Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

06 November 2008

Humor : Waktu Minum Kopi

Seorang laki-laki meninggal dunia dan kemudian sampai di neraka.

Iblis bertemu dengan orang itu di pintu masuk neraka dan mengatakan, “OK, Anda meninggal dan telah datang di neraka. Anda akan menghabiskan waktumu untuk selamanya di sini, namun Anda boleh memilih satu di antara tiga pintu masuk. Begitu Anda sudah memilih pintu masukmu, Anda tak boleh menggantinya. Nah, mari kita mulai”

Si Iblis membuka pintu kesatu. Orang itu memandang ke dalam dan melihat beberapa pasang suami isteri berdiri dengan kepalanya ke bawah di atas sebuah lantai beton. Orang itu berkata, “Tidak, mari kita meneruskan perjalanan kita.”

Iblis membuka pintu kedua. Orang itu melihat lebih banyak orang lagi yang berdiri dengan kepalanya di bawah, di atas lantai kayu. “Tidak mau. Kita teruskan.”

Si Iblis membuka pintu ke tiga. Orang itu melihat lebih banyak orang sedang berdiri setinggi lutut di kubangan yang penuh dengan kotoran sapi sambil minum kopi. Orang itu berkata, “Bagus. Aku memilih ini” Iblis menjawab, “OK, aku akan mengambil kopi untukmu.”

Orang itu berpikir, ini tidak terlalu jelek seraya menikmati kopi hangatnya.

Sepuluh menit kemudian, suatu suara terdengar dari pengeras suara yang mengatakan, “Waktu minum kopi sudah usai. Kini kembali berdiri dengan kepala di bawah dalam kubangan ini.”

Takut Salah

Nats : Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia adalah suci (1Yohanes 3:3)

Bacaan : 1Yohanes 2:28-3:10

"Ada adegan di mana aku takut salah. Aku takut ngabisin can (gulungan film-red) apalagi kita pakai tiga kamera. Jadi, aku akting sambil mikirin harga can." Begitu salah satu kesan Artika Sari Devi tentang pengalamannya berperan sebagai Siti dalam film Garin Nugroho, Opera Jawa. Kesadaran bahwa aktingnya tengah direkam, dan film perekamnya berharga mahal, mendorong Tika untuk tampil secara berhati-hati. Takut salah.

Seluruh hidup kita sebenarnya juga tengah "direkam". Seperti pemain film yang akan mempertanggungjawabkan kinerjanya pada sutradara, produser, dan penonton, kelak kita juga harus mempertanggungjawabkan seluruh hidup kita di hadapan Sang Pencipta. "Film" yang dipakai untuk merekam hidup kita juga sangat mahal karena kita ditebus "bukan dengan barang yang fana ... melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus" (1Petrus 1:18,19).

Di hadapan takhta pengadilan Allah, kita harus mempertanggungjawabkan seluruh aspek kehidupan kita: sikap, motivasi, pikiran, ucapan, dan tindakan. Kita harus mempertanggungjawabkan baik perkara-perkara yang kelihatan maupun perkara-perkara yang tersembunyi. Semuanya akan dihakimi menurut tolok ukur kebenaran dan keadilan-Nya.

Seberapa jauh kesadaran ini berpengaruh pada cara kita menjalani hidup ini? Apakah kita tampil secara sembrono dan meremehkan darah penebusan Kristus? Ataukah kita menjalaninya dengan luapan rasa syukur karena telah ditebus dan diizinkan untuk turut mengambil bagian dalam drama kehidupan yang mulia ini?

Kamera siap? Action! -ARS

HIDUP BERTANGGUNG JAWAB ADALAH UNGKAPAN SYUKUR
DAN PERNGHORMATAN ATAS ANUGERAH serta KEMURAHAN ALLAH

Yayasan Gloria

Si Buruk

Setiap orang di kompleks apartemen di mana aku tinggal, mengenal si Buruk. Si Buruk adalah kucing jantan dan menjadi “milik” apartemen itu. Si Buruk amat suka akan tiga hal dalam dunia, berkelahi, makan dari tong sampah dan seks.

Kombinasi dari tiga hal itu ditambah kehidupan di luar apartemen telah meninggalkan akibat di tubuh si Buruk itu. Pertama, ia hanya memiliki satu biji mata saja. Dan di matanya yang lain, terdapat sebuah lubang. Iapun kehilangan satu daun telinga di sisi yang sama. Kaki kirinya pernah patah tulang kemudian menjadi sembuh kembali membentuk sudut yang aneh, sehingga kalau ia berjalan, kelihatannya selalu mau jalan berbelok. Setiap kali orang bertemu dengannya, mereka memberi komentar yang hampir sama, ”Aduh, betapa buruknya kucing itu!”

Semua anak di kompleks itu telah diperingatkan untuk tidak menyentuh si Buruk. Anak-anak yang lebih dewasa sering melempar batu-batu kepadanya, menyemprotnya dengan slang air sehingga ia basah-kuyup bila ia ingin memasuki rumah mereka, atau menjepit kakinya di pintu bila ia tidak mau keluar. Si Buruk selalu bereaksi sama.

Bila ia disemprot air, ia tetap berdiri dengan basah-kuyup sampai mereka merasa lelah dan berhenti sendiri. Bila mereka melemparinya dengan sesuatu, ia lalu melingkarkan badannya di kaki mereka seakan-akan meminta ampun.

Bilamana ia mengamati anak-anak bermain, ia akan datang berlari, sambil mengeong dan menyodorkan kepalanya ke dalam tangan-tangan anak-anak itu, seolah-olah memohon kasih-sayang. Dan bila ada yang menggendongnya, ia dengan segera mulai mengusap-usap baju, anting-anting dan lain-lain yang ia dapat temukan.

Pada suatu hari, ia bermain-main dengan anjing-anjing tetangga. Mereka kelihatannya tidak begitu suka dengan kucing jelek itu. Mereka bersama menganiaya dan melukai si Buruk dengan sangat parah. Aku berusaha untuk menolongnya. Ketika aku sudah mendekatinya ia tergeletak, kelihatannya ia sudah hampir mati.

Aku mengangkatnya dan berusaha membawanya pulang rumah. Aku bisa mendengar ia sedang mendesah dan terengah-engah di dalam pergumulannya dengan kematian. Dapat diduga bahwa ia sedang sangat menderita di dalam kesakitannya. Kemudian aku merasakan suatu sentakan yang tak asing bagiku, suatu usapan yang nyaman di telingaku. Si Buruk, di dalam pergumulannya dengan kematian, masih berusaha untuk mengusap-usap telingaku. Aku mendekatkan tubuhnya dengan diriku dan dia menyodorkan kepalanya ke dalam tanganku serta kemudian memandang aku dengan mata-satu-satunya yang ia miliki.. Aku dengan jelas mendengar suara dari dengkurannya.

Bahkan dalam penderitaan sakit yang hebat, kucing jelek yang penuh dengan luka itu masih memohon sedikit belas kasihan dan kasih sayang. Pada saat itu, aku kira si Buruk merupakan makhluk yang paling indah yang aku pernah temui. Tidak pernah ia berusaha untuk menggigitku, mencakar atau berlari meninggalkan aku atau memberontak. Si Buruk hanya memandangiku dengan penuh kepercayaan bahwa aku akan mampu meringkankan penderitaannya.

Si Buruk telah mati dalam pelukanku sebelum aku dapat masuk ke dalam rumah. Aku duduk di sana sambil menggendong tubuhnya dalam waktu yang lama. Aku berpikir, bagaimana seekor kucing yang cacat, dipenuhi oleh ketakutan, dapat mengubah sedemikian rupa pandangan hidupku tentang apa artinya untuk memiliki jiwa yang demikian murninya, untuk mengasihi dengan segala ketulusan dan kesungguhan.

Si Buruk telah mengajarku tentang kasih sayang lebih banyak lagi dari pada kemampuan ribuan buku, kuliah, pidato-pidato yang berapi-api, dan untuk ini aku merasa sangat berterima kasih. Aku sadar bahwa waktunya sudah tiba untuk melanjutkan perjalananku dan belajar untuk mengasihi dengan tulus dan murni terhadap mereka yang membutuhkan kepedulian.

Banyak orang menghendaki untuk menjadi lebih kaya, lebih berhasil, lebih disukai oleh orang lain dan lebih manis serta cantik- kecuali aku! Karena aku akan selalu berusaha untuk menjadi sebagaimana si Buruk!

God's Little Acre

Menikmati Kebosanan

Ini sebuah cerita ringan tentang kebosanan.

Seorang tua yang bijak ditanya oleh tamunya.

Tamu : “Sebenarnya apa itu perasaan ‘bosan’, pak tua?”

Pak Tua : “Bosan adalah keadaan dimana pikiran menginginkan perubahan, mendambakan sesuatu yang baru, dan menginginkan berhentinya rutinitas hidup dan keadaan yang monoton dari waktu ke waktu.”

Tamu : “Kenapa kita merasa bosan?”

Pak Tua : “Karena kita tidak pernah merasa puas dengan apa yang kita miliki.”

Tamu : “Bagaimana menghilangkan kebosanan?”

Pak Tua : “Hanya ada satu cara, nikmatilah kebosanan itu, maka kita pun akan terbebas darinya.”

Tamu : “Bagaimana mungkin bisa menikmati kebosanan?”

Pak Tua: “Bertanyalah pada dirimu sendiri: mengapa kamu tidak pernah bosan makan nasi yang sama rasanya setiap hari?”

Tamu : “Karena kita makan nasi dengan lauk dan sayur yang berbeda, Pak Tua.”

Pak Tua : “Benar sekali, anakku, tambahkan sesuatu yang baru dalam rutinitasmu maka kebosanan pun akan hilang.”

Tamu: “Bagaimana menambahkan hal baru dalam rutinitas?”

Pak Tua : “Ubahlah caramu melakukan rutinitas itu. Kalau biasanya menulis sambil duduk, cobalah menulis sambil jongkok atau berbaring. Kalau biasanya membaca di kursi, cobalah membaca sambil berjalan-jalan atau meloncat-loncat. Kalau biasanya menelpon dengan tangan kanan, cobalah dengan tangan kiri atau dengan kaki kalau bisa. Dan seterusnya.”

Lalu Tamu itu pun pergi.

Beberapa hari kemudian Tamu itu mengunjungi Pak Tua lagi.

Tamu : “Pak tua, saya sudah melakukan apa yang Anda sarankan, kenapa saya masih merasa bosan juga?”

Pak Tua : “Coba lakukan sesuatu yang bersifat kekanak-kanakan.”

Tamu : “Contohnya?”

Pak Tua : “Mainkan permainan yang paling kamu senangi di waktu kecil dulu.”

Lalu Tamu itu pun pergi.

Beberapa minggu kemudian, Tamu itu datang lagi ke rumah Pak Tua.

Tamu : “Pak tua, saya melakukan apa yang Anda sarankan. Di setiap waktu senggang saya bermain sepuas-puasnya semua permainan anak-anak yang saya senangi dulu. Dan keajaiban pun terjadi. Sampai sekarang saya tidak pernah merasa bosan lagi, meskipun di saat saya melakukan hal-hal yang dulu pernah saya anggap membosankan. Kenapa bisa demikian, Pak Tua?”

Sambil tersenyum Pak Tua berkata: “Karena segala sesuatu sebenarnya berasal dari pikiranmu sendiri, anakku. Kebosanan itu pun berasal dari pikiranmu yang berpikir tentang kebosanan. Saya menyuruhmu bermain seperti anak kecil agar pikiranmu menjadi ceria. Sekarang kamu tidak merasa bosan lagi karena pikiranmu tentang keceriaan berhasil mengalahkan pikiranmu tentang kebosanan. Segala sesuatu berasal dari pikiran. Berpikir bosan menyebabkan kau bosan. Berpikir ceria menjadikan kamu ceria.”

05 November 2008

Tanpa Judul

Setelah menyanyi beberapa puji-pujian, gembala sidang berdiri dan berjalan ke mimbar. Sebelum ia mulai dengan khotbahnya, dengan singkat ia memperkenalkan seorang tamu pembicara yang hadir dalam ibadah malam itu. Dalam perkenalannya, pendeta bercerita kepada jemaatnya bahwa tamu itu merupakan salah seorang teman akrabnya sejak ia masih kanak-kanak. Ia memohon agar temannya memberi sedikit sambutan serta berbagi rasa akan pengalamannya yang ia rasakan bisa menjadi berkat untuk jemaatnya.

Kemudian, seorang yang sudah tua maju ke mimbar dan mulai berbicara. “Seorang ayah dan puteranya serta seorang teman dari anaknya sedang berlayar di samudra Pasifik, ketika mereka diterpa oleh sebuah badai besar sehingga mereka tidak dapat kembali ke arah pantai. Ombak yang ditimbulkan badai itu menjadi begitu tinggi, sehingga ayahnya, yang adalah seorang pelaut yang berpengalaman, tidak dapat menguasai kapalnya sehingga akhirnya kapalnya terbalik dan ketiga orang itu terlempar ke dalam samudra.”

Orang tua itu sejenak ragu-ragu seraya perhatiannya tertuju kepada dua orang pemuda yang sejak semula kelihatannya tertarik terhadap jalannya cerita itu. Kemudian orang tua itu melanjutkan ceritanya.

“Dengan meraih sebuah tambang penyelamat jiwa, ayah itu harus mengambil suatu keputusan yang amat dahsyat yang ia pernah alami selama hidupnya: kepada anak yang mana ia akan melemparkan ujung tambang penyelamat itu. Ia hanya punya beberapa detik waktu untuk mengambil keputusannya. Ia tahu bahwa puteranya adalah orang yang sudah percaya dan ia pun tahu bahwa teman anaknya masih belum percaya. Penderitaan batin yang amat mendalam akan keputusannya itu tidak dapat dibandingkan dengan keganasan dari ombak badai itu. Seraya ia menjerit, “Aku mengasihimu anakku”, ia melemparkan tambang penyelamat itu ke arah teman anaknya. Ketika ia menarik tambang kembali dari teman anaknya ke kapalnya yang sedang karam itu, anaknya sendiri sementara sudah hilang ditelan oleh gelombang-gelombang yang sedang mengamuk dalam kegelapan malam hari. Tubuhnya tidak pernah ditemukan lagi.”

Pada saat itu, kedua pemuda yang duduk dengan tegak di bangku itu sangat ingin mengetahui kelanjutan dari cerita itu. “Ayahnya,” orang tua itu meneruskan, “tahu bahwa anaknya masuk ke dalam keabadian dengan Yesus dan ia tidak dapat menanggung beban untuk membayangkan teman anaknya bila seandainya ia harus memasuki keabadian tanpa Yesus. Karena itulah ia rela mengorbankan anaknya sendiri untuk dapat menyelamatkan teman anaknya. Betapa besar kasih Tuhan bahwa Ia dapat melakukan yang sama untuk kita. Bapa kita sorgawi telah mengorbankan Anak-Nya yang tunggal agar kita dapat diselamatkan. Maka aku sangat menghimbau, kiranya Anda pun menerima kesediaan-Nya yang menyelamatkan Anda dengan memegang erat-erat Tambang Penyelamat”

Sesudah mengatakan kalimat terakhir itu, orang tua itu kembali duduk sementara terdapat keheningan di antara jemaat. Gembala sidang kemudian menaiki mimbar dan menyampaikan khotbah singkatnya seraya mengundang jemaat untuk menerima tawaran keselamatan. Namun, tidak seorangpun memberikan responnya.

Beberapa menit setelah usai kebaktian, kedua pemuda itu berada di sisi orang tua tersebut. “Kisahnya bagus sekali, pak”, kata salah seorang pemuda itu, “namun aku khawatir bahwa sungguh tidak realistis bagi ayah itu untuk mengorbankan anaknya dengan pengharapan bahwa temannya akan menjadi seorang percaya.”

“Ah, pemikiran Anda memang masuk akal”, jawab orang tua itu, sambil matanya ditujukan kepada Alkitabnya yang sudah tua itu. Kepedihan mulai mengambil alih senyum wajahnya ketika ia memandang kedua pemuda itu seraya berkata, “Memang benar, hal itu tidak terlalu realistis, bukan? Namun aku pada hari ini berada di sini untuk mengatakan kepadamu, aku bisa lebih mengerti daripada kebanyakan orang lain, betapa dahsyat kepedihan Bapa sorgawi yang dialami dan dirasakan ketika Ia mengorbankan AnakNya yang tunggal. Sebab, akulah orang yang kehilangan anakku di tengah samudera pada hari kejadian itu dan teman anakku yang kuselamatkan adalah pendetamu sekarang ini.”

Ibu

Pada suatu sore yang cerah, seorang anak menghampiri ibunya di dapur yang sedang menyiapkan makan malam ,dan ia menyerahkan selembar kertas yang selesai dia tulis. Si ibu tersenyum menyambut kertas itu, dan setelah mengeringkan tangannya dengan celemek, ia membacanya.

Dan inilah tulisan si anak itu:
Untuk memotong rumput minggu ini Rp. 7.500,00
Untuk membersihkan kamar minggu ini Rp. 5.000,00
Untuk pergi ke toko menggantikan Mama Rp. 10.000,00
Untuk menjaga adik waktu Mama belanja Rp. 15.000,00
Untuk membuang sampah setiap hari Rp. 5.000,00
Untuk raport yang bagus Rp. 25.000,00
Untuk membersihkan dan menyapu halaman Rp. 12.500,00
Total jumlah hutang Rp. 80.000,00

Si ibu memandang anaknya yang berdiri di situ dengan penuh harap, dan berbagai kenangan terlintas dalam pikiran ibu itu. Kemudian ia mengambil pulpen, membalikkan kertasnya, dan menulis:

Untuk sembilan bulan ketika Mama mengandung kamu selama kamu tumbuh dalam perut Mama, GRATIS.

Untuk semua malam ketika Mama menemani kamu, mengobati kamu, dan mendoakan kamu, GRATIS.

Untuk semua saat susah, dan semua air mata yang kamu sebabkan selama ini, GRATIS.

Untuk semua malam yang dipenuhi rasa takut dan untuk rasa cemas di waktu yang akan datang, GRATIS.

Untuk mainan, makanan, baju, dan juga menyeka hidungmu, GRATIS.

Anakku, dan kalau kamu menjumlahkan semuanya, harga cinta sejati Mama adalah GRATIS.

Setelah selesai membaca apa yang ditulis ibunya, ia menatap wajah ibunya dan berkata: “Ma, aku sayang sekali pada Mama”.

Dan kemudian ia mengambil pulpen dan menulis dengan huruf besar-besar: “LUNAS”

Apakah menurutmu ini cerita yang indah?
Jika ya, kabarkanlah pada semua orang, bahwa orang yang paling mencintainya, selalu ada di dekatnya: SEORANG IBU.

Ucapan Untuk Bapa

Pagi hari Dia menungguku bangun tuk mendengarkanku mengucapkan selamat pagi, namun ternyata, aku terlalu sibuk dengan dunia…

Siang hari, Dia masih menungguku menunggu sapaanku, di sela2 kesibukanku..

namun, aku pun masih terlalu sibuk dengan pekerjaan, ataupun bermain. bahkan saat makan siang pun..aku melupakan Dia

Sore hari, Dia terus menungguku.. sebuah ucapan selamat sore setelah semua kesibukanku selesai.

tapi..aku pun masih sibuk dengan teman teman..atau dengan keluarga..

Malam hari Dia masih terus menungguku.. mengucapkan salam menjelang aku tidur..

tetap saja..aku terlalu sibuk mengurusi kantuk dan lelahku..hingga tak sedikitpun aku berkata-kata padaNya.

Dari matahari terbit hingga kembali terbit..Dia terus menungguku ,, karna kasihNya yg tak terbatas,,Dia terus menantiku,,

Hanya untuk sebuah kata “terima kasih Bapa,” atau “aku bahagia Bapa,”

hari demi hari,,bulan demi bulan,,tahun demi tahun,,

“Apakah sungguh aku terlalu sibuk hingga tak pernah punya waktu untukNya? Dia yang sekalipun tak pernah melupakanku. Dia yang sekalipun tak pernah meninggalkanku, walau seluruh dunia membenciku.. Sungguhkah aku sesibuk itu hingga tak punya waktu untuk Dia? Sungguhkah?”

Hidup Dalam Kepenuhan Roh Kudus

Efesus 5:15-21

Bagaimana orang Kristen menggambarkan hidup dalam kepenuhan Roh Kudus?Ada yang menggambarkan seperti gelas yang diisi penuh dengan air sampai air itu melimpah keluar. Dengan demikian orang Kristen yang tidak dipenuhi Roh digambarkan seperti gelap yang hanya terisi air separoh atau seperempatnya saja.

Gambaran lain yaitu hati manusia. Orang Kristen yang dipenuhi Roh, maka hatinya putih dan di tengah gambar hati itu ada salib Kristus. Sedangkan yang tidak dipenuhi Roh maka gambar hatinya sebagian hitam dan sedikit putihnya serta tidak ada salibnya. Apakah gambaran tadi bisa menjelaskan tentang hidup dalam kepenuhan Roh secara benar dan sesuai dengan Firman Tuhan?

Alkitab menjelaskan bahwa Roh Kudus itu Pribadi Allah: ”Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain…..” Yoh 14: 16. Roh Kudus disebut Seorang bukan sebuah, sesuatu . Yesus juga berkata : ”..tetapi Penghibur yaitu Roh Kudus yang akan diutus Bapa dalam nama-Ku, Dia-lah yang akan mengajarkan….” Yoh 14:26.

Roh Kudus disebut dengan memakai kata ganti orang ketiga: Dia-lah. Roh Kudus adalah Allah yang berpribadi. Nama Roh Kudus disetarakan dengan nama Allah Bapa, dan Anak.(Mat 28: 20). Kepenuhan Roh Kudus berarti kepenuhan Pribadi Allah. Allah yang satu itu masuk secara utuh dalam hidup kita dan mempengaruhi kita.

Tidak ada Gereja yang menolak ajaran tentang Roh Kudus adalah Allah dan juga tentang karunia-karunia Roh Kudus. Semuanya tertulis dalam Alkitab Yang sering menjadi kontroversial adalah penafsiran manusia terhadap keberadaan Roh Kudus itu dan manifestasi-manifestasi-Nya.

Sebagai contoh ada seorang penderita kanker ganas yang sudah divonis dokter bahwa penyakitnya tidak akan sembuh. Tetapi bapak yang satu ini selama dua tahun terakhir tetap hidup dalam sukacita karena Tuhan. Ia mengunjungi pasien-pasien lain dengan kursi rodanya untuk menceriterakan kasih Tuhan Yesus bagi orang-orang yang senasib dengan dirinya. Semua orang melihat sukacita yang terpancar dari wajah bapak tersebut dan berkata : ”Benar bapak itu hidupnya dipenuhi dengan Roh Kudus sehingga ia masih bisa tersenyum sekalipun tahu bahwa penyakitnya tidak akan sembuh.”

Dari sinilah kita tahu bahwa apa yang dipikirkan Allah tidak sama dengan yang dipikirkan manusia. Allah menghendaki dipenuhi Roh Kudus itu merupakan karya-Nya yang amat luas, tetapi manusia kadang-kadang menafsirkannya dengan batasan-batasan yang sempit. Lalu dijadikan patokan bahwa yang ini yang disebut dipenuhi Roh Kudus dan yang lain bukan dipenuhi Roh Kudus.

Bagaimana sebenarnya hidup dalam kepenuhan Roh Kudus? Rasul Paulus menulis dalam surat Efesus ini suatu gambaran yang menjelaskan tentang hal itu :

  1. Dipenuhi Roh Kudus atau hidup dalam kepenuhan Roh adalah berada dibawah kuasa /kendali Allah.
    “Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh” Efesus 5:18.

    Pada zaman Paulus, ada upacara-upacara kafir yang memakai minum-minum anggur sebagai upaya untuk menjadi mabuk. Dan dengan itu orang-orang penyembah berhala itu mendapat ”pengalaman religius” Paulus membuat analogi antara mabuk anggur tersebut dengan hidup dalam kepenuhan Roh. Walaupun demikian tetap ada bedanya. Orang yang mabuk anggur dikuasai oleh minuman keras yang mengakibatkan gangguan dalam penilaian dan keputusan yang terjadi dalam hidupnya: ngelantur, terhuyung-huyung, bertindak membahayakan orang lain.
    Dipenuhi Roh Kudus juga berakibat, namun bukan menimbulkan gangguan tetapi perbaikan, pembaruan dalam penilaian dan keputusan hidup. Orang itu dikendalikan, dipengaruhi, dikuasai sedemikian rupa oleh Roh Kudus sehingga memancarkan sifat-sifat Allah dalam hidupnya.
    Orang Kristen yang dipenuhi Roh Kudus akan mengalami dua perkara besar dalam hidupnya : Pertama : menerima karunia-karunia Roh dan kedua : menghasilkan buah Roh dari dalam hidupnya. Karunia Roh untuk melengkapi pelayanan dan buah Roh adalah kebajikan dari dalam hidup kita setelah dipenuhi Roh untuk bersaksi.

  2. Hidup dalam kepenuhan Roh Kudus adalah hidup dalam suasana sukacita Kristus.
    “…dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani” ayat 19

    Orang-orang percaya yang dipenuhi Roh akan selalu merindukan adanya persekutuan dengan Tuhan maupun dengan sesamanya. Bukan asal berkumpul, tetapi persekutuan sukacita. Ada anak Tuhan yang kalau hari Minggu tidak datang beribadah rasanya ada sesuatu yang kurang, yaitu tidak adanya sukacita dalam hidupnya sepanjang hari itu/ minggu itu. Seorang bapak yang semula hanya mau mengantar isterinya ke gereja, tiba-tiba tergerak masuk ketika mendengar lagu : ”Tak tersembunyi kuasa Allah“ Bapak itu kemudian bersaksi bahwa Yesus seakan-akan berkata kepada dirinya bahwa isterimu sudah diselamatkan, sekarang bagaimana dengan kamu. Bapak itu bertobat dalam hidupnya dipenuhi dengan sukacita. Ini juga termasuk dipenuhi Roh Kudus.
    Keluarga itu sekarang hidup dengan penuh sukacita karena semua anggotanya sudah diselamatkan Tuhan Yesus.

  3. Hidup dalam kepenuhan Roh Kudus adalah hidup dalam pengucapan syukur senantiasa.
    “Ucapkanlah syukur senantiasa atas segala sesuatu….” Ayat 20

    Mengalami kepenuhan Roh dibuktikan dengan adanya hidup yang senantiasa bersyukur kepada Tuhan. Tidak ada keluhan yang berlebihan, tidak ada rasa iri, tidak ada semangat untuk mencelakakan orang lain. Dulu terus berkata ini kurang itu kurang, sekarang apapun yang diterima diamini sebagai bagian yang ditentukan Tuhan.
    Semangat kompetisi untuk mengalahkan orang lain, diganti dengan semangat berbagi kepada yang lemah. Semangat menjatuhkan orang lain, diganti dengan semangat mengasihi orang lain.

    Fenomena kepenuhan Roh Kudus bisa kita lihat dengan jelas saat jemaat yang mula mula terbentuk. Ada fenomena-fenomena yang supranatural tetapi ada juga fenomena - fenomena sosial di mana jemaat berbagi dengan sesamanya sehingga jemaat Tuhan itu disukai semua orang. (Kisah 2: 47)
    Alangkah indahnya bila orang Kristen masa kini di zaman akhir ini bisa memunculkan fenomena-fenomena yang seperti pada jemaat mula-mula. Tidak ada yang menganggap dirinya paling luar biasa tetapi tetap menghargai bahwa apapun yang Roh Kudus kerjakan dalam karya-Nya yang lain juga luar biasa. Kepenuhan Roh Kudus bukan untuk diperdebatkan tetapi untuk ditujukan bagi kemuliaan Allah dan kedatangan Kerajaan-Nya di dunia ini.

Pdt. Andreas Gunawan Pr, STh.

04 November 2008

Hati Pria dan Wanita

Pagi ini, 18 Agustus 2007 aku menerima sms dari seorang teman baikku. Seorang wanita. Sms tersebut menyebutkan bahwa dia menyukai seorang pria yang wajahnya cukup di kenal di televisi belakangan ini. Kebetulan aku cukup kenal dengan presenter muda berbakat itu dan kami sesekali sms-an saling menanyakan kabar masing-masing. Kepada temanku itu aku berkata, 'Sangat manusiawi hehehe… Tetapi dia sudah punya kekasih. Kalaupun belum kamu mesti bersaing dengan ratusan wanita yang mungkin memiliki rasa yang sama. Coba aja..'

Sejujurnya, aku sudah sering mendengar teman-teman wanitaku sharing dia menyukai pria ini, pria itu dan …entah siapa lagi selanjutnya. Bahkan aku pernah membaca blog seorang wanita yang aku kenal baik, di dalamnya ia menulis bagaimana ia suka dengan seorang pria dan sangat berharap dapat menjadi kekasihnya. Ia merindukan sang arjuna yang belum tentu tahu apa yang ia rasakan. Bagai pungguk merindukan bulan. Kasihan…

Di usiaku yang sudah menginjak 28 tahun, tentunya aku memiliki banyak teman, pria dan wanita yang sebaya denganku. Kalaupun di bawah atau di atas, usianya tidak jauh-jauh dari angka tersebut.

Aku coba untuk merenung, kenapa beberapa-bahkan mungkin banyak-teman wanitaku atau lebih tepatnya para wanita belum menemukan seorang pria yang bakal menjadi pasangan hidupnya. Padahal setahuku, bagaimanapun minus-nya seorang wanita (kalau ia menganggap dirinya demikian), paling tidak pernah satu kali 'ditembak' pria, dengan kalimat ini, 'Aku menyukaimu' atau 'Bersediakah engkau menjalani hubungan yang lebih serius denganku?'. Kenapa aku bisa begitu yakin? Mari aku ceritakan:

Selama 5 tahun lebih aku bekerja di sebuah rumah produksi yang menayangkan acara Solusi di salah satu stasiun televisi swasta itu, banyak kisah nyata mirip Cinderella yang aku temukan. Ini benar-benar nyata! So real!! Bukan sinetron, bukan film. Sebut saja Maria Beatrix, gadis yang pernah dijuluki 'si buruk rupa' dengan bentuk tangan dan kaki yang sama sekali tidak sempurna, menggunakan kursi roda, namun menemukan 'pangeran' yang baik hati berdarah Inggris. Pria ini begitu setia mendampinginya bahkan berhasil mengajarinya berenang. Hari ini mungkin mereka sudah menikah.

Ada juga Indrawati, manusia terpendek Indonesia yang pernah masuk MURI karena bisa melahirkan dengan normal. Kalau melihat bentuk fisiknya, sangat tidak sempurna, namun menemukan seorang suami dari kalangan terhormat dan sangat mencintainya dengan sepenuh hati. Di Bandung, kami juga memiliki narasumber si pelukis Patricia Saerang, seorang yang melukis dengan kakinya atau mulutnya karena tidak memiliki tangan. Namun menemukan pria berdarah Eropa yang sangat mencintainya. Hari ini mereka sudah menikah dan hidup bahagia.

Jadi, kalau mau banding-bandingan dengan wanita-wanita yang aku sebutkan diatas, bagaimana mungkin kalau teman-teman wanita ku itu belum bisa menemukan 'sang pangeran cinta'? Bulsyetttttt! !!! Kalau mau banding-bandingan, teman-teman wanitaku itu tergolong wanita yang cantik, dengan fisik yang nyaris sempurna dan memiliki pekerjaan yang bagus.

Setelah aku analisa, inilah inti permasalahannya:
Ternyata banyak wanita tidak tahu kuncinya. Untuk membuka baut ukuran 12, kita harus menggunakan kunci ring atau kunci pas dengan ukuran yang sama, 12. Sebut saja hal apa lagi yang lain sebagai perumpamaan. Dari zaman Adam dan Hawa sampai sekarang, wanita memang didesain untuk tidak memulai terlebih dahulu dalam hal cinta. Ekstrimnya, wanita dilarang jatuh cinta terlebih dahulu dan mengejar-ngejar pria. Karena wanita memang tidak di desain untuk itu. Perihal ada budaya di daerah tertentu dimana pria dilamar oleh wanita, aku sangat tidak berminat membahasnya. Dan sampai hari aku masih menganggapnya sebuah keanehan. Aneh!!!! Namun aku menghormatinya.

Aku suka kata-kata ini: Cowok menang milih, cewek menang nolak!!!
Kedengarannya win-win solution. Ya, bisa begitu. Cowok memang bisa memilih wanita mana saja yang dia suka. Cowok bisa saja jatuh cinta dengan wanita mana saja yang hatinya memang 'jatuh'. Toh, sampai hari ini jumlah cewek di dunia ini jauhhhhhhhhhhhhhhh lebih banyak dari cowok. Di Batam, para wanita bahkan sering bertengkar memperebutkan pria, karena komposisi antara wanita dan pria di kota ini memang sangat tidak seimbang. Jumlah wanitanya jauhhhhhhhhhhhhh lebih banyak dari pria.

Cowok kalau nembak cewek ditolak, respon selanjutnya ada dua, pertama: mencoba lagi untuk kedua, ketiga, keempat, atau kesekian kalinya atau kedua, tidak melanjutkan dan berkelana mencari yang lain lagi. Toh, jumlah wanita jauhhhhhhhhhhhh lebih banyak dari pria. Dan harga diri seorang pria tidak akan turun dan tercabik-cabik hanya karena cintanya ditolak. Karena pria seorang pejuang sejati, dia pasti akan mencoba dan mencoba lagi. Sampai dapat! 'Emang cewek elo doang??'. Pikiran seperti itu ada kadang di sana.

Tetapi kalau wanita begitu agresif terhadap pria, lalu kemudian ditolak hehhee… Jawab sendiri kata yang tepat untuk itu. Pria dan wanita sama-sama didesain untuk menjadi pemenang. Menang! Cowok menang milih, cewek menang nolak. Masalahnya sekarang banyak wanita yang mencoba untuk merubahnya menjadi: Cewek menang milih. Jadi kalau cewek menang milih…maka berarti cowok menang nolak!

Bagi para cowok, kalau ditolak adalah hal yang biasa. Memang sedih untuk sesaat. Tapi tidak untuk meratapinya. Lagipula cowok didesain lebih banyak 'bermain' pikiran, daripada perasaan. Masalahnya, apakah para cewek siap kalau ditolak cowok setelah 'menang' milih cowok yang mana aja???

Untuk menjawab pertanyaan ini, aku mau membagikan hal ini kepada para wanita, khususnya. Paling tidak ada dua wanita yang paling dekat denganku, yang aku ketahui sangat bahagia. Pertama adalah ibuku sendiri. Ya, mama. Ibuku melepaskan masa gadisnya ketika usianya 23 tahun, dilamar ayahku, seorang pria tampan berumur 32 tahun dengan tubuh proposional. Ketika pertama kali bertemu ibuku, ayahku benar-benar jatuh cinta kepadanya. Padahal saat itu, seorang wanita sedang tergila-gila kepadanya dan menjadi begitu agresif. Ia ingin memiliki ayahku. Tetapi sebenarnya pria tidak bisa berdusta, dan jarang berpura-pura. Ayahku tidak mencintainya. Namun wanita itu memaksanya. Ayahku pria sejati yang harus selalu memulai dan tidak bisa didahului seperti itu. Kepada ibukulah, ayahku jatuh cinta. Mereka menikah pada tahun 1978. Ayahku berkali-kali jatuh cinta dengan wanita yang sama, yaitu ibuku. Usia pernikahan mereka sudah 29 tahun dan perkawinan mereka bertambah kuat dari hari ke hari. Aku pikir, ibuku adalah wanita yang paling bahagia di bumi ini karena dia tahu kuncinya. Dia dicintai dan diperlakukan bak ratu.

Kemudian yang kedua, saudaraku satu-satunya. Adik perempuanku yang manis itu. Di usianya yang 26 tahun seorang pria yang sangat mencintainya dan telah setia menunggunya selama 6 tahun, menyatakan keinginannya untuk menghabiskan waktunya nanti bersamanya. Meskipun enam tahun yang lalu, adikku tidak meresponinya, namun akhirnya ia luluh juga. Kali ini adikku tahu kuncinya: bahwa wanita didesain untuk DICINTAI dan bukan memulai untuk mencintai. Sebelumnya, aku tahu adikku berharap dapat menjalani hubungan dengan seorang pria gagah dari angkatan laut. Namun pria itu ternyata tidak sepenuh hati mencintainya. Ia sadar, bahwa ia harus melupakan pria itu dan memberi kesempatan untuk yang lain. Hari ini adikku, diperlakukan bak ratu oleh kekasihnya. Begitu dicintai, dilindungi, diperhatikan dan hubungan mereka semakin menunjukkan kualitas yang semakin baik, hari ke hari. Aku pikir, adikku wanita yang paling bahagia saat ini. Karena seorang pria datang kepadanya dan mencintainya dengan sepenuh hati dan sepenuh jiwa.

Sebaliknya, aku menemukan ada wanita yang memulai terlebih dahulu, begitu agresif dan sangat mencintai seorang pria dan akhirnya memang mendapatkannya dan bahkan menikah dengannya. Namun sayang, sesungguhnya dia tidak pernah mendapatkan cinta dari suaminya. Karena suaminya punya cinta yang lain. Dan wanita itu harus membayar harganya. Sangat mahal. Ia harus berkorban selama perkawinannya berlangsung. Ia harus berkorban materi yang terus-menerus dan yang paling menyedihkan selalu korban perasaan. Padahal bukankah seharusnya suaminya yang memenuhi kebutuhan materinya? Muka mereka menjadi begitu kusut dan tubuh mereka menjadi begitu kering. Karena tidak 'disirami' cinta suaminya. Karena sekali lagi, suaminya punya cinta yang lain.

Para wanita, daripada engkau mencintai pria yang tidak mencintaimu, atau hanya sekedar berpura-pura mencintaimu, mengapa engkau tidak belajar mencintai pria yang sangat mencintaimu dan memperlakukanmu dengan begitu berharga? Mungkin awalnya engkau tidak begitu menyukainya. Namun jika mengingat bahwa ia begitu mencintaimu, mengapa wanita tidak mencoba untuk BELAJAR mencintainya dan memberinya kesempatan.

Percayalah bahwa dalam kamus pria tidak ada istilah BELAJAR mencintai. Mau wanita yang ditujunya seperti apa, mau gemuk, mau pendek, mau rada tulalit atau sebut saja kekurangan lainnya, percayalah bahwa pria adalah makhluk yang jatuh cinta, bukan belajar untuk mencintai. Tetapi, wanita bisa BELAJAR mencintai. Tatkala melihat kegigihan seorang pria yang tidak pernah berhenti menakhlukkan hatinya, tatkala melihat pengorbanan, perhatian dan kasih sayang yang diberikan, aku mendengar banyak kesaksian akhirnya wanita menyerah.

Berdasarkan apa yang aku lihat, bahkan aku mengadakan riset untuk hal ini, wanita yang bijak adalah wanita yang jatuh cinta dengan pria yang terlebih dahulu jatuh cinta kepadanya. Bukan jatuh cinta dengan pria yang pura-pura jatuh cintanya kepadanya. Bagi pria, Anda dilarang untuk berpura-pura jatuh cinta. Karena setelah engkau menjalaninya, lama-lama pura-pura itu akan hilang dan engkau pasti akan berkelana mencari cinta yang lain. Bukan yang pura-pura. Karena bagaimanapun engkau tidak bisa membohongi dirimu sendiri. Kalau aku mencoba untuk pura-pura mencintai wanita yang pernah sangat mencintaiku, mungkin hari ini aku sudah memiliki anak dengannya dan sudah menjadi orang kaya secara materi. Tetapi aku pasti membuatnya menderita karena kepura-puraan itu. Aku akan berkelana mencari cinta yang lain.

Dan itu sangat menyakitkan. Karena hubungan itu sudah sampai kepada pernikahan, mau tidak mau kita harus tetap meneruskannya, kalau tidak mau anak-anak yang menjadi korban perceraian. Namun harganya terlalu mahal untuk dibayar. Para pria tidak dibenarkan untuk menjadi begitu brengsek dan memanfaatkan wanita yang jatuh cinta kepadanya, sementara itu sendiri punya cinta yang lain. Para pria tidak dibenarkan menjadi begitu bejat untuk memanfaatkan uang, fasilitas dan materi yang diberikan oleh wanita yang mencintainya, dengan harapan bisa mendapatkan cinta sang pria. Itu pria yang licik dan pengecut.

Untuk para wanita, mungkin kalian gelisah di usia yang hampir menginjak kepala tiga belum menemukan pasangan sejati. Mungkin ia sudah datang, tetapi Anda menolaknya. Karena memang anda didesain untuk 'menang nolak'. Tetapi mungkin saja anda lupa kuncinya. Kuncinya adalah anda sebaiknya jangan memulai terlebih dahulu dan kalau sulit menjangkaunya, anda menjadi begitu agresif. Anda harus tahu kuncinya bahwa anda didesain untuk dicintai dan diperlakukan bak ratu. Bukan menjadi seorang yang mengejar-ngejar pria.

Berulang kali kukatakan kepada teman-teman wanitaku. 'Kalau ada seorang pria yang datang kepada kalian dan menyatakan cintanya, berpikirlah dua kali untuk menolaknya.' Jangan sampai anda menyesal di kemudian hari.

Aku tidak menyarankan kalian untuk terburu-buru menjawab, 'Ya'. Aku hanya mengatakan, 'Berpikir dua kali terlebih dahulu untuk menolaknya.' Siapa tahu, ini cinta sejatimu?

Wanita, anda begitu berharga. Ciptaan terindah. Anda ditentukan untuk begitu dicintai, dikagumi, dilindungi, dikasihi, diperhatikan, diayomi dan aku tidak tahu harus menyebutnya apa lagi… Kalian ditentukan untuk diperlakukan bak ratu setiap hari.

Karena manusia ditentukan untuk hidup berpasang-pasangan, hai para wanita, bersiap-siaplah seorang pangeran cinta datang kepadamu, menyatakan betapa ia ingin menghabiskan waktunya bersamamu, dan memberikan seluruh cintanya kepadamu. Namun, ketika pangeran cinta itu datang, apakah engkau akan langsung menolaknya? atau 'berpikirlah dua kali untuk berkata 'tidak'', karena siapa tahu ini orang yang akan memperlakukanmu bak ratu. Tidak peduli bentuk fisikmu, tidak peduli tingkat pendidikanmu bahkan tidak peduli masa lalumu. Ia akan datang dengan kata-kata ini, 'Aku mencintaimu walaupun…..'

Tulisan ini aku dedikasikan untuk para wanita - Ciptaan Terindah -

Persembahanku Untuk Wanita - By Kendrick Sumolang

Dari Yang Terdekat

Ia mengawasi segala perbuatan rumah tangganya …. Anak-anaknya bangun, dan menyebutnya berbahagia, pula suaminya memuji dia - Amsal 31:27,28

Bacaan: Amsal 31:10-31

Saat berbincang santai dengan ibu saya yang berumur 83 tahun, saya menarik-narik pelan kulit tangannya yang sudah menggelambir. Ya, saya ingat bagaimana tangan itu kadang harus mengangkat papan-papan jati yang besar dan berat ketika ia membuka dan menutup toko rotinya yang mungil. Dengan senyum, setiap hari ia melayani pelanggannya selama hampir 30 tahun. “Dulu tangan ini kuat untuk bekerja sehingga kalian bertujuh bisa bersekolah dan mandiri. Sekarang aku berbahagia dan bersyukur atas hidupku,” simpulnya saat mengenang masa ia berjuang demi hari depan anak-anaknya.

Peran wanita dalam Amsal 31 sungguh luar biasa. Ia dapat dipercaya, dan olehnya, suaminya diberkati (ayat 11,12). Ia rajin dan dapat mengatur rumah tangga dengan baik, hingga anak-anak dan suaminya sangat menghargainya (ayat 13-15,27, 28). Ia meniti karier (ayat 16-18), tetapi masih sempat memerhatikan orang lain yang membutuhkan pertolongan (ayat 20). Penampilannya selalu apik (ayat 22). Ia takut akan Tuhan (ayat 30). Ia melayani sesama sebagai perwujudan imannya kepada Tuhan.

Meski mungkin tak selengkap gambaran Amsal 31, setiap wanita juga dapat mulai memberi hidup bagi sesama, sejak hari ini. Dan bisa mulai dari keluarga, yang ditemui setiap hari. Mulai dari hal yang biasa dilakukan untuk mereka. Bila semuanya dilakukan dengan penuh syukur dan kesetiaan, kelak akan timbul kekaguman karena Tuhan memakai hidup keseharian seorang wanita menjadi berkat dan memuliakan nama Tuhan.

Orang-orang terdekat kita, apakah mereka merasakan kehadiran, kasih, dan pelayanan kita? —YS

JADIKAN HIDUP SEBAGAI SALURAN BERKAT
MULAILAH DARI ORANG-ORANG TERDEKAT

Berdoa Bagi Ekonomi Dunia

"Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam : Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat; Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam. KepunyaanKulah perak dan kepunyaanKulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam." (Hagai 2 : 7-9)

Kami menyerukan doa pada tanggal 29 Oktober 2008 bagi bursa efek, bank, dan lembaga keuangan di seluruh dunia. Mengapa seruan doa dilakukan pada tanggal 29 Oktober? Karena pada tanggal tersebut di tahun 1929, Bursa Efek Amerika Serikat ambruk dan kemudian terjadi depresi ekonomi yang hebat.

Pada permulaan tahun 2008, para pendoa syafaat mendengar suara Tuhan bahwa akan terjadi goncangan kuat di Bursa Efek Wall Street yang bisa memburuk jika tidak ada campur tangan Allah. Hal ini akan merambat kepada timbulnya kekurangan pangan. Bahkan, situasi di tahun 2009 akan lebih buruk daripada tahun 2008! Tentu saja, hal ini akan mempengaruhi pasar uang di seluruh dunia.

Pada waktu yang sama, Tuhan memberikan mimpi yaitu di hadapan kami ada 50 kotak dosa yang mewakili sistem ekonomi dari 50 negara bagian. Tutup kotak ini terbuka dan tercium bau busuk yang sangat menyengat. Tuhan memberi perintah dalam mimpi itu bahwa kami harus menaruh tutup itu kembali sampai struktur ekonomi yang alkitabiah diterapkan di tempat-tempat tersebut. Tentu saja, ini juga berlaku bagi ekonomi di seluruh dunia.

Dengan alasan itulah, pada tanggal 29 Oktober 2008 kami akan berdoa bersama dengan para pendoa syafaat di Bursa Efek New York, Bank Federal (seperti Bank Indonesia) dan 12 cabang utamanya di seluruh Amerika Serikat. Kami juga bersyafaat di lokasi patung banteng yang terletak di Wall Street, untuk memohon kepada Tuhan agar Ia mengubah pasar uang yang sekarang ini seperti banteng menjadi seperti beruang. Kami merasa inilah yang menjadi "Pasar Singa" atau Allahlah yang mengontrol sistem ekonomi. Walaupun kami tidak tahu apa yang akan terungkap nanti, kami tahu bahwa tanpa bersyafaat, ekonomi akan hancur.

Bergabunglah dengan kelompok dan jaringan doa anda yang bersyafaat di lembaga-lembaga keuangan di seluruh dunia. Di negara-negara lain, pendoa syafaat sudah mulai mengunjungi bursa-bursa efek. Jadi, pastikanlah bahwa bursa efek di negara anda sudah dilingkupi dengan doa. Juga  bersyafaatlah bagi bank dan lembaga-lembaga keuangan di wilayah anda.

Pokok doa yang diusulkan adalah sbb :
1. Bertobat dari ketamakan diri sendiri. Mintalah pada Tuhan agar Ia memperlihatkan apakah ada keterikatan pada mamon.

2. Bertobat dari dosa ekonomi di negara anda. Mintalah pada Tuhan agar Ia mengampunyi kerakusan, ketamakan, terlibat dengan mamon, dll. yang ada dalam sistem ekonomi di negara anda.

3. Bertobat dari keterlibatan dalam hutang dan kredit. Mintalah pada Tuhan agar Ia memberikan strategiNya bagi anda, secara khusus dan juga bagi negara anda agar ekonomi dipulihkan.

4. Bertobat dari ketidak pedulian akan kaum miskin. Mintalah pada Tuhan untuk mengampuni ketidak pedulian yang anda dan negara anda tujukan bagi kebutuhan kaum miskin, baik itu dalam angkatan kerja maupun melalui rasisme.

5. Berserulah kepada Tuhan untuk belas kasihNya bagi negara anda. Memohonlah pada Tuhan sesuai dengan 2 Tawarikh 7 : 14 dan katakan kepada Tuhan bahwa anda akan berbalik dari jalan yang sesat.

6. Berdoalah agar hikmat diberikan kepada pemimpin negara anda, agar mereka bisa menghadapi krisis keuangan ini.

7. Mintalah pada Tuhan agar Ia menstabilkan ekonomi negara, menutup kembali kotak yang diperlihatkan dalam mimpi.

8. Mulailah bersyafaat dan mintalah pada Tuhan untuk menegakkan keadilan di bursa efek, mengungkapkan korupsi dan membawa keadilan bagi mereka yang telah berdosa kepada Tuhan dan negara. Mintalah pada Tuhan agar Ia memulihkan ekonomi.

9. Berdoa agar Tuhan membangkitkan ekonomi yang didasarkan pada prinsip-prinsip alkitab.

10. Bersyafaatlah bahwa kebangkitan besar akan terjadi di "marketplace" sebagai akibat dari goncangan. Berdoa agar Tuhan memberikan hikmat di tengah-tengah goncangan agar kemakmuran negara berpindah ke tangan orang-orang benar.

Cindy Jacobs, Generals International - The United States Reformation Prayer Network

by TERANG INDONESIA , Antonius Natan

Kiriman : Diah Sutantio