Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

10 November 2008

Bagaimana Berdoa Dengan Penuh Kasih

Kita sendiri mungkin bisa membedakan dan merasakan. Ada orang yang suka mengucapkan doa dengan kata-kata indah dan sangat panjang, namun hal itu justru membuat yang mendengarnya bosan dan capek. Di lain pihak, ada orang yang berdoa dengan kalimat sederhana, tapi terasa memiliki kuasa. Tuhan memang tidak memandang kata-kata, bahkan Ia tidak menganggap penting apakah orang berdoa dengan berseru kepada Tuhan, Tuhan jika tak ada ketaatan di dalam dirinya (Luk 6:46). Beberapa hal berikut juga dapat membuat doa seseorang, atau doa kita lebih memiliki kuasa :

  1. Berdoa kepada Tuhan di dalam nama Yesus dan Roh Kudus.

  2. Menyerahkan sepenuhnya segala beban masalah kepada Tuhan, dan menyerahkan juga diri Anda dalam tangan-Nya.

  3. Rendah hati, inilah alasan beberapa orang berdoa dengan sujud menyembah.

  4. Mengampuni semua musuh Anda dengan menyebut nama.

  5. Memiliki iman dengan tidak ada keraguan.

  6. Percaya dan tahu bahwa doa Anda telah dijawab.

  7. Bersabar. Tuhan akan selalu menggenapi janji dan rencana tepat pada waktu-Nya

  8. Tidak menetapkan batasan yang justru dapat menghalangi jawaban Tuhan yang penuh kuasa mukjizat

  9. Bersyukur dan memuji Tuhan selalu.

  10. Berdoa dalam kelompok, paling tidak 2-3 orang.

  11. Mengajukan permohonan doa Anda untuk menjadi pokok doa persekutuan doa di gereja.

  12. Mendorong anak-anak untuk ikut berdoa.

  13. Berdoa dengan setia, dengan tidak jemu-jemu, tak mudah menyerah.

  14. Bertobat, mengaku dosa dan kesalahan yang telah Anda perbuat.

Sumber : Renungan Harian Spirit

Saya Melihat Surga

clip_image001
Pada tanggal 2 Agustus 2007 Kamis sore, mendadak anak saya panas tinggi, dan sesudah di kasih obat panas Calapol Forte, agak turun, tetapi panasnya naik kembali, sehingga kami harus memberi obat panas tsb setiap 6 jam sekali.

Tanggal 3 Agustus 2007 Jumat pagi, kami membawa anak kami ke dokter umum (karena dokter anak langganan kami sedang cuti), dan diberikan antibiotik (4 kali sehari) dan obat batuk.

Ternyata sampai hari Minggu malam, 5 Agustus 2007, panasnya tetap tinggi, sehingga setiap 6 jam sekali harus minum obat panas.

Pada hari Sabtu, kita mempunyai planning untuk membawa anak kami ke dokter anak langganan kami pada hari Senin pagi tanggal 6 Agustus 2007.

Nah, kejadiannya di Sabtu malam itu, Fiona bermimpi diajak ke surga oleh Tuhan Yesus.  Fiona sempat cerita ke istri saya mengenai mimpinya tersebut dan istri saya menjadi agak takut, di tengah panas yang turun naik setiap 6 jam sekali tersebut, karena apakah itu artinya anak kami akan dipanggil Tuhan. 

Akhirnya sesudah saya pulang dari gereja tanggal 5 Agustus, saya mengajak Fiona bicara mengenai mimpinya tersebut dan ini adalah kisah percakapan kami.

====================================================

Saya : Fio, katanya semalam kamu mimpi ya.

Fio : Iya papi, mimpinya indah sekali.  Fio tidak pernah mimpi yang seindah ini

Saya : Mimpi apa, Fio?

Fio : Kan aku ceritanya lagi pergi keluar, pingin beli apel buat mami, eh di tengah jalan, aku ketemu sama Tuhan Yesus yang lagi naik keledai (dia tidak berkata kuda, tapi keledai, padahal kalau ke puncak, dia suka naik kuda).  Nah, aku diajak Tuhan Yesus duduk di pangkuannya dan kami langsung terbang ke surga.

Saya : Terus di surga ada apa Fio?

Fio : Di surga bagus sekali papi.  Aku di kasih tempat tidur sama Tuhan.  Aku disuruh pilih mau warna apa, karena aku suka warna biru, jadi aku pilih warna biru.  Tapi birunya bagus sekali papi, karena birunya mengkilap.

Saya : Terus ada apa lagi Fio

Fiona : Tuhan Yesus juga punya tempat tidur.  Tempat tidurnya ada tiga.

Saya : Loh kok ada tiga, Fio?

Fiona : Iya papi.  Satu buat Tuhan Yesus, 2 lagi untuk murid yang di kasihiNya, yaitu Petrus dan Yohanes.  Ranjangnya bagus papi.  Semuanya mengkilap.  Juga ada batu-batu permatanya.

Saya : Terus ada apa lagi, Fio

Fiona : Ada kursi Tuhan Yesus.  Bagus sekali.  Warnanya Okker (Orange) dan banyak dihiasi batu-batu permata, warna batunya biru, hijau, kuning, merah muda, dan ungu. (Wahyu 21:11, 18-21)

Juga ada banyak malaikat terbang di sekeliling Tuhan Yesus, sambil terus memuji Tuhan. (Wahyu 5:11-12)

Saya : Tuhan Yesusnya seperti apa, Fio?

Fiona : Tuhan Yesusnya berkumis sedikit, juga berjanggut.  Bajunya putih sekali dan sangat mengkilap.  Wajahnya bersinar terang sekali seperti matahari. (Wahyu 21:23)

Saya : Terus Fiona pakai baju apa?

Fiona : Aku juga pakai baju putih papi,  mengkilap dan bagus sekali (Wahyu 19:8).  Dibandingkan baju pesta mami, baju aku lebih bagus (istri saya punya baju pesta warna putih yang belum lama dibeli)

Saya : Terus ada apa lagi Fio?

Fiona :  Di surga juga ada makanan papi.  Ada ayam goreng.  Aku makan nasi, sama wortel, kentang, jagung, dan sayur sop.  Yang masak Om Yohanes, papi.  Yang nyiapin piring: Om Petrus. (mungkin Fiona Cuma kenal sama Petrus dan Yohanes)

Seumur hidup aku tidak pernah makan makanan yang seenak ini papi (Wah ini mungkin makanan dalam perjamuan kawin Anak Domba - Wahyu 19:9).

Terus Tuhan Yesus juga banyak binatang peliharaan.  Ada kuda, kelinci, domba, kambing, harimau, singa. 

Saya    : Terus, harimaunya galak tidak Fio?

Fiona    : Tidak papi, semuanya tidak galak, tapi jinak-jinak.  (Back to Eden nih)

Saya    : Terus ada apa lagi, Fio?

Fiona    : Di surga juga ada kolam renang papi.  Kalau aku berenang, aku tinggal bilang tenggelam, aku langsung tenggelam.  Kalau aku bilang terapung, langsung terapung. Di surga juga ada mobil papi, bangkunya 4 baris.  Kalau aku bilang klakson, mobilnya langsung klakson.  (wah, semuanya dikendalikan oleh Firman!)

Saya    : Memangnya kenapa mesti klakson Fio, memangnya di surga ada orang yang nyebrang?

Fiona    : Bukan papi.  Kalau udah sampe rumah, aku tinggal bilang, mobil klakson dan dia langsung klakson.  Terus pagar rumahnya terbuka sendiri.  (di surga ada rumah buat kita ya, spt yang di sebutkan dlm buku Heaven is so Real dari Choo Thomas). Terus juga ada sepeda, tempat duduknya 5 baris.  Tapi sepeda Tuhan Yesus ada 6 baris.  (wah sepeda tandem dong). Terus di surga juga ada banyak buku papi. Ada nama orangnya.  Bukunya tebel ada 50 halaman.  Di dalamnya ditulis semua perbuatan kita, baik yang benar maupun yang jahat. (Wahyu 20:12)

Saya    : Terus di surga ada siapa lagi Fio?

Fio    : Ada dede Bryan papi (anak kami yang berumur 5 tahun).  Juga ada papi dan mami.  Cuma papi dan mami sudah tua dan ceritanya sudah meninggal (lega juga mendengar ada kami di surga, itu artinya Fio bukan mau di panggil pulang ke surga sekarang, tapi dia hanya menerima mimpi / penglihatan dari Tuhan).  Terus Fio disuruh Tuhan kembali lagi ke dunia.  Padahal aku sebenarnya lebih suka di surga, papi.

Saya    : Itu artinya Fio harus kembali ke dunia dan memberitakan ke semua orang bahwa Tuhan Yesus baik dan supaya setiap orang boleh percaya sama Tuhan Yesus, supaya bisa diselamatkan dan masuk ke surga.

Fiona    : Iya papi.

Saya    :  Terus ada apa lagi, Fio?

Fiona    : Papi, di surga semua benda mengkilap papi.  Apapun warnanya sangat bagus, karena semuanya mengkilap.  Tapi ada satu benda yang tidak mengkilap papi.

Saya    : Benda apa tuh Fio?

Fiona    : Kayu salib papi.  Warnanya coklat tua dan tidak mengkilap.

Saya    : Kok tidak mengkilap, Fio?

Fiona    : Iya papi, karena kayu salib itu mengandung dosa manusia! (saat itu mataku langsung berair.  Aku sangat terharu dan aku merasakan kasih Tuhan yang begitu besar mengalir dalam hatiku dan aku sangat mengucap syukur buat mimpi yang Tuhan berikan kepada anakku)

Saya    : Terus ada apa lagi, Fio?

Fiona    : Di surga aku minta maaf sama Tuhan Yesus, papi

Saya    : Emangnya kenapa, Fio?

Fiona    : Iya, kan dulu aku pernah bilang Tuhan Yesus jahat (memang saya ingat Fiona pernah bilang Tuhan jahat, waktu dia sakit batuk pilek, lama sekali tidak sembuh-sembuh, walaupun kita sudah tiap hari berdoa).  Tapi papi, waktu Fio di surga aku tahu dan aku bisa rasakan bahwa Tuhan Yesus baiiiiiik sekali sama aku.

Saya    : Iya Fio, memang Tuhan Yesus sangat baik buat kita.

Demikianlah akhir dari cerita mimpi anak kami tersebut.

=====================================================

clip_image002

Isteri saya, Li Yun, dan anak-anak, Fiona dan Bryan

Pada hari Minggu pagi, sebenarnya istriku ingin membangunkan Fiona untuk minum obat. Tapi waktu dibangunkan ternyata Fiona tidak mau bangun dan terlihat dia tidur sangat tenang dan pulas sekali.  Akhirnya istriku mengurungkan niatnya membangunkan Fiona. Padahal biasanya istriku sangat disiplin dalam memberikan obat, khususnya antibiotik, pasti selalu diberikan sesuai jamnya. Puji Tuhan, akhirnya tidak dibangunkan sehingga tidak mengganggu mimpi Fiona.

Sebelum Fiona cerita tentang mimpi tersebut, dia bilang sama saya bahwa waktu dia berdoa minta sembuh, Tuhan Yesus jawab bahwa Tuhan akan sembuhkan dia pada hari Senin atau Selasa.

Karena kita sudah appointment dengan dokter, akhirnya Senin pagi istri saya membawa Fiona ke dokter anak langganan kami untuk diperiksa. Waktu saya sampai di kantor, saya baru keingat soal jawaban Tuhan Yesus bahwa Fiona mau disembuhkan hari Senin/Selasa, dan saya call istri saya seharusnya kita tidak usah membawa Fio ke dokter dulu. Tapi karena istri saya sudah ada di rumah sakit, akhirnya istri saya tetap menemui dokter.

Menurut dokter, obat yang diberikan oleh dokter umum tersebut sudah bagus dan harusnya panasnya sudah turun, apalagi tenggorokannya tidak terlalu merah. Tapi kenapa sudah 4 hari, panasnya tidak mau turun.  Akhirnya dokter menyuruh Fio di cek darahnya.

Sesudah melihat hasil darahnya, dokter berkata bahwa Fiona tidak terkena demam berdarah, hanya virus. Dan dia berkata, kalau hasilnya seperti ini kan sudah tenang. Dokter cuma menganjurkan Fio untuk tetap meminum antibiotik yang diberikan dokter umum, tapi dikurangi dari 4 kali sehari, menjadi 3 kali sehari. Dokter juga memberi obat batuk pilek karena Fiona ada batuk pilek sedikit.

Ternyata hari Senin tersebut, Fiona hanya minum obat panas sesudah 12 jam.  Dan pada hari Selasa, panasnya sembuh total, juga batuk pilek nya.  Puji Tuhan!  Haleluya!

Saya percaya bahwa bukan dokter dan obat yang menyembuhkan Fio, tapi karena memang Tuhan Yesus yang sudah menjanjikan kesembuhan sendiri kepada Fiona.

Semoga kesaksian ini boleh menjadi berkat buat kita semua. Berjaga-jagalah sebab kita tidak tahu kapan Tuhan akan memanggil kita dan kapan Tuhan Yesus akan datang kembali. Segala Puji, Hormat, dan Kemuliaan, hanya bagi Tuhan Yesus, sebab hanya Dia yang layak menerima segalanya.

Tuhan Yesus memberkati bpk/ibu/sdr/sdri semua berlimpah-limpah. Amin

Dalam KasihNya,

Gustav

Lalu Ia berkata kepadaku : "Perkataan-perkataan ini tepat dan benar, dan Tuhan, Allah yang memberi roh kepada para nabi, telah mengutus malaikatNya untuk menunjukkan kepada hamba-hambaNya apa yang harus segera terjadi." (Wahyu 22:6)

"Sesungguhnya Aku datang segera.  Berbahagialah orang yang menuruti perkataan-perkataan nubuat kitab ini!" (Wahyu 22:7)

Lalu ia berkata kepadaku: "Jangan memeteraikan perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini, sebab waktunya sudah dekat (Wahyu 22:10)

Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upahKu untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya (Wahyu 22:13)

Ia, yang memberi keaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus! (Wahyu 22:20)

Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin. (Wahyu 22:21)

09 November 2008

Bejana

Yoshua adalah seorang penasehat raja yang sangat bijaksana. Namun wajahnya sangat buruk. Suatu hari, anak perempuan raja, yang sangat iri karena Yoshua mendapat lebih banyak perhatian dari ayahnya daripada dia, mencoba menghina dia. Maka dengan mengejek, gadis itu bertanya kepadanya, "Jika engkau memang bijaksana, tolong beritahu saya mengapa Allah memilih menyimpan begitu banyak kebijaksanaan di dalam bejana yang sedemikian sederhana." Yoshua kemudian bertanya kepadanya, "Apakah ayahmu mempunyai anggur?"

"Saya kira setiap orang di dunia tahu bahwa ayah saya memiliki banyak anggur terbaik. Betapa bodohnya pertanyaan itu?"

"Tapi di mana dia menyimpan anggurnya?" tanya Yoshua.

"Lho? Tentu saja di bejana tanah liat," jawab gadis itu dengan cepat.

"Tanah liat!" Yoshua tertawa terbahak-bahak sampai gadis itu berteriak kepadanya dengan marah.

"Maaf, " kata Yoshua, "tapi saya terkejut bahwa orang seagung ayahmu menggunakan bahan yang sederhana itu. Petani pun menyimpan anggurnya di bejana tanah liat. Saya harap anggur istana disimpan di dalam sesuatu yang lebih istimewa, seperti bejana perak atau emas." Dia membungkuk dan meninggalkan perempuan muda itu.

Dengan cepat, putri raja itu pergi ke tempat penyimpanan anggur dan memberi tahu pelayan agar memindahkan anggur itu ke dalam bejana emas atau perak. Tak lama sesudah itu, raja menjamu banyak orang dan memberikan anggur terbaiknya. Para tamu itu menghirup anggur dan wajah mereka berkerut. Anggur itu telah terasa asam. Raja menjadi sangat marah dan memanggil pelayannya untuk meminta penjelasan, yang segera didapatnya. Putri raja segera mendapat teguran keras.

Setelah perjamuan itu, putri raja pergi ke kamar Yoshua dan berteriak, "Mengapa engkau menipu saya sehingga saya memindahkan anggur dari bejana tanah liat ke dalam bejana perak dan emas."

"Saya sungguh menyesal nak," kata Yoshua, "tapi mungkin engkau mulai bisa mengerti sekarang mengapa Allah lebih suka meletakkan kebijaksanaannya di dalam tempat2 yang sederhana. Kebijaksanaan itu seperti anggur, disimpan di dalam bejana sederhana."

08 November 2008

Makan Siang Bersama Tuhan

Ada seorang anak yang rindu bertemu dengan Tuhannya. Ia menyadari bahwa perjalanan panjang diperlukan ke rumah Tuhan, karena itu dikemaslah tasnya dengan kue Twinkies dan satu pack root beer berisi 6 kaleng lalu memulaikan perjalanannya. Ketika telah melampaui beberapa blok dari rumahnya, ia bertemu dengan seorang tua. Ia sedang duduk di taman dekat air memperhatikan burung burung.

Sang anak duduk dekat dengannya lalu membuka tas. Ketika ia mengambil root beer (bir tidak beralkohol) untuk melepaskan dahaganya ia perhatikan bahwa orang tua itu kelihatan lapar sedang memandang padanya. Dengan segera ia menawarkan kue Twinkie kepada orang tua itu.

Dengan gembira ia menerima dan memberikan senyum padanya. Senyum itu luar biasa menarik sehingga anak ini senang untuk menikmatinya lagi. Itu sebabnya anak ini menawarkan lagi kepada orang tua itu sekaleng root beer. Sekali lagi, ia tersenyum kepadanya. Anak ini sangat gembira! Sepanjang petang mereka duduk disana, makan dan tersenyum, tanpa mengeluarkan sepatah kata.

Ketika malam turun, anak ini merasa lelah, ia berdiri untuk meninggalkan tempat itu, namun sebelum ia melangkahkan kakinya, ia berbalik dan lari keorang tua itu dan memberikan sebuah pelukan. Orang tua itu memberikan senyumnya yang lebar. Ketika anak ini membuka pintu rumahnya beberapa waktu kemudian, ibunya terkejut melihat kegembiraan memancar diwajah anaknya. Ia bertanya, Apa yang terjadi hari ini sehingga membuat kamu begitu senang?

Sang anak menjawab, "Saya berkesempatan makan siang bersama Tuhan". Dan sebelum ibu memberikan responsnya, anak ini menambahkan, "Ibu, Ibu tahu senyumnya, itulah senyum paling indah yang pernah saya lihat".

Sementara itu, si orang tua, juga penuh dengan kegembiraan, pulang kerumahnya. Anaknya terpesona melihat kedamaian memancar diwajahnya dan bertanya: "Ayah, apa yang terjadi hari ini membuat kamu sangat bergembira?

Ia menjawab: "Saya makan Kue Twinkies di taman bersama Tuhan". Dan sebelum anaknya merespon, ia menambahkan: "Kamu tahu, Dia lebih muda dari yang saya duga"

Renungan :
Terlalu sering kita menganggap remeh kuasa dalam senyum, jamahan, kata kata yang baik, telinga yang mendengar, pemberian yang tulus atau perhatian perhatian kecil. Semua itu berpotensi membuat kehidupan seseorang menjadi istimewa atau bahkan merubah kehidupan seseorang.

Sikat Gigi

Nats : Dekat jalan Ia melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi Ia tidak mene-mukan apa-apa pada pohon itu selain daun-daun saja (Matius 21:19)

Bacaan : Matius 21:18-22

Seorang teman bercerita bahwa selama ini ia rajin menyikat gigi. Sejak kecil ibunya telah membiasakan dirinya untuk menyikat gigi paling sedikit dua kali sehari. Namun suatu hari, tiba-tiba giginya terasa ngilu dan berdarah. Ia pun pergi ke dokter dan dari pemeriksaan ia baru tahu bahwa selama ini caranya menyikat gigi salah. Sekilas dari luar giginya memang sehat, tetapi di dalam ternyata ada beberapa bagian yang keropos. Itu berarti, rajin saja tidak cukup, tetapi perlu diiringi dengan cara-cara yang benar.

Begitu juga dalam kehidupan rohani kita. Selama ini kita mungkin rajin beribadah di gereja, rajin berdoa, rajin berpuasa, dan sebagainya. Namun, kita tetap merasa "kosong", tidak merasakan sukacita dan damai sejahtera di dalam hati. Orang-orang lain yang melihat hidup kita dari luar mungkin mengenal kita sebagai "orang baik". Sayangnya, kita sendiri malah merasakan yang sebaliknya. Jika ini yang terjadi, berarti ada sesuatu yang salah dalam cara kita menjalani kehidupan rohani. Mungkin motivasi kita selama ini sudah keliru, atau pemahaman dan cara-cara kita melaksanakannya yang salah.

Itulah yang terjadi pada orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat. Mereka rajin melaksanakan kewajiban keagamaan, bahkan aturan demi aturan mereka jalankan dengan sangat ketat, sehingga dari luar mereka tampak sebagai orang-orang saleh. Namun, di mata Tuhan Yesus ternyata kondisi mereka sebenarnya tidak demikian. Mereka tidak lebih seperti pohon ara yang berdaun lebat, tetapi tidak berbuah. Kerajinan mereka tidak ada artinya. Bagaimana dengan kita? -AYA

KERAJINAN DALAM BERIBADAH TANPA DIIRINGI KETULUSAN
DAN KERENDAHAN HATI ADALAH NOL BESAR

Yayasan Gloria

Humor : Takut Gelap

Seorang anak kecil takut di dalam gelap. Pada suatu malam, ibunya memerintahkan dia untuk mengambil sebuah sapu di teras belakang yang gelap.

Ia memprotes dan mengatakan, “Mam, aku tidak mau ke sana.”

Ibunya tersenyum dan meyakinkan anak kecilnya dengan berkata, “Kamu tak perlu takut dalam kegelapan. Yesus berada di sana. Ia akan menjaga dan melindungimu.”

Anak kecil itu menatap ibunya dengan sungguh-sungguh dan berkata, “Apakah ibu yakin, Yesus ada di luar sana?”

“Ya, aku yakin. Dia berada di mana-mana dan dia selalu bersedia untuk menolongmu kapanpun kamu memerlukannya,” jawab ibunya.

Anak kecil itu berpikir sejenak dan kemudian membuka sedikit pintu belakang itu. Seraya mengintip dalam kegelapan ia berseru, “Yesus, Bila Engkau ada di sana, tolong ambilkan sapu itu untukku!”

Arsip Weekend Scripture - Kolose 3:15

Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah. - Kolose 3:15

07 November 2008

Apakah Kau Yesus?

Beberapa tahun yang lalu, sekelompok salesmen menghadiri pertemuan sales di Chicago. Mereka telah meyakinkan istri-istri mereka bahwa mereka akan mempunyai cukup waktu untuk makan malam bersama di rumah pada hari Jumat.

Namun, manager sales menghabiskan lebih banyak waktu daripada yang telah diperkirakan dan pertemuan berakhir lebih lambat daripada yang telah dijadwalkan. Akibatnya, dengan tiket pesawat dan tas mereka ditangan, mereka berlari menerobos pintu airport, tergesa-gesa, mengejar penerbangan mereka pulang. Ketika mereka sedang berlari-lari, salah satu dari para salesman ini tidak sengaja menendang sebuah meja yang digunakan untuk menjual apel. Dan apel-apel itu beterbangan.

Tanpa berhenti atau menoleh ke belakang, mereka semua akhirnya berhasil masuk ke dalam pesawat dalam detik-dekik terakhir pesawat itu tinggal landas. Semua, kecuali satu. Dia berhenti, menghela napas panjang, bergumul dengan perasaannya lalu tiba-tiba rasa kasihan menyelimuti dirinya untuk gadis yang menjual apel. Ia berkata kepada rekan-rekannya untuk pergi tanpa dirinya, melambaikan tangan, meminta salah satu temannya untuk menelpon istrinya ketika mereka sampai di tempat tujuan untuk memberitahukan bahwa ia akan mengambil penerbangan yang berikutnya. Kemudian, ia kembali ke pintu terminal yang berceceran dengan banyak sekali buah apel di lantai.

Salesman ini merasa lega ketika ia tiba disana. Gadis yang berumur 16 tahun ini buta! Gadis tersebut sedang menangis sesegukan, air matanya mengalir turun di pipinya, dan gadis itu sedang berusaha untuk meraih buah-buah apel yang bertebaran di antara kerumunan orang-orang yang bersliweran di sekitarnya, tanpa seorang pun berhenti, atau pun cukup peduli untuk membantunya.

Salesman itu berlutut di lantai di sampingnya, mengumpulkan apel-apel tersebut, menaruhnya kembali ke dalam keranjang dan membantu memajangnya di meja seperti semula. Seketika itu, ia menyadari bahwa banyak dari apel-apel itu rusak, dan ia mengesampingkan apel yang rusak ke dalam keranjang yang lain. Setelah selesai, pria ini mengeluarkan uang dari dompetnya dan berkata kepada si gadis penjual, "Ini, ambillah $20 untuk semua kerusakan ini. Apakah kau tidak apa-apa?"

Gadis itu mengangguk, masih berlinang air mata. Pria itu melanjutkan dengan, "Saya harap kita tidak merusak harimu begitu parah." Ketika pria ini mulai beranjak pergi, gadis penjual yang buta ini memanggilnya, "Tuan..." Pria ini berhenti, dan menoleh ke belakang untuk menatap kedua matanya yang buta. Gadis ini melanjutkan, "Apakah engkau Yesus?"

Ia terpana. Kemudian, dengan langkah yang lambat ia berjalan masuk untuk mengejar penerbangan berikutnya. Dan pertanyaan itu terus menerus berbicara di dalam hatinya, "Apakah kau Yesus?"

Apakah orang-orang mengira engkau Yesus? Bukankah itu tujuan hidup kita? Untuk menjadi serupa dengan Yesus sehingga orang-orang tidak dapat melihat perbedaannya ketika kita hidup dan berinteraksi di dalam dunia yang buta dan tidak mampu melihat kasih, anugrah dan kehidupanNya. Jika kita mengakui bahwa kita mengenal Dia, kita harus hidup, berjalan, dan bertindak seperti Yesus. Mengenal Yesus adalah lebih dalam daripada hanya sekedar mengutip kata-kata dari Alkitab dan pergi beribadah di gereja.

Mengenal Yesus adalah menghidupi FirmanNya hari demi hari. Anda adalah seperti buah apel tersebut di mata Allah meskipun kita rusak dan menjadi cacat ketika kita terjatuh. Allah berhenti mengerjakan apa yang sedang Ia kerjakan, mengangkat Anda dan saya ke suatu bukit yang bernama Kalvari dan membayar penuh semua kerusakan kita. Mari mulai jalani hidup sesuai dengan harga yang telah dibayarkanNya.

Berita Besar

Nats : Seperti ada tertulis: "Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!" (Roma 10:15)

Bacaan : Roma 10:9-15

Suatu hari Billy Graham sedang berada di dalam lift bersama sahabat karibnya, Graeme Keith. Kemudian seseorang masuk dan segera mengenali Billy Graham. "Maaf, Anda Billy Graham, bukan?" tanyanya. "Ya," jawab Billy. Orang itu menunjukkan wajah kagum lalu berkata, "Wah, Anda benar-benar orang besar!" Segera saja Billy Graham menjawab, "Bukan! Saya bukan orang besar. Saya hanya punya sebuah berita besar!"

Billy Graham benar. Setiap orang percaya punya berita besar untuk dibagikan. Isi berita itu singkat: Yesus adalah Tuhan. Siapa yang percaya, akan diselamatkan. Berita ini bisa berdampak luar biasa bagi si penerima berita. Ini menyangkut keselamatan kekalnya. Betapa sayang jika ada orang yang binasa hanya karena tak seorang pun pernah menyampaikan berita itu kepadanya.

Paulus hidup pada zaman ketika media massa belum ada. Satu-satunya cara untuk menyampaikan berita penting adalah lewat seorang "pembawa berita". Perannya sangat vital. Lidahnya "menyimpan" informasi berharga. Jika ia hanya diam, masyarakat bisa dirugikan karena kehilangan informasi penting. Tak heran, kedatangan seorang pembawa berita sangat dinantikan.

Kini zaman sudah sangat maju. Orang bisa mendengar berita Injil lewat berbagai media massa. Namun, pendekatan pribadi tetap perlu dilakukan untuk meyakinkan orang pada berita besar tersebut. Berita itu harus disampaikan dengan disertai sentuhan kasih Allah. Media massa tidak dapat melakukannya. Namun Anda bisa. Itu sebabnya Allah ingin memakai Anda menjadi pembawa berita-Nya -JTI

ALLAH MENGINGINKAN ANDA MENJADI PEMBAWA BERITA
KARENA CAHAYA KASIH-NYA TERCERMIN DI WAJAH ANDA

Yayasan Gloria

Humor : Syukur

Seorang ibu rumah tangga mengundang beberapa orang untuk makan malam bersama. Ia meminta kepada puterinya yang baru berumur enam tahun untuk memohon berkat sebelum makan malam dimulai.

“Aku tidak tahu apa yang aku harus katakan, mam!”

Ibunya menjawab, “Katakanlah seperti kamu mendengar aku berkata”

Puterinya menundukkan kepala dan berdoa, “Tuhan, mengapa aku koq mau mengundang orang-orang itu untuk makan malam bersama?”

06 November 2008

Humor : Waktu Minum Kopi

Seorang laki-laki meninggal dunia dan kemudian sampai di neraka.

Iblis bertemu dengan orang itu di pintu masuk neraka dan mengatakan, “OK, Anda meninggal dan telah datang di neraka. Anda akan menghabiskan waktumu untuk selamanya di sini, namun Anda boleh memilih satu di antara tiga pintu masuk. Begitu Anda sudah memilih pintu masukmu, Anda tak boleh menggantinya. Nah, mari kita mulai”

Si Iblis membuka pintu kesatu. Orang itu memandang ke dalam dan melihat beberapa pasang suami isteri berdiri dengan kepalanya ke bawah di atas sebuah lantai beton. Orang itu berkata, “Tidak, mari kita meneruskan perjalanan kita.”

Iblis membuka pintu kedua. Orang itu melihat lebih banyak orang lagi yang berdiri dengan kepalanya di bawah, di atas lantai kayu. “Tidak mau. Kita teruskan.”

Si Iblis membuka pintu ke tiga. Orang itu melihat lebih banyak orang sedang berdiri setinggi lutut di kubangan yang penuh dengan kotoran sapi sambil minum kopi. Orang itu berkata, “Bagus. Aku memilih ini” Iblis menjawab, “OK, aku akan mengambil kopi untukmu.”

Orang itu berpikir, ini tidak terlalu jelek seraya menikmati kopi hangatnya.

Sepuluh menit kemudian, suatu suara terdengar dari pengeras suara yang mengatakan, “Waktu minum kopi sudah usai. Kini kembali berdiri dengan kepala di bawah dalam kubangan ini.”