi. Dan benar upah dosa adalah maut, orang ini pantas di hukum!!!”.

Yesus menarik nafas dalam-dalam dan berbalik menatap Hakim dan berkata, “Tetapi, saya telah mati di kayu salib sehingga orang ini beroleh hidup yang kekal dan dia telah menerima saya sebagai Penyelamatnya, jadi dia adalah milik-Ku”.

Tuhanku melanjutkan kalimatNya, “Namanya tertulis dalam kitab kehidupan dan tidak ada satu orangpun yang dapat mengambilnya daripadaKu. Satan masih saja tidak mengerti, orang ini tidak memerlukan keadilan, melainkan belas kasihlah yang ia perlukan”.

Yesus duduk lalu berkata, “Tidak ada hal lain yang perlu dilakukan semuanya telah Aku selesaikan”.

Sang Hakim lalu mengangkat palunya dan Blammmmmm; lalu terdengar Dia berkata, “Orang ini bebas dari segala tuduhan karena ia telah di bayarkan penuh, kasus ditutup!!!!”.

Saat Yesus menggandeng tangan saya, sempat terdengar Satan menggerutu, “Saya tidak akan berhenti, saya akan menang lain kali”.

Lalu saya memberanikan diri bertanya pada Yesus, “Bapa pernahkah Engkau kalah dalam kasus seperti ini???”.

Yesus tersenyum dan berkata, “Semua yang datang kepadaKu dan minta Aku untuk mewakili mereka telah menerima hasil yang sama seperti kasusmu ini.... semua telah dibayarkan penuh!!!”.

I guess this is why we need Jesus.. Because His love sets us free! Don't you need Him? I know I do..

24 February 2009

Keajaiban Jalan Tuhan

1 Korintus 2:9 Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia."

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 55; Kisah Para Rasul 27; Imamat 20-21

Apa jadinya jika Anda membuat seseorang sukses, namun nasib Anda tak sedikit pun berubah? Itulah yang dialami oleh Mordekhai. Setelah memasukkan keponakannya Ester ke dalam benteng Susan sampai akhirnya menjadi ratu, Mordekhai hanya menjadi orang yang duduk di pintu gerbang istana seperti seorang pengemis. Bahkan setelah ia berhasil membongkar persekongkolan jahat yang berikhtiar membunuh raja Ahasyweros, nama Mordekhai hanya dicatat di buku sejarah. Tidak ada penghargaan apapun yang ia terima. Dan hidupnya tidak berubah sama sekali. Apakah Mordekhai dongkol? Mungkin saja tapi yang pasti Alkitab tidak mencatat sikap Mordekhai yang demikian.

Tapi tunggu dulu. Ternyata tak seorang pun yang bisa menebak jalan hidup seseorang dan mengerti jalan Tuhan sepenuhnya. Setelah bertahun-tahun berlalu, Tuhan bisa membuat Raja Ahasyweros tidak bisa tertidur dan membaca buku sejarah kerajaan. Pernahkah terpikir oleh Anda kalau hal ini kurang masuk di akal? Karena buku sejarah itu pasti tempatnya di perpustakaan kerajaan. Jarang ada orang yang tidak bisa tidur lalu ia pergi ke perpustakaan. Dari ratusan buku yang ada di sana, Raja memilih buku sejarah kerajaan. Dan dari ratusan halaman yang ada, nama Mordekhai begitu melekat di hatinya malam itu.

Di saat yang bersamaan, Naaman, orang kedua di kerajaan, sangat membenci Mordekhai dan berikhtiar untuk menghabisi tidak hanya Mordekhai saja namun seluruh orang Yahudi yang ada di kerajaan itu. Bahkan Ia sudah menyiapkan tiang gantungan untuk Mordekhai. Lalu kelanjutan ceritanya seperti yang Anda tahu. Keadaan berbalik sepenuhnya. Naaman yang berikhtiar jahat terhadap umat pilihan Tuhan, harus menanggung hukumannya. Bahkan Naaman digantung di tiang yang telah dibuatnya sendiri. Dan Mordekhai? Ia menggantikan kedudukan Naaman menjadi orang nomor dua di Kerajaan Ahasyweros.

Pertolongan Tuhan tak pernah sedetik pun terlambat. Tuhan tahu persis apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Dan IA telah mempersiapkan hal itu jauh sebelumnya melalui setiap peristiwa yang kita alami saat ini. Tidak ada yang kebetulan di dalam hidup kita namun kitalah yang seringkali tidak mengerti maksud Tuhan sehingga sering mempertanyakan kasih-Nya pada kita ketika sesuatu yang tidak mengenakkan terjadi. Melalui banyak teladan kisah di Alkitab, marilah kita senantiasa belajar bahwa apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, apa yang tak pernah timbul di dalam hati, semua itu telah disediakan Tuhan bagi setiap orang yang mengasihi Dia.

Waktu akan menunjukkan maksud Tuhan yang besar dalam hidup Anda ketika Anda harus melalui banyak kerikil tajam saat ini.

Jawaban.com

Apa Itu Masalah?

Masalah yang kamu hadapi akan membuatmu kalah atau juga membuatmu berhasil – tergantung bagaimana kamu meresponinya. Sayangnya banyak orang yang salah memandang bagaimana Tuhan memakai masalah-masalah untuk kebaikan dalam hidupnya. Mereka menanggapinya dengan cara yang bodoh dan marah terhadap masalah-masalahnya bahkan tidak mau memikirkan apa keuntungan yang mereka terima.

Di bawah ini ada lima cara Tuhan memakai masalah dalam hidupmu :

Tuhan memakai masalah untuk menuntunmu
Kadang-kadang Tuhan harus membakar tempat kenyamananmu agar kamu mau berpindah. Masalah sering membawa kita ke tempat yang baru dan memotivasikan kita untuk berubah. Apakah Tuhan sedang mencoba mengambil perhatianmu. Kadang-kadang membawa kita ke situasi, keadaan yang menyakitkan agar kita mau mengubah cara jalan kita (Amsal 20:30)

Tuhan memakai masalah untuk mengujimu
Manusia seperti the celup, jika kita ingin mengetahui apa yang ada di dalamnya, masukkan saja ke dalam air panas! Pernahkah Tuhan menguji imanmu lewat masalah-masalah? Apakah masalah-masalah itu membuka pikiranmu? Ketika kamu menghadapi banyak masalah, hendaklah kamu penuh sukacita sebab lewat masalah-masalah ini akan menguji imanmu dan akan mengajarkan kamu tentang kesanaran (Yak 1:2-3)

Tuhan memakai masalah untuk mengoreksimu
Ada beberapa pelajaran yang kita dapati lewat jalan yang menyakitkan dan kegagalan. Contohnya seperti anak kecil yang orang tuanya menyuruh dia untuk tidak memegang kompor yang panas. Tetapi kamu mungkin akan dapat mempelajari sesuatu lewat terbakar. Kadang-kadang kita mempelajari nilai dari sesuatu : kesehatan, uamg, hubungan, dengan menghilangkannya. Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapanMu (Mzm 119:71)

Tuhan memakai masalah untuk melindungimu
Suatu masalah kadang-kadang kelihatan akan lebih memberkatimu jika masalah itu mencegahmu untuk jatuh ke masalah yang lebih merugikanmu . Tahun yang lalu seorang teman dipecat karena menolak mengerjakan sesuatu yang tidak beretika ketika atasannya menyuruhnya. Kehilangan pekerjaan adalah masalahnya. Tetapi ia terselamat dari hukuman penjara setelah setahun kemudian ketika tindakan atasannya terungkap. “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan (Kej 50:20)

Tuhan memakai masalah untuk meyempurnakanmu
Masalah, jika ditanggapi dengan benar, membangun karakter kita. Tuhan jauh lebih tertarik pada karaktermu daripada kesenanganmu. Hubunganmu dengan Tuhan dan karaktermu adalah dua hal yang kekal, justru bisa bersuka cita ketika kita sedang menghadapi masalah… masalah menolong kita untuk belajar bersabar. Dan kesabaran membentuk karakter kita dan menolong kita percaya

23 February 2009

Juara Yang Berpengalaman

Yesaya 40:31 Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 54; Kisah Para Rasul 26; Imamat 18-19

Tahukah Anda bahwa kekuatan iman mempunyai kuasa untuk membuat tubuh jasmani Anda kembali muda? Memang benar. Anda dapat melihat hal itu dalam kehidupan Sara. Kebanyakan orang tidak dapat mengerti sepenuhnya akan tindakan Tuhan dalam kehidupan wanita ini. Yang kita ketahui hanyalah bahwa Dia menyanggupkan Sara untuk memperoleh anak pada usianya yang sudah lanjut.

Tetapi jika Anda meneliti kisah ini dengan lebih cermat, Anda akan melihat bahwa keadaannya jauh melebihi itu. Ketika Sara berpegang pada janji Tuhan dengan iman, hal itu mulai memulihkan dia secara jsmani sedemikian rupa sehingga ketika Raja Abimelekh memandang kepadanya, penguasa ini menginginkan dia menjadi isterinya.

Renungkanlah itu! Pada usia 90 tahun, Sara sedemikian cantiknya sehingga seorang raja menginginkan dia masuk ke dalam haremnya. Lebih dari itu, setelah dia melahirkan Ishak, Alkitab menyatakan, Sara menyusuinya sampai saatnya untuk disapih. Kemudian dia terus hidup sampai anak lelaki itu dibesarkan!

Nah, saya tidak mengatakan kepada Anda bahwa Anda dapat melahirkan bayi pada usia 90 tahun seperti Sara. Dia mempunyai janji khusus dari Tuhan mengenai hal itu. Tetapi saya mengatakan bahwa jika Anda mau mempercayai Tuhan membaharui kekuatan dan kesehatan di usia lanjut Anda, Dia akan memberikan itu bagi Anda. Bahkan sebenarnya, Mazmur 103 menyatakan itu sebagai salah satu dari kebaikan-Nya. Mazmur itu menyatakan bahwa Tuhan akan memenuhi mulut Anda dengan hal-hal yang baik sehingga masa muda Anda dibaharui seperti masa muda burung rajawali.

Tahukah Anda apa yang paling Tuhan rindukan saat Anda berusia lanjut nanti? Ia menginginkan Anda menjadi juara Firman yang perkasa dan berpengalaman dengan kekuatan Anda yang terus dibaharui oleh iman. Mulailah perkatakan hal itu pada hari ini. Penuhi mulut Anda dengan janji-janji Tuhan. Katakanlah, "Puji Tuhan, masa mudaku dibaharui seperti masa muda burung rajawali." Anda akan tetap pergi ke surga ketika karya Anda di bumi telah usai tetapi Anda takkan menjadi layu. Anda akan bangkit sebagai penakluk karena Tuhan memang menciptakan Anda untuk menjadi penakluk.

Menaklukkan badai kehidupan adalah cara yang paling efektif untuk mengalami kuasa Tuhan bekerja dalam kehidupan Anda.

Jawaban.com

The Girl Who Silenced The World

Pidato Severn Suzuki, 12 tahun, di Ruang Sidang PBB
Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Cullis-Suzuki. Severn Cullis-Suzuki adalah salah seorang pemerhati masalah Lingkungan Hidup yang concern dengan isu Pemanasan Global. Ia dikenal sebagai aktivis lingkungan hidup, pembicara, pemandu acara televisi dan pengarang. Severn Suzuki memulai karirnya sejak umur 9 Tahun dengan mendirikan organisasi pemerhati lingkungan untuk Anak-anak. Hingga kini Ia sudah berkeliling dunia untuk berbicara tentang masalah lingkungan hidup yang sudah semakin memprihatinkan.

Severn Cullis-Suzuki atau lebih dikenal dengan nama Severn Suzuki dilahirkan di Vancouver, Canada. Ibunya adalah seorang penulis bernama Tara Elizabeth Cullis dan Ayahnya adalah David Suzuki, seorang aktivis lingkungan hidup. Ketika bersekolah di Lord Tennyson Elementary School, ia mendirikan Environmental Children's Organization (ECO), sebuah organisasi yang didedikasikan untuk belajar dan mengajar anak-anak tentang masalah lingkungan hidup.

Dan mereka pun diundang menghadiri Konferensi Lingkungan Hidup PBB tahun 1992. Pada saat itu, Severn yg berusia 12 tahun, memberikan sebuah pidato yang sangat kuat yang memberikan pengaruh besar dan membungkam beberapa pemimpin dunia terkemuka.

Apa yang disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun, hingga bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, dan saat pidatonya selesai, ruang sidang yang penuh dengan orang-orang terkemuka berdiri dan memberikan tepuk tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun itu? Inilah Isi pidato tersebut: (Sumber The Collage Foundation)

Halo, nama saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O - Enviromental Children's Organization. Kami adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12 dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq, dan saya sendiri.

Kami menggalang dana untuk bisa datang ke sini sejauh 6000 mil untuk memberitahukan kepada anda sekalian, orang dewasa, bahwa anda harus mengubah cara anda, hari ini disini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja.

Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi semua generasi yang akan datang. Saya berada di sini mewakili anak-anak yang kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar. Saya berada di sini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya di seluruh planet ini karena kehilangan habitatnya. Kami tidak boleh tidak didengar.

Saya merasa takut berada di bawah sinar matahari karena berlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yang dibawa oleh udara. Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya, hingga beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker. Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu per satu mengalami kepunahan setiap harinya - hilang selamanya.

Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal tersebut masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya. Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama seperti saya sekarang?

Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahannya tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya! Anda tidak tahu agaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita. Anda tidak tahu bagaimana cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai asalnya. Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang telah punah. Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di tempatnya yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak tahu bagaimana cara memperbaikinya. TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!

Disini anda adalah deligasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota perhimpunan, wartawan atau politisi - tetapi sebenarnya anda adalah ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi - dan anda semua adalah anak dari seseorang.

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari lima milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama - perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal tersebut. Saya hanyalah seorang anak kecil, namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama, dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama. Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.

Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan, kami membeli sesuatu dan kemudian membuangnya, beli dan kemudian buang. Walaupun begitu tetap saja negara-negara di utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan. Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi. Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan - kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan pesawat televisi.

Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: "Aku berharap aku kaya, dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih sayang."

Jika seorang anak yang berada di jalanan yang tidak memiliki apapun, bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah? Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar. Bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia; seorang korban perang Timur Tengah atau pengemis di India.

Saya hanyalah seorang anak kecil namun saya tahu bahwa jika semua uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini. Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan kepada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain, mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan, tidak menyakiti makhluk hidup lain, berbagi dan tidak tamak. Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarkan kepada kami untuk tidak boleh dilakukan tersebut? Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konferensi ini. Mengapa anda melakukan hal ini - kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah yang memutuskan dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua seharusnya dapat memberikan kenyamanan kepada anak-anak mereka dengan mengatakan, "Semuanya akan baik-baik saja", "Kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan," dan "Ini bukanlah akhir dari segalanya,"

Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua? Ayah saya selalu berkata, "Kamu akan selalu dikenang karena perbuatanmu bukan oleh kata-katamu." Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari. Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya menantang ANDA, cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut. Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.

***
Servern Cullis-Suzuki telah membungkam satu ruang sidang Konfrensi PBB, membungkam seluruh orang-orang penting dari seluruh dunia hanya dengan pidatonya. Setelah pidatonya selesai serempak seluruh orang yang hadir di ruang pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah kepada anak berusia 12 tahun itu.

Setelah itu Sekjen PBB mengatakan dalam pidatonya, “Hari ini saya merasa sangat malu terhadap diri saya sendiri karena saya baru saja disadarkan betapa pentingnya lingkungan dan isinya di sekitar kita oleh anak yang hanya berusia 12 tahun yang maju berdiri di mimbar ini tanpa selembarpun naskah untuk berpidato, sedangkan saya maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh asisten saya kemarin. Saya tidak, kita semua dikalahkan oleh anak yang berusia 12 tahun.”

Cerita ini benar-benar terjadi dan pidato Severn Cullis-Suzuki itu benar-benar pidato yang dikatakannya, tanpa dilebih-lebihkan.

Youtube – The Girl who Silenced The World

Sumber : www.pustakanilna.com

22 February 2009

Humor : Ada Suara Tapi Siapa?

Seorang psikiater sedang memeriksa keadaan mental pasiennya.

"Apakah Anda pernah mendengar suara tapi Anda tidak bisa memberitahu siapa yang berbicara dan dari mana suara itu berasal?" tanya sang psikiater.

"Tentu saja, saya bisa," kata si pasien.

"Kapan kejadian itu terjadi?" tanya sang psikiater.

"Oh," jawab si pasien, "waktu saya menjawab telepon."

21 February 2009

Weekly Scripture – Amsal 16:8

Lebih baik penghasilan sedikit disertai kebenaran, dari pada penghasilan banyak tanpa keadilan. - Amsal 16:8

Banggalah Akan Tuhan

Roma 12:12 (The Amplified Bible) Bersukacitalah dan bergembiralah dalam pengharapan; teguhlah dan sabarlah dalam penderitaan dan kesengsaraan; tekunlah dalam doa.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 52; Kisah Para Rasul 24; Imamat 14-15

Kita harus hidup dalam pengharapan. Kita harus bersukacita. Jadi, bila iblis datang untuk mencuri kemenangan Anda dan memberitahu Anda bahwa Tuhan takkan menolong Anda kali ini, tetaplah pikirkan firman Tuhan dalam hati Anda dan mulailah bersukacita. Bersukacitalah bahwa Anda ada dalam Dia. Bersukacitalah bahwa surga adalah rumah Anda. Bersukacitalah bahwa Dia yang ada di dalam Anda lebih besar ketimbang dia yang ada di dunia ini. Bersukacitalah! Banggalah akan Tuhan hari ini. Iblis tidak akan tahan menyaksikannya.

"Teguhlah dan sabarlah dalam penderitaan dan kesengsaraan..." Kesengsaraan berarti berada di bawah tekanan. Bila tekanan datang, janganlah menjadi lemah. Sebaiknya pergilah menghadap ke takhta anugerah. Menghadaplah dengan berani dalam nama Yesus dan dapatkanlah pertolongan yang Anda butuhkan.

Ingatlah ini: Bila keadaan menjadi sulit, bukanlah saatnya bagi Anda untuk melupakan Firman. Justru itulah saatnya Anda harus semakin bercokol dengan Firman. Itulah saatnya Anda "tekun dalam doa" agar Anda tidak tergoyahkan.

Bersukacitalah! Bersabarlah di bawah tekanan. Bertekunlah dalam doa. Iblis takkan sanggup mencuri apapun dari Anda.

Kebanggaan Anda akan kuasa Tuhan semakin memampukan Anda melihat pribadi-Nya yang ajaib.

Jawaban.com

Humor : Saat Liburan

Saat berlibur di Yerusalem, ibu mertua George meninggal. Dengan membawa sertifikat kematian, George pergi ke kantor konsulat  Amerika untuk mengatur pengiriman mayat ke Amerika agar dapat dimakamkan dengan layak.

Sang konsulat mengatakan bahwa mengirim jasad ke Amerika itu sangat mahal, sekitar lima ribu dolar. Kebanyakan orang memilih untuk menguburkan orang yang mereka kenal di sini karena hanya membutuhkan biaya 150 dolar.

George berpikir sesaat dan menjawab, "Aku tidak penduli berapa yang harus aku bayar untuk mengirim jasadnya kembali ke Amerika, aku ingin melakukannya. "

Setelah mendengarnya, si konsulat berkata, "Anda pasti sangat mencintai ibu mertua Anda karena mau melakukan hal ini."

"Bukan, bukan karena itu," kata George. "Begini, aku tahu bertahun-tahun yang lalu ada Seseorang yang dikubur di Yerusalem. Pada hari ketiga, ia bangkit dari kematian!"

"Aku tidak mau mengambil risiko untuk itu.

20 February 2009

Pesan Dari Neraka

Suatu hari, ada seorang pemuda sedang tidur di kamarnya, dan dalam tidur itu dia bermimpi didatangi "Pesan Dari Neraka" berupa sehelai surat yang dikirim oleh sahabatnya. Si pemuda dengan ketakukan serta kebingungan membaca surat itu : Hallo teman, aku sekarang berada di neraka, yang mana sakit sekali. Di mana panas melebihi api waktu di bumi. Aku mengirim surat ini karena aku menganggap aku berada di sini itu semua karena kamu.

Kamu berkata engkau adalah teman dekatku setiap pagi siang dan malam kita bertemu kita bekerja bersama sama, kita belajar bersama sama kita tertawa bersama sama. Padahal kamu tahu mengenai kebenaran kamu tahu bahwa manusia harus lahir baru kamu mengetahui mengenai bahwa Yesus adalah juru selamat manusia tetapi kamu tidak pernah cerita mengenai itu kepadaku.

Kamu tahu bahwa neraka adalah nyata dan benar ada kamu tahu bahwa surga juga nyata dan benar ada dan kamu juga tahu bahwa upah dosa adalah maut yaitu neraka. Tetapi kamu tidak pernah bercerita tentang itu kepada aku. Sekarang aku berada di api siksaan yang mana aku akan tinggal selama-lamanya di sini..

Apakah ini yang kau anggap teman, sahabat? Apakah kau puas sementara aku di neraka, kau berada di surga. Apakah kau puas aku menangis, berteriak, tersiksa, tubuhku yang dihinggapi ulat-ulat, dan api yang panas, aku sungguh kecewa dan menyesal mempunyai teman seperti engkau.

Pemuda itu terbangun dan menangis tak henti hentinya dan dia sadar bahwa itu hanya mimpi malam saja. Kemudian dia berjanji bahwa besok pagi dia akan bersaksi tentang Yesus, surga, neraka dll kepada sahabatnya itu.

Pagi harinya, si pemuda berada di depan pintu rumah sahabatnya. Ayah sahabatnya pun keluar.

"Bisa saya bertemu dengan anak bapak?"

"Nak, bukankah engkau tahu bahwa anak saya telah meninggal tadi malam karena kecelakaan mobil."

19 February 2009

Potongan Kain Permadani

Ketika aku menghadap kepada Penciptaku pada hari pengadilan, aku bertelut bersama dengan jiwa-jiwa lain. Di depan kami terbentang kehidupan, laksana potongan-potongan kain dari sebuah selimut. Seorang malaikat duduk di depan kami masing-masing dan sedang menjahit potongan-potongan kain menjadi sebuah permadani yang merupakan kehidupan kami.

Namun ketika malaikatku mengambil potongan-potongan kain dari tumpukan, aku mengamati betapa compang-camping dan kosong potongan kainku itu. Kain itu dipenuhi oleh lubang-lubang yang besar. Setiap potongan diberi etiket dan merupakan sebagian dari kehidupanku yang penuh kesukaran, kepedihan dan pencobaan yang kuhadapi dalam hidup sehari-hariku. Akupun menyaksikan berbagai penderitaan yang aku harus alami dan ini merupakan lubang-lubang yang paling besar.

Aku memandang di sekitarku. Tidak ada yang memiliki potongan kain seperti milikku. Selain beberapa lubang-lubang kecil, perma-dani milik mereka diwarnai dengan warna-warna yang kaya serta corak yang cerah dari kejayaan duniawi. Aku memandang kehidupanku dan menjadi masgul. Malaikatku menjahit potongan-potongan kainku yang compang–camping menjadi satu, tipis menerawang dan kosong seperti ingin mengikat udara menjadi satu.

Akhirnya tiba saatnya untuk menunjukan masing-masing kehidupannya kepada umum, diangkat, diperiksa terhadap sinar matahari, diselidiki dengan teliti akan kebenarannya. Yang lain berdiri dan masing-masing mengangkat permadaninya untuk memperlihatkan bagaimana hidup mereka sebenarnya.

Tibalah giliranku. Malaikatku memandangku dan memberi tanda agar aku berdiri. Aku menundukan mataku ke arah lantai oleh karena merasa malu. Aku tak pernah menikmati kekayaan dunia. Aku telah mengalami kasih dan sukacita dalam hidupku. Namun, di samping itu, akupun mengalami pencobaan akan sakit penyakit dan kematian serta tuduhan-tuduhan yang palsu yang sangat menyakitkan. Seringkali aku harus memulai lagi dari permulaan. Aku seringkali harus bergumul dengan pencobaan untuk menyerah saja, namun entah bagaimana aku masih dapat mengumpulkan sisa kekuatan untuk mencoba lagi. Aku telah melewatkan malam demi malam yang sunyi-senyap di lututku dalam doa, memohon akan bimbingan dan pertolongan dalam hidupku. Aku seringkali dipermalukan oleh yang kujalani dengan tabah dan penuh kepedihan: Setiap kali aku menyerahkannya kepada Bapa surgawi dengan pengharapan bahwa aku tidak menjadi lebur dan larut di bawah penghukuman dari mereka yang dengan tidak adil menghakimiku.

Dan kini, aku harus menghadapi kebenaran. Hidupku ialah seperti itu, dan aku harus menerima sesuai dengan kenyataan. Aku berdiri dengan pelan dan mengangkat kombinasi potongan-potongan kainku yang menggambarkan kehidupanku terhadap sinar matahari. Suatu keheningan yang amat terasa memenuhi ruang itu. Aku melirik sekitarku dan semua orang memandangku dengan mata terbelalak.

Kemudian, aku mengamati permadaniku di depanku. Sinar matahari memenuhi lubang-lubang dan membentuk sebuah gambaran, Wajah dari Kristus. Kemudian Tuhanku berdiri di depanku dengan penuh kasih-sayang dan kehangatan dari dalam mata-Nya. Ia bersabda, ”Setiap kali engkau memberikan hidupmu kepada-Ku, maka itu menjadi hidup-Ku, penderitaan-Ku dan pergumulan-Ku, Setiap titik cahaya dalam hidupmu, bila engkau bersedia untuk meniadakan yang lain dan membiarkan Aku menyinarinya, maka terdapat lebih banyak dari diri-Ku dari pada dirimu.”